Anda di halaman 1dari 15

"Berkisahnya 'Jenderal Merah' Soal Pencurangan

Pilpres & Manuver Mereka" by @IreneViena


Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814

Cheat election

M4ngU5il 9281 View 0 comments


 0

 25

 Add To Favorite

8
 Tweet

0
Login and hide ads.
Chirpstory
Menu

Irene @IreneViena24/06/2018 10:28:10 WIB

Coba anda bayangkan... Capek memilih, berharap pilihan anda menang Hanya dihitung 1
suara Paling banter 5 suara satu keluarga Sebaliknya oknum bejat pencurang pemilu ini dg
mudah memasukan puluhan ribu hingga ratusan ribu kertas suara sbg suara sah
nusanews.id/2018/06/jangga…

Irene @IreneViena24/06/2018 10:39:28 WIB

TNI tidak netral? Dukung siapa? Pencurangan paling mungkin dilakukan kesatuan teritorial
(koramil, kodim, korem atau kotama (kodam). Semua di bawah KASAD Kasad masih Jend
Mulyono kader SBY tulen Panglima TNI masih HT mantan Sesmil SBY

Irene @IreneViena24/06/2018 10:44:34 WIB

Pada Pemilu/ Pilpres 2009 Panglima Pencurangan Timses SBY adalah Mayjen SM aka
Encung, ex Aster (asisten teritorial) Kasad. Dia juga wakil ketua Tim Echo (ketua Tim Echo
Marsekal Djoko Suyanto mantan Panglima) Encung menggerakan dandim/ mantan Dandim
Se RI curangi pemilu/pilpres
Irene @IreneViena24/06/2018 10:51:09 WIB

Atas jasa luar biasa jend SM aka Encung dlm mencurangi pilpres 2009, SBY
mengangkatnya jadi Kepala Badan yg mengelola anggaran 7 triliun per tahun, boleh sesuka
hati tanpa pernah diusik KPK. Kebal hukum Encung jadi jenderal konglotajir usai 5 tahun
jadi Kepala Badan

Irene @IreneViena24/06/2018 10:53:52 WIB

Suatu hari di 2011 ada desas desus encung akan dicopot. Saya temui encung di kantornya
dan teruskan info itu "Apa? Saya mau dicopot? Sama siapa? Sudi? Mustahil saya bisa
dicopot. Saya yg mengantarkan SBY jadi presiden ! Tanpa saya SBY mustahil jadi presiden
!" Teriak Encung

Irene @IreneViena24/06/2018 10:55:49 WIB

Lalu mengalirlah cerita jenderal encung seputar pencurangan pilpres 2009. "Memangnya
DS bisa curangi Pilpres? Dia memang mantan panglima. Tapi dia AU. Saya AD. Mantan
Aster. Saya punya jaringan sampai ke babinsa kalau mau atur suara pilpres !" Kata Encung
meyakinkan saya

Irene @IreneViena24/06/2018 10:59:24 WIB

Jend Encung teman saya. Tdk terima dia bantu SBY curangi pilpres. Apa katanya? "Kau ga
usah naif ! Kalau ga curang mana bisa menang. Memangnya coklat ga curang? Dulu 2004
coklat curang habis2an tapi kami lebih jago soal curang mencurangi. Makanya bukan mega
yg menang tapi SBY !"

Irene @IreneViena24/06/2018 11:03:07 WIB

"Coba kau tunjukan sama saya pilpres yg tidak curang? Pilpres AS aja curang ! Kalau ga
curang mana mungkin Clinton menang. Jadi, wajar semua curang. Yg penting menang.
Ketahuan pun ga masalah asal ketahuan belakangan ha ha ha ha" jelas si jend encung
kepada saya

Irene @IreneViena24/06/2018 11:04:58 WIB

Kisah 2011 lalu menyadarkan saya bahwa jika ada oknum TNI yg mau mencurangi pilkada
pemilu dan pilpres, terduganya adalah oknum Aster atau mantan Aster (asisten teritorial)
Kasad atau Pangdam Mereka menguasai jaringan teritorial sampai ke babinsa

Irene @IreneViena24/06/2018 11:06:44 WIB

Apalagi SBY adalah mantan Kaster ABRI (d/h Kasospol ABRI). Wajar jika oknum
pencurang pilpres pemilu pilkada direkrut dari bekas anak buahnya di aster ABRI

Irene @IreneViena24/06/2018 11:17:17 WIB


Paska reformasi 98 sejumlah jenderal (AD) sering melakukan rapat rahasia guna
membahas masa depan politik perwira2 TNI Mereka sepakat bahwa reformasi,
amandemen UUD dan policy back to barack yg diterapkan tidak boleh mematikan
kesempatan politik para jend2 purn utk berkuasa

