Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

JUNAIDI sebagai pengusaha perorangan yang bergerak di bidang


pertambangan khususnya pertambangan pasir sungai, telah memegang Izin
Usaha Pertambangan Eksplorasi Pasir Pasang Nomor : 188.44/630/2016
Tanggal 30 Desember 2016 yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi
Kalimantan Tengah dengan luas 5 hektar di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren
Raya, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan bahan galian di
Kabupaten Pulang Pisau khususnya bahan galian pasir yang merupakan
komoditi yang cukup banyak di minati dan memiliki peluang pasar yang
cukup luas, maka. Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi An. JUNAIDI
berminat untuk melakukan kegiatan penambangan pasir sungai tentunya
melalaui tahapan –tahapan yang telah direncanakan sebelumnya.
IUP Eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI akan membuat suatu Laporan
Rencana Kerja Tahunan Teknik dan Lingkungan (RKTTL) dan Rencana Kerja
Anggaran Biaya (RKAB) sebagai salah satu syarat peningkatan IUP eksplorasi
ke tahapan IUP Operasi Produksi.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dibuatnya Laporan RKKTTL dan RKAB adalah digunakan sebagai


pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan pada waktu
rencana kegiatan penambangan pasir pasang sepanjang tahun 2017.
Tujuan dibuatnya Laporan Laporan Rencana Kerja Tahunan Teknik dan
Lingkungan (RKTTL) dan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) untuk
memenuhi persyaratan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi
peningkatan ke tahapan Operasi Produksi yang mana data eksplorasi
dilakukan di areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dengan luas 5
hektar di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau
Provinsi Kalimantan Tengah.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-1
An. JUNAIDI
1.3. PENCAPAIAN TARGET
Dalam pencapaian target dari hasil produksi penambangan galian pasir
pasang, bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) An. JUNAIDI merencanakan
target produksi penambangan pasir sungai ini sekitar 80.000 m³/tahun.
Namun target produksi minimum 80.000 m³/tahun ini disesuaikan dengan
permintaan pasar untuk memenuhi akan kebutuhan insvestor tentang pasir
sungai tersebut. Sehingga target yang harus dicapai tergantung dengan
keperluan material (pasir pasang) yang dibutuhkan.
1.4. LOKASI DAN KESAMPAIAN DAERAH

Daerah Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi An. JUNAIDI, secara


adminitrasi berlokasi di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten
Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah. Untuk mencapai daerah
penyelidikan dapat ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan
roda 2 dan roda 4 dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari Palangka Raya
Ibukota Provinsi kalimantan Tengah dan dari desa Pilang menuju lokasi
mengunakan kelotok ± 1 jam atau dengan speedboad ± 30 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡.

Secara geografis berada pada koordinat BT 114º12´14,53" dan LS


02º21´41" sampai BT 144º12´14,53 dan LS 02º21´14,53", dengan luas wilayah
5 hektar, seperti terlihat dalam Tabel 1 dibawah ini :

Tabel 1.1
Koordinat Geografis IUP Eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI
NO GARIS BUJUR GARIS LINTANG
BUJUR TIMUR (BT) LINTANG SELATAN (LS)
0 0
‘ “ ‘ “
1 114 12 41.242 02 21 49.676

2 114 12 43.520 02 21 49.676

3 114 12 43.520 02 21 51.358


4 114 12 43.272 02 21 51.358
5 114 12 43.272 02 21 55.501

6 114 12 43.013 02 21 55.501

7 114 12 43.013 02 21 59.864

8 114 12 41.915 02 21 59.864

9 114 12 41.915 02 22 4.649


10 114 12 41.584 02 22 4.649

11 114 12 41.584 02 22 8.688

12 114 12 38.660 02 22 8.688

13 114 12 38.660 02 22 4.858

14 114 12 38.945 02 22 4.858

15 114 12 38.945 02 22 1.672

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-2
An. JUNAIDI
16 114 12 39.355 02 22 1.672
17 114 12 39.355 02 21 58.532

