Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN STUDY KELAYAKAN TAMBANG

RINGKASAN

Izin Usaha Pertambangan atas nama Junaidi adalah usaha perorangan yang
akan bergerak dibidang usaha pertambangan terutama pada penambangan
pasir pasang di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan rencana kerja penambangan di wilayah IUP An. Junaidi akan
memulai kegiatan penambangan pada tahun 2017, apabila IUP Produksi telah
dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan luas
wilayah yang dimiliki adalah 5 Ha. Luas daerah yang akan ditambang adalah 5
Ha dan cadangan yang akan di tambang adalah sebesar ± 400.000 m3 serta
lama umur tambang adalah 5 tahun. Sistem penambangan adalah
penambangan pasir pasang menggunakan mesin pompa sedot.
Hasil perhitungan analisis kelayakan investasi terhadap IUP Pasir Pasang An.
JUNAIDI sebesar Rp. 4.886.025.000 diperoleh nilai NPV > 0 yaitu Rp.
13.632.351 dengan nilai IRR = 18.80 % dan payback period selama 1 tahun 8
bulan dengan umur tambang selama 5 tahun proses menambang maka
berdasarkan dari perhitungan tersebut dapat dikatakan proyek penambangan
ini masih layak untuk dikerjakan.

I. DATA PERUSAHAAN DAN LEGALITAS


Nama Usaha : Junaidi
Alamat : Pulang Pisau
Jenis Bidang Usaha : Penambangan Pasir Pasang
Jenis Izin : Perorangan
Nomor Izin : 188.44/630/2016 Tanggal 30 Desember 2016
NPWP : 75.321.575.6-711.000

II. DATA WILAYAH IZIN


Luas Wilayah : 5 Ha
Lokasi
Desa : Pilang
Kecamatan : Jabiren Raya
Kabupaten : Pulang Pisau

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-1


An.JUNAIDI
III. DATA TEKNIS
Komoditas tambang : Pasir Pasang
Cadangan : ± 400.000 m3
Umur Tambang : 5 Tahun
Sistem Penambangan : Penambangan pasir pasang
menggunakan mesin pompa sedot
Target Produksi : 80.000 m3 / tahun
Kualitas Produksi : Sedang
Daerah Pemasaran : Lokal Sekitar Lokasi dan Luar Kota
Luas Bukaan Lahan : Seluas Perizinan Yang diajukan yaitu 5 Ha

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-2


An.JUNAIDI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

JUNAIDI sebagai pengusaha perorangan yang bergerak di bidang


pertambangan khususnya pertambangan pasir sungai, telah memegang Izin
Usaha Pertambangan Eksplorasi Pasir Pasang Nomor : 188.44/630/2016
Tanggal 30 Desember 2016 yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi
Kalimantan Tengah dengan luas 5 hektar di Desa Pilang, Kecamatan
Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan bahan galian di


Kabupaten Pulang Pisau khususnya bahan galian pasir yang merupakan
komoditi yang cukup banyak di minati dan memiliki peluang pasar yang
cukup luas, maka. Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi An. JUNAIDI
berminat untuk melakukan kegiatan penambangan pasir sungai tentunya
melalui tahapan –tahapan yang telah direncanakan sebelumnya.
IUP Eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI akan membuat suatu Laporan
Study Kelayakan (FS) sebagai salah satu syarat peningkatan IUP eksplorasi
ke tahapan IUP Operasi Produksi.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dibuatnya Laporan Study Kelayakan (FS) untuk memenuhi


persyaratan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi peningkatan ke
tahapan Operasi Produksi yang mana data eksplorasi dilakukan di areal
Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dengan luas 5 hektar di Desa
Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi
Kalimantan Tengah.

Tujuan dibuatnya Laporan Study Kelayakan (FS) adalah digunakan


sebagai pendoman dan arahan untuk mengetahui sumber daya dan
cadangan pasir pasang yang layak dan ekonomis untuk dilakukan
penambangan.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-3


An.JUNAIDI
1.3. RUANG LINGKUP DAN METODE STUDI
Ruang lingkup dan metode studi kelayakan meliputi :
1. Keadaan Umum
2. Geologi dan keadaan endapan Pasir Pasang
3. Rencana Penambangan
4. Kajian Transportasi
5. Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja
6. Pemasaran
7. Investasi dan Analisa Kelayakan.

Metode studi menganalisa data-data yang sudah ada pada kegiatan


eksplorasi meliputi hasil estimasi cadangan dan geologi sehingga dapat
dibuat perhitungan cadangan tertambang, umur tambang, rencana
penambangan serta menganalisis aspek pemasaran serta keekonomian.

1.4. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan penyusunan Laporan Study Kelayakan (FS) ini


dilaksanakan selama 2 bulan (Oktober-Nopember) tahun 2016.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-4


An.JUNAIDI
BAB II

KEADAAN UMUM

II.1. LOKASI DAN KESAMPAIAN DAERAH

Daerah Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi An. JUNAIDI, secara


adminitrasi berlokasi di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten
Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah. Untuk mencapai daerah
penyelidikan dapat ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan
roda 2 dan roda 4 dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari Palangka Raya
Ibukota Provinsi kalimantan Tengah dan dari desa Pilang menuju lokasi
mengunakan kelotok ± 1 jam atau dengan speedboad ± 30 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡.
Secara geografis berada pada koordinat BT 114º12´14,53" dan LS
02º21´41" sampai BT 144º12´14,53 dan LS 02º21´14,53", dengan luas
wilayah 5 hektar, seperti terlihat dalam Tabel 1 dibawah ini :

Tabel 2.1
Koordinat Geografis IUP Eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI
NO GARIS BUJUR GARIS LINTANG
BUJUR TIMUR (BT) LINTANG SELATAN (LS)
0 0
‘ “ ‘ “
1 114 12 41.242 02 21 49.676

2 114 12 43.520 02 21 49.676


3 114 12 43.520 02 21 51.358
4 114 12 43.272 02 21 51.358
5 114 12 43.272 02 21 55.501
6 114 12 43.013 02 21 55.501

7 114 12 43.013 02 21 59.864

8 114 12 41.915 02 21 59.864


9 114 12 41.915 02 22 4.649
10 114 12 41.584 02 22 4.649
11 114 12 41.584 02 22 8.688
12 114 12 38.660 02 22 8.688

13 114 12 38.660 02 22 4.858


14 114 12 38.945 02 22 4.858
15 114 12 38.945 02 22 1.672
16 114 12 39.355 02 22 1.672
17 114 12 39.355 02 21 58.532
18 114 12 39.892 02 21 58.532

19 114 12 39.892 02 21 56.315

20 114 12 40.432 02 21 56.315


21 114 12 40.432 02 21 53.942
22 114 12 40.982 02 21 53.942
23 114 12 40.982 02 21 51.350

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-5


An.JUNAIDI
24 114 12 41.242 02 21 51.350

II.2. KEADAAN LINGKUNGAN

Pada Daerah Pemetaan berada di DAS Kahayan Hilir yang berada di


wilayah Desa Pilang. Pasang surut air terjadi pada musim penghujan yang
biasanya pada bulan Oktober sampai dengan Maret.

