Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PROYEK AKHIR

MIKROKONTROLER DAN MIKROPROSESOR

ALARM INDIKATOR AIR KRAN UNTUK WUDHU

KELOMPOK 3

ELANG BARRUNA 1606824572


FIKIH MUHAMMAD 1606894502
GRACE MISSRANI 1606908565
RAHAYU WINDASARI 1706104584

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan nikmatnya sehingga
laporan “Alarm Indikator Air Kran untuk Wudhu” dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa
juga kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen kami Prof. Dr. Ir. Nji Raden
Poespawati,M.T. atas bimbingannya.

Harapan kami adalah semoga proposal ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, agar kedepannya dapat bermanfaat untuk masyarakat terutama
dalam mengatasi masalah pemborosan air.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat beberapa
kekurangan baik dari segi susunan kalimat. maupun tata bahasanya, hingga dari sisi kontennya.
Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar laporan ini menjadi
lebih baik lagi.

Depok, 8 Agustus 2018

Kelompok 3

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 2

DAFTAR ISI............................................................................................................................. 3

RESUME .................................................................................................................................. 4

BAB I: PENDAHULUAN ..................................................................................................... 5

1.1 Permasalahan ................................................................................................................. 5

1.2 Solusi yang diharapkan .................................................................................................. 5

1.3 Tujuan ............................................................................................................................ 6

1.4 Batasan Permasalahan .................................................................................................. 6

1.5 Konsep Pengukuran Masalah ....................................................................................... 6

BAB II: RANCANGAN SISTEM........................................................................................... 7

2.1 Arsitektur Sistem ........................................................................................................... 7

2.2 Karakteristik Sensor ....................................................................................................... 8

2.3 Rumusan Algoritma Penggunaan Sensor....................................................................... 9

2.4 Interkoneksi Sensor ke Mikrokontroler ...................................................................... 10

2.5 Flowchart Pengukuran................................................................................................. 12

BAB III: PENGUKURAN DAN HASIL.............................................................................. 13

3.1 Teknis Pengukuran....................................................................................................... 13

3.2 Grafik Hasil Pengukuran.............................................................................................. 13

3.3 Analisa Kinerja Sistem ................................................................................................ 14

KESIMPULAN ...................................................................................................................... 15

REFERENSI ........................................................................................................................... 16

LAMPIRAN............................................................................................................................ 17

3
RESUME

Air memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Peran tersebut dapat
terlihat dari tingkat kebutuhan manusia dalam penggunaan air di kehidupan sehari-hari, salah
satunya adalah saat melakukan wudhu bagi umat Muslim. Namun, penulis melihat, masih
banyak pengguna yang kurang bijak dalam menggunakan air wudhu. Oleh karena itu,
diciptakanlah alat ‘Alarm Indicator Air Kran untuk Wudhu’. Prinsip kerjanya yaitu ketika
air wudhu mengalir, maka air akan melewati katup pada waterflow sensor sehingga membuat
rotor magnet di dalamnya berputar dengan kecepatan tertentu sesuai dengan tingkat aliran
yang mengalir. Medan magnet yang terdapat pada rotor akan memberikan efek pada sensor
efek hall dan itu akan menghasilkan sebuah sinyal pulsa berupa tegangan PWM (Pulse Width
Modulator). Kecepatan pulse output akan berbanding lurus dengan aliran air yang melalui
rotor yang nantinya akan dikonversi menjadi laju aliran per menit. Besar frekuensi laju aliran
air akan ditandai dengan nyala led dan buzzer yang dihubungkan ke mikrokontroler Arduino.