Irene @IreneViena24/06/2018 11:20:58 WIB

Ada bbrpa cara agar jend2 purn TNI bisa berkuasa seperti orde baru 1. Menggunakan
proksi 2. Memgandalkan ketokohan individu 3. Menguasai Partai 4. Berkolusi dg Cukong 5.
Melanjutkan sinergi dgn CSIS Keduanya bisa dilakukan sekaligus tegantung situasi dan
kondisi

Irene @IreneViena24/06/2018 11:24:15 WIB

Para jenderal itu merumuskan musuh politik 1. Klrga Cendana dan loyalisnya 2. Prabowo
dan loyalisnya 3. Partai dan ormas Islam 4. Polri 5. Aktivis HAM

Irene @IreneViena24/06/2018 11:29:53 WIB

Lembaga negara yg harus dikuasai dikendalikan para jenderal ambisius adalah : KPK
Melalui KPK Mereka kendalikan politisi, partai, DPR, MA, MK dst Mereka menghancurkan
lawan politik Mereka harus susupkan proxy ke KPK Sdh terjadi sejak 2004 sampai hari ini

Irene @IreneViena24/06/2018 11:33:26 WIB

Ketika Anas merebut ketum @PDemokrat dari Andi Malarangeng (yg hanya proxy SBY)
banyak pihak sdh menduga Anas akan dihabisi. PDemokrat milik tentara. Partai tentara.
Struktur Partai ada 2. Satu yg diumumkan ke publik, satu lagi struktur bayangan. Tentara
semua Anas dihabisi

Irene @IreneViena24/06/2018 11:41:33 WIB

Dulu semasa Mayjen Theo Sjafei (TS) masih hidup, PDIP dikendalikan TS, AG, HP. Sejak
BG makin powerful di PDIP, kendali jendral merah AG dan HP di PDIP semakin menyusut.
PDIP tdk bisa dikendalikan, maka disikat habis2an melalui KPK yg dikendalikan jenderal2
merah itu

Irene @IreneViena24/06/2018 11:43:42 WIB

Golkar sdh dikendalikan para jenderal TNI. Masuknya dua jenderal mantan Danjen
Kopassus di struktur inti Golkar, makin memudahkan para jenderal merah mengendalikan
Golkar Elit Golkar yg tdk sejalan disikat mereka melalui KPK

Irene @IreneViena24/06/2018 11:46:58 WIB

Hanura? Sdh pasti Bahkan ledekan utk partai ini adalah Ha(rus) Nu(rut) (tenta) Ra Mustahil
Hanura benar2 diserahkan ke OSO Itu cuma penitipan sementara karena Mr Wisky jadi
menteri
Irene @IreneViena24/06/2018 11:52:00 WIB

PKB? Itu partai anak kandung SBY Cak Imin ikut aja apa kata SBY. Hidup mati sama SBY
PPP? Jenderal merah gagal kuasai melalui proxy Sutiyoso yakni Djan Farid Tapi PPP
mudah dibeli. Bukan hambatan bagi jenderal merah utk berkuasa

Irene @IreneViena24/06/2018 11:56:49 WIB

Nasi demak? Partai proxy cukong - china sekutu jenderal merah Hanya Gerindra, PKS dan
PAN yg tdk bisa dikendalikan para jenderal merah ini. PAN juga karena faktor Amien Rais.
Jika Amien tidak ada, PAN juga dipaksa jadi alat politik jend merah dgn segala cara

Irene @IreneViena24/06/2018 11:58:45 WIB

Rival terberat atau hambatan terbesar jenderal merah berkuasa adalah coklat. Tapi, sejak
BG sdh pensiun, pelan tapi pasti cokelat dikendalikan para jendral merah terutama SBY
dan LBP

Irene @IreneViena24/06/2018 12:02:43 WIB

Secara objektif kehebatan para jenderal merah dlm berpolitik jauh di atas coklat &politisi
sipil Jenderal merah seperti HP adalah Master of Intelligent, LBP pakar Operasi. SBY?
Jangan tanya: genius politik. Politisi terhebat yg pernah dimiliki Indonesia. Tapi dia bukan
negarawan

Irene @IreneViena24/06/2018 12:06:39 WIB

Kelemahan partai politik Indonesia adalah mereka tdk memiliki think thank (dapur pemikir)
yg hebat. Bahkan banyak partai tdk punya think thank sama sekali Manajemen partai
dijalankan ala MBF (managemen by feeling) Dewan Pakar Partai kerjanya tidur makan tidur
makan hihi

