Anda di halaman 1dari 4

c 


     
Posted: Februari 4, 2010 by
 in Go Green!!!, Health Info
Tag:gypsum, radon, karsinogenik
2

Gypsum merupakan mineral yang sangat lembut yang tersusun dari kalsium sulfate dehydrate
dengan rumus kimia CaSO4 2H2O. Gypsum sering digunakan masyarakat sebagai bahan
bangunan karena lebih murah, mudah didapatkan di alam, dan lebih gampang dibentuk. Meski
demikian, gypsum dapat menghasilkan zat-zat berbahaya yang telah diketahui berbahaya
terhadap kesehatan.

Gypsum memiliki beberapa bentuk:

1.Y Selenite: berbentuk pipih, terkadang memiliki kristal kembar. Gypsum jenis ini memiliki
serabut dan lembut. Jenis ini bisa menjadi butiran kecil.
2.Y Alabaster: berwarna putih dan berjaring halus. Jenis ini banyak digunakan untuk ornamen
rumah.
3.Y Desert Rose: berbentuk seperti bungan dan berpasir. Biasa ditemukan di daerah yang
gersang.

Gypsum biasa dipakai sebagai: tembok kering, bahan plester tembok, perekat di lapangan tenis
tanah liat, kapur papan tulis, langit-langit rumah, ornamen pada dinding, dan bingkai foto.
Penelitian yang dilakukan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi, Badan Tenaga
Nukir Nasional tentang kandungan radioaktivitas alam pada bahan bangunan Gypsum. Yaitu
dengan cara melakukan penimbangan dan pengukuran radioaktivitas alam pada sample Gypsum
menggunakan metode relatif gamma spektrometry memakai detektor germanium HPGe (High
Purity Germanium) mengacu pada NCRP(National Council on Radiation Protection and
Measurements) Report No.58. Sumber standar yang digunakan adalah sumber multi gamma Eu-
152 buatan LMRI Perancis. Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada bahan bangunan
Gypsum, terdapat kandungan radioaktivitas alam berupa U-234 (0,197 ± 74%) kBq/kg, Ra-226
(17,382 ± 4%) kBq/kg, Pb-210 (5,926 ± 4%) kBq/kg, Po-210 (1,269 ± 4%) kBq/kg, Ra-228
(0,052 ± 4%) kBq/kg,Ac-228 (0,709 ± 4%) kBq/kg dan Th-228 (0,752 ± 4%) kBq/kg.
Kandungan radioaktif alam pada Gypsum tersebut merupakan penghasil gas radon yang
mempunyai waktu paro panjang. Hal ini sangat berdampak secara radiologis pada pemakai.

Hasil Pengukuran kandungan radioaktivitas alam pada Gypsum Bahan Gypsum mengandung
unsur-unsur radioaktif alam sehingga dapat beresiko secara radiologis dimana hal ini belum
tersosialisasi oleh para pemakai. Sumber radioaktif alam yang terkandung dalam gypsum adalah
U-238 dan Th-232 beserta anak-anak luruhnya yang merupakan sumber radiasi alam yang perlu
diwaspadai untuk keselamatan lingkungan. Radionuklida alam U-238 dan Th-232 mengalami
peluruhan radioaktif dengan memancarkan partikel alpha yang disertai radiasi gamma. Pelepasan
partikulat U-238 dan Th-232 beserta anak luruhnya ke lingkungan sebagian besar terjadi pada
tahap pemisahan, penggerusan dan pengangkutan batuan fosfat. Pada keadaan konsentrasi gas
radon yang merupakan anak luruh dari U-238 tinggi dapat berpotensi menimbulkan efek radiasi
terhadap kesehatan para pemakai produk tersebut. Tahap ini radionuklida U-238, Ra-226, Po-
210, dan Th-230 cenderung berada dalam kesetimbangan. Dalam tahap preparasi sampel,
biasanya kesetimbangan ini terganggu sehingga konsentrasi masing-masing radionuklida tersebut
perlu di ukur nilai aktivitas untuk dinilai tingkat bahayanya.

* *   c

Menurut hasil penelitian, Gypsum memiliki kandungan radioaktif yang berbahaya bagi manusia.
Zat-zat radioaktif itu adalah:

1.Y U-234 U atau Uranium merupakan sebuah logam berat, beracun, berwarna putih
keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida Sering digunakan
sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir.
2.Y Ra-226/Ra-228 Ra atau Radium adalah sebuah unsur kimia yang mempunyai nomor
atom 88.Radium berwarna hampir putih bersih, namun akan teroksidasi jika terekspos
kepada udara dan berubah menjadi hitam. Radium mempunyai tingkat radioaktivitas
yang tinggi. Radium juga dapat berubah menjadi Rn atau biasa disebut radon.
3.Y Pb-210 Pb atau Timbal adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 82.
Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.Unsur ini beracun dan efek dari racun
ini dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.
4.Y Po-210 Po atau Polonium adalah suatu unsur kimia yang memiliki dan nomor atom 84.
Unsur radioaktif yang langka ini termasuk kelompok metaloid yang memiliki sifat kimia
yang mirip dengan telurium dan bismut. Polonium digunakan dalam percobaan nuklir
dengan elemen sepeti Berilium yang melepas neutron saat ditembak partikel alpha.
Radioaktifitas yang besar dari unsur ini menyebabkan radiasi yang berbahaya bahkan
pada sekumpulan kecil unsur Polonium.
5.Y Ac-228 Ac atau Aktinium adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 89.
memiliki warna keperak-perakan dan massa atom (227) g/mol. Kimiawinya mirip
lantanida, yang sulit d pelajari karena radiasi yang hebat dari produk peluruhan.
6.Y Th-228 Th atau Torium adalah suatu unsur kimia memiliki nomor atom 90. Memiliki
warna putih keperakan dan memiliki massa atom 232.03806(2) g/mol. Thorium tersebar
luas, namun mineral utama adalah pasir monazite, suatu kompleks fosfat yang juga
mengandung lantanida.

