Anda di halaman 1dari 19

Materi Kuliah

Sabtu, 13 Desember 2014


makalah purin dan pirimidin

MAKALAH
METABOLISME PURIN DAN PIRIMIDIN

Disusun oleh :

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala
limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini
sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad
SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu membantu perjuangan beliau dalam
menegakkan Dinullah di muka bumi ini.
Dalam penulisan ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun
materil. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada hingganya
kepada rekan dan teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang
konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya.
Hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya, semoga
Allah meridhoi dan dicatat sebagai ibadah disisi-Nya, amin.

Pringsewu, Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Mtebolisme Purin dan Pirimidin...................................................................... 2
1. Pengertian ........................................................................................................ 2
2. Contoh ............................................................................................................. 4
3. Macam-macam dan Penjelasan ....................................................................... 6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia melakukan biosintesis purin dan pirimidin dalam asam nukleat jaringan tubuh. ATP,
NAD+, koenzim A dan lain-lain dari senyawa antara amfibolik. Namun demikian senyawa
analog purin dan pirimidin yang disuntikan, termasuk obat-obat yang potensial sebagai
preparat anti kanker. Dapat disatukan kedalam DNA. Biosintesis purin serta pirimidin oksi
dan deoksiribonukleotida (NTP dan dNTP), merupakan peristiwa yang diatur secara akurat
serta dikoordinasikan lewat mekanisme umpan balik yang menjamin produksi senyawa ini
dengan kuantitas yang tepat kadang-kadang disesuaikan menurut berbagai kebutuhan
fisiologik (misalnya pembelahan sel).
Metabolisme adalah istilah yang mengacu pada perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi
didalam tubuh untuk pelaksanaan berbagai fungsi fitalnya. Setiap sel terdiri atas protoplasma
yang memiliki kemampuan memungut oksigen dan bahan keperluan lainnya, dan
menyisihkan bahan tertentu lainnya sebagai barang buangan, termasuk karbondioksida.
Namun, diantara berbagai peruban yang terjadi didalam sel itu terdapat bidang kegiatan
kimiawi yang luas dan fungsi tubuh yang sangat erat yang bergantung dari kegiatan tersebut.

Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas
melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam
tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Metabolisme Purin dan Pirimidin


Metabolisme : perubahan
Metabolisme : semua proses perubahan kimia dan tenaga (energi) yang terjadi didalam tubuh
Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas
melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam
tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

1. Pengertian
Purin dan Pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim (NAD, NADP, ATP,
UDPG). Inti purin dan pirimidin adalah inti dari senyawa komponen molekul nukleotida
asam nukleat RNA dan DNA. Contoh Pirimidin: (sitosin, urasil, timin) → dimetabolisme jadi
CO2 dan NH3. Sedangkan contoh Purin adalah Adenin dan Guanin. Purin dan Pirimidin
merupakan unsur yang nonesensial secara dietetik artinya manusia dapat mensintesis
nukleotida secara denovo (dari senyawa intermediet anfibolik), meskipun tidak
mengkonsumsi asam nukleat.

a. Biosintesa Nukleotida Purin


Sintesis purin terjadi di hati. Sintesis dari nukleotida purin dimulai dengan PRPP dan
mengarah ke penuh pertama terbentuk nukleotida, inosine 5′-monophosphate (IMP). jalur ini
adalah diagram di bawah ini. Basis purin tanpa terikat pada molekul ribosa terlampir adalah
Hipoxantina. Basis purin dibangun di atas ribosa dengan beberapa amidotransferase dan
reaksi transformylation. Sintesis IMP membutuhkan lima mol ATP, dua mol glutamin, satu
mol glisin, satu mol CO 2, satu mol aspartate dan dua mol formate. Para moieties formil
dilakukan pada tetrahydrofolate (THF) dalam bentuk N 5, N 10-methenyl-THFdan N 10-formil-THF.
Sintesis AMP dan GMP dari IMP
Sintesis pertama terbentuk sepenuhnya nukleotida purin, monophosphate inosine, IMP
dimulai dengan 5-phospho-α-ribosyl-1-pirofosfat, PRPP. Melalui serangkaian reaksi
menggunakan ATP, tetrahydrofolate (THF) derivatif, glutamin, glisin dan aspartate ini
menghasilkan jalur IMP. Tingkat membatasi reaksi ini dikatalisis oleh glutamin
amidotransferase PRPP, enzim ditunjukkan oleh 1 pada Gambar tersebut. Struktur nucleobase
dari IMP (Hipoxantina) akan muncul.
IMP merupakan titik cabang untuk biosintesis purin, karena dapat dikonversi menjadi baik
AMP atau GMP melalui dua jalur reaksi yang berbeda. jalur yang mengarah ke AMP
memerlukan energi dalam bentuk GTP; yang mengarah ke GMP memerlukan energi dalam
bentuk ATP. Pemanfaatan GTP dalam jalur untuk sintesis AMP memungkinkan sel untuk
mengontrol proporsi AMP dan GMP untuk dekat kesetaraan. GTP akumulasi kelebihan akan
menyebabkan sintesis AMP dipercepat dari IMP sebaliknya, dengan mengorbankan sintesis
GMP. Sebaliknya, sejak konversi IMP untuk GMP memerlukan ATP, akumulasi kelebihan
ATP menyebabkan sintesis percepatan GMP atas yang AMP.

