Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat anda bekerja di laboratorium anda mesti berhati - hati dan perlu
perlindungan diri terhadap kontaminasi dari suatu pekerjaan yang tidak steril .
Karena seringnya terjadi kontamnasi virus/bakteri saat di dalam laboratorium, hal
ini dimungkinkan karena laboratorium-laboratorium terutama di Indonesia sering
mengabaikan standar minimal operasional terutama dalam ketidak tersediaan
Laminar Air Flow (LAF). Selain itu juga diperparah oleh penggunanya yang lalai
terhadap perlindungan dan keselamatan dalam bekerja. Laminar Air Flow (LAF)
adalah suatu alat untuk penyaringan dan petunjuk aliran udara pada daerah produksi
untuk sediaan-sediaan steril yang berguna dalam menurunkan kemungkinan
pengotoran (Ansel, 2005).

Kondisi aseptik dicapai jika persyaratan berikut terpenuhi:


1. Ruang kerja
Jalan masuk ke dalam ruangan yang digunakan untuk kerja aseptik, harus
melalui boks yang sekaligus mudah dibersihkan dan didisinfeksi seperti
halnya ruangan yang digunakan untuk kerja aseptik.
2. Personel
Personel yang dipercaya bekerja aseptik harus memenuhi persyaratan higienis
yang sama dengan personel yang bekerja di lalu lintas bahan makanan.
3. Proteksi Pencemaran Ulang
Bahan, sediaan dan barang harus dibedakan atas dasar kebutuhan, dilindungi
dari pencemaran ulang melalui pengemas yang terbukti dapat disterilkan dan
bertahan tetap steril dan melalui tarnsportasi bebas debu serta penyimpanan
pengemas ini yang terlindung dari debu.
4. Indikator sterilisasi dan Indikator keamanan
5. Penanganan bahan sediaan dan barang yang berlainan

1
B. Rumusan Masalah

a) Apa pengertian Laminar Air flow ?


b) Apa prinsip kerja dari Laminar Air flow ?
c) Apa jenis - jenis Laminar Air flow ?
d) Apa Trouble Shooting Laminar Air flow ?
e) Bagamana cara menggunakan Laminar Air flow ?
f) Bagamana pemeliharaan dan perawatan Laminar Air flow ?
g) Bagamana kalibras alat Laminar Air flow ?

C. Tujuan Penulisan

a) Mengetahui pengertian dari Laminar Air flow.


b) Mengetahui prinsip kerja dari Laminar Air flow.
c) Mengetahui jenis - jenis Laminar Air flow.
d) Mengetahui trouble shooting Laminar Air flow.
e) Mengetahui cara menggunakan Laminar Air flow.
f) Mengetahui pemeliharaan dan perawatan Laminar Air flow.
g) Mengetahui kalibras alat Laminar Air flow.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Laminar Air Flow

Laminar Air Flow adalah meja kerja steril digunakan sebagai ruangan
pengerjaan secara aseptis untuk melakukan kegiatan inokulasi/ penanaman.
Laminar Air Flow merupakan suatu alat yang digunakan dalam pekerjaan persiapan
bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari sutu botol ke botol yang
lain dalam kultur in vitro. Alat ini diberi nama Laminar Air Flow Cabinet, karena
meniupkan udara steril secara kontinue melewati tempat kerja sehingga tempat
kerja bebas dari, debu dan spora-spora yang mungkin jatuh kedalam media, waktu
pelaksanaan penanaman. Aliran udara berasal dari udara ruangan yang ditarik ke
dalam alat melalui filter pertama (pre-filter), yang kemudian ditiupkan keluar
melalui filter yang sangat halus yang disebut HEPA (High efficiency Particulate
Air FilterI), dengan menggunakan blower.
Laminar Air flow (LAF) mempunyai sistem penyaringan ganda yang
memiliki efisiensi tingkat tinggi, sehingga dapat berfungsi sebagai :
1. Penyaring bakteri dan bahan-bahan eksogen di udara.
2. Menjaga aliran udara yang konstan diluar lingkungan.
3. Mencegah masuknya kontaminan ke dalam LAF

