Anda di halaman 1dari 33

BAB 2

LANDASAN PERANCANGAN

2.1 Tinjauan Umum


2.1.1 Data dan literatur
Data dan literatur yang saya gunakan untuk mengerjakan tugas akhir ini
saya peroleh dari website, wawancara dengan pemilik perusahaan dan
karyawan-karyawan Natasia Mandiri sebagai narasumber.

2.1.2 Tentang Natasia Mandiri


Natasia Mandiri merupakan sebuah perusahaan pembudidayaan
(pembiakan) ikan kerapu yang terletak di Kepulauan Riau Kabupaten Lingga
khususnya di Dabo Singkep. Awal berdirinya Natasia Mandiri ini didirikan
oleh Bapak Ayung yang menjadi pemilik perusahaan sampai sekarang. Pada
mulanya perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor dan perdagangan pada
tahun 1994 dan kemudian berkembang menjadi sebuah CV dengan nama
Natasia Mandiri pada 8 Februari 2010 dan sukses dalam pembiakan dan
mendagangkan ikan kerapu sebagai peroduk unggulannya.
Awalnya ketertarikan Bapak Ayung bekerja sebagai pengadaan tenaga
kerja bangunan dan pengadaan bahan-bahan bangunan seperti semen, tanah,
batu dan pasir. Hingga di tahun 2000 ia menghentikan pekerjaanya karena
masalah kesehatan yang menyebabkan ia harus di oprasi. Setelah ia pulih,
kemudian ia mencoba memulai usaha pembiakan ikan lokal dengan
menggunakan metode keramba apung di perairan asin. Kemudian ia
berkenalan dengan seorang pemborong ikan kerapu bernama Cuhiang, yang
menyarankan kepada Bapak Ayung untuk mencoba mengembangkan usahanya
ke pembiakan ikan kerapu tersebut. Kemudian mereka bekerjasama
mengexport ikan kerapu ini ke Negara bagian Asia, seperti Hongkong, Taiwan
dan Singapura. Hingga pada 8 Februari 2010 Bapak Ayung mengembangkan
usahanya menjadi sebuah CV Natasia Mandiri.
Untuk saat ini perusahaan Natasia Mandiri sudah memiliki tempat
keramba apung yang memiliki kapasitas bisa menampung ribuan ekor ikan
kerapu dengan banyak kolom keramba apung sebanyak 138 kolom, dengan

3
bobot masing-masing ikan kerapu yang siap di export kira-kira 600 gram
keatas. Dengan total penjualan kurang lebih 35 ton ikan kerapu pertahunnya.
Ikan kerapu merupakan ikan air laut yang di hargai cukup tinggi khususnya
untuk konsumsi restoran-restoran besar di dalam maupun di luar negeri. Ikan
kerapu Natasia Mandiri di ekspor ke beberapa negara yaitu Hongkong dan Cina.
Permintaan akan ikan kerapu sangat meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Volume penjualan ikan hidup yang di perdagangkan Natasia Mandiri di
perkirakan lebih dari 100 ton ikan kerapu/tahun. diantaranya diserap atau
diperdagangkan di Hongkong dan Cina Daratan dengan nilai hampir Milyaran
rupiah. Hal ini disebabkan karena ikan kerapu yang diekspor oleh Natasia
Mandiri adalah ikan hidup. Ikan hidup umumnya dihargai lebih tinggi
dibanding yaitu sekitar US$ 35/kg – US$ 75/kg untuk harga grosir dan US$
45/kg – US$ 90/kg untuk harga eceran yang mana harga ikan tergantung pada
jenis dan ukuran ikan. Ikan kerapu hidup yang diimpor ke HongKong sebagian
besar disalurkan ke Cina Daratan, yang merupakan pasar terbesar. Pasar
berikutnya adalah Taiwan, namun demikian jumlahnya semakin menurun
karena Taiwan sudah mulai menggiatkan budidaya untuk memenuhi kebutuhan
lokalnya.

Gambar 2.1: Keramba apung Natasia Mandiri

Sumber : Natasia Mandiri

4
Gambar 2.2 Karyawan Lapangan

Sumber : Natasia Mandiri

2.1.3 Data Perusahaan


2.1.3.1 Logo Natasia Mandiri
Gambar 2.3 Logo Natasia Mandiri

Sumber : Natasia Mandiri

Alamat : Jl. Bintara RT03 RW08 No.5, Kepulauan Riau, Dabo


Singkep
Telepon : 0812 6670 3888
Email : natasia.mandiri@gmail.com

2.1.3.2 Produk Natasia Mandiri


Ikan Kerapu memiliki nilai lebih tinggi jika dijual dalam keadaan
hidup karena ikan dalam keadaan hidup memiliki kandungan gizi yang
lebih tinggi. Untuk itu, perusahaan CV NASTASIA MANDIRI
berusaha mengemas ikan kerapu menjadi bentuk ikan hidup yang sehat
dan penuh gizi untuk dipasarkan. Bahan-bahan yang diperlukan dalam
pembesaran ikan kerapu adalah:
5
 Keramba jaring apung : sebagai sarana / wadah pemeliharaan.
 Benih ikan Kerapu yang di dapat dari Perusahaan Pembenihan
Ikan kerapu melalui Join Operasional.
 Pakan ikan rucah.
 Pakan buatan.
 Penambahan asupan nutrisi ikan kerapu

Gambar 2.4 Ikan Kerapu Macan & Ikan Mata Kucing

Sumber : Natasia Mandiri

Gambar 2.5 Ikan Ketarap

Sumber : Natasia Mandiri

6
Gambar 2.6 Kerapu Merah

Sumber : Natasia Mandiri

Gambar 2.7 Kerapu Bebek / Kerapu Tikus

Sumber : Natasia Mandiri

Gambar 2.8 Kerapu Kertang

7
Sumber : Natasia Mandiri

8
2.1.3.3 Harga

Tingginya permintaan pasar dari ikan kerapu dan target pemasaran


yaitu masyarakat kalangan atas dan international, membuat Natasia
Mandiri menjual ikan kerapu dengan harga bersaing yaitu sekitar US$
35/kg – US$ 75/kg untuk harga grosir dan US$ 45/kg – US$ 90/kg yang
mana harga ikan tergantung pada jenis dan ukuran ikan. Penjualan ikan
kerapu dalam negeri dijual dengan harga sekitar Rp 50.000/kg – Rp
200.000/kg.