Irene @IreneViena24/06/2018 12:08:42 WIB

Partai politik Indonesia tdk punya think tank, tidak punya biro intelijen, tdk punya jaringan
internasional dst Partai dikelola seperti toko kelontong atau OSIS

Irene @IreneViena24/06/2018 12:12:09 WIB

Bulan lalu di sebuah acara diskusi di Rome, Italy banyak teman diskusi bertanya mengenai
partai politik dan media afiliasi partai Saya hanya bisa jawab 1. Golkar (Viva Grup. Tapi
dulu ketika Ical jadi ketum Golkar) 2. Nasdem (Media Grup) Partai Hary Tanoe? Blm masuk
hitungan

Irene @IreneViena24/06/2018 12:14:45 WIB

PDemokrat disupport Media milik Salim Grup (Trans Corp, Indosiar dll) Partai lain? Ga ada
Mustahil partai bisa berkuasa jika tdk disupport jaringan media nasional yg kuat dan
kredibel Pantas politis sipil kalah melulu Jenderal merah berkuasa terus termasuk via proksi
mukidi

Irene @IreneViena24/06/2018 12:17:08 WIB

Bagaimana partai atau politisi bisa menang jika tdk disupport media Media pembuat opini.
Politik semuanya tentang opini bukan fakta Media bisa menjadikan malaikat tampak seperti
iblis dan mengubah Iblis seolah2 adalah malaikat di mata rakyat

Irene @IreneViena24/06/2018 12:21:44 WIB

Begitu dominan dan luar biasa pengaruh media dlm politik, ungkapan bahwa media/press is
the fourth state tak berlaku lagi. Usang. Media/press is the first state ! Media lebih powerful
daripada eksekutif, legislatif dan yudikatif Negara dikendalikan media

Irene @IreneViena24/06/2018 12:24:07 WIB

Awal tahun lalu seorang Kombes Mabes Polri ngobrol sama saya. Dia ngeyek rencana
Kapolri menbuat Biro Multimedia "Entah apa mau Pak Kapolri. Hari ini mau buat Biro
Multimedia. Besok mungkin bentuk Biro Sinetron" katanya pada saya Saya kaget. "Dungu
banget nih kombes !"

Irene @IreneViena24/06/2018 12:27:12 WIB

Tak tega membiarkan si Kombes tetap dungu, sy jelaskan panjang lebar. Intinya: jika biro
multimedia polri dikelola profesional, maka Polri & Kapolri dapat meraih apa saja yg mereka
inginkan Biro Multimedia POLRI itu sejatinya adalah Biro Politik Polri Gantian Kombes
terbengong

Irene @IreneViena24/06/2018 12:28:48 WIB

Sayangnya, saya dengar Biro Multimedia Polri ditangani ala toko kelontong sehingga tdk
memberi kontribusi apapun pada Kapolri dan Polri Sementara jenderal merah terus berkibar
mengukuhkan hegemoni politik di Indonesia

Irene @IreneViena24/06/2018 12:31:48 WIB

Instrumen utama meraih kekuasaan berdasarkan konstitusi adalah Partai Politik. Jenderal
merah mengendalikan mayoritas partai politik RI Media mereka lebih kuat karena disupport
cukong dan CSIS dgn Grup Kompas / Gramedia- nya

Irene @IreneViena24/06/2018 12:38:02 WIB

Bagaimana mungkin Partai, Ormas Islam, MUI bisa tdk memiliki media nasional yg
kredibel? Akibatnya, umat dan rakyat mudah dihancurkan, moral gampang dirusak, otak
dicuci. Mudah dikadalin seperti terjadi selama 20 tahun terakhir
twitter.com/kospirasigloba…
Twitterで画像を見る
MCA 5:51@kospirasiglobal

Mafia Media Penghancur Moral Bangsa by @KospirasiGlobal http://chirpstory.com/li/32300 "


Jejaring Kospirasi Global
9:14 - 2014年8月1日

16

24人がこの話題について話しています
Twitter広告の情報とプライバシー

Irene @IreneViena24/06/2018 12:40:36 WIB

Partai, KPK, Media sdh dikuasai dan dikendalikan jendral merah KPU dan BPS juga tdk
lepas dari kendali mereka. Jika tdk bisa dikendalikan: mati atau dikriminalisasi

