Anda di halaman 1dari 24

1

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

SINTESIS DAN UJI KINERJA ADSORBEN PROSES ACTIVATED


SLUDGE INDUSTRI KARET TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM
LAMPUNG (KLIPNOTILOLIT) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH
INDUSTRI TEKSTIL BATIK LAMPUNG

BIDANG KEGIATAN:

PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh:

Ketua : Fadhilla Soraya Isfahani (1315041022, Angkatan 2013)


Anggota : Andri Sanjaya (1315041008, Angkatan 2013)
Aulia Chania (1415041008, Angkatan 2014)
Zufar Azkar (1515041041, Angkatan 2015)

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2016
2
3

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
DAFTAR TABEL................................................................................................ iii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.3. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 2
1.4. Luaran Yang Diharapkan ............................................................................... 2
1.5. Kegunaan ....................................................................................................... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Limbah Tekstil ............................................................................................... 2
2.2. Lumpur Aktif Industri Karet .......................................................................... 4
2.3. Zeolit Klipnotilolit ......................................................................................... 4
2.4. Arang Aktif .................................................................................................... 4
2.5. Adsorpsi ......................................................................................................... 4
2.6. Uji Kinerja Adsorben ..................................................................................... 5
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian ..................................................................................... 5
3.2. Proses Pembuatan Adsorben .......................................................................... 6
3.2.1. Karakterisasi Adsorben ........................................................................ 6
3.3. Uji Kinerja Adsorben ..................................................................................... 7
3.3.1. Penentuan Waktu Kontak Optimum .................................................... 7
3.3.2. Penentuan Dosis Adsorben Optimum .................................................. 7
3.3.4. Pengujian COD dan BOD limbah ........................................................ 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1. Anggaran Biaya .............................................................................................. 8
4.2. Jadwal Kegiatan ............................................................................................. 9
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 10
Lampiran

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5


Tahun 2014............................................................................................................ 3
Tabel 2.2. Data Analisa Air Limbah Tekstil Batik Jetis ....................................... 3

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian Overall ...................................................... 5

iii
1

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Saat ini pertumbuhan industri di Indonesia sangatlah pesat. Hal ini
dibuktikan dengan survei BPS pada tahun 2013 dengan jumlah industri skala
besar sedang adalah sebanyak 23.941 buah, industri skala kecil sebanyak 531.351
buah, dan industri skala mikro adalah sebanyak 2.887.015 buah. Subsektor karet
terdiri dari 1.592 buah dan subsektor tekstil terdiri dari 2.232 buah. Banyaknya
jumlah industri yang ada tentunya akan berbanding lurus terhadap limbah yang
dihasilkan dari industri termasuk limbah cair yang mengandung logam berat,
salah satunya yaitu industri tekstil batik.
Limbah industri tekstil timbul akibat penggunaan zat pewarna yang masih
melekat setelah digunakan (Dwi P. Sasongko, 2010). Dalam air limbah tekstil
mengandung logam berat seperti Cr (chromium) dan bahan-bahan pencemar
yang sangat kompleks dan memiliki intensitas warna yang tinggi. Nilai chemical
oxygen demand (COD) dan biological oxygen demand (BOD) untuk limbah
tekstil berkisar antara 150-12.000 mg/L dan 80-6.000 mg/L. Nilai tersebut
melebihi ambang batas baku mutu limbah cair industri tekstil apabila kita tinjau
dari Permen LH No. 5 tahun 2014.
Apabila limbah cair tersebut tidak diolah dengan benar maka dapat
mengakibatkan logam berat terakumulasi dan masuk ke dalam rantai makanan
dan membahayakan masyarakat yang tinggal sekitar industri batik tersebut.
Karena logam chromium yang masuk ke dalam tubuh dapat memicu munculnya
kelainan dan keluhan penyakit berbahaya di dalam jaringan tubuh seperti
kerusakan hati, paru-paru, ginjal dan kelainan pada pembuluh darah.
Di sisi lain, Provinsi Lampung juga memiliki banyak sektor industri karet
yaitu dengan lahan perkebunan karet seluas 94.619 Ha dan produksi karet
mencapai 50.378 ton per tahun (Badan Pusat Statitik Provinsi Lampung, 2014).
Semakin banyaknya karet yang diproduksi maka limbah yang dihasilkan juga akan
semakin bertambah. Pada pengolahan air limbah industri karet menggunakan
proses activated sludge akan menghasilkan limbah padat berupa lumpur (Waste
Activated Sludge/ WAS). WAS memiliki komponen utama yang sama dengan
lumpur aktif yaitu berupa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa, dan
rotifera. Menurut Gadd (1990), Mikroorganisme seperti jamur, khamir, alga dan
bakteri secara efisien dapat menyerap radionuklida dan logam-logam berat dari
lingkungan eksternalnya.
Disamping itu, salah satu sumber alam berupa bahan tambang yang
ketersediannya tersebar di Indonesia adalah batuan zeolit. Harga zeolit hanya
sekitar Rp. 7.500/kg. Zeolit juga terkenal sebagai adsorben yang memiliki
kemampuan untuk menurunkan kadar zat-zat organik yang ada pada limbah
industri tekstil batik Lampung sebelum dibuang ke perairan.
Berdasarkan penelitian terdahulu penggunaan limbah lumpur proses
activated sludge industri karet sebagai adsorben mempunyai daya serap yang
tinggi terhadap logam berat, bahkan sampai 90% (Salmariza, 2012). Namun
adsorben tersebut belum dapat menurunkan nilai COD dan BOD dari limbah
tekstil, sehingga untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian dari peneliti
sebelumnya, kami menggunakan WAS yang termodifikasi zeolit alam Lampung
(klipnotilolit) sebagai adsorben agar tidak hanya didapatkan persentase
2

