Anda di halaman 1dari 20

STUDI LABORATORIUM PEMBUATAN LUMPUR BOR BAHAN

DASAR BENTONITE DENGAN ADDITIVE KOH, XHANTAM GUM DAN


BARITE

Hasil Pengolahan, Pengujian, Perhitungan dan Analisa Laboratorium


Lumpur Pemboran UPN Veteran Yogyakarta

Oleh :
DEDE NURHUDA
13.420.4100.655

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
2018
Studi laboratorium pengaruh bahan dasar Bentonite additive Xhantam gum
sebagai bahan dasar lumpur bor. Selain itu akan dibahas jenis lumpur dan bahan-
bahan yang digunakan, peralatan yang digunakan untuk menganalisa dan langkah-
langkah percobaan yang dilakukan beserta prosedurnya yang sesuai dengan praktik
di laboratorium lumpur pemboran di UPN Veteran Yogyakarta.

I. Tujuan Penelitian
Percobaan yang dilakukan di laboratorium bertujuan untuk mengetahui
pengaruh bahan dasar Bentonite additive Xhantam Gum sebagai bahan dasar
lumpur bor. Adapun sifat-sifat fisik yang dianalisa berdasarkan standar API yaitu,
mud weight, viscometer reading @600 RPM, Viscometer reading @300 RPM,
plastic viscocity, yield point, gel strength 10 detik, gel strength 10 menit, fluids
filtration loss 30 menit, mud cake dah pH fluid filtrat.

II. Metodologi Penelitian


Semua analisa yang dilakukan di laboratorium menyangkut masalah bahan
dan alat-alat yang digunakan, prosedur percobaan dan perhitungan data dilakukan
berdasarkan spesifikasi dan standar American Petroleum Institute (API 13).

III. Alat Dan Bahan


3.1. Alat
1. Sendok Spatula, digunakan mengambil bahan-bahan dasar lumpur
untuk ditimbang dan mengaduk lumpur yang sedang dicampur
(mixing).
Gambar 3.1. Sendok Spatula
2. Timbangan Elektrik, dengan ketelitian 0.01 gram digunakan untuk
menimbang bahan-bahan yang akan dipakai untuk membuat lumpur.

Gambar 3.2. Timbangan Elektrik


3. Cup, berbentuk tabung dengan tinggi 180 mm diameter atas 97 mm
dan diameter bawah 70 mm. Digunakan sebagai tempat mencampur
bahan-bahan lumpur pemboran yang telah disiapkan. Cup mixer ini
terbuat dari bahan stainless sehingga tahan dari karat dan korosif
sehingga aman digunakan serta tidak mengurangi kualitas dari
pencampuran chemical di dalam laboratorium.
Gambar 3.3. Cup
4. Mud Mixer, digunakan untuk mencampur (Mixing) bahan-bahan
lumpur pemboran.

Gambar 3.4. Mud Mixer


5. Mud Balance, digunakan untuk mengukur densitas lumpur
pemboran yang telah dibuat. Satuan pembacaan densitas lumpur
dalam pound per gallon (ppg).

Gambar 3.5. Mud Balance


6. Fann VG Viscometer, digunakan untuk mengukur plastic viscocity,
yield point dan gel strength dengan dial reading 600 RPM, 300 RPM,
200 RPM, 100 RPM, 6 RPM dan 3 RPM dimana pembacaan skala
dial readingnya masih manual.

Gambar 3.6. Fann VG Viscometer


7. Stopwatch, digunkan untuk menghitung waktu dalam detik yang
dibutuhkan dalam mengukur plastic viscocity, yield point, gel
strength dan filtration loss.

Gambar 3.7. Stopwatch


8. Standart Filter Press, dgunakan untuk mengukur banyaknya
filtration loss dan mud cake pada system lumpur pemboran.

Gambar 3.8. Standar Filter Press


9. Gelas Ukur, digunakan untuk mengukur fluid filtrat lumpur
pemboran.

Gambar 3.9. Gelas Ukur


10. Jangka Sorong, digunakan untuk mengukur ketebalan ampas
lumpur (mud cake) dengan satuan mm.

Gambar 3.10. Jangka Sorong


11. pH Paper, digunakan untuk mengukur pH dari lumpur pemboran
dan filtrate lumpur.

