Anda di halaman 1dari 22

Laporan Peralatan Industri VI

Laporan Praktikum Hari/ Tgl : Selasa, 11 Mei 2010


Peralatan Industri Pertanian Pukul : 15.00 WIB
Dosen : Ir. Ade Iskandar
Asisten : 1. Resa Denasta F34061400
2. Yoga Regantoro F34062398

PERALATAN PENCAMPURAN (MIXING)

Oleh:

1. M. Nanda Rahadiansyah F34070021


2. Alisia Rahmaisni F34070034

2010
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada proses produksi khususnya pada suatu industri, proses
pencampuran mempunyai peranan yang sangat penting. Pencampuran
merupakan proses mencampurkan satu atau lebih bahan dengan
menambahkan satu bahan ke bahan lainnya sehingga membuat suatu bentuk
yang seragam dari beberapa konstituen baik cair-padat, padat-padat, maupun
cair-gas.
Berbagai proses pencampuran harus dilakukan salah satu contohnya
adalah di industri pangan seperti pencampuran susu dengan coklat, tepung
dengan gula atau CO2 dengan air. Kegiatan ini melibatkan berbagai jenis alat
pencampur atau mixer. Peralatan pencampuran mempunyai pemanfaatan
yang bermacam-macam. Untuk menentukan jenis dari alat pencampur
tergantung pada jenis bahan yang akan di campurkan (cairan, padatan, atau
gas), kecepatan alat yang diinginkan serta kekentalan dari suatu bahan
tersebut.
Oleh karena itu, pada praktikum ini akan dipelajari 4 macam peralatan
pencampuran, antara lain planetary mixer, vertical double rotary mixer,
single rotary mixer, dan ribbon mixer. Sehingga dalam melakukan proses
pencampuran dapat menggunakan peralatan pencampuran yang sesuai dengan
bahan yang digunakan.

B. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini, antara lain: untuk mengetahui jenis-
jenis peralatan pencampuran yang sesuai dengan bahan yang cocok pada
masing-masing peralatan tersebut dalam suatu industry dan untuk mengetahui
fungsi dan spesifikasi dari masing-masing peralatan pencampuran (planetary
mixer, vertical double rotary mixer, single rotary mixer, dan ribbon mixer).

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

II. METODOLOGI

A. ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan pada saat pengamatan peralatan pencampuran
bahan yaitu planetary mixer, vertical double rotary mixer, single rotary
mixer, dan ribbon mixer, kamera, baskom dan stopwatch. Kemudian,bahan-
bahan yang digunakan antara lain, tepung terigu, tepung jagung, dan air.

B. METODOLOGI
Praktikum peralatan pencampuran ini menggunakan metode
penjelelasan dari asisten praktikum dengan model dua arah. Asisten
praktikum memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis peralatan
pencampuran (planetary mixer, vertical double rotary mixer, single rotary
mixer, dan ribbon mixer) yang meliputi bagian-bagian mesin, fungsi mesin
dan cara penggunaan masing-masing mesin. Ketika asisten praktikum selesai
menjelaskan peralatan pengecilan ukuran (planetary mixer, vertical double
rotary mixer, single rotary mixer, dan ribbon mixer), lalu praktikan
memberikan pertanyaan jika ada yang kurang jelas dan jika ada yang ingin
ditanyakan.
Kemudian praktikum dilanjutkan dengan menjalankan semua
peralatan pencampuran kecuali single rotary mixer. Sedangkan untuk alat
planetary mixer, vertical double rotary mixer, dan ribbon mixer dapat
lagsung digunakan dengan menjalankan alat. Pada saat menggunakan vertical
double rotary mixer, pertama-tama memasukkan bahan (tepung terigu dan
tepung jagung) ke dalam alat. Kemudin dihitung kecepatan dari vessel dan
impellernya. Setelah itu, dilakukan pengamatan terhadap perubahan yang
terjadi pada setiap kelipatan 3 menit hingga mencapai waktu selama 9 menit.
Hal yang sama dilakukan juga pada alat ribbon mixer, hanya saja dilauakan
penambahan air sebanyak 1 L pada setiap kelipatan 3 menit hingga mencapai
waktu 9menit.

