Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL USAHA

Budidaya tanaman jagung


Seluas 1 Ha

Disusun oleh:
JADIL TANUA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal budidaya jagung Bisi 2 ini
dengan tepat waktu tanpa ada kendala yang berarti.

Proposal ini berisi tentang anggaran-anggaran dana untuk budidaya tanaman jagung, RAB, cash
flow, jadwal kegiatan dan jenis kegiatan serta lainya seperti lampiran yang mendukung
pelaksanaan kelancaran penanaman jagung ini.

Dalam penyusunan proposal ini tak lepas dari bantuan dan dukungan pihak lain oleh karena itu
kami ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bpk. Lahmudi selaku kepala desa saiti


2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal jagung ini.
Proposal ini bersifat fleksibel, penyusun menyadari bahwa proposal ini jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan untuk perbaikan
penyusunan proposal ini.

Saiti, Juli 208

Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Maksud dan Tujuan
A. Mekanisme kerja
B. Teknik Budidaya
BAB III RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
A. waktu dan tempat
B. Alat dan Bahan
C. jadwal kegiatan
BAB IV INVESTASI DAN PERMODALAN
A. RAB (Rencana Anggaran Biaya)
B. Analisa Usaha
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
BAB I
PENDAHULUAN

A. latar Belakang

Tanaman yang menjadi bahan pokok kedua masyarakat Indonesia adalah jagung,
sehingga tanaman Jagung merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan
di Indonesia dan dijadikan sebagai makanan pokok oleh beberapa masyarakat Indonesia
dan masyarakat di dunia selain beras atau padi. Kemudian tanaman jagung juga lebih
mudah penanamannya jika dibandingkan dengan tanaman padi, karena tanaman jagung
tidak terlalu banyak membutuhkan air seperti halnya tanamnan padi, serta tanaman
jagung ini dapat tumbuh di daerah kering sekalipun, dengan syarat masih terdapat
kandungan air walaupun dalam kapasitas yang tidak terlalu banyak.
Namun beberapa petani di Nusantara banyak sekali yang mengeluh dengan
berbagai keterbatasan dan harga pupuk yang semakin hari semakin tinggi, lahan yang
terus dijadikan permukiman industri dan pabrik, sehingga lahan untuk usaha budidaya
tanaman jagung ini kurang maksimal, serta harga jual yang tidak sebanding dengan
permodalan; dan akhirnya para petani menderita kerugian.

Upaya Pemerintah terus dilakukan Dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan dan
meningkatkan swasembada pangan (khususnya tanaman jagung), maka pemerintah
berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, diantaranya adalah dengan
ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian.
Ekstensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian secara kualitas dan
kuantitas dengan pembukaan lahan baru atau menambah lahan pertanian yang sudah
ada.
Sedangkan yang dinamakan intensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi
pertanian dengan cara tanpa melakukan penambahan atau perluasan lahan pertanian,
namun dengan mengoptimalkan lahan yang ada sekalipun dilahan yang sempit.

B. Maksud dan Tujuan


Adapun Maksud dan Tujuan dari penyusunan dari proposal usaha tanaman
jagung ini adalah sebagai berikut :
 Memanfaatkan lahan yang masih terbuka
 Menambah Penghasilan (pokok ataupun tambahan)
 Karena jagung bagian dari salah satu makanan pokok (pangan) dan sumber
karbohidrat utama pengganti beras
 Membuka peluang usaha dengan prosfek yang cukup menjanjikan
 Meningkatkan kualitas dan kuantitas Pertanian indonesia khususnya di bidang
pangan
 Menambah wawasan tentang usaha budidaya tanaman jagung
BAB II
STRATEGI PELAKSANAAN

