Anda di halaman 1dari 5

Nama Program Screenplay - Movies To Watch When You’re Bored

Hari/Tanggal/Jam Sabtu, 28 Juli 2018, 16.00 – 17.00 wib


Host Ardy Kusuma
Producer Femmy Karima

PART 1
WAKTU AKTIVITAS
OPENING TUNE
[OPENING TALK & Hint : Screenplay Minggu ini tentang Film Kalo Lagi Bosen
[backsound: Aquarium]

Selamat sore players, apa kabarnya nih? Lagi seneng? Sedih, sibuk? Semoga sehat
selalu ya, seneng banget saya Ardy Kusuma bisa nemenin anda di Screenplay,
biasa dari jam 4-5 sore. Mau anda lagi bete, atau lagi bosen saya bakal kasih daftar
film yang bisa balikin mood anda lagi. Karena kadang udah rencana ini itu, eh
ujungnya weekend cancel semua, ga pengen dong weekend tapi bete aja isinya…
Here’s some movies to watch when you’re bored…? @975PlayFM

Lagu 1:

PART 2
WAKTU AKTIVITAS
4:00
[Segment – Tema: Movies when you’re bored ]
[backsound: Aquarium]
Seorang promotor tinju, bos mafia judi, pencuri profesional, petinju, ex-KGB,
pembunuh bayaran, dan penjual permata terjebak pada sebuah peristiwa seru
dan tidak terduga yang melibatkan pencurian permata dan pertandingan tinju
ilegal.

https://www.youtube.com/watch?v=EEsIBYt6tpU
[backsound: Aquarium]
97.5 Play FM…...
Apa yang dilakukan Guy Ritchie lewat Snatch mungkin mengingatkanmu
dengan Pulp Fiction (1994) milik Quentin Tarantino. Pulp Fiction adalah
semacam masterpiece of post-modern movie di era 90-an, dimana ekspektasi
kita akan film gangster dan mafia yang telah kita kenal sebelumnya (serius, full
action, tokoh yang tangguh dan macho) akan dijungkir balikkan oleh
Tarantino. For me, Snatch is more comedic. Memang sih, kesamaan keduanya
adalah sama-sama film komedi dengan tema gangster, tapi Snatch tampaknya
lebih fokus dan berkembang ke ranah komedinya. Sekilas kamu juga akan
merasa Snatch agak serupa dengan film-film Coen Brothers, yang
dipenuhi dark-comedy dengan twist fate yang aneh dan ajaib, dimana di Snatch
kamu akan mendapatkannya. Namun, Guy Ritchie tetap masih mampu
memberikan signature-style-nya, terutama lewat sinematografinya yang
stylish.

The fun thing about Snatch is the character. Ada banyak karakter yang ada di
Snatch, dan ini mungkin akan sedikit membingungkan penonton - terutama
karena ritme filmnya berjalan cukup cepat. Tapi untungnya Guy Ritchie
memberikan perbedaan yang cukup signifikan bagi setiap karakternya, baik
melalui properti dan aksesori yang melekat, maupun ciri fisik dan ras.
Terbantu juga dengan aktor-aktor yang cukup dikenal sebagai para
pemerannya. Dan setiap karakter di sini punya karakterisasi yang cukup kuat,
konyol dan kocak. My favorite character of course: Mickey (Brad Pitt) with his
weird-gypsy accent! And I also love "Bullet Tooth" Tony! The other fun part of
course is the twist plot. Plot Snatch terlihat berbelit dengan cara yang
menyenangkan dan tidak diduga. Kamu tentu tidak akan menyangka banyak
kematian di sini berakhir dengan cara yang konyol dan bodoh. I guarantee you
will laugh so hard when every character meet in strange way.

Overview:
Seharusnya kita perlu terlalu concern bahwa Snatch mengambil ide dan tema
yang sama dengan Lock, Stock and Two Smoking Barrels, karena secara
keseluruhan Snatch sangat menyenangkan untuk ditonton. Snatch dipenuhi
dengan karakter-karakter yang gila, diperankan dengan konyol oleh aktor-
aktornya, naskah yang kocak, dengan twist-plot yang juga ajaib. Snatch. is a
type of movie that every boy would love. Cool, macho, stylish and hilarious.

