Anda di halaman 1dari 13

PRINSIP PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

OLEH

ANDRI LATANDA
91531290610.005

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA


PROGRAM STUDI S1 KESMAS
KENDARI
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang berjudul
“PRINSIP PELAYANAN KESEHATAN LANSIA” ini tepat pada waktunya.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad
SAW.

Dalam penyusunan makalah ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan
terimakasih kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing dalam
penyelesaian tugas ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh
pihak yang telah membantu tidak bisa kami sebutkan satu-persatu

Penulis sadar bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, kami sangat menharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan
tugas ini di masa yang akan datang. Penulis juga berharap tugas ini dapat berguna
bagi pembaca.

Kendari, 13 Agustus 2018

Penulis

\
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya Indonesia sebagai salah satu negara
dengan tingkat perkembangan yang cukup baik, maka makin tinggi pula harapan
hidup penduduknya. Diperkirakan harapan hidup orang Indonesia dapat mencapai
70 tahun pada tahun 2000.Kesejahteraan penduduk usia lanjut karena kondisi
fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam
pembangunan, maka lansia perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan
masyarakat (GBHN, 1993).
Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh instansi pemerintah diantaranya
pelayanan kesehatan, sosial, ketenagakerjaan dan lainnya telah dikerjakan pada
berbagai tingkatan, yaitu tingkat individu lansia, kelompok lansia, keluarga, Panti
Sosial Tresna Wreda (PSTW), Sarana pelayanan kesehatan tingkat dasar
(primer), tingkat pertama (sekunder), tingkat lanjutan, (tersier) untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi pada lansia.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat ditarik rumusan
masalah sebagai berikut.
1. bagaimana prinsip-prinsip pelayanan kesehatan lansia secara
holistik,vertikal,horizontal,aspek preventif,kuratif dan promotif

C. Tujuan
1. mahasiswa mengetahui tentang prinsip-prinsip pelayanan kesehatan
lansia secara holistik,vertikal,horizontal,aspek preventif,kuratif dan
promotif

D. Manfaat
Semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa sehingga Dengan
adanya makalah ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan
mengenai prinsip-prinsip pelayanan kesehatan lansia.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Prinsip pelayanan kesehatan pada Lansia


a. Prinsip holistik
Seorang penderita lanjut usia harus dipandang sebagai manusia
seutuhnya (lingkungan psikologik dan sosial ekonomi). Hal ini ditunjukkan
dengan asesmen geriatri sebagai aspek diagnostik, yang meliputi seluruh
organ dan sistem, juga aspek kejiwaan dan lingkungan sosial ekonomi.
Sifat holistik mengandung artian baik secara vertikal ataupun horizontal.
Secara vertikal dalam arti pemberian pelayanan di masyarakat sampai ke
pelayanan rujukan tertinggi, yaitu rumah sakit yang mempunyai pelayanan
subspesialis geriatri. Holistik secara horizontal berarti bahwa pelayanan
kesehatan harus merupakan bagian dari pelayanan kesejahteraan lansia secara
menyeluruh. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus bekerja secara lintas
sektoral dengan dinas/ lembaga terkait di bidang kesejahteraan, misalnya
agama, pendidikan, dan kebudayaan, serta dinas sosial.
Pelayanan holistik juga berarti bahwa pelayanan harus mencakup aspek
pencegahan (preventif), promotif, penyembuhan (kuratif), dan pemulihan
(rehabilitatif). Begitu pentingnya aspek pemulihan, sehingga WHO
menganjurkan agar diagnosis penyakit pada Lansia harus meliputi 4
tingkatan penyakit :
1. Disease (penyakit), yaitu diagnosis penyakit pada penderita, misalnya
penyakit jantung iskemik.
2. Impairment (kerusakan/ gangguan), yaitu adanya gangguan atau
kerusakan dari organ akibat penyakit, missal pada MCI akut ataupun
kronis.
3. Disability (ketidakmampuan), yaitu akibat obyektif pada kemampuan
fungsional dari organ atau dari individu tersebut. Pada kasus di atas
misalnya terjadi decompensasi jantung.
4. Handicap (hambatan), yaitu akibat sosial dari penyakit. Pada kasus
tersebut di atas adalah ketidakmampuan penderita untuk melakukan
aktivitas sosial, baik di rumah maupun di lingkungan sosialnya.
b. Vertikal : pemberi pelayanan harus dimulai di masyarakt sampai ke
pelayanan rujukan tertinggi yaitu rumah sakit yang mempunyai sub-spesialis
geriatri
c. Horizontal : Pelayanan Kesehatan harus merupakan bagian dari pelayanan
kesejahteraan lansia secara menyeluruh, lintas sektoral dengan dinas/lembaga
terkait dibidang kesejahteraan, misal, agama, pendidikan, kebudayaan dan
dinas sosial
d. Promotif,Upaya promotif juga merupakan proses advokasi kesehatan untuk
meningkatkan dukungan klien, tenaga profesional dan masyarakat terhadap
praktek kesehatan yang positif menjadi norma-norma sosial.
Upaya perlindungan kesehatan bagi lansia sebagai berikut :
1. Mengurangi cedera
2. Meningkatkan keamanan di tempat kerja
3. Meningkatkan perlindungan dari kualitas udara yang buruk
4. Menibgkatkan keamanan, penanganan makanan dan obat-obatan
5. Meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gigi dan mulut
e. Preventif,Mencakup pencegahan primer, sekunder dan tersier. Contoh
pencegahan primer : program imunisasi, konseling, dukungan nutrisi,
exercise, keamanan di dalam dan sekitar rumah, menejemen stres,
menggunakan medikasi yang tepat.
Melakukakn pencegahan sekuder meliputi pemeriksaan terhadap
penderita tanpa gejala. Jenis pelayanan pencegahan sekunder: kontrol
hipertensi, deteksi dan pengobatan kanker, skrining : pemeriksaan rektal,
mamogram, papsmear, gigi, mulut.
Melakukan pencegahan tersier dilakukan sesudah gejala penyakit dan
cacat. Jenis pelayanan mencegah berkembangnya gejala dengan
memfasilisasi rehabilitasi, medukung usaha untuk mempertahankan
kemampuan anggota badan yang masih bnerfungsi