penurunan logam berat saja namun juga disertai penurunan bahan organik berupa
COD dan BOD dari limbah cair tekstil batik Lampung.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang, maka dapat
dirumuskan bahwa permasalahannya adalah berapakah rasio modifikasi terbaik
dari zeolit/ WAS yang digunakan sebagai adsorben serta seberapa besar adsorben
tersebut mampu mengurangi kandungan logam berat serta nilai BOD dan COD
limbah cair tekstil batik Lampung.

1.3. Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mendapatkan kondisi sintesis WAS termodifikasi zeolit alam Lampung
(klipnotilolit) dengan rasio WAS/zeolit terbaik yang akan dihasilkan
adsorben dengan luas permukaan terbesar dari beragam rasio tersebut.
2. Menguji kinerja adsorben limbah karet proses activated sludge
termodifikasi zeolit alam Lampung (klipnotilolit) untuk menurunkan
kandungan logam berat serta COD dan BOD pada beragam waktu
kontak, dosis adsorben dan pH.

1.4. Luaran Yang Diharapkan


Adanya artikel ilmiah berupa informasi hasil penelitian yaitu sintesis dan
uji kinerja adsorben proses activated sludge termodifikasi zeolit alam
Lampung (klipnotilolit) yang digunakan dalam pengolahan limbah industri
tekstil batik Lampung. Serta didapatkan adsorben yang dapat digunakan dalam
pengolahan limbah industri tekstil batik Lampung.

1.5. Kegunaan
Diperoleh adsorben hasil sintesis dari limbah karet proses activated
sludge yang termodifikasi zeolit alam Lampung (klipnotilolit) yang dapat
diaplikasikan sebagai adsorben untuk mengurangi kandungan logam berat
serta menurunkan nilai COD dan BOD pada limbah cair industri tekstil batik
Lampung sekaligus meningkatkan nilai ekonomi zeolit alam Lampung dan limbah
industri karet.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Limbah Tekstil
Limbah tekstil mengandung bahan-bahan yang berbahaya bila di buang
ke lingkungan, terutama bila dibuang ke daerah perairan. Sebagian besar bahan
yang terdapat dalam limbah tekstil adalah zat warna, terutama zat warna sintetik.
Salah satu contoh zat warna yang banyak dipakai industri tekstil adalah remazol
black, red dan golden yellow. Dalam pewarnaan, senyawa ini hanya digunakan
sekitar 5% sedangkan sisanya yaitu 95% akan dibuang sebagai limbah. Senyawa
ini cukup stabil sehingga sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya
bagi lingkungan apalagi dalam konsentrasi yang sangat besar karena dapat
menaikkan COD (Chemical Oxygen Demand) (Islam Habibi, 2012).
Kandungan limbah tekstil terdiri dari logam berat, terutama As, Cd, Cr,
Pb, Cu, Zn, hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing),
3

