Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Pengorganisasian tanggung jawab dan wewenang jabatan dalam Unit
Radiodiagnostik Imaging dan Radiologi Intervensional, merupakan salah satu unit
penunjang medis, yang merupakan bagian terpisahkan dari sistem organisasi rumah
sakit dan berada di bawah struktural jabatan Penunjang Medik.
Proses pengorganisasian struktur dan wewenang jabatan di Instalasi Radiologi
dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan didalam pendelegasian tugas, wewenang
dan pengontrolan kinerja di Instalasi Radiologi dan selain itu juga akan
menggambarkan identitas Instalasi Radiologi itu sendiri. Namun, selain proses
pengorganisasian struktur dan wewenang jabatan maka uraian tugas, tata hubungan
kerja, dan metode pelaporan juga merupakan hal yang harus dilakukan, karena dengan
uraian tugas, tata hubungan kerja dan metode pelaporan yang jelas sehingga akan
dihasilkan suatu sistem pelayanan yang sistematis.

2. Ruang Lingkup
a. Pengorganisasian Pelayanan Unit Radiodiagnostik Imaging dan Radiologi
Intervensional
1) Tata hubungan kerja
2) Metode pelaporan
b. Uraian Tugas dan tanggung jawab
1) Pendelegasian wewenang
2) Uraian Tugas dan tanggung jawab
3. Tujuan
a. Tujuan Umum
1) Menggambarkan identitas Unit Radiologi Diagnostik Imaging
Terintegrasi
2) Terwujudnya suatu pelayanan yang sistematis, akurat, efisien dan
efektif
3) Meningkatkan mutu pelayanan Unit Pelayanan Radiologi Diagnostik
Imaging Terintegrasi
b. Tujuan Khusus
1) Memudahkan didalam pendelegasian tugas
2) Memudahkan pengontrolan kinerja di Unit Radiologi
3) Menetapkan tugas, wewenang dan tanggung jawab di Unit Radiologi
4. Landasan Hukum
Pedoman Pengorganisasian di Unit Radiologi dibuat dengan merujuk kepada
peraturan Perundang – Undangan yang berlaku seperti:
a. UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
b. UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan
c. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
d. UU No. 36 tahun tentang Tenaga Kesehatan
e. Kepmenkes RI No.1045 tahun 2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit
Umum
f. Kepmenkes RI No. 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
g. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
780/MENKES/PER/2008 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi.
h. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang Standar Pelayanan Radiologi Diagnostik
disarana Pelayanan Kesehatan.
i. Permenkes RI No. 290 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
j. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
1144/MENKES/PER/XII/2007 tentang Tata Kerja Kementerian Kesehatan.
k. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No.2 tahun 2012 tentang Pembentukan
Rumah Sakit umum Daerah Cileungsi Kelas C
l. Keputusan Bupati Bogor Nomor 900/168/Kpts/Per-UU/2014 tentang
Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi Kelas C Sebagai Satuan
perangakat Daerah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah Secara Penuh.
BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah Rumah Sakit

Kehadiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi yang


pengoperasiannya telah diresmikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada
tanggal 25 Mei 2012, merupakan layanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten
Bogor Sebagai Rumah Sakit Tipe C berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI No:
HK.03.05/1/627/12.

RSUD Cileungsi yang berlokasi di Jalan Raya Cileungsi Jonggol Km. 10


merupakan salah satu layanan kesehatan yang tersedia bagi masyarakat sekitar daerah
Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tanjung Sari di Kabupaten Bogor.

Dengan kapasitas 110 tempat tidur yang tersedia saat ini, dan ditunjang
fasilitas memadai, seperti 12 pelayanan spesialistik, yang didukung oleh 359 tenaga
profesional, baik tenaga medis maupun tenaga non medis, antara lain hadirnya 18
Dokter Spesialis, 3 Dokter Gigi, 17 Dokter Umum, 98 Perawat dan 24 Bidan, serta
sejumlah tenaga non medis, juga tenaga struktural dan tenaga penunjang.

RSUD Cileungsi secara terus menerus melakukan berbagai pengembangan


dalam penyelengaraan pelayanan kesehatan yang desesuaikan dengan master plan
maupun Rencana Bisnis Strategi.

B. Fasilitas
1. Fasilitas Pelayanan Medis
Contoh :
a. Rawat Jalan
Beberapa Poliklinik yang tersedia yaitu:
1) Poliklinik Umum
2) Poliklinik gigi dan mulut,
3) Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24jam/hari
4) Poliklinik Spesialis, terdiri dari:
 Poliklinik Penyakit Dalam
 Poliklinik Penyakit Paru
 Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin
 Poliklinik Anak
 Polikilinik Syaraf
 Poliklinik Kebidanan
 Poliklinik THT
 Poloklinik Bedah
 Poliklinik Rehabilitasi Medik
 Polkilinik Mata
b. Rawat Inap
Fasilitas Rawat Inap terdiri dari:
Kantor Perawatan Dewasa, terbagi menjadi 2 bagian, terdiri dari:
1. Kamar Perawatan Umum, yaitu:
 VIP
 Kelas I
 Kelas II
 Kelas III
2. Kamar Perawatan Khusus, yaitu:
 Ruang Perawatan HCU
 Kamar Operasi
3. Kamar Perawatan Anak, terbagi menjadi 1 bagian, terdiri dari:
4 Kamar Perawatan Umum, yaitu:
 Kelas I
 Kelas II
 Kelas III

