Anda di halaman 1dari 16

Kegiatan Belajar 2

PRODUK KREATIF

Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan:


Menganalisis konsep desain/prototipe produk barang dan jasa

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan:


1. Mahasiswa dapat menerangkan konsep desain produk/ prototipe
2. Mahasiswa dapat menjelaskan peluang produk dan jasa
3. Mahasiswa dapat membuat konsep desain produk/ prototipe

Pokok-pokok Materi:
A. Konsep desain/prototipe produk
B. Peluang produk dan jasa
C. Tahapan produksi massal

Uraian materi:
A. Konsep desain/prototipe produk
Prototype atau prototipe bentuk dasar suatu produk bisa digunakan
untuk menyampaikan berbagai macam informasi gambaran produk yang
akan Anda buat. Esensi dasar prototipe dapat berupa merancang industri
dari konsep dan membuat prototipe rancangan. Menurut Hidayat (2012)
dapat didefinisikan bahwa prototipe adalah sebuah penaksiran produk
melalui satu atau lebih dimensi yang menjadi perhatian. Menurut
kbbi.web.id/prototipe adalah model yang mula-mula (model asli) yang
menjadi contoh; contoh baku; contoh khas. Ada lima kriteria prototipe yaitu:
merupakan bentuk awal dari objek yang akan diproduksi dalam jumlah
banyak, prototipe dibuat berdasarkan pesanan untuk tujuan komersialisasi,
belum pernah dibuat sebelumnya, merupakan hasil penelitian dan
pengembangan dari objek atau sistem yang direncanakan dan mudah
dipahami serta dianalisis untuk penembangan lebih lanjut.
Ada dua tipe prototipe, yaitu prototipe fisik yang merupakan benda
nyata dibuat untuk memperkirakan produk yang diminati oleh tim
pengembang secara nyata dibuat menjadi suatu benda untuk pengujian.
Kemudian yang kedua ada prototipe analitik yang lebih fleksibel dari
prototipe fisik karea sifatnya nontangible seperti sketsa, simulasi dan
matematik. Prototipe analitik juga lebih murah dibandingkan dengan fisik.
Namun tetap saja protitipe fisik dibutuhkan untuk mendeteksi fenomena-
fenomena yang tidak terantisipasi sebelumnya. Bila dijalankan maka
prototipe fisik akan berfungsi sesuai dengan produk asli. Maka jika terjadi
ketidaksesuaian seperti dalam rancangan akan memudahkan Anda untuk
mendeteksi. Akses laman berikut untuk memperdalam materi.

Gambar 6.1 Contoh prototipe produk kemasan makanan dalam bentuk digital

Pengusaha muda biasanya menghabiskan banyak waktunya untuk


berpikir bahwa produk mereka bisa menyelesaikan sebuah masalah tanpa
pernah mengetesnya di pelanggan yang asli. Dalam fase pengulangan
desain, Anda harus menuliskan bentuk, fungsionalitas, dan cara pembuatan
produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal bentuk produk Anda, bisa
dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di komputer.
Kemudian, tiap bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan
pendapat mereka tentang produk Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan
orang merasa puas dan produk Anda layak dipasarkan.
Fase pengulangan engineering dilakukan ketika Anda merasa telah
berhasil menyelesaikan fase pengulangan desain. Semua input yang
didapatkan dalam fase pengulangan desain akan menjadi dasar
pengembangan produk. Fase engineering intinya adalah bagaimana cara
membuat produk Anda telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan, namun
hal ini berlaku jika membuat produk manufaktur. Untuk produk di bidang
kuliner yang perlu dilakukan adalah mengulang uji coba resep. Kemudian
produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon pelanggan, dan
berdasarkan feedback dari calon pelanggan, kembali ke fase pengulangan
ini. Cobalah tanyakan seberapa jauh calon pelanggan bisa menerima produk
Anda. Tujuan akhir dari fase ini adalah membuat prototipe versi beta. Untuk
lebih jelasnya mengenai versi dari desain prototipe silakan akses ke:

http://nurhidayat.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/prototipe.pdf

Setelah versi beta berhasil dibuat, kita harus menghadapi sebuah


fase kunci yang sering membedakan ide bagus dengan produk bagus. Fase
pengulangan produksi mengharuskan kita untuk menemukan vendor yang
bisa membantu, merangkai semua bagian, sampai menyelesaikan urusan
yang berhubungan dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan
antara 2-6 bulan. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa
perusahaan Anda ke posisi yang buruk.