2:30

PART 3
WAKTU AKTIVITAS
Lagu 4:
97.5 Play FM

Film kedua ini mungkin udah cukup sering jadi obrolan karena emang lucu dan
banyak orang yang suka, anda juga mungkin suka players? Yep, comedy, Adam
Sanlder, Universal Remote, it is CLICK!

https://www.youtube.com/watch?v=pWBXMNcKhj4
Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang arsitek bernama Michael Newman. Michael
Newman diceritakan sebagai karakter pekerja keras yang berambisi untuk menaikkan taraf
ekonomi keluarganya ke level yang lebih baik. Untuk itulah, sosok arsitek yang memiliki 2 anak
yang bernama Ben dan Samantha. Michael Newman selalu menghabiskan sepanjang
malamnya dengan mengerjakan proyek-proyek pembangunan besar yang disodorkan oleh
bosnya, John Ammer.
Tidak jarang hal tersebut membuat Michael merasa frustasi akan kerja kerasnya yang ia
anggap tidak mendapatkan ganjaran yang sesuai. Hal ini juga membuat Michael Newman
banyak mengeluh dan kehilangan kebersamaanya dengan keluarga. Ditambah lagi dengan
kehadirian keluarga O’Donnel sebagai tetangganya yang membuat sedikit merasa cemburu.
Akan terapi, kehidupan Michael Newman seakan menemukan titik baru saat ia bermaksud
membeli sebuah remote universal yang biasa digunakan di beberapa rumah mewah di
Amerika. Pada saat itulah, sosok Michael yang selalu tampak letih dengan emosi yang labil
bertemu dengan seorang pencipta remote universal bernama, Morty di sebuah pusat
perbelanjaan. Mengetahui bahwa Michael Newman yang selalu merasa tidak puas dengan
kehidupannya, Morty memberikan sebuah remote universal secara Cuma-Cuma.
Dengan remote universal ini ia bisa memaju mundurkan situasi. Bahkan ia bisa menskip
kejadian dalam hidupnya. Awalnya segalanya berjalan mulus sampai pada akhirnya remote
universal yang digunakannya menjadi tidak normal. Remote tersebut berjalan secara otomatis
dan membuatnya banyak melewatkan waktu penting dalam kehidupannya.
Yang lebih parahnya lagi, ketika waktu itu dipercepat, Newman melakukan keputusan-
keputusan yang sangat buruk. Beberapa diantaranya adalah melewatkan kematian ayahnya,
melewatkan anaknya tumbuh besar dan kehilangan istrinya.
Lalu bagaimana akhir kehidupan seorang Michael Newman?
Film yang komedi tapi bikin sedih
Bisa dibilang komedi yang ada di dalam film ini sangat bagus. Semuanya mengalir dan natural.
Namun jangan salah, film ini juga sangat mengharukan. Coba saja bayangin bagaimana
rasanya kehilangan orang terdekat tapi kita tidak berada di sisi mereka?

3:00 Lagu 5:
Lagu 6:

PART 4
WAKTU AKTIVITAS
4:00 Lagu 7:
[Segmen – Tema: Movies when you’re bored]

97.5 …

Film terakhir, yang enak ditonton nih kalo lagi gabut semua plan cancel, kalo saya sih
masih inget film pas waktu kecil dulu Players, itu salah satunya Robocop, siapa yang
ga kenal kan ? Apalagi versi rebootnya tahu 2014 tetep enak buat disimak
https://www.youtube.com/watch?v=UuVphAuRo7Q
Untuk Anda yang menggemari film fiksi ilmiah tentang robot atau cyborg, mungkin
nama RoboCop tidaklah asing lagi. Film fiksi ilmiah tentang polisi setengah robot ini
telah memiliki popularitas tersendiri di masanya sejak penayangan perdana pada
tahun 1987 silam. Dengan berbasiskan popularitas tersebut, maka tidaklah
mengherankan jika nama RoboCop ingin kembali diperkenalkan di era modern saat
ini.
Sejak tahun 2005 lalu, kabar mengenai film RoboCop yang hendak dibuat kembali
mulai beredar dan nampaknya harus tertunda untuk beberapa tahun lamanya dan
baru mulai terdengar kembali kabarnya di penghujung akhir 2012. Setelah penantian
yang cukup panjang, akhirnya film RoboCop remake ini pun hadir di layar lebar.
Masih mengambil beberapa aspek utama dari film RoboCop di tahun 1987, film
RoboCop 2014 ini mengisahkan perkembangan teknologi robot terutama untuk area
militer dan polisi di tahun 2028 yang diprakarsai oleh organisasi OmniCorp. Hampir
seluruh dunia telah menggunakan robot dari OmniCorp kecuali Amerika Serikat yang
masih memiliki Undang-Undang penolakan robot di dalam negeri. CEO OmniCorp,
Raymond Sellars, pun mencari ide untuk bisa membuat sebuah produk robot
kemiliteran yang bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan menamai
proyek ini sebagai proyek RoboCop.