2.1.3.4 Target
Target lokasi pemasaran ikan kerapu CV NASTASIA MANDIRI
adalah di wilayah internasional. Secara geografis, pasar ikan kerapu
hidup yang paling utama di dunia adalah pasar Asia Timur khususnya
negara Hongkong. Setiap tahunnya, Hongkong mengimpor ikan kerapu
hidup dalam jumlah yang besar dari manca negara, seperti Australia,
Malaysia, Filipina dan Indonesia. Dari 53.000 ton ikan hidup yang di
impor di Hongkong selama dua dekade terakhir, 30.000 tonnya adalah
ikan kerapu (Famili Serranidae).
Hongkong memiliki karakteristik yang unik yang berkaitan dengan
perdagangan ikan kerapu hidup. Masyarakat Hongkong sangat percaya
bahwa warna merah ikan kerapu akan membawa keberuntungan
tertentu. Selain itu, masyarakat Hongkong juga percaya bahwa
mengkonsumsi ikan kerapu hidup akan memberi manfaat kesehatan
luar biasa. Umumnya ikan kerapu hasil tangkapan alam lebih disukai
daripada karapu hasil budidaya. Sedangkan harga ikan kerapu hidup di
Hongkong sangat di pengaruhi oleh ketersediaan stok di pasar.
Ukuran kerapu yang paling banyak diminati di pasar Hongkong
adalah ukuran 500 - 1.200 gram per ekor (dish size). Permintaan ikan
kerapu Hongkong juga berkaitan dengan siklus ekonomi dan budaya
masyarakat Hongkong. Permintaan ikan kerapu tertinggi umumnya
menjelang tahun baru Imlek (tahun baru China) yang jatuh antara bulan
Desember – Februari. Permintaan terendah akan terjadi pada saat hari

9
raya Ching Bing (mengunjungi makam para leluhur) sebab saat itu
masyarakat Hongkong sangat dipantangkan memakan ikan selama 4
hari berturut-turut.

2.1.3.5 Promosi
Promosi ikan kerapu di lakukan pada konsumen dengan
perekonomian tingkat atas. Promosi ikan kerapu oleh CV. NASTASIA
MANDIRI di lakukan melalui :
 Mendatangi langsung dan memberikan penawaran penjualan
kepada perusahaan distributor pengolahan ikan di dalam
maupun luar negeri. Melalui supplier ini, ikan akan di
pasarkan secara luas ke restoran.
 Melakukan penawaran melalui media internet (Email )

2.1.3.6 Hulu Hilir


Pembesaran ikan kerapu ini pun harus melalui beberapa proses
hingga mencapai tahap penjualan. Proses-proses tersebut bertujuan
untuk mempertahankan kualitas ikan kerapu bila dijual ke perusahaan.
Proses-proses tersebut antara lain:

2.1.3.6.1 Pembibitan Ikan Kerapu


Dalam pembibitan ikan kerapu, Natasia Mandiri memilih bibit
ikan kerapu yang unggul. Bibit unggul tersebut memiliki potensi
untuk berkembang biak lebih cepat dari pada bibit ikan biasa.
Untuk membedakan ciri-ciri antara bibit unggul dan bibit biasa
pada ikan kerapu antara lain:
 Warna corak bibit yaitu lebih cerah.
 Panjang lebih besar dari dan sama 5 cm.
 Abnormalitas lebih kecil dari dan sama dengan 10%.
 Bibit sehat dan tidak cacat
 Perilaku bibit yaitu bergerombol

10
Gambar 2.9 pemilihan bibit unggul

Sumber : Natasia Mandiri

Kemudian bibit ikan tersebut disortis secara per ekor, guna


untuk menghindari dari bibit yang tidak sehat maupun cacat serta
terkena virus maupun bakteri.
Untuk mencapai target penjualan ikan kerapu, Natasia Mandiri
juga bekerja sama dengan PT Sanitara untuk pengadaan bibit.
Pengadaan bibit ini bertujuan apa bila bibit ikan kerapuunggul
belum mencapai target dalam pembesaran, maka akan diadakan
penambahan untuk dibesarkan agar penjualan dapat tercapai.
Bibit tersebut dikirimkan dari tempat pembiakan yang berada
di Surabaya ke Dabo Singkep. Kemudian bibit tersebut dikemas
dengan cara tertutup rapat dengan pelastik yang berisikan air,
metode ini berfungsi untuk mengamankan bibit-bibit unggul
tersebut agar sampai pada tujuan dengan selamat. Setelah dikemas,
plastik yang berisikan ikan kerapu tersebut diletakkan ke dalam
peti.

11
Gambar 2.10 Pengiriman bibit unggul

Sumber : Natasia Mandiri

2.1.3.6.2 Menyortir Ikan Kerapu


Menyortir ikan kerapu adalah salah satu fase terpenting
dimana ikan kerapu tersebut akan disaring satu per satu. Tujuan
penyaringan ini adalah untuk memisahkan ikan kerapu yang sudah
dewasa dan yang belum dewasa dan memisahkan antara ikan
kerapu yang cacat atau tidak sehat ke kolom keramba yang berbeda
dengan metode pencucian ikan kerapu. Metode pencucian ikan
kerapu ini juga memiliki fungsi untuk menyembuhkan dan
membersihkan ikan kerapu dari hama dan kutu air.
Cara pencucian ikan kerapu tersebut yaitu dengan
mencampurkan obat kedalam air tawar, kemudian ikan kerapu akan
dimasukan ke dalam air tawar yang mengandung obat tersebut dan
didiamkan selama 1 hingga 2 menit untuk membuang bakteri dan
hama yang menempel pada ikan. Kemudian ikan dipilih
berdasarkan yang paling besar dan sehat akan dipindahkan ke
kolom keramba lain, dan yang memiliki cacat dan sakit akan
dikarantinakan di kolom yang berbeda. Fase ini terus dilakukan
hingga ikan kerapu tersebut dewasa dan sudah bisa dijual kepada
perusahaan yang membeli.

