Anda di halaman 1dari 9

Dua Pasang Mata

Langit kelabu. Hujan turun lagi.Sebuah sedan perak dengan pelan bergerak
menepi,persis di depan toserba mini.Tiga sosok mungil tampak di balik jendela. Viora,
si bungsu tertidur dengan mulut sedikit terbuka. Kepalanya tergeletak miring,menempel
di bahu Theola yang asyik bermain gameboy. Ralphie yang sedang tidur telentang di
bangku belakang,serentak duduk dan memajukan tubuhnya. Ralphie bosan setengah
mati menunggu mamanya berbelanja. Tiba-tiba sebuah ide muncul di
benaknya.Dengan penuh semangat, Ralphie berpindah ke bangku pengemudi.Iseng-
iseng Ralphie memainkan setir mobil.Matanya berbinar binary senang . Selama ini
Mama dan Papa selalu melarangnya menyentuh kemudi mobil.Tubuh Ralphie sedikit
tenggelam ketika ia menjulurkan kakinya untuk menginjak pedal rem.Ia melirik tongkat
persneling mobil, yang sedang berada di huruf P. Tangannya mulai menyentuh benda
itu,iseng iseng Ralphie menariknya mundur.Melewati R.. lalu ke N dan.. tiba di D, lalu ia
menginjak gas .
Mobil benar benar melaju kencang , Theola pun menatap kaget ralphie dan
Menjerit histeris .Mobil itu menerobos derasnya air hujan ,dan menyerempet pohon tua
di tepi jalan, sebelum akhirnya terguling.Pekikan keras terdengar di sela sela derasnya
air hujan.Berasal dari wanita pemilik mobil yang baru saja keluar toserba.Wanita itu
berlalri menghampiri mobil peraknya , hanya beberapa langkah sebelum dia roboh
pingsan. Bagian kiri mobil itu hancur tak karuan .Ada warna merah mengalir di sela
pecahan kaca.Berbaur dengan genangan air hujan.warna itu warna merah darah.
Viora tewas setelah koma cukup lama. Theola mengalami cedera yang sangat serius,
tapi yang aneh, Ralphie hanya mengalami luka-luka ringan.
Tujuh tahun kemudian Theola , mama dan papa pindah ke Jakarta .
sedangkan Ralphie ? tidak ada seorang pun yang tau dimana keberadaannya semenjak
kecelakaan 7 tahun silam . Pertama kali yang dikunjungi Theola adalah 2 sahabat nya
semenjak tk. Sahabatnya itu bernama Marva dan Adiel , saudara kembar yang sudah
bersahabat dengan Theola dan Ralphie semenjak kecil. Bahkan mereka mengetahui
semua tentang Theola maupun Ralphie .Marva dan Adiel juga dua diantara sangat
sedikit sahabat theola yang tidak meninggalkannya semenjak matanya tidak bias lagi
melihat.Theola pun turun dan bertemu dengan sahabatnya itu setelah sudah lama tidak
bertemu .

Sementara itu di tempat yang berbeda

Ralphie , tidak lebih tepatnya rabel . Ia sudah sangat berubah , kehidupannya


yang sekarang sangatlah keras, ia selalu mengompas anak anak sekolahan tempat ia
sekolah sekaligus tempat tinggalnya , merokok , dan minum-minuman keras . ralphie
mengganti namanya menjadi Rabel karna menurutnya nama Ralphie hanya membawa
nya ke suatu keadaan dimana ia menjadi sangat terpuruk.
Hari ini Theola diajak pergi oleh Adiel ke sebuah tempat yang tentu saja
Theola tidak tau dimana ataupun bagaimana bentuk tempat yang akan ia
kunjungi.mereka pun sampai di sebuah café music .

