Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR PELAPORAN NILAI KRITIS HASIL

LABORATORIUM DAN RADIOLOGI

KORPS BRIMOB POLRI NO. DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


RUMKIT BHAYANGKARA BRIMOB 1 dari 2 halaman

TANGGAL Ditetapkan oleh :


TERBIT : KARUMKIT BHAYANGKARA
BRIMOB
STANDAR
PROSEDUR OPERASIONAL

dr. TAUFIK ISMAIL, Sp.OG


AKBP NRP. 73100634
Suatu proses memberitahukan hasil laboratorium yang
bernilai kritis kepada dokter penanggungjawab pasien.
Nilai kritis merupakan nilai dari hasil pemeriksaan
PENGERTIAN
laboratorium dan radiologi yang bila tidak segera ditangani
dapat menyebabkan pasien dalam kondisi yang serius atau
mengancam jiwa pasien.
Sebagai acuan penerapan langkah- langkah untuk
TUJUAN pelaporan nilai kritis laboratorium dan radiologi kepada
DPJP.
Keputusan kepala Rumah Sakit Bhayangkara Brimob
KEBIJAKAN nomor : Kep/ / / 2017 tentang kebijakan sasaran
keselamatan pasien Rumah Sakit Bhayangkara Brimob
KRITERIA LAPORAN HASIL KRITIS
1. Tiap hasil pemeriksaan laboratorium yang
termasuk kategori kritis (lampiran)
2. Hasil pemeriksaan kritis yang dilaporkan hanya
pemeriksaan yang diminta saja.

CARA PELAPORAN LABORATORIUM


1. Petugas laboratorium melaporkan hasil
pemeriksaan yang masuk kategori kritis ke dokter
patologi klinik.
PROSEDUR 2. Setelah dilakukan validasi dan verifikasi, petugas
laboratorium menyampaikan hasil pemeriksaan
yang termasuk kategori kritis ke dokter jaga atau
perawat penanggung jawab pasien di ruangan
rawat.
3. Laporan hasil kritis disampaikan via telepon/lisan
kepada DPJP.
4. Pada lembar hasil pemeriksaan, hasil yang kritis
diberi tanda stabilo.
5. Laporan hasil kritis didokumentasikan di laporan
(CPPT) .
PROSEDUR PELAPORAN NILAI KRITIS HASIL
LABORATORIUM DAN RADIOLOGI

KORPS BRIMOB POLRI NO. DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


RUMKIT BHAYANGKARA BRIMOB 2 dari 2 halaman

WAKTU PELAPORAN
 Hasil laboratorium yang masuk kategori nilai kritis
dilaporkan ke dokter penanggung jawab/perawat
maksimal 5 menit setelah hasil terdeteksi kategori nilai
kritis.

CARA PELAPORAN RADIOLOGI

Pasien Rawat Inap

 Dokter radiologi/radiografer menghubungi perawat


rawat inap yang bersangkutan dalam waktu ½ jam
 Perawat melapor ke DPJP yang bersangkutan dalam
½ jam berikutnya

Pasien Rawat Jalan


 Dokter Radiologi/ Radiografer menghubungi pasien
yang bersangkutan dalam waktu 1 jam.
 Pasien disarankan langsung ke IGD
PROSEDUR

Nilai Kritis yang dilaporkan adalah :


Darah Lengkap :
 Hb < 7 g/dl atau > 20 g/dl
 Leukosit < 2.000 atau > 30.000
 Trombosit dewasa < 50.000/ul atau > 11.000.000/ ul
 BT > 15 menit
Kimia Klinik :
 Glukosa < 50 mg/dl atau > 500 mg/dl
 Glukosa Neonatus < 30 mg/dl Tu > 325 mg/dl
 Kreatinin > 0.4 mg/dl ( kecuali pasien dialisis )
 Ureum > 200 mg/dl
 Bilirubin bayi > 15 mg/dl
PROSEDUR PELAPORAN NILAI KRITIS HASIL
LABORATORIUM DAN RADIOLOGI

KORPS BRIMOB POLRI NO. DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


RUMKIT BHAYANGKARA BRIMOB 2 dari 2 halaman

Nilai Kritis radiologi yang dilaporkan adalah :


- Kepala : Perdarahan Intrakranial (EDH, SDH, SAH
dan perdarahan parenkim), Herniasi Serebral
PROSEDUR - Thorax : Pneumothorax, Pneumomediastinum,
suspek abses yang menekan saluran nafas

Pemeriksaan Lab. Cito wajib lapor :


- Hematologi : Darah lengkap, Gol. Darah
- Kimia klinik : ureum, kreatinin, glukosa
1. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
2. Intensive Care Unit (ICU)
3. Instalasi Bedah Central
UNIT TERKAIT 4. Laboratorium, Radiologi
5. Ruang Rawat Inap Anak, dewasa, nifas
6. VK
7. Hemodialisa

DOKUMEN TERKAIT Lembar Kritis Laboratorium dan Radiologi