Anda di halaman 1dari 10

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JELLIN” JELLY INDICA LIN ” SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF


BAGI PENDERITA DIARE

BIDANG KEGIATAN:
PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K)

Diusulkan oleh
Arman Surya Ilahi (1515041002) / 2012
Dapot Tua Parulian (1415041011) / 2014
Irvan Eko Saputra (1415041025) / 2014

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016
PENGESAHAN PROPOSAL PKM-KEWIRAUSAHAAN

1. Judul Kegiatan : JELLIN” JELLY INDICA LIN ”


SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF BAGI PENDERITA DIARE
2. Bidang Kegiatan : PKM-K
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Arman Surya Ilahi
b. NIM : 1515041002
c. Jurusan : S1 Teknik Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Lampung
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Kotaagung, Tanggamus
085755463244
4. Alamat email :Armansurya@gmail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Donny Lesmana, S.T., M.Sc.
b. NIP : 198410082008121003
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Teluk Betung, Bandar Lampung
081273683467
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 12.500.000,00
b. Sumber lain : Rp 0 ,-
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 (empat) bulan

ii
Daftar isi

Halaman Sampul …………………………...……………………………….i


Halaman Pengesahan……...………………………………………………...ii
Daftar isi …………………………………………………………………..iii
Ringkasan …………………………………………………………………..iv
BAB I PENDAHULUAN
a. .Latar Belakang…...………………………………………..……………1
b. .Rumusan Masalah………..………………………………..……………2
c. Tujuan………………………….………………………………….……2
d. Luaran program yang diharapkan ..............................................................2
e. Kegunaan ....................................................................................................3

BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


a. Gambaran tentang produk …………...……………...……….……….4

BAB III METODE


a. .Metode Pelaksanaan ……………………………………………………7

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


a. Jadwal Kegiatan ………………………………………………....…9
b. Rancangan Biaya …...…………………………………………….…9

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Diare sampai saat ini masih menjadi masalah utama di masyarakat yang sulit
untuk ditanggulangi. Dari tahun ke tahun diare tetap menjadi salah satu penyakit
yang menyebabkan mortalitas dan malnutrisi pada anak. Menurut data World
Health Organization (WHO) pada tahun 2009, diare adalah penyebab kematian
kedua pada anak dibawah 5 tahun. Secara global setiap tahunnya ada sekitar 2
miliar kasus diare dengan angka kematian1.5 juta pertahun. Pada negara
berkembang, anak-anak usia dibawah 3 tahun rata-rata mengalami 3 episode
diare pertahun. Setiap episodenya diare akan menyebabkan kehilangan nutrisi
yang dibutuhkan anak untuk tumbuh, sehingga diare merupakan penyebab utama
malnutrisi pada anak (WHO, 2009). Untuk skala nasional berdasarkan data dari
Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008, penderita diare pada tahun tersebut
adalah 8.443 orang dengan angka kematian akibat diare adalah 2.5%. Angka ini
meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 1.7% dengan jumlah penderita diare
adalah 3.661 orang. Untuk tahun 2006, penderita diare di Indonesia adalah
10.280 orang dengan angka kematian 2.5%
Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi Mortalitas
dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih
menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Penyebab utama
kematian akibat diare adalah tata laksana yang tidak tepat baik di rumah maupun
di sarana kesehatan. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tata laksana
yang cepat dan tepat (Kemenkes, 2011). Berbagai faktor mempengaruhi
terjadinya kematian, malnutrisi, ataupun kesembuhan pada pasien penderita
diare. Pada balita, kejadian diare lebih berbahaya dibanding pada orang dewasa
dikarenakan komposisi tubuh balita yang lebih banyak mengandung air
dibanding dewasa. Jika terjadi diare, balita lebih rentan mengalami dehidrasi dan
komplikasi lainnya yang dapat merujuk pada malnutrisi ataupun kematian
Faktor ibu berperan sangat penting dalam kejadian diare pada balita/anak.
Anak biasanya sangat takut kalau disuruh minum obat. Ibu adalah sosok yang
paling dekat dengan balita. Jika balita terserang diare maka tindakan-tindakan
yang ibu ambil akan menentukan perjalanan penyakitnya.
Penyebab utama penyakit diare adalah infeksi bakteri atau virus. Jalur masuk
utama infeksi tersebut melalui feses manusia atau binatang, makanan, air, dan
kontak dengan manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau pejamu
untuk pathogen tersebut
atau peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi
resiko utama penyakit ini. Sanitasi dan kebersihan rumah tangga yang buruk,
kurangnya air minum yang aman, dan pajanan pada sampah padat yang kemudian
mengakibatkan penyakit diare. Di dalam tubuh terdapat berbagai jenis kuman yang

