Anda di halaman 1dari 6

I.

TUJUAN

Adapun tujuan dari paktikum antara lain :


 Memperkenalkan berbagai bahan kemasan kerta yang sering digunakan
sebagai pelindung makanan atau produk-produk pasca panen.
 Mengetahui karakteristik masing-masing kemasan kertas tersebut.
 Mampu mengidentifikasi jenis kemasan kertas berdasarkan karakteristik
tersebut.
II. Tinjauan Pustaka

Bahan pangan atau makanan sering rusak dan terkontaminasi


mikroorganisme apabila dibiarkan begitu saja, salah satu cara pengawetanya yaitu
dengan cara pengemasan yang baik dan benar terhadap jenis makanan. Adanya
kemasan yang dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi bahan
yang ada di dalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik seperti gesekan,
benturan dan getaran. Dari segi promosi kemasan berfungsi sebagai perangsang atau
daya tarik pembeli. Bahan kemasan yang umum untuk pengemasan produk hasil
pertanian untuk tujuan pengangkutan atau distribusi adalah kayu, serat goni, plastik,
kertas dan gelombang karton (Mimi Nurminah. 2002).
Teknologi pengemasan berkembang pesat sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Revolusiindustri yang telah mengubah
tatanan hidup manusia ke arah kehidupanyang lebih modern, telah pula mengubah
teknologi kemasan hinggamencakup aspek perlindungan pangan (mutu nutrisi, cita
rasa, kontaminasidan penyebab kerusakan pangan) dan aspek pemasaran
(mempertahankanmutu, memperbaiki tampilan, identifikasi produk, informasi
komposisi dan promosi) (Dewi Anggriani, 2010).
Didalam pengemasan bahan pangan terdapat dua macam wadah, yaitu wadah
utama atau wadah yang langsung berhubungan dengan bahan pangan dan wadah
kedua atau wadah yang tidak langsung berhubungan dengan bahan pangan. Wadah
utama harus bersifat non toksik dan inert sehingga tidak terjadi reaksi kimia yang
dapat menyebabkan perubahan warna, flavour dan perubahan lainnya. Selain itu,
untuk wadah utama biasanya diperlukan syarat-syarat tertentu bergantung pada jenis
makanannya, misalnya melindungi makanan dari kontaminasi, melindungi
kandungan air dan lemaknya, mencegah masuknya bau dan gas, melindungi
makanan dari sinar matahari, tahan terhadap tekanan atau benturan dan transparan
(Winarno, 1983).
Kertas merupakan struktur lembaran yang terbuat dari pulp dan bahan lain
sebagai bahan tambahan dengan fungsi tertentu. Bagian terbesar kertas adalah pulp,
sedangkan bahan lain sebagai bahan tambahan hanya sedikit karena digunakan hanya
untuk mendapat sifat tertentu (Syarif, 1989). Kemasan kertas yang berupa kemasan
fleksibel adalah kertas kraft, kertas glasin dan kertas lilin. Wadah- wadah kertas kaku
terdapat dalam bentuk karton, kotak dan box yang terbuat dari paper board , kertas
laminasi, corrugated board dan berbagai jenis board dari kertas khusus (Millati,
2010). Kemasan kertas bisa berfungsi sebagai kemasan primer yang kontak langsung
dengan produk atau sebagai kemaasan sekunder, tersier bahkan kuartener yang pada
pokonya adalah berfungsi melindungi produk dari kerusakan.
Densitas kertas diperoleh dengan membagi gramatur contoh bahan dengan
tebal bahan. Nilai densitas kertas dipengaruhi oleh nilai gramatur dan tebal kertas.
secara teknis rapat massa mempunyai hubungan erat dengan daya ikatan antar serat
dan derajat fibrilisasi serat pulp yang nantinya berpengaruh pada saat pencetakan
(opasitas cetak). Dalam prosesnya, peranan dan pengaruh filler Kaolin (clay) sangat
berpengaruh pada sifat fisik lembaran kertas khususnya rapat massa dan gramatur
kertas (karton). Kaolin berfungsi sebagai bahan pengisi antar serat, menambah berat
kertas dan menghaluskan kertas (Casey, 1981).
Gramatur kertas mempengaruhi semua sifat-sifat kertas. Dalam hal ini yang
terpenting adalah membedakan antara variasi yang disebabkan oleh berat atau
gramatur dan variasi yang disebabkan oleh perbedaan yang memang ada pada kertas.
Pada pengukuran gramatur kertas pengaruh yang mungkin disebabkan oleh kadar air
sangat kecil karena kertas telah dikondisikan dengan kelembaban tertentu sehingga
kandungan air dalam kertas homogen (Casey, 1981).
Adanya keragaman dalam gramatur mengindikasikan pada fluktuasi
pemakaian bahan baku kertas per satuan luas. Semakin kecil gramatur maka
penggunaan bahan baku semakin sedikit, konsumsi energi untuk pengolahan kertas
lebih rendah, mengurangi polusi pabrik, biaya penanganan bahan dan produk rendah,
efisiensi ruang penyimpanan, memperkecil gulungan atau potongan yang nantinya
akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembuatan kertas (karton) secara
keseluruhan (Joedodibroto,1982).
Sifat daya serap air dipengaruhi dipengaruhi oleh sizer dan filler. Sizer akan
akan mengubah sifat hidrofilik selulosa menjadi hidrofobik sehingga kemampuan
penyerapan airnya akan berkurang. Untuk melindungi kepentingan konsumen juga
untuk pengawasan proses dan pengendalian mutu bagi produsen kertas maka
diperlukan batas maksimum berat air yang terserap selama 45 detik untuk kertas
yang bergramatur 45 g/m2 standart pabrik sebesar 25 g/m2 dengan toleransi
maksimum hingga 27 g/m2 (Rochlan, 1990).
III. METODE

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Alat
 Jangka Sorong
 Mikrometer Sekrup
 Neraca Analitik (timbangan)

3.1.2 Bahan
Berbagai jenis kemasan kertas antara lain :
 Alumunium Foil
 Bond
 Emas
 Fotocopy
 Glasin
 Karton
 Label
 Lainer
 Lapis
 Koran
 Kraft
 Kraft regular
 Kraft extensible
 Kraft medium
 Krep Tipis
 Map
 Minyak
 Nasi
 Perkamen
 Roti
 Sampel
 Sampul
 Sembahyang
 Serap
 Sertifikat
 Sigaret
 Stensil
 Nasi

3.2 Prosedur

3.2.1. Pengenalan berbagai Jenis Kemasan Kertas


 Kertas disiapkan.
 Kertas diamati meliputi tebal/tipis, kasar/halus, kaku/lentur, kemudahan
disobek, warna, tekstur dan dicatat.
 Bandingkan masing-masing jenis kertas.
3.2.2. Pengukuran Ketebalan berbagai Jenis Kemasan Kertas
 Lima contoh kertas disiapkan.
 Kertas tersebut diukur ketebalannya dengan mikrometer sekrup dan
jangka sorong pada lima titik berbeda.
 Catat nilai maksimal, minimal, dan rata-rata.
 Hasil pengukuran.
3.2.3. Pengukuran Berat berbagai Jenis Kemasan Kertas
 Lima contoh kertas disiapkan.
 Kertas tersebut ditimbang.
 Hitung berat (g/cm2).
 Konversi perhitungan.