f. kuratif yaitu upaya pengobatan bagi lansia. Upaya kuratif dapat


berupa kegiatan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan
spesialis melalui sistem rujukan Upaya rehabilitasi yaitu upaya
mengembalikan fungsi organ yang telah menurun. Upaya rehabilitasi
dapat berupa kegiatan memberikan informasi, pengetahuan, dan
pelayanan tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya kacamata,
alat bantu dengar dan lain-lain, mengembalikan kepercayaan pada diri
sendiri dan memperkuat mental lansia, pembinaan lansia dalam hal
pemenuhan kebutuhan pribadi, aktifitas didalam maupun di luar
rumah, nasihat cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang diderita,
dan perawatan fisio terapi Jenis pelayanan kesehatan terhadap lansia
meliputi lim upaya kesehatan, yaituPromotif, prevention, diagnosa dini
dan pengobatan, pembatasan kecacatan, serta pemulihan.

g. Rehabilitatif
Prinsip :
1. Pertahankan lingkungan aman
2. Pertahankan kenyamanan, istirahat, aktifitas dan mobilitas
3. Pertahankan kecukupan gizi
4. Pertahankan fungsi pernafasan
5. Pertahankan aliran darah
6. Pertahankan kulit
7. Pertahankan fungsi pencernaan
8. Pertahankan fungsi saluran perkemihaan
9. Meningkatkan fungsi psikososial
10. Pertahankan komunikasi
11. Mendorong pelaksanaan tugas
B. Tingkat pelayanan kesehatan
Untuk mengupayakan prinsip holistik yang berkesinambungan, secara
garis besar pelayanan kesehatan pada Lansia dapat dibagi sebagai berikut (Hadi-
Martono, 1993, 1996)
1. Pelayanan Kesehatan Lansia di Masyarakat (Community Based Geriatric
Service)
Semua upaya kesehatan yang berhubungan dan dilaksanakan oleh
masyarakat harus diupayakan berperan serta dalam menangani kesehatan
para Lansia. Puskesmas dan dokter praktek swasta merupakan tulang
punggung layanan di tingkat ini. Puskesmas berperan dalam membentuk
kelompok/ klub Lansia. Di dalam dan melalui klub Lansia ini, pelayanan
kesehatan dapat lebih mudah dilaksanakan, baik usaha promotif, preventif,
kuratif, atau rehabilitatif. Dokter praktek swasta terutama menangani para
Lansia yang memerlukan tindakan kuratif insidental.
Semua pelayanan kesehatan harus diintegrasikan dengan layanan
kesejahteraan yang lain dari dinas sosial, agama, pendidikan, kebudayaan,
dll. Peran serta LSM untuk membentuk layanan sukarela misalnya dalam
pendirian badan yang memberikan layanan bantu perawatan (home nursing),
kebersihan rumah, atau pemberian makanan bagi para lansia (meals on
wheels) juga perlu didorong.
Pada dasarnya, layanan kesehatan Lansia di tingkat masyarakat
seharusnya mendayagunakan dan mengikutsertakan masyarakat (termasuk
para Lansianya) semaksimal mungkin. Yang perlu dikerjakan adalah
meningkatkan kepedulian dan pengetahuan masyarakat, dengan berbagai
cara, antara lain ceramah, simposium, lokakarya, dan penyuluhan-
penyuluhan.
2. Pelayanan Kesehatan Lansia di Masyarakat Berbasis Rumah Sakit (Hospital
BasedCommunity Geriatric Service)
Pada layanan tingkat ini, rumah sakit setempat yang telah melakukan
layanan geriatri bertugas membina Lansia yang berada di wilayahnya, baik
secara langsung atau tidak langsung melalui pembinaan pada Puskesmas
yang berada di wilayah kerjanya.“Transfer of Knowledge” berupa lokakarya,
symposium, ceramah-ceramah, baik kepada tenaga kesehatan ataupun kepada
awam perlu dilaksanakan. Di lain pihak, rumah sakit harus selalu bersedia
bertindak sebagai rujukan dari layanan kesehatan yang ada di masyarakat.
3. Layanan Kesehatan Lansia Berbasis Rumah Sakit (Hospital Based Geriatric
Service)Pada layanan ini rumah sakit, tergantung dari jenis layanan yang ada,
menyediakan berbagai layanan bagi para Lansia, sampai pada layanan yang
lebih maju, misalnya bangsal akut, klinik siang terpadu (day hospital),
bangsal kronis, dan atau panti rawat wredha (nursing homes). Di samping itu,
rumah sakit jiwa juga menyediakan layanan kesehatan jiwa bagi Lansia
sengan pola yang sama. Pada tingkat ini, sebaiknya dilaksanakan suatu
layanan terkait (con-joint care) antara unit geriatri rumah sakit umum dengan
unit psikogeriatri suatu rumah sakit jiwa, terutama untuk menangani
penderita penyakit fisik dengan komponen gangguan psikis berat dan
sebaliknya.
BAB III

