Anda di halaman 1dari 14

Gizi, fertilitas, dan infertilitas

Mei 03, 2015

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak
karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi
keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor
internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai
problema makan. Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan
badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan
otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang. Faktor yang paling terlihat pada
lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan seseorang mengenai gizi-gizi yang
harus dipenuhi oleh tubuhnya. biasanya justru membelikan makanan yang enak tanpa tahu
apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak
mengimbanginya dengan makanan sehat yang mengandung banyak gizi.

I.2 Rumusan Masalah


1. Apa engertian dari gizi, fertilitas dan Infertilitas?
2. Apa zat gizi pendukung fertilitas dan Zat gizi yang mempengaruhi fertilitas?
3. Apa Peran gizi dalam fertilitas dan pencegahan infertilitas?
4. Apa Hubungan status gizi dengan menarche dan menstruasi?

I.3 Tujuan penulisan


1. Untuk mengetahui pengertian dari gizi, fertilitas dan infertilitas
2. Untuk mengetahui zat gizi pendukung fertilitas dan Untuk mengetahui zat gizi yang
mempengaruhi fertilitas
3. Untuk mengetahui peran gizi dalam fertilitas dan cara pencegahan infertilitasi (kemandulan)
4. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan menarche dan menstruasi
BAB II
TINJAUAN MATERI

II.1 Pengertian Gizi, zat gizi, Fertilitas dan Infertilitas (kemandulan)


II.1.1 Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Tak satu pun jenis makanan
yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,
tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi
anekaragam makanan.
Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang
diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut
triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur.
Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis
makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan
yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat
pembangun dan zat pengatur.

II.1.2 Zat Gizi

Zat gizi atau nutrient adalah elemen yang ada dalam makanan yang dapat
dimanfaatkan secara langsung dalam tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Zat gizi merupakan substansi yang diperoleh dari makanan dan digunakan
untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh. Zat gizi dapat dibagi
menjadi zat gizi organik dan zat gizi anorganik. Zat gizi organik terdiri dari karbohidrat,
lemak, protein, dan vitamin. Sedangkan zat gizi anorganik terdiri dari mineral dan air. Selain
itu, zat gizi dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya, berdasarkan fungsinya, dan
berdasarkan jumlahnya.
Zat gizi berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua, yaitu:

 Nabati: Sumber zat gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.


 Hewani: Sumber zat gizi yang berasal dari hewan.

Zat gizi berdasarkan fungsinya bagi tubuh dapat kita kategorikan menjadi:

 Sumber tenaga bagi tumbuh: Zat gizi yang tergolong sumber tenaga adalah
karbohidrat, lemak, dan protein.
 Pembangun dan penjaga tubuh: Zat gizi yang berfungsi sebagai pembangun dan
penjaga tumbuh adalah protein, lemak, mineral, dan vitamin.
 Pengatur proses kerja di dalam tubuh: Zat gizi yang diperlukan untuk mengatur proses
metabolisme di dalam tubuh adalah protein, mineral, vitamin, dan air.

Zat gizi berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh terbagi menjadi dua yaitu:

 Zat gizi makro: zat gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar
dengan satuan gram yang di butuhkan oleh tubuh. Zat gizi makro yang dibutuhkan
oleh tubuh adalah karbohidrat, lemak, dan protein.

Zat gizi mikro: Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah
kecil atau sedikit. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan
vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