18 114 12 39.892 02 21 58.532

19 114 12 39.892 02 21 56.315

20 114 12 40.432 02 21 56.315

21 114 12 40.432 02 21 53.942

22 114 12 40.982 02 21 53.942


23 114 12 40.982 02 21 51.350

24 114 12 41.242 02 21 51.350

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-3
An. JUNAIDI
BAB II

KEGIATAN PENAMBANGAN

II.1. SISTEM PENAMBANGAN

Berdasarkan kondisi endapan pasir sungai yang terdapat ditetapkan


sebesar 80.000 m³/tahun dengan efektif kerja 12 bulan/tahun. Diketahui
berdasarkan perhitungan cadangan pasir pasang pada areal Izin Usaha
Pertambangan (IUP) eksplorasi An. JUNAIDI, metode penambangan yang
diterapkan pada lokasi ini adalah metode alluvial mining dengan
menggunakan mesin Sedot Pasir dengan menggunakan mesin pompa sedot,
hal ini karena bentuk endapan pasir merupakan endapan alluvial yang
menyebar di sepanjang daerah aliran sungai dengan ketebalan rata-rata 6 - 10
meter.
Kegiatan penambangan dapat juga dilakukan secara sederhana yakni
menggunakan tongkang dengan kapasitas 5000 m³ yang dilengkapi dengan
mesin pompa sedot pasir dengan pipa sedot spiral berdiameter 4 inci lalu
dipompakan ke perahu, material yang masuk ke perahu berupa pasir yang
bercampur air sungai, kemudian air sungai dibuang kesungai menggunakan
mesin pompa pembuangan air sehingga yang tersisa material pasir.
Pasir sungai yang ditampung didalam tongkang tadi bisa langsung dijual
dan dikirim ke konsumen.

II.2. RENCANA PRODUKSI

Estimasi cadangan pada dasarnya sangat sulit dilakukan karena posisi


endapan pasir berada di dalam sungai, namun apat dihutung dengan metode
pendekatan dimana berdasarkan hasil penyelidikan lapangan yang di
lakuakan di areal IUP eksplorasi pasir pasang An. JUNAIDI seluas 5 ha
yangberada di aliran Sungai Kahayan dengan asumsi lebar IUP ± 100 meter
dan panjang IUP ± 500 meter yang berarti luas total ± 50.000 m² atau = 5 Ha.
Berdasarkan hasil penyelidikan eksplorasi, litologi pasir sungai terakumulasi
dengan ketebalan rata-rata 6 - 10 meter.
Cara perhitungan cadangan dengan endapan pasir sungai menggunakan
metode dengan rumus sebagai berikut:

B = P x L x T Bj = A x T x Bj

B : Berat (ton)

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-4
An. JUNAIDI
P : Panjang (m)

L : Lebar (m)

T : Tebal (m)

Bj : Berat jenis

A : Luas penyebaran (m²).

Dari perhitungan diatas di dapat akumulasi kasar cadangan pasir


pasang di areal IUP yang akan di tambang adalah sebesar ± 400.000 m3
serta lama umur tambang adalah 5 tahun.

II.3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Program K3 Junaidi berpedoman pada keputusan Menteri Pertambangan


dan Energi Nomor : 555.K/26/M.PE/1995. Dan mengenai program K3 yang
dilaksanakan oleh JUNAIDI adalah untuk menciptakan, memelihara serta
mengembangkan suatu sistem manajemen K3 yang diterapkan untuk setiap
fungsi dan areal kerja yang tercakup dalam sistem manajemen An. JUNAIDI.
Untuk melaksanakan keberhasilan sistem pengelolaan K3, setiap karyawan
diwajibkan melaksanakan tugasnya dengan memenuhi semua ketentuan K3
dan mengikuti prosedur kerja yang ditetapkan perusahaan.
Pengelolaan K3 ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang
strategi dalam mengelola K3 dan merupakan petujuk pelaksanaan bagi setiap
manajemen untuk menerapkan sistem pengelolaan K3 secara konsisten setiap
saat di setiap kegiatan sehingga tujuan pengelolaan K3 tercapai yaitu
menekan seminimal mungkin dampak bahaya setiap aktivitas kerja terhadap
K3 karyawan.
JUNAIDI berkomitmen untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam
kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja perusahaan dengan berupaya
mengurangi resiko dan dampak-dampak pada seluruh kegiatannya yang
berkaitan dengan manusia, lingkungan, unit, property dan kesehatan.
Untuk mendukung tujuan tersebut diatas dibutuhkan standart dan
penerapan yang merata atas aturan dan prosedur K3 yang berlaku untuk
semua aktifitas pekerjaan.
II.3.1. Pelaksanaan Pengelolaan Program K3
Kegiatan pelaksanaan pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja
mengacu pada program pengelolaan tahunan yaitu program
pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan kerja tahun 2017. JUNAIDI.
Masing-masing pelaksanaan program dapat dirinci dalam sub bab
sebagai berikut :

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-5
An. JUNAIDI
 Rencana Pelaksanaan Inspeksi K3
dilakukan setiap hari sebelum melakukan kegiatan perkerjaan
ditambang, memberikan arahan terhadap semua perkerjaan agar
selalu menjamin keselamatan sebagai salah satu moto bagi para
pekerja.
 Penyediaan APD
Menyediakan alat pelindungan diri yang standart bagi
karyawannya dengan tujuan karyawan bias melaksanakan
perkerjaannya dengan aman tanpa terpapar bahaya. Sebagai
langkah preventif, perusahaan telah menyediakan alat-alat
pelindung diri untuk seluruh karyawan sesuai dengan bidang
pekerjaan masing-masing, sebagai berikut :
- Sepatu Safety : 11
- Helm Safety : 11
- Masker : 11
- Sarung Tangan : 11
- Jaket Pelampung : 11
- Rompi Safety : 11
Peningkatan jumlah pemakaian APD akan disediakan seiring
meningkatnya kegiatan penambangan sehingga terjadi
penambahan jumlah Alat Pelindung Diri (APD).
II.3.2. Pemasangan Rambu
Rencana pemasangan rambu disepanjang jalur tambang yaitu jalur
sungai kahayan sebagai pelaksanaan dari program K3 sebanyak 10
buah rambu jalan dan peringatan.
II.3.3. Community Development
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :
 Sosialisasi program community development JUNAIDI di desa
sekitar lokasi tambang.
 Melakukan pengambilan contoh air sungai di sekitar lokasi
tambang untuk mengontrol kadar pencemaran air sungai.
 Membantu pembangunan sarana dan prasarana sekitar lokasi
tambang yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.