b. Biosintesa Nukleotida Pirimidin


Sintesis dari pirimidin kurang kompleks dibandingkan dengan purin, karena dasar jauh lebih
sederhana. Basis menyelesaikan pertama adalah berasal dari 1 mol glutamin, salah satu mol
ATP dan satu mol CO 2 (yang merupakan karbamoilfosfat) dan satu mol aspartate. Sebuah
mol tambahan glutamin dan ATP yang diperlukan dalam konversi UTP untuk CTP adalah.
Jalur biosintesis pirimidin yang digambarkan di bawah ini. Karbamoilfosfat digunakan untuk
sintesis nukleotida pirimidin berasal dari glutamin dan bikarbonat, dalam sitosol, yang
bertentangan dengan siklus karbamoil fosfat urea berasal dari amonia dan bikarbonat dalam
mitokondria. Reaksi siklus urea dikatalisis oleh sintetase karbamoilfosfat I (CPS-I)
sedangkan prekursor nukleotida pirimidin disintesis oleh CPS-II. karbamoilfosfat kemudian
kental dengan aspartat dalam reaksi dikatalisis oleh enzim yang membatasi laju biosintesis
nukleotida pirimidin, transcarbamoylase aspartate (ATCase).

2. Contoh
ASAM URAT

 Asam urat dibentuk dari metabolisme purin

 Asam urat diekskresi melalui ginjal

 Jika produksi purin meningkat atau ekskresi menurun → penumpukan asam urat dalam darah
→ penyakit Gout

PENYAKIT GOUT

 Gout adalah penyakit artritis berulang pada sendi articulatio matatarso falangealis akibat
peningkatan kadar asam urat

 Peningkatan asam urat disebabkan:

 Produksi meningkat (leukemia, pneumonia)

 Ekskresi menurun (gangguan ginjal)

 Terapi:
 Mengurangi produksi (kolkisin, alopurinol)

Gout adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan,
baik akibat produksi yang meningkat, atau pembuangan melalui ginjal yang menurun, atau
akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh
akan asam urat karena kadarnya yang tinggi.

Gout ditandai dengan:

 Serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut

 Kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus

 Deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan

 Cedera pada ginjal.

 Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL)

PENGOBATAN GOUT

 Ketika terjadi serangan arthritis akut, penderita diberikan terapi untuk mengurangi
peradangannya.

 Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat analgesik/NSAID, kortikosteroid, tirah
baring, atau dengan pemberian kolkisin.

 Setelah serangan akut berakhir, terapi ditujukan untuk menurunkan kadar asam urat dalam
tubuh.

 Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kolkisin atau obat yang memacu pembuangan
asam urat lewat ginjal (misal probenesid) atau obat yang menghambat pembentukan asam
urat (misal allopurinol).

PENCEGAHAN GOUT

 Pasien gout juga harus menghindari penggunaan obat yang dapat menaikkan kadar asam urat
dalam darah.

 Contoh dari obat tersebut adalah diuretik, aspirin, dan niasin.

 Alkohol merupakan sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui
ginjal sehingga disarankan tidak sering mengonsumsi alkohol.
 Pasien juga disarankan untuk meminum cairan dalam jumlah banyak karena jumlah air
kemih sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan
meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih

 Ada beberapa jenis makanan yang diketahui kaya purin, antara lain daging, baik daging sapi,
babi, kambing, jerohan, bebek, angsa, merpati, ayam, sapi atau makanan dari laut (seafood),
kacang-kacangan, bayam, jamur, dan kembang kol.