Gambar 3.11. pH Paper


3.2. Bahan
1. Air Tawar
2. Bentonite
3. KOH
4. Xhantam Gum
5. Barite

IV. Prosedur Pembuatan Lumpur


Tahapan preparasi lumpur pemboran dengan mencampur bahan-bahan
dengan menggunakan mud mixer:

4.1. Pembuatan Lumpur A1


1. Mempersiapkan fresh water 350 ml. Lalu persiapkan juga Bentonite
22.5 gr, KOH 0.5 gr, XCD 0,5 gr dan Barite 0 gr. Komposisi yang
disiapkan harus teliti dan akurat supaya didapatkan hasil yang optimal.
2. Pertama, masukan Bentonite sebanyak 22.5 gr ke dalam cup yang berisi
350 ml fresh water sambil mixer berputar dan biarkan selama 3 menit
dengan kecepatan medium.
3. Masukan KOH sebanyak 0.5 gr dan mixing selama 1 menit.
4. Masukan Xantam gum sebanyak 0.5 gr dan mixing selama 3 menit.
5. Setelah semua bahan-bahan dimixing hingga rata, lumpur telah siap
dilakukan pengujian sifat-sifat fisik lumpur pemboran.

4.2. Pembuatan Lumpur A2


1. Mempersiapkan fresh water 350 ml. Lalu persiapkan juga Bentonite
22.5 gr, KOH 0.5 gr, XCD 0,5 gr dan Barite 3 gr. Komposisi yang
disiapkan harus teliti dan akurat supaya didapatkan hasil yang optimal.
2. Prosedur pembuatan lumpur A2 sama dengan prosedur membuat
lumpur A1, yang membedakan hanya pada lumpur A2 bahan terakhir
yang ditambahkan adalah Barite sebanyak 3 gr yang kemudian di
mixing selama 5 menit.
3. Setelah semua bahan-bahan dimixing hingga rata, lumpur telah siap
dilakukan pengujian sifat-sifat fisik lumpur pemboran.

4.3. Pembuatan Lumpur A3


1. Mempersiapkan fresh water 350 ml. Lalu persiapkan juga Bentonite
22.5 gr, KOH 0.5 gr, XCD 0,5 gr dan Barite 5 gr. Komposisi yang
disiapkan harus teliti dan akurat supaya didapatkan hasil yang optimal.
2. Prosedur pembuatan lumpur A3 sama dengan prosedur membuat
lumpur A2, yang membedakan hanya pada lumpur A3 komposisi
Barite yang ditambahkan sebanyak 5 gr yang kemudian di mixing
selama 5 menit.
3. Setelah semua bahan-bahan dimixing hingga rata, lumpur telah siap
dilakukan pengujian sifat-sifat fisik lumpur pemboran.

4.4. Pembuatan Lumpur A3


4. Mempersiapkan fresh water 350 ml. Lalu persiapkan juga Bentonite
22.5 gr, KOH 0.5 gr, XCD 0,5 gr dan Barite 10 gr. Komposisi yang
disiapkan harus teliti dan akurat supaya didapatkan hasil yang optimal.
5. Prosedur pembuatan lumpur A4 sama dengan prosedur membuat
lumpur A3, yang membedakan hanya pada lumpur A4 komposisi
Barite yang ditambahkan sebanyak 10 gr yang kemudian di mixing
selama 5 menit.
6. Setelah semua bahan-bahan dimixing hingga rata, lumpur telah siap
dilakukan pengujian sifat-sifat fisik lumpur pemboran.
V. Prosedur Pengukuran Sifat Fisik Lumpur
Sifat-sifat fisik dari lumpur pemboran penting untuk diketahui dalam rangka
menunjang fungsi lumpur dalam pemboran. Alat-alat yang digunakan dalam
mengukur sifat-sifat fisik lumpur pemboran antara lain; Mud Balance, Fann VG
Viscometer, Filter press LH-LT.

5.1. Pengukuran Densitas Lumpur


1. Mengkalibrasi peralatan mud balance sebagai berikut :
a. Membersihkan peralatan mud balance.
b. Mengisi cup dengan air hingga penuh, lalu tutup dan bersihkan
bagian luarnya. Keringkan dengan kertas tissue.
c. Meletakkan kembali mud balance pada kedudukan semula.
d. Rider ditempatkan pada skala 8.33 ppg.
e. Mengecek pada level glass, bila tidak seimbang mengatur
calibration screw sampai seimbang.
2. Mengisi cup dengan lumpur yang telah dibuat hingga penuh. Bersihkan
luarnya, setelah itu letakkan balance arm pada kedudukan semua dan
mengatur rider hingga level glass seimbang dan didapatkan harga
densitas dengan menbaca skala yang tertera.