pigmen, zat warna dan pelarut organic, dan limbah Asam (Rudi Nungoho dan
ikbal, 2005). Limbah yang dihasilkan didapat dari zat warna yang
masih tertinggal setelah proses pencucian dan perendaman batik.
Berikut adalah tabel baku mutu air limbah industri tekstil yang
dikeluarkan oleh menteri lingkungan hidup tahun 2014 (Tabel 2.1):
Tabel 2.1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014
Parameter Kadar Paling Tinggi Beban Pencemaran Paling
(mg/L) Tinggi (kg/ton)

BOD5 60
(mg/L) 60
PENCEMARAN
COD 150 MAKSIMUM
15 (kg/ton)
TSS 50 5
Fenol Total 0,5 0,05
Krom Total 1,0 0,1
Amonia Total 80 0,8
Sulfida 0,3 0,03
Minyak dan Lemak 3 0,3
pH 6,0-9,0
3
Debit Limbah Paling 100 m ton/produk tekstil
Tinggi

Sumber: Peraturan menteri lingkungan hidup tahun 2014.

Pada penelitian yang telah dilakukan Hasti Suprihatin (2014) dengan


mengambil sampel dari industri batik di daerah Jetis Sidoarjo Jawa Timur,
didapatkan hasil seperti tabel 2.2. berikut:
Tabel 2.2. Data Analisa Air Limbah Tekstil Batik Jetis
No Parameter Satuan Baku Mutu Hasil Metode Analisa

1 pH - 6-9 6,95 Ph meter


2 TSS mg/L 50 160,00 Gravimetri
3 COD Air Limbah
mg/L O2 *) 150Analisa 400,00 Refluks
4 BOD mg/L O2 50 164,00 Winkler
5 Sulfida (Sebagai H2S) mg/l H2S 0,3 0,01 Iodometri
6 Ammonia Total mg/L NH3-N 8 4,51 Kjeldahl
7 Total chromium mg/L Cr 1 2,2 AAS
8 Minyak dan Lemak mg/L 3,6 600,00 Gravimetri
9 Phenol mg/L 1 0,00 Spektrofotometri
Sumber: Penelitian Hasti Suprihatin tahun 2014.
4

2.2. Lumpur Aktif Industri Karet


Limbah cair industri karet memiliki nilai COD tinggi yang
mengindikasikan bahwa padatan yang terdapat pada limbah cair industri karet
merupakan senyawa organik. Lumpur aktif terdiri dari campuran
mikroorganisme, dengan komposisi 95% bakteri dan 5% organisme yang lebih
tinggi (Protozoa, rotifer dan bentuk invertebrata yang lebih tinggi). Yang paling
dominan adalah mikroorganisme bakteri aerobik, tetapi terdapat populasi jamur
dan juga protozoa. Rotifera dan nematoda paling sering ditemukan di sistem
dengan aerasi (Salmariza Sy., 2012). Diasumsikan bahwa kemungkinan besar
gugus fungsional dalam dinding sel mikroorganisme belum menyerap zat kimia
atau logam berbahaya, sehingga lebih efektif untuk pengikat logam dalam larutan
atau limbah (Salmariza Sy., 2012).
Penggunaan WAS dalam mereduksi logam berat dapat diaplikasikan
sebagai adsorben, proses adsorpsi lebih banyak dipakai dalam industri
d i karenakan memiliki beberapa keuntungan, yaitu tidak menimbulkan efek
samping, lebih ekonomis serta mampu menghilangkan bahan-bahan organik
(Nurhasni et al., 2014).