Irene @IreneViena24/06/2018 13:09:36 WIB

Sabotase Proyek EKTP 1. Menutupi pencurangan Pemilu-Pilpres 2009 2. Sukses


mencurangi pilpres 2014 3. Untuk mencurangi pilkada 2018, pilpres dan pemilu 2019 Jika
tdk diusut tuntas, Pemilu dlm bahaya " Otak Intelektual/Dalang Kejahatan EKTP" -
chirpstory.com/li/381053 l

Irene @IreneViena24/06/2018 14:09:50 WIB

Hampir kelupaan PKPI milik jend HP Jk pemilu tdk diawasi ketat, PKPI lolos ke senayan
Diaz putra HP komut Telkomsel dan stafsus Presiden VP Corporate Relation Telkomsel
stafsus presiden Rawan penyalahgunaan NIK -KK pelanggan utk penerbitan EKTP
palsu/DPT/pemilih ilegal
"SBY Otak Intelektual/Dalang Kejahatan EKTP"
Perancang korupsi Proyek EKTP tidak ikut dalam korupsi EKTP. Dia hanya menyiapkan umpan dan perangkap untuk
politisi tertentu yang dibidiknya agar terjerat korupsi. Kincir Angin Para Dewa

Perancang KorupsiEKTP Dalang EKTP korupsi e-ktp

CitraShanie 14810 View 9 comments


 41
 182

 Add To Favorite

2
 Tweet

41
Login and hide ads.
Chirpstory
Menu

Kejahatan EKTP maknanya bahwa kerugian negara yang timbul tidak hanya
disebabkan perbuatan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) melainkan juga kerugian
negara yang timbul akibat sabotase proyek EKTP. Di mana sabotase pada proyek
EKTP itu telah mengakibatkan kekacauan administrasi penduduk dan penyusunan
Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu, penyusupan orang asing ke Indonesia, pemalsuan
kewarganegaraan oleh orang asing dengan menggunakan EKTP Palsu, penggelapan
pajak dan pencucian uang hasil kejahatan, pencurangan pemilu, ketidakakuratan
penyusunan rencana strategis negara dan daerah yang didasarkan pada jumlah
penduduk, kepemilikan aset negara dan lahan tanah negara oleh pihak asing dan
seterusnya.
Kejahatan EKTP terjadi pada masa Pemerintahan SBY. Celah atau peluang pertama
timbulnya kejahatan EKTP adalah perubahan sumber pembiayaan EKTP dari semula
Pembiayaan Hibah Luar Negeri (PHLN) menjadi APBN Murni yang dilakukan secara
melanggar hukum oleh pemerintahan SBY.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku menjadi korban penipuan karena
ketika baru menjabat Mendagri dia diinformasikan bahwa perubahaan sumber
pembiayaan EKTP sudah menjadi kesepakatan antara pihak pemerintah dan DPR.
Gamawan tidak menyebut siapa pemberi informasi palsu itu. Gamawan mengaku
menyimpan bukti terkait perubahan tersebut.

Dari informasi dan bukti, disimpulkan bahwa kejahatan EKTP termasuk di dalamnya
perencanaan agar proyek pengadaan EKTP menjadi perangkap korupsi terhadap pihak
tertentu sudah dirancang sedemikian rupa pada jauh hari sebelumnya bahkan sebelum
Gamawan Fauzi ditunjuk menjadi mendagri oleh Presiden SBY pada 20 Oktober 2009.

Motif Terselubung Penunjukan Gamawan Sebagai Mendagri

Indikasi bahwa kejahatan EKTP sudah direncanakan sebelum 20 Oktober 2009


semakin kuat dengan keputusan SBY menunjuk Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera
Barat yang menang Pilkada Propinsi dengan PDIP sebagai partai pengusungnya. Sulit
diterima akal sehat jika keputusan SBY mengangkat Gamawan sebagai mendagri tidak
didasarkan pertimbangan sangat matang. Secara rasional, Presiden SBY pasti memilih
seorang politisi senior Partai Demokrat, Gubernur kader Parrai Demokrat, atau jenderal
senior yang dikenal baik dan dipercaya SBY untuk menjabat posisi strategis Menteri
Dalam Negeri.

Penunjukan Gamawan sebagai mendagri oleh Presiden SBY dapat dipastikan karena
ada agenda politik terselubung yang akan dilakukan SBY dengan menjadikan Mendagri
Gamawan Fauzi sebagai tumbal, korban atau kambing hitam. Agenda politik
terselubung itu patut diduga adalah kejahatan EKTP

Korupsi dan suap menyuap di pengadaan EKTP sudah dirancang sedemikian rupa oleh
Presiden SBY sebagai jebakan kepada lawan-lawan politiknya.