5.2. Pengukur Plastic Viscocity dan Yield Point


1. Mengisi bejana dengan lumpur sampai batas yang telah ditentukan.
2. Meletakkan bejana pada tempatnya, serta atur kedudukannya
sedemikian rupa sehingga rotor dan bob tercelup kedalam lumpur
menurut batas yang telah ditentukan.
3. Menggerakkan rotor pada posisi High dan tempatkan kecepatan putar
rotor. pada kedudukan 600 RPM. Pemutaran terus dilakukan sehingga
kedudukan skala (dial) mencapai keseimbangan. Catat harga yang
ditunjukkan skala.
4. Mencatat harga yang dilakukan oleh skala penunjuk setelah mencapai
keseimbangan dilanjutkan untuk kecepatan 300, 200, 100, 6 dan 3 RPM
dengan cara yang sama seperti diatas.
Plastic Viscocity dihitung menggunakan persamaan :

 P   600   300 ............................................................................ (5-1)

dimana :
µp = Plastic viscosity, cp
θ600 = Dial reading pada 600 RPM, derajat
θ300 = Dial reading pada 300 RPM, derajat
Yield Point dihitung menggunakan persamaan :

YP  300   P .............................................................................. (5-2)

dimana :
YP = Yield Point, lb/100ft2
θ300 = Dial reading pada 300 RPM, derajat
µp = Plastic viscosity, cp

5.3. Pengukuran Gel Strength


1. Setelah selesai mengukur shear stress, aduk lumpur dengan Fann VG
pada kecepatan 600 RPM selama 10 detik.
2. Matikan Fann VG kemudian diamkan lumpur selama 10 detik.
3. Setelah 10 detik gerakkan rotor pada kecepatan 3 RPM. Baca
simpangan maksimum pada skala penunjuk.
4. Aduk kembali lumpur dengan Fann VG pada kecepatan rotor 600 RPM
selama 10 detik. Ulangi kerja diatas untuk gel strength 10 menit (untutk
gel strenght 10 menit, lama pendiaman lumpur 10 menit).
5.4. Pengukuran Laju Tapisan (Filtration Loss), Tebal Ampas (Mud Cake)
dan pH
1. Mempersiapkan alat filter press dan segera pasang filter paper serapat
mungkin dan letakkan gelas ukur dibawah silinder untuk menampung
fluid filtrate.
2. Menuangkan campuran lumpur kedalam silinder dan segera tutup rapat,
kemudian alirkan udara dengan tekanan 100 psi.
3. Mencatat volume Fluid filtrat sebagai fungsi dari waktu dengan stop
watch dari 2 menit sampai menit ke 15
4. Menghentikan penekanan udara, membuang tekanan udara dalam
silinder (bleed off) dan sisa lumpur dalam silinder dituangkan kembali
ke dalam breaker.
5. Ukur ketebalan mud cake yang terbentuk dari hasil pengukuran
filtration loss menggunakan jangka sorong.
6. Ukur pH dari filtrate yang tertampung pada gelas ukur hasil dari
pengukuran filtration loss dengan pH paper.
Apabila pengukuran filtration loss dilakukan dengan waktu kurang dari 30
menit maka fluid filtrate loss pada menit ke 30 dapat dihitung dengan
mengunakan persamaan :
0 .5
t 
Q2  Q1   2  ...................................................................... (5-3)
 t1 
dimana :
Q1 = Fluid loss pada waktu t1, cm3
Q2 = Fluid loss pada waktu t2, cm3
t = waktu filtrasi, min
VI. Spesifikasi Lumpur Pemboran
Dalam pengujian lumpur pemboran dibutuhkan standarisasi sifat – sifat
lumpur berbahan dasar minyak sebagai acuan dimana harga dari masing-masing
sifat fisik lumpur pemboran itu sangat penting untuk menunjang kelancaran
pengeboran, dimana pada rentang harga tersebut lumpur dapat berfungsi dengan
baik. Biasanya range dari harga spesifikasi yang diminta didapat dari sejarah
sumur-sumur pemboran sekitar terhadap sumur baru yang akan dilakukan
pengeboran. Sehingga pada percobaan di laboratorium ini dapat mengetahui
spesifikasi lumpur yang diminta. Tabel VI.1 di bawah ini menunjukkan spesifikasi
standar lumpur API 13A.
Tabel VI.1. Spesifikasi Standar Lumpur API 13A

No Parameter Nilai Satuan


1 Mud Weigth >8.33 ppg
2 Plastic Viscosity 10 - 15 cp
3 Yield Point 9 – 13 lb/100ft2
4 Gel Strength 10 Detik 3–7 lb/100ft2
5 Gel Strength 10 Menit 9 – 15 lb/100ft2
6 Filtration Loss 30 Menit < 13.5 cc
7 Mud Cake < 1.5 mm
8 pH 9 -11

VII. Komposisi Lumpur Pemboran


Komposisi lumpur berbahan dasar air yang diuji dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Lumpur A1
a. Air tawar = 350 ml
b. KOH = 0.5 gr
c. Bentonite = 22.5 gr
d. Xantam Gum = 0.5 gr
e. Barite = 0 gr
2. Lumpur A2
a. Air tawar = 350 ml
b. KOH = 0.5 gr
c. Bentonite = 22.5 gr
d. Xhantam Gum = 0.5 gr
e. Barite =3 gr
3. Lumpur A3
a. Air tawar = 350 ml
b. KOH = 0.5 gr
c. Bentonite = 22.5 gr
d. Xhantam Gum = 0.5 gr
e. Barite =5 gr
4. Lumpur A4
a. Air Tawar = 350 ml
b. KOH = 0.5 gr
c. Bentonite = 22.5 gr
d. Xhantam Gum = 0.5 gr
e. Barite = 10 gr

Tabel VII.1 di bawah ini menunjukkan komposisi lumpur yang di analisa


di laboratorium.

Tabel VII.1. Komposisi Lumpur Pemboran Yang Diuji

Komposisi Lumpur Pemboran Satuan


No Bahan
A1 A2 A3 A4
1 Air 350 350 350 350 ml
2 KOH 0.5 0.5 0.5 0.5 gr
3 Bentonite 22.5 22.5 22.5 22.5 gr
4 Xhantam Gum 0.5 0.5 0.5 0.5 gr
5 Barite 0 3 5 10 gr
VIII. Hasil Pengujian Laboratorium
Masing-masing lumpur pemboran (Lumpur A1, A2, A3, dan A4) dilakukan
percobaan sebanyak tiga kali dengan komposisi yang sama untuk masing-masing
lumpur pemboran, kemudian diambil nilai rata-rata dari masing-masing pengujian
sifat-sifat fisik lumpur.

1. Pengujian Lumpur A1
 Weight Mud (ppg) = 8.5 ppg
 Viscometer Reading 600 = 64
 Viscometer Reading 300 = 53
 Plastic Viscosity (Cps) = @600 RPM - @300 RPM
= 64 – 53
= 11
 Yield Point (1 lb/100 ft2) = @300 RPM - µp
= 53 – 11
= 42
 Gel Strength 10 second (1 lb/100ft2) = 21
 Gel Strength 10 minutes(1 lb/100ft2)= 41
 Water Loss 7,5 minutes, 100 psi (cc)= 6,4
 Water Loss 30 minutes, 100 psi (cc)
0 .5
t 
Q30  Q 7.5   30 
 t 7 .5 
30 0,5
= 6,4x { }
7,5

= 12,8 ml
 Mud Cake (mm) / 7.5 minutes = 1.15 mm
 Ph Filtrat = 10
Tabel VI.3. Hasil Pengukuran Lumpur A1

No Parameter Nilai Satuan

1 Mud Weigth 8,5 ppg


2 Viscometer Reading 600 64

3 Viscometer Reading 300 53

4 Plastic Viscosity 11 cp
5 Yield Point 42 lb/100ft2
6 Gel Strength 10 second 21 lb/100ft2
7 Gel Strength 10 minutes 41 lb/100ft2
8 Water Loss 7,5 minutes 6,4 ml
9 Water Loss 30 minutes 12,8 ml
10 Mud Cake 1,05 mm