12
Gambar 2.11 Menyortir Ikan Kerapu

Sumber : Natasia Mandiri

2.1.3.6.3 Pengiriman Ikan Kerapu


Pengiriman ikan kerapu ini dapat dilakukan dengan dua cara
tergantung kebutuhan perusahaan yang memborong. Ikan kerapu
dapat dikirimkan dalam keadaan hidup maupu keadaan masih
segar.

Gambar 2.12 Kapal pengiriman ikan

Sumber : Natasia Mandiri

13
 Pengiriman Ikan Kerapu Hidup
Dalam pengiriman ikan kerapu yang masih hidup harus
dikerjakan dengan hati-hati, karena ikan kerapu yang akan
dikirimkan harus ditimbang beratnya dan kemudian
dimasukkan kedalam bak air asin yang disediakan oksigen
didalam kapal agar ikan kerapu tersebut tidak mati dalam
perjalanan jauh. Kapal milik Natasia Mandiri memiliki 4
kolom bak air untuk menampung ikan kerapu yang siap
dikirimkan. Masing-masing kolomnya mampu
menampung ikan kerapu sebanyak 1 ton dengan total 4
kolom yaitu 4 ton total berat ikan kerapu.

 Pengiriman Ikan Kerapu Segar (mati)


Dalam pengiriman ikan kerapu segar (mati) ini dapat
dilakukan dengan menimbang berat ikan terlebih dahulu
kemudian dimasukkan kedalam peti es agar kesegaran
ikan dapat bertahan lama hingga ke pemborong. Biasanya
pembelian ikan kerapu dalam kondisi yang masih segar
ini tidak diekspor, melainkan dikirim ke perusahaan yang
dalam negeri. Karena apabila pengiriman ikan dilakukan
ke luar negeri akan lebih lama diperjalanan, sehingga ikan
tersebut bisa membusuk dalam perjalanan. Jadi untuk
menghindari pembusukan tersebut maka Natasia Mandiri
melakukan kebijakan untuk menjual ikan segar ke
pertusahaan yang terjangkau jaraknya.

2.1.3.7 Struktur Organisasi Natasia Mandiri


Susunan Pengurus Natasia Mandiri terdiri dari 1 (satu) orang
Direktur Utama, 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama, 1 (satu) orang
Komisaris, 3 (tiga) Orang direktur yang terdiri dari Direktur Teknik dan
Koordinator Lapangan, Direktur Administrasi dan Keuangan, Direktur
Marketing dan Promotion. Untuk mencapai hasil yang maksimal serta
terorganisasi dengan baik Natasia Mandiri mempunyai suatu susunan
kepengurusan dimana di dalamnya di libatkan semua tenaga pekerja

14
untuk kemajuan perusahaan.Struktur organisasi perusahaan dapat
dilihat pada Tabel 1 beserta uraian tugasnya.

Tabel 1 : Struktur organisasi Natasia Mandiri

Sumber : Natasia Mandiri

2.1.3.7.1 Uraian Tugas Personil


Berdasarkan struktur organisasi diatas berikut uraian tugas dan
tanggung jawab masing -masing personil dalam perusahaan Natasia
Mandiri yaitu :

A. Direktur Utama
Sebagai pimpinan tertinggi yang secara garis besarnya
mengawasi dan memeriksa seluruh perkembangan kegiatan
perusahaan yang di jalankan oleh Direktur Teknik dan
Koordinator Lapangan untuk kemajuan produktivitas ikan
kerapu,sedangkan untuk masalah pemasaran dijalankan
Direktur Marketing dan Promotion,dan untuk laporan
dirangkum tiap bulannya menjadi tugas Direktur administrasi
dan keuangan.

B. Wakil Direktur Utama dan Komisaris

15
Merupakan pimpinan tertinggi setelah direktur utama yang
secara garis besarnya berfungsi sama dalam mengawasi dan
memeriksa seluruh perkembangan kegiatan perusahaan yang di
jalankan oleh Direktur Teknik dan Koordinator
Lapangan,Direktur Marketing dan Promotion,serta Direktur
administrasi dan keuangan.
Sebagai pimpinan tertinggi perusahaan.direktur
utama,wakil direktur utama dan komisaris berhak untuk
melakukan :
 Melakukan pengawasan atas tindakan direktur divisi.
 Memeriksa buku - buku dan surat - surat perusahaan
 Memeriksa laporan keuangan dan inventaris
perusahaan

C. Direktur Teknik dan Koordinator Lapangan


Sebagai pimpinan divisi teknik dan koordinator
lapangan,mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap
perkembangan dan produktivitas.dalam hal ini antara lain
yaitu.

Tugas :

 Bekerja sama dengan Divisi Marketing dan


Promosi dalam penyusunan rencana dan jadwal
produksi.
 Mengkoordinir dan mengawasi serta memberikan
pengarahan kerja kepada setiap seksi di bawahnya
untuk menjamin terlaksananya kesinambungan
dalam proses produksi.yaitu : seksi kapal
pengangkut ikan,kerambah jaring apung dan
perawatan
 Memonitor pelaksanaan rencana produksi agar
dapat dicapai hasil produksi sesuai jadwal, volume
atau banyaknya dan berkualitas.
 Bertanggung jawab atas pengendalian bibit ikan
maupun ikan yang sudah besar atau telah siap

16
diproduksi dan efisiensi penggunaan tenaga kerja,
mesin dan peralatan.
 Selalu menjaga agar fasilitas produksi berfungsi
sebagaimana mestinya.
 Selalu berusaha untuk meningkatkan keterampilan
setiap karyawan di bawah tanggung jawabnya
dengan memanfaatkan pelatihan yang di
selenggarakan oleh pemerintah.
 Berusaha mencari cara – cara penekanan biaya dan
metode perbaikan kerja yang lebih efisien.
 Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja
bawahannya secara berkala.
 Melakukan pengawasan efisiensi dan efektivitas
kegiatan kerja.