3. Macam-macam dan Penjelasan

ASAM NUKLEAT

 Asam nukleat atau asam inti, dikatakan demikian karena asam tersebut pertama kali
diketemukan didalam inti sel

 Didalam inti sel asam nukleat ada dalam bentuk: DNA dan RNA

 DNA (Deoksiribo Nukleic Acid) merupakan bahan genetik yang disebut Gen

 RNA (Ribo Nukleic Acid) merupakan bahan cetakan (template) informasi genetic

NUKLEOPROTEIN

 Nukleoprotein → asam nukleat + protein

 Asam nukleat → gabungan nukleotida

 Nukleotida → nukleosida + asam fosfat

 Nukleosida → basa purin/pirimidin + pentosa

 Hidrolisis nukleoprotein → protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau basa pirimidin

NUKLEOSIDA ALAM

 Adenin nukleotida /Adenosin Mono fosfat (AMP)

 Guanin nukleotida /Guanosin Mono fosfat (GMP)

 Hipoksantin nukleotida/Inosin Mono fosfat (IMP)

 Urasil nukleotida/Uridin Mono fosfat (UMP)


 Sitidin nukleotida/Sitidin Mono fosfat (SMP)

 Timin nukleotida/Timidin Mono fosfat (TMP)


 Adenosin Trifosfat (ATP) → ikatan energi tinggi
 Uridin Trifosfat (UTP) → ikatan energi tinggi

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas
melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam
tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.
Metabolisme dibedakan 2 macam:
Katabolisme : proses penguraian/ pemecahan makanan menjadi energi, yang terjadi pada
proses respirasi sel.
Anabolisme : proses pembentukan (sintesa) zat organik komplek yang berasal dari zat yang
lebih sederhana
Hasil dari Metabolisme
Metabolisme makanan menghasilkan energi yang disebut ATP (Adenosin Tri Fosfat). ATP
merupakan senyawa yang terdiri dari 3 gugus yaitu: Adenin (asam amino), ribose (senyawa
karbohidrat) dan fosfat. ATP merupakan simpanan energi (hasil metabolisme sel) yang siap
digunakan sel untuk kelangsungan hidup: transport membran, sintesis senyawa kimia, kerja
mekanik.
Jika sel memerlukan energi, maka energi diambil dari ATP dengan cara melepas satu gugus
fosfat menjadi ADP ( Adenosin Di Phosfat ) dengan melepas 8.000 kalori
Macam – macam metabolisme
 Metabolisme Karbohidrat;
 Metabolisme Protein;
 Metabolisme Lemak;
 Metabolisme purin dan Pirimidin serta
 Metabolisme Porfirin
Ada dua factor yang sangat penting dalam pengendalian metabolisme :
System persyarafan. Yang berpusat dan tak sadar.
Organ endokrin. Yang menghasilkan zat yang bersifat kimiawi yang mengawasi kesehatan
tubuh.
DAFTAR PUSTAKA

http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id/artikel_detail-65401-Biokimia-
%20METABOLISME%20PURIN%20DAN%20PIRIMIDIN%20.html#.UTdYO1Jg2Fo#ixz
z2MlwRq6zk
Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry
Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma, Jakarta, EGC
Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid, Bandung, ITB
Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta, FKUI
Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta

Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI Press


purin dan pirimidin
Minggu, 27 Februari 2011

TUGAS BIOKIMIA
METABOLISME PURIN DAN
PIRIMIDIN
D
I
S
U
S
U
N
Oleh
Kelompok V
1. Lusmawardin larosa
2. Moldianto
3. Paisal Ansori

Dosen pembimbing : B. NAINGGOLAN


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (PSIK) JALUR B
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUTIARA INDONESIA MEDAN
2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan

rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah BIOKIMIA yang berjudul : Metabolisme

Purin dan Pirimidin.

Penulis juga mengucapkan terimah kasih kepada bapak B. Nainggolan selaku

pembimbing dan semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan

tepat pada waktunya.

Makalah ini masih jauh dari semppurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik

dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini

dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan

dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Akhir kata penulis mengucapakan banyak terima kasih.