Alex Murphy adalah seorang polisi dari Detroit yang berdedikasi dan tengah
menyelidiki kasus yang melibatkan seorang kriminal bernama Antoine Vallon. Namun
karena aksinya tersebut, maka ia pun akhirnya mendapat ancaman dan harus berakhir
dengan mengalami luka parah serta kritis akibat ledakan dari mobilnya sendiri.
Di masa kritis tersebut, istri dari Alex, Clara, mendapatkan tawaran dari OmniCorp
untuk menyelamatkan suaminya dengan menggantikan hampir seluruh anggota tubuh
yang tersisa dengan mesin robot. Dengan kata lain, Alex Murphy ini pun terpilih
sebagai orang yang akan menjalani proyek RoboCop dengan Dr. Dennett Norton
sebagai dokter yang akan membantu seluruh proses perbaikannya. Hidup seperti
apakah yang akan dialami oleh Alex ketika dirinya pulih kembali dengan megemban
nama RoboCop?
Untuk sebuah film fiksi ilmiah dengan aksi sebagai elemennya, film RoboCop remake
ini justru tidak terlalu banyak menunjukkan adegan aksi baku hantam yang dilakukan
oleh RoboCop dan lebih terarah kepada dialog serta perkembangan cerita. Bagi
sebagian penonton yang menantikan akan adegan aksi seru dari film ini, ada baiknya
menurunkan sedikit ekspektasi tersebut. Walau begitu, adegan aksi yang hadir
dikemas menarik dengan dukungan elemen komputer dan visualisasi yang mendetil.

Salah satu perbedaan yang cukup nyata, terutama bagi sebagian dari penonton yang
telah mengenal RoboCop versi 1987 adalah perubahan warna RoboCop yang identik
dengan silver menjadi warna hitam, belum lagi kendaraannya yang juga berubah
menjadi motor. Namun secara keseluruhan, inti cerita dari RoboCop (2014) ini
tidaklah berbeda sangat jauh dengan RoboCop (1987), di mana keduanya masih
menceritakan tentang asal-muasal terciptanya RoboCop yang merupakan proyek dari
OmniCorp. Jika dibandingkan dengan film terdahulunya, film RoboCop hasil remake ini
juga masih menceritakan tentang korupsi, politik serta kriminalitas, walau memang alur
yang dimiliki oleh film remake ini menjadi lebih disesuaikan dengan kondisi serta
perkembangan zaman saat ini sehingga membuatnya menjadi lebih nyata.
RoboCop 2014 ini memang memiliki banyak perubahan dari film terdahulunya, akan
tetapi film ini memiliki nilai tambah serta daya tarik tersendiri yang tidak bisa
selamanya dibandingkan dengan film versi tahun 1987-nya. Film RoboCop (2014)
masih bisa menjadi film yang layak ditonton untuk meluangkan waktu di Weekend kali
ini, terutama bagi Anda yang kangen dan ingin bernostalgia dengan tokoh polisi robot
yang satu ini.
Tanggal rilis: 12 Februari 2014 (Indonesia)
Genre: Science Fiction, Action
Durasi: 118 menit
Sutradara: José Padilha
Pemain: Joel Kinnaman, Gary Oldman, Michael Keaton, Samuel L. Jackson
Studio: Strike Entertainment, Metro-Goldwyn-Mayer, Columbia Pictures
2:30 Lagu 8:

PART 5
WAKTU AKTIVITAS
Lagu 9:

Pastinya penasaran dong Players, kira-kira film apa aja yang masuk ke box office
minggu ini, so check this one out…
BOX OFFICE
[Segment – Box Office]
[backsound: Box Office]

*Femmy Karima*
2:30

PART 6
WAKTU AKTIVITAS
2.35 Lagu 11:
Closing Talk
Closing

CLOSING TUNE