DD cc

Menurut hasil penelitian, pada Gypsum terkandung Ra-226 dan Ra-228 yang dapat berubah
menjadi Rn-222, dan apabila Rn-222 terhisap akan mengendap di dalam saluran pernafasan
sehingga sebagian kecil radon akan mengendap di paru-paru. Sehingga akan akan berpotensi
menimbulkan kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak
terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan.
Kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria
maupun wanita. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. Lebih
dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru).
Dalam hal ini Rn-222 atau yang biasa disebut radon merupakan sumber utama dari kanker paru-
paru radon juga banyak terdapat pada rokok dan pada beberapa kasus penyebab utama dari
kanker paru-paru berasal dari radon yang terdapat di rumah tangga dan salah satu sumber radon
yang ada di rumah tangga adalah asbes dan Gypsum, dan hal ini kurang disadari pemakai apalagi
dengan kondisi sekarang dimana masyarakat lebih memilih harga yang lebih murah. Apabila ini
di teruskan dapat mengakibatkan semakin tingginya resiko terkena kanker paru-paru. Semakin
tinggi konsentrasi radon pada gedung atau rumah akan meningkatkan kemungkinan terjadinya
kanker paru-paru bagi penghuninya.

  D cc cDD cc

Menurut hasil penelitian terdapat beberapa cara untuk mengurangi resiko terhisapnya Rn-222
atau radon, yaitu dengan cara:

1.Y Membuat Sirkulasi Udara dengan baik Hal ini dimaksudkan agar debu-debu radon yang
beterbangan bisa segera keluar dari rumah dan tidak masuk ke dalam paru-paru.
2.Y Menggunakan Kipas angin Lebih baik menggunakan kipas angin daripada AC karena
kipas angin dapat membantu keluarnya debu radon, selain itu apabila kita menggunakan
AC debu radon tidak akan keluar dari ruangan dan akan terus berputar di ruangan
tersebut.
3.Y Penghisapan udara untuk ruang bawah tanah Menghisap udara di ruang bawah tanah
bertujuan agar debu radon yang ada di ruang bawah tanah dapat berkurang, hal ini harus
dilakukan karena ruang bawah tanah memiliki sikulasi udara yang buruk untuk menutupi
hal itu menghisap udara pada ruang bawah tanah merupakan cara yang terbaik.
4.Y Menempel lantai dan dinding dengan bahan karpet dalam bangunan Cara ini cukup sulit
dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar tujuan melakukan hal ini adalah supaya
radon yang berada di tembok Gypsum tidak dapat keluar dengan sempurna selain itu
radon yang sudah keluar dapat tersaring dengan adanya karpet di dinding dan lantai jadi
kita cukup membersikannya dengan Vacuum Cleaner.
5.Y Gunakan masker saat bekerja dengan bahan Gypsum Apabila ingin membuat ornamen
rumah atau tembok dengan bahan Gypsum usahakan untuk memakai masker agar radon
dari Gypsum tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.

D 

1.Y Terdapat banyak kegunaan Gypsum bagi masyarakat.


2.Y Gypsum mempunyai potensi bahaya radiasi karena mengandung unsur-unsur radioaktif
alam dan berperan sebagai penghasil gas radon yang dapat menaikkan tingkat radiasi
alam di lingkungan dan berdampak pada kesehatan tubuh manusia.
3.Y Kandungan radioaktivitas alam pada bahan bangunan Gypsum berupa U-238 dan Th-232
beserta anak-anak luruhnya seperti U-234 (0,197 ± 4%) kBq/kg, Ra-226 (17,382 ± 4%)
kBq/kg, Pb-210 (5,926 ± 4%) kBq/kg, Po-210 (1,269 ± 4%) kBq/kg, Ra-228 (0,052 ±
4%) kBq/kg, Ac-228 (0,709 ± 4%) kBq/kg dan Th-228 (0,752 ± 4%) kBq/kg.
4.Y Radon dapat menyebabkan kanker paru-paru karena radon akan mengendap pada paru-
paru dan mengakibatkan kanker paru-paru.
5.Y Pemanfaatan sirkulasi udara yang lancar, menggunakan kipas angin, menambal celah
lantai yang berlubang, penghisapan udara untuk ruang bawah tanah, atau menempel
lantai dan dinding dengan bahan karpet dalam bangunan dapat mengurangi dampak
radiologis bahaya radiasi yang diakibatkan oleh Gypsum karena dapat mengurangi
konsentrasi radon di dalam ruangan.
6.Y Apabila ingin membuat ornamen rumah atau tembok dengan bahan Gypsum usahakan
untuk memakai masker agar radon tidak terhirup masuk.

  

1.Y Sebaiknya pemakaian Gypsum di kurangi karena dapat mengakibatkan penyakit


pernafasan seperti kanker paru-paru.
2.Y Lebih baik kembali ke alam memakai kayu sebagai langit-langit maupun dinding rumah,
apabila tidak memungkinkan memakai kayu dan memilih memakai Gypsum buatlah
sirkulasi udara yang baik agar partikel-partikel berbahaya yang terdapat pada Gypsum
bisa keluar dari ruangan dengan mudah.
3.Y Lebih mensosialisasikan efek samping dari Gypsum agar masyarakat dapat
mempertimbangkan lagi apabila ingin menggunakan Gypsum.

=    
    
    

    
 
!
" #