SBY membutuhkan pengalihan isu atas rencana besar yg disusunnya terkait proyek
EKTP

1. Proyek EKTP harus digagalkan selesai tepat waktu 31 Desember 2012 untuk
menghindari terbongkarnya kecurangan pilpres 2009. Pada 2009 Regim SBY
dan KPU menetapkan jumlah pemilih sebesar 176 juta orang. Padahal jumlah
sebenarnya hanya 151 juta atau di-mark up sebanyak 25 juta pemilih fiktif. Fakta
ini akan terungkap jika proyek EKTP selesai 31 Desember 2012 di mana jumlah
seluruh pemegang EKTP yg juga adalah DPT 2012 hanya sebanyak 165-167
juta. Selisih puluhan juta pemilih ini pasti menjadi bom atom yg membahayakan
posisi SBY jika terungkap ke publik.

2. Untuk menggagalkan proyek EKTP selesai tepat waktu sesuai target, harus ada
kambing hitam atau pihak ketiga yang dimunculkan sebagai pihak yg
bertanggungjawab atas kegagalan proyek EKTP. Pihak ketiga itu akan mudah
ditimbulkan jika dikaitkan dengan korupsi atau suap pada proyek EKTP. Maka
disusunlah rencana untuk membuka peluang sebesar2nya kepada pihak
lawan/ketiga untuk dapat dijebak melalui perangkap korupsi EKTP.

3. Jebakan / perangkap korupsi proyek EKTP siapkan sebaik mungkin sejak 2009.
Langkah pertama adalah dengan mengangkat Gamawan Fauzi, Gubernur
Sumbar sebagai Menteri Dalam Negeri. SBY menghindari komplikasi politik dgn
tidak mengangkat politisi PDemokrat dan atau purnawirawan jenderal TNI
sebagai Mendagri karena figur Mendagri kali ini kemungkinan besar akan turut
terjebak atau terseret sebagai tersangka korupsi EKTP.

4. Langkah kedua adalah dengan mengubah Sumber Pembiayaan Proyek EKTP


dari PHLN menjadi ApBN Murni. Perangkap/jebakan korupsi EKTP mustahil
dapat dirancang jika sumber pembiayaan EKTP dari Hibah Luar Negeri. Selain
karena akan melibatkan negara asing sebagai kreditur, proses lelang,
pelaksanaan dan pengawasan proyek lebih ketat. Proyek EKTP harus diubah
menjadi APBN Murni. Mendagri Gamawan Fauzi diberi info palsu bahwa seolah
perubahan sumber pembiayaan EKTP sudah disepakati pemerintah dan DPR
sebelumnya untuk diubah. Usulan seolah-olah datang dari Komisi II DPR, lalu
diproses Mendagri GF untuk diminta persetujuan perubahan sumber
pembiayaan kepada Menkeu.
5. Langkah ketiga, untuk memastikan perangkap Korupsi EKTP berhasil sesuai
harapan, rencana penyiapan perangkap ini sangat dirahasiakan termasuk
kepada politisi Demokrat di DPR.

6. Langkah keempat, SBY melakukan penyadapan ilegal kepada lawan2 politiknya


untuk memastikan mereka memakan umpan perangkap proyek EKTP.

Sejak Raker DPR - Mendagri 9 Oktober 2009 perangkap korupsi EKTP sudah dimulai.

Perangkap korupsi EKTP hampir saja gagal dan berantakan karena secara mendadak
tanpa diduga sebelumnya, keputusan panitia pemenang lelang EKTP yang ditetapkan
Kemendagri tiba2 dianulir oleh LKPP dengan alasan terindikasi KKN.

Untuk memastikan perangkap EKTP terus berjalan, SBY melalui Kantor Wapres cq
Deputi Wapres Sofyan Djalil memanggil pejabat tinggi LKPP ke kantor Wapres. Mereka
diperintahkan untuk mencabut surat pembatalan lelang EKTP. Kepala LKPP Agus
Rahardjo (skrg ketua KPK) dipanggil SBY untuk dipaksa berkolusi dengan membiarkan
bawahannya mencabut surat pembatalan lelang EKTP.

Agus Rahardjo kemudian ditempatkan SBY sebagai Ketua KPK sebagai balas jasa dan
sekaligus menjalankan agenda politik SBY yaitu menjadikan lawan2 politiknya sebagai
tersangka korupsi EKTP untuk kemudian mereka dijadikan kambing hitam atas
kegagalan proyek EKTP yang sengaja disabotase SBY.

Setya Novanto dan para tersangka, terdakwa serta terpidana korupsi EKTP boleh jadi
memang benar bersalah karena korupsi dan menerima suap. Namun, subtansi
kejahatan pada proyek EKTP jauh lebih besar dari sekedar suap menyuap atau korupsi.