II.1.3 Fertilitas

Fertilitas ( kesuburan ) adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa
menghamili. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun di mana pada
saat tersebut merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi.
Pria ini tidak memiliki abnormalitas organ-organ reproduktif dan memiliki jumlah
sperma 90 sampai 300 juta per mililiter, dengan paling tidak 75% bentuk sperma normal dan
sperma motilitas aktif.
Pada wanita, fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun di mana kesehatan fisik dan mental
dalam keadaan tinggi. Wanita ini tidak memiliki kelainan organ-organ reproduktif atau siklus
menstruasi serta menghasilkan ovum secara teratur.
1. Zat Gizi pendukung Fertilisasi
Gizi atau makanan tidak saja di perlukan untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan
mental kesehatan , tetapi di perlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar
mendapatkan keturunan yang selalu di dambakan dalam keluarga. Hal-hal yang perlu
dilakukan untuk mendukung fertilisasi :
a. Mengkomsumsi makanan yang bergizi seimbang
b. Mengkomsumsi daging (seperti daging ayam,daging sapi,ikan,telur dll)
c. Mengkomsumsi buah dan sayuran segar
d. Roti dan sereal yang tidak banyak diolah (seperti roti ,bubur,biji-bijian,gandum dll)
e. Susu atau hasil olahannya (seperti keju ,yogurt)
2. Cara menunjang fertilisasi atau kesuburan (Neil, 2001) :
a. Menghindari diet makanan pengendali BB
b. Memilih makanan segar
c. Mengolah makanan dengan baik dan benar
d. Makanan bervariasi
e. Hindari makanan yang mengandung zat pengawet
3. Bagaimana proses gizi mempengaruhi fertilisasi (kesuburan)
Gizi yang baik dan seimbang dapat meningkatkan fungsi reproduksi tetapi kekurangan
nutrisi akan berdampak pada penurunan reproduksi , dapat diketahui apabila seseorang
mengalami anoreksi nervosa, maka akan terjadi perubahan-perubahan hormonal tertentu
dengan ditandai penurunan Berat badan yang mencolok , hal ini terjadi karena kadar
gonadotropin menurun dalam serum urine ,serta penurunan pola sekresinya , kejadian ini
berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalmus.
Pada wanita Anoreksia kadar hormone steroid mengalami perubahan yaitu
menigkatnya kadar testosterone serum dan penuruan sekresi keto-steroid dalam urine
diantaranya androssteron dan eplandrossteron dampaknya terjadi perubahan siklus
ovulasi.Bila Anoreksia tidak terlalu berat dapat di berikan hormone GRH (gonadotropin
relating hormone) dapat mengembalikan siklus haid menjadi normal.

II.1.3 Infertilitas (kemandulan)


Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama
satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi,
tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000). Pasangan yang telah kawin dan hidup
harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. Infertilitas primer bila pasangan
suami istri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah hamil. (Siswandi,
2006).
Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengandung setelah paling
tidak 1 tahun dalam hubungan yang normal dan tidak menggunakan kontrasepsi apa pun.
Fertilitas disebabkan oleh banyak faktor. Masalah-masalah infertilitas total atau sebagian
pada pria adalah 40% sampai 50%, faktor pada wanita antara 40% sampai 50%, dan faktor
yang tidak diketahui sekitar 10% sampai 20% dari kasus yang ditemui.

 Faktor Penyebab Infertilitas


1.Infertilisasi disengaja
Infertilitas yang disengaja disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat
kontrasepsi baik alami (kalender), dengan alat maupun kontrasepsi mantap (tubektomi ♀ tuba
falopi & vasektomi ♂ vas deferens).
2. Infertilisasi tidak disengaja
 Pihak Suami, disebabkan oleh:
 Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia (tdk ada sperma),
hypospermia (volume semen < 1,5 ml), necrospermia (sperma mati).
 Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox (ejakulasi dini: penyemburan mani
keluar segera pada permulaan senggama, penutupan ductus deferens, hypospadia (kelainan
prtumbuhan alat kelamin luar laki-laki), phymosis (ujung prefusium: kulit ujung luar penis
mengalami penyempitan) Infertilitas yang disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.
 Pihak wanita, disebabkan oleh :
 Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis (peradangan tuba falopi). Selain
membuat sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan
(ektopik). Penyakit menular seksual (PMS) klamidia dapat menyumbat saluran tuba falopi
yang menyulitkan keluarnya sel telur. Sekitar 70% sumbatan tuba falopi disebabkan oleh
infeksi klamidia.
 Endometriosis
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan diluar uterus, yang
normalnya hanya tumbuh di uterus. Endrometriosis dapat menghalangi proses konsepsi dan
perlekatan embrio di dinding uterus.
 Tumor Pituitari
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar
pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun
pada pria.
 Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia)
Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin
dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak
sedang menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.
 Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-
laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel
(tidak ovulasi).
 Menopause Prematur
Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya
menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok
dapatmemicu kelainan ini.