Rencana untuk periode selanjutnya adalah meningkatkan kegiatan


yang sudah berjalan dan seiring dengan adanya produksi maka
program comdev yang telah dipaparkan akan diimplementasikan
tahap demi tahap.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-6
An. JUNAIDI
II.3.5. Lingkungan Hidup

JUNAIDI telah dilengkapi dengan dokumen UKL-UPL. Dokumen


tersebut merupakan proses study formal yang digunakan untuk
memprediksi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan
penambangan. Selanjutnya melakukan sepenunya kegiatan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan dengan mengacu pada
dokumen UKL-UPL yang telah disetujui, antara lain meliputi :

A. Upaya Pengelolaan Lingkungan


1. Tahap Persiapan
 Penerimaan tenaga kerja diutamakan dari masyarakat desa
di sekitar lokasi penambangan.
 Memberikan informasi kepada masyarakat pengguna jalur
sungai kahayan bahwa ada kegiatan penambangan pasir
pasang dengan menggunakan tongkang/tiung oleh
pemegang IUP An. JUNAIDI dengan cara pemasangan
rambu-rambu di aliran sungai kahayan agar tidak
mengganggu transportasi sungai.
2. Tahap Operasi Produksi
 Penutupan material halus (slime) dengan butiran yang lebih
kasar untuk menghindari pengadukan dan mengeliminir
pengeruhan.
 Memasang tirai atan jaring untuk menghambat sedimen
laying sehingga mengeliminir tingkat kekeruhan terutama
pada musim kemarau.
 Untuk menghindari keruntuhan tebing sungai, penyedotan
dilakukan dengan jarak 50 meter dari tebing sungai (sudah
memenuhi standart studi stabilitas lereng).
 Memposisikan dan menempatkan tongkan searah aliran
sungai dengan tidak melintangi aliran sungai.
 Melokalisir kebisingan yang timbul oleh suara mesin diesel
dan mesin pompa pasir (mesin sedot).
 Menampung minyak/oli dalam wadah tertentu
(drum/kaleng) agar tidak langsung tertumpah ke aliran air di
sungai supaya tidak terjadi pencemaran air.
 Tidak melakukan pemotongan/penebangan pohon di sekitar
lokasi penambangan agar vegetasi di sekitar lokasi tetap
terjaga.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-7
An. JUNAIDI
3. Tahap Purna Produksi
 Melokalisir penyebaran kekeruhan
 Membersihkan dan menata bekas kegiatan penambangan
dan alat-alat mesin sedot yang tidak bisa digunakan lagi.
B. Upaya Pemantauan Lingkungan
1. Tahap Persiapan
 Pemantauan posisi penempatan peralatan mesin semprot
sedot dan posisi tongkang sesuai keadaan yang sebenarnya.
 Membantu pemasangan tanda/rambu-rambu sungai.

2. Tahap Operasi Produksi


 Memantau peralatan yang menjadi sumber terjadinya
kebisingan.
 Memantau penggunaan dan penempatan minyak/oli dalam
wadah tertentu (drum/kaleng) agar tidak langsung
tertumpah ke aliran air di sungai supaya tidak terjadi
pencemaran air.
 Memantau kegiatan penyedotan pasir yang dapat berdampak
pada kelongsoran lereng/tebing sungai agar tidak terjadi
perubahan kondisi hidrologi sungai.
 Memantau dampak kekeruhan di hilir sungai setiap 2 bulan
sekali agar dapat diketahui terhadap dampak lingkungan.
3. Tahap Purna Produksi
 Memantau penyebaran kekeruhan
 Memantau, membersihkan dan menata bekas kegiatan
penambangan dan alat-alat mesin sedot yang tidak bisa
digunakan lagi.

Untuk menjamin pelaksanaan pengelolaan lingkungan di areal IUP


JUNAIDI dilakukan secara efektif dan efisien maka dilakukan evaluasi
terhadap kegaiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara
periodik dan hasilnya dilaporkan ke instansi terkait guna evaluasi
terhadap lingkungan di areal IUP JUNAIDI.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-8
An. JUNAIDI
BAB III

PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

III.1. Keadaan Lingkungan

Pada daerah pemetaan berada di DAS Kahayan Pulang Pisau yang


berada di wilayah Desa Pilang, pasang tertinggi pada saat musim
penghujan yang biasanya pada bulan oktober sampai dengan maret.