Tanggung jawab :
 Bertanggung jawab terhadap strategi yang telah
disusun
 Bertanggung jawab atas efisiensi dan efektivitas
kerja
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas –
tugasnya kepada Direktur Utama,Wakil Direktur
dan Komisaris perusahaan
 Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan
dan melakukan analisa atas efisiensi pelaksanaan
tersebut.
 Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja
bawahan

D. Direktur Marketing dan Promosi


Untuk pimpinan divisi Marketing dan Promosi,mempunyai
tugas dan tanggung jawab terhadap pemasaran dan promosi
hasil produktivitas.dalam hal ini antara lain yaitu.
Tugas :

 Bekerja sama dengan divisi teknik dan koordinator


lapangan
 Melakukan perencanaan strategi pemasaran dengan
memperhatikan situasi pasar

17
 Merencanakan marketing research yaitu dengan
mengikuti perkembangan pasar, terutama terhadap
produk yang sejenis dari perusahaan lain.
 Melakukan perencanaan analisis peluang pasar.
 Melakukan perencanaan tindakan antisipatif dalam
menghadapi penurunan order.
 Melakukan identifikasi dan meramalkan peluang pasar.
 Merencanakan pengembangan jaringan pemasaran.
 Menciptakan, menumbuhkan, dan memelihara kerja
sama yang baik dengan konsumen.
 Merumuskan target penjualan.
 Menanggapi permasalahan terkait keluhan pelanggan
 Melakukan pengendalian terhadap rencana – rencana
yang sudah disusun untuk menjamin bahwa sasaran
yang ditetapkan dapat terwujud, misalnya : volume
penjualan dan tingkat keuntungan.
 Melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi
penurunan order.
 Melakukan analisa perilaku pasar / konsumen sebagai
dasar dalam menentukan kebijakan pemasaran.
 Melakukan penilaian
 Memantau potensi bawahan untuk dilakukan
pembinaan sehingga menjadi lebih baik.
 Melakukan tugas – tugas lain yang ditetapkan oleh
atasan

Tanggung jawab :

 Bertanggung jawab terhadap strategi yang telah disusun


 Bertanggung jawab dalam membina hubungan baik
dengan konsumen
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas – tugasnya
kepada Direktur Utama,Wakil Direktur dan Komisaris
perusahaan
 Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan dan
melakukan analisa atas efisiensi pelaksanaan tersebut
 Mengambil resiko penyelesaian dan menyarankan suatu
rencana tindakan, meskipun kenyataan, kesempatan dan
resiko yang dihadapi sama
 Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja bawahan

18
E. Direktur Administrasi dan Keuangan
Bagian yang bertanggung jawab untuk mengurusi segala
yang menyangkut administrasi dan keuangan perusahaan yang
mempunyai tugas dan tanggung jawab yaitu.

Tugas :
 Mengkoordinasi perencanaan anggaran pengeluaran
 Mempertanggung jawaban keuangan yang di keluarkan
 Melakukan sistem pencatatan keuangan
 Membuat laporan secara periodik kepada Direktur
Utama,Wakil Direktur dan Komisaris
berdasarkan pertanggung jawaban masing – masing
divisi
 Melaksanakan penyimpanan dokumen penting dan
dokumen berharga milik perusahaan
 Melakukan rapat kordinasi di tingkat unit kerja atau
antar divisi
 Mengembangkan gagasan dan sistem penghematan
biaya pengeluaran untuk kemandirian perusahaan
 Merencanakan, mengendalikan dan membuat
keputusan atas semua aktivis akuntansi
 Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi kegiatan
keuangan di perusahaan
 Menetapkan besarnya anggaran yang dibutuhkan setiap
divisi bersama masing – masing direktur divisi
 Menerima laporan mengenai arus kas yang keluar dari
atau masuk ke perusahaan
 Menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan.
 Menyelenggarakan dan mengendalikan seluruh
aktivitas penerimaan dan pengeluaran perusahaan.
 Menyelenggarakan dan mengendalikan tagihan-tagihan
perusahaan.
 Menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh
kegiatan pendanaan perusahaan.
 Menyelenggarakan pengelolaan manajemen sumber
daya manusia perusahaan.
 Menyelenggarakan pengelolaan ketatausahaan

Tanggung jawab :

19
 Bertanggung jawab terhadap strategi yang telah disusun
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas – tugasnya
kepada Direktur Utama,Wakil Direktur dan Komisaris
perusahaan
 Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan dan
melakukan analisa atas efisiensi pelaksanaan tersebut
 Menyelenggarakan penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) yang terkait dengan
pengelolaan keuangan perusahaan, SDM dan hubungan
dengan lingkungan.
 Menyelenggarakan dan merencanakan kebijakan
akuntansi perusahaan.
 Membuat Laporan Keuangan Bulanan
 Membuat Laporan Keuangan Tahunan
 Memeriksa Laporan Tahunan Aktivitas karyawan
 Mengontrol aset tetap yang dipegang oleh Staff
 Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja bawahan

F. Staff Divisi
Merupakan personil yang membantu pelaksanaan tugas
masing -masing direktur divisi, dalam tiap-tiap divisi
mempunyai staff yang bertugas menjalankan tugas sesuai
instruksi atau perintah dari masing-masing direktur divisinya.
Para staff ini berkewajiban dan mempertanggung jawabkan
hasil pekerjaan sesuai instruksi yang telah diberikan.

G. Seksi Kapal Pengangkut Ikan


Kapal pengangkut ikan ini di bawah naungan divisi teknik
dan koordinator lapangan bersama divisi marketing dan
promosi.dimana kapal ini mengangkut ikan yang telah siap
panen. Untuk ukuran ikan tersebut ialah ikan kerapu berukuran
300-500 gram atau ukuran super 600-900 gram. Pengangkutan
ikan mengunakan tangki fiber dengan mengunakan system
terbuka yang terdapat pada kapal pengangkut ini.dengan tujuan
Pasar utama penjualan ikan kerapu adalah komsumen luar
negeri serta pasar lokal yang cukup menjanjikan.selanjutnya
kapal tersebut mengantarkan ikan tersebut kepada

20
konsumen.kapal tersebut berukuran 18 GT.sebelum berangkat
mengantarkan ikan yang telah dimuat di dalam kapal,kapal
tersebut dilengkapi surat – surat keterangan dan mendapat
legalitas dari pemerintah.