II.2 Zat Gizi Pendukung Fertilitas


a. Asupan nutrisi untuk menunjang fertilitas :
 Menghindari diet terlalu ketat
 Memilih makanan sehat dan seimbang
 Memilih makanan segar
 Mengolah makanan dengan baik
 Makanan bervariasi
 Menghindari makanan yang menggunakan bahan pengawet
 Membiasakan olahraga teratur
b. Setatus gizi fertilitas
 Kurang gizi akan berdampak penurunan fungsi reproduksi.
 Pada kasus anoreksia akan terjadi perubahan hormon-hormon tertentu (gonadotropin) dalam
serum dan urine menurun.
 Hormon steroid mengalami perubahan, sehingga terjadi perubahan siklus ovulasi.
 Pada kegemukan, terjadi peningkatan resiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan ovulasi
terganggu sehingga menjadi tidak subur.
 Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen.

II.3 Zat Gizi Yang Mempengaruhi Fertilitas


a) Vitamin A, C, dan E
Sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menangkal serangan radikal bebas terhadap
dinding sperma dan ovum.
Contoh Bahan Makanan : Seledri, wortel, jeruk, segala buah dan sayur.
b) Vitamin B
Bersama niasin, vitamin E dan zinc sebagai bahan dasar hormon reproduksi wanita.
Contoh Bahan Makanan : Daging unggas, telur, ikan, kacang tanah, kedelai.
c) Vitamin E
Mencegah degenerasi system reproduksi (memudahkan organ reproduksi mendapatkan
pasokan oksigen segar).
Contoh Bahan Makanan : Telur, daging, makanan laut, kacang-kacangan yang sudah
berkecambah.
d) Arginin
Memperkuat daya tahan hidup sperma dan mencegah kemandulan. Contoh Bahan
Makanan : Kemangi, daging sapi, ikan, kacang-kacangan, ayam.
e) Histamin
Mempengaruhi system ejakulasi pada pria.Contoh Bahan Makanan : Daging, ayam,
tempe.
f) Likopen
Meningkatkan jumlah, memperbaiki struktur dan kegesitan sperma.Contoh Bahan
Makanan : Jambu biji merah dan semangka.
g) Zinc
Melincahkan sperma. Contoh Bahan Makanan : Daging, hati, telur dan seafood.
h) Kalium
Mempengaruhi pengeluaran hormone reproduksi.Contoh Bahan Makanan : Susu, mentega,
ikan teri.
II.4 Peran Gizi Dalam Fertilitas dan Pencegah Infertilitas (Kemandulan)

Zat Gizi Pendukung Fertilitas untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang


terpenting dilakukan adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya
pasangan menghindari makanan yang terlalu diolah atau mengandung bahan-bahan tiruan,
diantaranya keju olahan, daging olahan, makanan beku, makanan kalengan. Bila membeli
buah-buahan jangan yang kaleng atau hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hindarkan sayuran
kaleng,kudapan asin, kacang dan minyak terhidrogenasi, hindari roti putih, jangan terlalu
sering minum susu skim kaleng, jangan mengkonsumsi makanan yang sudah tidak segar lagi.
Menurut Neil (2001) untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan seperti
berikut: daging dan alternatifnya (ikan telur dan kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah,
sayuran mentah makanan segar, jus buah/sayuran, buah kering), dan rotidan sereal yang tidak
banyak diolah (roti, bubur, makanan kering, biji-bijian, gandum, spageti dan beras merah),
susu dan hasil olahan susu (susu, yoghurt, keju).
Pilih makanan yang belum disuling: nasi, roti, sereal dan kripsi biji-bijian, makanlah
makanan segar sepeti susu dan sayuran, baik yang mentah atau yang telah dimasak. Telur
adalah sumber protein terbaik dan juga mengandung berbagai macam gizi, karena diperlukan
untuk pembuahan.kacang-kacangan dan biji-bijian dari tanaman juga sangat bergizi, kacang
polong. Ikan dikonsumsi sesekali seminggu. Untuk daging bervariasi, sayuran dan buah
merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Memasak lebih baik dikukus,
pengaturan gizi ini dilakukan sejak wanita berusia 19 tahun sampai 26 tahun.
Menurut Neil (2001)untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan sebagai
berikutdaging dan alternatifnya (ikan,telur,kacang-kacangan)buah dan sayuran dan sereal
yang tidak banyak di olah.