Kata Kunci : Air wudhu, waterflow, mikrokontroler

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Permasalahan

Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup.K ita semua
pasti membutuhkan air bersih. Mengingat pentingnya air bagi kehidupan manusia maka air
harus dihemat penggunaanya. Setiap hari, manusia menggunakan air dalam jumlah yang cukup
banyak. Pada kesehariannya, manusia membutuhkan air untuk mandi, cuci tangan, dan
wudhu.Wudhu merupakan hal yang penting dalam melaksanakan ibadah, setiap umat muslim
wajib melaksanakan wudhu. Di dalam tempat ibadah seperti masjid/mushola tentunya terdapat
ruangan untuk wudhu. Seperti kita tahu setiap harinya dilakukannya sholat 5 waktu,yang kita
tahu disetiap masjid/mushola pasti tersedia beberapa kran air yang digunakan sehingga
dibutuhkan sumber daya air yang cukup banyak setiap harinya. Tidak semua orang memiliki
kesadaran akan pentingnya berhemat air bersih sehingga sering terjadi keborosan. Jika dihitung
hingga beberapa bulan atau beberapa tahun, air yang digunakan untuk wudhu sudah terbuang
banyak begitu saja dan juga akan memperbanyak biaya pengeluaran.Dan jika kita melakukan
penghematan air ketika wudhu, itu akan sesuai dengan sunah Rasulullah ShallallaHu ‘alaHi wa
sallam juga berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sha’ hingga lima mud(1 mud
+- 500 ml).

1.2 Solusi yang diharapkan

Seperti kita tahu setiap penggunaan air untuk kehidupan sehari-hari kita menggunakan
air tanah dan jika dilakukan pemakaian yang tidak berskala maka akan terjadi penurunan tanah
seperti contoh Jakarta.Maka dibutuhkan alarm indikator air kran untuk wudhu.Alat ini dibuat
dengan harapan agar kita semua kaum muslim dapat lebih berhemat dalam menggunakan air
bersih dan juga agar dapat menjalankan sunah dari Rasulullah ShallallaHu ‘alaHi wa
sallam.Karena dengan kita mulai berhemat air bersih kita dapat menghemat juga biaya
pengeluaran.

5
1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari proyek akhir ini adalah:

1. Memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya penghematan air.


2. Meningkatkan efisiensi pemakaian air kran untuk wudhu.
3. Mendorong umat muslim untuk melaksanakan sunnah nabi.

1.4 Batasan permasalahan

Ruang lingkup pembahasan masalah mengacu pada masalah pemborosan air yang
keluar dari kran wudhu.Agar tidak terjadi perluasan pembahasan, maka perancangan alarm
indikator kran wudhu ini perlu adanya pembatasan masalah. Batasan masalah tersebut
diantaranya :

1. Perancangan alat ini berupa prototype ketika kran dihidupkan(diputar) maka akan
terhitung berapa jumlah debit air yang keluar dan jika debit air sudah mencapai 150 m 3
maka LED pertama yang berwarna merah akan menyala dengan delay 1.5 detik.Ketika
debit air sudah mencapai 300 m3 maka LED kedua akan menyala dengan delay 1
detik.Ketika debit air sudah mencapai 500 m3 maka ketiga LED akan menyala

2. Bukan alat untuk mengatur matinya kran

1.5 Konsep Pengukuran Masalah

Dalam pembuatan alat alarm indikator air kran ini, pengukuran laju aliran dari
waterflow didapatkan dengan cara membagi jumlah pulsa total yang keluar dari sensor dengan
4,5 sehingga akan menghasilkan jumlah total cairan yang melewatinya dalam liter per detik.
Sedangkan membaginya dengan 60 akan menghasilkan laju aliran dalam liter per menit. Dari
situlah didapatkan jumlah total atau kuantitas air / cair yang telah melewati sensor.

6
BAB II

RANCANGAN SISTEM

2.1 Arsitektur Sistem

Perancangan sistem terdapat 2 tahapan yaitu, tahap perancangan perangkat keras dan
perancangan perangkat lunak. Pada gambar di bawah menunjukkan arsitektur sistem
keseluruhan serta diagram bloknya.