Pada umumnya masyarakat bermukim disekitar Sungai Kahayan Hilir


maupun di anak-anak sungainya, yang memanfaatkan air dari sungai
tersebut untuk berbagai keperluan antara lain mandi, mencuci, memasak,
bahkan berbagai sarana transportasi yang cukup penting dalam
memenuhi segala kebutuhan hidup mereka.

Berdasarkan informasi dan kegiatan lapangan di Desa Pilang dapat


ditemui jenis satwa liar antara lain : monyet, biawak, ular, burung dan lain-
lain, sedangkan biota air yang dikonsumsi masyarakat adalah jenis ikan
antara lain : tapah, baung, lawang, lais, gabus, udang dan lain-lain.

Lokasi Kegiatan Penyelidikan merupakan lokasi yang belum ada


aktivitas penambangan oleh masyarakat. Vegatasi yang ada didominasi
oleh tumbuhan bakau yang terdapat dipinggiran sungai dengan ketinggian
2-4 meter dan hanya sedikit terdapat di pohon kayu.

II.3. IKLIM DAN CURAH HUJAN

Daerah pemetaan termasuk daerah tropis basah dengan 2 (dua) musim,


yaitu musim kemarau dan musim penghujan dengan suhu rata-rata harian
yang relative cukup tinggi yaitu sekitar 21-23 ºC dan maksimum mencapai
32 ºC, Musim kemarau berlangsung dari bulan Juni sampai bulan Agustus,
sedangkan musim hujan berlangsung dari bulan Oktober sampai bulan
Maret setiap tahunya dan curah hujan terbanyak jatuh pada bulan
pebruari rata-rata 116mm/973mm/th.(BLH Kabupaten Pulang Pisau, April
2016)

II.4. SOSIAL EKONOMI

Jumlah penduduk Desa Pilang berdasarkan dalam angka Tahun 2015


sebanyak 657 jiwa atau 170 kepala keluarga. Dimana bila dirinci menurut
jenis kelamin pria berjumlah 268 jiwa dan wanita berjumlah 289 jiwa.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-6


An.JUNAIDI
Secara garis besar penduduk di daerah peninjauan atau yang
bermukim di sekitar Desa Pilang terbagi menjadi 2 (dua) mayoritas suku,
yaitu masyarakat Dayak dan kaum pendatang ( masyarakat dari
jawa,Banjar dan sebagainya).

Masyarakat dari suku Dayak adalah Ngaju, Kahayan, dan Bakumpai


yang umumnya mendiami daerah sekitar serta anak-anak sungainya.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa Kapuas, dan yang lainnya yakni
bahasa dari suku pendatang seperti bahasa Banjar, Jawa, bahasa
bakumpai dan masih banyak lagi bahasa lainnya yang dibawa oleh suku
pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau yang merupakan
masyarakat transmigran.

Komunikasi antara pendatang dengan orang lokal menggunakan


bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Sedangkan dalam bahasa
percakapan sehari-hari menggunakan bahasa lokal suku Dayak yakni
bahasa Kapuas.

Agama yang dianut pada umumnya yaitu agama Islam, selain


Kaharingan disamping itu juga terdapat, Kristen dan Katolik.

Pertanian pada umumnya menghasilkan padi yang ditanam di ladang


dengan sistem ladang yang berpindah tempat. Dari ladang juga
menghasilkan singkong,jagung, pisang dan lainya. Sayur-mayur juga
ditanam dari hutan berupa sayur umbut diwung, umbut nango dan umbut
rotan.

Untuk peternakan masyarakat sekitar memelihara ayam, dan


menangkap ikan di sungai. Dalam bidang kerajinan tangan mereka
menghasilkan anyaman rotan, perahu, rumah dari kayu dan atap rumah
dari kayu ulin.

II.5. KEADAAN MORFOLOGI

Secara umum morfologi daerah penyelidikan relatif datar, dengan elevasi


kurang dari 15 m dari atas permukaan air laut. Daerah ini berada disisi
belah Timur Sungai Kahayan Hilir. Daerah penyelidikan merupakan
endapan alluvial yang berada di dalam badan Sungai Kahayan.

II.6. GEOLOGI REGIONAL

Berdasarkan peta geologi yang melindungi daerah Desa Pilang dan


sekitarnya yaitu Lembar Amuntai (oleh R. Heryanto dan P. Sanyoto, 1994)
yang diterbitkan oleh pusat penelitian dan pengembangan Geologi skala 1 :

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-7


An.JUNAIDI
250.000 urut-urutan batuan yang ada dari batuan yang berumur muda ke
batuan yang berumur tua pada wilayah penyelidikan adalah :

 Endapan alluvium (Qa), terdiri dari lempung kaolinit dan lanau


bersisipan pasir, gambut, dan bongkahan lepas, merupakan endapan
sungai dan rawa.
 Formasi Dohor (Tqd), terdiri dari batupasir kuarsa lepas berbutir
sedang terpilah buruk, konglomerat lepas dengan komponen kuarsa
berdiameter 1 – 3 cm, batu lempung lunak,setempat dijumpai lignit dan
limonit, terdapat dalam lingkungan fluviatil dengan tabel sekitar 250
meter dan berumur plio-plistosen.
STRATIGRAFI CEKUNGAN BARITO
(ADARO RESOURCES REPORT, 1999)
KOLOM TEBAL
UMUR STRATIGRAFI LITOLOGI FASIES
STRATIGRAFI (m)
KUARTER ALLUVIUM Deposit sungai dan rawa