H. Seksi Keramba Jaring Apung

Pada seksi ini sangat berperan penting dalam


menyukseskan produktivitas,karna sangat mempengaruhi
marketing.apabila produk yang di hasilkan tidak dapat
memenuhi permintaan konsumen.untuk itu jika produktivitas
budidaya ikan kerapu dalam KJA akan berhasil dengan baik
(tumbuh cepat dan kelangsungan hidup tinggi) apabila
pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan, ukuran benih yang
ditebar dan kepadatan tebaran sesuai.
Kriteria benih kerapu yang baik, adalah : ukurannya
seragam, bebas penyakit, gerakan berenang tenang serta tidak
membuat gerakan yang tidak beraturan atau gelisah tetapi akan
bergerak aktif bila ditangkap, respon terhadap pakan baik,
warna sisik cerah, mata terang, sisik dan sirip lengkap serta
tidak cacat tubuh.
Proses penebaran benih sangat berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup benih. Sebelum ditebarkan, perlu
diadaptasikan terlebih dahulu pada kondisi lingkungan
budidaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam adaptasi
ini, adalah : (a) waktu penebaran (sebaikanya pagi atau sore
hari, atau saat cuaca teduh), (b) sifat kanibalisme yang
cenderung meningkat pada kepadatan yang tinggi, dan (c)
aklimatisasi, terutama suhu dan salinitas.
Benih ikan kerapu ukuran panjang 4 – 5 cm dari hasil
tangkapan maupun dari hasil pembenihan, didederkan terlebih
dahulu dalam jaring nylon berukuran 1,5x3x3 m dengan
kepadatan ± 1000 ekor. Sebulan kemudian, dilakuan grading
(pemilahan ukuran) dan pergantian jaring. Ukuran jaringnya
tetap, hanya kepadatannya 250 ekor per jaring sampai
mencapai ukuran glondongan (20 – 25 cm atau 100 gram).

21
Setelah itu dipindahkan ke jarring besar ukuran 3 x 3 x 3 m
dengan kepadatan optimum 500 ekor untuk kemudian
dipindahkan ke dalam keramba pembesaran sampai mencapai
ukuran konsumsi (500 gram).
Biaya pakan merupakan biaya operasional terbesar dalam
budidaya ikan kerapu dalam KJA.. Pemberian pakan
diusahakan untuk ditebar seluas mungkin, sehingga setiap ikan
memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakan.
Pada tahap pendederan, pakan diberikan secara ad
libitum (sampai kenyang). Sedangkan untuk pembesaran
adalah 8-10% dari total berat badan per hari. Pemberian pakan
sebaiknya pada pagi dan sore hari.
Pakan alami dari ikan kerapu adalah ikan rucah (potongan
ikan) dari jenis ikan tanjan, tembang, dan lemuru. Benih kerapu
yang baru ditebardapat diberi pakan pelet komersial. Untuk
jumlah 1000 ekor ikan dapat diberikan 100 gram pelet per hari.
Setelah ± 3-4 hari, pelet dapat dicampur dengan ikan rucah.
Pemberian pakan ini sampai larva berumur 16 hari dengan
penambahan secara bertahap rotifera sampai kepadatan 5 - 10
ekor/ml plytoplankton 105 - 2.105 sel/ml media. Umur 9 hari
mulai diberi pakan naupli artemia yang baru menetas dengan
kepadatan 0,25- 0,75 ekor/ml media, pakan diberikan sampai
larva berumur 25 hari dengan peningkatan kepadatan
mencapai 2 - 5 ekor/ml media. Umur 17 hari larva dicoba
diberi pakan artemia yang telah berumur 1 hari kemudian
secara bertahap diubah dari artemia berumur 1 hari ke artemia
setengah dewasa dan akhirnya artemia dewasa sampai larva
berumur 50 hari. Setelah larva berumur 29 - 31 hari berubah
menjadi benih aktif, menyerupai kerapu dewasa. Pada saat ini
mulai dicoba pemberian pakan dengan cincangan daging ikan.
Seksi ini mendapat perhatian yang sangat khusus dari divisi
teknik dan koordinator lapangan bersama divisi marketing dan
promosi.

I. Seksi Perawatan

22
Untuk seksi perawatan yang juga masih di bawah naungan
divisi teknik dan koordinator ini mempunyai bagian yang
terdiri dari perawatan :
 Pengelolaan Jaring
Di dalam air laut jaring cepat tersumbat dengan
lumpur dan penempelan organisme lain seperti alga
dan kepiting. Untuk menjaga agar sirkulasi air
berjalan lancar di dalam jaring maka harus sering
diadakan pergantian jaring dan dicuci. Ini adalah
salah satu cara pengelolaan untuk menjaga kesehatan
ikan khususnya mencegah penyakit yang disebabkan
parasit.Jarak waktu penggantian jaring tergantung
dari kondisi perairan tempat pemeliharaan,Pada
jaring dengan mata yang kecil lebih cepat terjadi
penyumbatan.jika jaring kotor harus dicuci di tempat
pencucian jaring yang telah tersedia. Setelah dicuci
jaring dikeringkan dengan dijemur sempurna di
bawah sinar matahari untuk membunuh penyakit
khususnya telur-telur parasit yang menempel pada
jaring.yang harus diingat saat pergantian jaring
adalah pada waktu kondisi ikan dalam keadaan sehat.
Biasanya saat perendaman dengan air tawar untuk
menghilangkan parasit pada saat itu juga dipakai
untuk memisahkan ikan yang kecil dan lemah untuk
disimpan pada jaring yang lain pada waktu yang
sama dilakukan monitoring pertumbuhan ikan dengan
cara menimbang berat badan ikan.