A. Mekanisme Kerja
Kami sebagai penanggung jawab dan ditambah beberapa pekerja sebagai pekerja
pembantu.
B. Teknik budidaya
a. Syarat Tumbuh
Mendapatkan penyinaran matahari penuh
Menghendaki suhu optimum 21 º -34 º C
Menghendaki tanah yang gembur,subur,berdrainase baik dengan PH 5,6-7,2
Membutuhkan air yang cukup
b. Penanaman
I. Waktu Tanam
Waktu penanaman dengan dua cara ini adalah disesuaikan dengan
ketersediaan air yang cukup. Jika disawah irigasi jagung biasanya ditanam pada
musim kemarau,namun jika memanfaatkan sistim tadah hujan biasanya ditanam
pada musim hujan. Dilahan kering , jagung di tanam pada awal musim hujan dan
akhir musim hujan .
2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk memberikan kondisi menguntungkan
bagi pertumbuhan akar, melalui pengolahan tanah. Adapun langkah-langkahnya
adalah:

 Tanah diolah dalam kondisi lembab,tetapi tidak terlalu basah


 Tanah yang sudah gembur hnya diolah secara minimum,yaitu hanya pada
calon tempat barisan tanaman. Pada daerah ini tanah dicangkul sedalam 15cm
lalu diratakan.
 Tanah yang keras perlu di bajak
 Setelah tanah di bajak, setiap 3cm di buat saluran drainase sepanjang barisan
tanaman. Lebar saluran 25-30cm dengan ke dalaman 20cm.

c. Jarak Tanam
Jarak tanam= 25cm X 75cm (1 benih/lubang) dengan umur panen 80-100
hari
d. Membuat Lubang Tanam
Tahap-tahap pembutan lubang tanam:
1. Mengambil 2 tali ± 10m. setiap jarak antar barisan di beri tali dan di letakkan
terbentang dari ujung hingga ujung.
2. Mengambil tali yang satu dan letakkan di sebelahnya
3. Kemudian membuat lubang sedalam 10-15cm
4. Apabila sudah selesai tali di geser
e. Penanaman
Penanaman di lakukan bersamaan dengan pemberian pupuk. Jadi setelah di buat
lubang kemudian benih di masukkan kedalam lubang tadi kemudian diberi pupuk dan
di tutup dengan tanah.
f. Penyulaman
Penyulaman di lakukan jika ada tanaman yang mati, kemudian diganti
dengan benih yang baru yang lebih segar.
g. Penyiangan dan pembumbunan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman
pengganggu (gulma) agar pertumbuhan lebih optimal.
Pembumbunan di lakukan agar tanaman tidak roboh saat terkena
hujan.pembumbunan dilakukan juga setelah pemupukan ke-2 dan ke-3 dengan tujuan
untun memetikan gulma,perbaikan pori-pori tanah,dan merangsang pertumbuhan akar
baru.
h. Pemupukan
Dosis yang di butuhkan tergantung pada kondisi setempat tapi pupuk yang
bisa di gunakan adalah urea, SP36, KCl.
i. Pengairan
Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi lahan dan curah hujan. Waktu
pengairan biasanya dilakukan kurang lebih 10 hari sekali dengan cara mengalirkan
pada larikan dan secepatnya ibuang dan dipastikan tidak ada yang
menggenanng.pengairan dihentikan 10 hari sebelum panen. Pengairan dilahan darat
bisa dilakukan dengan pompa air. Pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan
irigasi sumur dangkal.
j. Panen
Waktu panen yaitu setelah 80-100 hari maka jagung yang sudah berisi sudah siap
untuk di panen.
Tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat:

