Anda di halaman 1dari 8

DOKUMENT GAGAL GINJAL

Dokumen Kasus Gagal Ginjal


RSUD Dr. Djasamen Saragih

1.STANDARD PELAYANAN MEDIK


I.Kriteria Diagnose.
Strength Of Diagnosis
DEFINITIF PROBABLE POSSIBLE
1. Mual-muntah, lemah, 1. Mual-muntah,lemah, pucat 1. Mual-muntah, lemah,
pucat 2. Riwayat sakit ginjal, pucat
2. Riwayat sakit ginjal, hipertensi/DM 2. Riwayat sakit ginjal,
hipertensi/DM 3. Riwayat makan obat hipertensi/DM
3. Riwayat makan obat rematik lama 3. Riwayat makan obat
rematik lama 4. Anuria/oliguria rematik lama
4. Anuria/oliguria
5. TKK : GGK

Keterangan :
1. Mual-muntah, pucat/ anemia, pasien tidak sedang hamil atau menderita sakit maag yang
jelas selama ini.
2. Riwayata sakit ginjal dengan tegas dinyatakan pasien, atau ada bukti tertulis dari
pemeriksaan sebelumnya memang menderita sakit ginjal.
3. Riwayat makan obat rematik sebelumnya untuk mnimla 2 minggu
4. Anuria atau oliguria dalam bahasa pasien yang menyatakan BAK sedikit sekali atau sama
sekali tidak BAK.
5. TKK (Test Kreatini Kliren) yang dihitung berdasarkan Rumus Crotkoff TKK = (140-
Umur)BB/ 72x Kreatinin Serum, untuk Pria dan dikalikan ).85 untuk Wanita.

II.Difrensial Diagnosa
1. Tukak Lambung
2. Anemia aplastik,malignancy darah
3. Malnutirisi
4. Malignancy

III. Pemeriksaan Penunjang.

1
1. Darah rutin ,urine rutine.
2. KGD N/2 jam PP ,Ureum,Kreatinin serum, asam urat,Benzidine test
3. USG untuk menilai penamilan anatomis ginjal
4. Foto thorax ,EKGuntuk untuk penelusuran etiologi dan komplikasi GGK
5. Endoskopi kalau diperlukan,EKG untuk menyingkirkan adanya CPC

IV.Standard Tenaga.
1. Internist
2. Nefrolog

V.Standard Konsultasi.
1. Nefrolog kalau dirawat oleh Internist
2. Internist

VI.Indikasi Perawatan.(DRG)
1. TKK 60-80 % dengan mual atau anemia.
2. TKK 25-40 % dengan atau tanpa mual dan sesak
3. TKK 5-25 % dengan atau tanpa mual dan sesak
4. TKK < 5 % (Gagal Ginjal Terminal = GGT)

VII.Long Of Stay (LOS).


1 TKK 40-80 % dengan atau tanpa mual atau anemia. 7 hari
2 TKK 25-40 % dengan atau tanpa mual dan sesak 7 hari
3 TKK 5-25 % dengan atau tanpa mual dan sesak 10 hari
4 TKK < 5 % dengan atau tanpa mual dan sesak 2 hari

VIII. Luaran
1 TKK 40-80 % dengan atau tanpa Bisa makan dengan baik, anemia bisa diatasi atasi dikoreksi
mual atau anemia.

2
2 TKK 25-40 % dengan atau tanpa Bisa makan dengan baik, anemia bisa diatasi atasi dikoreksi
mual dan sesak
3 TKK 5-25 % dengan atau tanpa Bisa kuat makan atau di hemodialise
mual dan sesak
4 TKK < 5 % dengan atau tanpa mual Hemodialise atau yang lain
dan sesak

VIII. Alur setelah pulang dari RS


1 TKK 40-80 % dengan mual atau anemia. Berobat Jalan
2 TKK 25-40 % dengan atau tanpa mual dan sesak Rujuk ke nefrologi
3 TKK 5-25 % dengan atau tanpa mual dan sesak Rujuk ke Nefrologi
4 TKK < 5 % dengan atau tanpa mual dan sesak Hemodialise

IX.Diet.
Diet ginjal (Giovanni) 200 kalori 20 gram protein Hewani

X.Aktivitas
Secara umum bedrest , grade bedrest tergantung indikasi opname

XI.Theraphy.
Supportive :
a Roboransia
b Infus dengan balance cairan.
c Klisma atau Dulcolax Supp 1x2 kalau 2 hari tidak BAB. Atau pencahar
peroral .
d Metoklopramide kalau muntah sangat dominan.