PLIOSEN Batuan klastik, konglomerat, batupasir, LOWER


batulanau dan batulempung. DELTA lebih dari
FORMASI DAHOR
PLAIN 840
ATAS

ANGGOTA Seam batubara berketebalan 30 - 40 m, UPPER


ATAS interbedded dari batulempung calcareous DELTA 850
BATUBARA dan pasir halus. PLAIN

ANGGOTA
Lapisan tebal dari sangat halus hingga
FORMASI kasar, batulanau, batulempung dan LOWER
PASIR 500
beberapa seam batubara, konglomerat DELTA
TENGAH PLAIN
ATAS sebagai dasar.
TENGAH
MIOSEN
WARUKIN ANGGOTA Interkalasi dan pasir halus, batulanau, LOWER
PASIR batulempung dan beberapa seam DELTA 600
BAWAH batubara tipis. PLAIN

BAWAH
ANGGOTA Serpih, kadang-kadang calcareous, DELTA
pasir halus dan marl. FRONT 450
LEMPUNG

ANGGOTA Marl, lempung, lanau dan interbedded


dari lapisan batugamping tipis, berisi PRODELTA 225
BAWAH
MARL pita-pita batubara.
ATAS

FORMASI ANGGOTA Batugamping kristalin, interbedded


PRODELTA 600
BATUGAMPING lapisan tipis marl.
BERAI

OLIGOSEN ANGGOTA
Marl, batugamping, serpih, lanau dan
beberapa interbedded seam batubara. PRODELTA 250
MARL
BAWAH

FORMASI ATAS Interkalasi dari serpih dan pasir dengan


beberapa seam batubara tipis. MARINE
EOSEN 900
TANJUNG BAWAH Serpih, pasir dan konglomerat DELTA FRONT

PRATERSIER BASEMENT PRATERSIER Serpih, kuarsit dan batuan beku

Gambar 2.1
Stratigrafi dan Korelasi Batuan Cekungan Kalimantan Tengah
(Sumber: Geology Of Kalimantan, 2004)

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-8


An.JUNAIDI
BAB III

GEOLOGI DAN CADANGAN

3.1. GEOLOGI DAN PENYELIDIKAN

Secara umum morfologi daerah areal Izin Usaha Pertambangan (IUP)


eksplorasi An. JUNAIDI datar dengan elevasi kurang dari 15 meter dari
permukaan air laut. Daerah ini berada tepat di aliran Sungai Kahayan
terletak di Desa Pilang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau
Provinsi Kalimantan Tengah.

Vegetasi di sekitar areal IUP eksplorasi An. JUNAIDI berupa hutan


rawa, rotan dan kebun karet masyarakat.

Gambar 3.1. Kondisi Lokasi IUP Pasir Pasang An. JUNAIDI yang
akan di tambang

Daerah Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi An. JUNAIDI


masuk dalam formasi batuan alluvial.

Endapan ini teramati dan dapat dibagi menjadi 2 (dua) satuan


endapan yaitu :

 Di bagian hulu lokasi umumnya pasir berbutir halus sampai


sedang,lepas (tidak tersemenkan), abu-abu kecoklatan, komposisi
tersusun oleh mineral kuarsa, lempung dan bahan organik lainnya.
 Bagian tengah sampai hilir lokasi, pasir berbutir tidak tersemenkan,
berwarna kecoklatan, bahan organik lainnya agak kurang.
Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-9
An.JUNAIDI
3.2. KEADAAN ENDAPAN PASIR PASANG

1. Penyebaran Pasir Pasang


Penyebaran pasir pasang dari bagian hulu lokasi sampai bagian hilir
lokasi IUP eksplorasi An. JUNAIDI umumnya merata dengan ketebalan
6 - 10 meter, dan ketebalan pasir bertambah seiring dengan siklus
pengendapan pasir yang terbawa oleh aliran sungai kahayan.
2. Estimasi Cadangan Pasir Pasang
Estimasi cadangan pada dasarnya sangat sulit dilakukan karena posisi
endapan pasir berada di dalam sungai, namun apat dihutung dengan
metode pendekatan dimana berdasarkan hasil penyelidikan lapangan
yang di lakuakan di areal IUP eksplorasi pasir pasang An. JUNAIDI
seluas 5 ha yangberada di aliran Sungai Kahayan dengan asumsi lebar
IUP ± 100 meter dan panjang IUP ± 500 meter yang berarti luas total ±
50.000 m² atau = 5 Ha. Berdasarkan hasil penyelidikan eksplorasi,
litologi pasir sungai terakumulasi dengan ketebalan rata-rata 6 - 10
meter.

Cara perhitungan cadangan dengan endapan pasir sungai


menggunakan metode dengan rumus sebagai berikut:

B = P x L x T Bj = A x T x Bj

B : Berat (ton)

P : Panjang (m)

L : Lebar (m)

T : Tebal (m)

Bj : Berat jenis

A : Luas penyebaran (m²).

Dari perhitungan diatas di dapat akumulasi kasar cadangan pasir pasang


di areal IUP yang akan di tambang adalah sebesar ± 400.000 m3 serta lama
umur tambang adalah 5 tahun.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-10


An.JUNAIDI
BAB IV

RENCANA PENAMBANGAN

IV.1. METODE PENAMBANGAN

Berdasarkan kondisi endapan pasir sungai yang terdapat ditetapkan


sebesar 80.000 m³/tahun dengan efektif kerja 12 bulan/tahun.
Diketahui berdasarkan perhitungan cadangan pasir pasang pada areal
Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi An. JUNAIDI, metode
penambangan yang diterapkan pada lokasi ini adalah metode alluvial
mining dengan menggunakan mesin Sedot Pasir dengan menggunakan
mesin pompa sedot, hal ini karena bentuk endapan pasir merupakan
endapan alluvial yang menyebar di sepanjang daerah aliran sungai
dengan ketebalan rata-rata 6 – 10 meter.
Kegiatan penambangan dapat juga dilakukan secara yakni
menggunakan tongkang dengan kapasitas 5000 m³ yang dilengkapi
dengan mesin pompa sedot pasir dengan pipa sedot spiral berdiameter
4-6 inci lalu dipompakan ke perahu/tongkang, material yang masuk ke
perahu berupa pasir yang bercampur air sungai, kemudian air sungai
dibuang kesungai menggunakan mesin pompa pembuangan air sehingga
yang tersisa material pasir.
Pasir sungai yang ditampung didalam tongkang tadi biasanya
langsung dijual dan dikirim ke konsumen.