Gambar 2.1.a Arsitektur Sistem Keseluruhan

LED

Buzzer

Gambar 2.1.b Blok Diagram Sistem Keseluruhan

7
2.2 Karakteristik Sensor Waterflow

Sensor yang digunakan pada alat ini adalah waterflow sensor. Sensor ini mempunyai
fungsi sebagai penghitung debit air yang mengalir dimana terjadi pergerakan motor yang akan
dikonversi ke dalam nilai satuan liter. Waterflow sensor memiliki katup plastik, rotor, dan
sebuah sensor Hall effect di dalamnya. Berikut adalah gambar bagian dalam waterflow sensor.

Gambar 2.2 Sensor Waterflow

Prinsip kerja waterflow sensor mengacu pada adanya fenomena efek Hall. Pada efek
Hall, perbedaan tegangan diinduksi dalam konduktor melintang ke arus listrik dan medan
magnet tegak lurus terhadapnya. Di sini, efek Hall digunakan dalam flow meter menggunakan
rotor kecil berbentuk kipas / baling-baling, yang ditempatkan di jalur cairan yang mengalir.
Cairan mendorong terhadap sirip rotor, menyebabkannya berputar. Batang rotor terhubung ke
sensor efek Hall. Kemudian terjadi kumparan arus dan magnet yang terhubung ke poros rotor,
sehingga tegangan / pulsa diinduksi saat rotor ini berputar. Dalam flow meter ini, untuk setiap
liter cairan yang melewatinya per menit, outputnya sekitar 4,5 pulsa. Hal ini disebabkan medan
magnet yang berubah oleh magnet yang menempel pada poros rotor. Sensor berbasis Hall
effect ini dapat digunakan untuk mendeteksi aliran air hingga 30 liter/menit (1.800 L/hour) dan
dapat diimplementasikan dalam pengendalian aliran air pada sistem distribusi air, dan aplikasi
lainnya yang membutuhkan pengecekan terhadap debit air yang dialirkan.

8
2.3 Rumusan Algoritma Penggunaan Sensor

Algoritma Cara Kerja Waterflow Sensor

1. If konversi data menjadi informasi debit


2. Then
3. If tampilkan debit air
4. Then
5. If menghitung volume air
6. Then
7. If informasi volume air
8. Then
9. Baca volume air
10. Then
11. Flow sensor = totalmililiter/1000
12. Selesai

Implementasi merupakan kegiatan akhir dari proses penerapan sistem baru, dimana tahap ini
merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioprasikan dan dapat dipandang
sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang.

1. Arduino Uno
Arduino Uno digunakan sebagai mikrokontroller yang menerima input dari sensor,
setelah itu diolah menjadi data yang diinginkan dan memberikan output kepada
buzzer dan LED sebagai indikator dari threshold
2. Waterflow sensor
Waterflow sensor memberikan sinyal PWM kepada Arduino yang dibangkitkan dari
sensor hall pada motor di dalam waterflow sensor. Data PWM ini semakin besar jika
arus air yang mengalir pada sensor membesar
3. Buzzer
Buzzer memberikan sinyal indikator berupa suara ketika threshold yang dibuat telah
terlewati oleh sistem
4. LED
LED memberikan sinyal indikator berupa cahaya ketika threshold yang dibuat telah
terlewati oleh sistem

9
2.4 Interkoneksi Sensor ke Mikrokontroler

Sensor efek Hall ini akan membaca sinyal yang berupa tegangan PWM (Pulse Width
Modulation) untuk diubah menjadi pulsa dan dikirim ke mikrokontroler Arduino Uno. Pulsa
tersebut diolah sebagai data input untuk mengukur laju debit air yang mengalir melalui sensor.
Sensor ini terhubung ke 3 buah kabel warna hitam, kuning dan merah. Kabel hitam
dihubungkan GND Arduino, kabel merah untuk VCC 5Volt, dan kabel kuning untuk output
pulsa yang nantinya akan dihubungkan ke Arduino pin 2.