Penulis, 04 feb 2011

Kelompok V

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... `ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
Latar belakang.............................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN TEORITIS.............................................................................. 2
A. Metabolisme purin dan pirimidin.......................................................... 2
B. Struktur Purin dan pirimidin................................................................. 2
C. Biosintesis Purin dan Pirimidin............................................................. 3
D. Tahapan biosintesis purin dan pirimidin............................................... 3
E. Kelainan metabolime purin dan pirimidin............................................ 5

BAB III PENUTUP................................................................................................ 8


Kesimpulan.................................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia melakukan biosintesis purin dan pirimidin dalam asam nukleat jaringan

tubuh. ATP, NAD+, koenzim A dan lain-lain dari senyawa antara amfibolik. Namun

demikian senyawa analog purin dan pirimidin yang disuntikan, termasuk obat-obat yang

potensial sebagai preparat anti kanker. Dapat disatukan kedalam DNA. Biosintesis purin serta

pirimidin oksi dan deoksiribonukleotida (NTP dan dNTP), merupakan peristiwa yang diatur

secara akurat serta dikoordinasikan lewat mekanisme umpan balik yang menjamin produksi

senyawa ini dengan kuantitas yang tepat kadang-kadang disesuaikan menurut berbagai

kebutuhan fisiologik (misalnya pembelahan sel). Penyakit manusia yang meliputi kelainan

dalam metabolisme purin atau pirimidin mencakup penyakit gout, sindrom lesch-Nyhan,

defisiensi adenosin deaminase dan defisiensi fosforilase nukleosida purin. Penyakit pada

biosintesis pirimidin lebih langka dan mencakup asiduria orotat. Karena, berbeda dengan

urat, produk hasil katabolisme pirimidin bersifat sangat larut(karbon dioksida, amonia dan β-

aminoisobutirat), maka jumlah kelainan yang bermakna secara klinik pada katabolisme

pirimidin hanya beberapa (victor W. Rodwell, Phd).

Keadaan defisiensi purin pada manusia terutama disebabkan oleh defisiensi asam folat

dan kadang-kadang oleh defisiensi B12, kalau keadaan ini menimbulkan defisiensi sekunder

deriva folat (victor W. Rodwell, Phd).


BAB II
TINJAUN TEORITIS
A. Metabolisme purin dan pirimidin
Purin dan pirimidin merupakan inti dari senyawa komponen molekul nukleotida asam
nukleat RNA dan DNA.
Contoh Purin : Adenin, guanin, hipoxantin, xantin. Di metabolisme menjadi asam urat.
Contoh Pirimidin : Sitosin, urasil, timin. Dimetabolisme menjadi CO2 dan NH3.
B. Struktur Purin dan pirimidin

C. Biosintesis Purin dan Pirimidin


1. Purin
Hasil penelitian dengan menggunakan radioisotop, ternyata setiap komponen yang dijumpai
dalam kerangka inti purin berasal dari bermacam-macam sumber diantara lain :
1.1 Atom C (6) inti purin berasal dari atom karbon molekul CO2 udara pernafasan.
1.2 Atom N (1) inti purin bersal dari atom nitrogen gugus amino (-NH2) molekul aspartat.
1.3 Atom C (2) dan atom C (8) inti purin adalah produk reaksi transformilasi yang berasal dari
senyawa donor gugus formil yang mengakibatkn koenzim FH4 (tetra hidro folat).
1.4 Atom N (3) dan atom N (9) berasal dari nitrogen gugus amida molekul glutamin.
1.5 Atom C (4) atom C (5) dan atom N (7) merupakan molekul glisin.