2.3. Zeolit Klipnotilolit


Zeolit merupakan senyawa zat kimia alumino-silikat berhidrat dengan
kation natrium, kalium dan barium. Bentuk kristal zeolit yang sangat teratur
dengan rongga yang saling berhubungan ke segala arah menyebabkan permukaan
zeolit menjadi sangat besar, oleh sebab itu zeolit bisa digunakan sebagai adsorben
yang memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar zat-zat organik yang ada
pada limbah. Dengan kemampuan yang dimiliki zeolit dalam menyerap bahan
organik maka diharapkan dapat menurunkan kadar COD dan BOD pada limbah
industri tekstil batik.

2.4. Arang Aktif


Dalam penelitian ini, akan dibuat adsorben berupa arang aktif yang akan
dibuat menggunakan campuran zeolit dan WAS. Arang merupakan suatu padatan
berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang
mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Arang selain
digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben
(penyerap). Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan
ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktivasi
dengan aktivator berupa bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada
temperatur tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat-sifat
fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif. Luas
permukaan arang aktif berkisar antara 300-3500 m2/g dan ini berhubungan
dengan struktur pori internal yang menyebabkan arang aktif mempunyai sifat
sebagai adsorben.

2.5. Adsorpsi
Adsorpsi adalah proses akumulasi adsorbat pada permukaan adsorben
yang disebabkan karena adanya gaya tarik antar molekul adsorbat dengan
permukaan adsorben. Interaksi yang terjadi pada molekul adsorbat dengan
5

permukaan kemungkinan lebih dari satu interaksi,hal itu tergantung pada struktur
kimia pada masing- masing komponen (Setyaningtyas, 2005).

2.6. Uji Kinerja Adsorben


Dalam penelitian ini akan dilihat pengaruh dari waktu kontak, pH, dan
dosis adsorben.
1) Waktu Kontak
Waktu kontak merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam proses
adsorpsi. Waktu kontak memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul
adsorbat berlangsung lebih optimum (Salmariza Sy., 2012). Penyerapan logam
akan semakin meningkat dengan semakin lamanya waktu kontak, karena semakin
banyak kesempatan partikel karbon aktif untuk bersinggungan dengan logam.
2) pH
Parameter pH terkait secara langsung dengan kemampuan bersaingnya
ion hidrogen dengan ion logam pada sisi aktif permukaan biosorben. Pada
penelitian yang dilakukan oleh (Salmariza Sy., 2012) didapatkan pH optimum
pada reduksi logam Cr pada pH 2 dan 3, yang artinya pada kondisi asam.
3) Dosis Adsorben
Dosis adsorben mempengaruhi jumlah reduksi ion logam kedalam
adsoreben, dimana semakin tinggi dosis adsorben maka reduksi ion logam akan
semakin tinggi.

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN


3.1. Rancangan Penelitian
Dalam penelitian ini akan dilaksanakan beberapa tahapan penelitian, berikut
diagram alir penelitian secara keseluruhan:

Studi literatur

Mengambil limbah padat proses activated sludge dari pabrik karet,


serta menyiapkan alat dan bahan lainnya

Membuat adsorben dan mencetak adsorben dengan penambahan


zeolit Klipnotilolit

Mengkarakterisasi meterial adsorben, meliputi analisis BET, SEM,


XRD dan FTIR
6

Menguji kinerja adsorben dan meganalisis


7 hasil uji limbah cair
industri tekstil batik Lampung, meliputi analisis COD, BOD,dan
kadar logam dari uji waktu kontak optimum dan dosis adsorben
optimum

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian Overall

3.2. Proses Pembuatan Adsorben


Untuk tahapan pembuatan adsorben dari Activated Sludge sebagai
berikut:
1. Mengeringkan 500 gr limbah padat proses activated sludge menggunakan
oven dengan suhu 110 oC selama 24 jam.
2. Menghaluskan dan mengayak limbah padat activated sludge yang sudah
dikeringkan menggunakan ayakan 200 mesh.
3. Mengkalsinasi activated sludge menggunakan muffle Furnace Thermoline
6000 pada suhu 600 oC selama 1 jam sampai terbentuk karbon/arang. Sampel
karbon/arang yang terbentuk dikeluarkan dan ditimbang kembali.
4. Mengaktivasi char/arang menggunakan NaOH dengan cara pengadukan
dengan magnetic stirrer, dengan konsentrasi NaOH 10%.
5. Lalu menyaring dan membilas char/arang dengan larutan aquades sampai pH
netral dan bebas dari NaOH.
6. Mencetak adsorben WAS termodifikasi zeolit alam Lampung (klipnotilolit)
dengan rasio campuran arang aktif:zeolit Klipnotilolit: 1:0 gr/gr, 5:1 gr/gr,
dan 5:2 gr/gr.
7. Mengeringkan menggunakan oven dengan suhu 105 oC selama 24 jam.
8. Mengkarakterisasi adsorben.