Kasus korupsi yang mencuat dari proyek EKTP terbukti berhasil menutupi kejahatan
pemilu – pilpres 2009 terkait data jumlah pemilih yang sebenarnya dengan
penggelembungan DPT yang dilakukan SBY pada pemilu 2009. Kasus korupsi EKTP
berhasil menutup fakta bahwa terdapat 73 juta keping blanko EKTP yang hilang
misterius. Kasus korupsi EKTP mengalihkan perhatian publik sehingga tidak fokus pada
hilangnya data AFIS 173 juta pemegang EKTP RI dari tangan Johannes Marliem.

Hiruk pikuk korupsi EKTP menjadi penghambat daya kritis rakyat terhadap kebijakan
pemerintah yang memaksa seluruh pelanggaran seluler mendaftar ulang dengan wajib
menyertakan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga.

Kejahatan EKTP tidak sebatas korupsi. Kejahatan EKTP terkait erat pencurangan
pemilu pilpres 2014 dan rencana mencurangi Pilkada 2018 serta pemilu-pilpres 2019.

Keengganan KPK menyidik korupsi EKTP secara komprehensip bukan parsial sangat
beralasan karena KPK sudah dikooptasi oleh SBY dan para kroninya melalui
penempatan Agus Rahardjo, Basaria, Saut dan Alexander Mawarta sebagai pimpinan
KPK. Dengan keberadaan para kaki tangan SBY di pucuk pimpinan KPK semakin
memudahkan SBY untuk menjerat lawan politik dan melindungi pihak tertentu yang
terlibat korupsi EKTP.
Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 14:14:24 WIB

13. Pengalihan Isu KPK melalui F Yunadi dkk 14. Penawaran JC untuk Setnov yang
dijadikan "Nazar Kedua" 15. Tahapan Politisasi dan Penunggangan KPK melalui EKTP dan
Setnov 16. Penyanderaan Tokoh Politik dan Partai 17. Pencurangan Pemilu dan Pilpres
2019 Quo Vadis Indonesia ??

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 14:14:14 WIB

7. Penutupan Akses Mendagri 8. Pemberian Akses dan Wewenang Luas Sekjen


Kemendagri 9. Penempatan Agus Rahardjo sbg Ketua KPK 10. Dukungan Terbuka Pada
KPK Menghadapi Pansus Hak Angket 11. Penjeratan Setnov 12. Tebang Pilih Tersangka
Korupsi EKTP oleh KPK 13. Pengalihan Isu KPK

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 14:14:09 WIB

Material Fact and Clues Pada Proyek EKTP 1. Perubahan Sumber Pembiayaan 2.
Pemasangan Perangkap dan Umpan 3. Pengondisian Kontraktor Pemenang Lelang 4.
Pengacauan Pelaksanaan Proyek 5. Penghilangan 72 Juta Keping Blanko 6. Penerbitan 4
PERPRES utk Revisi PERPRES No. 26/2009 7.

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:54:24 WIB

Menjadi terjawab mengapa dan dengan cara apa presiden sebelumnya membantu diam2
presiden sekarang bisa menang pilpres 2014 Sdh hampir terjawab, bgmn cara presiden
lama dan presiden baru bersatu padu utk memenangkan pilpres 2019 Sdh hampir terjawab
bgmn KPK ditunggangi mereka

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:29:33 WIB

Jika penanganan kasus korupsi ektp oleh KPK TIDAK berdasarkan ketentuan UU, maka
dipastikan: Demokrasi, pilkada, pemilu, pilpres RI akan dibajak oleh Si Perancang Proyek
EKTP melalui politisasi kasus korupsi ektp oleh KPK Luar biasa Benar2 Master Strategi

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:27:15 WIB

Menjadi terjawab relevansinya penempatan agus rahardjo Kepala LKPP sebagai Ketua
KPK 2. Sekaligus menempatkan Agus Rahardjo ex Kepala LKP yg telah jadi Ketua KPK
sbg operator utama Si Perancang utk mepolitisasi penanganan kasus korups ektp oleh KPK
Pantes Agus ditersangkakan

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:24:19 WIB

Menjadi terjawab relevansinya penempatan agus rahardjo Kepala LKPP sebagai Ketua
KPK 1. Balas budi atas jasa agus yg telah menjalankan skenario si perancang agar
perusahaan pemenang lelang ektp sesuai harapan: mendukung berjalannya skenario besar
pada proyek ektp Luar biasa
Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:14:19 WIB