Proses kerja prototipe


1. Prototipe pembuktian konsep, digunakan untuk menjawab kelayakan
produk. Kegiatan ini dilakukan setelah pengembangan konsep atau
pemilihan konsep.
2. Prototipe rancangan industri, digunakan untuk memperlihatkan
tampilan dan kesan dari produk.
3. Prototipe rancangan percobaan, fokusnya adalah untuk memodelkan
suatu subsistem dalam produk dalam rangka mencapai target
performansi yang ditetapkan.
4. Alfa prototipe, dibuat untuk melihat komponen dari produk yang
diharapkan. Secara individu telah dibuktikan performansinya dari
prototipe sebelumnya.
5. Beta prototipe, dibuat dengan proses sesungguhnya. Tujuannya
adalah untuk melihat performansi dan reliability dalam rangka
mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk
produk akhir.
6. Prototipe praproduksi, percobaan produksi untuk kapasitas terbatas.

Jenis prototipe yang lain dapat anda baca melalui

Prinsip/ lembar kerja pembuatan prototipe


1. Beberapa prinsip berguna sebagai pemandu keputusan tentang
prototipe selama pengembangan produk. Prinsip-prinsip ini
menunjukkan keputusan terhadap tipe prototipe mana yang harus
dibuat dan memasukkannya dalam rencana pengembangan (Nur
Hidayat:2012).
2. Prototipe analitik digunakan untuk mempersempit jarak parameter
kemungkinan dan kemudian prototipe fisik digunakan untuk
menyesuaikan atau menegaskan rancangan.
3. Prototipe fisik dibutukan untuk menemukan fenomena yang tidak
dapat diduga yang sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan
semula. Prototipe fisik tidak hanya melihat bentuk geometris tetapi
juga hal yang mempengaruhinya serta ergonomis alat.
4. Prototipe dapat mengurangi resiko yang merugikan dalam
pengembangan produk. Hasil sebuah pengujian mungkin
mengharuskan pengulangan karena ketidaksesuaian fungsi.
5. Keuntungan yang dapat diperkirakan dari prototipe dalam negurangi
resiko harus dipertimbangkan dengan waktu dan dana yang
dibutukan untuk membuat dan mengevaluasi prototipe.
6. Kadangkala penambahan tahap singkat pembuatan prototipe dapat
membuat kegiatan selanjutnya selesai lebih cepat dibandingkan jika
tidak membuat protitipe.
Prototipe dapat dibuat melalui berbagai cara tergantung dari produk
yang akan dibuat. Yang paling banyak digunakan adalah dengan model
computer 3D atau dikenal juga dengan prototipe digital/ virtual prototipe.
Dapat juga dibuat dengan model konvensional, yaitu dengan membuat
bentuk tiga dimensi. Bagian-bagian dibuat dengan bahan yang mudah
dibentuk namun cukup kuat.
Untuk pendalaman materi anda dapat mengakses

https://www.slideshare.net/nurulllah/desain-brng-jasa-4

1. Fungsi Prototipe
Ada beberapa kegunaaan jika anda membuat desain prototipe
terlebih dahulu sebelum melakukan produksi, diantaranya:
a. Pembelajaran. Prototipe sering dapat menjawab sebuah pertanyaan
“sejauh mana dapat memenuhi kebutuhan pelanggan?” saat
menjawab pertanyaan tersebut prototipe diperlukan sebagai alat
pembelajaran.
b. Komunikasi. Prototipe memperkaya komunikasi dengan manajemen
puncak, penjual, mitra, keseluruhan anggota tim, pelanggan dan
investor. Hal ini disebabkan protitipe bukan lagi gambar sketsa tetapi
wujud sebenarnya.
c. Penggabungan. Prototipe digunakan untuk memastikan bahwa
komponen-komponen dan subsistem dari produk bekerja bersamaan
seperti yang diharapkan.