3
Pada Laminar Air Flow, terdapat 2 macam filter:
1. Pre-filter, yang menggunakan saringan pertama terhadap debu-debu dan benda-
benda yang kasar. Pori-porinya kira-kira 5 mm sehingga efisiensinya dapat
mencapai 95 mm untuk objek-objek yang ≥ 5 mm.
2. HEPA filter dengan pori-pori 0.3 (m dan terdapat pada bidang keluar udara
kearah permukaan tempat kerja.
Pre-filter harus sering dibersihkan dengan cacum cleaner dan sebaiknya diganti
1 tahun sekali. Namun HEPA filter diganti setelah melalui pemeriksaan dengan
particulate count atau dengan alat yang disebut magnehelic gauge. Laminar air
flow cabinet ada yang dilengkapi dengan lampu U.V., ada juga yang tanpa. Pada
laminar air flow cabinet yang tidak dilengkapi dengan lampu U.V., blower harus
dijalankan terus menerus walaupun laminar air flow cabinet tersebut sedang tidak
dipergunakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan ruang kerja didalam
laminar air flow tersebut. Pada laminar air flow yang dilengkapi dengan lampu
U.V., dianjurkan agar menyalakan lampu U.V. minimum 30 menit sebelum
laminar air flow digunakan. Ketika laminar air flow sedang digunakan, lampu
U.V. harus dimatikan, sedangkan blower dijalankan. Blower pada laminar air
flow cabinet yang dilengkapi dengan lampu U.V., hanya dijalankan pada saat
laminar air flow sedang digunakan.

B. Prinsip Kerja Laminar Air Flow

Prinsip kerja LAF yaitu mensterilkan alat dengan bekerja secara aseptis
karna mempunyai pola pengaturan dan penyaringan aliran udara sehingga
menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
Laminar Air Flow bekerja dengan meniupkan udara steril secara kontinue
melewati tempat kerja sehingga tempat kerja bebas dari debu dan spora-spora
yang mungkin jatuh ke dalam media, waktu pelaksanaan penanaman. Aliran udara
berasal dari udara ruangan yang ditarik ke dalam alat melalui filter pertama (pre-
filter), yang kemudian ditiupkan keluar melalui filter yang sangat halus yang
disebut HEPA (High Efficiency Particulate Air Filter), dengan menggunakan
blower.

4
Aliran udara diatur untuk menghambat udara luar masuk dan udara di
dalam keluar, untuk mencegah kontaminasi dari luar dan pencemaran bakteri.
Udara yang keluar disaring melewati penyaring sehingga sel-sel yang berbahaya
tidak lepas keluar ke ruangan lain.

C. Cara Menggunakan Laminar Air Flow

1. Start Up

a) Gunakan sarung tangan untuk perlindungan tangan.


b) Gunakan sepatu safety agar terhindar dari cairan berbahaya
c) Isi LAF dengan semua alat laboratorium yang diperlukan untuk memulai
analisis dan pastikan semua dapat didekontaminasi bagian permukaannya.
Dekontaminasi permukaan meja, sisi dinding dan Nyalakan alat beberapa
menit sebelum digunakan.
d) Janganlah meletakkan alat dengan serampangan.
e) Tutup drain valve sebelum operasi.

2. Operation

a) Nyalakan lampu UV, minimum selama 30 menit, sebelum laminar air flow
digunakan.
b) Siapkan semua alat-alat steril yang akan dipergunakan. Alat-alat yang
dimasukkan ke dalam laminar air flow cabinet, disemprot terlebih dahulu
dengan alcohol 70% atau spiritus.
c) Meja dan dinding dalam LAF disemprot dengan alkohol 70% atau dengan
spiritus untuk mensterilkan LAF.
d) Blower pada LAF dihidupkan untuk menjalankan air flow.
e) Nyalakan lampu penerangan (fluoroscent) dalam LAF.
f) LAF sudah siap untuk digunakan.

5
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan Laminar Air Flow

1. Pahami Arah Air Flow. Laminar Air Flow memberikan proteksi pada
personel, product dan lingkungan melalui HEPA Filter. Mengetahui
bagaimana udara mengalir pada Laminar Air Flow merupakan bagian
penting yang harus diketahui.
2. Bekerja pada tinggi Sash (pintu) yang tepat. Aliran udara yang tepat
didapat dengan pengukuran kecepatan udara bersma tinggi sash yang
maksimal dengan analisis seksama yang direkomendasikan dilakukan
setiap tahunnya. Setelah dicek, alat akan dipasang label ok yang
menyatakan alat berfungsi maksimal untuk melindungi personel, produk
dan lingkungan.
3. Minimalisasi Pergerakan didalam dan diluar Laminar Air Flow.
Pergerakan yang terlalu cepat dari tangan user akan menggangu arah aliran
udara. Lalu lalang analyst di depan Laminar Air Flow dan penutupan pintu
yg tidak baik akan berdampak pada arah aliran udara.
4. Meminimalisasi terjadinya percikan atau aerosol ketika analisis. Cara
terbaik untuk Minimalisasi adalah dengan melakukan Good Microbiology
Practices. Pengurangan terjadinya percikan atau aerosol akan
meminimalisasi potensi infeksi dari sampel yg sedang dikerjakan.
meminimalisasi kecelakaan ini anda dapat menemukan yang jual sepatu
safety online di jakarta dengan mencarinya di internet.
5. Paham Working Area di Laminar Air Flow. Bagian yg paling tepat adl 1/3
bagian yang terletak di tengah. Semua analisis baiknya dilakukan pd 4
inchi didepan air grill pada working area di Laminar Air Flow. Bahan atau
alat yg berada didalam Laminar Air Flow dapat mengganggu aliran udara,
menghasilkan turbulensi, dan kontaminasi silang.
6. Bekerja dengan arah dari area bersih menuju area terkontaminasi (kotor)
pada Laminar Air Flow. Alat dan bahan juga harus tepat disimpan sesuai
zona kerja yang bersih mengarah ke kontaminasi (dari kiri ke kanan).
Biohazards bag, rak pembuangan tips mikropipette dan unit glass filter
baiknya diletakkan pada satu sisi yang sama didalam Laminar Air Flow.

6
Semua alat dan bahan diletakkan sejauh yg kita dapat capai di Laminar Air
Flow dan berikan jarak dgn air grill. Alat yang menghasilkan aerosol
seperti vortek mixer dan centrifuge diletakkan di bagian belakang Laminar
Air Flow sehingga tidak mengganggu aliran udara.
7. Bekerja dengan Tabung. Dilarang meletakkan tabung terbuka pada
Laminar Air Flow dalam keadaan tegak. Tutup tabung atau tutup botol
tidak bisa diletakkan diatas lap atau tissu ketika bekerja di Laminar Air
Flow . Tutup segera tabung atau botol setelah selesai dipakai ketika
bekerja di Laminar Air Flow.
8. Tutup petri harus selalu berada diatas petri yg dalam kondisi terbuka,
meminimalisasi pengaruh aliran udara ke bawah pada Laminar Air Flow.
9. Aspiration Bottles atau suction flask pada Laminar Air Flow harus dapat
didesinfeksi sebelum dan sesudah analisis.

D. Jenis - Jenis Laminar Air Flow

Secara umum laminar air flow terdiri dari 2 jenis yang dibedakan
berdasarkan dengan aliran udara yang masuk ke area bersih (chamber) :
1. Laminar Air flow Horizontal
2. Laminar Air flow Vertikal

Laminar air flow horizontal pun terbagi 2 yaitu laminar air flow dengan pre filter
di bawah meja kerja dan pre -filter di atas meja kerja. Aliran udara laminar air
flow horizontal bisa dilihat di gambar ilustrasi di bawah ini :

7
Laminar Air Flow Horizontal

E. Pemeliharaan dan Perawatan Laminar Air Flow

1) Gunakan sesuai fungsi dan kapasitas


2) Lakukan pengecekan alat sedikitnya 2 tahun sekali
3) Teliti dalam pemeliharaan integritas daerah bukaan aliran udara
masuk
4) Periksa kebersihan, apabila ada tumpahan segera bersihkan
5) Media harus didekontaminasi sebelum dan setelah penggunaan,
dengan alkohol 70% atau UV selama 5-10 menit.
6) Pre-filter harus sering dibersihkan dengan vacum cleaner dan
sebaiknya diganti 1 tahun sekali.
7) HEPA filter diganti setelah melalui pemeriksaan dengan
particulate count atau dengan alat yang disebut magnehelic gauge

F. Trouble Shooting

1.Lampu fluorescent cabinet tidak menyala :

a) Cek sekering lampu


b) Cek lampu fluorescent
c) Cek voltase
d) Cek starter lampu

8
2.Blower tidak menyala :

a) Cek sekering blower


b) Cek voltase
c) Cek instalasi blower
d) Cek mesin blower

G. Kalibrasi Alat Laminar Air Flow

1. Aliran udara dan filter → rusak → potensial kontaminasi


2. Lampu UV → harus selalu dicek atau diganti

Daya UV dapat menurun akibat pengaruh desinfektan di area kerj

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Laminar Air Flow merupakan sebuah area kerja laboratorium dengan


ventilasi udara yang telah direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja
dengan sampel material dan lingkungan kerja dari kemungkinan bahaya
terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri / virus. Laminar Air Flow
digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis untuk melakukan
kegiatan inokulasi/ penanaman dan pemindahan tanaman dari sutu botol ke botol
yang lain dalam kultur in vitro

B. Saran

Dalam melakukan praktikum hendaklah memperhatikan keamanan dari


setiap bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum teesebut. Laminar Air
Flow dirancang untuk melindungi operator, seluruh lingkungan labolatorium dan
material kerja dari penyebaran kontaminan, yang dilengkap dengan HEPA (High
Effeciency Particulate Acr) sebagai filter untuk membersihkan mikroba.

10
Daftar Pustaka

Laminar Air Flow and Biomedical Laboratories, 5th edition, Centers for Disease
Control and Prevention and National Institutes of Health, February 2007.
http://www.cdc.gov/biosafety/

Biennial Review of the Lists of Select Agents and Toxins, National Select Agent
Registry, CDC. Atlanta, GA. 2010. http://www.selectagents.gov/

Laminar Air Flow 2016. http://www.lemariasam-fumehood.com/

11

Anda mungkin juga menyukai