IV.2. RENCANA PRODUKSI DAN UMUR TAMBANG

Estimasi cadangan pada dasarnya sangat sulit dilakukan karena


posisi endapan pasir berada di dalam sungai, namun apat dihitung
dengan metode pendekatan dimana berdasarkan hasil penyelidikan
lapangan yang di lakuakan di areal IUP eksplorasi pasir pasang An.
JUNAIDI seluas 5 ha yangberada di aliran Sungai Kahayan dengan
asumsi lebar IUP ± 100 meter dan panjang IUP ± 500 meter yang berarti
luas total ± 50.000 m² atau = 5 Ha. Berdasarkan hasil penyelidikan
eksplorasi, litologi pasir sungai terakumulasi dengan ketebalan rata-rata
6 - 10 meter.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-11


An.JUNAIDI
Cara perhitungan cadangan dengan endapan pasir sungai menggunakan
metode dengan rumus sebagai berikut:

B = P x L x T Bj = A x T x Bj

B : Berat (ton)

P : Panjang (m)

L : Lebar (m)

T : Tebal (m)

Bj : Berat jenis

A : Luas penyebaran (m²).

Dari perhitungan diatas di dapat akumulasi kasar cadangan pasir


pasang di areal IUP yang akan di tambang adalah sebesar ± 400.000
m3 serta lama umur tambang adalah 5 tahun.

IV.3. RANCANGAN TAMBANG

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas terkait terutama Pihak


Dinas Perhubungan mengenai jarak aman penambangan yang
dianjurkan antara lokasi kegiatan penambangan dengan tebing sungai
adalah 50 meter dari tebing sungai, hal ini dimaksudkan untuk
mengurangi dampak negative yang akan ditimbulkan akibat kegiatan
penambangan.

Gambar 4.1. Jarak Aman Kegiatan Penambangan

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-12


An.JUNAIDI
IV.3.1. Peralatan Tambang

Peralatan yang diperlukan pada masing-masing tahap operasional


penambangan pasir sungai yang meliputi kegiatan di lokasi
penambangan sebagai berikut :

Tabel 4.1. Peralatan Operasional Penambangan

Kapasitas Jumlah
No. Jenis Alat Merk/Tipe
Produksi Unit
1. Mesin Diesel Dongpeng 20 HP
10 m³/Jam 5
(sedot)
2. Pompa Katu Pontianak
10 m³/Jam 5
Diameter 4 inci
3. Sekop - - 10
4. Cangkul - - 10
5. Tongkang - 5.000 m³ 5

IV.3.2. Jadwal Rencana Produksi

Kegiatan operasional penambangan pasir sungai, direncanakan


berlangsung selama 1 shif/hari, dimana setiap shifnya terdiri dari 8 jam.
Hari kerja setiap bulan adalah sebanyak 25 hari dan waktu kerja efektif
selama setahun adalah 1.680 jam/tahun. Pada tabel 2, diperlihatkan
waktu kerja efektif kegiatan penambangan secara lebih rinci, termasuk
kehilangan jam kerja serta penyebabnya.

Tabel 4.2. Waktu Kerja Operasional Penambangan

URAIAN WAKTU KERJA


Masa Kerja Efektif 12 bulan/tahun, 25 hari/bulan 300 hari/tahun
Shift/Hari 1 Kali
Jam Kerja/Shift 8 jam/hari
Total Jam /Tahun 2.400 jam/tahun
Kehilangan jam kerja yang direncanakan :
Istirahat dan Makan jam/hari (1 jam/hari) 300 jam/tahun
Jumlah Jam Kerja Direncanakan 2.100 jam/tahun
Jumlah Kehilangan Jam Kerja dikarenakan factor 20 %
hujan dan lain-lain :
Jam Kerja Efektif/Tahun 1.680 jam/tahun

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-13


An.JUNAIDI
IV.3.3. Peralatan dan Biaya

Dalam kegiatan penambangan perlu diketahui mengenai perhitungan


biaya peralatan dan operasional peralatan hal ini merupakan hal penting
untuk mengetahui sehingga perencanaan perkerjaan dapat mencapai
target yang ditetapkan. Dari beberapa asumsi tersebut, produktivitas
dan jumlah masing-masing alat yang digunakan dalam kegiatan operasi
penambangan pasir sungai, sebagai berikut :

1. Kegiatan Penambangan/Pemompaan Material Pasir Sungai


a. Perahu
- Jenis Alat Angkut : Tongkang
- Mesin Kelotok : Dongpeng 20 HP
- Kapasitas : 5000 m³
- Jumlah Unit : 5 Unit
b. Pompa Sedot Material
- Jenis Pompa : Kato Pontianak Jaya
- Diameter Pompa : 4-6 Inci
- Mesin Diesel : Merk Dongpeng 20 HP
- Waktu Kerja Efektif : 1.680 jam/tahun
- Produktivitas : 1.400 m3/jam/bulan
- Jumlah pompa sedot material yang dibutuhkan adalah :
- Target produksi 6.667 m³/bulan : kapasitas produksi 1.400
m3/jam/bulan = 5 unit.
c. Mesin Pembuangan Air
- Mesin Disel : Dongeng 20 HP
- Waktu Kerja Efektif : 1.680 jam/tahun
- Produktivitas : 1.400 m3/jam/bulan
- Jumlah Mesin Pembuangan air yang dibutuhkan adalah 5 unit
untuk mendukung 5 unit pompa sedot yang digunakan.