PENUTUP

A.Simpulan
a. Prinsip holistik Seorang penderita lanjut usia harus dipandang sebagai
manusia seutuhnya (lingkungan psikologik dan sosial ekonomi). Hal ini
ditunjukkan dengan asesmen geriatri sebagai aspek diagnostik, yang
meliputi seluruh organ dan sistem, juga aspek kejiwaan dan lingkungan
sosial ekonomi.
b. Vertikal : pemberi pelayanan harus dimulai di masyarakt sampai ke
pelayanan rujukan tertinggi yaitu rumah sakit yang mempunyai sub-
spesialis geriatri
c. Horizontal : Pelayanan Kesehatan harus merupakan bagian dari
pelayanan kesejahteraan lansia secara menyeluruh, lintas sektoral dengan
dinas/lembaga terkait dibidang kesejahteraan, misal, agama, pendidikan,
kebudayaan dan dinas sosial
d. Promotif , Upaya promotif juga merupakan proses advokasi kesehatan
untuk meningkatkan dukungan klien, tenaga profesional dan masyarakat
terhadap praktek kesehatan yang positif menjadi norma-norma sosial.
e. Preventif, Mencakup pencegahan primer, sekunder dan tersier. Contoh
pencegahan primer : program imunisasi, konseling, dukungan nutrisi,
exercise, keamanan di dalam dan sekitar rumah, menejemen stres,
menggunakan medikasi yang tepat.
f. kuratif yaitu upaya pengobatan bagi lansia. Upaya kuratif dapat
berupa kegiatan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan
spesialis melalui sistem rujukan Upaya rehabilitasi yaitu upaya
mengembalikan fungsi organ yang telah menurun.
g. Rehabilitatif
Prinsip :
1. Pertahankan lingkungan aman
2. Pertahankan kenyamanan, istirahat, aktifitas dan mobilitas
3. Pertahankan kecukupan gizi
4. Pertahankan fungsi pernafasan
5. Pertahankan aliran darah
6. Pertahankan kulit
7. Pertahankan fungsi pencernaan
8. Pertahankan fungsi saluran perkemihaan
9. Meningkatkan fungsi psikososial
10. Pertahankan komunikasi
11. Mendorong pelaksanaan tugas
DAFTAR PUSTAKA

Maryam, R siti.Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya. 2008. Jakatra: Salemba medika

Situart dan Sundart. Keperawatan Medikal Bedah 1.2001. Jakarta: EGC

Mubarak Wahid iqbal,dkk. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. 2006. Jakarta: Sagung Seto
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR………………………………………………………....
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………………..........
B. Rumusan Masalah………….…………………………................
C. Tujuan ..............…………………………………………………
D. Manfaat........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Prinsip pelayanan kesehatan lansia …....…......……........................
B. Tingkat pelayanan kesehatan.............................................................

BAB III PENUTUP


A. Simpulan…………………………………………………….........
B. Saran…………………………………………………………….......
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………...........