C. Fasilitas Pelayanan Penunjang Medis


Jenis pelayanan penunjang medis yang tersedia, terdiri dari:
1. Laboratorium
2. Radiologi
3. Instalasi Farmasi
4. Fisioterapi
BAB III

VISI, MISI, NILAI RUMAH SAKIT

A. Visi Rumah Sakit


“ TERWUJUDNYA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN YANG BERMUTU
DAN TERJANGKAU”

B. Misi Rumah Sakit


Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan berberapa misi sebagai berikut :
1. Mengoptimalkan layanan kesehatan sesuai standar RS,
2. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM Rumah Sakit,
3. Meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pelayanan Rumah Sakit,
4. Menerapkan management yang terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan.

C. Motto Rumah Sakit


“ KAMI ADA UNTUK KESEHATAN ANDA”

D. Nilai – Nilai Rumah Sakit


1. Ramah
2. Disiplin
3. Komitmen
4. Sabar
5. Rapih
6. Adil
7. Cekatan
8. Responsif
9. Transparan
10. Informatif

E. Visi Radiologi :
Mewujudkan radiologi unggulan di kabupaten Bogor.

F. Misi Radiologi :
1. Memiliki SDM yang mengikuti perkembangan ilmu kemajuan teknologi
2. Memiliki sarana lengkap dan modalitas imejing yang canggih
3. Memiliki tenaga profesional, handal dan memadai
BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RSUD CILEUNGSI

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau rumah sakit dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan di inginkan. Struktur Organisasi
menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang suatu dengan yang
lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi.

Berikut adalah struktur organisasi RSUD Cileungsi :


BAB V

STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA RADIOLOGI

Berikut gambarkan dan struktur organisasi dari Unit Radiologi :

Kepala Instalasi
Radiologi

Koordinator
Radiologi

Radiografer Petugas Petugas PPR Perawat


Administrasi Kamar Gelap

Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab
Konvensional Dental/Panoramik CT. SCAN USG CR/Automatic
Processing

A. URAIAN JABATAN

Uraian jabatan mencakup uraian pekerjaan, tugas, wewenang dan tanggung jawab
yang melekat pada suatu jabatan untuk dilaksanakan oleh pejabat yang melakukan tugas
tersebut agar jelas dan mudah dipahami agar pejabat yang bersangkutan mengetahui
tanggung jawab, wewenang dan standar kompetensi yang harus dicapainya. Uraian jabatan
juga memuat dan menggambarkan spesifikasi pekerjaan yang menjadi dasar penentuan syarat
jabatan atau standar kualifikasi orang yang menduduki jabatan tersebut.

Beberapa istilah yang sering muncul dalam uraian jabatan :

1. Tanggung Jawab (responsibility): kewajiban untuk memastikan bahwa tugas yang


dikerjakannya telah dijalankan dengan baik sesuai dengan tujuan/sasaran yang
ditetapkan.
2. Wewenang (authority): hak dan kewenangan yang melekat pada seseorang karena
jabatan yang dipangkunya, baik untuk menerbitkan keputusan dan kebijakan maupun
untuk penugasan staf dan penggunaan anggaran dalm organisasi.
3. Kompetensi : Kecakapan, kemampuan, persyaratan yang harus dimiliki oleh masing-
masing pemangku jabatan.
Berikut uraian jabatan yang ada di Instalasi Radiologi :
1. Kepala Instalasi Radiologi

SEBUTAN JABATAN Kepala Instalasi


1. Merencanakan dan menyusun program
kerja dan anggaran tahunan yang
meliputi utilisasi optimal seluruh
prasarana, sarana, dan sumber daya
manusia.
2. Merencanakan pengembangan
TANGGUNG JAWAB prasarana, sarana, dan pembinaan
sumber daya manusia agar mampu
menerapkan teknologi – teknologi
mutakhir dengan menjunjung tinggi
profesionalisme dan layanan prima
terhadap para pasien serta para ahli dari
displin ilmu kedokteran lain.
3. Mengawasi dan melakukan evaluasi
seluruh kegiatan operasional, untuk
kemudian melakukan perbaikan dan
penyempurnaan yang
berkesinambungan.
4. Membicarakan pengembangan instalasi
radiologi kepada pihak manajemen agar
dapat ditindaklanjuti, berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan yang
mengutamakan efektifitas, efesiensi,
dan produktivitas kerja.
5. Menjamin kelancaran penyelenggaraan
operasional Instalasi Radiologi.
6. Menciptakan suasana dan etos kerja
yang kondusif sehingga tercapai
produktivitas kerja yang efektif, efesien
dan maksimal.
7. Mengusahakan selalu tercapainya
layanan prima terhadap para pasien,
pelanggan, serta kepuasan pekerja di
Instalasi Radiologi.
8. Bertanggung jawab untuk pengawasan
administrasi radiologi secara
keseluruhan, program kontrol mutu, dan
menjamin pelaksanaannya berjalan
baik.
9. Bertanggung jawab untuk
merekomendasikan dan menetapkan
pelayanan radiologi rujukan dan
menjamin pelaksanaannya berjalan
dengan baik.
10. Melakukan pemantauan dan review
semua pelayanan radiologi diagnostik.