 Pencegah Infertilitas
1) Hentikan kebiasaan merokok, mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau minum-minuman
beralkohol.
2) Mengurangi mengkonsumsi minuman berkafein, karena dapat mengganggu kesuburan.
3) Jaga keseimbangan berat badan, jangan terlalu gemuk dan jangan terlalu kurus.
4) Jangan stress berlebihan.
5) Periode bulanan tidak teratur, segerahlah konsultasikan dengan dokter ahli.
6) Jika merasa ada yang tidak beres dengan tubuh, atau bagian vital langsung periksakan ke
dokter.

II.5 Hubungan status gizi dengan menarche


Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai
perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa
yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia,
dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak
ke masa dewasa (DepKes RI, 2005).
Menurut Rumini dan Sundari (2004) awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13-
16 tahun atau 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18
tahun, yaitu usia matang secara hukum. Dengan demikian masa remaja merupakan periode
yang sangat singkat (Hurlock, 2002). Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO (World Health Organization) batasan usia
remaja adalah 12 sampai 24 tahun, sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja
yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah usia 10 – 19 tahun dan belum kawin.
Proses perubahan kejiwaan remaja berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan
fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah
menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar
yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia,
sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui
hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001).
Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-
organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu
melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda
sebagai berikut: tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ
seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada
remaja laki-laki. (Depkes RI, 2001). Selain pertumbuhan fisik menarce juga dipengaruhi oleh
faktor keturunan, gizi dan kesehatan umur (Sarwono, 2005).
Menarche adalah menstruasi yang pertama kali (Sibagariang, 2010). Menurut
Wiknjosastro (1999) “menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada
seorang wanita dan rata-rata terjadi pada usia 11 – 13 tahun”, sedangkan menurut Manuaba
(2010) “menarche adalah menstruasi pertama yang berlangsung sekitar usia 10 – 11 tahun”,
sehingga dapat dikatakan bahwa menarche adalah keluarnya menstruasi yang pertama kali
pada anak perempuan sebagai tanda bahwa ia telah mengalami pubertas.
Hasil penelitian dari Riskesdas, diketahui 37,5% perempuan Indonesia mengalami
menarche pada usia 13-14 tahun; 0,1% pada usia 6-8 tahun; 19,8% usia 15-16 tahun dan
4,5% pada usia di atas 17 tahun.
Usia menarche remaja putri di Indonesia berkisar antara 12-14 tahun. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan terhadap 17.571 ada 4.145 (24%) remaja putri yang berada di tujuh
kawasan Indonesia, didapatkan menarche termuda 9 tahun dan menarche tertua 18 tahun.
Dengan nilai rata rata menarche 12,96 tahun. Rata rata usia menarche terendah terdapat di
Yogyakarta (12,5 tahun) dan tertinggi di Kupang (13,86 tahun) (Batubara & van de waal,
2010).
Menurut Ginarhayu (2002) adanya penurunan usia menarche yang diduga
berhubungan dengan faktor indogen yaitu genetik dan faktor eksogen yaitu sosial ekonomi
keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan
terhadap media masa orang dewasa, sedangkan menurut Sujatmiko (2004) ada tiga
lingkungan sosial budaya yang secara simultan mendukung percepatan usia menarche remaja
yaitu lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group.
Pubertas di anggap terlambat bila gejala gejala pubertas baru datang pada usia 14-16
tahun atau di katakan pubertas tarda. Pubertas tarda dapat di sebabkan oleh faktor herediter
gangguan kesehatan, dan kekurangan gizi. Maka dengan peningkatan kesehatan gejala
pubertas tarda dapat sembuh spontan, sedangkan menarche tarda adalah menarche yang baru
datang setelah usia 14 tahun, menarche yang baru datang pada usia 18 tahun dapat didiagnosa
aminore primer dan perlu di ketahui penyebabnya. Kejadian amenore primer merupakan
indikator adanya kelainan kongenital dan kelainan genetik (Sarwono, 2008). Dengan
diketahuinya kelainan genetik lebih awal akan mengurangi kejadian komplikasi atau kelainan
genekologi (menurunkan kejadian kelainan ginekologi).
Hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan status nutrisi dengan usia menarche
pada siswi SMP dan SMA Ahmad Yani Binjai diperoleh kesimpulan bahwa status nutrisi
yang diperoleh melalui pengisian kuesioner terhadap 90 orang yaitu sebanyak 24 orang
(26,7%) memiliki status nutrisi kurang, 35 orang (38,9%) dengan status nutrisi normal, dan
31 orang (34,4%) dengan status nutrisi lebih. Rata-rata usia menarche siswi SMP dan SMA
Ahmad Yani Binjai adalah 12,3 tahun (SD 1,3), yang mana 37 orang (41,1%) mengalami
menarche dini, 26 orang (28,9%) mengalami menarche normal dan 27 orang (30,0%)
mengalami menarche terlambat. Hasil uji kai kuadrat antara status nutrisi dan usia menarche
memberikan nilai p value < 0,001. Dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa status
nutrisi merupakan faktor yang mempengaruhi usia menarche (Roveny, 2010).