Si Perancang menggunakan proyek ektp utk keuntungan sebesar2nya diri sendiri Terbukti
ahli strategi terhebat Penunjukan sosok mendagri Pelimpahan kewenangan ke sekjen
kemendagri Perubahan sumber pembiayaan Perangkap pada pelaksanaan proyek
Penunjukan pemenang dst Luar biasa

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 13:08:17 WIB

Semakin didalami kasus korupsi ektp ini semakin mengasyikan, semakin terbuka skenario
besar pada kasus korupsi ektp Korupsi ektp adalah bagian kecil dari penyalahgunaan
proyek ektp Penyalahgunaan ini dirancang sedmikian rupa utk memberi keuntungan
sebesar2nya utk Si Perancang

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:39:50 WIB

Namun dukungan terbuka mantan Presiden @SBYudhoyono kepada KPK pada saat
berlangsung Pansus Hak Angket KPK oleh DPR yg menjadi pertanyaan besar rakyat,
sekarang sudah terjawab Mungkin terkait penyidikan korupsi EKTP

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:37:00 WIB

Lambannya KPK menetapkan tersangka pada ex sekjen Kemendagri DA menimbulkan


pertanyaan Pengalihan perhatian publik dari substansi korupsi ektp melalui persidangan
perkara Setnov, prapid Yunadi dll, menimbulkan pertanyaan Juga lambannya KPK
memeriksa mantan seskab dan presiden

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:26:54 WIB

Karena dari besarnya kerugian negara, potensi ancaman bahaya terhadap kedaulatan
negara, ancaman terhadap demokrasi, dll, akibat dari KORUPSI EKTP ini jauh lebih besar
dari Hambalang Rakyat harus menuntut @KPK_RI profesional menangani korupsi EKTP
Semua terlibat harus diadili

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:23:42 WIB

Atas prasangka baik, anggap rezim @SBYudhoyono 2009-2014 sdh terbuka kepada rakyat
ttg hilangnya 72 juta keping blanko ektp Mungkin rakyat saat itu teralihkan perhatian pada
korupsi Nazar, Hambalang, Wisma Atlit Tapi bisa juga Hambalang dll adalah pengalihan isu
korupsi EKTP

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:15:40 WIB

Sangat besar kerugian negara dan bahaya bagi negara akibat hilangnya 72 juta ektp di era
Presiden @SBYudhoyono Menyangkut: hajat hidup rakyat banyak kepastian hukum
Pilkada, pemilu, pilpres jurdil Kedaulatan negara Dll Anehnya, mengapa fakta itu
disembunyikan dari rakyat?
Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:12:22 WIB

Hilangnya 72 juta keping blanko EKTP mengakibatkan: Kerugian keuangan negara


bertambah Rp, 1,5 triliun Adm Kependudukan kacau balau Jumlah penduduk & DPT tdk
akurat, rawan dimark up Potensi Kecurangan pilkada, pemilu, pilpres WNA pemegang ektp
aspal meningkat Dll

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 12:00:46 WIB

KPK sdh periksa Pimpinan Banggar DPR 2009-2014 Kapan penyidik @KPK_RI memeriksa
seskab dan presiden periode 2009-2014 terkait penerbitan 4 Perpres yg merevisi Perpres
26/2009 tentang Penerapan EKTP ? Keduanya terkait 72 juta ektp hilang

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:54:30 WIB

Akibat 72 juta keping blanko EKTP LENYAP Timbul: 1. Anggaran tambahan hampir Rp1.5
Triliun 2. Muncul 4 Perpres baru Keempat Perpres itu diterbitkan utk merevisi Perpres
26/2009 Namun, menjadi pertanyaan ketika setiap tahun Presiden @SBYudhoyono
menerbitkan Perpres baru EKTP

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:48:34 WIB

72 juta keping blanko ektp hilang 1. Muncul anggaran tambahan biaya cetak ulang 72 juta
ektp 2. Muncul 4 PeraturanPresiden terkait masalah/hilang/korupsi proyek EKTP 1. Perpres
No.26/2009 2. Perpres No.35/2010 3. Perpres No.67/2011 4.Perpres No.126/2012 5.
Perpres No.112/2013

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:39:35 WIB

Penyidik @KPK_RI telah memeriksa keterangan Pimpinan Banggar DPR 2009-2014 terkait
persetujuan anggaran tambahan EKTP sebesar 1. Rp 1,045 triliun 2. Rp 447 miliar Kedua
anggaran tambahan itu utk biaya pencetakan 65.640.370 dan 6.7 juta keping blanko EKTP
yang hilang misterius

