Anda di halaman 1dari 35

SISTEM MANAJEMEN

KESELAMATAN DAN KESEHATAN


KERJA
( SMK3 )
BALAI K3 HIPERKES jakarta
23 Mei 2017

Oleh :
ADENAN, ST, M.KKK
PRINSIP DASAR

•  Tenaga kerja berhak untuk mendapatkan jaminan


keselamatan dalam melakukan pekerjaan
- UU Bo.1/1970 jo. Ps. 27 ayat (2) UUD 1945

§  Tujuan K3 untuk melindungi tenaga


kerja dan mengamankan asset
perusahaan dari resiko kecelakaan

•  Kecelakaan kerja menurunkan produktivitas


DEFINISI SISTEM MANAJEMEN K3

• Bagian dari sistem manajamen secara


keseluruhan yang dibutuhkan bagi :

§ pengembangan, penerapan, pencapaian,


pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3
§ dalam rangka pengendalian resiko yang
berkaitan dengan kegiatan kerja
§ guna terciptanya tempat kerja yang aman,
efisien dan produktif
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Tahun 2000

q  Kasus kecelakaan kerja : 66.367


q  Korban :
- meninggal dunia : 4.142 orang
- luka berat/cacat : 20.970 orang
- sementara tidak mampu bekerja (STMB) : 87.390 orang
q  Kehilangan hari kerja : 71.160.780 hari kerja (mandays)
atau 498.125.460 jamkerja produktif

m  Kerugian kecelakaan kerja pertahun 4 % dari PDB


(ref. ILO report, 2000)
m  APBN 2002 : - anggaran belanja 19,6 % dari PDB
- anggaran pendapatan 17,1 % dari PDB
§  Tenaga kerja bukan komoditas (deklarasi Philadelphia
1944)
§  2 hal penting terkait issue perburuhan dalam
perjanjian WTO 1996 di Singapore :
- ILO sebagai badan yang menetapkan Standar Perburuhan
- Standar Perburuhan tidak akan digunakan untuk keperluan
proteksi perdagangan bebas

•  Standar K3 (termasuk SMK3) merupakan


bagian dari standar perburuhan

§  Berbagai tingkatan Standar ILO :


- Konvensi;
- Rekomendasi;
- Resolusi;
- Deklarasi;
- Konklusi ( kesimpulan sidang);
- Set of Guide lines
LATAR BELAKANG KEBIJAKAN

•  K3 masih belum mendapatkan perhatian yang


memadai semua pihak
•  Kecalakaan kerja yang terjadi masih tinggi
•  Pelaksanaan pengawasan masih bersifat parsial
dan belum menyentuh aspek manajemen
•  Relatif rendahnya komitment pimpinan perusahaan
dalam hal K3
•  Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan kesadaran
atas K3
•  Tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja
yang diterapkan oleh komunitas perlindungan hak
buruh internasional
•  Desakan LSM internasional dalam hal hak tenaga
kerja untuk mendapatkan perlindungan
1. K3 masih belum mendapatkan perhatian
yang memadai semua pihak:

•  Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program


•  Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi
issue nasional baik secara politis maupun sosial
•  Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek
ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari pendekatan
moral
•  Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor
produksi dalam perusahaan, belum dirtempatkan
sebagai mitra usaha
•  Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3
relatif kecil
2. Masih rendahnya komitment pimpinan
perusahaan terhadap K3 :
•  Dari jumlah perusahaan 160.041 (1995) menurut
data UU No.7/1981, 13.381 merupakan perusahaan
dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang ( wajib
mempunyai P2K3 sesuai pasal 10 UUKK No.1/1970)
•  Jumlah P2K3 yang ada kurang dari 13.000
•  Dari P2K3 yang ada 10-12 % yang berfungsi
•  Menunjukan komitment pimpinan perusahaan
terhadap K3 masih rendah

§  Perusahaan yang mempunyai dokter perusahaan


(pasal 8 UUKK No.1/1970) tercatat 1.155 orang
§  Program pemeriksaan kesehatan tenaga kerja tidak
jalan
TUJUAN PENERAPAN SMK3

•  Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat


dan martabatnya sebagaoi manusia (pasal 27 ayat
2 UUD 1945)
•  Meningkatkan komitment pimpinan perusahaan
dalam melindungi tenaga kerja
•  Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja
untuk menghadapi kompetisi perdagangan global
•  Proteksi terhadap industri dalam negeri
•  Meningkatkan daya saing dalam perdagangan
internasional
•  Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap
produk ekspor nasional
DASAR HUKUM