IV.3.4. Cara Penambangan

Penambangan pasir sungai dilakukan dengan menggunakan mesin


sedot pompa merk Pontianak Jaya, dengan mesin penggerak dongpeng
20 HP, dimana pipa yang digunakan untuk menyedot pasir berupa pipa
spiral diameter 4-6 inci yang dialirkan ke tongkang dengan kapasitas
angkutan 5000 m³. untuk membersihkan kotoran pasir biasanya
tersedia mesin pompa air yang juga menggunakan mesin sedot merk
Pontianak Jaya dengan mesin penggerak merk dongpeng 20 HP.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-14


An.JUNAIDI
IV.3.5. Pengangkatan dan Penjualan

Biasanya untuk kegiatan penambangan dilakukan menunggu ada


pesanan atau order dari pembeli baru dilakukan penambangan
mengingat IUP An. JUNAIDI tidak memiliki lokasi penimbunan sendiri
sehingga biasanya pasir yang sudah ditambang langsung dijual kepada
pembeli dan diangkut langsung ke lokasi penimbunan atau
penumpukan pasir sungai yang sudah disediakan oleh pembeli. Untuk
proses pengaliran dari sedot ke tongkang menggunakan mesin sedot
merk Pontianak Jaya dengan mesin penggerak disel merk dongpeng 20
HP dan dialirkan melewati pipa paralon berdiameter 4-6 inci yang bisa
disambung dengan panjang pipa sesuai kebutuhan dialirkan kelokasi
penimbunan.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-15


An.JUNAIDI
BAB V

KAJIAN TRANSPORTASI

V.1. PEMILIHAN ALAT ANGKUT DAN TRANSPORTASI PENJUALAN PASIR


PASANG

Untuk alat angkut dan pengiriman penjualan pasir pasang pada


areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) An. JUNAIDI, yaitu menggunakan
transportasi sungai Kahayan berupa tongkang dengan lokasi penjualan
ke dalam daerah dan ke luar daerah.
Pasir sungai yang ditampung didalam tongkang tadi biasanya
langsung dijual dan dikirim ke konsumen.

V.2. ESTIMASI BIAYA TRANSPORTASI

Biaya transportasi untuk pemasaran dan penjualan pasir pasang


bervariasi antara Rp. 50.000.000 – Rp. 80.000.000 per/tongkang
tergantung lamanya pengiriman ataupun pengapalan.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-16


An.JUNAIDI
BAB VI

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

VI.I. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Program K3 An. JUNAIDI berpedoman pada keputusan Menteri


Pertambangan dan Energi Nomor : 555.K/26/M.PE/1995. Dan mengenai
program K3 yang dilaksanakan oleh JUNAIDI adalah untuk
menciptakan, memelihara serta mengembangkan suatu system
manajemen K3 yang diterapkan untuk setiap fungsi dan areal kerja yang
tercakup dalam system manajemen.
Untuk melaksanakan keberhasilan sistem pengelolaan K3, setiap
karyawan diwajibkan melaksanakan tugasnya dengan memenuhi semua
ketentuan K3 dan mengikuti prosedur kerja yang ditetapkan
perusahaan.
Pengelolaan K3 ini dimaksudkan untuk memberikan informasi
tentang strategi perusahaan dalam mengelola K3 dan merupakan
petujuk pelaksanaan bagi setiap manajemen untuk menerapkan system
pengelolaan K3 secara konsisten setiap saat di setiap proyek perusahaan
sehingga tujuan pengelolaan K3 tercapai yaitu menekan seminimal
mungkin dampak bahaya setiap aktivitas kerja terhadap K3 karyawan.
JUNAIDI berkomitmen untuk mencapai tujuan yang tercatum dalam
kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja perusahaan dengan
berupaya mengurangi resiko dan dampak-dampak pada seluruh
kegiatannya yang berkaitan dengan manusia, lingkungan, unit, property
dan kesehatan.
Untuk mendukung tujuan tersebut diatas dibutuhkan standart dan
penerapan yang merata atas aturan dan prosedur K3 yang berlaku
untuk semua aktifitas pekerjaan.

VI.11.1. Pelaksanaan Pengelolaan Program K3


Kegiatan pelaksanaan pengelolaan keselamatan dan kesehatan
kerja mengacu pada program pengelolaan tahunan yaitu program
pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan kerja tahun 2017
JUNAIDI. Rencana pelaksanaan program K3 yang dilakukan,
sebagai berikut :
 Rencana Pelaksanaan Inpeksi K3
Dilakukan setiap hari sebelum melakukan kegiatan perkerjaan
ditambang, memberikan arahan terhadap semua perkerjaan

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-17


An.JUNAIDI
agar selalu menjamin keselamatan sebagai salah satu moto bagi
para pekerja.
 Penyediaan APD
Menyediakan alat pelindungan diri yang standart bagi
karyawannya dengan tujuan karyawan bisa melaksanakan
perkerjaannya dengan aman tanpa terpapar bahaya. Sebagai
langkah preventif, perusahaan telah menyediakan alat-alat
pelindung diri untuk tenaga kerja sesuai dengan bidang
pekerjaan masing-masing, sebagai berikut :
- Sepatu Safety : 11
- Helm Safety : 11
- Masker : 11
- Sarung Tangan : 11
- Jaket Pelampung : 11
- Rompi Safety : 11
Peningkatan jumlah pemakaian APD akan disediakan seiring
meningkatnya kegiatan penambangan sehingga terjadi
penambahan jumlah Alat Pelindung Diri (APD).
 Pemasangan Rambu
Rencana pemasangan rambu disepanjang jalur tambang yaitu
jalur sungai kahayan sebagai pelaksanaan dari program K3
sebanyak 10 buah rambu jalan dan peringatan.

VI.1.2. Community Development


Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Melakukan kegiatan sosialisasi tentang kegiatan penambangan
kepada desa-desa yang berhubungan dengan kegiatan operasional.
 Sosialisasi program community development JUNAIDI di desa
sekitar lokasi tambang.
 Melakukan pengambilan contoh air sungai di sekitar lokasi
tambang untuk mengontrol kadar pencemaran air sungai.
 Membantu pembangunan sarana dan prasarana sekitar lokasi
tambang yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.
Rencana untuk periode selanjutnya adalah meningkatkan kegiatan
yang sudah berjalan dan seiring dengan adanya produksi maka
program comdev yang telah dipaparkan akan diimplementasikan
tahap demi tahap.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-18


An.JUNAIDI
VI.1.3. Lingkungan Hidup

JUNAIDI telah dilengkapi dengan dokumen UKL-UPL. Dokumen


tersebut merupakan proses study formal yang digunakan untuk
memprediksi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan
penambangan. Selanjutnya melakukan sepenunya kegiatan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan dengan mengacu pada
dokumen UKL-UPL yang telah disetujui, antara lain meliputi :