Dari hasil beberapa penelitian menunjukan hasil bahwa terdapat hubungan antara
status gizi dengan menarche merupakan faktor yang mempengaruhi usia menarche.
II.6 Hubungan status gizi dengan menstruasi
Menarche adalah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan
seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.secara psikologis wanita remaja yang pertama
sekali yang mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri,kurang nyaman dan mengeluh
perutnya terasa begah,tetapi pada remaja keluhan keluhan tersebut tidak di rasakan hal ini di
pengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa di konsumsi,selain olahraga yang teratur
(Brunner,1996).
Agar menarke tidak menimbulkan keluhan- keluhan sebaiknya remaja wanita
memakan makanan dengan gizi seimbang sehingga status gizinya baik. Status gizi di katakan
bagus,apabila nutrisi yang di perlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral,dan vitamin
di gunakan oleh tubuh di sesui kebutuhan (Krummel,1996).
Asupan gizi yang bervariasi sepanjang siklus haid,akan meningkatan asupan energi
pada fase luteal di bandingkan fase folikuler. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat
mengakibatkan perubahan energi belum di dapatkan data yang pasti. Ada yang berpendapat
karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal,yang lain
berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama
fase luteal, ada yang berpendapat asupan lemak dan perotein meningkat pada fase luteal. fase
ini meningkatan asupan makanan atau energi (krummel 1996).
Menstruasi, siklus menstruasi di pengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi yang
bervariasi dalam hal lemak,serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996)
Diet vegetarian. pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah di teliti, 9 orang
vegetarian di beri diet yang mengandung daging ternyata fase folikuler memanjang,rata-rata
4,2 hari dan FSH jg meningkat. Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi
peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi.
Diet rendah lemak. sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek
utama : panjang siklus menstruasi meningkat rata-rata 1,3 hari lamanya waktu menstruasi
meningkat rata-rata 0,5 hari,dan fase folikuler meningkat rata-rata 0,9 hari.
Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat yang rendah dan rendah protein dapat
memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan dengan
pembentukan serotonin di dalam otak.
Prinsip gizi pada menopause . fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa
reproduksi berakhir di sebut klimakterium yang berlangsung secara bertahap (Dini,2002).
premenopause yaitu sejak fungsi reproduksinya mulai menurun,sampai timbul keluhan-
keluhan atau tanda-tanda menopause.
Perimenopause yaitu periode dengan keluhan memuncak dengan rentangan 1-2 tahun
sebelum dan 1-2 tahun sesudah menopause,masa wanita mengalami akhir dari datangnya haid
sampi berhenti sama sekali. postmenopause yaitu masa setelah primenopause sampai senilis.
Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara
usia 45-50 tahun atau masa berhentinya masa haid sama sekali.pemenuhan gizi yang
memadai akan sangat membantu dalam menghambat berbagai dampak negatif menopause
terhadap kinreja otak,mencegah kulit kering, serta, berbagai penyakit lainnya.
Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi perhari dengan asupan zat-zat gizi
makanan yang mengandung karbohidrat,protein,lemak,vitamin, mineral,dan air.Kebutuhan
gizi orang dewasa dengan berat normal adalah sekitar 2000-2200 Kkal perhari. Terutama,jika
anda memiliki resiko terkena gangguan tubuh trtentu yang mungkin akan terjadi di masa
yang akan datang. Selain itu,jangan lupa cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung
vitamin D,seperti ikan tuna,salmon,minyak ikan,telur,dan susu.
Nutrisi. Bertambahnya usia menyebabkan beberapa organ tidak melakukan proses
perbaikan (remodelling) diri lagi.misalnya,massa tulang tidak melakukan pembentukan
kembali. selain itu,semakin tua aktifitas gerak yang di lakukan juga tidak sekuat dulu
sehingga kalori yang di keluarkan juga berkurang Selain itu,kebutuhan kalori untuk
metabolisme tubuh juga menurun.perlu di ketahui tidak ada bahan makanan yang memiliki
kandungan zat gizi yang lengkap.
Hal yang harus di perhatikan adalah ketika tubuh mulai tua,umumnya memiliki
kelelahan atau gangguan.karena untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh, zat-zat gizi lain di
butuhkan untuk proses metabolismenya. Penting mengurangi atau tidak mengkonsumsi
bahan-bahan yang memang tidak baik bagi penyakit atau tubuh di masa tua sehingga tidak
memicu penyakit atau menurunkan kondisi kesehatannya.
Kebutuhan kalori. Faktor berat badan berpegaruhterhadap pengaturan asupan gizi
yang tepat agar tidak kurang atau kelebihan berat. Penyebabnya adalah kegiatan fisik yang
biasanya akan menurun bersamaan dengan bertambahnya usia sehingga energi yang di
keluarkan lebih sedikit.selain itu,perubahan pada komposisi dan fungsi tubuh menyebabkan
penurunan BMR (basal matabolic rate), perubahan-perubahan pada berat badan dan
komposisi berat organ tubuh,dan bertambahnya prevalensi penyakit . Kebutuhan gizi yaitu
protein,lemak,vitamin,dan mineral tidak berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia
lanjut, tetapi kebutuhannya akan kalori berkurang.