 Masak susu
Biji jagung mulai terisioleh zat pati,biji belum menunjukan kekerasanya
sehingga kalau ditekan akan keluar cairan putih seperti susu
 Masak lunak
Keadaan biji mulai agak keras dan mudah di pecahkan.ciri-cirinya yaitu:
ujung daun bagian bawah mulai nampai kering,pada tingkatan ini jagung sering di
panen untuk rebus atau sayur.
 Masak Tua
Warna kulit biji mengkilap dan terang ,biji sudah keras,sebagian besar
tanaman sudah mongering
 Masak Kering
Semua bagian tanaman telah kering dan mati,biji sangat keras dan kering
bahkan Nampak mulai berkerut.
Ciri tanaman jagung siap panen: umur tanaman jagung telah maksimal,kadar air
dalam biji antara 30-35%,daun telah menguning bahkan sebagian besar tanaman
mulai kering,klobot sudah berwarna coklat,rambut berwarna hitam dan
kering,apabila bungkus dibuka biji terlihat mengkilat dan keras

k. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk mematangkan buah, biasanya setelah
pemangkasan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan atau pengelupasan kulit
jagung agar jagung dapat kering dan masak sempurna
l. Pengendalian HPT
Hama dan penyakit sering kali menyebabkan pertumbuhan tanaman
terganggu. Hama disebabkan oleh hewan kelas rendah sampai kelas tinggi dan
penyakit disebabkan oleh bakteri dan jamur.
Hama yng sering menyerang tanaman jagung antara lain:
1. Lalat Bibit (antherigona exigua stein)
Menyerang tanaman yang masih muda umur 7 hari atau bibit(jumlah daun 2-3
helai). Telur lalat bibit berwarna putih bentuknya lonjong,larva membuat jalan
menuju titik tumbuh dan memekan pucuk daun bagan pangkal sebelah bawah.
Akibat serangan:
 Pertumbuhan tanaman terhambat
 Pucuk daun layu dan warna daun kekuning-kuningandisekiar
 bagian yang terserang mengalami pembusukan.
Cara Pengendalian :
pergiliran tanaman
menjaga kebersihan disekitar areal penanaman
disemprot dengan insektisida

2. Ulat Tanah
Larva aktif pada malam hari,untuk mencari makan dengan menggigit pangkal
batang. Pangkal batang yang digigit akan mudah patah dan mati. Disamping menggigit
pangkal batang,larva yang baru menetas,sehari kemudian juga menggigit permukaan
daun. Ulat tanah sangat cepat pergerakanya dan apat menempuh jarak puluhan meter
seekor lrva dapat merusak ratusan tanaman muda.

3. Ulat Grayak (spodopthera litura)


Larva yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis
bagian atas, transparan dan tinggal tulang daun daun saja. Larva instarlanjut merusak
tulang daun,biasanya larva berada dibawah permukaan daun
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu dan Tempat


Waktu penanaman pada bulan Juli - Oktober pada awal musim hujan.
Tempat budidaya adalah di lahan Desa Binohu, Kec. Nuhon Kab. Banggai

B. Alat Dan Bahan


Benih jagung
Pupuk urea
Pupuk SP36
Pupuk NPK
Cangkul
Sabit
 karung
Areal Perkebunan
BAB IV
PERMODALAN dan ANALISA FINANSIAL

A. RAB ( Rencana Anggaran Biaya)

NO URAIAN VOLUME HARGA TOTAL Keterangan


(M2, kg, SATUAN HARGA
botol, ton, (Rp) (Rp)
batang,
gulung,
HOK)

II. Variable Cost 8,3 56.000 464.000


1. Benih 341 2.000 683.000
2. Pupuk 298 2.500 747.000
 Urea 213 2.500 534.000
 SP-36 50 20.000 1.000.000
 KCL 10 20.000 200.000
3. Tenaga kerja 10 20.000 200.000
 Persiapan lahan 10 20.000 200.000
 Tanam+sulam 20 20.000 400.000
 Pemupukan
 Pengendalian OPT
 Panen dan PLP
Variable Cost 4.428.000