3.2.1. Karakterisasi Adsorben


1) Scanning Electron Microscopy (SEM)
Uji ini dilakukan untuk melihat morfologi permukaan material dan
mengetahui persentase komposisi suatu unsur atau senyawa dari material yang
dianalisa, selain itu juga digunakan untuk mengetahui apakah pori-pori adsorben
sudah terbentuk dengan baik.
2) Analisis Adsorpsi Nitrogen
Metode yang paling banyak digunakan dalam penentuan luas permukaan
suatu padatan adalah metoda Brunauer-Emmet-Teller (BET). Metoda ini
didasarkan pada suatu model kinetik dari proses adsorpsi Langmuir. Metoda
adsorpsi juga banyak digunakan untuk menentukan luas permukaan dan distribusi
ukuran pori suatu padatan berpori. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa
adsorpsi isotermal dan pola distribusi pori merupakan kajian penting dalam
karakterisasi bahan mesopori.
3) X-Ray Diffraction (XRD)
Sinar X adalah bentuk dalam radiasi elektromagnetik yang memiliki
energi tinggi dan panjang gelombang pendek. Panjang gelombang tersebut hampir
7

sama dengan jarak antar atom dalam padatan. Jika seberkas sinar X ditembakkan
kepadatan, sebagian dari sinar tersebut akan disebarkan ke segala arah oleh
elektron dari atom atau ion yang terletak pada jalur datangnya sinar. Susunan
atom yang tertentu dari kristal mengakibatkan sebaran sinar tersebut akan
melewati jalur yang berbeda. Akibatnya, gelombang sinar tersebut memiliki fasa
yang berbeda sehingga dapat terjadi interferensi saling meniadakan atau
interferensi saling memperkuat yang akan menimbulkan sinar difraksi.
4) FTIR
Untuk mengetahui gugus fungsi material adsorben dan kandungan ion
logam pada air limbah sebelum dan sesudah dilakukan kontak dengan adsorben.

3.3. Uji Kinerja Adsorben


Metode Adsorbsi limbah cair industri tekstil menggunakan adsorben
limbah lumpur proses lumpur aktif dilakukan dengan cara sebagai berikut:

3.3.1. Penentuan Waktu Kontak Optimum


Untuk tahapan penentuan waktu kontak optimum sebagai berikut:
1. Memasukkan adsorben dengan dosis 20% masing-masing kedalam gelas
beaker yang sebelumnya telah diisi 500 ml air limbah industri tekstil batik
Lampung dengan pH larutan 3.
2. Kemudian mengaduk menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan 180
rpm selama 120 menit.
3. Kemudian menyaring sampel dengan kertas saring Whatman 40.
4. Kemudian logam Cr pada substrat dibaca dengan menggunakan AAS (Atomic
Absorption Spectrophotometry).
5. Didapatkanlah waktu kontak optimum proses adsorpsi yang akan digunakan
pada langkah selanjutnya.

3.3.2. Penentuan Dosis Adsorben Optimum


Untuk tahapan penentuan dosis adsorben optimum sebagai berikut:
1. Memasukkan adsorben dengan dosis 10%, 15% dan 20% masing-masing
kedalam gelas beaker yang sebelumnya telah diisi 500 ml air limbah industri
tekstil batik Lampug dengan pH larutan 3.
2. Kemudian mengaduk menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan 180
rpm dengan waktu kontak yang telah didapatkan sebelumnya.
3. Kemudian menyaring setiap sampel dengan kertas saring Whatman 40.
4. Kemudian logam Cr pada substrat dibaca dengan menggunakan AAS (Atomic
Absorption Spectrophotometry).
5. Didapatkanlah dosis adsorben optimum.