 Seleksi Ikan
Kerapu bebek tidak memiliki sifat kanibalisme
seperti ikan kerapu yang lain. Akan tetapi memiliki
variasi ukuran yang besar selama pemeliharaan,
pertumbuhan ikan yang kecil ukurannya akan
terlambat dari ikan seumurannya. Setelah dua minggu
ikan ditebar harus diadakan penyeleksian untuk
23
dipilih. Seleksi ikan perlu dilakukan paling sedikit
satu bulan sekali bersamaan setelah dilakukan
pergantian jaring.
 Pengamatan Pertumbuhan Ikan
Pengamatan pertumbuhan ikan adalah salah satu
aktivitas pengelolaan untuk kesehatan, karena ikan
dengan kondisi kurang sehat mempunyai
pertumbuhan yang kurang. Selain itu dengan
mengetahui berat ikan memudahkan pemberian obat
melalui pakan. Karena itu berat ikan harus diketahui
untuk menghitung jumlah obat yang diberikan.Untuk
mengetahui berat rata-rata ikan dengan cara
menimbang 10-30 ekor ikan secara bersamaan
kemudian dirata-rata.
 Pengendalian Penyakit dan penanggulangannya
Prinsip yang dilakukan di KJA CV.NASTASIA
MANDIRI dalam pengendalian penyakit adalah
“deteksi secara dini dan ambil tindakan secara cepat”.
Teknisi yang sudah terlatih dan berpengalaman sangat
membantu dalam penerapan prinsip ini. Sebagai
tambahan, pengelolaan usaha budidaya yang baik,
terutama persiapan secara baik, mendukung
terwujudnya prinsip ini Di KJA CV.NASTASIA
MANDIRI, seluruh obat-obatan dan bahan-bahan
yang diperlukan untuk treatmen selalu disimpan
untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi setiap
saat.
 Perawatan kerambah jaring apung
Kondisi KJA sangat penting,mengingat KJA tersebut
terbuat dari kayu.diharus kepada karyawan agar
selalu memperhatikan baut stainless stell yang
digunakan untuk mengunci pondasi KJA
tersebut.apabila baut tersebut tidak diperhatikan,akan
berakibat fatal sekali.karena KJA dapat mengalami
kerusakan yang cukup berat.sehingga mengganggu
produktivitas.
24
 Perawatan fasilitas pendukung
Fasilitas pendukung seperti ; Sampan yang
merupakan alat transportasi penghubung antara KJA
dengan rumah penyimpanan pakan dan peralatan
lainnya,Fiber Box yang merupakan tempat
penyimpanan pakan,Mesin pemotong ikan rucah
untuk pakan ikan,compressor yang digunakan sebagai
sumber oksigen tambahan yang di berikan kepada
bibit ikan yang masih baru. Semua fasilitas sarana
dan prasarana yang mendukung KJA harus
terpelihara dengan baik.

2.1.3.8 Visi dan Misi

 Visi : Menjadi Perusahaan yang siap berkompetensi,


berkualitas dengan kemandirian usaha dalam memasarkan
produk
 Misi : Memenuhi harapan sluruh klien, memberikan layanan
secara kompetitif kepada klien, stabilitas produk yang
berkesinambungan, keunggulan produktivitas dalam
berkompetensi dipemasaran.

25
2.1.3.9 Target
 Demografi
Usia : 20 - 40
Gender : Pria dan Wanita
Pendidikan : S1
Kelas Sosial : B –A
Agama : Semua agama

2.1.3.10 Psikografi
Karakter
Pemilik restoran, suka makanan seafood terutama ikan kerapu, sibuk,
menyukai barang berkualitas tinggi, tidak mau repot.

2.1.3.11 Geografi
Wilayah umum : Kota-kota besar di Asia
Kepadatan : Daerah Perkotaan

26
2.1.3.12 Kompetitor
Air Company
Gambar 2.13 Logo Air Company

Sumber : website Air Company


http://aircompany.indonetwork.co.id/sell#_ga=1.14510775.1848909
256.1425314583

Air Company merupakan perusahaan yang bekerja pada


pembiakan ikan kerapu yang berada di Jepara, Jawa tengah Indonesia.
Air Company bekerjasama dengan nelayan-nelayan lokal
membudidayakan ikan kerapu tersebut, yang kemudian di jual dengan
memesan langsung ke Air Company.
Air Company menjual ikan kerapu dengan bermacam-macam
harga tergantung dari berat dan bobot ikan kerapu nya. Dengan artian
Air Company menjual dan memasok ikan kerapu ke pembeli dengan
hitungan per kilogram atau persatu ekor ikan kerapu.

27
2.1.3.13 Analisa Swot Natasia Mandiri

Strength
 Merupakan pembiakan ikan kerapu terbesar di Dabo Singkep.
 Memiliki ikan kerapu yang berkualitas dengan berat 600 gram
keatas.
 Penjualan expor ikan kerapu dengan sebanyak kurang lebih 2 ton
perbulannya.
 Memiliki fasilitas keramba apung sebanyak 138 kolom.
 Ikan kerapu dapat dikirim dengan cepat menggunakan kapal
Natasia Mandiri.

Weakness
 Visual identity saat ini belum sesuai dengan visi, misi serta cita
yang ingin dibangun.

Opportunities
 Banyak restoran yang menyajikan ikan kerapu sebagai menu
masakan.
 Kesempatan besar dalam penjualan di kota-kota besar asia sangat
tinggi.
 Ikan kerapu merupakan ikan yang memiliki harga tinggi.

Threat
 Lebih memilih ikan lokal yang mudah terjangkau dari pada ikan
kerapu.
 Pesaing antar penjual ikan kerapu baik di indonesia mau pun di
kota-kota besar.

28
2.2 Tinjauan Khusus
2.2.1 Teori Branding
Membangun sebuah brand pada perusahaan merupakan hal yang penting.
Karena sebuah brand merupakan sebuah jiwa dari perusahaan yang
menggambarkan sifat dan karakteristik perusahaan yang ditampilkan kepada
target market maupun karyawan-karyawan perusahaan itu sendiri.

Ekspresi secara visual dan verbal dari sebuah brand. Yang dapat menarik
perhatian melalui indra pengelihatan maupun indra perasa kita. Brand
merupakan bahan bakar utama dalam identitas visual. Identitas pendukung,
ekspresi, komunikasi dan memvisualisasikan brand. Ini adalah cara komunikasi
yang paling cepat dan mudah. Dimulai dari sebuah brand name dan brand mark
yang kemudian dijabarkan menjadi sebuah komunikasi. Yang dapat
diaplikasikan mulai dari nama sampai ke produk-produk perusahaan. Brand
identity dapat meningkatkan perhatian dan membangun citra dari perusahaan.
Brand memiliki tujuan bagaimana meningkatkan awareness terhadap perusahaan
dan produk perusahaan, serta meningkatkan loyalitas konsumen. (Alina
Wheeler, 2009).

