Anda di halaman 1dari 2

Asslamualaikum Wr.

Wb , salam sejahtera bagi kita semua, selamat pagi

Yth Bapak ketua stikes selaku penguji 1, bu yenny puspitasari, dan kedua pembimbing saya
Bu ambar , bu Suci. dan terimakasih untuk audience, teman2 mahasiswa stikes surya mitra
husada kediri yang telah menyempatkan hadir di ujian proposal penelitian saya pada hari ini.

Terimakasih pak x selaku moderator atas waktu yang diberikan

Bismillahirahmanirrahim ujian proposal adalah kesempatan bagi saya untuk menyampaikan


alasan-alasan, menyampaikan latar belakang saya mengapa melakukan penelitian ini. Lanjut
atau tidaknya penelitian saya tergantung pada ujian hari ini. Begitu kira2

Jadi judul usulan penelitian saya adalah hubungan tinggi badan dengan pencapaian
kompetensi dasar perawat di RSUD Nganjuk

Mengapa saya mengambil judul ini ??

Karena saya melihat dalam proses rekrutmen tenaga keperawatan, saya jumpai adanya
standar tinggi badan pada persyaratan lamaran menjadi tenaga keperawatan di rumah sakit,
yang notabene menjadi persyaratan awal. Sebagai contoh : SLIDE >> pada rekrutmen tenaga
keperawatan di RSUD Dr,soetomo surabaya, di persyaratan awal terdapat adanya standar
minimal TB pria 160cm dan wanita 155cm. APA AKIBATNYA ? , banyak lulusan
keperawatan yang tidak berkesempatan menjadi tenaga keperawatan di rumah sakit tersebut.
Bahkan., seleksi tulis tahap awal pun mereka tidak bisa. Karena, sepele , Tinggi Badan
Dibawah standar., KLIK SLIDE >> di RSP Fatmawati pun juga sama, mereka menerapkan
standar tersebut. Ada juga pengalaman pribadi dengan salah satu teman seangkatan saya D3,
jadi kami setelah lulus memiliki grup wasap untuk jejaring komunikasi, supaya selain
silaturahim juga menjadi pusat berbagi informasi lowongan pekerjaan. Singkat cerita saat itu
saya upload link adanya rekrutmen di RS Soetomo, beserta srceen shoot persyaratan awal.
Tidak menunggu lama salah satu teman bernama Ika berkomentar "aduh balik kanan saya,
hehehe" "Lho kenapa" saya jawab begitu "tinggi badan ru...." tak lama muncul komentar2
lain yang intinya sama, tinggi badannya kurang. Disitu saya merasa sedih, rasanya tidak adil.
Teman2 saya itu punya STR kok, jadi fix mereka kompeten, lalu kok tidak bisa bekerja ? .
setelah saya coba cari2 apa dasar mereka menerapkan standar tersebut ternyata tidak ada
sumber satupun yang menyebutkan atau menjadi pedoman aturan tersebut. Karena itu saya
coba ambil penelitian tentang ini
Dalam penelitian saya harus menemukan alasan2 teoritis yang menjadi rujukan penelitian,
akhirnya saya temukan jurnal hasil penelitan Judge & Cable yang berjudul pengaruh tinggi
badan terhadap kesuksesan karier, dalam jurnal ini disimpulan bahwa adanya pengaruh tinggi
badan terhadap kesuksesan karier. Dan juga saya menemukan dalam buku Thomas samaras
yang disarikan Oleh website wikipedia, dalam buku samaras disebutkan adanya keuntungan
seseorang yang pendek, di antaranya :

samaras

Berdasarkan teori tersebut saya bisa mengajukan penelitian mengenai tinggi badan

Menurut PPNI ada 12 kompetensi dasar yang harus dikuasai perawat dari semua jenjang
pendidikan keperawatan

Berngkat dari sana saya mencoba mengkaitkan, apakah ada hubungan tinggi badan dengan
pencapaian kompetensi dasar perawat

Saya berencana melakukan penelitian ini di RSUD Nganjuk, pada hasil studi pendahuluan di
Ruang Soka RSUD Nganjuk, tanggal 28 Pebruari 2016 Ruang soka adalah runag khusus
pasien stroke, yang mana menurut kabid kep memiliki perawat yang mempunyai TB
bervariasi, jadi saya diarahkan ke ruang tersebut.,

Di ruang soka tersebut ditemukan 3 perawat dengan tinggi badan di bawah standar, dari hasil
wawancara ketiga perawat tersebut mengaku dapat melakukan kompetensi dasar keperawatan
secara mandiri.

Jika