III. TOTAL COST 8.694.000

IV. Perhitungan
1. Perkiraan penerimaan 6826 3000 20.479.000
2. Perkiraan keuntungan 11.785.000
3. Perkiraan R/C 2,35

B.ANALISA USAHA
Usaha budidaya jagung seluas 1 Ha Dengan data:
1) Tara kebun :20%
Jarak tanam :25 cm X 75 cm
Umur panen :80-100 hari
2) Biaya kebutuhan benih
Kebutuhan Benih :∑ populasi X 110%(10% penyulaman )
∑ populasi :
Luas lahan :lahan efektif + Tara Kebun
∑ populasi : = =42.666 tanaman
Kebutuhan benih : ∑ populasi X 110%
=42.666 tanaman X 110%
=46.932,6 tanaman
= 46.933 tanaman
Kebutuhan benih :1kg= 5.640 benih
46.933 benih = 8,3 kg benih
Biaya kebutuhan benih:8,3 kg X Rp. 56.000,-/kg
=Rp. 464.800,-
3) Kebutuhan pupuk
 Pupuk urea
Dosis = 8gr/tan =0,008kg/tan
Kebutuhan pupuk = 42.666 tan X 0,008 kg/tan
= 341,328 kg
Biaya kebutuhan = 341,328 kg X Rp. 2.000,-/kg
= Rp. 682.656,-
= Rp. 683.000,-
 Pupuk SP36
Dosis = 7gr/tan = 0,007 kg/tan
Kebutuhan pupuk = 42.666 tan X 0,007 kg/tan
= 298.662 kg
Biaya =298.662 kg X Rp. 2.500,-/kg
=Rp. 746.655,-
=Rp. 767.000,-
 Pupuk KCL
Dosis 5gr/tan = 0,005 kg/tan
Kebutuhan pupuk = 42.666 tan X 0,005 kg/tan
= 213,333 kg
Biaya =213,333 kg X Rp. 2.500,-/kg
=Rp. 533.325,-
= Rp. 534.000,-
4) Biaya upah tenaga kerja
a) Persiapan lahan
Upah = Rp. 20.000/HOK
=50HOK X Rp. 20.000,-/HOK
= Rp. 1.000.000,-
b) Tanam dan nyulam
Upah = Rp. 20.000/HOK
=10HOK X Rp. 20.000,-/HOK
= Rp. 200.000,-
c) Memupuk
Upah = Rp. 20.000/HOK
=10HOK X Rp. 20.000,-/HOK
= Rp. 200.000,-
d) Pengendalian HPT
Upah = Rp. 20.000/HOK
=10HOK X Rp. 20.000,-/HOK
= Rp. 200.000,-
e) Panen Dan PLP
Upah = Rp. 20.000/HOK
=20HOK X Rp. 20.000,-/HOK
= Rp. 400.000,-
5) Biaya Peralatan
Cangkul = = Rp. 25.000,-
Sabit = = Rp. 100.000,-
Sprayer = = Rp.15,666,- = Rp. 16.000,-

Harga
alat jumlah penyusutan Total
Cangkul 2 buah Rp.25.000,- Rp.50.000,-
Sabit 1 buah Rp.1000.000,- Rp.100.000,-
Karung 50 buah Rp.2.000,- Rp.100.000,-
sprayer 1 buah Rp.16.000,- Rp.16.000,-
jumlah Rp.266.000,-
BAB V

PENUTUP

Demikianlah Proposal ini kami susun seadanya, semoga bisa menjadi


pertimbangan Ibu untuk bisa merealisasikan apa yang telah menjadi harapan kami demi
meningkatkan kualitas dan kuantitas Pertanian Indonesia khusunya di bidang Pangan
termasuk Tanaman Jagung di dalamnya.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Wassalaamualaikum Wr.Wb
Lampiran 1

SUSUNAN KEPENGURUSAN KELOMPOK TANI “JAGUNG BISI 2”

Ketua : Jadil Tanua


Wakil Ketua : Slamet
Sekretaris : Andi

Koordinator
a. Lapangan : Sastro

b. Humas : Jadil

Mengetahui :
Ketua Kelompok “Jagung Bisi 2” Kepala Desa Saiti

JADIL TANUA LAHMUDI


Lampiran 2

Penyumbang dana: