Anda di halaman 1dari 11

Nama : IBRAHIM MALIK

No Peserta : 18120222010158
Tugas : TUGAS MODUL 1 KB 1 PROFESIONAL

Instructions

1. Jelaskanlah dengan contoh apa yang dimaksud dengan; Pertumbuhan,


Perkembangan, Kematangan dan penuaan. ( 25 %)
2. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan Zona Perkembangan
Proksimal (ZPD) implementasinya dalam pembelajaran pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan. (25)
3. Mengapa guru perlu mewadahi perkembangan anak untuk mengembangkan
potensi yang ada padanya dalam medium PJOK? (25)
4. Faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan sosial anak remaja? (25)

JAWABAN

A. Jelaskanlah dengan contoh apa yang dimaksud dengan; Pertumbuhan,


Perkembangan, Kematangan dan penuaan
1. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah Perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi
jasmaniah / fisik dan menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu
yang baru dari organisme/ individu.
Contoh : Bertambah tinggi, bertambah berat badan dan tumbuhnya
kelenjar-kelenjar sex
2. Perkembangan
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya
kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai
hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya
proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ
dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga
masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk
perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil
interaksi dengan lingkungan.
Perkembangan disini di artikan sebagai perubahan yang
dialami oleh individu atau oganisme menuju tingkat kedewasaannya
(matury) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan
berkesinambungan baik fisik maupun psikis.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-
norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal
tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan,
perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb.
Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk
mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang
tumbuh dan berkembang.
Contoh : Sikap perasaan dan emosi, minat, cita-cita dan kepribadian
seseorang
3. Kematangan
Kematangan atau masa peka menunjukkan kepada suatu masa
tertentu yang merupakan titik kulminasi (titik puncak) dari suatu
fase pertumbuhan sebagai titik tolak kesiapan dari suatu fungsi
untuk menjalankan fungsinya. (Hurlock, 1956) kematangan dapat
dibagi menjadi dua yaitu:
a. Kematangan psikologi
Yang dimaksud dengan kematangan dari sisi psikologi adalah
kedewasaan
b. Kematangan fisiologi
Kematangan ini bersifat organ-organ tubuh secara optimal
(dicapai hampir tanpa proses belajar)
Contoh:
Kematangan alat kelamin sekunder
.
4. Penuaan
Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan.
Menua(menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara
perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaiki
diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga
tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan
yang diderita (Constantindes, 1994)
Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan
suatu masa atau tahap hidup manusia, yaitu; bayi, kanak-kanak,
dewasa, tua, dan lanjut usia. Orang mati bukan karena lanjut usia
tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu kecacatan.
Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya
tahan tubuh dalam nenghadapi rangsangan dari dalam maupun luar
tubuh. Walaupun demikian, memang harus diakui bahwa ada
berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.
Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang
mencapai usia dewasa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan
jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh
mati sedikit demi sedikit.
Sebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa
penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang, fungsi
fisiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik dalam hal pencapain
puncak maupun menurunnya

B. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan Zona Perkembangan


Proksimal (ZPD) implementasinya dalam pembelajaran pendidikan
jasmani olahraga dan kesehatan
Salah satu contoh aplikasi dari Zone of Proximal Development ini
adalah pengajaran resiprokal yang digunakan untuk meningkatkan
kemampuan siswa untuk belajar melalui bahan bacaan. Pada pengajaran
resiprokal, guru dan siswa melakukan kolaborasi pembelajaran untuk
melatihkan 4 macam keterampilan yaitu menyimpulkan, bertanya,
mengklarifikasi, dan memprediksi. Peranan seorang guru pada pengajaran
resiprokal berangsur-angsur akan dikurangi secara bertahap dari waktu ke
waktu.
Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara aktual
development dan potensial development, dimana antara apakah seorang
anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah
seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau
kerjasama dengan teman sebaya.
Aplikasi teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal (ZDP)
ini adalah bahwa peran guru sebagai mediator pada kegiatan belajar siswa
saat mereka saling berbagi pengetahuan melalui interaksi sosial yang
berlangsung di dalam kelas. Scaffolding adalah kunci pengajaran yang
efektif melalui pemodelan keterampilan, pemberian petunjuk, hingga
mengadaptasi tugas-tugas yang diberikan sehingga sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa.
Ini membuktikan bahwa teori Zona Perkembangan Proksimal (ZPD)
sangat dapat di implementasikan dalam kegiatan belajar pendidikan
jasmani, dimana peran guru hanya sebagai mediator dan fasilitator agar
anak dapat belajar secara mandiri. Contoh dalam materi permainan bola
besar, siswa dapat mengetahui kesalahan baik yang di timbulkan dari
dirinya maupun oranglain dalam kegiatan praktek sekalipun.

C. Mengapa guru perlu mewadahi perkembangan anak untuk


mengembangkan potensi yang ada padanya dalam medium PJOK?
Untuk memeahami hubungan timbale balik pendidikan jasmani dengan
pertumbuhan dan perkembangan anakterdapat dua asumsi yang
melandasinya, yaitu :
1. Salah satu tujuan pendidikan jasmani adalah mengarahkan anak didik
pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis. Melalui
aktivitas gerak yang mempunyai sentuhan didaktik dan metodik dari
guru pendidikan jasmani subjek diarahkan pada pertumbuhan dan
perkembangan yang selaras,seimbang dan harmonis.Oleh sebab itu
guru pendidikan jasmani beruwha untuk mengaktualisasikan program
pengajaran yan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak
didik.
2. Pertumbuhan dan perkembangan anak didik menjadi menjadi materi
pembelajaran pendidikanjasmani .Dalam proses pembelajarannya,
perkembangan gerak menjadi acuan dalm pengembangan program
pendidikan jasmani. Dengan aktivitas gerak pilihan sesuai dengan
karakteristik pertumbuhan dan perkembangan gerak, diharapkan dapat
mengantarkan mereka pada pertumbuhan dan perkembangan yang
harmonis.
PRINSIP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
Guru pendidikan jasmani hendaknya memahami prinsip pertumbuhan dan
perkembangan anak didik adalah :
1. Pertumbuhan dan perkemangan terjadi secara terus menerus, sejak
seseorang dalam bentuk janin sampai batas usia tertentu.Sehubungan
dengan hal tersebut maka pertumbuhan dan perkembangan yang
ytampak saat inni merupakan kelanjutan dari pertumbuhan dan
perkembangan sebelumnya.Hal tersebut memberikan implikasi
terhadap penyususnan program pendidikanjasmani. Penyusunan
program pendidikan jasmani pada masing-masing tingkat pendidikan
hendaknya merupakan satu kesatuan yang berkesinambungan.
Pendidikan jasmani pada tingkat sekolah menengah atas ( SMA }
merupakan kelanjutan dari sekolah menengah pertama dan sekolah
dasar.
2. Pada perjalanan usia anak mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan yang berbeda.Tiap tahap perkembangan memiliki
karakteristik yang berbeda.Program pendidikan jasmani yang efektif
adalah program yang memperhatikan dan mempertimbangkan denga
seksama pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Tiap individu memiliki karakteristik prtumbuhan dan perkembangan
yang berbeda – beda.Perbedaan tersebut mempunyai iplikasi terhadap
penyusunan program pendidikan jasmani.Program pendidikanjasmani
yang efektif adalah program yang disusun secara
individualisstik,artinya program yang disusun sesuai dengan kebutuhan
individu.Tetapi pembuatan program itu sangat sulit untuk dilakukan
paling tidak program disusun berdasarkan kebutuhan
kelompok,misalnya kelompok siswa yang memiliki kemampuan rendah,
sedang, dan tinggi.

Disamping itu guru pendidikanjasmani harus memahami dan mendalami


tahap-tahap perkembangan gerak. Perkembangan gerak merujuk pada
kebutuhan individual dan lingkungan.Faktor individual secara spesifik
berhubungan dengan keadaan internal yang secara khusus oleh tiap anak.
Tiap anak memiliki factor individual yang berbeda.Kemudian,factor
lingkungan berhubungan dengan factor eksternal yang mempengaruhi
perkembangan individu.

D. Faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan sosial anak remaja

Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:


keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan,
dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
1. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh
terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan
sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan
lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku
norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya
keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak
lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana
norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas
ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

2. Kematangan anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu
mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat
orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di
samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan
demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan
kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu
menjalankan fungsinya dengan baik.

3. Status Sosial Ekonomi


Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan
sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan
memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan
dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak
siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan
kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam
keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak
memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.
Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa
“menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu,
maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan
menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini
dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari
kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan
normanya sendiri.

4. Pedidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat
pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan
memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan
kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas
harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan
keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang
benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di
kelembagaan pendidikan (sekolah). Kepada peserta didik bukan saja
dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan
kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan
antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
5. Kapasitas Mental, Emosi, dan Integensi
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti
kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang
berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara
baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan
berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat
menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak. Sikap saling
pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal
utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh
remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.