WEWENANG 1. Pengawasan : Mengkoordinasi,


mengawasi dan melakukan evaluasi
seluruh kegiatan operasional, untuk
kemudian melakukan perbaikan,
peningkatan mutu dan penyempurnaan
yang berkesinambungan serta
penetapan sanksi pelanggar peraturan
perusahaan.
2. Jasa : Penandatanganan yang
menyangkut permintaan perintah kerja.
3. Peralatan : Penetapan jenis, jumlah dan
kualitas kebutuhan Instalasi Radiologi.
4. Administratif : Tertib administrasi di
Instalasi Radiologi.

KOMPETENSI
1. Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi, memiliki STR
2. Pelatihan Penyegaran Ilmu Radiologi
3. Pengalaman Masa kerja minimal 1 tahun bekerja di
radiologi

2. Koordinator

SEBUTAN JABATAN Koordinator


TANGGUNG JAWAB 1. Membantu Ka. Instalasi Radiologi
membuat rencana kerja meliputi
kebutuhan tenaga, barang modal dan
barang habis pakai.
2. Merencanakan pelatihan internal dan
eksternal radiografer, administrasi dan
perawat.
3. Mengatur rotasi, dan tugas-tugas
radiografer dan administrasi baik pada
jam kerja maupun diluar jam kerja.
4. Membuat permintaan kebutuhan
material untuk barang-barang habis
pakai, sesuai dengan yang telah
dianggarkan dan mengontrol persediaan
di Radiologi untuk kelancaran
pelayanan.
5. Memantau dan membimbing
radiografer, administrasi dan perawat
dalam melakukan tugas sehari –hari.
6. Mengawasi pemeliharaan ruangan-
ruangan, pelaksanaan service dan
maintenance alat-alat radiologi, serta
meneruskan laporan kerusakan dari
radiografer kebagian teknik.
7. Melaporkan kegiatan administrasi
berupa laporan bulanan, jumlah
kunjungan dan jenis pemeriksaan ke
Kepala Instalasi.
8. Mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas radiografer,
administrasi dan perawat radiologi serta
memberikan masukan berupa usulan
kepada Ka. Instalasi tentang
pelaksanaan tugas-tugas untuk
meningkatkan mutu layanan radiologi.
9. Melaporkan setiap kegiatan operasional
Instalasi Radiologi secar berkala ke
Bidang Penunjang Medis.

WEWENANG 1. Pengawasan: Mengatur dan mengawasi


tugas-tugas radiografer , administrasi
dan keperawatan.
2. Jasa : Penandatanganan yang
menyangkut permintaan perintah kerja.
3. Peralatan : Memastikan peralatan
radiologi siap pakai, menyiapkan data
jenis dan jumlah kebutuhan Instalasi
Rdiologi
4. Administratif : Tertib administrasi di
Instalasi Radiologi.

KOMPETENSI
1. Pendidikan Minimal D-III Radiologi, memiliki STR
2. Pelatihan Pelatihan teknik radiologi
3. Pengalaman Masa kerja minimal 5 tahun

3. Radiografer

SEBUTAN JABATAN Radiografer


TANGGUNG JAWAB 1. Mempersiapkan pasien, obat-obatan dan
peralatan untuk pemeriksaan dan
pembuatan foto radiologi.
2. Memposisikan pasien sesuai teknik
pemeriksaan.
3. Mengoperasionalkan peraltan radiologi
sesuai SOP. Khusus untuk pemeriksaan
kontras dan fluoroskopi pemeriksaan
dikerjakan bersama dokter spesialis
radiologi.
4. Melakukan tindakan processing film
pencetakan film (kamar gelap dan work
station).
5. Memberikan proteksi terhadap pasien,
dirinya sendiri dan masyarakat di sekitar
ruang pesawat sinar-X.
6. Menerapkan teknik dan prosedur yang
tepat untuk meminimalkan paparan yang
diterima pasien sesuai kebutuhan.
7. Merawat dan memelihara alat
pemeriksaan radiologi secara rutin.

WEWENANG 1. Berwenang dalam melakukan


pemeriksaan pasien secara radiografi.
2. Menjamin terlaksananya
penyelenggaraan pelayanan kesehatan
radiologi.
3. Berwenang dalam menjaga akurasi dan
keamanan proteksi radiasi.
4. Berwenang dalam melakukan jaminan
mutu peralatan radiografi.