Di dalam café ….
Rabel selalu bertanya Tanya kepada marva mengapa ia diajak ke café .Marva
tidak menjelaskan hal yang terjadi melainkan ia hanya menyuruh Rabel untuk duduk di
kursi disampingnya . Tidak lama kemudian Adiel pun datang bersama Theola. Rabel
pun terkejut , rasa takut seketika menghampirinya dan seperti membawanya kepada
kejadian yang sangat tidak ingin diingatnya . ia pun berusaha untuk kabur , tetapi marva
menahannya dengan alasan yang menurut rabel sangat tidak logis.ternyata tujuan
marva dan Adiel mempertemukan Theola maupun Rabel adalah untuk memperbaiki
keadaan agar Theola tidak membenci rabel lagi. Tetapi , Rabel sangat memohon agar
identitasnya dipalsukan dari theola. Setelah peperangan pendapat yang tidak terlalu
lama akhirnya Marva pun pasrah mengiyakan permintaan rabel. Theola pun berkenalan
dengan Rabel , hingga akhirnya hubungan mereka pun cukup dekat.
Rabel meminta kepada Marva dan Adiel agar ia diperbolehkan untuk
mengantarkan Thaeola ke rumahnya . Mereka pun naik taksi , dan rabel bertanya
Tanya ke theola mengapa ia bias menjadi buta . Theola menceritakan pada Rabel , dan
yang membuat rabel begitu sakit dengan cerita Theola adalah ketika Theola berkata
“aku tidak akan pernah memaafkan Rabel bahkan aku sangat membencinya”.setelah
sampai di depan rumah Theola Rabel hanya mengantarkan Theola sampai depan
pagar rumahnya . sebelum ada yang membuka pintu ia sudah di atas taksi dan taksi
pun jalan.
Rabel memiliki musuh bebuyutan di sekolahnya , lebih tepatnya di sekolah
tempat ia tinggal Karena rabel sangat nakal ia tidak bersekolah lagi. Musuh Rabel itu
bernama Arizona, Arizona memiliki adik angkat perempuan bernama iren , iren sangat
terngila gila dengan Rabel , tetapi rabel malah sangat membenci Iren.
Waktu itu rabel mengajak theola berjalan jalan , dan secara tidak sengaja
mereka bertemu dengan Arizona. Theola sudah dengar cerita dari rabel bahwa Arizona
adalah musuh bebuyutan rabel dlam hal apapun . Theola yang tidak bias melihat hanya
mendengar suara debatan rabel dengan Arizona . theola pun menarik tangan rabel dan
melerai perdenatan mereka. Sejak saat itu Arizona mulai jatuh hati pada Theola.
Beberapa hari sejak pertemuan itu , Arizona yang tidak sengaja melihat
Theola berbelanja di supermarket dengan kedua orang tuanya. Ia juga melihat Theola
sedang meminta papanmya untuk memilih dorayaki untuknya. Arizona tau sekarang
kalau Theola sangat menukai Dorayaki.setelah berbelanja dengan kedua orang tuanya
Theola pun sampai di rumah dan iya duduk di teras , tidak lama kemudian ia
mendengar ada langkah kaki seseoarng yang masuk dari pagar , orang itu duduk
disampingnya dan theola ingat betul kalau itu Arizona .Arizona tau rumah Theola,
makanan kesukaannya bahakan ia membelikan Theola Dorayaki dengan rasa berbeda
yang belum pernah theola coba. Alasan Arizona hanyalah ‘ jika aku mengiginkan
seuatu aku pasti akan mencari tau” .
Rabel yang mengetahui pertemuan Theola dan Arizona di rumah Theola itu
pun mengatakan pada Theola kalau theola tidak boleh dekat dengan Arizona, tapi
Theola membalas “aku tau mana orang baik dan mana yang bukan, aku bias kok
menjaga diriku sendiri” dan Rabel hanya terdiam mendengar perkataan Theola”.Iren
adik angkatnya Arizona yang mengetahui kedekatan rabel dengan theola pun merasa
tersaingi , ia sudah memakai berbagai cara untuk menyakiti Theola , bahkan ia pernah
menyekap Theola di sebuah gudang tetapi selalu dan selalu kepergok oleh Rabel
ataupun Arizona. Arizona pun tidak membela adik angkatnya itu .

Beberapa hari kemudian Arizona yang sudah lumayan dekat dengan theola
mengajak Theola kencan.ia mengajak Theola nonton di bioskop . tetapi Theola
merengut karna ia tidak bias melihat filmnya , Ralphie pun berkata “aku juga menonton
film nya dengan menutup mataku dengan sapu tangan, kita samaan kan ? “ tutur
Arizona.Setelah kencan dan saat mereka akan pulang , Theola merasa ada tanda
tanda bahaya yang mendatanginya .ia bias merasakn dirinya dan Arizona di kelilingi
oleh orang orang berbadan besar (preman) . Ternyata preman preman itu adalah orang
suruhan Iren . “udah habisin yang cewek butanya aja buruan”,Perintah Iren . Preman
itupun langsung mendorong Theola, dan Theola kehilangan keseimbangan. Arizona
tidak tinggal diam ia melayangkan perlawanannya ke pada preman-preman itu . Nihil,
Arizona juga pingsanbukan, lebih tepatnya berpura pura pingsan . Setelah preman
preman itu sedikit lengah ia menggendong Theola yang sudah pingsan itu. Dengan
kekuatan yang tersisa Arizona sedikit berlalri sambil menggendong Theola ke sebuah
tempat yang tidak terlalu jauh dari preman preman itu dan membawanya ke rumah
Rabel. Mengapa ? karena menurutnya tempat itulah yang paling aman sekarang.

Theola sadar dari pingsan dan terbangun , ia merasa asing dengan tempat itu
.Theola meminta Rabel mendeskripsikan keadaan ruangan itu untuknya .rabel pun
menceritakan semuanya , terkecuali saat Theola bertanya

“ada hiasan dindingnya gak ?”

Rabel hanya bias diam , keringat dinginnya bercucuran , benar memang ada
hiasan di salah satu pojok dindingnya, yaitu foto Theola meniup lilin di ulang tahun
Theola yang kesepuluh , dan Ralphie ada disampingnya .

“bel.. kok diam ? ada hiasannya gak ?”

“ngg..nggak .. gak kok gak ada hiasannya” bohong Rabel.

Sejenak Theola berpikir sewaktu ia tertidur tadi ia merasa ada yang


menciumnya di sebuah gudang tetapi ia tidak tau jelas siapa yang menciumnya. Karena
wajah yang pertama kaki ia lihat saat ia terbangun hanyalah Rabel.

“mungkinkah Rabel yang menciumku ?”


Malamnya Theola juga mikirkan itu bahkan ia mengalami mimpi yang sama
dengan mimpi saat ia pingsan tadi.
“itu mimpi atau kenyataan?, ah masa iya Rabel cium aku ?” pipinya pun
merona. Theola tidak bias tidur sampai pagi, bukan karena ia memikirkan kejadian
ciuman itu melainkan ia memang tidak bias tidur nyenyak setiap malam, karena ia takut
setelah ia tidur ia tidak bias bangun lagi , hal seperti itu ditakuti nya semenjak Viora
meninggal dan ia kehilangan warna warni di dunianya.

Keesokan harinya…

Theola pergi ke rumah Marva dan Adiel , seperti biasa Marva selalu
mendengar music keras keras dikamarnya dan adiellah yang menyambut Theola di
pintu rumah. Ia pun mengajak Theola masuk ke kamarnya dan marva seketika Marva
langsung mematikan lagu barat yang sedang ia putar keras itu . Entah darimana tiba
tiba saja mereka bercerita masalah kencan . Karena Adiel yang sedang jatuh cinta dan
ia menanyakan kepada marva bagaimana rasanya saat pergi berkencan , seketika pipi
Theola memerah.

“Nah !! Theola lo gimana ? pernah pergi kencan gak ?”

Theola menjawab “hmm.. bukan kencan juga sih Cuma nonton bioskop aja”

Marva langsung menyahut “itu kencan namanya Theo sayang.”

Theo pun mengangguk , Marva dan Adiel pun bertanya , saat berkencan
bagaimana Theola apakah theola juga dicium seperti yang ada pada film film.Pipi
Theola pun kembali memerah sepertinya ia malu

“ Theo kenapa ? pipiny sampe merah gitu , nah .. lo pernah dicium ? sama
siapa ? atau jangan jangan lo lagi jatuh cinta ya Theo” balas Adiel

“iya” jawab Theo .

“dengan siapa theo ? Arizona ?” Marva juga ikut penasaran .

Theo hanya diam , “jangan bilang kalau lo jatuh cinta sama Rabel”

theo hanya menunduk malu dengan penuturan Marva tersebut.Alhasil kedua


anak kembar itu saling bertatapan , dan berkata dalam bathin mereka masing masing
“ini sudah salah, benar ini salah . kita harus segera memperbaiki keadaan”
Marva dan Adiel mempersiapkan segala cara agar Theola bias membenci
Rabel , singkat cerita Theola membenci Rable karena tiba tiba saat ia sampai di rumah
Marva dan adiel , Adiel berteriak
“ Marva !! Rabel !!, kalian kok ciuman !!” akting Adiel Sejak saat itu Rabel tau
kalau Theola telah suka pada kakak kandungnya sendiri.
Rabel mengusap wajahnya dengan gelisah. Sabagai teman, dia sangat dan
terlalu memerhatikan Theola. Dia sangat dan terlalu manjaga Theola... Padahal Rabel
bukan cowok lugu yang tidak tahu apa-apa soal perasaan cewek. Dengan terpaksa
Rabel harus mengakui, selama ini ternyata dia lengah. Yang ada dipikirannya hanyalah
menjaga dan menyayangi Theola sebagai adiknya. Memperlakukan gadis itu sebaik
mungkin sebagai tebusan atas kesalahannya di masa lalu.

Jadi, tak pernah sekalipun mempertimbangkan perasaan Theola. Tak pernah


sekalipun Rabel ingat bahwa Theola akan memandang dirinya sebagai cowok baru
dalam hidupnya. Akhirnya, Rabel pun terpaksa tiba pada satu kesimpulan. Kesimpulan
yang mengatakan bahwa semua ini kesalahannya sendiri. Kali ini, dia tidak membiarkan
Theola menjadi korban dari kesalahannya lagi. Rabel akan mengaku kepada Theola,
siapa dirinya sebenarnya. Begitu banyak kebohongan yang telah dilontarkannya
kepada Theola selama ini, Rabel harus terus menerus mengucapkan berbagai
kebohongan lain hanya untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.

Setelah beberapa lama Theola di nasehati oleh Marva dan Adiel .Ia jadi
berubah pkiran yaitu bahwa ia tidak menyukai Rabel lagi, tetapi ia masih bertanya
Tanya m siapa yang menciumnya waktu itu .

Pertemuan Rabel dan Mama

Secara tidak sengaja Rabel mengetahui kalau Theola pergi ke took pernak
pernik untuk membeli hadiah untuk mama.Mama ? sudah hamper 7 tahun ini ia tidak
memanggil sebutan itu.

“Oh iya , besok kan ulang tahunnya Mama”Seru Rabel

Ia pun pulang ke rumahnya duduk di salah satu sisi meja belajarnya dan
mengambil kertas lalu ia mulai menulis surat yang akan ia kirimkan ke Mama.

Esok harinya di rumah Theola


Theola merayakan ultah Mama tanpa Papa kali ini , karena Papa sedang
tugas di luar kota .setelah Mama meniup lilin, Mama Theola pun mendengar bunyi bel
rumah .
“Sebentar ya Theo” kata Mama , Theo hanya membalas dengan anggukan
.Saat Mama membuka pintu ia tidak melihat siapa siapa , yang ia temukan hanyalah
sepucuk surat di teras rumah.
Mama membawa Surat itu dan membacanya dalam hati , ternyata itu surat
dari Rabel, anaknya yang hilang 7 tahun silam. Seketika mama pun menangis tersedu
sedu.
“Ma, mam kenapa ? emang siapa yang Datang ma ? kok mama nangis
gitu?Tanya Theola.”enggak kenapa napa sayang” jawab mama seadanya. Setelah
selesai membaca surat itu mama tiba tiba melesat pergi dari rumah dan membanting
pintu rumah, Theola yang tidak tau apa apa hanya kebingungan dengan situasi ini

Ya ! Rabel bertemu dengan Mamanya , hanya untuk mengatakan bahwa ia


mau mendonorkan matanya utk Theola .Mama tetap bersikeras agar Ralphie yidak
melakukan hal itu.Mama pun menjelaskan bahwa hanya kornea orang mati saja lah
yang bias didonorkan kepada Theola.Setelah perdebatan Ralphie dan mama akhirnya
Ralphie menyerah dan mama mengajak Ralphieuntuk pulang , tapi apa daya Ralphie
bertemu dengan mama bukanlah untuk pulang .

Kejadian itu terulang lagi….


Tabrakan yang sama seperti 7 tahun silam terjadi kembali , kejadian itu
terjadi disaat Rabel mengajak Theola untuk berjalan jalan dengan mobilnya.Theola
mengalami koma, kembali dirumah sakit itu Ralphie bertemu dengan mamanya .

“hiks.. ini , ini bukan salah kamu kok Ralphie” sanggah Mama.

“Ma ! aku nggak mau dihibur ma, semua nya karena aku , Theola buta karena
aku juga , aku harus gimana ma ? kejadian itu terulang lagi”

Rabel pun memutuskan untuk lari dari Rumah sakit itu.Rabel pulang ke
rumahnya sambil membawa sebotol air mineral dan sebuah botol obat berwarna biru.
masih terngiang di telinga Rabel kata kata Theola
“aku hanya mau memaafkannya ,kalau seandainya dia merasakan seperti apa yang
kurasakan” .

Menusuk ! ya, seperti ribuan pedang menusuk hatinya, ia pun menulis surat
dan meletakkan surat itu di belakang foto yang tergantung di dindingnya, tidk lama
kemudian hp Rabel berbunyi, Marva menelponnya .

“bel !! operasinyaTheola berhasil , dia sudah sadar sekarang .”

Rabel tidak menjawab perkataan Marva ditelepon melainkan ia hanya


mematikan sambungan telpo n itu sambil tersenyum kecut .
Rabel berjalan menuju meja tadi mengambil satu obat didalam botol biru dan
meminum obat itu dengan air mineral yang sudah ia beli sebelumnya. Setelah minum
obat itu , ralphie berjalan menuju tempat tidur berbaring dan melipatdua tangannya di
atas dada. Terlelap dan Ralphie siap menyambut tidur yang Panjang.

Rabel telah tiada , Mama mengunjungi Rabel ke rumahnya tidak berapa lama
setelah operasi Theola berhasil. Mama hanya bias menangis melihat nasib anaknya ,
mama membawa rabel ke rumah sakit dengan ambulan, namun di tengah perjalanan
rabel telah tiada. Kata terakhir yang disampaikan Rabel ke mamanya hanyalah
“Ma , bantu aku ya ma, donorkan mata aku untuk theola, ban..tu a.aku ya ma”

Air mata mama mengalir genggaman Rabel di tangan mamapun terlepas.

Marva dan Theola mengatakan pada theola bahwa Rabel sudah tiada dan
mereka juga menjelaskan sebenarnya Rabel itu adalah ralphie, Theola tidak mau
percaya namun setelah mama ikut menjelaskan barulah theola percaya bahwa selama
ini secara tidak langsung ia sudah egois. Ya, Egois karena ia berbohong pada dirinya
sendiri tentang Rabel , ia sebenarnya tidak membenci rabel seperti apa yang ia
katakana kepada rabel sebelumnya , malah ia sangat merindukan sosok abang di
kerhidupannya itu. Apa daya ia hanya menyesali kemudian bahwa ia telah Egois
melimpahkan rasa bencinya tepat kepada orang yang dibencinya.
Arizona membacakan surat yang ditulis Rabel dan diletakkan di belakang foto
dirumahnya.Theola menangis sesegukan , ditambah ketika ia mendengar Arizona
mengatakan bahwa Rabel ingin menyumbangkan matanya untuk Theola.

Theola menelan bulat-bulat kepahitan yang tiba-tiba muncul di


kerongkongannya sambil berusaha menekan sakit di hatinya yang nyaris tak mampu
tertahanka. Sepasang mata telah dipersembahkan Ralphi untuknya. Tapi, bukan!
Bukan sepasang mata. Sebab Ralphi telah mempersembahkan untuknya dua pasang
mata. Sepasang mata untuk melihat indahnya dunia yang warna-warni dan sepasang
mata lagi untuk mengizinkan hatinya kembali melihat dan mempercayai kebesaran
kasih saying seorang kakak yang mungkin ada di dunia ini…

“nah Theola coba buka matanya secara perlahan:”titah sang dokter.

Theola mengerjap ngerjapkan matanya , “ma ! aku bias ngelihat ma, warna
warni di duniaku sudah kembali ma !” seru Theola.
Theola pun mengunjungi makam Rabel dengan Arizona, ia melihat di nisan
itu nama lengkap Ralphie Devorrian Arras. Theola cukup lama di posisi yang sama
menghadap nisan itu , ia membaca kalimat yang diinginkan Rabel ditulis di batu nIsan
itu

Be honest to people

Be honest to the ones you love

Be honest to yourself

Be honest for always …

Theola menutup matanya dengan dua tangannya lalu berkata , biarkan aku
menangis hari ini , kak aku akan menjaga mata ini baik baik terima kasih ya kak , sudah
memberikan warna warni yang indah di duniaku dengan mata mu ini , aku pasti akan
menjaga mata ini baik baik . Lalu Theola pun beranjak dari tempatnya untuk pulang
bersama Arizona. Kini theola tau bahwa pangeran di mimpinya itu adalah Arizona, dan
ia tak perlu ragu lagi punya siapa kah hati nya itu.

-SELESAI-
SINOPSIS DUA PASANG MATA

DISUSUN

Nama: Shavira Syarifatul Erdin


Kelas : XI IPA 1
Tugas : BAHASA INDONESIA

SMA N 8 PADANG
2013