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Alat Keterangan
Planetary mixer Rotation = 41 rpm / menit

T Putaran/menit
Alat Keterangan
(menit)
Vertical Belum tercampur
Pada impeller =
Double Rotary 3 (warnanya masih kuning
140
Mixer dan putih)
Sudah tercampur tapi
(pencampuran
6 belum merata masih ada Pada Vessel = 17
tepung terigu
warna kuning dan putih
dan tepung Sudah tercampur dan lebih
9
jagung) merata

T
Alat Keterangan
(menit)
Ribbon mixer 3 Belum merata (+)
(pencampuran
6 Cukup merata (++)
tepung terigu,
Belum merata sempurna
tepung
9 masih ada yang berupa
jagung,dan
terigu dan kebanyakan air
air)

1. Planetary mixer
a. Gambar Planetary mixer
Terlampir
b. Spesifikasi alat
Manufactured by: Ganson Limited Bombay-55
Engineers to the chemical & pharmaceutical industry
PLM 50 serial No. 172
2 HP 3 φ 80 Dec 8T
c. Fungsi secara umum

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Digunakan untuk mencampurkan bahan padat sehingga menghasilkan


adonan yang lembut dan merata.

2. Vertical Double Rotary Mixer


a. Gambar Vertical Double Rotary Mixer
Terlampir
b. Spesifikasi
Model H&D 5.0
Listrik speed 162 rpm
Cask speed 11 rpm
Motor power 1500w
Machine No. 0011
Rated power impact 1,00w
Rated voltage 220v
Rated frequency 50Hz
Water proof degree 1PX2
MFG. Date 07 4
c. Fungsi secara umum
Digunakan untuk mencampurkan bahan padat-padat seperti untuk
pencampuran tepung jagung dan tepung terigu.

3. Single Rotary Mixer


a. Gambar Single Rotary Mixer
Terlampir
b. Spesifikasi
Alexander werk
Masc. Typ UG II Masch Nr. 23515
HR 90 L
PO 1 V 3,2 / 4,3
c. Fungsi secara umum

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Digunakan untuk mencampur bahan padat-cair (pasta). Adapun


karakteristik bahan campurannya adalah viskositas tinggi , plastis,
dan berbentuk pasta.

4. Ribbon mixer
a. Gambar Ribbon mixer
Terlampir
b. Spesifikasi
Single Phase AC Motor
Type JY 2E-4 ¾ HP
1420 rpm Cont class E
110/220 V 11/55 A 50 H2 No. B089
Made in Tianjin China
c. Fungsi secara umum
Digunakan untuk mencampurkan bahan-bahan yang berpartikel
padat .

B. PEMBAHASAN
Praktikum peralatan industri tentang peralatan pencampuran ini dilakukan
pengamatan langsung terhadap masing-masing peralatan pencampuran yang
berada di Seafast. Sebelum dibahas lebih lanjut hasil praktikum yang didapat,akan
dibahas terlebih dahulu sedikit mengenai proses pencampuran. Pencampuran
adalah suatu operasi yang menggabungkan dua macam atau lebih komponen
bahan yang berbeda hingga tercapai suatu keseragaman. Tujuan dari pencampuran
adalah bergabungnya bahan menjadi suatu campuran yang sedapat mungkin
memiliki kesamaan penyebaran yang sempurna.
Prinsip percobaan pencampuran adalah berdasarkan pada peningkatan
pengacakan dan distribusi dua atau lebih komponen yang mempunyai sifat yang
berbeda. Derajat pencampuran dapat dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan,
keadaan produk atau bahkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk melakukan
pencampuran. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencampuran antara lain
adalah: ukuran partikel, bentuk, dan densitas dari masing-masing komponen,