2. Merencanakan biaya pembuatan prototipe


Sebelum merencanakan prototipe harus dipertimbangkan tingkat
kesukarannya saat pemindahan dari prototipe analitik ke prototipe fisik,
kemudian harus ditetapkan secara hati-hati setiap prototipe sebelum
dilakukan pengujian. Terdapat empat tahap yang harus dilakukan (Nur
Hidayat,2012):
a. Menetapkan tujuan prototipe, yaitu pembelajaran, komunikasi,
penggabungan dan milestone. Dalam menetapkan tujuan, anggota
tim harus membuat daftar beberapa kebutuhan penggabungan baik
yang jadi ataupun tidak. Prototipe diharapkan menjadi satu dari
beberapa tonggak utama dari proyek pengembangan produk
keseluruhan.
b. Menetapkan tingkat perkiraan konsep. Merencanakan prototipe
membutuhkan tingkatan dimana produk akhir diperkirakan akan
ditetapkan. Tim harus mempertimbangkan pakah prototipe fisik
diperlukan atau cukup analitik.
c. Menggariskan rencana percobaan. Penggunaan prototipe dalam
pengembangan produk dapat dianggap sebagai sebuah percobaan.
Praktek percobaan yang baik membantu untuk menjamin nilai
maksimum dari pembuatan prototipe. Rencana percobaan meliputi
identifikasi variabel percobaan (jika ada), protokol pengujian, sebuah
identifikasi mengenai pengukuran apa yang akan ditampilkan, dan
sebuah rencana untuk menganalisis data hasil.
d. Membuat jadwal untuk perolehan, pembuatan dan pengujian. Tim
atau individu yang telibat didalamnya sangat memerlukan jadwal
kegiatan pembuatan prototipe. Jadwal yang penting adalah: kapan
bagian-bagian akan siap untuk dibuat, kapan prototipe akan diuji
pertama kali, dan kapan prototipe selesai.

B. Peluang Produk dan Jasa


Salah satu sifat wirausaha adalah kemampuannya dalam mencermati
peluang usaha dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kreatif dan
inovatif dan mewujudkannya sebagai sarana mencapai kesejahteraan hidup
diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Apabila Anda jeli dalam mengamati
lingkungan sekitar, terdapat berbagai sumber peluang usaha baru. Secara
umum berbagai hal yang dapat menjadi gagasan atau peluang untuk
berwirausaha adalah:
1. Produk yang Sudah Ada
Produk yang sudah beredar di pasaran dapat dijadikan sumber
gagasan untuk berusaha usaha dengan jalan meniru produk tersebut.
Produk yang akan ditiru dapat berupa produk baru yang saat ini masih
diminati, tetapi dapat juga produk yang pada masa lalu pernah diminati.
Ingatlah bahwa selera konsumen cenderung berulang. Perhatikanlah model
baju dan lagu-lagu yang saat ini populer. Sebagian dari produk tersebut
merupakan tiruan dari produk-produk yang di masa lalu pernah berjaya.
Tetapi produk yang akan ditawarkan oleh wirausaha harus memiliki
perbedaan (walaupun sedikit) dari produk yang ditiru tersebut. Perbedaan
tersebut dapat berupa kualitas (kenyamanan, kegunaan atau
kesederhanaan) dan harga.
Di samping meniru produk yang sudah berhasil di pasaran, sumber
gagasan lain adalah produk yang gagal di pasaran. Wirausaha harus
mencari tahu penyebab kegagalan produk tersebut kemudian melakukan
penyempurnaan. Yang harus diperhatikan adalah masalah hak paten
produk tersebut. Wirausaha harus mencari informasi apakah produk yang
ditiru telah dipatenkan atau belum. Jika sudah dipatenkan wirausaha harus
mencari tahu batasan-batasan tiruan yang tidak diijinkan.
2. Pameran Dagang
Pameran dagang umumnya dimanfaatkan oleh pengusaha untuk
menginformasikan produk-produk barunya. Anda dapat mencari ide dengan
melihat produk-produk baru tersebut. Di samping itu, dengan mengunjungi
pameran, Anda dapat mencoba peluang kerja sama dengan pemilik produk
untuk memasarkan produk mereka. Ingat, seorang wirausaha tidak harus
menghasilkan produk berupa barang, tetapi dapat juga menawarkan produk
berupa jasa, termasuk jasa memasarkan produk orang lain.

3. Lembaga Pemerintah
Setidaknya terdapat beberapa lembaga pemerintah yang memiliki
tugas membantu menginformasikan berbagai hal tentang produk dan dunia
usaha. Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen
Pertanian, Kementrian Koperasi dan UKM serta dinas terkait di tingkat
provinsi dan kabupaten yang menerbitkan informasi mengenai sektor dunia
usaha. Di antara lembaga pemerintahan tersebut ada yang menawarkan
bantuan permodalan dalam bentuk pinjaman bergulir yang disalurkan
melalui kelurahan-kelurahan bekerja sama dengan Dewan Kelurahan
setempat dan lembaga keuangan, seminal Bank Perkreditan Rakyat dan
Koperasi Desa.

4. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan, misalnya perguruan tinggi memiliki misi tidak
hanya mengembangkan pendidikan dan pengajaran tetapi juga
mengembangkan penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Dengan membaca hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Anda
dapat menemukan ide berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan.

5. Media Informasi
Media informasi seperti buku, koran, majalah, dan internet
merupakan sumber informasi yang juga dapat Anda manfaatkan. Apalagi
saat ini dengan meningkatnya perhatian pada kewirausahaan, banyak
media yang menyediakan kolom atau rubrik khusus bahkan sepenuhnya
membahas tentang kewirausahaa\an. Perpustakaan daerah dan
perpustakaan keliling juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat mencari
informasi terkait peluang usaha.
Contoh peluang usaha antara lain:
a. Membuka bisnis laundry kiloan di sekitar kampus atau tempat kos;
b. Menjalankan bisnis musiman kue kering atau parsel menjelang hari
raya;
c. Membuka kantin di sekitar kampus, sekolah, atau kantor,
d. Menjalankan bisnis souvenir;
e. Membuka waning dengan memanfatkan rumah tinggal;
f. Menjual tanaman hias dengan memanfaatkan lahan pekarangan;
g. Beternak ikan hias atau lele;
h. Beternak ayam pedaging atau petelur.
Setelah peluang muncul dan diperoleh, perlu kita amati apakah
peluang tersebut merupakan peluang emas ataukah bukan. Untuk itu perlu
kita cermati apakah peluang tersebut mengandung unsur-unsur, antara
lain:
a. Apakah sedang diperlukan oleh pasar?
b. Apakah peluang tersebut memecahkan kesulitan atau masalah yang
sedang dihadapi pasar?
c. Apakah peluang tersebut menyempurnakan dari produk
sebelumnya?
d. Apakah peluang tersebut benar-benar beda dan ada nilai tambah?
e. Apakah peluang tersebut merupakan temuan yang original?
f. Apakah peluang tersebut memberikan keuntungan yang nyata?
g. Apakah peluang tersebut ada yang dibanggakan oleh konsumen?
h. Apakah peluang tersebut dapat diwujudkan?

Jika unsur-unsur di atas terpenuhi, maka peluang tersebut


merupakan peluang emas. Satu hal yang terpenting bahwa Peluang harus
diciptakan oleh kita sendiri. Menurut Hendro dan Chandra tentang konsep
peluang adalah: peluang usaha berarti merebut pasar dari pesaing;
menggantikan posisi yang ada di pesaing; mengisi kekosongan yang
diperlukan; menghancurkan pimpinan pasar; dan melengkapi
ketidaksempurnaan pasar. (Hendro dan Chandra, 2008).
Setelah peluang diperoleh kaitannya dengan kondisi diri kita, apakah
peluang usaha tersebut berkaitan dengan pekerjaan yang dikuasai dan
seluk beluk usahanya; keahlian yang dikuasai; hobi dan kesukaan kita;
pengalaman; pengetahuan yang dikuasai; kebiasaan yang sudah sering kita
lakukan.