1.  UUD 1945 pasal 27 ayat (2)


2.  UU No.14 tahun 1969 pasal 3,9 dan 10
3.  UU No.1 tahun 1970 pasal 4
4.  Per.Menaker No. PER.05/MEN/1996
5.  Kep.Menaker No.KEP-19/MEN/1996
6.  Undang-undang ketenaga kerjaan No. 13
tahun 2003
7.  Perarturan Pemerintah No. 50 tahun 2012
8.  Tentang SMK3
KRITERIA PERUSAHAAN

•  Perusahaan dengan :
- tk 100 atau lebih dan atau
- potensi bahaya peledakan, kebakaran,
pencemaran dan penyakit akibat kerja

Pasal 3 Per.Menaker No.05/1996


PEDOMAN PELAKSANAAN
PENERAPAN SMK3

Peningkatan Komitmen dan


berkelanjutan Kebijakan

Peninjauan ulang &


Peningkatan oleh Perencanaan
manajemen SMK3

Pengukuran dan
Penerapan SMK3
evaluasi
KEADAAN LAPANGAN

AS/ANZ
SMK3 4801/4804
APOSHO
ILO OSH 2001 STANDAR
2000

HASAS DR 96311
1800/18001
PERUSAHAAN

BS 8800 Safety Map

Five Star
System VPP OSHA
ISRS
1. KOMITMEN DAN KEBIJAKAN
1.1 KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN
* organisasi K3
* menyediakan anggaran, SDM dan sarana
* penetapan tanggung jawab, wewenang dan
kewajiban
* perencanaan K3
* melakukan penilaian
1.2. TINJAUAN AWAL K3
* identifikasi kondisi dan sumber bahaya
* pengetahuan dan peraturan perundangan K3
* membandingkan penerapan
* meninjau sebab dan akibat
* efisiensi dan efektifitas
2. PERENCANAAN
2.1 MANAJEMEN RESIKO
2.2. PERATURAN PERUNDANGAN
2.3 TUJUAN DAN SASARAN
* dapat diukur
* satuan/indikator pengukuran
* sasaran pencapaian
* jangka waktu pencapaian

2.4 INDIKATOR KINERJA


2.5 PERENCANAAN AWAL DAN PERENCANAAN KEGIATAN
YANG SEDANG BERLANGSUNG
3. PENERAPAN
3.1 JAMINAN KEMAMPUAN
* SDM, sarana dan dana
* integrasi
* tanggung jawab dan tanggung gugat
* konsultansi, motivasi dan kesadaran
* pelatihan dan kompetensi kerja

3.2 KEGIATAN PENDUKUNG


•  Komunikasi
•  Pelaporan
•  Pendokmentasian
•  Pengendalian dokumen
•  Pemcatatan dan manajemen informasi
3.3 IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN, DAN
PENGENDALIAN RESIKO
•  Identifikasi sumber bahaya
•  Penilaian resiko
•  Tindakan pengendalian
•  Perancangan (design) dan rekayasa
•  Pengendalian adminsitratif
•  Tinjauan ulang kontrak
•  Pembelian
•  Prosedur menghadapi keadaan darurat atau bencana
•  Prosedur menghadapi insiden
•  Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat
4. PENGUKURAN DAN EVALUASI
4.1 INSPEKSI DAN PENGUJIAN
•  Personel berpengalaman dan berkeahlian
•  Catatan terpelihara dan tersedia
•  Peralatan dan metode yang memadai
•  Tindakan perbaikan dan ketidak sesuaian
•  Penyelidikan atas insiden
•  Temuan dianalisa dan ditinjau ulang

4.2 AUDIT SMK3


•  Dilakuan secara berkala, sistematik dan independen
•  Personel berkompeten
•  Frekuensi audit ditentukan berdasarkan tinjauan ulang dari
hasil audit
4.3 TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN

hasil temuan pemantauan, audit dan tinjauan


ulang SMK3 digunakan untuk perbaikan dan
pencegahan
5. PENINJAUAN ULANG DAN
PENINGKATAN OLEH PIHAK
MANAJEMEN

1.  Evaluasi penerapan kebijakan K3


2.  Tujuan,sasaran dan kinerja K3
3.  Hasil temuan audit SMK3
4.  Evaluasi efektifitas penerapan SMK3 dan
kebutuhan untuk mengubahnya
TINGKAT PENERAPAN DAN KEBERHASILAN
Tabel I