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

efisiensi alat pencampur untuk masing-masing komponen, kadar air permukaan


bahan pangan, dan karakteristik aliran masing-masing bahan pangan (Brennan,
1968).
Campuran terdiri dari beberapa jenis antara lain, campuran gas (udara),
campuran bahan cair (larutan, emulsi), campuran bahan padat-bahan cair
(suspensi, pasta), campuran bahan cair-gas (minuman yang mengandung C02),
campuran bahan padat (pakan ternak, adukan semen pasir), dan campuran gas-
bahan padat (asap). Homogenisasi campuran gas dan campuran gas-bahan padat
dilakukan dengan bantuan aliran turbulen melalui pompa. Sedangkan
homogenisasi campuran jenis bahan cair, campuran bahan padat-bahan cair,
campuran bahan cair-gas dan campuran bahan padat dilakukan melalui
pengadukan, pencampuran bahan viscous, dan pencampuran bahan padat.
Adapun rancangan alat pengaduk(agitators) yang secara umum terdiri dari:
(1) bejana (vessel); (2) sumbu berputar (As); (3) pengaduk (impeller); (4)
penggerak (motor); dan pemecah aliran (buffle). Kemudian impeller terdiri dari 3
macam tipe yang berbeda, yaitu:
1. Radial impeller

Untuk membantu bentuk sudu-sudu tersebut maka pada setiap radial


impeller dilengkapi dengan cover plate pada bagian belakang dan juga kadang-
kadang pada bagian depannnya. Cover plate ini juga secara otomatis
menimbulkan kerugian akibat gesekan dengan cairan. Untuk memperbaiki dalam
hal ini meningkatkan efesiensi atau menurunkan nilai NSPH, impeller harus
dibuat beberapa sudu.
Kadang-kadang bentuk radial impeller harus dibuat sedemikian rupa
dengan sedikit mungkin jumlah sudunya agar tidak merintangi aliran cairan pada

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

impeller penggunaan khusus seperti untuk memompakan cairan bubur kertas,


lumpur, atau cairan yang mengandung benda-benda padat. Untuk mengatasi hal
ini, maka dibuat radial impeller yang mempunyai sudu satu, dua, tiga buah saja.
Impeller jenis ini juga di sebut impeller saluran (channel impeller).
a. Bentuk radial impeller tertutup dan penggunaannya
• Radial impeller dengan sudu dilengkungkan satu kali
Penggunaannya: Untuk air bersih dan sedikit kotor

Gambar 1. tampak depan dengan menghilangkan cover plate

• Radial impeller dengan sudu dilengkungkan dua kali


Penggunaannya: Untuk air bersih dan sedikit kotor

Gambar 2. Tampak dari depan menghilangkan cover plate


• Non clogging impeller dengan sudu/saluran tunggal (single vane
impeller)
Penggunaannya : Untuk cairan kotor, lumpur, cairan mengandung
benda-benda padat yang cukup besar, serat yang panjang, juga untuk
mengangkut benda padat yang akan di proses kembali.

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Gambar 3. tampak dari depan menghilangkan cover plate


• Non clogging impeller dengan sudu/saluran ganda
Penggunaannya : Untuk cairan kotor, lumpur, cairan yang mengandung
benda-benda padat yang cukup besar, tapi tidak mengandung serat yang
panjang juga tidak mengandung gas.

Gambar 4. Tampak depan menghilangkan cover plate

• Non clogging impeller dengan sudu/saluran tiga


Penggunaannya : Untuk cairan kotor, lumpur, cairan yang mengandung
benda-benda padat yang cukup besar, tapi tidak mengandung serat yang
panjang juga tidak mengandung gas.

Gambar 5. Tampak dari depan dengan menghilangkan cover plate


b. Bentuk radial impeller terbuka dan penggunaannya
• Open impeller dengan sudu tunggal
(Single vane open impeller)
Penggunaannya : Untuk cairan kotor, lumpur, cairan mengandung
benda-benda padat yang cukup besar, cairan yang mengandung gas.

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Gambar 1
• Open impeller dengan sudu ganda
Penggunaannya : Untuk cairan kotor,lumpur, cairan mengandung
benda-benda padat yang cukup besar, cairan yang mengandung gas.

Gambar 2

• Open impeller dengan sudu tiga


Penggunaannya : Untuk cairan kotor, cairan mengandung benda-
benda padat yang cukup besar, cairan yang mengandung gas.

