Anda di halaman 1dari 5

5.

Pola Kebiasaan Keluarga Sehari-hari

a. Pola Nutrisi

Makanan pokok keluarga adalah beras ( nasi ). Jenis makanan yang


dihidangkan adalah sayurmayur, lauk-pauk ( tempe, tahu, telur, ikan
dan kadang-kadang ayam ), buah-buahan dan susu kadang-kadang
dikonsumsi oleh eluarga. Frekuensi makan kluarga 3 kali sehari,
porsi makannya disesuaikan dengan kbutuhan dari masing-masing
anggota keluarga. Tn. … dan istrinya minum > 8 gelas dalam sehari.

b. Pola Eliminasi

Dalam keluarga ini, frekuensi BAB biasanya 1 kali sehari sedangkan


frekuensi BAK 4-5 kali sehari, untuk anaknya yang berusia .. hari
frekuensi BAB nya 2 kali sehari dan frekuensi BAK nya lebih dari
10 kali dalam sehari.

c. Pola istirahat

Kebiasaan tidur dalam keluarga ini sama yaitupukul 21.00 WIB


sedangkan kebiasaan bangun pagi berbeda-beda, ibu selalu bangun
pukul 05.00 WIB dan suami selalu bangun jam 05.30 WIB.Tn. …
dan istrinya tidak pernah tidur siang. Untuk anaknya yang bernama
…. , ia tidur > 16 jam sehari, tidurnya nyenyak, tidak ada gangguan,
bayi bangun jika lpar/ haus / BAK / BAB.

d. Pola aktivitas

Tn…. Bekera sebagai petani, sedangkan istrinya hanya ibu rumah


tangga.
e. Pola rekreasi dan hiburan

 Keluarga ttidak pernah melakukan rekreasi bersama. Hal ini


dikarenakan oleh tidak adanya waktu luang untuk rekreasi, mereka
beranggapan hanya dengan menonton televisi dapat menjadi hibura
yang mngasyikan untuk mengurangi rasa jenuh / lelah.
 Penggunaaan waktu senggang oleh ibu digunakan untuk mengasuh
anaknya sedangkan suaminya stiap hari sibuk dengan pekerjaan
nya sebagai petani.
f. Pola komunikasi keluarga
Dalam berkomunikasi sehari-hari, keluarga menggunakan bahasa
jawa begitu juga dengan tetangga-tetangganya. Bila ada masalah,
keluarga langsung membicarakannya secara baik-baik. Selama ini
omunikasi dalam keluarga lancer dan tidak pernah mengalami
perdebatan yang hebat.
g. Pola hubungan social
Hubungan keluarga dengan lingkungan sekitar cukup baik. Bila ada
kegiatan dilingkungan sekitar tempat tinggal keluarga sering
h. Poal seksual
Hubungan suami istri biasanya dilakukan > 2 kali dalam seminggu,
dala melakukan hubungan suami istri tidak ada masalah/ ganggguan,
tetapi saat ini Tn…. Dan istrinya tidak pernah melakukan hubungan
suami istri lagi karena ibu sedang dalam masa nifas.
i. Pola Penanggulangan Stress
Keluarga tidak pernah mengalami stress yang berat, bila ada masalah
keluarga selalu memcahkan masalahnya secara baik-baik dan
bersama-sama.
j. Pola nilai
Anggota keluarga menerima keadaannya seperti sekarang ini.
k. Pola Penanggulangan Kesehatan.
Bila ada keluarga yang sakit ringan, keluarga hanya membeli obat
warung saja, kadang-kadang tidak berobat jika sembuh dengan
sndiriya. Akan tetapijika sakit bertambah parah keluarga
memeriksakan diri ke tenaga kesehatan ( mantra/ bidan/ dokter )
yang terdekat.
C. PRIORITAS MASALAH
1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI Eksklusif
Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
Sifat Masalah 2/3 x 1 2/3 Ancaman kesehatan karena ASI
eksklusif sangat bermanfaat
untuk tumbuh kembang bayi
dan dapat menjaga daya tahan
tubuh bayi agar tidak mudah
sakit dan jika bayi diberikan
makanan tambahan lain
sebelum waktunya yaitu 6
bulan dapat mengganggu organ
pencernaan bayi.

Kemungkinan ½ x2 1 Hanya sebagian karena hal ini


masalah dapat dicegah dengan
dapat diubah memberikan konseling terhadap
keluarga secara terus menerus.

Potensi 3/3 x 1 1 Tinggi, masalah ini dapat


masalah dicegah dengan memberikan
untuk dirubah konseling terhadap keluarga
secara terus meneru

Menonjolnya 0/2 x 2 0 Keluarga tidak mengetahui


masalah akan akibat jika bayi tidak
diberikan ASI Eksklusif

Skor Total 2 2/3


2. Kurangnya pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi
Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
Sifat Masalah 2/3 x 1 2/3 Ancaman kesehatan, jika ibu
tidak menggunakan alatt
kontrasepsi dapat membuat ibu
hamil lagi dan jika ibu hamil
lagi maka kebutuhan bayi tidak
akan terpenuhi semuanya.

Kemungkinan ½ x 2 1 Hanya sebagian, masalah ini


masalah dapat diubah dengan
dapat diubah memberikan pengetahuan
kepada keluarga terutama ibu.

Potensi 3/3 x 1 1 Tinggi, masalah ini dapat


masalah teratasi jika keluarga
untuk diubah mengetahui akan manfaat
menggunakan alat kontrasepsi.

Menonjolnya 0/2 x 2 0 Keluarga menyadari akan


masalah masalah yang ada tetapi kurang
perlu ditangani.

Skor Total 2 2/3