Pada umumnya masyarakat bermukim disekitar aliran sungai Kahayan


maupun di anak-anak sungainya, yang memanfaatkan air dari sungai
tersebut untuk berbagai keperluan diantara lain mandi, mencuci,
memasak bahkan sebagai sarana transportasi yang cukup penting dalam
memenuhi segala kebutuhan hidup mereka.

Berdasarkan informasi dan kegiatan lapangan di Desa Pilang dapat


ditemui jenis satwa liar antara lain : moyet, biawak, ular, burung dan lain-
lain. Sedangkan untuk biota air yang dikonsumsi masyarakat adalah jenis
ikan antara lain : tapah, gabus, tahoman, udang, baung, lais dan lain-lain.

Lokasi kegiatan penyelidikan merupakan lokasi berkas aktivitas


penambangan oleh masyarakat dan beberapa tempat masih terlihat adanya
aktivitas penambangan rakyat dimana posisi endapan pasir berada didasar
sungai. Vegetasi yang ada didominasi oleh tumbuhan bakau yang terdapat
dipinggiran sungai dengan ketinggian 2 – 4 meter dan hanya sedikit
terdapat pohon kayu.

III.2. Iklim dan Curah Hujan

Daerah pemetaan termasuk daerah tropis basah dengan 2 musim, yaitu


musim kemarau dan musim penghujan dengan suhu rata-rata harian yang
relative cukup tinggi yaitu sekitar 21-23ºC dan maksimum mencapai 32ºC.
musim kemarau berlangsung dari bulan juni sampai bulan agustus,
sedangkan musim penghujan berlangsung dari bulan Oktober sampai
bulan Maret setiap tahunnya dan curah hujan terbanyak jatuh pada bulan
Pebruari rata-rata 208 mm-520 mm/tahun.

Table 2. Curah Hujan Bulanan Tahun 2010 – 2015 (dalam mm/bulan)

No. Bulan
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1. 2010 245 214 307 279 278 11 121 81 116 245 345 131
2. 2011 250 173 170 366 143 33 54 120 96 233 242 192
3. 2012 248 209 230 494 110 18 215 6 36 157 117 501

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-9
An. JUNAIDI
4. 2013 360 259 243 255 137 15 149 104 67 122 203 228
5. 2014 275 275 292 178 137 12 52 30 146 91 178 113
6. 2015 210 119 106 152 176 13 85 14 22 58 - -

III.3. Sosial Ekomnomi

Jumlah penduduk Desa Pilang berdasarkan buku Pulang Pisau dalam


angka tahun 2012 sebanyak 451 jiwa 145 kepala keluarga. Dimana bila
dirinci menurut jenis kelamin pria berjumlah 189 jiwa dan wanita 200 jiwa.

Secara garis besar penduduk di daerah peninjauan atau yang


bermukim di sekitar Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten
Pulang Pisau terbagi menjadi 2 (dua) mayoritas suku dayak dan kaum
pendatang (masyrakat Banjar, Jawa dan sebagainya).

Masyarakat dari suku Dayak yaitu Ngaju, Kahayan, dan Bakumpai


yang umumnya mendiami daerah sekitar Kecamatan Jabiren Raya maupun
disepanjang aliran sungai Kahayan serta anak-anak sungainya. Bahasa
yang dipergunakan adalah bahasa kapuas dan yang lainnya yakni bahasa
dari suku pendatang seperti bahasa banjar, jawa dan bahasa Indonesia
yang berkerja sebagai pedagang atau yang merupakan masyarakat
transmigrasi.

Komunikasi antara pedatang dengan orang lokal menggunakan bahasa


nasional yaitu bahasa Indonesia. Sedangkan dalam percakapan sehari-hari
menggunakan bahasa local suku dayak yakni bahasa Kapuas.

Agama yang di anut pada umumnya yaitu kebanyakan beragama Islam,


selain Keharingan disamping itu juga terdapat, Kristen dan Katolik.

Pertanian pada umumnya menghasilkan padi yang ditanam diladang


dengan system lading yang berpindah tempat. Dari lading juga dihasilkan
singkong, jangung, pisang dan lainnya. Sayur-mayur juga ditanam dari
ladang dan kebun berupa singkong, bayam, kacang, jagung, cabe dan
sayur yang diperoleh dari hutan berupa umbut diwung, umbut rotan, dan
umbut nango.

