Anda di halaman 1dari 8

TAKE HOME CT SCAN DASAR

Disusun Sebagai Ujian Akhir Materi Matrikulasi Teknik CT SCAN


Dosen Pengampu : Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc

Disusun Oleh :

Anggit Adhi Prasetya


NIM P1337430218089

PROGRAM STUDI DIV TEKNIK RADIOLOGI


JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2018
1. Pengembangan teknologi Computed Tomography di tekankan pada aspek
“speed and technology”.

Jelaskan salah satu dari aspek diatas disertai dengan bukti (bila perlu
dengan gambar) kondisi riil pada saat ini.

Perkembangan teknologi pada bidang kesehatan khususnya bagian Radiologi


dalam kemajuan teknologi system Computed Tomography yang sangat
membantu menegakan diagnosis klinis.

System Computed Tomography dengan teknologi yang terbaru sangat


memperhatikan aspek-aspek yang membantu untuk mengurasi dosis yang
diterima pasien, mengurangi noise maupun artefak, dan meningkatkan
kecepatan scanning dan kualitas citra pada pemeriksaan CT Scan.

Computed Tomography Scanning dalam aspek “speed dan technology” telah


banyak ditemukan seperti waktu scanning yang cepat dengan menurunkan dosis
yang diterima pasien dengan tetap menjaga kualitas citra yang baik.

Ketika teknologi alat CT Scan 64 slice ditemukan, teknologi tersebut langsung


menggantikan teknologi CT Scan sebelumnya (16 slice) dan dijadikan menjadi
standar pelayanan salah satu Rumah Sakit di Amerika.

Setelah dikenalkannya teknologi 64 Slice ini, para vendor berlomba untuk


membangun dan mengambangkan teknologi CT Scan dengan slice yang lebih
tinggi, dan telah di temukan teknologi CT Scan dengan 80, 128, 512 dan 640
slice.

Penambahan kemampuan pada system CT Scan sangat berperan dalam


meningkatkan kualitas citra yang optimal, waktu scanning pemeriksaan yang
cepat, meminimalisir noise / menghilangkan artefak, dan membantu menangkap
gambaran akibat pergerakan respiratory paru-paru dan gerakan otot jantung
dengan akurat.

Contoh gambaran kondisi riil pada saat ini :

Gambar diatas merupakan salah satu contoh teknologi dari Siemens tentang
system SAFIRE (Sinogram Affirmed Iterative Reconstruction) yaitu
kemampuan program rekontruksi citra gambar abdomen dengan kV yang sama
tetapi meminimalisir dosis radiasi yang setara dengan citra aslinya, tanpa
mengabaikan kualitas citra yang optimal pada pemeriksaan tersebut.

(sumber : www.usa.siemens.com/healthcare)
Gambar diatas merupakan perkembangan teknologi generasi CT Scan tentang
perbandingan kualitas citra anatara (16 slice vs 64 slice). Pada CT Scan 64 slice
dengan menggunakan system Dual Source ( high pitch Siemens Definition
Flash) yaitu memiliki kecepatan waktu scanning hingga 75 ms (0,285 rotasi
untuk keseluruhan jantung) dengan tujuan untuk mengurangi pergerakan / gap
pada respiratory paru-paru dan pergerakan otot jantung dengan detak jantung
yang konstan yang berakibat pada kualitas citra yang optimal pada pemeriksaan
CT Scan Coronary.

(sumber : https://www.slideshare.net/eransch/ct-cardiac-ah13fin-rev)
2. Jelaskan apa saja manfaat bilangan CT (Housfield Unit) dalam
pemeriksaan CT!

Berikan contoh aplikasinya dalam salah satu jenis dalam pemeriksaan CT


Scan.

Hounsfied unit

Definisi hounsfield unit (HU) adalah tingkat kepadatan dari berbagai jenis
jaringan yang memiliki 4.096 warna abu-abu, dan memiliki
tingkat kepadatan yang berbeda-beda yang terdapat pada CT-scan. Monitor
dapat menampilkan maksimal 256 warna abu-abu, namun mata manusia hanya
mampu membedakan sekitar 20 warna. Karena kepadatan jaringan pada
manusia yang meluas dari kisaran yang cukup sempit dari total
spektrum, dan memungkinkan untuk memilih pengaturan window untuk
mewakili kepadatan jaringan. Rata-rata tingkat kepadatan window
harus diatur sedekat mungkin dengan tingkat kepadatan jaringan yang akan
diperiksa. Paru-paru dengan kandungan udara yang tinggi sangat baik
untuk diperiksa pada pengaturan window dengan HU yang rendah. Sedangkan
tulang memerlukan penyesuaian tingkat tinggi. Densitas udara
ditetapkan -1.000 HU, air: 0±5 HU, paru-paru: - 700±200 , lemak: -90±10,
jaringan lunak: -15±65 HU, organ parenkim: 50±40 HU, tulang rawan:
130±100 HU, tulang padat: > 250 HU.
Contoh gambaran Hounsfield Unit pada citra CT-scan Kepala

https://sites.google.com/a/wisc.edu/neuroradiology/image-
acquisition/computed-tomography/ct-terminology

Salah satu manfaat hounsfiel unit pada CT-scan adalah untuk


mengetahui kepadatan tulang rahang untuk pemasangan implan
gigi. Alat yang lebih modern seperti CTscan ini memiliki software berupa
hounsfield unit dapat memberikan gambaran kuantitas dan kualitas kepadatan
tulang rahang yang lebih akurat pada tulang rahang, sehingga seorang pasien
yang ingin dirawat dengan implan gigi setidaknya harus memiliki nilai
kepadatan tulangnya > 250 HU, yang sangat berpengaruh pada keberhasilan
oseointegrasi.
Hal ini telah dikemukaan oleh Branemark et al. pada tahun 1977, bahwa
kunci keberhasilan perawatan implan gigi adalah oseointegrasi, yaitu interaksi
dan kontak langsung antara tulang dengan implan tanpa adanya jaringan fibrous
pada interface antara implan dan tulang rahang, yang semuanya ditunjang oleh
kepadatan tulang rahang. Hal ini tidak dapat dievaluasi hanya secara klinis
tetapi memerlukan evaluasi radiografis pada pemeriksaan CT-scan.

Oleh karena itu pemanfaatan housfield unit pada CT-scan dalam


menentukan kepadatan tulang rahang dapat membantu para klinisi untuk
melakukan tindakan perawatan implan gigi secara profesional, agar dapat
menghindari terjadinya kegagalan pemasangan implan gigi, yang tentunya
dapat berpengaruh pada peningkatan keberhasilan pemasangan implan gigi
pada pasien yang menginginkan perawatan implan gigi.

( sumber : https://jdmfs.org/index.php/jdmfs/article/viewFile/230/230 )

Contoh gambaran citra CT-Scan pada aplikasi pemasangan implant gigi


http://dentiadental.com/news-articles/featured-articles/apa-itu-implan-gigi/