2. Pirimidin
Umumnya biosintesis pirimidin dan purin memerlukan bahan pembentukan yang sama
misalnya PRPP, glutamin, CO2, asam aspartat, koenzim tetrahidrofolat (FH4).
Tetapi ada satu perbedaan yang jelas sekali yaitu pada saat terjadinya penambahan gugus
ribosa-P (pada biosintesis purin), penambahan gugus ribosa-P tersebut sudah berlangsung
ditahap awal. Sedangkan pada biosintesis pirimidin berlangsung setelah perjalanan beberapa
tahap lebih jauh.
D. Tahapan biosintesis purin dan pirimidin
1. Tahapan biosintesis Purin
1.1 Sintesis purin diawali oleh reaksi pembentukan molekul PRPP (5-phospho ribosil pyro
phosphate) yang berasal dari ribosa-5P yang mengkaitkan ATP dan ion Mg²+ sebagai
aktivator.
1.2 Selanjutnya pembentukan senyawa 5-Phosphoribosilamin dari hasil reaksi PRPP dengan
glutamin. Reaksi ini menghasilkan pula asam amino glutamat + Ppi.
1.3 Berikutnya pembentukan senyawa GAR (glycin amid ribosil-5P) dari hasil reaksi
ribosilamin-5P dengan glisin yang mengaktipkan ATP dan Mg²+ sebagai aktivator dan yang
dikatalisis oleh enzim GAR syn-thetase.
1.4 Kemudian GAR melakukan reaksi formilasi yang dikatalisis oleh enzim transformilase
dengan koenzim FH4 (tetrahidrofolat) dan senyawa donor gugus formil, membentuk senyawa
formil glisin amid ribosil-5P nya. Atom karbon gugus formil tersebut menempati posisi atom
C-8 inti purin.
1.5 Kemudian senyawa formil glisin amid ribosil 5P melakukn reaksi aminasi (pada atom karbon
ke-4 nya) dengan senyawa donor amino (berupa glutamin) dan terbentuknya senyawa formil-
glisinamidin- ribosil-5P.atom N gugus amino yang baru menempati posisi N-3 inti purin.
1.6 Selanjutnya terjadi reaksi penutupan rantai dan terbentuknya senyawa amino- imidazole-
ribosil-5P, selanjutnya senyawa-senyawa amino- imidazole- ribosil-5P melakukan fiksasi
CO2 dengan biotin sebagai koenzim dan atom karbon yang difiksasi tersebut menempati atom
C (6) inti purin. Dilanjutkan reaksinya dengan aspartat membentuk senyawa 5-amino- 4-
imidazole- N- suksinil karboksamid ribosil-5P.
1.7 Senyawa 5-amino- 4- amidazole- karboksamid- ribosil- 5P, melakukan reaksi formilasi yang
dikatalisis oleh enzim transformilase dengan koenzim FH4 (tetrahidrofolat) dan senyawa
donor gugus formil, maka terbentukny senyawa 5- formamido- 4- imidazole karboksamide-
ribosil-5P.
1.8 Akhirnya terjadilah reaksi penutupan cincin yang ke-2 kalinya terbentuklah derivat purin
yang pertama berupa IMP (inosin monophosphate= inosinic acid) yaitu derivat hiposantin
atau 6- oksipurin. Sedangkan AMP dan GMP diturunkan dari IMP.

2. Tahapan biosintesis pirimidin


2.1 Biosintesis pirimidin diawali oleh reaksi pembentukan karbamoil-P yang dihasilkan dari
reaksi antara glutamin, ATP dan CO2 yang dikatalisis oleh enzim karbamoil-P sintetase yang
berlangsung didalam sitosol. Berbeda dengan enzim karbamoil-P sinthase yang bekerjapada
reaksi pembentukan urea, dimana reaksi nya berlangsung bukan didalam sitosol melainkan
didalam mitokondria.
2.2 Berikutnya karbamoil-P berkondensasi dengan asam aspartat menghasilkan senyawa
karbamoil-asparta. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim aspartat transkarbamoilase.
2.3 Berikutnya terjadi reaksi penutupan rantai sambil membebaskan H2O dari molekul
karbamoil-aspartat sehingga dihasilkan asam dehidro orotat (DHOA= dihidroorotic acid).
Reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim dihidroorotase.
2.4 Berikutnya melalui reaksi yang dikatalisis oleh enzim DHOA dehidrogenase dengan koenzim
NAD+, DHOA menghasilkan asam arotat (OA=orotic acid).
2.5 Selanjutnya terjadi reaksi penambahan gugus ribosa-P pada asam orotat. Reaksi ini dikatalisis
oleh enzim orotat fosforibosil transferase dan dihasilkan orotidilat OMP (orotidin mono
posphate).
2.6 Akhirnya enzim orotidilat dikarboksilase mengkatalisis reaksi dikarboksilasi orotidilat dan
menghasilkan uridilat (uridin mono phosphate)yaitu produk nukleotida pertama pada
biosintesis pirimidin.