A. Upaya Pengelolaan Lingkungan


1. Tahap Persiapan
 Penerimaan tenaga kerja diutamakan dari masyarakat
desa di sekitar lokasi penambangan.
 Memberikan informasi kepada masyarakat pengguna jalur
sungai kahayan bahwa ada kegiatan penambangan pasir
pasang dengan menggunakan tongkang/tiung oleh
pemegang IUP An. JUNAIDI dengan cara pemasangan
rambu-rambu di aliran sungai kahayan agar tidak
mengganggu transportasi sungai.
2. Tahap Operasi Produksi
 Penutupan material halus (slime) dengan butiran yang
lebih kasar untuk menghindari pengadukan dan
mengeliminir pengeruhan.
 Memasang tirai atan jaring untuk menghambat sedimen
laying sehingga mengeliminir tingkat kekeruhan terutama
pada musim kemarau.
 Untuk menghindari keruntuhan tebing sungai,
penyedotan dilakukan dengan jarak 50 meter dari tebing
sungai (sudah memenuhi standart studi stabilitas lereng).
 Memposisikan dan menempatkan tongkan searah aliran
sungai dengan tidak melintangi aliran sungai.
 Melokalisir kebisingan yang timbul oleh suara mesin
diesel dan mesin pompa pasir (mesin sedot).
 Menampung minyak/oli dalam wadah tertentu
(drum/kaleng) agar tidak langsung tertumpah ke aliran
air di sungai supaya tidak terjadi pencemaran air.
 Tidak melakukan pemotongan/penebangan pohon di
sekitar lokasi penambangan agar vegetasi di sekitar lokasi
tetap terjaga.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-19


An.JUNAIDI
3. Tahap Purna Produksi
 Melokalisir penyebaran kekeruhan
 Membersihkan dan menata bekas kegiatan penambangan
dan alat-alat mesin sedot yang tidak bisa digunakan lagi.
B. Upaya Pemantauan Lingkungan
1. Tahap Persiapan
 Pemantauan posisi penempatan peralatan mesin semprot
sedot dan posisi tongkang sesuai keadaan yang
sebenarnya.
 Membantu pemasangan tanda/rambu-rambu sungai.
2. Tahap Operasi Produksi
 Memantau peralatan yang menjadi sumber terjadinya
kebisingan.
 Memantau penggunaan dan penempatan minyak/oli
dalam wadah tertentu (drum/kaleng) agar tidak langsung
tertumpah ke aliran air di sungai supaya tidak terjadi
pencemaran air.
 Memantau kegiatan penyedotan pasir yang dapat
berdampak pada kelongsoran lereng/tebing sungai agar
tidak terjadi perubahan kondisi hidrologi sungai.
 Memantau dampak kekeruhan di hilir sungai setiap 2
bulan sekali agar dapat diketahui terhadap dampak
lingkungan.
3. Tahap Purna Produksi
 Memantau penyebaran kekeruhan
 Memantau, membersihkan dan menata bekas kegiatan
penambangan dan alat-alat mesin sedot yang tidak bisa
digunakan lagi.

Untuk menjamin pelaksanaan pengelolaan lingkungan di areal IUP


An. JUNAIDI dilakukan secara efektif dan efisien maka dilakukan
evaluasi terhadap kegaiatan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan secara periodik dan hasilnya dilaporkan ke instansi
terkait guna evaluasi terhadap lingkungan di areal IUP An.
JUNAIDI.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-20


An.JUNAIDI
BAB VII

ORGANISASI DAN TENAGA KERJA

VII.1. BENTUK ORGANISASI

Dalam organisasi penambangan pasir sungai atas nama JUNAIDI


terutama dalam hal organisasi pekerjannya masih sangat sederhana
dimana pimpinan pelaksana di lapangan dipegang oleh kepala kerja
yang bertanggung jawab dalam hal kewajiban operasional,
administrasi, kebijaksanaan dan keselamatan kerja dilapangan.
Kepala kerja dalam melaksanakan operasional penambangan di
lapangan di bantu oleh :
 Tenaga ahli geologi sebanyak 1 (satu) orang;
 Kepala kerja sebanyak 1 (satu) orang;
 Tenaga Kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang.
Adapun tugas masing-masing bagian tersebut antara lain :
1. Tenaga ahli geologi
Sewaktu-waktu dapat membantu perencanaan dan membantu
tugas-tugas tenaga ahli lapangan dan bertanggung jawab terhadap
pelaporan yang bersifat teknis baik harian, mingguan, bulanan
maupun tahunan dalam memenuhi persyaratan teknis di Dinas
Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah.
2. Kepala kerja
Bertanggung jawab terhadap pekerjaan tenaga buruh di lapangan
pada saat pemuatan ataupun operasi penambangan yang
menggunakan mesin sedot, juga pada saat bongkar muat di lokasi
penjualan/pemuatan pasir pasang di sungai.
3. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang digunakan terdiri dari tenaga kerja tetap dan
tenaga kerja tidak tetap, dimana tenaga kerja tetap diangkat sebagai
karyawan berdasarkan perjanjian kerja yang disepakati bersama.
Sebagai karyawa tidak tetap, untuk masa kerja tergantung pekerjaan
penambangan dan masa kerja IUP.
4. Tingkat Gajih dan Upah
Tingkat gajih dan upah diberlakukan tiap saat kualifikasi ataupun
level tidak menetap tergantung ketrampilan dan keahlian yang
dimiliki.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-21


An.JUNAIDI
Komponen pokok yang diperhitungkan dalam upah seorang
karyawan tidak tetap yakni upah kerja harian dan disesuaikan
dengan upah kerja minimum di tambah dengan penghasilan lainnya.
5. Sistem Kerja
Untuk Tenaga ahli geologi yang merupakan tenaga kerja tidak tetap
dengan pendidikan minimal D3 dengan pengalaman kerja lebih dari
2 tahun, sedangkan upah kerja berdasarkan kontrak kerja yang
dilakukan mulai dari tahap eksplorasi sampai tahapan operasi
produksi dan juga pembuatan laporan-laporan teknis pertambangan.