Medikamentosa :
1 TKK 40-80 % dengan 1. Simptomatik untuk mual : Obat mual dan apetide stimulator
atau tanpa mual atau 2. Pengontrolan Underlying Diasese
anemia. 3. Transfusi bila Hb < 6 gr %
2 TKK 25-40 % dengan 1. Balans cairan yang ketat
atau tanpa mual dan 2. Simptomatik untuk mual : Obat mual dan apetide stimulator
sesak 3. Pengontrolan Underlying Diasese
4. Transfusi bila Hb < 6 gr %
3 TKK 5-25 % dengan atau 1. Balans cairan yang ketat
tanpa mual dan sesak 2. Simptomatik untuk mual : Obat mual dan apetide stimulator

3
3. Pengontrolan Underlying Diasese
4. Bikarbonas kalau sesak
5. Hemodialise kalau semuanya sdh siap
4 TKK < 5 % dengan atau 1. Balans cairan yang ketat
tanpa mual dan sesak 2. Simptomatik untuk mual : Obat mual dan apetide stimulator
3. Pengontrolan Underlying Diasese
4. Bikarbonas kalau sesak
5. Hemodialise

XII.Evaluasi
Tergantung Indikasi opname

XIII.Komplikasi/Penyulit
XIV.Standard RS
1. Bisa dirawat di RS Dr Djasamen Saragih ( bisa di RS Tipe D,C,B,A).

XV.Informed Concent.
Diperlukan apabila :
1. Dilakukan Hemdialise
2. Dilakukan endoskopi

4
Detail Penanganan Hari ke Hari
1.TKK 40-80 % dengan mual-dan anemia
Indikasi Opname TKK 40-80 % dengan mual-dan anemia
Luaran Bisa makan dengan baik, anemia bisa diatasi atasi dikoreksi
Expected LOS 3 hari
Patients : Mr X Date admit
DRG : ICD Date Path Begun
Triage/Poliklinik Interna
Nutrition Diet Giovanni Keterangan
Activity Bed Rest
Penjajagan Darut,Urine,ureum kretainin. Hal ini harius bisa dilakukan di Poliklinik
Elektrolit
Supportive Nacl Blood Set 10 tts/mnt
Treatment Metokhlopramide 1/8 jam
Ranitidine 1/8 jam
Lysagor 3 dd 1
Medication Terapi underliying Diasese Terapi underlying diasese sesuai dengan
standard.
Assesment BB Dasar evaluasi balans cairan
Symptom Muntah
Control Nafsu makan
Consult USG Kalau belum
Discharge
Planning
Intermediate Mual
Outcomes Nafsu makan
Variance -
Biaya

5
Perawatan Hari Selanjutnya
Perihal Hari II HARI III HARI IV
Vital Sign Kesadaran, VS Kesadaran, VS Kesadaran, VS
Nutrition Diet Giovanni Diet Giovanni Diet Giovanni
Activity Bedrest Aktiviatas sehari2 Aktivitas sehari2
Penjajagan USG
Supportive Nacl Blood Set 10 tts/mnt
Treatment Metokhlopramide 1/8 jam
Lysagor 3 dd 1
Medication Terapi penyakit dasar kalau ada Lanjutan
Koreksi Elektrolit kalau perlu
Assesment BB, Jlh urine/24 jam, BB, Jlh urine/24 jam,
BB, Jlh urine/24 jam, Balans
Balans cairan Balans cairancairan
Symptom Mual Mual Mual
Control Nafsu makan Nafsu makan Nafsu makan
Quality of life Quality of life
Quality of life
Consult Nefrologi
Discharge Penjelasan mengenai hal-hal yang bisa memperburuk
Planning fungsi ginjal
Intermediate Muntah mengurang Muntah mengurang Muntah mengurang
Outcomes Nafsu makan bertambah Nafsu makan bertambah Nafsu makan bertambah

Hal-hal yang memperburuk fungsi ginjal :

1.Makan KH < 2000 kalori 6.Diare


2.Makan Protein > 20 gr/hari 7.Muntah-muntah
3.Hipertensi tak terkontrol 8.Infeksi berat
4.DM tak terkontrol 9.kelelahan atau kerja terlalu berat
5.Demam 10.Makan obat nefrotoksik tu NSAID

Hal ini diberitahu kepada pasien dan kalau ada hal tersebut diatas yang tak bisa diatasi pasien
supaya harus segera kontrol

Dischage Planning.