KOMPETENSI
1. Pendidikan D-III Radiologi, memiliki STR
2. Pelatihan -
3. Pengalaman -

4. Perawat

SEBUTAN JABATAN Perawat


TANGGUNG JAWAB 1. Mempersiapkan pasien dan peralatan yang
dibutuhkan untuk pemeriksaan radiologi
2. Membantu dokter dalam pemasangan alat-
alat pemeriksaan dengan bahan kontras
3. Membersihkan dan melakukan sterilisasi
alat
4. Bertanggung jawab atas keutuhan dan
kelengkapan alat

WEWENANG Melakukan asuhan keperawatan di radiologi

KOMPETENSI
1. Pendidikan D-III Keperawatan, memiliki SIP

2. Pelatihan BTCLS
3. Pengalaman -
5. Petugas Proteksi Radiasi

SEBUTAN JABATAN Petugas Proteksi Radiasi (PPR)


TANGGUNG JAWAB 1. Membuat program proteksi radiasi
2. Memantau aspek operasional program
proteksi radiasi dan keselamatan
radiasi
3. Memastikan ketersediaan dan
kelayakan perlengkapan proteksi
radiasi dan memantau pemakaiannya.
4. Meninjau secara sistematik dan
periodic program pemantauan disemua
tempat dimana pesawat Sinar-X
digunakan.
5. Memberikan konsultasi yang terkait
dengan proteksi dan keselamatan
radiasi.
6. Berpartisipasi dalam mendesain
fasilitas radiologi.
7. Memelihara rekaman.
8. Mengidentifikasi kebutuhan dan
mengorganisasi kegiatan pelatihan.
9. Melaksanakan latihan penanggulangan
dan pencarian keterangan dalam hal
kedaruratan.
10. Melaporkan kepada Pemegang Ijin
setiap kejadian kegagalan operasi yang
berpotensi kecelakaan radiasi.
11. Mnyiapkan laporan tertulis mengenai
pelaksanaan program proteksi radiasi
dan verifikasi keselamatan yang
diketahui oleh Pemegang Ijin untuk
dialporkan kepada Kepala BAPETEN.
12. Melakukan inventarisasi zat radioaktif.

13. Mengambil tindakan yang menjamin


agar tingkat penyinaran serendah
mungkin dan tidak akan pernah
mencapai batas tertinggi yang berlaku
radiasi secara mandiri.
14. Mencegah kehadiran orang lain yang
tidak berkepentingan ke dalam daerah
pengendalian radiasi.
15. Memastikan pemeriksaan kesehatan
bagi pekerja radiasi dan melaksanakan
pemonitoran radiasi.
16. Menyelenggarakan dokumentasi dan
invetarisasi yang berhubungan dengan
proteksi radiasi radiasi secara mandiri.
WEWENANG Petugas Proteksi Radiasi mempunyai
wewenang untuk menjamin keselamatan, baik
pekerja, pasien dan lingkungan dari bahaya
radiasi serta mengawasi pemanfaatannya.
KOMPETENSI
1. Pendidikan Minimal D-III radiologi
2. Pelatihan Pelatihan Proteksi Radiasi, memiliki SIB
3. Pengalaman -

6.Petugas Administrasi

SEBUTAN JABATAN Petugas Administrasi


TANGUNG JAWAB 1. Melakukan pencatatan.
2. Melakukan pelaporan kegiatan
pemeriksaan yang dilakukan di
Instalasi radiologi.
3. Bertanggung jawab atas hasil
pencatatan dan pelaporan yang
dikeluarkan.
WEWENANG Mempunyai wewenang untuk melakukan
proses rekaman data yang diperlukan dalam
rangka tanggung jawabnya melakukan
pencatatan dan pelaporan.
KOMPETENSI
1. Pendidikan Minimal SMU/sederajat
2. Pelatihan -
3. Pengalaman -

7. Petugas Kamar Gelap

SEBUTAN JABATAN Petugas Kamar Gelap


TANGUNG JAWAB 1. Menyiapkan kaset, film dan
perlengkapan lainnya.
2. Melakukan pemrosesan film.
3. Mengganti cairan processing (untuk
automatic processing).
4. Melakukan rekaman data pasien (untuk
pengoperasian CR)
5. Bertanggung jawab terhadap
kebersihan ruang kamar gelap.

WEWENANG Mempunyai wewenang untuk


menginventarisir peralatan di kamar gelap dan
kesediaan stok film dan processing
KOMPETENSI
1. Pendidikan Minimal SMU/sederajat
2. Pelatihan -
3. Pengalaman -