Untuk pertenakan sering memilahara ayam, sapid an menangkap ikan


sungai. Dalam bidang kerajinan tangan mereka menghasilkan anyaman
rotan, perahu, rumah dari kayu dan aatap rumah dari kayu ulin.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-10
An. JUNAIDI
III.4. Geologi Regional

Berdasarkan peta geologi yang melingkupi daerah Desa Pilang dan


sekitarnya yaitu lembar amuntai (oleh R. Heryantondan P. Sanyoto, 1994)
yang diterbitkan oleh pusat penelitian dan pengembangan Geologi skala 1 :
250.000 urutan batuan yang ada dari batuan yang berumur muda
kebatuan yang berumur tua pada wilayah penyelidikan adalah :

 Endapan alluvium (Qa), terdiri dari lempung kaolinit dan lanau


bersisipan pasir, gambut, dan bongkahan lepas, merupakan endapan
sungai dan rawa.
 Formasi Dahor (Tqd), terdiri batupasir kuarsa lepas berbutir sedang
terpilah buruk, konglomerat lepas dengan komponen kuarsa berdiameter
1-3 cm, batulempung lunang, setempat dijumpai lignit dan limonit,
terendapkan dalam lingkungan fluviatil dengan tebal sekitar 250 meter
dan berumur plio-plistosen.
 Struktur Geologi
Proses teknonik mempengaruhi Cekungan berlangsung pada zaman
Eosen-Miosen yang menyebabkan terjadinya perlipatan batuan dari Formasi
Tanjung-Formasi Warukin, sedangkan Formasi Dahor yang berumur Pliosen
tedak berpengaruh oleh proses tektonik yang kuat (Sumartadipura, A. 1975).

Gambar 1. Kolom Statigrafi Batuan

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-11
An. JUNAIDI
III.5. Desain Tambang

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas terkait terutama Pihak


Dinas Perhubungan mengenai jarak aman penambangan yang dianjurkan
antara lokasi kegiatan penambangan dengan tebing sungai adalah 50
meter dari tebing sungai, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak
negative yang akan ditimbulkan akibat kegiatan penambangan.

Gambar 2. Jarak Aman Kegiatan Penambangan

III.5.1. Peralatan Tambang

Peralatan yang diperlukan pada masing-masing tahap operasional


penambangan pasir sungai yang meliputi kegiatan di lokasi penambangan
sebagai berikut :

Tabel 3. Waktu Kerja Operasional Penambangan

Kapasitas Jumlah
No. Jenis Alat Merk/Tipe
Produksi Unit
1. Mesin Diesel Dongpeng 20 HP
10 m³/Jam 5
(sedot)
2. Pompa Katu Pontianak
10 m³/Jam 5
Diameter 4 inci
3. Sekop - - 10
4. Cangkul - - 10
5. Tongkang - 5.000 m³ 5

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-12
An. JUNAIDI
III.5.2. Jadwal Rencana Produksi

Kegiatan operasional penambangan pasir sungai, direncanakan


berlangsung selama 1 shif/hari, dimana setiap shifnya terdiri dari 8 jam.
Hari kerja setiap bulan adalah sebanyak 25 hari dan waktu kerja efektif
selama setahun adalah 1.680 jam/tahun. Pada tabel 2, diperlihatkan
waktu kerja efektif kegiatan penambangan secara lebih rinci, termasuk
kehilangan jam kerja serta penyebabnya.

Tabel 3.2. Waktu Kerja Operasional Penambangan

URAIAN WAKTU KERJA


Masa Kerja Efektif 12 bulan/tahun, 25 hari/bulan 300 hari/tahun
Shift/Hari 1 Kali
Jam Kerja/Shift 8 jam/hari
Total Jam /Tahun 2.400 jam/tahun
Kehilangan jam kerja yang direncanakan :
Istirahat dan Makan jam/hari (1 jam/hari) 300 jam/tahun
Jumlah Jam Kerja Direncanakan 2.100 jam/tahun
Jumlah Kehilangan Jam Kerja dikarenakan factor 20 %
hujan dan lain-lain :
Jam Kerja Efektif/Tahun 1.680 jam/tahun

III.5.3. Peralatan dan Biaya

Dalam kegiatan penambangan perlu diketahui mengenai perhitungan


biaya peralatan dan operasional peralatan hal ini merupakan hal penting
untuk mengetahui sehingga perencanaan perkerjaan dapat mencapai
target yang ditetapkan. Dari beberapa asumsi tersebut, produktivitas dan
jumlah masing-masing alat yang digunakan dalam kegiatan operasi
penambangan pasir sungai, sebagai berikut :

1. Kegiatan Penambangan/Pemompaan Material Pasir Sungai


a. Perahu
- Jenis Alat Angkut : Tongkang
- Mesin Kelotok : Dongpeng 20 HP
- Kapasitas : 5000 m³
- Jumlah Unit : 5 Unit
b. Pompa Sedot Material
- Jenis Pompa : Kato Pontianak Jaya
- Diameter Pompa : 4-6 Inci
- Mesin Diesel : Merk Dongpeng 20 HP

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-13
An. JUNAIDI
- Waktu Kerja Efektif : 1.680 jam/tahun
- Produktivitas : 1.400 m3/jam/bulan
- Jumlah pompa sedot material yang dibutuhkan adalah :
- Target produksi 6.667 m³/bulan : kapasitas produksi 1.400
m3/jam/bulan = 5 unit.
c. Mesin Pembuangan Air
- Mesin Disel : Dongeng 20 HP
- Waktu Kerja Efektif : 1.680 jam/tahun
- Produktivitas : 1.400 m3/jam/bulan
- Jumlah Mesin Pembuangan air yang dibutuhkan adalah 5 unit
untuk mendukung 5 unit pompa sedot yang digunakan.

