Anda di halaman 1dari 20

PERSAINGAN TIGA PERUSAHAAN RAKSASA

DUNIA UNTUK MENJADI MARKET LEADER


DALAM TEKNOLOGI DAN INFORMASI

Case Solving Report

Oleh:

Yohannes Ekaputra Sananto


Mohammad Alvin Prabowosunu
Moch Yogie Setiawan
A. Pendahuluan

Pada masa kini, jika kita mempunyai bisnis atau bekerja di sebuah bisnis, kita tidak bisa
melakukannya dengan maksimal tanpa menggunakan jaringan. Kita perlu berkomunikasi dengan
cepat dengan para pelanggan, pemasok, dan para karyawan ataupun atasan. Sampai sekitar tahun
1990, perusahaan dan bisnis menggunakan sistem pos atau sistem telepon dengan suara atau fax
untuk melakukan komunikasi. Namun, masa itu pun telah usai. Sekarang, hampir semua orang
dan pekerja menggunakan komputer dan e-mail, Internet, smartphone, dan komputer mobile yang
terhubung ke jaringan nirkabel untuk tujuan yang sama, berkomunikasi. Sehingga, dapat
disimpulkan bahwa Internet dan perangkat pintar merupakan hal hampir identik dengan
melakukan bisnis.
Grafik 1. Perkembangan Pengguna Internet1

Dengan menggunakan bantuan grafis, kita dapat melihat tren yang menggambarkan
kondisi untuk internet dan para penggunanya. Dapat dilihat bahwa persentase populasi yang
menggunakan internet terus meningkat. Pada tahun 2010, hanya sekitar satu dari empat orang
yang menggunakan internet. Namun pada tahun 2015, persentase populasi yang menggunakan
internet meningkat drastis, yaitu sekitar dua dari lima orang. Hal tersebut menunjukkan adanya
kesempatan yang besar bagi perusahaan teknologi informasi untuk terus berinovasi untuk
mendapatkan konsumen dari dunia internet yang terus berkembang.

1
Sumber: diolah penulis dari Euromonitor Dataset.
Yang tidak kalah pentingnya merupakan persentase populasi pengguna internet dalam
perangkat mobile yang juga terus meningkat. Grafik yang sudah penulis susun di atas sangatlah
menarik karena pertumbuhan pengguna internet di perangkat mobile sangatlah pesat, bahkan
lebih pesat dari pertumbuhan pengguna internet itu sendiri. Dapat diimplikasikan bahwa para
konsumen sekarang lebih sering menggunakan internet dalam perangkat mobile nya
dibandingkan di komputer masing-masing. Hal ini juga dapat menjadi potensi yang sangat besar
bagi perusahaan yang bergerak di bidang mobile device karena potensi pasar yang terus
berkembang dengan pesat.
Grafik 2. Nilai dari Jual Beli di Internet, 2010-20152

Dapat dilihat dari grafik ini bahwa pertumbuhan aktivitas bisnis (jual beli) yang terjadi di
internet sangatlah pesat. Pada tahun 2010, nilai dari hasil penjualan di internet hanya mencapai
sekitar US$ 380 juta, dimana pada tahun 2015 nilai itu meningkat drastis hingga mencapai US$
990 juta. Hal ini merupakan tambang emas bagi para perusahaan yang bergerak dalam bidang IT
dan e/m-commerce, seperti Google, Apple, dan Microsoft. Maka dari itu, dengan kesempatan-
kesempatan yang ada untuk menarik konsumen dalam pasar yang mempunyai potensi yang
berkembang pesat, perusahaan seperti Google, Apple, dan Microsoft harus terus melakukan
inovasi dan berkompetisi sengit agar salah satu tiga perusahaan raksasa ini dapat menjadi
dominan dalam pasar ini.