B. KODE ETIK TENAGA KESEHATAN

1. Kode etik kedokteran


Sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tahun 2012, diuraikan
kode etik kedokteran yang dituangkan dalam pasal-pasal sebagai berikut :
a. Kewajiban Umum
Pasal 1
Setiap dokter wajib menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan
sumpah dan atau janji dokter.
Pasal 2
Seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan keputusan
Professional secara independen,dan mempertahankan perilaku profesional
dalam ukuran yang tertinggi.
Pasal 3
Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh
Dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi.
Pasal 4
Seorang dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat
memuji diri .
Pasal 5
Tiap perbuatan atau nasihat dokter yang mungkin melemahkan daya
tahan psikis maupun fisik, wajib memperoleh persetujuan pasien/
keluarganya dan hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien
tersebut.
Pasal 6
Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan atau
menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum
diuji kebenarannya dan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan
keresahan masyarakat.
Pasal 7
Seorang dokter wajib hanya memberi surat keterangan dan pendapat
yang telah diperiksa sendiri kebenarannya.
Pasal 8
Seorang dokter wajib, dalam setiap praktik medisnya, memberikan
pelayanan secara kompeten dengan kebebasan teknis dan moral
sepenuhnya,disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan
atas martabat manusia.
Pasal 9
Seorang dokter wajib bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien
dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya pada
saat menangani pasien dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter
atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan.
Pasal 10
Seorang dokter wajib menghormati hak-hak- pasien, teman sejawatnya,
dan tenaga kesehatan lainnya, serta wajib menjaga kepercayaan pasien.
Pasal 11
Setiapdokter wajib senantiasa mengingat kewajiban dirinya melindungi
hidup makhluk insani.
Pasal 12
Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter wajib memperhatikan
keseluruhan aspek pelayanan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif), baik fisik maupun psiko-sosial-kultural pasiennya serta
berusaha menjadi pendidik dan pengabdi sejati masyarakat.
Pasal 13
Setiap dokter dalam bekerjasama dengan para pejabat lintas sektoral di
bidang kesehatan, bidang lainnya dan masyarakat, wajib saling
menghormati.
b. Kewajiban dokter terhadap pasien
Pasal 14
Seorang dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan seluruh
keilmuan dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien, yang ketika ia
tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, atas
persetujuan pasien/ keluarganya, ia wajib merujuk pasien kepada dokter
yang mempunyai keahlian untuk itu.
Pasal 15
Setiap dokter wajib memberikan kesempatan pasiennya agar senantiasa
dapat berinteraksi dengan keluarga dan penasihatnya, termasuk dalam
beribadat dan atau penyelesaian masalah pribadi lainnya.
Pasal 16
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang pasien,bahkan jugasetelah pasien itu meninggal dunia.
Pasal 17
Setiapdokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu wujud
tugas peri kemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada oranglain bersedia dan
mampu memberikannya.
c. Kewajiban dokter terhadap teman sejawat
d. Pasal 18
Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri
ingin diperlakukan.
Pasal 19
Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat,
Kecuali dengan persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yang
etis.
e. Kewajiban dokter terhadap diri sendiri
Pasal 20
Setiap dokter wajib selalu memelihara kesehatannya, supaya dapat
bekerja dengan baik.
Pasal 21
Setiap dokter wajib senantiasa mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi kedokteran/ kesehatan.

2. Kode etik radiografer


a. Kewajiban Umum
1. Setiap Anggota Radiografi di dalam melaksanakan pekerjaan profesinya
tidak diizinkan membeda-bedakan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,
jenis kelamin, agama, politik serta status sosial kliennya.
2. Setiap Anggota radiografi didalam melaksanakan pekerjaan profesinya
selalu memakai standar profesi.
3. Setiap Ahli radiografi Indonesia didalam melaksanakan pekerjaan profesi,
tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang dipengaruhi pertimbangan
keuntungan pribadi.
4. Setiap Ahli radiografi Indonesia didalam melaksanakan pekerjaan
profesinya, selalu berpegang teguh pada sumpah jabatan dan kode etik
serta standar profesi Ahli Radiografi.
b. Kewajiban Terhadap profesinya
1. Ahli Radiografi harus menjaga dari menjunjung tinggi nama baik
profesinya.
2. Ahli Radiografi hanya melakukan pekerjaan radiografi, Imejing dan
radioterapi atas permintaan Dokter dengan tidak meninggalkan prosedur
yang telah digariskan.
3. Ahli Radiografi tidak dibenarkan menyuruh orang lain yang bukan Ahlinya
untuk melakukan pekerjaan radiografi, Imejing dan Radioterapi.
4. Ahli Radiografi tidak dibenarkan menentukan diagnosa Radiologi dan
perencanaan dosis Radioterapi.
c. Kewajiban Terhadap Pasien
1. Setiap Anggota radiografi dalam melaksanakan pekerjaan profesinya
senantiasa memelihara suasana dan lingkungan dengan menghayati nilai-
nilai budaya, adat istiadat, agama dari penderita, keluarga penderita dan
masyarakat pada umumnya.
2. Setiap Anggota radiografi dalam melaksanakan pekerjaan profesinya wajib
dengan tulus dan ikhlas terhadap pasien dengan memberikan pelayanan
terbaik terhadapnya. Bila ia tidak mampu atau menemui kesulitan, ia wajib
berkonsultasi dengan teman sejawat yang Ahli atau Ahli lainnya.
3. Setiap Ahli radiografi wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
baik hasil pekerjaan profesinya maupun dari bidang lainnya tentang
keadaan pasien, karena kepercayaan pasien yang telah bersedia dirinya
untuk diperiksa.
4. Setiap Ahli Radiografi wajib melaksanakan aturan kebijakan yang telah
digariskan oleh Pemerintah di dalam bidang kesehatan.
5. Setiap Ahli Radiografi demi kepentingan penderita setiap saat bekerja
sama dengan anggota lain yang terkait dan melaksanakan tugas secara
cepat, tepat dan terhormat serta percaya diri akan kemampuan profesinya.
6. Setiap Ahli Radiografi wajib membangun hubungan kerja yang baik antara
profesinya dengan profesi lainnya demi kepentingan pelayanan terhadap
masyarakat
d. Kewajiban Terhadap Diri Sendiri
1. Setiap Anggota Radiografi harus menjaga kesehatan dan keselamatan
dirinya baik terhadap bahaya radiasi maupun terhadap penyakitnya.
2. Setiap Anggota Radiografi senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan
profesinya baik secara sendiri-sendiri maupun bersama dengan jalan
mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, meningkatkan keterampilan
dan pengalaman yang bermanfaat bagi pelayanan terhadap masyarakat.