Analisa Peluang Sebelum Dijadikan Bisnis


Banyak orang sukses menjadi wirausahawan dengan menciptakan
bisnis yang baru dan dan baru lagi, tetapi ada orang yang sulit menemukan
peluang bisnisnya hingga membutuhkan waktu yang lama untuk
menemukan sebuah bisnis. Ternyata itu tergantung dari bagaimana cara ia
menemukan inspirasi. Inspirasi itu ada di sekitar kita, tergantung pada cara
orang memandang sebuah kejadian dihubungkan dengan dengan apa yang
ada dalam benak dan pikirannya. Untuk itu, bisa disebutkan bahwa inspirasi
itu muncul saat terjadi konektivitas (pertemuan atau titik temu) antara
pengetahuan, memori, latar belakang pendidikan atau pengalaman yang
dimiliki seseorang dengan cara pandangnya dalam menyelesaikan sebuah
masalah.
Menyelesaikan masalah untuk mendapatkan inspirasi bisa berujung
pada sebuah inovasi dengan kreativitasnya. Berikut diuraikan beberapa
sumber yang dapat memunculkan sebuah inspirasi:
a. Faktor internal yang ada dalam diri orang sebagai subjek untuk
menemukan sebuah inspirasi, antara lain: pengetahuan yang
dimiliki, pengalaman dan intuisi atau pemikiran dari individu itu
sendiri.
b. Faktor eksternal yang dihadapi seseorang yang menjadi objek untuk
mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, yaitu: masalah yang yang
belum terpecahkan, kesulitan sehari-hari, kebutuhan yang belum
terpenuhi, pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu.
Menurut Hendro (2008), untuk membuat peluang yang ada menjadi
peluang emas, anda harus menganalisa peluang tersebut. Sejauh mana
tingkat kesuksesan dan kegagalannya di pasar sangat bergantung pada
empat hal, yaitu persaingan, pesaing, perubahan arah persaingan dan
kebutuhan pelanggan. Jangan pernah berpikir cukup bila peluang itu
bersumber dari sebuah ide bisnis yang diperoleh dari sebuah inspirasi. Ini
baru sebuah proses awal saja atau baru peluang mentahnya. Oleh karena
itu, kita perlu mengetahui apa ciri-ciri peluang yang potensial dan bisa
dikategorikan sebagai peluang bisnis:
a. Bisnis yang dibangun adalah bisnis yang potensial atau memiliki nilai
jual yang tinggi
b. Tidak menjadikan bisnis itu sebagai ambisi pribadi semata, tetapi
sifatnya nyata
c. Bisnis itu memiliki waktu lama bertahan di pasar.
d. Tidak akan menghabiskan modal finansial anda karena terlalu besar
investasinya.
e. Tidak bersifat momentum (kejadian sesaat) atau bersifat musiman
f. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industri.

Oleh sebab itu, bila kita ingin mempunyai bisnis yang potensial, kita perlu
mengetahui ciri-ciri sebuah peluang yang mendasari sebuah bisnis yang
baik. Ciri-ciri peluang bisnis yang baik adalah:
a. Peluang itu orisinil dan bukan tiruan; bisnis yang sukses itu bukan
hanya meniru bisnis orang lain. Bisnis yang meniru bisnis orang lain
belum tentu hasilnya persis sama dengan bisnis yang ditiru tersebut.
Hal ini disebabkan karena kondisi dan situasi yang telah terjadi dan
akan terjadi belum tentu sama.
b. Peluang itu harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dan
kebutuhan pasar di masa mendatang. Dalam artian peluang itu bisa
terus ditingkatkan nilai jualnya serta bisa terus diinovasi.
c. Benar-benar sesuai dengan minat anda agar peluang bisa bertahan
lama.
d. Tingkatkan visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji; untuk itu
perlu dilakukan riset dan uji coba pasar.
e. Bersifat ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain.
f. Anda yakin bisa mewujudkannnya dan sukses untuk
menjalankannya.
g. Anda senang menjalankannya dan benar-benar suka akan bisnis
tersebut.

Banyak inspirasi yang bagus dan brilian, namun terkadang inspirasi


tersebut gagal dijadikan sebuah bisnis atau gagal saat diluncurkan untuk
menjadi produk/jasa yang ingin ditawarkan kepada calon pelanggan. Untuk
itu perlu diketahui faktor-faktor kegagalan peluang usaha agar bisa
meminimalisir resiko usaha. Faktor-faktor itu adalah:
a. Kebutuhan pasarnya tidak bersifat monoton dan musiman sehingga
berlaku jangka pendek
b. Peluang itu sudah kadaluwarsa, atau sudah ada orang yang memulai
bisnis tersebut.
c. Tidak segera mengambil keputusan untuk memulainya sehingga
peluang itu lewat begitu saja.
d. Waktunya sudah lewat, terjadi perubahan kebutuhan atau muncul
teknologi baru yang telah membuat peluang produk/jasa out of date.
e. Survey pasar tidak akurat; artinya hal itu hanya sekedar persepsi
anda yang menyatakan bahwa peluan itu sangat potensial lalu
segera dilaksanakan begitu saja. Jadi tingkat akurasi peluang
terhadap pasar tidak tepat sehingga menyebabkan produk tersebut
tidak laku di pasar.
f. Mudah ditiru dan dibuat orang lain.
g. Daya beli rendah
h. Kebutuhannya tidak kontinyu.
i. Tingkat kebutuhan kecil.
j. Pemilihan alternative ide-ide bisnisnya salah (bukan terbaik).