Gambar 3

2. Axial impeller

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Axial impeller disebut juga propeller dimana dapat dipasang secara tetap
atau dapat diubah-ubah ketika pompa dibuka maupun diubah-ubah pada saat
pompa tersebut dioperasikan. Pompa dengan impeller ini digunakan untuk
memompa cairan dengan kapasitas yang besar tetapi total head yang dicapai
relatif rendah. Contoh penggunaan pompa axial impeller ini adalah untuk pompa
penanggulangan banjir, pompa irigasi, pompa air pendingin pembangkit tenaga
listrik dan lain-lain.
• Axial impeller tetap
Penggunaannya : Untuk air bersih dan air kotor

Gambar 1
• Axial flow impeller yang dapat diubah-ubah pada saat pompa dibuka
• Axial flow impeller yang dapat diubah-ubah pada saat pompa beroperasi

3. Specialty Impellers

Selain impeller-impeller yang telah di sebutkan diatas ada juga impeller


dengan type-type khusus:
• Non clogging impeller dengan free floe / vortex

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Penggunaannya : Untuk cairan kotor, lumpur, cairan mengandung benda-benda


padat yang cukup besar, serat yang panjang, juga untuk cairan yang
mengandung gas.

Gambar 1
• Star impeller (impeller pompa denyut)
Penggunaannya : untuk cairan yang benar-benar bersih dan cairan yang
mengandung gas.

Gambar 2
• Peripheral impeller (Turbine impeller)
Penggunaannya : Untuk cairan yang benar-benar bersih dan cairan yang
mengandung gas. Dipakai untuk kapasitas yang kecil tetapi mempunyai total
head yang tinggi.

Gambar 3
[http://ksbforblog.blogspot.com/2009/04/type-penggunaan-impeller-
pompa.html]
Pada pengamatan yang dilakukan pada peralatan pencampuran meliputi:
1. Planetary mixer

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Karakteristik proses pencampuran pada planetary mixer antara lain: (1)


Bahan padat dapat mengalir; (2) Prinsip hampir sama dengan pencampuran bahan
viscous; (3) Membutuhkan tenaga yang lebih ringan/kecil dari pada pencampuran
bahan pasta; (4) Tidak ada aliran bahan ke pengaduk dengan sendirinya.
Kemudian cara kerja dari alat ini adalah kocokan mekanik, angkat dan jatuhkan
dan menggelindingkan bahan.
Planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet, dimana beater
berputar mengitari bowl, dimana bowl tidak berputar. Sehingga menghasilkan
adonan yang rata dan lembut. Prinsip kerja alat ini adalah dengan berputarnya
impeller untuk mencampur bahan sedangkan wadahnya tetap diam. Bahan-bahan
yang akan dilakukan pencampurkan dimasukkan ke wadah melalui celah lubang
yang tersedia pada mesin tersebut. Setelah itu mesin dapat dijalankan dengan
menekan tombol on untuk memulai proses pencampuran. Pengaduk yang
digunakan beraneka ragam sesuai dengan jenis bahan yang diolah.
Berdasarkan hasil praktikum yang didapat data bahwa rotation dari alat
planetary mixer ini adalah 41 rpm/menit dengan tanpa memasukkan bahan ke
dalam alat. Planetary mixer digunakan untuk mencampurkan bahan yang padat.
.

Aplikasi :
a. SPIRAL untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental
b. BEATER untuk mengaduk makanan keju, adonan pastry dan croissant, aneka
tepung, mentega
c. WHIP untuk mengaduk bahan makanan encer, seperti : cream, telur, susu segar.