1
jika tubuh dalam keadaan sehat bersifat kongensal (diam). Namun, ketika tubuh
sakit atau lemah kondisinya, kebanyakan menjadi patogen, menimbulkan berbagai
gangguan. Dalam keadaan biasa, makanan dari usus besar tidak menimbulkan
masalah karena ada kelep yang menghalangi kembalinya kuman dari usus besar
kedalam usus halus. Namun, jika kelepnya rusak, berbagai macam kuman pathogen
akan masuk, seperti Escheriscia coli.
Beberapa strain Escheriscia coli dikenal sebagai salah satu penyebab diare
berat. Beberapa strain ini disebut low birth weight infants. Kuman ini terdapat di
tinja, perairan yang kotor, atau jamban. Jika diare disebabkan kuman ini, pada saat
di periksa, di dalam usus halus terdapat banyak kuman Escheriscia coli. Kuman ini
mengeluarkan sejenis racun yang merusak selaput lendir usus halus (Anonim).
Kucing-kucingan merupakan gulma yang sangat umum ditemukan tumbuh liar
di pinggir jalan, lapangan rumput, maupun di lereng gunung. Daun, batang, dan
akar pada kucing-kucingan mengandung saponin dan tannin. Batangnya juga
mengandung flavonoid dan daunnya mengandung minyak asiri.
Tanaman kucing-kucingan sangat mudah ditemukan karena tumbuh liar di
pekarangan rumah dan di pinggir jalan. Kucing-kucingan juga tersebar di seluruh
daerah. Senyawa tannin dalam kucing-kucingan merupakan senyawa yang
memiliki rasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya
tannin digunakan untuk aplikasi di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan
diare, hemostatik dan wasir.

1.3 RUMUSAN MASALAH

Melihat latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan antara lain:


1 bagaimanakah cara memberikan pengobatan yang di sukai anak?
2 bagaimana penyediaan “jellin” sebagai makanan pengganti obat?

1.4. TUJUAN

Tujuan dari PKM ini mengangkat judul “jellin” adalah menciptakan obat
diare alternatif untuk anak/orang dewasa penderita diare. Dibuat dengan bentuk dan
tekstur yang sangat menarik dengan alasan agar penderita yang tidak suka minum
obat bisa meminumnya. komposisinya pun juga sudah di sesuaikan untuk semua
kalangan, baik buat yang menderita diare ataupun orang-orang normal bisa
mengkonsumsinya.

1.5 LUARAN PROGRAM YANG DI HARAPKAN

Luaran program “jellin” adalah selain memberikan kreasi kepada penderita


diare “jellin” ini pun juga bisa membantu para orang tua dalam memberikan
pengobatan pada anaknya yang menderita diare terutama bagi anak yang tidak suka

2
obat. Dengan cara kreatif ini si ibu akan lebih mudah untuk memberikan
pengobatan anaknya, selain dari bentuknya yang lucu dan menarik “jellin” ini
mempunyai kandungan nutrisi yang baik buat tumbuh kembang anak

BAB 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Gambaran Tentang Produk

H.1 Produk yang kami tawarkan adalah berupa jelly untuk penderita diare
terutama bagi anak-anak yang aman bagi kesehatan. Sehingga dapat mengatasi pola
variasi makanan pada masyarakat dan tidak menimbulkan efek kebosanan pada
penderita diare itu sendiri
Tampilan “jellin” dengan berbagai bentuk, sehingga dapat menarik
penderita diare. Bahan dasar “jellin” adalah bahan-bahan pilihan yang sehat
sehingga akan aman untuk dikonsumsi

H.2 Tren dan Pertumbuhan Industri


Diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak terutama balita
di negara berkembang karena angka kesakitan dan kematiannya masih tinggi.
Sekitar 80% kematian karena diare terjadi pada anak di bawah 5 tahun
Saat ini banyak makanan/ pengobatan yang menimbulkan efek samping
termasuk di indonesia. Kebanyakan makanan di indonesia menggunakan bahan-
bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu kami terdorong untuk
menciptakan kreasi dan inovasi makanan yang sehat sekaligus menjadi obat bagi
anak yang menderita diare yaitu “jellin”