 Brand Awareness, adalah kemampuan konsumen atau calon konsumen


untuk mengingat brand dan kesadaran brand tersebut tampak konkrit.
Peningkatan brand awereness menajamkan citra dan karakter perusahaan
di masyarakat, baik konsumen maupun calon konsumen. Tingkatan brand
awareness terbagi menjadi tiga, yaitu: brand recognition, di mana orang-
orang dapat mengenali brand tersebut diantara brand lainnya yang
sejenis. Yang kedua, brand recall, adalah keadaan brand mampu diingat
kembali oleh konsumen. Yang terakhir adalah top of mind, dimana brand
dapat langsung disebutkan tanpa mengingat karena brand tersebut sudah
sangat terasa berada di sekitar masyarakat. (Alina Wheeler, 2009).
 Brand Strategy, adalah ide atau keunikan dari perusahaan yang berjalan
beriringan dengan prilaku, sikap, dan komunikasi yang berjalan
berdampingan. Strategi bran yang kuat merupakan pembeda brand
tersebut dari kompetitor lain. Brand strategy terhubung dengan strategi

29
perusahaan yang berdasarkan dari karakteristik dan visi perusahaan.
(Alina Wheeler, 2009).

Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam membangun


identitas visual Natasia Mandiri dibutuhkan konsep-konsep yang dapat
menggambarkan sifat dan karakteristik perusahaan yang harus ditampilkan
kepada target market maupun karyawan-karyawan Natasia Mandiri. Konsep
untuk membentuk Brand Identity Natasia Mandiri dapat diambil dari cara kerja
Natasia Mandiri yang membesarkan ikan kerapu dari bentuk bibit hingga siap
dijual yang menggambarkan perjuangan dan harapan yang tinggi, dari lokasi
pembesaran hingga visi dan misi perusahaan yang dirangkum dalam keyword :
bibit, semangat, laut, proses, tinggi. Dari keyword tersebut maka dapat diambil
big idea yaitu “harapan yang tumbuh” dan kemudian dibentuklah sebuah brand
identity perusahaan Natasia Mandiri yang dapat dilihat dalam logo, baju
perusahaan dan produk-produk perusahaan untuk meningkatkan brand
awareness.

2.2.2 Teori Desain Komunikasi Visual


Komunikasi visual adalah rangkaian dari proses untuk penyampaian tujuan
dan kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan
media visual atau penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan.
Komunikasi visual dibentuk dengan mengkombinasikan seni, lambang,
tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
Teori komunikasi visual menurut Safanayong (2006) “Teori visual
memiliki sejarah panjang tentang spekulasi dan ideologi menarik mengenai
bagaimana penglihatan (sight) bekerja dan bagaimana kita dapat mengerti
rangsangan visual.”.

Menurut Yongky Safanayong (2006) “Ketika mata dan otak mengalami


suatu obyek atau lingkungan, mereka akan mengingat kesan (image) dengan
pengelompokan informasi visual secara mental menurut karakteristik-
karakteristik tertentu dikenal sebagai aturan pengelompokan gestalt.” Berikut
aturan-aturan dasar mengenai pengelompokan gestalt menurut Yongky
Safanayong :
30
 Kemiripan (Similarity)
Obyek yang mirip satu sama lain cendrung dilihat sebagai kesatuan
bentuk.
 Kedekatan (Proximity)
Obyek yang ditempatkan secara berdekatan akan membentuk suatu
bentuk baru.
 Penutupan (Closure)
Suatu bentuk memperlihatkan penutupan apabila unsur-unsur yang
terpisahditempatkan sebagai suatu kesatuan daripada bagian-bagian
yang berlainan.
 Kontinuitas (Continuity)
Kontinuitas terjadi apabila sebagian dari bentuk saling tumpang-tindih
atau dalam bentuk bersentuhan, maka kita mengikuti bentuk yang
dominan melintasi bentuk lainnya tanpa terputus.
 Figur-latar (Figure-fround)
Ada kecendrungan untuk menginterpretasi data visual sebagai obyek
dengan latar belakang atau lebih tepat figure dengan latar.

Dari pembahasan aspek-aspek Gestalt di atas dapat dipahami untuk


merancang sebuah identitas visual perlu diperhaikan bahwa sebuah bentuk
tidak dapat berdiri sendiri, tapi merupakan kesatuan yang utuh. Sebagai contoh
obyek-obyek yang terpisah namun di susun-susun hingga membentuk sebuah
kesatuan bentuk baru yang dapat terlihat maknanya, pendekatan ini merupakan
bentuk closure. Hal ini dapat membantu menunjukan sebuah kesatuan yang
penuh arti dalam membentuk identitas visual.

2.2.3 Teori Logo


Logo merupakan sebuah komponen utama yang penting dalam identitas
visual sebuah perusahaan yang akan selalu di ingat bagi target market mau pun
orang lain yang melihatnya. Karena logo dapat mencerminkan karakteristik
perusahaan melalui visi dan misi yang ingin disampaikan kepada target
perusahaan.

Gregory Thomas (2000) membuat kriteria logo yang baik, antara lain:
 Visibility, logo harus menonjol secara visual dan membuatnya mudah
diingat dan dapat diidentifikasi dengan cepat.

31
 Applicable, logo harus dapat diaplikasi dengan mudah pada berbagai
media, dan berbagai teknik aplikasi digital maupun manual.
 Distinctiveness, logo harus dapat dengan mudah dibedakan dari logo-
logo lainnya.
 Simplicity/Universality, logo dapat dengan mudah dimengerti,
menyimbolkan arti yang ingin diwujudkan serta sesuai dengan
kebudayaan dan aturan yang berlaku.
 Retention, logo yang unik dan dapat menimbulkan pesan personal
pada setiap orang yang melihat.
 Color, logo dapat diaplikasikan dengan warna maupun hitam putih.
 Descriptiveness, logo dapat menggambarkan arti serta visi misi tanpa
penggambaran secara berlebihan
 Timeless, logo setidaknya dapat bertahan lebih dari 15 tahun.
 Modularity, terdapat hirarki dan semua elemen dapat tersusun selaras
sesuai pesan yang ingin disampaikan.
 Equity, logo dapat menyesuaikan dengan usia dan pengenalan pesan
yang ingin disampaikan.