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

• Planetary yang berada di pasaran

Spesifikasi:
• Model : B-60A
• Dimensi : 59x58x113 cm
• Volume Bowl : 60 liter
• Kapasitas adonan : 20 kg
• Listrik : 2800 watt, 380 V / 3 P / 50 Hz
• Mixing speed : 76/109/216 rpm
• Berat : 280 kg
• Harga : US $ 2.900
Fitur penting:
• Menghomogenkan pencampuran adonan bubuk kering & basah berbagai
bahan viskositas yang berbeda, kerapatan, dalam proporsi yang berbeda.
• Pencampuran padat-padat, cair-padat, dan cair-cair dicapai secara efektif.
• planet mixer digunakan untuk penyusunan salep, pasta gigi, krim,
suspensi, dll
• Gerak planet pengocok
• Scrapper pisau yang terletak di pusat
• Geser tinggi emulsifier untuk membuat krim, suspensi.
• Serbaguna untuk semi padat, padat, cair persiapan.
[http://www.mesinroti.com/Mesin_Mixer_Roti_Planetary_RRC_Mesin_P
engaduk_Roti.html]

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

2. Vertical Double Rotary Mixer


Vertical doublr rotary mixer digunakan untuk mencampurkan bahan yang
padat-padat. Pada praktikum ini, alat ini digunakan dengan menggunakan tepung
jagung dan tepung terigu sebagai bahan inputan. Kemudian pencampuran
dilakukan dengan alat ini selama 9 menit. Namun, pengamatan dilakukan setiap 3
menit sekali dengan mematikan tombol on/off untuk kemudian diamati perubahan
yang terjadi pada tepung. Pada 3 menit pertama, masih terlihat warna kuning dan
putih sehingga dapat dikatakan bahwa pencampuran ini belum merata.
Pada 3 menit kedua (6 menit) didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda
pada saat 3 menit pertama yaitu, tepung masih belum tercampur secara merata
karena masih terlihat warna kuning dan putih pada tepung. Lalu, pada 3 menit
terakhir (9 menit) terdapat perubahan yang cukup jelas yaitu, campurannya antara
tepung jagung dan tepung terigu sudah lebih merata. Namun, pada bagian tengah
masih belum tercampur merata. Hal ini dapat disebabkan karena bahan yang
digunakan terlalu sefikit sehingga akan menimbulkan gundakan (tumpukan) di
tengah yang tidak ikut teraduk. Volume bahan mempengaruhi pencampuran
bahan, semakin banyak bahan maka bahan akan semakin cepat tercampur.
Selanjutnya, diamati pula kecepatan dari vessel dan impeller dari alat
Vertical doublr rotary mixer ini. Kecepatan vessel didapatkan nilai sebesar 17
rpm sedangkan kecepatan impeller adalah 140 rpm.
Dalam melakukan pencampuran dibutuhkan kecepatan dari suatu alat
pencampur. Kecepatan komponen-komponen cairan yang dicampurkan
disebabkan oleh pengadukan, dan kecepatan pengadukan tersebut terdiri dari : (1).
Kecepatan radial yang berfungsi sebagai arah ke pengaduk, (2). Kecepatan
longitudinal, paralel dengan pengaduk, dan (3). Kecepatan rotasional, tangensial
ke pengaduk. Tenaga motor pengaduk sangat tergantung kepada sifat bahan
pangan, jumlah konsistensi bahan pangan yang dicampur, posisi, jenis, kecepatan,
dan ukuran impeller ( Brennan, 1968).
Prinsip kerja yang dilakukan mesin ini yaitu pertama dimulai dari bahan-
bahan yang akan dicampurkan dimasukkan kedalam wadah yang telah tersedia
pada mesin tersebut. Kemudian mesin dihidupkan. Pada prosesnya terjadi 2 buah
perputaran yakni pada bagian wadah dan pengaduk dengan arah yang berlawanan

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

dan kecepatan yang berbeda pula. Kecepatan perputaran pada bagian wadah lebih
lambat dibandingkan kecepatan pada bagian pengaduk.

• Vertical Double Rotary Mixer yang ada di pasaran

Mixer ini digunakan untuk kontinyu adalah padat-padat dan padat-cair


pencampuran untuk medium untuk produksi besar secara terus menerus. Ini.
Mixer ganda memiliki poros pencampuran disesuaikan dengan dayung Dalam
mixer vertikal tujuan pencampuran dapat diselesaikan di bawah gaya gravitasi
dengan dampak diasingkan. Produksi berbagai output mixer ini adalah 100 Kg. to
50000 Kgs. untuk 50.000 Kgs.
Aplikasi Dalam: Kimia, Mineral, Pupuk, Semen, dll