H.3 Analisa Pasar


Rencana pemasaran akan ditujukan di daerah Surabaya difokuskan pada
daerah yang banyak menderita diare. Akan di pasarkan ke sekolah-sekolah dan
rumah-rumah dikota dan di pedesaan

H.4 Kesiapan dan Segmentasi Pasar


Konsumen yang dituju oleh produk kami ini adalah pada masyarakat yang
umumnya kurang tau akan bahaya penyakit diare. Persiapan pasar sudah siap
menerima produk yang kami tawarkan karena bagi masyarakat bukanlah hal yang
asing untuk memakan jelly.
Sebagai produk makanan baru “jellin” perlu memikirkan segmentasi pasar
agar mempercepat laju perjualan produk ini sendiri. Dari segmentasi pasar, jellin
lebih memilih strategi tempat, artinya produk makanan ini ditawarkan pada tempat-

3
tempat tertentu yang pasti membutuhkan. Segmentasi pasar jellin yang utama
adalah apotik, toko-toko dan sekolahan. Setelah di analisa ketiga tempat tersebut
merupakan tempat yang sangat membutuhkan dan memiliki potensi tinggi untuk
membeli jellin.
Rencana pemasaran dalam produk kami ini difokuskan didaerah
Surabaya khususnya di sekolah-sekolah playgroup, TK,SD dan sekolah-sekolah
lainnya dengan harga yang terjangkau sesuai untuk semua kalangan

H.5 Strategi Pemasaran


Seorang pengusaha yang membuat inovasi makanan untuk penderita
diare yang aman dan memilliki konsep tentang strategi pemasaran yang tepat.
Pemasaran “jellin” (jelly Indica lin) memiliki strategi-strategi pemasaran yang
cukup unik
H.6 Produk
Produk makanan inovasi untuk penderita diare memiliki keunggulan
dibandingkan jelly atau makanan-makanan lainnya yang sudah beredar selama ini.
Keunggulannya memiliki kandungan yang baik untuk penderita diare sperti
saponin,tanin dan antibiotik. Selain itu juga mengandung astrigen yang baik untuk
radang.
Untuk strategi pemasaran produk “jellin” akan dibuat sebagai produk
makanan yang disajikan dalam bentuk jelly dengan beraneka warna dan model yang
menarik namun sangat aman bagi kesehatan

H.7 Price
Untuk bersaing dipasaran makanan/obat-obatan inovasi untuk penderita
diare yang menarik (jellin) dijual dengan patokan harga yang kurang lebih sama
dengan para pesaing tetapi dengan mutu pelayanan dan produk yang lebih baik dari
makanan/obat pada umumnya. Harga “jellin” Rp 2000,- dengan produk makanan
yang sehat pembeli mendapat pelayanan yang baik dengan harga terjangkau untuk
berbagai kalangan.

H.8 Place
Tempat penjualan JELLIN (Jelli Indica Lin) berada pada tempat yang
memang disasarkan pada target yang tepat pula . tempat berjualan juga sebaiknya
tidak mematikan selera makan pembeli misalnya memilih berjualan di dekat
selokan air atau tempat sampah umum. Jadi kebersihan tempat sangat penting
dalam pemasaran tepat pada taman bermain yang ada di sekolah sesuai dengan
target pasar.

H.9 Promosi
Promosi produk JELLIN (Jelli Indica Lin) dilakukan dengan mengadakan
kegiatan- kegiatan seperti berikut :

4
1. Metode Word of mouth atau pemasaran dari mulut ke mulut tidak menjadi
cara yang usang dalam memberikan publikasi kepada konsumen.

2. Manfaat stand sebagai media promosi dengan membuatnya unik dan


menarik perhatian anak dan orang tua serta membuat spanduk yang menarik
di tempat usaha

H.10 Iklan/Advertaising
Makanan inovatif untuk penderita diare (JELLIN) akan diperkenalkan pada
masyarakat salah satunya melalui media cetak yaitu , koran, tabloid kesehatan.
JELLIN ini juga akan di iklankan diradio lokal di seluruh bandar lampung .selain
itu akan dipromosikan melalui papan nama , spanduk , brosur dan radio.

