Anda di halaman 1dari 3

13

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan


Adapun hasil yang didapat dari percobaan ini adalah:
4.1.1 Kelarutan Alkohol dan Fenol
Tabel 4.1 Kelarutan Alkohol dan Fenol

Sampel Pelarut Aquadest


Propanol Larut dengan aquadest, tidak terjadi
reaksi, berwarna bening, tidak ada
endapan.
Butanol Tidak larut dengan aquadest, terbentuk
dua lapisan, berwarna keruh.
Etanol Larut dengan aquadest, tidak terjadi
reaksi, tidak ada endapan, berwarna
bening.
Fenol Larut dengan aquadest, terjadi perubahan
warna menjadi putih susu.

4.1.2 Reaksi Alkohol dan Fenol dengan Alkali


Tabel 4.2 Reaksi Alkohol dan Fenol dengan Alkali
Sampel Reagen KOH 10% Reagen NaOH 10%

Propanol Larutan heterogen Larutan heterogen


Butanol Larutan heterogen Larutan heterogen
Etanol Larutan homogen Larutan homogen
Fenol Larutan homogen Larutan homogen
14

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pembahasan Kelarutan Alkohol-Fenol
Alkohol adalah senyawa yang mempunyai gugus fungsi hidroksil yang
terikat pada atom karbon jenuh. Alkohol mempunyai rumus umum ROH,
dimana R merupakan alkil, alkil tersubstitusi, atau hidrokarbon siklik. Alkohol
dapat dianggap merupakan turunan dari air (H-O-H), dimana satu atom
hydrogennya diganti dengan gugus alkil.
Fenol merupakan zat kristal tak berwarna yang memilki bau khas. Rumus
umum kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksi (-OH)
yang berikatan dengan cincin fenil. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam,
artinya dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya (Alawiyah, 2013)
Adapun prosedur yang dilakukan untuk uji kelarutan alkohol dan fenol
adalah dengan memasukkan 1 ml propanol, 1 ml butanol, 1 ml etanol dan 1 gram
fenol dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 2 ml H 2O dan
diamati hasilnya.
Hasil yang didapat dalam percobaan ini adalah butanol tidak larut
dengan air dan membentuk larutan heterogen. Sedangkan, propanol, etanol dan
fenol larut sempurna dengan air dan membentuk larutan homogen.

Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air, sedangkan alkil


padatnya tidak larut dalam air. Kelarutan alkohol didalam air disebabkan oleh
ikatan hydrogen antara molekulnya dengan air. Bagian hidrokarbon seperti ini
bersifat hidrofob yaitu menolak molekul-molekul air, semakin panjang bagian
hidrokarbon akan semakin rendah kelarutan alkohol dalam air. Fenol agak sukar
larut dalam air dan hanya membentuk dua fase (Amdan, 2008).
Berdasarkan teori yang dijelaskan dengan hasil percobaan yang didapat,
sampel yang ditambahkan dengan aquadest sudah sesuai dengan teori.
15

4.2.2 Pembahasan Reaksi dengan Alkali


Fenol serupa dengan alkohol tetapi gugus fungsinya melekat langsung
pada cincin aromatic dengan Ar-OH. Alkohol merupakan senyawa organic
dengan rumus molekul secara umum ditulis sebagai R-OH dimana R adalah
gugus alkil dan gugus hidroksil (OH) sebagai gugus fungsi (Rombe, 2013).
Adapun prosedur yang dilakukan untuk uji kelarutan alkohol dan fenol
adalah dengan memasukkan 1 ml propanol, 1 ml butanol, 1 ml etanol dan 1 gram
fenol dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan KOH 10%
sebanyak 2 ml. Setelah itu diamati hasilnya. Dan begitu juga dengan reaksi
dengan NaOH 10%.
Hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah propanol dan butanol
tidak larut dengan KOH maupun NaOH sehingga membentuk larutan heterogen.
Sedangkan, etanol dan fenol larut sempurna dengan larutan KOH maupun NaOH
sehingga terbentuk larutan homogen.
Alkohol dapat bereaksi dengan logam seperti natrium atau kalium yang
membentuk hydrogen bebas dan alkosida. Alkosida logam yang larut dalam
alkohol menyerupai basa kuat, sama halnya dengan natriumhidroksida dalam air
adalah basa kuat. Sebaliknya fenol lebih asam dari air, fenol jika direaksikan
dengan natrium atau kalium akan membentuk fenoksida yang sifat basanya lebih
lemah (Rombe, 2013).
Berdasarkan teori yang dijelaskan dengan hasil percobaan yang
diperoleh, sampel ditambahkan natrium hidroksida dan atau kalium hidroksida
sudah sesuai teori.