Kecil Sedang Besar


64 kriteria 122 kriteria 166 kriteria

0 –59 % Tindkan hukum Tindakan hukum Tindakan hukum

Bendera perak Bendera perak Bendera perak


60 – 84 %
sertifikat sertifikat sertifikat

Bendera emas Bendera emas


85 – 100 % Bendera emas sertifikat
sertifikat sertifikat
PEMBAGIAN KRITERIA TIAP TINGKAT PENCAPAIAN PENERAPAN
Tabel II

TINGKAT TINGKAT
No ELEMEN TINGKAT AWAL
TRANSISI LANJUTAN
1 Pembangunan dan 1.1.1;1.2.2;1.2.4;1. 1.1.3;1.1.5;1.2.1;1. 1.1.2;1.1.4;1.1.6;1.
pemeliharaan komitmen 2.5;1.3.3;1.4.1;1.4. 2.7;1.2.8;1.2.9;1.4. 2.3;1.2.6;1.3.1;1.3.
3;1.4.4;1.4.5;1.4.6; 2;1.4.9;1.4.10 2;
1.4.7;1.4.8;
2 Strategi pendokumentasian 2.3.1 2.1.1;2.1.2;2.2.1 2.1.3;2.1.4;2.1.5;2.
2.2;2.2.3;2.3.2;
3 Peninjauan ulang desain dan 3.1.1;3.1.2;3.1.3;3. 3.1.4;3.2.3;3.2.4
kontrak 2.1;3.2.2
4 Pengendalian dokumen 4.1.1;4.1.2;4.2.1 4.1.3;4.1.4;4.2.2;4.
2.3;
5 Pembelian 5.1.1;5.2.1 5.1.2;5.1.3 5.1.4;5.3.1;5.3.2
6 Keamanan bekerja 6.1.1;6.1.2;6.1.3;6. 6.1.4;61.6;6.2.2; 6.1.9;6.7.4
berdasarkan SMK3 1.5;6.1.7;6.1.8;6.2. 6.2.3;6.2.4;6.2.5;6.
1;6.3.2;6.4.1;6.4.2; 3.1;6.5.1;6.5.5;6.5.
6.4.3;6.4.4;6.5.2;6. 9;6.6.1;6.6.2;6.7.2;
5.3;6.5.4;6.5.6;6.5. 6.7.6;6.7.7;
7;6.5.8;6.7.1;6.7.3;
6.7.5;6.8.1;6.8.2
PEMBAGIAN KRITERIA TIAP TINGKAT PENCAPAIAN PENERAPAN
Tabel II

TINGKAT TINGKAT
No ELEMEN TINGKAT AWAL
TRANSISI LANJUTAN
7 Standar pemantauan 7.1.1;7.2.1;7.2.2;7. 71.2;7.1.3;7.1.4; 7.1.5;7.1.6;7.3.1;7.
4.3;7.4.4;7.4.5 7.4.1;7.4.2 3.2;

8 Pelaporan dan perbaikan 8.1.1;8.2.2;8.3.1;8. 8.2.1;8.3.2;8.3.5 8.3.3;8.3.4;8.3.6;


4.1;8.4.2;
9 Pengelolaan material dan 9.1.1;9.1.2;9.2.1;9. 9.1.3;9.3.5;9.3.6; 9.1.4;9.2.2;
perpindahannya 2.3;9.3.1;9.3.2;9.3.
3;9..3.4;
10 Pengumpulan dan 10.1.1;10.1.2 10.1.3;10.1.5; 10.1.4;10.2.2
penggunaan data 10.2.1
11 Audit SMK3 11.1.1;11.1.2;
11.1.13;11.1.4;
12 Pengembangan ketrampilan 12.2.1;12.2.2; 12.1.2;12.1.3; 12.1.1;12.1.7;
dan kemampuan 12.3.1;12.4.1; 12.1.4;12.1.5; 12.1.8;12.3.3;
12.5.1 12.1.6;12.3.2;1
2.4.2;
KONSEP MEKANISME AUDIT SMK3

MENAKERTRANS
Cq. Dirjen Binawas

3
5
PENGAWASAN 2
NORMA K3
RTA

3 5
1. Melaporkan
program SMK3 4
Pelaksanaan Audit
Hasil Audit
PERUSAHAAN 3a BADAN
AUDIT
5
AUDIT SMK3
Per.Menaker No. 05/MEN/1996