3. Kode etik keperawatan


Dalam melaksanakan kewajibannya, keperawatan berpedoman kepada dasar-dasar
seperti tertera di bawah ini :
a. Perawat dan Klien
1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan
martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan
kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan
agama yang dianut serta kedudukan social.
2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara
suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan
kelangsungan hidup beragama dari klien
3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan
asuhan keperawatan
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan
dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh
berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
b. Perawat dan Praktik
1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetisi dibidang keperawatan
melalui belajar terus menerus
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi
disertai kejujuran professional yang menerapkan pengetahuan serta
keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat
dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila
melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada
orang lain
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan selalu menunjukkan perilaku professional
c. Perawat dan Masyarakat
1. Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk
memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi
kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
d. Perawat dan Teman Sejawat
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat
maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian
suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan
kesehatan secara menyeluruh
2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal.
e. Perawat dan Profesi
1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan
pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan
pendidikan keperawatan
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi
keperawatan
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan
memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan
keperawatan yang bermutu tinggi.
BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA

A. Pola Hubungan Kerja

Instalasi Radologi adalah sebagai unit penunjang dan penyelenggara jasa


pelayanan. Mempunyai produk akhir film rontgen dan penjelasan ekspertise medik
terhadap foto rontgen tersebut.
Mengingat keberadaan Instalasi Radiologi sebagai penyelenggara jasa pelayanan
didalam suatu sistem organisasi maka sudah pasti Instalasi Radiologi berinteraksi dengan
unit lainnya yang memiliki peran dan sumbangsih yang berbeda dengan Instalasi
Radiologi, diantaranya ada yang memiliki peran dan logistik, penasihat, pengontrol dan
penilai kinerja pelayanan yang diberikan.

B. Design Tata Hubungan Kerja Instalasi Radiologi

Unit Radiologi merupakan unit penunjang medis yang berhubungan baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan semua unit kerja di Rumah Sakit. Design tata
hubungan kerja Unit Radiologi dengan unit lainnya, adalah sebagai ;
1. Penyelenggara pelayanan Radiodiagnostik berhubungan dengan langsung yaitu
Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat dan pasien dari
rumah sakit lainnya.
2. Pelanggan Internal, yakni Unit radiologi menjadi pengguna jasa internal bagi Unit
Gudang, Unit Farmasi, Bagian Umum, CSSD, Keuangan, Kepegawaian, Kasir,
Admission, Komite Medik dan lainnya.
3. Pelanggan atau Customer Eksternal, yakni unit radiologi menjadi customer eksternal
bagi Vendor atau factory peralatan radiologi dalam perawatan dan pembelian pare
part alat termasuk investor Kerja Sama Operasional (KSO).
C. Pengaturan Tata Hubungan Kerja

Pola hubungan kerja secara tertulis dalam wujud Standar Operasional Prosedur
(SPO), Perjanjian Kerja Sama (PKS) bila ada, Memorandum of Understanding (MoU)
dan lainnya sesuai dengan tata kelola rumah sakit.

Farmasi
Keuangan KSO

Umum IPSRS
INSTALASI
RADIOLOGI
IGD Ranap

Rajal Bid. Medik


BAB VII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIASI PERSONIL

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no.


1040.MENKES.SK/XI/2008, tentang standar pelayanan Radiologi Diagnostik disarana
pelayanan kesehatan, Unit Radiologi memiliki beberapa fungsi jabatan yang ketenagaannya
diuraikan sebagai berikut :
1. Dokter Spesialis Radiologi
2. Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
3. Radiografer
4. Tenaga Perawat
5. Petugas Administrasi
6. Petugas Kamar Gelap
7. Fisikawan Medis

Adapun pola ketenagaan yang terdapat di RSUD Cileungsi adalah sebagai berikut :

Nama Jabatan Pendidikan Sertifikasi Jumlah

Ka. Instalasi Radiologi S-2 STR 1


Spesialis Radiologi S-2 STR 1
Koordinator D-IV CT SCAN STR 1
Radiografer D-III STR 8
Petugas Proteksi Radiasi D-III SIB 1
Perawat D-III STR 1
Petugas Administrasi SLTA - 1
Petugas Kamar Gelap SLTA - 1
Fisikawan Medis S-1 Fisika Medis - 1
BAB VIII