Dari pembahasan aspek-aspek logo di atas, maka dapat dipahami dalam


merancang sebuah logo perusahaan perlu memiliki keunikan dalam membentuk
logo Natasia Mandiri. Hal tersebut dibutuhkan konsep untuk membuat logo agar
terlihat unik. Konsep untuk membentuk logo Natasia Mandiri dapat diambil dari
cara kerja Natasia Mandiri yang membesarkan ikan kerapu dari bentuk bibit
hingga siap dijual yang menggambarkan perjuangan dan harapan yang tinggi,
dari lokasi pembesaran hingga visi dan misi perusahaan yang dirangkum dalam
keyword : bibit, semangat, laut, proses, tinggi. Dari keyword tersebut maka dapat
diambil big idea yaitu “harapan yang tumbuh” dan kemudian dibentuklah
sebuah logo perusahaan Natasia Mandiri.

32
2.2.4 Teori Warna
Respon otak manusia pada saat pertama kali melihat sebuah Brand akan
mengenali bentuk terlebih dahulu, kemudia mengenal warna dan bahasa pada
Brand. Warna penting untuk memicu suasana dan pandangan terhadap sebuah
Brand. Warna merupakan elemn yang penting dalam pencitraan sebuah brand,
maka dari itu perlu berhati-hati dalam pemilihan warna. Karena dapat
berpengaruh pada sudut pandang dan kepekaan terhadap orang-orang yang
melihatnya.
Warna merupakan metode paling tepat dalam usaha menyampaikan pesan
dan tujuan. Warna adalah bagian dari proses perlengkapan identitas. Warna
juga bekerja bersamaan dengan seluruh arti dan konsep pemikiran abstrak.
(Leatrice Eisseman, 2000).
Warna yang diterapkan dalam desain logo dan memberikan informasi
psikologis yang terkandung dari produknya. Warna mempunyai peranan
penting dalam penciptaan sebuah tanda. Sehingga sebuah produk atau brand,
dapat menampilkan karakteristik dari perusahaan kepada target marketnya.
Warna merupakan sebuah elemen yang penting dalam pengaplikasian
sebuah Brand. Karena warna merupakan sebuah komponen yang dapat
menunjukkan hasil yang maksimal dalam segi estetis pada identitas visual atau
brand. Warna juga merupakan hal yang dekat bagi manusia, setiap benda yang
berada di sekitar kita memiliki warna-warna yang mencerminkan emosi yang
ingin disampaikan kepada penggunanya. Maka dari itu warna merupakan
elemen yang tidak dapat terpisahkan dalam membangun identitas visual atau
Brand.
Warna juga memiliki karakter secara umum seperti dirangkum oleh Terry Lee,
Stone, Sean Adams, dan Noreen Morioka dalam buku Color Design Book,
diantaranya:
 Merah, diasosiasikan dengan api, darah, dan makanan, mempunyai sifat
yang energetik, passionate, penuh semangat, dan hangat.
 Kuning, diasosiasikan dengan sinar matahari, mempunyai sifat yang
optimis, bijak, intelektual, dan ceria.
 Biru, diasosiasikan dengan langit dan laut, mempunyai sifat damai, tenang,
dingin, loyalitas dan maskulin.

33
 Hijau, diasosiasikan dengan lingkungan dan tumbuhan, mempunyai sifat
alam, harmonis, jiwa muda, kesembuhan, dan kesuksesan.
 Orange, diasosiasikan dengan musim gugur, mempunyai sifat kreatif, sehat,
vibrant, sosial, dan unik.
 Hitam, diasosiasikan dengan malam dan kematian, mempunyai sifat
misterius, elegan, keseriusan, powerful, dan formal.
 Putih, diasosiasikan dengan cahaya dan kemurnian, mempunyai sifat
kesempurnaan, bersih, lembut, simple, jujur, dan inosen.

Dari aspek-aspek karakter warna di atas dapat dipahami bahwa sebuah


identitas visual membutuhkan warna agar dapat menunjukan karakteristik dan
emosi dari perusahaan tersebut. Oleh sebab itu warna biru cocok untuk
digunakan dalam merancang identitas visual Natasia Mandiri karena warna
biru biru diasosiasikan dengan langit dan laut, hal tersebut cocok karena
Kedekatan Natasia Mandiri terhadap laut yang merupakan lapangan utama
dalam membesarkan ikan kerapu. Dan warna biru dipercayai sebagai warna
yang melambangkan profesionalitas, dewasa dan dapat dipercayaan, karena
warna biru memiliki sifat damai, tenang, loyalitas dan maskulin.

2.2.5 Teori Tipografi


Tipografi merupakan elemen terpenting dalam membangun sebuah Brand.
Karena tipografi adalah bagian yang digunakan untuk mengkomunikasikan
banyak hal tentang perusahaan. Bentuk tipografi juga dapat mengekspresikan
emosi dari sebuah brand yang ingin disampaikan kepada pembaca, seperti
halnya yang terdapat pada baju yang maupun asesoris yang kita pakai akan
mengkomunikasikan tentang diri kita.
Tipografi dikatakan sebagai visual kompetit, yang berarti bahasa yang
dapat dilihat. Tipografi adalah salah satu sarana untuk menerjemahkan kata –
kata yang terucap ke halaman yang dapat dibaca. Peran tipografi adalah
mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat.
Dalam membuat perencanaan suatu karya desain, keberadaan elemen tipografi
sudah harus selalu diperhitungkan karena dapat mempengaruhi susunan hirarki
dan keseimbangan daripada karya desain tersebut. Pengertian tipografi yang
sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari bentuk huruf, dimana huruf, angka,

34
tanda baca, dan sebagainya tidak dilihat sebagai suatu desain. (David E. Carter
th : 1995).
Tipografi merupakan elemen komuikasi yang dapat membantu
menyampaikan maksud dan tujuan sebuah Brand kepada siapa saja yang
melihatnya. Menurut Rob Carter (1996), ada beberapa factor penting yang
perlu diperhatikan dalam menggunakan typografi, antara lain:
 Legibility (keterbacaan)
 Readability (dapat dibaca)
 Visibility (mudah dilihat)
 Clarity (kejelasan)

Dari pembahasan tipografi diatas maka dapat disimpulkan bahwa tipografi


dapat mencurahkan ekspresi brand perusahaan kepada siapa saja yang
melihatnya. Seperti bentuk font Comfortaa (Regular) yang mengekspresikan
emosi hangat dan rapi yang dapat dengan mudah dibaca namun juga memiliki
sifat yang cocok dengan konsep brand identity dari Natasia Mandiri.

35