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:30:32 WIB

KPK terindikasi kuat merekayasa kasus korupsi ektp menjadi alat dan senjata politik utk
menjerat politisi tertentu dan merusak partai tertentu Sebaliknya KPK melindungi politisi dan
partai tertentu meski terbukti korupsi ektp Terkait pemilu - pilpres 2019 @KPK_RI
melanggar UU

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:23:15 WIB

Tebang Pilih Korupsi EKTP KPK melindungi Komisi II, Banggar, Pejabat tertentu di Setkab,
Kemendagi, Kemenkeu Pengalihan Isu KPK sibuk bersandiwara gegap gempita melalui
penetapan trsangka F Yunadi, Dokter (tapi tidak terhadap Hilman Mattauch supir
Setnov/wartawan Metro TV)
Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:18:07 WIB

Memperhatikan proses penyidikan kasus korupsi ektp yg dilakukan @KPK_RI dari sejak
awal hingga sekarang, terindikasi KPK tidak bermaksud menuntaskan korupsi ektp secara
benar KPK tebang pilih KPK mengalihkan isu KPK melindungi koruptor tertentu KPK
ditunggangi motif politik

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:14:08 WIB

KPK menjerat Setya Novanto tapi TIDAK menjerat Pimpinan - anggota Komisi II DPR
koruptor proyek EKTP KPK berdalih itu adalah strategi penyidikan KPK terbukti berbohong
Karena KPK diam2 meminta/menerima pengembalian uang hasil korupsi EKTP dari para
koruptor EKTP tertentu

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 11:01:46 WIB

KPK telah periksa Sekjen DPR KPK telah periksa Pimp Banggar DPR @KPK_RI pasti sdh
paham prosedur penyusunan anggaran, perubahan sumber anggaran, pengesahan
anggaran dst Semua proses terkait anggaran proyek EKTP terbukti melanggar prosedur utk
memudahkan KKN, negara dirugikan

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:58:40 WIB

Kesepakatan @KPK_RI dgn politisi/pejabat/penerima suap/ koruptor proyek EKTP yg


mengembalikan uang korupsi dgn janji tdk akan disidik & tdk jadi tersangka adalah
pelanggaran hukum Tdk ada dasar hukumnya KPK menyalahgunakan kekuasaan KPK
menghalangi upaya pemberantasan korupsi

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:50:28 WIB

Penyimpangan hukum @KPK_RI pada penanganan kasus korupsi EKTP sangat jelas
Terbukti: 2. Setidaknya @KPK_RI menetapkan seluruh pimpinan Komisi II DPR 2009-2014
sbg tersangka, tapi tdk dilakukan KPK Mereka ubah sumber pembiayaan Mereka kolusi
Mereka terima suap Negara dirugikan

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:47:54 WIB

Penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, pelanggaran hukum yang dilakukan


@KPK_RI dalam penanganan kasus korupsi EKTP sangat jelas. Terbukti : 1. KPK tidak
menetapkan seluruh anggota komisi II DPR 2009-2014 sebagai tersangka korupsi ektp,
padahal KPK mempunyai cukup bukti

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:41:29 WIB

Komisi II DPR 2009- 2014 Ketua: Chaeruman Harahap F Golkar Wakil Ketua: 1. Taufik
Effendi FDemokrat (FD) 2. Teguh Juarno FPAN 3. Ganjar Pranowo FPDIP Fraksi terbesar
adalah FD Tanpa persetujuan FD, usulan perubahan pasti kandas F Demokrat pasti terlibat
korupsi EKTP

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:35:36 WIB

Korupsi ektp DIMULAI dari munculnya usulan perubahan sumber pembiayaan anggaran
proyek EKTP Dari Pembiayaan Hibah Luar Negeri (PHLN) menjadi Pembiayaan Dana
APBN Murni (PDAM) Ex Mendagri Gamawan Fauzi mengaku pada 9 Nop 2009 diminta
Komisi II DPR utk mengajukan perubahan

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:27:54 WIB

Perbuatan @KPK_RI diam2 meminta & menerima pengembalian uang korupsi dari politisi
/pejabat koruptor EKTP tanpa transparansi, alasan yg jelas, tanpa ada dasar hukum
perbuatan KPK itu. Perbuatan KPK adalah kolusi Menghalangi upaya pemberantasan
korupsi Siapa menindak KPK?

Kotak Pandora @SiKotakPandora31/01/2018 10:23:58 WIB

Perbuatan hibah @KPK_RI kepada Kementerian Kumham melanggar UU. Siapa yang
akan menindak pelanggaran UU oleh KPK?