H.11 Tujuan Usaha Jangka Panjang


1. Menjadi pengusaha produk makanan yang menyehatkan terbesar di
Indonesia dengan memiliki cabang di setiap provensi dan kota.
2. Memiliki toko JELLIN (Jelly Indica Lin) terbesar di Indonesia.
3. Memproduksi jenis makanan baru yang sehat dan aman terutama untuk
pederita diare dengan bahan yang sesuai prosedur tetapi dengan kreasi yang
berbeda.

H.12 Evaluasi Resiko


Apabila pada bulan kedua produk makanan inovasi untuk penderita diare
ini belum mencapai 50% dari target maka bulan ke 3 harga di turunkan dan inovasi
produk lebih di buat menarik dan berbeda.Dari sebelumnya dan meningkatkan
promo.

BAB 3
METODE PELAKSANAAN

Setelah di setujui proposal program ini maka akan di laksanakan:

3.1 Pembelian keperluan Produksi


Pembelian alat-alat produksi dilakukan di awal bulan selama 2 minggu
pertama. Pembelian alat dilakukan di pasar bamboo kuning, bandar lampung,
dikarenakan pasar tersebut merupakan pasar yang lengkap.

3.2 Priset pasar dan uji rasa


Riset pasar dilakukan di minggu awal kegiatan. Riset pasar dilakukan
dengan uji rasa ke masyarakat dengan ruang sampel anak-anak seusia sekolah

5
dasar, tentunya riset ini bertujuan untuk mengetauhi seberapa besar tingkat
ketertarikkan pasar terhadap produk.

3.3 Penyablonan merek pada kotak kemasan


Penyablonan dilakukan di mitra usaha pendukung yaitu di usaha
percetakkan yang sudah di tunjuk.penyablonan sebanyak kapasitas yang sudah
ditetapkan yaitu,500 unit per bulan.Penyablonan merek dilakukan dengan tujuan
untuk menambah eksklusivitas produk dan membangun citra produk.

3.4 Pembuatan pamflet


Pembuatan pamflet bertujuan untuk menjadi sarana promosi produk
dibeberapa mitra lokasi penjualan produk.Pembuatan pamflet dilakukan setiap
bulan di minggu ke 3 sebanyak 50 eksemplar

3.5 Produksi
Produksi adonan dilakukan setiap hari dengan kapasitas produksi 120 porsi
JELLIN.Yang akan dimasak sendiri menggunakan berbagai alat rumah tangga dan
bahan-bahan yang telah tersedia.Rincian barang-barang dapat terlihat pada bagian
rincian biaya.Dalam pembuatan produksi sendiri yang menjalankannya sehingga
nantinya resep JELLIN“Jelly Indica Lin” dapat terjaga.

3.6 Promosi
Promosi dilaksanakan dengan metode penyebaran pamflet,mengadakan
demo yang dikemas melalui konsultasi gizi ke ibu PKK dan Darmawanita,serta
memperkenalkan produk kesasaran yang dituju

3.7 Penjualan Produk


Penjualan JELLIN akan dilaksanakan pada tempat-tempat yang telah
ditentukan seperti pameran-pameran inovasi produk terbaru dan acara-acara besar
yang mendatangkan banyak anak-anak seperti perayaan ulang tahun sebuah
lembaga.

3.8 Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada 2 minggu sekali yang bertujuan untuk menentukan
strategi perusahaan kedepan.

3.9 Konsultasi dengan Dosen pembimbing


Konsultasi dilakukan tiap akhir bulan dengan tujuan meminta pertimbangan
dari dosen pembimbing tentang permasalahan perusahaan selama satu bulan ke
depan

6
BAB 4
BIAYA dan JADWAL KEGIATAN

4.1 JADWAL kEGIATAN


Tabel 1. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V
NO Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Penyiapan
peralatan
penunjang
usaha
2 Pencetakan
media
iklan dan
publikasi
3 Pembuatan
dan
pemasaran
Inovasi Ibu
4 Evaluasi
program
dan
pembuatan
laporan

4.2 RANCANGAN BIAYA


Tabel 2. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K
No Jenis pengeluaran Biaya
1. Peralatan penunjang Rp. 1.050.000,-
2. Biaya Habis Pakai Rp. 6.750.000,-
3. Perjalanan dan pelaksanaan Kegiatan Rp. 4.450.000,-
4. Lain-lain (kesekretariatan) Rp. 250.000,-
Jumlah Rp. 12.500.000,-