PENGERTIAN AUDIT
•  adalah pemeriksaan secara sistematik dan
independen, untuk menentukan suatu kegiatan
dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan
pengaturan yang direncanakan dan
dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk
mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan
AUDIT SMK3
Per.Menaker No. 05/MEN/1996
pasal 5

DIFINISI AUDIT SMK3


•  alat untuk mengukur besarnya keberhasilan
pelaksanaan dan penerapan SMK3 di tempat
kerja
•  pemeriksaan secara sistimatik
•  dilakukan secara independen
•  dilakukan oleh Badan Audit independen

•  minimal 1 kali/3 tahun


MEKANISME AUDIT SMK3

DIREKTUR

2
3
4 RTA
1
BADAN AUDIT

4 UNIT PENGAWASAN K3
5

•  Sertifikat SMK3
4
PERUSAHAAN
•  Tindakan
AUDIT SMK3 PERTAHUN

No Tahun Perusahaan
1 1997 23
2 1998 33
3 1999 63
4 2000 64
5 2001 70
SERTIFIKASI

•  Sertifikasi SMK3 adalah bukti


pengakuan tingkat pemenuhan
penerapan peraturan perundangan
SMK3

•  Proses sertifikasi SMK3 suatu


perusahaan dilakukan oleh Badan
Audit Independen melalui proses
audit SMK3
MEKANISME SERTIFIKASI

•  Inventarisasi daftar perusahaan oleh


Depnaker
•  Depnaker mengkofirmasikan perusahaan
yang diaudit ke Badan Audit
•  Penentuan jadwal audit oleh Badan Audit
•  Konfirmasi pelaksanaan audit ke Depnaker
dan perusahaan
•  Pelaksanaan audit kesesuaian oleh Badan
Audit
•  Evaluasi dan analisa hasil audit oleh Badan
Audit
•  Konfirmasi hasil audit ke Depnaker dan
perusahaan oleh Badan Audit
•  Pemberian sertifikat oleh Depnaker
KESIMPULAN
•  Perlindungan K3 merupakan kebijakan nasional yang
dijamin oleh konstitusi dasar
•  Diperlukan komitment pimpinan perusahaan untuk
melaksanakan
•  Pemerintah/Depnakertrans akan terus meningkat
kan upaya perlindungan K3 baik melalui
kelembagaan (P2K3) maupun kesisteman
(pengawasan dan SMK3)
•  Pemerintah akan berusaha mengakomodasikan
berbagai model SMK3 yang ada di perusahaan
sesuai kebutuhan perusahaan (taylor made) sebagai
program pilihan
•  Pelaksanaan audit akan dikembangkan sebagai
program wajib sebagai alternatif pelaksanaan
inspeksi normatif yang dilakukan oleh Pegawai
Pengawas
TERIMA
KASIH
PERMASALAHAN DAN TANTANGAN

•  Tidak ada persamaan persepsi terhadap


kebijakan SMK3 sebagai kebijakan nasional
antara instansi teknis/departemen maupun
perusahaan
•  Kurangnya sosialisasi
•  Terbatasnya anggaran untuk sosialisasi dan
pelatihan
•  Masih dianggap sebagai biaya yang tidak
bermanfaat untuk kepentingan perusahaan
•  Kurangnya kontrol sosial
•  Terbatasnya jumlah pegawai pengawas
•  Adanya berbagai model SMK3 yang diterapkan
oleh perusahaan di Indonesia
3. Kecelakaan kerja yang terjadi masih tinggi:

•  Jumlah kasus kecelakaan (1995) tercatat 18.312


•  Dengan korban :
- meninggal : 464 orang
- luka berat (cacat tetap) : 2.268 orang
- STMB : 17.857
- Jumlah hari hilang : 3.528.750 hari kerja
- Jumlah jam kerja hilang : 28.230.000 jam kerja

§  Jumlah kompensasi kecelakaan mencapai lebih


Rp.4 milyar
4. Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan
kesadaran K3 :

•  SUPAS 1995 :
- Total angkatan kerja 84,23 juta
•  Pendidikan :
- s/d SD : 55,45 juta orang
- SMTP : 10,01 juta orang
- SMTA : 14,47 juta orang
- D I,II,III : 10, 29 juta orang
-SI : 1,78 Juta orang

- Jumlah penganggur terbuka 6,2 juta orang

•  Sebagian besar tenaga kerja tidak memahami haknya untuk


mendapatkan perlindungan K3