Untuk itu perlu sekali kita melakukan riset. Artinya dicoba dulu tetapi
cekatan dalam mengambil keputusan dengan menggunakan strategi dan
analisa yang baik. Oleh sebab itu, peluang yang bersifat bisnis harus
dimanfaatkan dan dikembangkan.
Strategi produk merupakan salah satu keputusan penting dalam ruang
lingkup marketing. Jadi, apa yang ada dan sesuai dalam marketing di serap
oleh strategi produk. Singkatnya marketing berkontribusi terhadap strategi
produk dalam hal daur hidup produk, spesifikasi produk, penentuan target
dan memasarkan produk.
Strategi produk terdiri dari beberapa tahapan:
a. penetapan harga
b. pemberian merek produk
c. strategi distribusi
d. manajemen waktu

Dari uraian diatas dapat Anda jabarkan lagi dengan lebih mendetail terkait
strategi produk dan jasa pada tautan

https://www.gomarketingstrategic.com/2016/06/4-strategi-produk-
dan-cara-menciptakan.html

C. Tahapan Produksi Massal


Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek
pengembangan produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting
dipakai dan sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk.
Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan
portofolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan
menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti selama periode
tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek
pengembangan produk mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih
luas dan menentukan:
a. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
b. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform,
atau produk turunan).
c. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
d. Waktu dan urutan proyek.

Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk.


Tim ini harus mengetahui misi proyek sebelum dimulai pengembangan. Misi
setiap proyek seharusnya memuat:
a. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan
mengembangkan produk.
b. Teknologi yang digunakan.
c. Target proyek secara finansial.
d. Anggaran dan deadline proyek.

Produksi massal, juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi


terus-menerus dengan kontinuitas yang tinggi dan tanpa henti, adalah
sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk
dan terutama pada lini perakitan. Barang yang dihasilkan dari proses
produksi massal ini biasanya sejenis atau sama. Istilah produksi massal
dipopulerkan oleh suplemen artikel 1926 di Encyclopædia Britannica yang
didasarkan pada korespondensi dengan Ford Motor Company. New York
Times menggunakan istilah tersebut dalam judul sebuah artikel yang
muncul sebelum publikasi artikel Britannica tersebut.
Konsep produksi massal bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk,
dari cairan dan partikel-partikel ditangani dalam jumlah besar (seperti
makanan, bahan bakar, bahan kimia, dan ditambang mineral) sampai
bagian-bagian padat yang kecil-kecil (seperti pengencang) ke perakitan
bagian-bagian kecil tersebut (seperti peralatan rumah tangga dan mobil).
Sebagai bahan referensi dapat anda akses

https://www.slideshare.net/herryautotronic1/pengertian-perencanaan-produk

Produksi massal adalah bidang yang beragam, tetapi umumnya


dapat dibandingkan dengan produksi kerajinan atau didistribusikan
manufaktur. Beberapa teknik produksi massal, seperti standar ukuran dan
lini produksi, mendahului masa Revolusi Industri berabad-abad lamanya;
namun, pengenalan mesin alat-alat dan teknik-teknik untuk menghasilkan
bagian-dipertukar kanlah yang dikembangkan di pertengahan abad ke-19
modern produksi massal bisa terlaksana dengan benar.
Karakteristik produksi massal:
a. Fixed rate: tidak bisa diubah begitu saja
b. Fasilitas dirancang untuk satu macam produk
c. Tujuan: minimalisasi handling
d. Perubahan mesin sangat mahal, umur panjang
e. Pengadaan bahan baku harus kontinu
f. Harga produk bisa murah
g. Fixed cost tinggi, variable cost rencah, break even point (BEP) tinggi.

Sebelum Anda merancang sebuah produk sebaiknya diawali dengan


identifikasi masalah, pencarian ide solusi, dilanjutkan dengan pembuatan
gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dapat dikembangkan menjadi
produk rekayasa yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi
dan proses produksi. Produksi adalah membuat produk hasil rekayasa
sehingga siap untuk dibuat dengan skala besar dan dijual. Sebagai
pendalaman materi silakan anda baca lebih lanjut dari link berikut,
https://www.powtoon.com/online-presentation/baGDoLRq5Yx/proses-
penerapan-produksi- massal/?mode=movie