E. Kelainan metabolime purin dan pirimidin


1. metabolisme purin
Asam urat adalah produk akhir katabolisme purin pada manusia, guanin yang berasal
dari guanosin dan hiposantin. Yang berasal dari andenosin melalui pembentukan santin
keduanya dikonversi menjadi asam urat, reaksinya berturut-turut dikatalisis oleh enzim
guanase dan santin oksidase.
Masalah klinik metabolisme purin
 Gout adalah suatu penyakit dimana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara
berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangan melalui ginjal yang menurun
atau peningkatan asupan makanan kaya purin
 Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat. Karna kadar nya yang tinggi.
 Gout ditandai dengan :
Serangan berulang dari athritis yang akut, kadang disertai pembentukan kristal natrium urat
yang besar dinamakan tophus deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera pada
ginjal.
 Sindrom Lesch-nyhan adalah suatu hiperurisemia over produksi yang sering disertai litiasis
asam urat serta sindrom self-mutilation terjadi karena tidak berfungsinya enzim hipoxantin-
guanin fosforibosil transferase yang merupakan enzim pada penyelamatan pada reaksi purin.
 Penyakit von gierke adalah defisiensi glukosa fosfatase yang terjadi karena sekunder akibat
peningkatan atau pembentukan prekursor PRPP, ribosa 5-fosfat, disamping it asidosis laktat
yang menyertai akan menikan ambang ginjal untuk urat sehingga terjadi peningkatan total
kadar urat dalam tubuh.
2. Metabolisme pirimidin
 Hasil akhir katabolisme pirimidin: CO2, ammonia, betalanin dan propionat sangat mudah larut
dalam air bila overproduksi dan jarang didapati kelainan.
 Hiperurikemia dengan overproduksi PPRP akan terjadi peningkatan nukleotida dan
peningkatan ekskresi dari betalanin.
 Defisiensi folat dan vitamin B12 dengan defisiensi TMP.
Masalah klinik metabolisme pirimidin
 Hasil akhir metabolisme pirimidin larut dalam air, tidak banyak kelainan yang
disebabkannya.
 Kelainan autosomal resesif
 Hereditary orotic aciduria
 tipe I:
- tipe yang lebih sering def. orotat fosforibosil transferase & orotidilat dekarboksilase
- terjadi anemia megaloblastik, tdp kristal jingga dalam urine.
 Tipe II :
- krn defisiensi orotidilat dekarboksilase
 Reye’s Syndrome
 Gangguan pada mitokondria hati
 Orotikasiduria sekunder karena ketidakmampuan mitokondri memakai karbamoil fosfat
(pada defisiensi ornitin trankarbamoilase) overproduksi asam orotat

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Purin dan pirimidin merupakan komponen utama RNA dan DNA. Purin terdiri dari
Adenin, guanin, hipoxantin, xantin. Di metabolisme menjadi asam urat sedangkan pirimidin
yaitu Sitosin, urasil, timin. Dimetabolisme menjadi CO2 dan NH3. Hasil penelitian dengan
menggunakan radioisotop, ternyata setiap komponen yang dijumpai dalam kerangka inti
purin berasal dari bermacam-macam antara lain atom C (6), atom N (1), atom C (2), atom N
(3), atom C (4), atom C (5) dan atom N (7). Dan tahapan purin diawali dengan pembentukan
molekul PRPP(5-phospho ribosil pyro phosphate) dan slanjutnya membentuk senyawa 5-
phosphoribosilamin dari hasil PRPP dan membentuk senyawa GAR kemudian GAR
membentuk reaksi formilase yang dikatelisis oleh enzim kemudian senyawa formil glisin
amid ribosil 5P sehingga terjadi penutup rantai, senyawa 5 amino-4-imidazole-karboksamid-
ribosil-5P akhir dari penutupan cicncin yang k-2.Sedangkn biosintesis pirimidin memerlukan
bahan pembentuk yang sama yaitu PRPP, glutamin, CO2, asam aspartat dan FH4, adapun
kelainan metabolisme purin yaitu gout, Sindrom Lesch-nyhan dan Penyakit von gierke.
Sedangkan pirimidin mempunyai kelainan kekurangan enzim. Metabolisme pirimidin larut
dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

Hardjasasmita, 1996. Ikhtisar Biokimi Dasar. Jakarta: FKUI


Poedjiadi Anna, 1944. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UIP
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/metabolisme purin dan pirimidin
http://google.com
Diposkan oleh paisal ansori di 10.50
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

1 komentar:

1.

wane noor19 Maret 2013 02.44


waw sesuatu sekali??

Balas

Muat yang lain...


Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut
Arsip Blog
 ▼ 2011 (1)
o ▼ Februari (1)
 <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML);}o...

Mengenai Saya

paisal ansori
Lihat profil lengkapku
Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.