3.3.4. Pengujian COD dan BOD limbah


Pengujian COD dan BOD dilakukan bersamaan ketikan menguji
kandungan logan pada penentuan waktu kontak optimum dan dosis adsorben
optimum.

Untuk menentukan kapasitas penyerapan jumlah ion yang diserap persatuan


massa adsorben dapat dihitung menggunakan persamaan berikut (K.S. Hui et al.
2006):
8

.......... (1)

Dimana: Co :konsentrasi ion logam mula- mula (mg/l)


Ce:konsentrasi ion logam keseimbangan (setelah kontak (mg/l)
M : jumlah adsorben yang digunakan (gr)
V : volume fasa cair (l)
Persentase efisiensi ion logam yang hilang dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan berikut ini:
Removal effeciency = ........... (2)

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. Anggaran Biaya

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)


1 Peralatan Penunjang
Sewa Furnace 200.000
Sewa Oven 80.000
Analisis SEM 1.050.000
Analisis BET 1.050.000
Analisis XRD 900.000
Analisis FTIR 300.000
Analisis AAS 2.500.000
Analisis COD 900.000
Analisis BOD 900.000
Cetakan 150.000
Sewa Laboratorium 600.000
2 Bahan Habis Pakai
NaOH 125.000
Aquades 80.000
Kertas saring Whatman 40 350.000
Plastik Sampel 15.000
Aluminium Voil 50.000
Container Aquades 40.000
Log Book 80.000
Tissu 88.000
Kertas HVS A4 80 gr 74.000
Kertas Label 20.000
Catridge printer Canon MP 287 black 180.000
Catridge printer Canon MP 287 colour 230.000
Masker 5.000
Sarung Tangan 50.000
CD R 700 MB 8.000
Zeolit Klipnotilolit 35.000
3 Perjalanan
Transportasi ke Tanjung Karang untuk membeli alat 200.000
9

dan bahan
Transfortasi Bandar Lampung-Natar untuk
80.000
mengambil limbah padat lumpur aktif
Transfortasi Bandar Lampung-Kemiling untuk
mengambil limbah cair industi tekstil batik 80.000
Lampung
Perjalanan Bandar Lampung-Institut Teknologi
300.000
Bandung untuk analisis data
PerjalananInstitut Teknologi Bandung-Bandar
300.000
Lampung untuk analisis data
Penginapan dan konsumsi di Bandung untuk
1.000.000
penginapan dan konsumsi
4 Lain-lain: internet, administrasi, fotocopy pustaka,
pembuatan laporan
Pembuatan laporan 200.000
Fotokopi literatur dan internet 80.000
Publikasi makalah ilmiah 200.000
Jumlah 12.500.000

4.2. Jadwal Kegiatan


No. Jenis Kegiatan Bulan
1 2 3
1 Studi Pustaka
2 Penyediaan Alat dan Bahan
3 Pelaksanaan Penelitian
4 Analisa Data Hasil Penelitian
5 Penulisan Laporan Hasil Penelitian
10

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik, 2014. Data luas perkebunan karet di provinsi


Lampung. Diakses tanggal 10 September 2016, Pukul 12.35 WIB.

Badan Pusat Statistik, 2013. Data Perrtumbuhan Indsutri di Indonesia. Diakses


tanggal 11 September 2016, Pukul 11.45 WIB.

Dinatha, Ngurah Mahendra, 2013, Degradasi Tekstil Menggunakan Jamur Lapuk


Putih Daedaleopsis eff, Confragosa, Denpasar.

Gadd G.M., 1990, Biosorption, Chemistry & Industry, 13, 421-26.

Habibi, Islam, 2012, Tinjauan Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tekstil
PT. Sukun Tekstil Kudus, Universitas Negeri Yogyakarta.

Kundari, N.A., dan Slamet, Wiyuniati., 2008, Tinjauan Kesetimbangan Adsorpsi


Tembaga dalam Limbah Pencuci PCB dengan Zeolit, Yogyakarta: Seminar
Nasional IV SDM Teknologi Nuklir.