III.5.4. Cara Penambangan

Penambangan pasir sungai dilakukan dengan menggunakan mesin


sedot pompa merk Pontianak Jaya, dengan mesin penggerak dongpeng 20
HP, dimana pipa yang digunakan untuk menyedot pasir berupa pipa spiral
diameter 4 inci yang kemudian dialirkan tongkang dengan kapasitas
angkutan 5000 m³. untuk membersihkan kotoran pasir biasanya tersedia
mesin pompa air yang juga menggunakan mesin sedot merk Pontianak
Jaya dengan mesin penggerak merk dongpeng 20 HP.

III.5.5. Pengangkatan dan Penjualan

Biasanya untuk kegiatan penambangan dilakukan menunggu ada


pesanan atau order dari pembeli baru dilakukan penambangan mengingat
IUP An. JUNAIDI tidak memiliki lokasi penimbunan sendiri sehingga
biasanya pasir yang sudah ditambang langsung dijual kepada pembeli dan
diangkut langsung ke lokasi penimbunan atau penumpukan pasir sungai
yang sudah disediakan oleh pembeli. Untuk proses pengaliran dari perahu
Jukung Tiung ke lokasi penimbunan atau penumpukan pasir
menggunakan mesin sedot merk Pontianak Jaya dengan mesin penggerak
disel merk dongpeng 20 HP dan dialirkan melewati pipa paralon
berdiameter 4 inci yang bias disambung dengan panjang pipa sesuai
kebutuhan dialirkan kelokasi penimbunan.

III.6. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

III.6.1. Pengelolaan Lahan

Rencana pembukaan lahan yang dilakukan pada periode ini


penggunaannya adalah langsung dibuka daerah gundukan pasir di
tengah sungai yang terletak didalam wilayah kuasa perambangan IUP

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-14
An. JUNAIDI
An. JUNAIDI.

Operasional penambangan selalu menimbulkan dampak penting


antara lain kebisingan, debu, limbah bahan beracun dan berbahaya.
Penanganan limbah bahan beracun dan berbaya IUP An. JUNAIDI
mendapatkan kerjasama dengan pengumpul dan pengolahan limbah
cair seperti (oli bekas, minyak bekas, dan bahan limbah lainnya).

III.6.2. Kualitas Air

Pasir merupakan lapisan pembawa/penyimpan air (aquifer)


sehingga dikenal dengan nama water management system adalah :

1. Indentifikasi aliran sungai utama yang berpotensi dapat tercemar.


2. Baku mutu lingkungan dan baku mutu cair.

Pemantauan kualitas air dilakukan terhadap kualitas air sungai


diambil untuk dianalisis parameter lingkungannya pada titik
pemantaun badan air sungai dan anak sungai disekitar lokasi
penambangan.

III.6.3. Kualitas Udara


Polusi udara yang berkaitan dengan gas buangan, debu terjadi
akibat pengoperasian mesin sedot/mesin dompeng serta pengoperasian
mesin-mesin sedot yang beroperasi sehingga menghasilkan asap beracun
dan mempengaruhi kualitas udara yang ada disekitar penambangan.

III.7. Pemantauan Flora dan Fauna


Kehidupan fauna tergantung dengan keberadaan flora yang
merupakan habitat dari fauna. Dengan adanya reklamasi lahan
pertambangan diharapkan fauna terutama jenis aves yang telah
bermobilisasi ketempat lain dapat kembali ke area yang telah direklamasi.
Pemantauan flora dan fauna belum dapat dilakukan secara sistematis
dengan survey, pengenalan suara, jejak, sarang dan jumlah populasi.
Melalui perjumpaan telah tercatat bahwa jenis burung-burung kecil,
bangau putih dan babi hutan (Sus Barbatus) dan tikus tanah telah mulai
terlihat dilahan penhijauan.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-15
An. JUNAIDI
Tabel 5. Pemantauan Fauna
No. Jenis Mamalia Perjumpaan Jejak Lokasi
Nama Lokal Nama Latin
1. Kera Macaca fascicularis √ √ Di sekitar hutan
pinggir sungai
Jenis Reptilia
2. Biawak Veranus salvator √ - Sungai kecil
Jenis Aves
3. Enggang Antracoceros √ - Sungai kecil
cornatus
4. Punai Treron vernas √ - Di sekitar hutan
pinggir sungai
5. Baung √ - Sungai
6. Patin √ - Sungai
7. Seluang √ - Sungai

III.8. Rencana Program K3 Tahun 2017


IUP An. JUNAIDI untuk kegiatan program K3 tahun 2017 ini
melibatkan beberapa orang dinas instansi dan karyawan dalam program K3
dan pengelolaan lingkungan pada khususnya di wilayah tambang IUP An.
JUNAIDI. Adapun rencana kegiatan K3 untuk tahun 2017 ini adalah
sebagai berikut :
Table 6. Rencana Kerja K3 Tahun 2017
No. Rencana Program Jumlah Keterangan
1. Peraturan Keselamatan Kerja - Rutin
2. Pencegahan Kebakaran - Triwulan
3. Kontrol Lalu Lintas - Setiap pengapalan
4. Pemeriksaan Kesehatan - Periodik

Untuk merealisasikan rencana program K3 dan pengelolaan teknik


lingkungan ini belum dilakukan IUP An. JUNAIDI masih dalam
pengurusan dokumen peningkatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi
Produksi.