KEGIATAN ORIENTASI

1. Kegiatan Orientasi
Semua karyawan baru di unit radiologi , akan melakukan kegiatan orientasi ,
bertujuan untuk memperkenalkan, membiasakan dan sebagai proses adaptasi terhadap
sistem (kondisi) kerja di unit radiologi bagi karyawan baru. Staf radiologi dan diagnostik
imajing mendapat pendidikan untuk prosedur baru dan bahan berbahaya. Staf radiologi
dan diagnostik imajing diberi orientasi tentang prosedur dan praktek keselamatan.
2. Prosedur kegiatan orientasi karyawan baru antara lain:
a. Mempelajari alur pelayanan unit radiologi.
b. Memperkenalkan semua staf dan ruangan.
c. Pembelajaran tentang VIsi dan Misi RS dan unit radiologi.
d. Mengamati proses pelayanan unit radiologi.
e. Evaluasi hasil orientasi dilakukan bersamaan dengan evaluasi pada masa training.
f. Melaporkan hasil penilaian ke pihak Kepegawaian.

3. Kegiatan orientasi dan masa training karyawan baru.


a. Kegiatan diminggu ke-1

No. Materi Bimbingan Hasil yang diharapkan


1. Orientasi Lingkungan a . Mempelajari denah tiap lantai untuk mengetahui:
RS
- Letak poliklinik
- Letak ruang perawatan dan pembagian kamar
- Letak ruang perawatan emergency
- Letak fisioterapi
- Letak Kamar Operasi, HCU dll
- Ruang perkantoran dan unit pendukung lainnya
b. Memperkenalkan karyawan yang baru tersebut ke
unit keperawatan dan bagian lainnya.
2. Buku Panduan Kerja a. Sasaran keselamatan pasien
b. Pelaporan keselamatan pasien
c. Alat pelindung diri
d. Manajemen keamanan
e. Manajemen material berbahaya
f. Manajemen siaga bencana
g. Fire/ life safety
h. Manajemen peralatan medis
i. Utility manajemen
j. Pengendalian infeksi
k. Hak – hak dan tanggung jawab pasien dan keluarga
pasien
l. Hak dan tanggung jawab Rumah sakit
m. Hak dan kewajiban staff
3. Mempelajari pedoman a. Mempelajari Visi, Misi, motto dan nilai-nilai Rumah
dan pengorganisasian Sakit
unit Radiologi b. Mempelajari Visi, Misi Instalasi Radiologi
c. Mengetahui standar pelayanan, ketenagaan, logistik
d. Mengetahui kebijakan Rumah Sakit dan Radiologi
4. Mempelajari alur Mampu mengarahkan pasien untuk mendapatkan
pelayanan pasien pelayanan yang diinginkan.
Radiologi
5. Training alat Radiologi a. Mengetahui peralatan yang dimiliki Instalasi
Radiologi.
b. Mampu menggunakan alat-alat Radiologi X-ray,
Fluoroscopy, panoramic, mobile unit, dll
6. Mempelajari proses Mampu melakukan registrasi pasien rawat jalan.
penerimaan pasien rawat
jalan
7. Mengenal proses rawat Mengetahui alur rawat inap dan mampu melakukan
inap registrasi pasien rawat inap.
8. SPO Unit Radiologi a. Mampu memahami SPO Unit Radiologi yang
terkait standar operasional pemeriksaan X-ray
konvensional, CT Scan, Panoramic, USG, dll.
b. Mampu memahami standar operasional keamanan
bagi pasien, petugas dan lingkungan sekitar.
c. Mampu memahami standar operasional alur rawat
jalan, rawat inap dan luar Rumah Sakit.

b. Kegiatan di minggu ke 2

No. Materi Bimbingan Hasil yang diharapkan


1. Evaluasi Pedoman Mampu menyebutkan isi dari pedoman Instalasi
Pelayanan dan Pedoman Rdaiologi melalui wawancara.
Pengorganisasian Unit
Radiologi
2 Evakuasi Buku Mampu menyebutkan isi dari buku Panduan Kerja
Pedoman Panduan Kerja melalui wawancara.
3. Upgrade Mempelajari a. Mampu mengaplikasikan Sistem Informasi Unit
Sistem Informasi Radiologi
Radiologi b. Mampu mengaplikasikan Sistem Billing (cek
tarif dan detail transaksi)
4. Menerapkan SPO a. Mampu melakukan prosedur Pemeriksaan
Pemeriksaan Radiologi Konvesional Non Kontras
b. Mampu melakukan Pemeriksaan Konvesional
Kontras
c. Mampu melakukan Pemeriksaan CT Scan Non
kontras Dasar
d. Mampu melukukan prosedur Pemeriksaan
Konvesional Kontras
c. Kegiatan di minggu ke-3

No. Materi Bimbingan Hasil yang diharapkan


1. Menerapkan SPO a. Mampu melakukan perawatan harian pada alat-
pengguna alat POCT( alat Radiologi.
Point of care b. Mampu menghidupkan alat dan mematikan alat
Technologist) sesuai standar.
c. Mampu mengerjakan pemeriksaan dengan alat-
alat Radiologi sesuai standar.
2. Program Proteksi a. Mampu memahami dan mengaplikasikan
Radiasi dan Program Proteksi Radiasi di Unit Radiologi.
Keselamatan Radiasi b. Mampu menjelaskan Keselamtan Radiasi bagi
pasie, Pekerja Radiasi dan Lingkungan.
c. Mampu menjelaskan teknik meminimalasi
pengulangan pemeriksaan yang disebabkan
kurangnya keterampilan dalam melakukan
pemeriksaan Radiologi.

