Anda di halaman 1dari 13

BEDAH AMTSILAH TASHRÎFIYYAH

EDISI KATA KERJA TIGA HURUF MURNI DAN TURUNANNYA


Shofhi Amhar

1
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................................................................................................................ 2


BAB PERTAMA ......................................................................................................................................................................................................... 3
KOLOM 1 BARIS 1................................................................................................................................................................................................... 4
KOLOM 1 BARIS 2................................................................................................................................................................................................... 5
MENGENAL PERBANDINGAN POLA KALIMAT BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA........................................................... 6
CONTOH KALIMAT DI DALAM ALQURAN .................................................................................................................................................... 9
MENCARI KATA ..................................................................................................................................................................................................... 13

2
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
BAB PERTAMA

Jika kita membuka kitab al-Amtsilah at-Tashrîfiyyah halaman 2 dan 3 (halaman atas) atau 4 dan 5 (halaman bawah), maka kita akan melihat
rangkaian kata-kata berikut ini.

Apa makna dari rangkaian kata-kata tersebut? Karena bedah kitab ini menekankan aspek praktis dan meminimalkan teori, maka penjelasan
lengkapnya tidak akan diberikan sekarang. Yang jelas, rangkaian kata tersebut adalah „mantra sakti‟ yang akan sangat bermanfaat bagi Anda
yang berniat „melintasi gurun, merambah belantara, dan mengarungi samudera‟ bahasa Arab.
Anda sangat dianjurkan untuk menghafal rangkaian kata tersebut. Baca berulang-ulang. Minimal 10-100 kali deh. Kalau sudah dibaca
berulang-ulang, mari kita mulai prosesi pembedahannya.
Sebelum itu, kita tulis ulang lebih dulu kata-kata di atas, supaya lebih jelas. Anda juga sangat baik jika menulis ulang di buku tulis. Kolom
dan barisnya kita beri nomer supaya memudahkan merujuknya apabila dibutuhkan.

3
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
KOLOM 1 BARIS 1

Kolom 1 berisi kata kerja bentuk lampau. Kata kerja bentuk lampau di dalam istilah Ilmu Nahwu disebut FI'IL MÂDHI. Polanya:

(fa’ala). Artinya: telah … Jadi, adalah pola kata. Huruf fâ`, ‘ain, dan lâm bisa berupa huruf apapun pada kata sebenarnya. Pola

kata di dalam ilmu shorof disebut wazn „timbangan‟ ( ), sebab dia berfungsi untuk menimbang kata-kata lain. Kata-kata yang

ditimbang disebut mawzûn „yang ditimbang‟ ( ).

Contoh mawzûn ada di baris 2, yaitu:

4
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
KOLOM 1 BARIS 2

Kolom 1 Baris 2 adalah contoh kata yang terdiri dari tiga huruf. Ketiga huruf tersebut semuanya diharakati dengan fathah. Arti kata nashara
bisa kita lihat di dalam Kamus al-Munawwir sebagai berikut:

Penampakan Kata di dalam Kamus al-Munawwir halaman 1424

Terlihat bahwa arti kata ini ada dua: 1) menolong, 2) memberi. Dengan mempelajari Ilmu Shorof, kita mengetahui bahwa kata arti tersebut

kurang lengkap. Arti lengkap untuk kata adalah telah menolong atau telah memberi.

Jadi, untuk kita ingat:


Kata tiga huruf yang semua hurufnya berharakat fathah bermakna: TELAH ….

5
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
MENGENAL PERBANDINGAN POLA KALIMAT BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA

pola kalimat dalam bahasa Arab adalah hal yang penting agar tidak salah dalam mengartikan suatu kalimat. Untuk memudahkan pemahaman,
perlu dibandingkan dengan pola kalimat dalam bahasa Indonesia.
Kalimat di dalam bahasa Indonesia, secara sederhana, umumnya berpola Subjek (S) – Predikat (P) dan Subjek (S) – Predikat (P) – Objek (O).
Biasa disingkat SP dan SPO. Contoh: Ibu pergi, Ayah memasak nasi.
Kalimat Ibu pergi berpola SP, sedangkan Ayah memasak nasi berpola SPO. Lebih jelasnya:

Budi pergi
S P

Ayah memasak nasi


S P O
Bahasa Arab juga mengenal pola kalimat seperti itu. Contohnya, kita bisa menerjemahkan kalimat di atas ke dalam bahasa Arab dengan pola
yang persis sama. Berikut terjemah dua kalimat di atas di dalam bahasa Arab:

6
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
Pola kalimat di atas, persis sama seperti pola kalimat di dalam bahasa Indonesia. Lebih jelasnya sebagai berikut:

P S

O P S

Namun di dalam bahasa Arab susunan tersebut bisa dibalik menjadi PS dan PSO, sehingga menjadi:

7
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
Pola kalimat di atas adalah PS dan PSO. Lebih jelasnya:

S P

dan

O S P

Lebih jauh, di dalam bahasa Arab, untuk kalimat berpola PSO, bisa pula diungkapkan dengan pola yang berbeda, yaitu dibalik menjadi POS.
Contohnya:

Polanya:

S O P

8
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
CONTOH KALIMAT DI DALAM ALQURAN

Kata disebutkan sebanyak 4 (empat) kali di dalam Alquran, yaitu di dalam Surat Âli „Imrân [3]:123, at-Taubah [9]:25 dan 40, al-

Anbiyâ` [21]:43, dan al-Ahqâf [46]:28. Pada kesempatan ini akan ditampilkan tiga ayat saja untuk kemudian dilihat sebagian pola kalimatnya.
Âli ‘Imrân [3]:123

           

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu
bertakwalah kepada Allah, supaya kalian mensyukuri-Nya.”
at-Taubah [9]:25

              

          

9
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
“Sesungguhnya Allah telah menolong kalian (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak. Dan (ingatlah) peperangan Hunain,
yaitu di waktu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah. Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian
sedikitpun. Bumi yang luas itu telah terasa sempit oleh kalian. Kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai-berai.”

at-Taubah [9]:40

               

               

              

“Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. (Yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin
Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang Dia (Allah) adalah salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia
berkata kepada temannya: „Janganlah kamu berduka cita. Sesungguhnya Allah beserta kita.‟ Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada

10
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
(Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itu rendah. Sedangkan
kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Jika tiga ayat tersebut diperhatikan dengan baik, maka akan terlihat bahwa tiga ayat tersebut masing-masing mengandung kata

„menolong‟ dalam sebuah pola kalimat SOP. Kalimat dimaksud adalah:

Allah telah menolong kalian

Allah telah menolongnya

Analisis pola kalimatnya masing-masing adalah sebagai berikut:

Allah kalian telah


menolong
S O P

dan

11
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
Allah -nya telah
menolong
S O P

Pola PSO maupun POS banyak ditemukan di dalam Alquran maupun buku-buku berbahasa Arab secara umum sehingga sangat perlu
diperhatikan agar tidak salah dalam menerjemahkan.

12
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.
MENCARI KATA

13
Modul ini masih dalam proses penulisan. Jika pembaca menemukan kekeliruan dalam modul ini, silakan beri masukan melalui nomer kontak
saya: 0822-4252-2585.