Anda di halaman 1dari 15

BAB IV

ANALISA DATA

4.1 ETAP (Electrical Transient Analyzer Program)

ETAP merupakan program analisa grafik transient kelistrikan yang dapat

dijalankan dengan menggunakan program Microsoft® Windows® 2000, XP,

Vista, 7, dan 8. ETAP merupakan alat analisa yang komprehensif untuk

desain dan testing power sistem. Program ETAP dibuat oleh perusahaan

Operation Technology, Inc (OTI) dari tahun 1983. ETAP versi 12.6.0

merupalean salah satu produk OTI. Tujuan program ETAP 12.6.0 dibuat

adalah untuk memperoleh perhitungan dan analisis sistem tenaga pada sistem

yang besar menggunakan komputer.

ETAP mempunyai kemampuan untuk menghitung analisa:

Load Flow Analysis

Short Circuil Analysis

Harmonic Analysis

Transient Stability Analysis

Relay Coordination

Oplimal Power Flow Analysis

36

http://digilib.mercubuana.ac.id/
37

Reliabilily Analysis

DC Load Flow Analysis

DC Short Circuit Analysis

Battery Sizing

Cable Raceways

Ground Grid

ETAP memungkinkan penggunanya dengan mudah untuk membuat dan

mengedit Single Line Diagram (SLD), sistem kabel bawah tanah, sistem kabel

tiga dimensi, dan grounding grid tiga dimensi. Program ini didesain dengan

tiga konsep utama, yaitu :

1. Operasi Nyata Secara Virtual (Virtual Reality Operation)

Pengoperasian program ini menyerupai dan mendekati system kelistrikan

yang ada pada kenyataan. Seperti ketika menutup dan atau membuka CB,

menempatkan elemen yang rusak, mengganti status operasi motor dan lain

sebagainya.

ETAP versi. 12.6.0 memasukan konsep-konsep baru untuk menentukan

koordinasi peralatan pengaman secara langsung dari single line diagram.

2. Data Gabungan Total (Total Integration Data)

ETAP menggabungkan pemikiran elektrik,mekanika, dan yang berkaitan

dengan Iistrik dari unsur yang terdapat pada system dalam database yang

sarna. Sebagai contoh: sebuah kabel, tidak hanya terdiri dari data peralatan

Iistrik dan dimensi fisik, tetapi juga informasi yang mengindikasikan jalur

yang dilalui. Gabungan data-data ini menyediakan konsistensi system secara

keseluruhan dan menghapus data yang sama untuk elemen yang sama.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
38

3. Kesederhanaan dalam memasukkan data (Simplicity in Data Entry)

ETAP membuat alur dari data terperinci untuk setiap peralatan kelistrikan

yang kadang hanya membutuhkan satu jenis pemasukan data. Data editor

dapat mempercepat proses pemasukan data dengan permintaan data minimum

untuk pembelajaran tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, ETAP telah

membangun struktur editor properti dengan cara yang paling logis untuk

memasukkan data untuk berbagai jenis analisis atau desain.

Single line diagram ETAP terdiri dari sejumlah fitur yang membantu

dalam membangun jaringan yang kompleks dan banyak. Sebagai contoh :

masing – masing elemen dapat memiliki orientasi, ukuran dan simbol yang

ditampilkan (IEC atau ANSI) yang berbeda – beda. Pada single line diagram

juga dapat ditempatkan peralatan proteksi yang jamak antara cabang sirkit dan

bus.

Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memasukkan data – data

peralatan seperti power grid, trafo, bus, kabel, motor induksi dan lain – lain.

Semakin tepat data sesuai spesifikasi peralatan dan kondisi aktualnya, maka

hasil simulasi juga mendekati falid.

4.1.1 Data Power Grid

Data power grid yang dibutuhkan untuk analisa aliran daya dan arus

hubung singkat adalah :

x ID Power Grid

x Mode operasi (swing, kontrol tegangan, kontrol Mvar, atau kontrol

PF)

http://digilib.mercubuana.ac.id/
39

x Nominal kV

x %V dan sudut untuk mode swing

x 3 fasa MVAsc dan X/R rasio

Untuk arus hubung singkat tidak seimbang, dibutuhkan juga data :

x Tipe grounding dan parameternya

x 1 fasa MVAsc dan X/R

Data yang diterima penulis pada proyek ini adalah :

x Rating kV (Un) = 20kV

x Fault Level (Sf) = 500 MVA

x X/R rasio =5

Berikut adalah tampilan memasukkan parameter power grid pada ETAP.