d. Kegiatan di minggu ke-4

No Materi Bimbingan Hasil yang diharapkan


1. Menjelaskan sasaran a. Mengetahui sasaran mutu Radiologi
mutu unit dan pribadi b. Menegtahui sasaran mutu pribadi
c. Mampu menyebutkan sasaran mutu Radiologi
dan Pribadi
2. Menjelaskan program a. Mengetahui program kontrol mutu peralatan unit
Kontrol Mutu Peralatan Radiologi
Radiologi b. Memahami program kontrol mutu sehingga
dapat menerapkan dalam pekerjaan sehari-hari
3. Menjelaskan program a. Mengetahui program perawatan peralatan
Perawatan Radiologi Radiologi
b. Mampu menyebutkan apa saja program
perawatan peralatan Radiologi
BAB IX
PERTEMUAN RAPAT

1. Pengertian
Pertemuan atau rapat merupakan suatu wadah pertemuan bersama dengan suatu
tujuan untuk evaluasi bersama, menyelesaikan atau mencari solusi bersama mengenai
pemasalahan atau perencanaan yang dihadapi.
2. Tujuan rapat
a. Untuk memecahkan/mencari jalan keluar suatu masalah.
b. Untuk menyampaikan informasi, perintah atau peringatan.
c. Sebagai alat koordinasi antar intern atau antar ekstern.
d. Agar peserta rapat dapat ikut berpatisipasi dalam masalah-masalah yang sedang
terjadi.
e. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan.
f. Menampung semua permasalahan dari para peserta.
g. Keluhan dari pelanggan baik internal maupun internal.
3. Jenis Pertemuan / Rapat
Pertemuan atau rapat yang diikuti dan diselenggarakan oleh Radiologi, dibedakan
menjadi dua bagian, antara lain :
a. Rapat Eksternal
Merupakan rapat yang diselenggarakan dan melibatkan semua unit yang berada
di dalam sistem organisasi, antara lain meliputi :
1) Rapat Rutin, dihadiri oleh Semua Kepala Unit – Kepala Unit, yang terkait
dengan Pelayanan atau perwakilan dan staff. Rapat rutin membahas tentang ;
evaluasi kinerja mutu, masalah dan pemecahannya, evaluasi dan rekomendasi.
2) Rapat Insidentil, Rapat insidentil diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada
masalah atau sesuatu hal perlu dibahas segera.
b. Rapat Internal
Merupakan rapat internal Instalasi Radiologi yang melibatkan semua staff di
instalasi, baik radiogragfer, petugas administrasi, perawat, petugas kamar gelap serta
PPR. Antara lain meliputi ;
1) Rapat bulanan, sebulan sekali atau sesuai kebutuhan dihadiri oleh kepala
instalasi dan atau koordinator radiologi. Membahas tentang permasalahan di
Instalasi radiologi, tindak lanjut dan evaluasi mutu pelayanan.
2) Rapat Insidentil, diadakan apabila ada masalah yang harus segera diselesaikan.
BAB X
PENCATATAN DAN PELAPORAN

1. Pengertian
Pencatatan adalah kegiatan atau proses pendokumentasian aktifitas di radiologi
dalam bentuk tulisan. Pencatatan dilakukan di atas kertas, disket/DVD atau film. Bentuk
catatan dapat berupa tulisan, grafik ataupun gambar.
Pelaporan merupakan proses komunikasi paenyampaian informasi, kondisi, dan
pertanggung-jawaban, bentuk pelaporan itu sendiri dapat berupa lisan ataupun tulisan.
Pelaporan merupakan hal yang penting, karena dengan bentuk pelaporan yang lengkap,
akurat, tepat dan informatif, maka dapat menggambarkan kualitas pelayanan Instalasi
Radiologi yang sesungguhnya.

2. Jenis Pencatatan dan Pelaporan


a. Pencatatan
Pencatatan harian ialah pendokumentasian mengenai data dan kuantitas
pelayanan Instalasi Radiologi yang dicatatkan setiap hari. Misalnya seperti jumlah
pemakaian film, identitas pasien dsb.
b. Laporan
Laporan ialah laporan mengenai kondisi dan kualitas Pelayanan Instalasi
Radiologi yang dilaporkan kurun waktu secara berkala. Antara lain misalnya :
laporan jumlah kunjungan pasien dan laporan jumlah pemeriksaan.

Cileungsi, Januari 2018


Kepala Instalasi Radiologi

dr.Partogi Napitupulu, Sp.Rad


NRP. PTT 1000732
PEDOMAN PENGORGANISASIAN
RADIOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILEUNGSI
Jl. Raya Cileungsi-Jonggol KM.10 Kabupaten Bogor 16820