III.9.1. Rencana Realisasi Pelaksanaan Program K3 Tahun 2017


Namun walaupun masih dalam proses dokumen peningkatan Izin
Usaha Paertambangan (IUP) Operasi Produksi IUP An. JUNAIDI maka
tetap dilakukan perkiraan rencana program K3 ini dapat terealisasi seperti
pada tabel 3.8. sebagai berikut :

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-16
An. JUNAIDI
Tabel 8. Realisasi Kerja K3 Tahun 2017
No. Rencana Program Jumlah Keterangan
1 Peraturan Keselamatan kerja 2 Rutin
2 Pencegahan Kebakaran - Triwulan
3 Kontrol Lalu Lintas - Rutin
4 Pemeriksaan kesehatan - Periodik

III.9.3. Penggunaan Laboratorium Uji Yang Terakreditasi dan Kalabrasi


1. Pemantauan dan pengukuran emisi gas buang pada sumber tak
tergerak (genset) dan udara ambient dengan dinas atau laboratorium
terkait.
2. Pemantauan dan Analisa Kualitas Air dengan balai Laboratorium
Kesehatan (Dinas Kesehatan).
3. Analisa Kesehatan tanah dengan tim dinas setempat.

III.9.4. Acuan (SOP) Dalam Melakukan Kegiatan Teknis

Pada dasarnya An. JUNAIDI telah memiliki Standar Operasi Kerja


(SOP) untuk seluruh kegiatan tambang, namun demikian SOP yang
telah ada masih perlu dilengkapi dan disempurnakan.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-17
An. JUNAIDI
BAB IV
JADWAL KEGIATAN
RENCANA KERJA TAHUNAN DAN TEKNIK LINGKUNGAN (RKTTL)
DAN RENCANA KERJA ANGGARAN BIAYA (RKAB)

Jadwal Pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan dan Teknik Lingkungan


(RKTTL) tahun 2017 dapat dilihat tabel 8.
Tabel 10. Jadwal Pelaksanaan RKTTL Tahun 2017
TAHUN 2017 KET
DISKRIPSI Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan
I II III IV
I PEMBUKAAN LAHAN

1. Tambang

 Land Clearing

 Pengupasan tanah penutup

2. Timbunan Tanah/batuan

Penutup diluar tambang

3. Jalan Tambang

4. Sarana pengedali erosi

5. Stockpile

6. Fasilitas Penunjang lainnya

II REKLAMASI

1. Pengisian kembali & penataan

2. Pengaturan permukaan lahan :

a. Timbunan tanah penutup

b. Bekas jalan tambang

c. Timbunan tailing

d. Sarana pengendalian erosi

e. Fasilitas penunjang lainnya

3. Revegetasi

Pembimbingan/persemian

 Penanaman

 Pemeliharaan dan perawatan

III PEMANTAUAN

1. Kualitas air sungai

2. Kualitas udara

3. Stabilitas lereng

4. Perubahan bentang alam

5. Flora dan fauna, biota perairan

6. Dan lain-lain (sesuai dengan


UKL dan UPL).

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-18
An. JUNAIDI
Tabel 11. Jadwal Pelaksanaan RKAB Tahun 2017
TAHUN 2017 KET
RENCANA KEGIATAN SEMESTER I SEMESTER II

1 Peningkatan IUP Operasi Produksi

2 Rencana dan Persiapan Operasi


Produksi

IV.1. Uraian Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan IUP eksplorasi menjadi


IUP Operasi Produksi adalah :

 Pembuatan laporan ekplorasi, laporan studi kelayakan, laporan rencana


reklamasi dan pasca tambang, laporan rencana kerja teknis dan
lingkungan dan laporan rencana kerja anggaran biaya yang diperlukan
sebagai persyaratan teknis peningkatan IUP eksplorasi menjadi IUP
operasi Produksi Pasir Pasang seluas 5 ha An. JUNAIDI.
 Pembuatan laporan Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(UKL-UPL) sebagai dokumen Lingkungan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 Melengkapi persyaratan non teknis lainnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-19
An. JUNAIDI
BAB V
ANGGARAN BIAYA

Rencana kerja dan anggaran biaya yang dianggarkan untuk peningkatan IUP
eksplorasi menjadi IUP operasi Produksi Pasir Pasang seluas 5 ha An. JUNAIDI,
pada tahun 2017 adalah seperti yang tercatum pada tabel dibawah ini :