3. Single rotary mixer


Karakterisik proses pencampuran dari alat single rotary mixer antara lain :
(1) memerlukan gaya gunting (shear force) yang lebih besar; (2) memerlukan
energi spesifik yang lebih besar (sampai 1kwh/kg); dan (3) tidak ada aliran bahan
menuju pengaduk.
Pengamatan pada Single rotary mixer tidak dilakukan dengan
menggunakan alat secara langsung, hanya dijelaskan secara lisan saja. Alat ini
hamper mirip dengan planetary mixer yaitu,terdapat rotasi dan revolusi.
Kemudian, alat ini digunakan untuk mencampur bahan padat-cair (pasta,
gabungan padat dan cair). Alat ini dinamakan single karena pada alat ini terdapat
satu impeller dan bisa diubah-ubah dan selain itu, ukuran dari alat ini juga cukup
kecil.
Prinsip kerja alat ini yaitu pencampuran bahan dengan pemutaran
impeller. Adapun mekanisme kerjanya yaitu bahan-bahan yang akan dicampurkan
diletakkan ke dalam wadah yang telah tersedia. Kemudian mesin dihidupkan.

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Perputaran terjadi hanya pada pengaduk dengan penyesuaian kecepatan yang


diperlukan. Seiring proses pencampuran berjalan, dilakukan penambahan air
sedikit demi sedikit agar bahan dapat tercampur rata. Setelah pencampuran bahan
telah kalis, mesin pun dapat dimatikan dan wadah dapat dilepaskan dari bagian
mesin untuk mengambil bahan-bahan didalamnya yang telah tercampur.

4. Ribbon mixer
Pencampuran tipe ini memerlukan energi dan tenaga yang lebih besar.
Oleh karena itu diperhatikan jangan sampai energi yang dikonsumsi diubah
menjadi panas yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur dari
produk. Alat ini digunakan untuk pencampuran bahan pasta dan bahan lain yang
memiliki derajat viskositas yang tinggi. Posisi pengaduk pada alat ini tersusun
secara horizontal tetapi proses pengadukan atau pencampuran bahan terjadi
secara vertikal.
Pada praktikum ini dilakukan pencampuran bahan antara tepung terigu dan
tepung jagung. Pada saat pertama, dimasukkan terlebih dahulu tepung jagung dan
tepung terigu. Kemudian, ditambahkan air sebanyak 1 L pada 3 menit pertama.
Lalu, dilakukan pengadukan dan pencampuran pada alat ini. Setelah 3 menit
pertama dapat diketahui bahwa bahan belum tercampur dengan merata sehingga
ditambahkan air sebanyak 1L lagi. Selanjutnya, pada saat 3 menit putaran kedua
(6 menit) didapatkan perubahan bahwa bahan sudah cukup tercampur jika
dibandingkan pada saat 3 menit pertama.
Pada saat akan melakukan 3 menit putaran terakhir (9 menit) ditambahkan
air sebanyak 1L lagi dan setelah 3 menit didapatkan hasil bahwa adonan
(campuran bahan) menjadi terlalu cair dan tidak tercampur dengan merata karena
masih ada yang berupa tepung. Hal ini dapat disebabkan karena tidak tepatnya
takaran penambahan air pada saat proses pencampuran bahan. Selain itu, salah
satu tepung yang digunakan adalah tepung jagung yang tidak terdapt zat pektin
sehingga tidak bisa elastis. Oleh karena itu, bahan-bahan tersebut tidak tercampur
dengan merata.
Derajat pencampuran dapat dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan,
keadaan produk atau bahkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk melakukan
pencampuran. Derajat keseragaman pencampuran diukur dari sampel yang

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

diambil selama pencampuran, jika komponen yang dicampur telah terdistribusi


melalui komponen lain secara random, maka dikatakan pencampuran telah
berlangsung baik (Fellows, 1988).
Derajat pencampuran yang dicapai tergantung pada :
1. Ukuran relative partikel
2. Efesiensi alat pencampur untuk komponen yang dicampur
3. Kecenderungan komponen untuk membentuk agrerat
4. Kadar air, sifat permukaan dan aliran dari masing-masing komponen (Fellows,
1988).