Gambar 4. 1. Inputan data rating Power Grid pada ETAP

http://digilib.mercubuana.ac.id/
40

Gambar 4. 2. Inputan data Short Circuit Power Grid ETAP


4.1.2 Data Transformer

Data transformer yang dibutuhkan untuk analisa aliran daya dan arus

hubung singkat dengan ETAP 12.6 adalah :

x ID transformer

x Transformer rating kV dan MVA

x Tegangan kV di sisi primer dan sekunder

x Impedansi (%Z dan X/R)

x Fixed tap (%tap)

Data transformer yang diterima penulis pada proyek ini adalah :

x Tegangan primer = 20 kV

x Tegangan sekunder = 0,4 kV

x Power rating (St) = 1600 kVA

x Impedansi (Z) =5%

http://digilib.mercubuana.ac.id/
41

x X/R rasio = 3,87

Berikut adalah tampilan element editor untuk memasukkan parameter

transformer.

Gambar 4. 3. Inputan data rating Trafo TR-01

Gambar 4. 4. Inputan data impedansi Trafo TR-01

http://digilib.mercubuana.ac.id/
42

4.1.3 Data Bus

Data bus yang dibutuhkan untuk analisa aliran daya dan arus hubung

singkat dengan ETAP 12.6 adalah :

x ID bus

x Nominal kV

x %V (bila pilihan tegangan pra gangguan digunakan)

x Tipe (seperti MCC, switchgear, dll) dan rating cabang

x Load Diversity Factor (bila loading option menggunakan diversity

factor)

Gambar 4. 5. Inputan data bus info pada ETAP

http://digilib.mercubuana.ac.id/
43

4.1.4 Data Motor Induksi

Pada proyek pembangunan fasilitas penanganan batubara tahap 4 ini

digunakan beberapa rating motor tegangan rendah yang berbeda – beda yang

diantaranya adalah 160 kW, 110 kW, dan 315 kW.

Data motor induksi yang dibutuhkan untuk analisa aliran daya dan arus

hubung singkat dengan ETAP 12.6 adalah :

x ID motor induksi

x Rating kW/hp dan kV

x %LRC, Locked Rotor PF

Untuk arus hubung singkat tidak seimbang, dibutuhkan juga data :

x Tipe grounding dan parameternya

x X0 (impedansi komponen urutan nol)

x X2 (impedansi komponen urutan negatif)

Gambar 4. 6. Inputan data nameplate motor induksi pada ETAP

http://digilib.mercubuana.ac.id/
44

Gambar 4. 7. Inputan data impedansi motor induksi pada ETAP

4.1.5 Data Beban Statis

Data beban statis yang dibutuhkan untuk analisa aliran daya dengan ETAP

12.6 adalah :

x ID beban statis

x Rating kVA/MVA dan kV

x Faktor daya

x %loading untuk kategori beban yang diinginkan

http://digilib.mercubuana.ac.id/
45

Gambar 4. 8. Inputan data loading beban statis pada ETAP

4.2 Hasil Analisa Aliran Daya (Load Flow Analysis)

Sebelum memasuki simulasi analisa hubung singkat (Short Circuit

Analysis), ada baiknya kita mengetahui analisis aliran dayanya (Load Flow

Analysis) terlebih dahulu, Analisa aliran daya (Load Flow Analysis)

merupakan analisa yang digunakan untuk mengetahui total kebutuhan beban

yang harus disupply dalam kondisi pembebanan normal maupun kondisi

pembebanan puncak (peak load) serta mengetahui kapasitas energi listrik

yang dibutuhkan. Selain itu load flow analysis digunakan untuk mengetahui

drop tegangan yang terjadi pada tiap – tiap bus baik dalam kondisi normal

maupun peak load.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
46

Berikut merupakan hasil analisa aliran daya yang dilakukan untuk

mengetahui kemampuan sistem apakah telah memenuhi kebutuhan dari

masing – masing beban.

Gambar 4. 9. Running load flow analysis pada ETAP


Dari gambar terlihat beberapa data seperti daya, arus, dan faktor daya yang

mengalir dari gardu hubung, masuk ke bus MV Switchgear, kemudian

mengalir ke trafo dan terus berlanjut sampai ke beban. Dari hasil simulasi

analisa aliran daya ditemukan drop tegangan di beberapa bus, namun hal ini

masih dalam batas toleransi.

Sebagai contoh pada bus LV MCC terjadi drop voltage sebesar 95,92 %.

