Anda di halaman 1dari 4

TEORI ANALISIS – Gravimetri

APTJanuari 2014 - 2015

GRAVIMETRI
(checked by Indri. A& Nabila)
(Rechecked by felita)

GRAVIMETRI
Analisis gravimetri atau yang disebut juga dengan analisis kuantitatif dengan berat merupakan suatu proses
pengisolasian dan penimbangan suatu unsur (elemen) atau suatu senyawa pasti (definite compound) dari suatu
unsur dalam bentuk yang paling murni(Vogel’s Textbook of Quantitative Chemical Analysis 5th Ed, hal 417)
Suatu unsur ataupun senyawa dipisahkan dari bagian suatu matriks yang ditimbang dan diperiksa. Pemisahan
tersebut dapat dilakukan dengan cara (a) metode pengendapan, (b) penguapan, (c) metode elektroanalitik, dan
(d) ekstraksi serta kromatografi.
Keuntungan dari metode gravimetri yaitu:
a) Akurat dan presisi saat menggunakan modern analytical balances
b) Sumber kemungkinan terjadinya error mudah untuk diperiksa melalui beberapa hal berikut yaitu:
filtrate dapat digunakan sebagai tolak ukur kesempurnaan pengendapan dan dapat diukur ada atau
tidaknya impurities pada presipitat yang didapat.
c) Merupakan suatu metode pengukuran langsung tanpa diperlukan adanya kalibrasi sehingga menjadi
pendukung bahwa gravimetri merupakan salah satu metode yang absolute
d) peralatan yang digunakan relative tidak mahal
Sedangkankerugianmetodegravimeteriadalahmerupakanmetode yang memakanwaktucukup lama.
Dua buah contoh aplikasi analisis gravimetri yaitu:
1) Analisis dari standar yang akan digunakan untuk mengkalibrasi suatu instrumen
2) Dipakai untuk analisis yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi
(Vogel’s Textbook of Quantitative Chemical Analysis 5th Ed, hal 417)

I. REAKSI KIMIA DALAM GRAVIMETRIK


Suatu metode analisis gravimetrik didasarkan pada reaksi kimia seperti:

aA + rR → AaRr

dimana a molekul analit A, bereaksi dengan r molekul reagennya, R. Produknya (AaRr) biasanya merupakan
substan yang sedikit larut dan dapat ditimbang setelah pengeringan, atau yang bisa dibakar menjadi senyawa
lain yang komposisinya diketahui, kemudian ditimbang. Biasanya regen ditambahkan berlebih untuk menekan
kelarutan endapan.
CONTOH:
Sebanyak 0,4852 g sampel bijih besi dilarutkan dalam asam, dioksidasi ke keadaan oksidasi Fe 3+, diendapkan
sebagai Fe2O3.xH2O. endapan disaring, dicuci, dan dibakar menjadi Fe 2O3, yang diketahui beratnya 0,2481 g.
hitung persentasi besi (Fe) dalam sampel.
Reaksi yang terjadi :
2Fe3+→Fe2O3.xH2O →Fe2O3
Karena 2 mol Fe3+menghasilkan 1 mol Fe2O3, maka
mol Fe3+ = 2 x mol Fe2O3
Gram/BM = 2 x Gram/BM
0,2481
Gram/55,85 = 2x
159,69
Gram Fe3+ = 0,1735 g

0,1735
Persentase besi = × 100%
0,4852
= 35,76%
TEORI ANALISIS – Gravimetri
APTJanuari 2014 - 2015

Jika analit berada dalam jumlah kecil (kurang dari 1%) biasanya tidak digunakan metode gravimetrik.
II. METODE GRAVIMETRIK(Remington, ed 21, halm 507)
Dalam metode analisis gravimetrik, hasil pengujian biasanya didapatkan dengan menentukan berat dalam
sampel, dan digunakan kesetaraan berat untuk perhitungan. Pemisahan substan biasanya didapatkan dari
metode fisik, namun dapat juga dilakukan reaksi kimia untuk mengubah substan menjadi substan lain yang
dapat dipisahkan, dimurnikan, dan ditimbang.