Ribbon Mixer

Ribbon Mixer With Oil Spraying Device

Mixing Principle
Instruction

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Mixing Principle
Instruction With Oil
Spraying Device

• Ribbon Mixer yang ada di pasaran

Ribbon Mixer Horizontal


• Fungsi : mencampur adonan kering (horizontal)
• Kapasitas tank : 500 liter
• Dimensi total : 150x100x160 cm
• Penggerak ; elektromotor 5,5 HP, 3 phase / 380 V
• Bahan :
o Hopper : stainless steel
o Tuas pengaduk : stainless steel
o Rangka : besi UNP 10
• Putaran pengaduk : rendah (dapat disesuaikan tergantung jenis produk)

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Ribbon Mixer (Rotary)


• Fungsi : mencampur adonan kering (berputar)
• Kapasitas : 500 liter
• Dimensi total : diameter 78 cm, panjang 122 cm, tinggi 150 cm
• Penggerak : elektromotor 5,5 HP, 3 Phase/380 V
• Bahan : full stainless steel
• Sistem pengaduk : berputar 360 derajat
http://www.mesinpertanian.com/Mesin_Ribbon_Mixer_Mesin_Mixer_Adonan_K
ering_Horizontal.html

IV. KESIMPULAN & SARAN

A. KESIMPULAN
Fungsi alat pencampur adalah unit operasi yang mampu mencampur dua
atau lebih komponen pangan. Peralatan pencampuran diklasifikasikan berdasarkan

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

jenis bahan yang akan dicampurkan. Pada planetary mixer digunakan untuk
mencampur bahan padat-padat. Pada vertical double juga digunakan untuk bahan
yang padat sehingga menghasilkan adonan yang lembut. Kemudian pada single
rotary mixer dan ribbon mixer sama-sama digunakan untuk bahan yang padat-cair
(pasta, adonan roti). Namun pada single impellernya dapat diubah-ubah dan dalam
ukuran yang kecil.
Pada vertical double dan ribbon mixer membutuhkan waktu kurang lebih 9
menit untuk mencapai keadaan homogen (campuran bahan yang merata). Namun,
pada ribbon mixer hasil praktikum dapat dikatakan gagal karena terdapat
kesalahan dalam penakaran ketika melakukan penambahan air, sehingga hasil
pencampuran yang didapat menjadi terlalu cair dan masih ada gumpalan tepung.
Selain itu, salah satu tepung yang digunakan adalah tepung jagung yang tidak
terdapt zat pektin sehingga tidak bisa elastis. Oleh karena itu, bahan-bahan
tersebut tidak tercampur dengan merata.

B. SARAN
Dalam perancangan dan penggunaan alat harus senantiasa menerapakan
dan fokus terhadapa aspek kesehatan dan keselamatan kerja agar diharapkan tidak
terjadi kecelakaan dalam penggunaanya. Pengguna dalam hal ini juga harus
terlebih dahulu fungsi dan prosedur pemakaian alat.
Perawatan alat harus secara berkala dilakukan. Sebab alat yang tidak
dirawat hanya akan menambah biaya produksi dan berpotensi besar terjadi
kerusakan. Oleh karena itu hal ini harus diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.http://www.mesinpertanian.com/Mesin_Ribbon_Mixer_Mesin_Mixer_A
donan_Kering_Horizontal.html [ 15 Mei 2010].

Peralatan Pencampuran (Mixing)


Laporan Peralatan Industri VI

Anonim.http://ksbforblog.blogspot.com/2009/04/type-penggunaan-impeller-
pompa.html. [15 Mei 2010].
Anomim.http://www.mesinroti.com/Mesin_Mixer_Roti_Planetary_RRC_Mesin_
Pengaduk_Roti.html.[15 Mei 2010]
Brennan. J. G. dkk.. 1968. Food Engineering Operations. Applied Science
Publisher Limited. London.
Fellow, P.J.1988. Food Processing Technology. Principle and Practice. Ellis
Horwood. New York.

Peralatan Pencampuran (Mixing)