Discharge Planning
DISCHARGE PLANNING (PERSIAPAN PEMULANGAN PASIEN)
DAFTAR ISIAN PERAWAT

6
NO HAL PENJELASAN
1 Obat Obat harus dihabiskan, terutama antibiotik karena terutama
atibiotik kalau tidak dihabiska aka bisa berbahaya, dapat
meyebabka resistesi da peyakit kambuh kembali da sulit utuk
diobati
2 Diet Sesudah diyatakan baik maka diet kembali seperti biasa, jangan
makan bubur. Diusahaka supaya mengkosumsi sayura/ serat
supaya fungsi salura cerna menjadi baik
3 Avoidance Sesudah diyatakan baik, maka untuk typhoid tidak ada patagan.
Untuk pencegahan maka perlu diupayakan perbaikan sanitasi
ligkungan.

4 Aktivitas Aktifitas tidak dibatasi. Jagan diforsir dulu bekerja untuk beberapa
saat setelah pulang dari opame
5 Kontrol RSUD Bagian Penyakit Dalam
Jejaring Puskesmas terdekat
6 Peranan Keluarga medukung dengan memberikan makanan bergizi
Keluarga
7 Laporan ke Laporan ke Dias Kesehatan tidak diperlukan karena penyakit ii
Dinas endemis
8 Lain-lain Hal yang dianggap perlu
Dischage Planning
Keterangan diberikan oleh Perawat yang selalu kontak dengan pasien bisa diulangi atau
tak diulangi oleh dokter. Sebagai langkah awal hal ini merupakan pembelajaran kepada perawat
sehingga tidak didapati keterangan yang kontradiktif antara dokter dengan perawat. Karena hal ini
akan berulang terus tentunya perawat juga sudah akan mahir dalam memberikan keterangan
Discharge Planning.
Dengan demikian tujuan akan tercapai dengan baik, dokter yang sibuk akan sudah
terwakili dan pasien mendapatkan informasi yang jelas dan benar.

DISCHARGE PLANNING (PERSIAPAN PEMULANGAN PASIEN)


DAFTAR ISIAN DOKTER

NO HAL PENJELASAN
1 Obat Obat harus dihabiskan, terutama sekali untuk mengontrol penyakit
dasar. Obat harus dengan resep dokter, jangan yang lain. Karena
sakit ginjal sangat penting untuk tidak mengkonsumsi obat selain
dari dokter karena bisa memperberat fungsi ginjal.
2 Diet Prinsip adalah mengkonsumsi Karbohidrat yang banyak (2000
kalori) dengan protein yang dibatasi. Kegagalan untuk
mengkonsumsi 2000 kalori akan mengakibatkan katabolisme, yang
meningkatkan kretinin serum. Harus bisa dijelaskan makanan
masyarakat yang termasuk karbohidrat dan protein
3 Avoidance Obat terutama NSAID (Jamu,obat tradisional) dan obat nefrotoksik
lainnya seperti Rifampisisn, tetrasiklin dan sebagainya.
4 Aktivitas Aktifitas tidak dibatasi. Jagan diforsir dulu bekerja untuk beberapa
saat setelah pulang dari opame
5 Kontrol RSUD Bagian Penyakit Dalam/Nefrologi

7
Jejaring Puskesmas terdekat
6 Peranan Keluarga medukung dengan memberikan makanan sesuai dengan
Keluarga Diet Giovanni
7 Perjalanan Apa yang bisa dilakukan dokter adalah memper-lambat penderita
Alamiah jatuh pada kondisi dimana diharuskan hemodialise, tidak bisa
Penyakit disembuhkan kalau kreatinin > 3 mg%.
8 Lain-lain Pengetahuan mengenai hal-hal yang dapat memperburuk fungsi
ginjal harus betul difahami oleh penderita dan keluarganya.

Keterangan lain yang dianggap perlu :


1. Daftar menu dengan kandungan Purine (Asam Urat) tinggi.
2. Daftar menu makanan karbohidrat dan Protein
3. Daftar obat-obatan yang merusak ginjal atau nefrotoksik.
4. Daftar obat simptomatik yang sering dialami pasien dan aman buat penderita gagal ginjal.

VARIANCE.
Variance dituliskan ole Clinical Manager dalam bentuk Kode. Kode ini disepakati sesuai dengan
yang disebutkan dibawah ini. Segala sesuatu yang membuat Clinical Pathway tidak dilakukan
sesuai degan yang tertera dituliskan dalam bentuk Variance, yag dikaji dan diberikan komentar
oleh yang mengisi. Sementara waktu komentar yang diberikan sesuai dengan iterpretasi dari yang
mengisi. Nantinya hal ini akan dievaluasi sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam
rapat.