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energy.
Fertilitas ( kesuburan ) adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa
menghamili. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun di mana pada
saat tersebut merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi.
Zat Gizi Pendukung Fertilitas untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang
terpenting dilakukan adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya
pasangan menghindari makanan yang terlalu diolah atau mengandung bahan-bahan tiruan,
diantaranya keju olahan, daging olahan, makanan beku, makanan kalengan. Bila membeli
buah-buahan jangan yang kaleng atau hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hindarkan sayuran
kaleng,kudapan asin, kacang dan minyak terhidrogenasi, hindari roti putih, jangan terlalu
sering minum susu skim kaleng, jangan mengkonsumsi makanan yang sudah tidak segar lagi.
Menarche adalah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan
seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.secara psikologis wanita remaja yang pertama
sekali yang mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri,kurang nyaman dan mengeluh
perutnya terasa begah,tetapi pada remaja keluhan keluhan tersebut tidak di rasakan hal ini di
pengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa di konsumsi,selain olahraga yang teratur.
Asupan gizi yang bervariasi sepanjang siklus haid,akan meningkatan asupan energi
pada fase luteal di bandingkan fase folikuler. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat
mengakibatkan perubahan energi belum di dapatkan data yang pasti.
III.2 Saran
Dengan adanya makalah ini di harapkan pengetahuan kita harus luas mengenai
pemahaman tentang gizi yang berhubungan dengan fertilitas dan seseorang agar bisa
mengatur / memilah-milah makanan untuk fertilitas atau kesuburannya.
DAFTAR PUSTAKA

Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.

Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta.

Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga


Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta