Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Senyawa volatil adalah senyawa yang mudah menguap, terutama ketika terjadi
kenaikan suhu. Yang termasuk senyawa volatil antara lain golongan aldehid, keton
dan alkohol. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan berat molekul (BM) dari
suatu senyawa volatil dan menghitung berat molekul senyawa volatil menngunakan
persamaan gas ideal. Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu
erlenmeyer, water batch, neraca analitik, desikator, gelas ukur, termometer,
aluminium foil, karet gelang, jarum, beaker glass, dan penjepit tabung. Bahan-bahan
yang digunakan dalam percobaan ini adalah metanol (CH3OH), etanol (C2H5OH),
dan n-heksana (C6H14). Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 run dengan variasi 2 ml
metanol, 4 ml etanol dan 6 ml n-heksana. Untuk mengukur berat molekul dari bahan
yang digunakan, pertama labu erlenmeyer kosong ditimbang kemudian ditutup
aluminium foil dan karet gelang ditimbang, kemudian diisi dengan sampel cairan
volatil dan dibuat lubang kecil pada penutupnya. Sampel diuapkan sampai menguap
seluruhnya, setelah menguap diukur suhu pada water batch. Labu erlenmeyer
dikeringkan menggunakan kain lap dan didinginkan di dalam desikator , setelah
mencair labu erlenmeyer ditimbang dan diukur suhunya sehingga dapat dicari nilai
berat molekulnya menggunakan persamaan gas ideal. Hasil yang diperoleh untuk
metanol (CH3OH) adalah berat molekul pada run I 32,884 g/mol, pada run II sebesar
22,528 g/mol, dan pada run III sebesar 39,235 g/mol. Hasil yang diperoleh untuk
etanol (C2H5OH) adalah berat molekul pada run I sebesar 43,528 g/mol, pada run II
sebesar 53,427 g/mol, dan pada run III sebesar 39,235 g/mol. Hasil yang diperoleh
untuk n-heksana (C6H14) adalah berat molekul pada run I 45,405 g/mol, pada run II
sebesar 58,355 g/mol, dan pada run III sebesar 26,646 g/mol. Persen ralat yang
diperoleh metanol (CH3OH) pada run I sebesar 5,515 %, pada run II sebesar 15,97
%, dan pada run III sebesar 18,8 %. Persen ralat yang diperoleh etanol (C 2H5OH)
pada run I sebesar 2,634 %, pada run II sebesar 29,685 %, dan pada run III sebesar
22,456 %. Persen ralat yang diperoleh n-heksana (C 6H14) pada run I sebesar 47,313
%, pada run II sebesar 32,286 %, dan pada run III sebesar 69,08 %.

Kata kunci : metanol, etanol, n-heksana, volatil, water batch

ii