Gambar 2.4.a Interkoneksi Waterflow Sensor ke Mikrokontroler Arduino

Pin digital Arduino 2 berfungsi sebagai pin interrupt eksternal (pin interupsi 0). Interupsi
digunakan sebagai penyela dari program, misalkan ketika program utama berjalan dan interupsi
diaktifkan, maka program utama akan berhenti dan akan menjalankan program interupsi.
Sinyal tadi akan dihitung setiap ada perubahan (FALLING) pada kaki interrupt 0 (INT0).
Sementara itu, output dari alat ini adalah 3 buah led dan buzzer. Ketika laju air
melewati waterflow, maka ketiga led dan buzzer yang dihubungkan pada digital I/O pin
Arduino (pin 8-13) akan menyala.

10
Gambar 2.4.b Pin Arduino

Pada tahapan implementasi pada perangkat lunak dilakukan pembuatan kode program sistem,
menggunakan software Arduino IDE 1.6.9 yang diinstall pada laptop. Penulisan kode program
pada sistem terdiri dari penulisan kode program pembacaan data jumlah aliran air
menggunakan sensor waterflow serta pengaturan nyala 3 buah led dan buzzer yang digunakan
sebagai indikator alarm dalam membatasi jumlah debit air yang digunakan.

11
2.5 Flowchart Pengukuran

Diagram alir ini merupakan gambaran dari prinsip kerja dalam suatu program yang
menyatakan arah alur program. Diagram alir ini berfungsi memudahkan untuk
mengelompokkan program sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah gambar flowchart sistem
secara keseluruhan

Gambar 2.5 Flowchart Sistem Alarm Indikator Air Kran untuk Wudhu

12
BAB III

PENGUKURAN DAN HASIL

3.1 Teknis pengukuran

Berikut tata cara pengoperasian alat :

1. Pastikan alat sudah terpasang degan baik dan siap digunakan.

2. Setelah alat menyala, buka keran air untuk memulai pembacaan sensor

3. Sensor akan mulai membaca laju aliran air dan memberikan indikator berupa LED serta
buzzer

Debit air yang mengalir pada waterflow sensor akan disimpan dalam bentuk data yang
memiliki satuan liter/detik. Setelah itu, dikalkulasikan dengan rumus seperti dibawah ini.

Sehingga data yang ditampilkan pada serial monitor memiliki satuan mililiter/menit. Data
hasil pengkalkulasian tersebut akan ditampilkan pada serial monitor dengan jeda waktu 1 detik.

3.2 Grafik Hasil Pengukuran

13
Berdasarkan grafik yang tertera di atas, dapat dilihat bahwa perubahan debit air
semakin mengecil dari waktu ke waktu. Kecepatan laju aliran berbanding lurus dengan pulsa
yang dihasilkan oleh sensor waterflow.

3.3 Analisa Kinerja Sistem

Permasalahan yang akan kami ukur adalah seberapa banyak volume air yang digunakan
oleh pengguna air keran wudhu. Kinerja sistem sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan
bagan alir yang sudah kami buat. Alat ini pun sudah pernah di implementasikan di keran wudhu
mushola teknik sementara. Setelah kami amati selama 10 menit pada waktu solat zuhur, kinerja
sistem alat ini cukup efektif dalam mengatasi permasalahan yang kami ajukan, yaitu dapat
mengingatkan kepada pengguna air keran wudhu untuk lebih berhemat air dengan cara
mengecilkan keluaran air keran. Selain itu dapat mengurangi volume air yang dibutuhkan untuk
wudhu.