Tabel 7.1. Klasifikasi dan Jumlah Pengupahan Tenaga Kerja


No Pekerjaan Jumlah /Bulan /Tahun
1 Kepala Kerja 1 1.500.000 18.000.000
2 Tenaga Kerja 10 750.000 90.000.000
Total 108.000.000

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-22


An.JUNAIDI
BAB VIII

PEMASARAN

VIII.1. Pemasaran Komoditas

Pasir pasang merupakan salah satu komoditi yang cukup


menjanjikan dan prospek untuk dipasarkan mengingat cukup tingginya
permintaan pasar terhadap bahan galian pasir pasang untuk bangunan
terutama dalam bisnis property karena selama masih ada kegiatan
pembangunan perumahan, gedung, perkantoran, jalan tol, jembatan
yang tidak lepas dari penggunaan pasir pasang sebagai bahan
campuran cor semen.

Disamping itu ada kaitannya dengan semakin bertambahnya


jumlah penduduk dan mengikuti perkembangan ekonomi masyarakat
karena semakin baik ekonomi masyarakat maka semakin meningkat
pula permintaan konsumen terhadap penggunaan pasir pasang.

Pemerintah juga sekareng ini semakin gencar-gencarnya


melakukan pembangunan fisik untuk kepentingan masyarakat, mulai
dari jalan, perumahan, perkantoran dan proyek-proyek fisik lainnya
yang memerlukan pasir sebagai bahan utama untuk pembangunan.

Kabupaten Pulang Pisau memiliki potesi pasir pasang yang sangat


melimpah terutama di sepanjang aliran sungai kahayan di Desa Pilang
Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau Propinsi Kalimantan
Tengah. Penambangan pasir sungai An. JUNAIDI dilakukan kerena
pasar pasir pasang sekarang menjadi komoditas andalan yang sangat
dilirik oleh konsumen, disamping karena banyaknya permintaan
pembeli/order juga karena harga pasaran pasir sungai yang lumayan
baik di pasar nasional.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-23


An.JUNAIDI
BAB IX

INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN

Hasil eksplorasi menunjukkan data teknis tambang termasuk jumlah


cadangan yang potensial untuk dilakukan penambangan. Deskripsi
pemanfaatan pasir pasang, perencanaan pengelolaan lingkungan,
perencanaan tenaga kerja, pemasaran telah pula diuraikan. Namun demikian
untuk dapat melakukan penambangan diareal IUP An. JUNAIDI memerlukan
suatu analisis kelayakan yang menjadi dasar apakah proses penambangan
dapat dilakukan atau tidak.

Analisis kelayakan tersebut diterjemahkan ke dalam analisis investasi


yang didasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum dilaksanakannya
penambangan, biaya operasional penambangan, jumlah cadangan dan umur
tambang, serta biaya yang dikeluarkan setelah proses penambangan selesai.
Prosedur yang akan digunakan dalam Analisis Investasi dan Keuangan pada
rencana investasi proyek penambangan tersebut adalah menentukan
parameter dasar, menghitung biaya investasi dan produksi, menghitung
proyeksi pendapatan, membuat cash flow, melakukan penilaian investasi dan
keuangan, serta melakukan analisis kepekaan.

IX.1. Parameter Dasar

Kajian teknis penambangan pasir pasang menghasilkan parameter dasar


yang melandasi perhitungan nilai-nilai investasi. Sebagai titik tolak analisa
keuangan pada rencana investasi adalah hasil kajian teknis, lingkungan hidup
dan pemasaran yang dilakukan pada bab- bab sebelumnya. Kajian- kajian
tersebut menghasilkan parameter- parameter penyusun model ekonomi dalam
kajian kelayakan investasi. Analisis Investasi menggunakan data antara lain :

1. Jumlah cadangan pasir pasang.


2. Kapasitas produksi penambangan.
3. Perkiraan kebutuhan Investasi.
4. Proyeksi pendapatan (revenue) dari penjualan.
5. Proyeksi biaya aktiva tetap.
6. Proyeksi biaya operasional penambangan.
7. Proyeksi biaya lain-lain dan overhead.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-24


An.JUNAIDI
Selanjutnya parameter- parameter di atas diturunkan berdasarkan
harga – harga satuan pekerjaan dan peralatan yang berlaku di pasaran dan
kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa komponen pendapatan dan
biaya, yang merupakan penyusun model ekonomi untuk menghitung
kelayakan ekonomis di daerah studi kelayakan.

IX.2. Perhitungan Biaya Investasi

Dengan jumlah cadangan yang ada pada wilayah IUP An. JUNAIDI di
Desa Pilang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, maka
penambangan yang dilaksanakan mencapai waktu 5 tahun dan dibutuhkan
investasi sebesar Rp. 4.886.025.000,- untuk biaya modal yang mencakup
biaya pra penambangan, aktiva tetap, biaya operasional, pinjaman dan pajak
yang dibebankan pada tahun pertama secara berlanjutan sesuai dengan umur
tambang. Secara rinci komponen-komponen-biaya pembentuk modal tersebut
terdapat dalam tabel-tabel sebagai berikut :

IX.3. Komponen Biaya Modal

Aktiva tetap terdiri atas pembangunan sarana dan prasarana, pembelian


perlengkapan, peralatan, dan lain-lain yang menjadi komponen aktiva tetap
diluar biaya pra penambangan yang digambarkan melalui tabel-tabel berikut :

Tabel 9.1. Biaya Pra Penambangan

No Jenis Biaya Nilai Investasi

Perizinan Pencadangan, Jaminan


1
Kesungguhan 50.000.000

2 Biaya Eksplorasi 10.000.000

Study Kelayakan, RKAB, RKTTL, RR dan


3
RPT 10.000.000

4 UKL-UPL 35.000.000

5 Perijinan IUP OP 25.000.000

6 Pembebasan Lahan 10.000.000

7 Biaya Lain-lain 10.000.000

Total 150.000.000

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-25


An.JUNAIDI
KEBUTUHAN INVESTASI SELAMA UMUR TAMBANG ( 5 TAHUN)
Aktiva Tetap
- Pembangunan sarana (Pos) Rp. 10.000.000
- Perahu (klotok) Rp. 30.000.000
- Peralatan manual (Cangkul, Sekop) Rp. 1.000.000
- Pembelian mesin pompa Rp. 200.000.000
- Penyediaan APD Rp. 11.850.000
Biaya Operasional
- Sewa tongkang Rp. 2.000.000.000
- Biaya solar Rp. 907.200.000
- Biaya bensin Rp. 151.200.000
- Biaya oli mesin Rp. 451.500.000
- Gaji tenaga kerja Rp. 540.000.000
- Asuransi Rp. 54.000.000
- Biaya perawatan mesin dan sarana Rp. 379.275.000
(penyusutan)