III. TERDAPAT 3 KATEGORI GRAVIMETRIK

A. MENIMBANG ZAT AKTIF SETELAH PEMISAHAN (PEMISAHAN & PENGERINGAN)


Bahan aktif dipisahkan, dikeringkan dan ditimbang
1. Injeksi kafein dan Na benzoate – untuk kafein, setelah pelarutan Na benzoate dalam air.
2. Collodion – Pyroxylin diendapkan dengan air, dikeringkan, kemudian ditimbang.
3. Injeksi estron – estron diubah menjadi bentuk larut air menggunakan trimethylacethydrazide
ammonium chloride (pereaksi Girard untuk komponen karbonil). Ekstrak air akan hanya mengandung
keton dan reagen hanya bereaksi dengan komponen karbonil. Ekstrak air kemudian didekomposisi
dengan asam untuk membentuk estron, kemudian estron diekstraksi menggunakan kloroform.
Kloroform kemudian diuapkan dan padatan ditimbang.

B. PENGENDAPAN DAN PENIMBANGAN DERIVAT/TURUNAN ZAT AKTIF


1. Larutan antikoagulan Citrate Phosphate Dextrose – untuk dekstrosa, terbentuk endapan Cu2O dengan
pereaksi Fehling.
2. Barium sulfat – sampel dileburkan dengan natrium karbonat untuk membentuk barium karbonat.
Barium karbonat dilarutkan dalam asam, diendapkan sebagai kromat, kemudian ditimbang.
3. Salep sulfur – sampel dioksidasi dengan asam nitrat untuk mengubah sulfur menjadi sulfat, diendapkan,
dan ditimbang sebagai barium sulfat.

C. PENIMBANGAN RESIDU PEMBAKARAN DARI SAMPEL


CONTOH:
Silicon dioksida – sampel ditimbang, silica diubahdengan hydrofluoric acid menjadi silicon tetrafluorida yang
volatile.Dihitung pengurangan berat dari sampel.
(Underwood, A.L. dan R.A. Day, Jr, Analisis Kimia Kuantitatif, 67-85)

TAMBAHAN DARI BAHAN MARET 2009-2010

Gravimetri merupakan penentuan kadar langsung dengan melakukan pengukuran massa zat murni yang
dipisahkan dalam bentuk senyawa yang diketahui susunan kimianya dengan menghitung kandungan komponen
analitnya. ( Asas Pengembangan Prosedur Analisis, 2004).
Asas gravimetri adalah penimbangan berat analit padat murni yang diperoleh dengan ekstraksi atau
pengendapan sebagai suatu senyawa yang diketahui susunannya dan didapatkan dalam keadaan murni.
Pengendapan biasanya dilakukan dengan suatu pereaksi pengendap yang menghasilkan garam sukar larut yang
dapat dimurnikan dengan proses pencucian, disaring, dan dikeringkan dengan pemanasan atau pemijaran
sampai diperoleh berat konstan.
Metode analisis gravimetri adalah metoda analisis yang menggunakan pengukuran bobot suatu zat dalam
sampel atau perhitungan bobot zat dalam sampel berdasarkan bobot lain yang berjumlah ekivalen secara kimia
(Quantitative Pharmaceutical Chemistry. 6th ed., 1967, hal. 33).
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar metode gravimetri berhasil:
1. Metoda gravimetri tidak spesifik tapi metode ini dapat bersaing dengan metode analisis lain dalam hal
ketepatan yang dicapai. Jika analitnya merupakan penyusun utama (>1% dari sampel), ketepatan yang
TEORI ANALISIS – Gravimetri
APTJanuari 2014 - 2015

diperoleh sebesar beberapa bagian perribunya, jika sampel itu tidak rumit. Sedangkan jika analitnya
berjumlah kecil (<1% dari sampel) biasanya tidak digunakan metode gravimetri
2. Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kualitas analit yang tidak terendapkan secara
analitik tidak terdeteksi (biasanya 0,1 mg) atau kurang dalam menetapkan penyusun utama dari sampel
makro. (Underwood, hal 77)
3. Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni atau hampir murni.
Bila tidak, akan diperoleh hasil yang galat. (Underwood, hal 77)
4. Endapannya harus mudah dan dapat segera dititrasi dan mudah dicuci dari pengotornya. (Analytical
Chemistry, J.G. Dick, hal 430)
5. Bentuk endapan yang akan ditimbang (setelah pengeringan, pemijaran, dll) komposisinya diketahui dan
konstan. (Analitycal Chemistry, J.G. Dick, hal 430).