Maka tegangan saat ini adalah :

ܸ ൌ ͶͲͲ‫Ͳݔ‬ǡͻͷ

ܸ ൌ ͵ͺ͵ǡ͸ͺ

Drop tegangan yang terjadi adalah :

ܸௗ ൌ ͶͲͲ െ ͵ͺ͵ǡ͸ͺ

ܸௗ ൌ ͳ͸ǡ͵ʹܸ

http://digilib.mercubuana.ac.id/
47

Pada tabel 4.1 dapat terlihat presentase penurunan tegangan pada masing –

masing bus, dimana bus LV MCC merupakan bus yang paling tinggi

mengalami drop voltage.

Tabel 4. 1. Drop voltage pada bus

Nominal Voltage kW Amp


Bus ID
kV % Loading Loading

LV MCC 0,4 95,92 763 1238


MDB-01 0,4 97,72 132 230
MDB-02 0,4 96,28 7,76 13,69
MV SWITCHGEAR 20 100 904 28,72

Selain dapat melihat drop voltage pada sistem, load flow analysis juga

dapat digunakan untuk menganalisa sejauh mana kapasitas trafo yang sudah

digunakan oleh sistem. Pada tabel 4.2 dapat dilihat daya yang diberikan oleh

masing – masing trafo.

Tabel 4. 2. Hasil simulasi penggunaan transformer

ID Type kW Flow kvar Flow Amp Flow % Loading

TR-01 Transf. 2W 769 331 24,16 67


TR-02 Transf. 2W 135 85,425 4,601 72,4
TR-03 Transf. 2W 7,852 4,92 13,69 59

Dari simulasi tersebut juga terlihat bahwa kapasitas trafo masih sangat

mencukupi bahkan jika dikemudian hari ingin menambah beban dimana

%loading saat ini masih <80%.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
48

4.3 Hasil Analisa arus hubung singkat (Short Circuit Analysis)

Analisa hubung singkat dilakukan untuk mengetahui besar arus hubung

singkat yang dapat terjadi pada sistem kelistrikan yang akan dibangun pada

proyek fasilitas penanganan batubara untuk memastikan peralatan dan sistem

proteksi yang akan digunakan sesuai dan dapat menahan gangguan yang akan

terjadi.

Simulasi arus hubung singkat dilakukan pada bus MV-Switchgear, bus LV

MCC, bus MDB-01 dan MDB-02. Pada ketiga bus ini akan diketahui besar

gangguan tiga fasa simetris (I”k) dan arus gangguan puncak (Ip).

Untuk melakukan analisa hubung singkat dengan mengunakan standar IEC

maka harus diatur terlebih dahulu pada Short Circuit Study Case. Kemudian

setelah dilakukan running maka arus hubung singkat akan muncul pada

masing – masing bus.

Gambar 4. 10. Pemilihan standard perhitungan pada Study Case Editor ETAP

http://digilib.mercubuana.ac.id/
49

Gambar 4. 11. Running short circuit analysis pada ETAP


Pada single line diagram (gambar 4.11) terlihat arus hubung singkat

kontribusi dari masing – masing jalur dari power grid ke bus MV-Switchgear,

dari transformer TR-01 ke bus MV-Switchgear dan ke bus LV MCC,

kemudian dari masing – masing motor induksi dan beban statis ke bus LV

MCC.

Tabel 4. 3. Hasil simulasi short circuit analysis

Bus Short Circuit Current (kA)

ID kV I”k Ip Ik

LV MCC 0,4 61,7 128,8 48,869

MDB-01 0,4 10,018 16,372 10,016

MDB-02 0,4 0,921 1,438 0,921

MV SWITCHGEAR 20 14,646 32,245 14,434

http://digilib.mercubuana.ac.id/
50

Setelah meninjau hasil simulasi pada Gambar 4.11 dan tabel 4.3 diatas,

dapat diketahui bahwa pada bus LV MCC arus hubung singkat 3 fasa

simetrisnya (I”k) adalah 61,7 kA dan arus hubung singkat puncaknya (Ip)

adalah 128,8 kA. Untuk bus MDB-01 arus hubung singkat 3 fasa simetrisnya

(I”k) adalah 10,018 kA dan arus hubung singkat maksimumnya (Ip) adalah

16,372 kA. Untuk MDB-02 arus hubung singkat 3 fasa simetrisnya (I”k)

adalah 0,921 kA dan arus hubung singkat maksimumnya (Ip) adalah 1,438

kA. Sementara untuk MV-Switchgear arus hubung singkat simetrisnya (I”k)

adalah 14,646 kA dan arus hubung singkat puncaknya (Ip) adalah 32,242 kA.

http://digilib.mercubuana.ac.id/