11 pH Filtrate 10

2. Pengujian Lumpur A2
 Weight Mud (ppg) = 8,5 ppg
 Viscometer Reading 600 = 65
 Viscometer Reading 300 = 54
 Plastic Viscosity (Cps) = @600 RPM - @300 RPM
= 65 – 54
= 11
 Yield Point (1 lb/100 ft2) = @300 RPM - µp
= 54 – 11
= 43
 Gel Strength 10 second (1 lb/100ft2) = 21
 Gel Strength 10 minutes(1 lb/100ft2)= 43
 Water Loss 7,5 minutes, 100 psi (cc)= 6.5
 Water Loss 30 minutes, 100 psi (cc)
0 .5
t 
Q30  Q 7.5   30 
 t 7 .5 
30 0,5
= 6,5𝑥 (7,5)

= 13 ml
 Mud Cake (mm) / 7.5 minutes = 1.08 mm
 Ph Filtrat = 10

Tabel VI.4. Hasil Pengukuran Lumpur A2

No Parameter Nilai Satuan

1 Mud Weigth 8,5 ppg


2 Viscometer Reading 600 65

3 Viscometer Reading 300 54

4 Plastic Viscosity 11 cp
5 Yield Point 43 lb/100ft2
6 Gel Strength 10 second 21 lb/100ft2
7 Gel Strength 10 minutes 43 lb/100ft2
8 Water Loss 7,5 minutes 6,5 ml
9 Water Loss 30 minutes 13 ml
10 Mud Cake 1,08 mm

11 pH Filtrate 10

3. Pengujian Lumpur A3
 Weight Mud (ppg) = 8,5 ppg
 Viscometer Reading 600 = 67
 Viscometer Reading 300 = 56
 Plastic Viscosity (Cps) = @600 RPM - @300 RPM
= 67 – 56
= 11
 Yield Point (1 lb/100 ft2) = @300 RPM - µp
= 56 – 11
= 45
 Gel Strength 10 second (1 lb/100ft2) = 21
 Gel Strength 10 minutes(1 lb/100ft2)= 46
 Water Loss 7,5 minutes, 100 psi (cc)= 6.6
 Water Loss 30 minutes, 100 psi (cc)
0 .5
t 
Q30  Q 7.5   30 
 t 7 .5 
30 0,5
= 6,6x (7.5)

= 13,2 ml
 Mud Cake (mm) / 7.5 minutes = 1.1 mm
 Ph Filtrat = 10

Tabel VI.5. Hasil Pengukuran Lumpur A3

No Parameter Nilai Satuan

1 Mud Weigth 8,5 ppg


2 Viscometer Reading 600 67

3 Viscometer Reading 300 56

4 Plastic Viscosity 11 cp
5 Yield Point 45 lb/100ft2
6 Gel Strength 10 second 21 lb/100ft2
7 Gel Strength 10 minutes 46 lb/100ft2
8 Water Loss 7,5 minutes 6,6 ml
9 Water Loss 30 minutes 13,2 ml
10 Mud Cake 1,1 mm

11 pH Filtrate 10
4. Pengujian Lumpur A4
 Weight Mud (ppg) = 8.7 ppg
 Viscometer Reading 600 = 70
 Viscometer Reading 300 = 54
 Plastic Viscosity (Cps) = @600 RPM - @300 RPM
= 70 – 54
= 16
 Yield Point (1 lb/100 ft2) = @300 RPM - µp
= 54 – 16
= 38
 Gel Strength 10 second (1 lb/100ft2) = 54
 Gel Strength 10 minutes(1 lb/100ft2)= 42
 Water Loss 7,5 minutes, 100 psi (cc)= 5.8
 Water Loss 30 minutes, 100 psi (cc)
0 .5
t 
Q30  Q 7.5   30 
 t 7 .5 
30 0.5
= 5,8x ( )
7,5

= 11,6 ml
 Mud Cake (mm) / 7.5 minutes = 1.35 mm
 Ph Filtrat = 10
Tabel VI.5. Hasil Pengukuran Lumpur A4

No Parameter Nilai Satuan

1 Mud Weigth 8,7 ppg


2 Viscometer Reading 600 70

3 Viscometer Reading 300 57

4 Plastic Viscosity 16 cp
5 Yield Point 38 lb/100ft2
6 Gel Strength 10 second 54 lb/100ft2
7 Gel Strength 10 minutes 42 lb/100ft2
8 Water Loss 7,5 minutes 5,8 ml
9 Water Loss 30 minutes 11,6 ml
10 Mud Cake 1,35 mm

11 pH Filtrate 10