Keuntungan gravimetri adalah biaya yang dibutuhkan tidak banyak dan menggunakan peralatan yang
sederhana. Kerugiannya adalah membutuhkan waktu yang lama karena pengendapan, perlakuan terhadap
bentuk endapan menyita banyak waktu terutama disebabkan oleh penimbangan yang dilakukan berulang.
(Analisis Farmasi, J. Roth, hal 113).

Pengerjaan Dasar : (Analisis Farmasi, J. Roth, hal 113)


 Pelarutan
Pada umumnya pelarut yang digunakan adalah air atau larutan air. Apabila tidak berhasil dilarutkan di
dalam air maka dapat dicoba dengan menggunakan asam encer, lalu asam pekat, atau pereaksi agresif
seperti asam nitrat atau aqua regia
 Pengendapan
Pada reaksi pengendapan, harus memberikan endapan yang praktis tidak larut dan mempunyai susunan
tertentu sehingga mudah di saring
 Pemisahan
Ada dua proses pengerjaan yaitu sentrifugasi, terutama digunakan untuk senyawa yang jumlahnya sedikit
dan endapan yang lambat tersedimentasi. Yang harus diperhatikan dalam penyaringan adalah materi
saringan yang akan mempengaruhi kecepatan penyaringan
 Pencucian
Proses pencucian dilaksanakan untuk memberikan jaminan kemurnian endapan
 Pengeringan
Bertujuan untuk menghilangkan sisa lembab yang terdiri dari air atau pelarut organik.
Pengeringandilakukansampaidiperolehbobot yang konstan
 Pemijaran
Proses ini dilakukan apabila pada pengeringan belum diperoleh hasil yang stabil/konstan
 Penimbangan

Menurut Farmakope Jerman, metode gravimetri dibagi dua :


1. Penentuan gravimetri melalui ekstraksi, pengeringan, dan pemijaran
2. Penentuan gravimetri dengan bantuan pengendapan dengan pereaksi tertentu.
Contoh :
a. Kafein
b. Tablet yang mengandung berbagai asam barbiturat
c. Tablet papaverin HCl.
TEORI ANALISIS – Gravimetri
APTJanuari 2014 - 2015

Penetapan Kadar Nitrogen dengan Metode Kjedahl (FI IV <581> hlm. 964)
Untuk menentukan kadar nitrogen dalam suatu senyawa organik, mula-mula nitrogen dibebaskan dari bagian
organik lain dengan mendestruksi bagian organik. Destruksi dilakukan dengan pemanasan senyawa organik,
menggunakan asam sulfat pekat, katalis natrium atau kalium sulfat untuk meningkatkan titik didih asam dan
katalis merkuri, selenium atau tembaga untuk mempercepat reaksi. Destruksi dilakukan hingga diperoleh
larutan hijau jernih atau bening yang tetap selama 30 menit (Becket, 133). Pada larutan tersebut ditambahkan
NaOH berlebih sehingga terbentuk ammonia yang kemudian didistilasi uap dan diabsorbsi dalam larutan asam
berlebih. Kelebihan asam dititrasi kembali dengan larutan basa. Metode Kjedahl digunakan untuk menentukan
N dalam alkaloid dan senyawa organik lainnya.
Reaksi : H2SO4
N organik (NH4)2SO4
(NH4)2SO4 + 2 NaOH 2NH3 +Na2SO4 + 2H2O
2NH3 + H3BO3 (asam) NH4H2BO3 (garam) (ini yang dititrasi asam basa tergantung pereaksi yang
dipakai). H3BO3 yang tersisa dititrasi kembali dengan basa

Catatan:
 Pada dasarnya metode gravimetri cukup akurat. Kesalahan relative kecil (kesalahan penimbangan
<0,1%).
 Kesalahan relative dapat diperkecil dengan menggunakan pereaksi pengendap berbobot molekul
besar. Misalnya Ni2+diendapkan sebagai Ni-dimetilglioksim.
 Metode gravimetric kurang disenangi karena memerlukan waktu relatif lama (time-consuming):
pengendapan, pencucian, pengeringan, penimbangan.