Kebutuhan Investasi
(Biaya Pra Penambangan, Aktiva Rp. 4.886.025.000
Tetap, Biaya Operasional)
Modal Sendiri Rp. 1.465.807.500
Modal Pinjaman Rp. 3.420.217.500

Tabel 9.2. Biaya Proyeksi Aliran Kas

Uraian/tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5


Kas Masuk (income)
Investasi 4.886.025.000 - - - -
Penjualan 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000
Kas minimal 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000
Total 7.576.025.000 2.690.000.000 2.690.000.000 2.690.000.000 2.690.000.000
Pengeluaran Kas (outcome)
Biaya Pra 150.000.000 - - - -
Penambangan
Aktiva tetap 252.850.000 - - - -
Biaya 809.980.000 809.980.000 809.980.000 809.980.000 809.980.000
operasional
Asuransi 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000
Penyusutan 75.855.000 75.855.000 75.855.000 75.855.000 75.855.000
Retribusi/pajak 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000
angsuran 1.197.076.125 1.094.469.600 991.863.075 889.256.550 786.650.025
pinjaman
(bunga 15%)
Total 2.896.561.125 2.391.104.600 2.288.498.075 2.185.891.550 2.083.285.025
Aliran Kas 4.679.463.875 298.895.400 401.501.925 504.108.450 606.714.975

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-26


An.JUNAIDI
A. NET PRESENT VALUE
Tahun Aliran Kas Discount Factor (df) Present Value
1 4.679.463.875 0.841750842 3.938.942.656
2 298.895.400 0.70854448 211.780.686
3 401.501.925 0.596417912 239.462.940
4 504.108.450 0.50203528 253.080.227
5 606.714.975 0.422588619 256.390.844
Total PV 4.899.657.351

Perhitungan NPV = total nilai PV selama umur tambang – Nilai


kebutuhan investasi selama umur tambang
Dalam perhitungan menggunakan nilai IRR sebesar 18.80% per tahun,
maka nilai df = 1/(1+0,188) tahun 1, 1/(1+0,188)2 tahun 2, 1/(1+0,188)
3 tahun 3, dst..
Sehingga nilai NPV = Rp. 4.899.657.351 – Rp. 4.886.025.000
= Rp. 13.632.351,-
B. PAYBACK PERIODE
Tahun Aliran Kas Tahun
Pengembalian
Investasi - 4.886.025.000
1 4.679.463.875 (206.561.125) 1 tahun
2 298.895.400 92.334.275 8 bulan
3

Perhitungan Payback Period = total investasi – aliran kas per tahun


(tahun 1, tahun 2, dst) sehingga didapat kas positif yang mengurangi
nilai investasi yang dikeluarkan selama umur tambang.
Sehingga nilai Payback Period untuk investasi Rp. 4.886.025.000
adalah selama 1 tahun 8 bulan.

C. LABA RUGI (Umur Tambang 5 Tahun)


Uraian/tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Penjualan 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000
Laba kotor 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000 2.640.000.000
Biaya 809.980.000 809.980.000 809.980.000 809.980.000 809.980.000
operasional
Asuransi 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000
Penyusutan 75.855.000 75.855.000 75.855.000 75.855.000 75.855.000
angsuran 1.197.076.125 1.094.469.600 991.863.075 889.256.550 786.650.025
pinjaman
(bunga 15%)
Laba sebelum 546.288.875 648.895.400 751.501.925 854.108.450 956.714.975
Pajak
Retribusi/pajak 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000
Laba setelah 146.288.875 248.895.400 351.501.925 454.108.450 556.714.975
Pajak

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-27


An.JUNAIDI
D. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Hasil perhitungan analisis kelayakan investasi terhadap IUP Pasir
Pasang An. JUNAIDI sebesar Rp. 4.886.025.000 diperoleh nilai NPV >
0 yaitu Rp. 13.632.351 dengan nilai IRR = 18,80 % dan payback
period selama 1 tahun 8 bulan dengan umur tambang selama 5 tahun
proses menambang maka berdasarkan dari perhitungan tersebut dapat
dikatakan proyek penambangan ini masih layak untuk dikerjakan.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-28


An.JUNAIDI
BAB X

KESIMPULAN

Hasil Studi Kelayakan/ Feasibility Study (FS) untuk potensi


penambangan pasir pasang yang dilakukan oleh IUP An. JUNAIDI di Desa
Pilang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan
Tengah adalah sebagai berikut, yaitu :

1. Daerah kegiatan eksplorasi merupakan wilayah Izin Usaha Pertambangan


(IUP) Eksplorasi IUP An. JUNAIDI yang diberikan IUP Eksplorasi
berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor
188.44/630/2016 Tanggal 30 Desember 2016 tentang Izin Usaha
Pertambangan Eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI seluas 5 Ha yang
terletak di Desa Pilang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau
Provinsi Kalimantan Tengah dan secara geografis terletak sekitar 30-40 Km
di sebelah Timur kota Palangka Raya.
2. Estimasi cadangan pasir pasang di areal IUP yang akan di tambang adalah
sebesar ± 400.000 m3 dengan umur tambang adalah 5 tahun.
3. Penambangan pasir pasang dilakukan dengan menggunakan mesin pompa
sedot.
4. IUP An. JUNAIDI melakukan pemasaran produksi ke dalam daerah dan
luar daerah.
5. Hasil analisa kelayakan investasi yang telah dilakukan diperoleh data
sebagai berikut :
- Harga FOB tongkang Pasir Pasang An. JUNAIDI sebesar ± Rp. 33.000,-
/m3.
- Total biaya investasi adalah Rp. 4.886.025.000.-
- Payback period selama 1 tahun 8 bulan.
- NPV > 0 yaitu Rp. 13.632.351,-
6. Untuk operasional penambangan memerlukan jumlah tenaga kerja
sebanyak 11 orang.
7. Pemantauan dan pengelolaan lingkungan IUP An. JUNAIDI akan
dilakukan sesuai dengan dokumen UKL-UPL.

Laporan Study Kelayakan Pertambangan Pasir Pasang Page-29


An.JUNAIDI