Nurhasni, Hendrawati dan Nubzah Saniyyah, 2014, Penyerapan Ion Logam Cd


Dan Cr Dalam Air Limbah Menggunakan Sekam Padi, Jakarta, UIN Syarif
Hidayatullah.

Peraturan Menteri Lingkugan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014,


[diakses pada tanggal 12 september 2016].

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Tentang Baku Mutu Air
Limbah, 2014, [diakses pada tanggal 10 september 2016].

Rudi Nugroho dan Ikbal, 2005, Pengolahan Air Limbah Berwarna Industri Tekstil
Dengan Proses AOPs, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan
BPPT Vol.1 No.2.

Sasongko, Dwi P. Dan Tresna, Wildan Panji, 2010, Identifikasi Unsur dan Kadar
Logam Berat pada Limbah Pewarna Batik dengan Metode Analisis Pengaktifan
Neutron, Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi TELAAH Vol.27.

Suprihatin, Hasti, 2014, Kandungan Organik Limbah Cair Industri Batik Jetis
Sidoarjo dan Alternatif Pengolahannya, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup
Universitas Riau.

Sy, Salmariza, 2012, Pemanfaatan Limbah Lumpur Proses Activated sludge


Industri Karet remah sebagai Adsorben, Jurnal Riset Industri Vol VI, No 2:
59-66.
11
12
13
14
15

Biodata Dosen Pendamping

A. Identitas Diri

Nama Lengkap Darmansyah, S.T., M.T.


Jenis Kelamin L
Program Studi Teknik Kimia
NIDN 0025128206
Tempat dan Tanggal Lahir Tanjung Karang, 25 Desember 1982
E-mail darmansyah82@gmail.com
Nomor Telepon/HP 081369934434

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2
Nama Institusi Universitas Lampung Universitas Indonesia
Jurusan Teknik Kimia Teknik Kimia
Tahun Masuk- 2001 – 2006 2009 – 2010
Lulus

D. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) 5 Tahun Terakhir


No Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Ilmiah / Seminar Tempat
1 International Evaluation of Physical and 3 – 4 November
Seminar of Mechanical Properties 2010
Fundamental Composite of Nata de coco
Application of Fibers/Resin Filled SiO2 and
Chemical Al2O3
Engineering 2010
2 1st International Synthesis and 21 – 23
Conference on Characterization From Coal September 2015
Science, Fly Ash for Tapioca
Technology & Wastewater Treatment
Interdisciplinary
Research 2015
3 Seminar Hasil Sintesis Material November 2015
Penelitian dan Aluminasilikat MCM-41
Pengabdian Sebagai Adsorben Aplikasi
Kepada Pengolahan Limbah Cair
Masyarakat Tapioka dengan Post
Universitas Modification Method
Lampung
16

D.Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1 Pembimbing Universitas Lampung 2013
Mahasiswa Terbaik
dalam Lomba
Rancang Pabrik
Tingkat Regional ITB
Bandung

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

Bandar Lampung, 07 November 2016


Pendamping,

Darmansyah, S.T., M.T.


NIP. 198212252010121005
17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah
pemakaian (Rp) (Rp)
Sewa Furnace Untuk proses 1 alat 200.000 200.000
kalsinasi lumpur
aktif
Sewa Oven Untuk proses 1 alat 80.000 80.000
pengeringan
Analisis SEM Untuk 3 sampel 350.000 1.050.000
karakterisasi
morfologi
permukaan
adsorben
Analisis BET Untuk 3 sampel 350.000 1.050.000
karakterisasi
luas permukaan
pori dan
diameter pori
adsorben
Analisis XRD Untuk 3 sampel 300.000 900.000
mengetahui
jenis kristal
Analisis FTIR Untuk 3 sampel 100.000 300.000
mengetahui
gugus fungsi
adsorben
Analisis AAS Untuk analisis 10 sampel 250.000 2.500.000
kandungan
logam berat
sebelum dan
sesudah proses
adsorpsi
Analisis COD Untuk analisis 10 sampel 90.000 900.000
COD limbah
sebelum dan
sesudah proses
adsorpsi
Analisis BOD Untuk analisis 10 sampel 90.000 900.000
BOD limbah
sebelum dan
sesudah proses
adsorpsi
Cetakan Untuk mencetak 1 alat 150.000 150.000
adsorben
Sewa Untuk tempat 6 minggu 100.000 600.000
Laboratorium penelitian
SUB TOTAL (Rp) 8.630.000
18