14
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditarik dari konsep alat yang ingin kami buat adalah alat ini
merupakan suatu inovasi dengan aplikasi dari mikrokontroler (Arduino) ditambahkan dengan
perangkat lain seperti waterflow sensor, LED, dan buzzer yang dijadikan suatu alat indikator
untuk mendeteksi seberapa deras air yang dikeluarkan dari keran yang dipakai. Dengan
dibuatnya alat ini, Dengan adanya indikator pemakaian air ini, para pengguna kran air wudhu
di sekitar kampus FTUI, khususnya mushola teknik UI, menjadi lebih aware akan pentingnya
penghematan air, penggunaan air mulai berkurang cukup signifikan, dan meningkatnya
kesadaran mahasiswa FTUI untuk menggunakan air secukupnya seperti pada HR. Bukhari
No.198 dan Muslim No. 325 “Nabi Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam berwudhu dengan satu mud
(air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” Satu sha = 4 mud = 2 liter.

15
REFERENSI

Ahmad Dhiyaaul dkk. Automatic Wudhu Monitoring. DTE Universitas Indonesia. 2018.

Putra, Guruh Sukarno. Sensor Debit Air. 2016. (Diunduh 7 Agustus 2018)

https://www.instructables.com/id/How-to-Use-Water-Flow-Sensor-Arduino-Tutorial/

https://www.electroschematics.com/12145/working-with-water-flow-sensors-arduino/

16
LISTING PROGRAM

//INISIALISASI OUTPUT (LED DAN BUZZER)


int led1 = 10;
int led2 = 12;
int led3 = 13;
int buzzer = 9;

byte sensorInterrupt = 0; // 0 = digital pin 2


byte sensorPin = 2;

float calibrationFactor = 4.5;


volatile byte pulseCount;
float flowRate;
unsigned int flowMilliLitres;
unsigned long totalMilliLitres;
unsigned long oldTime;
int totalMl;
int threshold1 = 150;
int threshold2 = 300;
int threshold3 = 500;

void setup()
{
Serial.begin(9600);

pinMode(led1, OUTPUT);
pinMode(led2, OUTPUT);
pinMode(led3, OUTPUT);
pinMode(buzzer, OUTPUT);

pinMode(sensorPin, INPUT);
digitalWrite(sensorPin, HIGH);

pulseCount = 0;
flowRate = 0.0;
flowMilliLitres = 0;

17
totalMilliLitres = 0;
oldTime = 0;

attachInterrupt(sensorInterrupt, pulseCounter, FALLING);


}

void loop(){
if((millis() - oldTime) > 1000){
detachInterrupt(sensorInterrupt);
flowRate = ((1000.0 / (millis() - oldTime)) * pulseCount) / calibrationFactor;
oldTime = millis();

flowMilliLitres = (flowRate / 60) * 1000;

totalMilliLitres += flowMilliLitres;

unsigned int frac;

Serial.print("Flow rate: ");


Serial.print(int(flowRate)); // Print the integer part of the variable
Serial.print("L/min");
Serial.print("\t"); // Print tab space

Serial.print("Output Liquid Quantity: ");


totalMl = totalMilliLitres * 20;
Serial.print(totalMl);
Serial.println("mL");
Serial.print("\t"); // Print tab space
Serial.print(totalMilliLitres/1000);
Serial.print("L");

threshold_loop(totalMl);
pulseCount = 0;
attachInterrupt(sensorInterrupt, pulseCounter, FALLING);
}
}

18
void threshold_loop(unsigned long total){
if(total > threshold1 && total < threshold2){
digitalWrite(led1, HIGH);
digitalWrite(led2, LOW);
digitalWrite(led3, LOW);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(1500);
}

if(total > threshold2 && total < threshold3){


digitalWrite(led1, HIGH);
digitalWrite(led2, HIGH);
digitalWrite(led3, LOW);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(1000);
}

if(total > threshold3){


digitalWrite(led1, HIGH);
digitalWrite(led2, HIGH);
digitalWrite(led3, HIGH);
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(500);
}
else{
digitalWrite(led1, LOW);
digitalWrite(led2, LOW);
digitalWrite(led3, LOW);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(1000);
}
}

void pulseCounter()
{
pulseCount++;

19
DOKUMENTASI

20