V.1. RENCANA KERJA TAHUNAN TEKNIK DAN LINGKUNGAN (RKTTL)


Rencana anggaran untuk implementasi K3 pada periode kegiatan tahun
2017 An. JUNAIDI adalah sebagai berikut :

Tabel 12. Anggaran Biaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


No. Uraian kegiatan Kuantit Harga jumlah Keterangan
as (Rp) (Rp)
1. Pengendalian erosi (sesuai 1 1.000.000 1.000.000 /tahun
keperluan)
2. Revegetasi (pengadaan, 80 8.000 640.000 bibit/tahun
penanaman, pemeliharaan)
3. Pemantauan kualitas air 2 500.000 1.000.000 kali/tahun
4. Pemantauan kualitas udara 2 500.000 1.000.000 kali/tahun
5. Pemantauan flora, fauna 2 500.000 1.000.000 kali/tahun
Total 4.640.000

V.2. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BIAYA TAHUN 2017

Untuk pembiayaan kegiatan berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2017 IUP


eksplorasi An. JUNAIDI, meliputi :

 Biaya Operasional Penambangan


 Biaya Produksi per Tahun
 Hasil Penjualan Pasir Pasang.
a. Biaya Operasional Penambangan
1. Penambangan

Untuk pembiayaan kegiatan operasional penambangan berdasarkan


Rencana Kerja Tahun 2017 IUP eksplorasi An. JUNAIDI, meliputi :

 Sewa tongkang per tahun Rp. 400.000.000,-


 Pemakaian BBM solar untuk perahu per bulan Rp. 10.584.000,-
 Pemakaian BBM solar untuk pompa sedot pasir pasang per bulan Rp.
7.056.000,-
 Pemakaian pelumas oli untuk pompa sedot pasir pasang per bulan Rp.
7.525.000,-

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-20
An. JUNAIDI
Total biaya operasional penambangan adalah sebesar Rp. 25.165.000,-
/bulan x 12 bulan efektif penambangan menjadi sebesar Rp.
301.980.000 + Rp. 400.000.000 = Rp. 701.980.000 per tahun.
Dari hasil perhitungan IUP eksplorasi Pasir Pasang An. JUNAIDI,
didapat perhitungan cadangan pasir pasang ± 400.000 m3 dengan
target produksi per tahun ± 80.000 m3 .

2. Biaya Pra Penambangan


Biaya pra penambangan Pasir Pasang An. JUNAIDI sebesar ± Rp.
150.000.000,-/per tahun yang digunakan untuk mengurus administrasi
dan perijinan teknis lainnya yang terkait dengan kegiatan penambangan.

3. Gajih dan Upah Tenaga Kerja


Biaya gajih dan upah tenaga kerja penambangan Pasir Pasang An.
JUNAIDI sebesar ± Rp. 108.000.000,-/per tahun.

4. Biaya asuransi
Biaya asuransi per tahun Rp. 10.800.000 merupakan 10% dari gajih dan
upah tenaga kerja per tahun yang dibebankan pada perusahaan.

5. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan per tahun Rp. 75.855.000 hasil dari penyusutan
terhadap aktiva tetap yang diinvestasi.

6. Pajak-pajak
Biaya pajak Pasir Pasang An. JUNAIDI per tahun ± 80.000 m3 x ± Rp.
5.000/ m3 menjadi sebesar ± Rp. 400.000.000,-/per tahun yang
berdasarkan asumsi PERDA Restribusi PAD Kabupaten Pulang Pisau.

7. Pengelolaan dan pemantauan lingkungan


Rencana biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebesar Rp.
4.640.000 /tahun.

Total biaya pengeluaran Rp. 701.980.000,- + Rp. 150.000.000,- + Rp.


108.000.000,- + Rp. 400.000.000,- + Rp. 10.800.000,- + Rp. 75.855.000,-
menjadi = Rp. 1.446.635.000 + Rp. 4.640.000 = Rp. 1.451.275.000,-

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-21
An. JUNAIDI
b. Hasil Penjualan
Harga FOB tongkang Pasir Pasang An. JUNAIDI sebesar ± Rp. 32.000,-/per
m3 sehingga didapat penjualan pertahun kegiatan penambangan sebesar :
Harga Jual/m3 /tahun x jumlah produksi/tahun
= Rp. 33.000,- m3/per tahun x 80.000 m3
= Rp. 2.640.000.000,-/tahun.

c. Pendapatan
Pendapatan yang diperoleh yaitu Hasil Penjualan – Biaya Pengeluaran
Rp. 2.640.000.000,- - Rp. 1.451.275.000 = Rp. 1.188.725.000 /tahun diluar
angsuran pinjaman modal investasi.

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-22
An. JUNAIDI
LAMPIRAN

Laporan RKTTL DAN RKAB TAHUN 2017 Pertambangan Pasir Pasang Page-23
An. JUNAIDI