2. Bahan Habis Pakai


Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah
pemakaian (Rp) (Rp)
NaOH Untuk proses 5 kg 25.000 125.000
aktivasi arang
Aquades Untuk pelarut 16 liter 5.000 80.000
dan pencuci
arang
Kertas saring Untuk 50 pack 7.000 350.000
Whatman 40 menyaring
adsorben dari
limbah tekstil
batik lampung
Plastik Sampel Untuk tempat 30 buah 500 15.000
sampel
Aluminium Voil Untuk menutup 2 gulung 25.000 50.000
lumpur aktif saat
proses alkinasi
Container Untuk wadah 4 buah 10.000 40.000
Aquades aquades
Log Book Untuk mencatat 4 buah 20.000 80.000
Tissu pembersih 5 buah 17.000 88.000
Kertas HVS A4 Untuk kertas 2 buah 37.000 74.000
80 gr cetak laporan
dan referensi
Kertas Label Untuk 10 buah 2.000 20.000
penamaan
sampel
Catridge printer Untuk catridge 1 buah 180.000 180.000
Canon MP 287 printer
black
Catridge printer Untuk catridge I buah 230.000 230.000
Canon MP 287 printer
colour
Masker Untuk pelindung 10 pcs 500 5.000
alat pernapasan
Sarung Tangan Untuk pelindung 10 buah 5.000 50.000
tangan
CD R 700 MB Untuk 1 buah 8.000 8.000
menyimpan file
Zeolit Untuk campuran 25 kg 1.400 35.000
Klipnotilolit arang dalam
proses
pencetakan
SUB TOTAL (Rp) 1.430.000
19

3. Perjalanan
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah
pemakaian (Rp) (Rp)
Transportasi ke Untuk membeli 5 kali 40.000 200.000
Tanjung Karang alat dan bahan perjalanan
Transfortasi Untuk 4 kali 20.000 80.000
Bandar mengambil perjalan
Lampung-Natar limbah padat
lumpur aktif
Transfortasi Untuk 4 kali 20.000 80.000
Bandar mengambil perjalanan
Lampung- limbah cair
Kemiling industi tekstil
batik Lampung
Perjalanan Untuk analisis 1 kali 300.000 300.000
Bandar data perjalanan
Lampung-Institut
Teknologi
Bandung
PerjalananInstitut Untuk analisis 1 kali 300.000 300.000
Teknologi data perjalanan
Bandung-Bandar
Lampung
Penginapan dan Untuk 2 malam 500.000 1.000.000
konsumsi di penginapan dan
Bandung konsumsi
SUB TOTAL (Rp) 1.960.000

4. Lain-lain
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah
pemakaian (Rp) (Rp)
Pembuatan Untuk edit, 1 paket 100.000 200.000
laporan penggandaan,
jilid
Fotokopi Penggandaan 1 paket 80.000 80.000
literatur dan literatur dan
internet biaya internet
Publikasi Untuk I kali 200.000 200.000
makalah publikasi dan
ilmiah presentasi
SUB TOTAL (Rp) 480.000
Total (Keseluruhan) 12.500.000
20

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu
(jam/minggu)
1 Fadhilla Soraya Teknik Teknik 14 Mengkoordinir,
Isfahani/1315041022 Kimia Kimia jam/minggu memimpin, dan
penanggungjawab
penelitian
2 Andri Teknik Teknik 14 Mempersiapkan
Sanjaya//1315041008 Kimia Kimia jam/minggu alat dan bahan
penelitian
3 Aulia Teknik Teknik 14 Mempersiapkan
Chania/1415041008 Kimia Kimia jam/minggu karakteriasi
sampel penelitian
4 Zufar Azkar Teknik Teknik 14 Mempersiapkan
/1515041041 Kimia Kimia jam/minggu uji kinerja sampel
penelitian
21