B. Pengenalan Perusahaan
2
Diolah oleh penulis dari Euromonitor Dataset
Profil Perusahaan: Apple Inc.
Apple Inc., yang sebelumnya bernama Apple Computer Inc., adalah sebuah perusahaan
multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California. Perusahaan tersebut
bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi
elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi. Produk dan jasa yang
ditawarkan Apple yaitu termasuk iPhone, iPad, Mac, iPod, Apple TV, portofolio aplikasi
konsumen dan perangkat lunak profesional, iOS dan sistem operasi OS X, iCloud, dan berbagai
aksesori, layanan dan dukungan perangkat yang ditawarkan.Apple Inc. didirikan pada tanggal 1
April, 1976 dan diinkorporasikan menjadi Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977.
Pada 9 Januari, 2007, kata "Computer" dihapus untuk mencerminkan fokus Apple terhadap
bidang elektronik konsumen setelah peluncuran salah satu produknya yaitu iPhone. Apple
merupakan perusahaan teknologi informasi dengan pendapatan terbesar kedua di dunia setelah
Samsung Electronics, dan produsen telepon genggam terbesar ketiga di dunia setelah Samsung
dan Nokia. Majalah “Fortune” di Amerika menobatkan Apple sebagai perusahaan yang paling
dikagumi di Amerika pada tahun 2008, dan di dunia pada tahun 2012. Apple juga merupakan
pemain terdepan dalam pasar telepon cerdas di dunia.
Strategi Bisnis: Apple Inc.
Perusahaan berkomitmen untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik kepada
pelanggan melalui hardware, software, dan layanan yang inovatif. Strategi bisnis perusahaan
memanfaatkan kemampuan uniknya untuk merancang dan mengembangkan sistem operasi,
hardware, software dan layanan aplikasi yang dibuat sendiri untuk menyediakan produk dan
solusi konsumen dengan desain yang inovatif, kemudahan penggunaan yang unggul dan
terintegrasi. Sebagai bagian dari strategi perusahaan, Apple secara berkelanjutan terus
memperluas platform untuk penemuan dan pengiriman konten digital dan aplikasi melalui
layanan internet, yang memungkinkan pelanggan untuk menemukan dan mendownload konten
digital, iOS, Mac dan aplikasi Apple Watch, dan buku melalui komputer berbasis Windows atau
Mac atau melalui iPhone, iPad dan iPod touch ("perangkat iOS") dan Apple Watch. Perusahaan
juga mendukung masyarakat untuk pengembangan produk perangkat lunak dan perangkat keras
pihak ketiga dan konten digital yang melengkapi penawaran perusahaan. Apple percaya kualitas
yang tinggi dapat menarik dan mempertahankan pelanggan. Oleh karena itu, strategi perusahaan
juga termasuk membangun dan memperluas ritel dan toko online sendiri, dan jaringan distribusi
pihak ketiga untuk secara efektif menjangkau lebih banyak pelanggan dan menyediakan mereka
dengan penjualan dan pasca-penjualan berkualitas tinggi. Perusahaan percaya investasi
berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan (R&D), pemasaran dan iklan adalah hal yang
penting untuk pengembangan dan penjualan produk-produk dan teknologi inovatif.

Profil Perusahaan: Google Inc.


Google Inc. dimulai dari pertemuan Larry Page dan Sergey Brin di Stanford University
pada tahun 1995. Google dimulai dengan semangat untuk secara signifikan meningkatkan hidup
banyak orang. Masalah utama yang awalnya ingin dipecahkan oleh Google adalah menemukan
cara untuk dapat download dan index seluruh web serta cara untuk mengorganisasi semua
informasi di dunia. Pertanyaan dan masalah ini lah yang membawa Google kepada berbagai
inovasi di bidang search dan advertising terkemuka di dunia. Penghasilan utama Google dicapai
dengan menyampaikan iklan online yang relevan bagi consumers dan cost-effective bagi
pengiklan. Memberi jalan untuk mengakses pengetahuan dan informasi telah menjadi inti bagi
Google sejak berdiri sampai dengan dekade terakhir.
Iklan adalah pendapatan utama Google untuk terus mendukung jalannya operasi
perusahaan dalam mengembangkan diri menjadi mesin pencari yang paling baik. Value utama
yang dibawa oleh Google terletak pada dua hal yaitu performance advertising dan brand
advertising. Performance advertising menciptakan dan meyampaikan iklan yang relevan yang
akan diklik oleh pengguna, dan sangat mengutamakan kontak langsung dengan pengguna. Oleh
karena itu Google bekerja sama dengan AdWords untuk menciptakan iklan sederhana yang
muncul di Google. Brand advertising membantu meningkatkan dan menguatkan kesadaran
konsumen pada barang dan jasa yang ditawarkan melalui video, teks, gambar dan iklan interaktif
lainnya yang dapat dilihat di berbagai alat. Oleh karena itu Google menggandeng Youtube dan
TrueView untuk membuat penyampaian brand lebih menarik.
Strategi dan Tantangan Bisnis: Google Inc.
Tantangan berikutnya yang dipecahkan Google adalah mempercepat akses informasi user
dari Google. Munculah Voice Search, yang membuat pencarian lebih cepat, mudah dan natural.
Gmail, yang merupakan pelayanan email yang lebih cerdas dengan penyimpanan yang lebih
banyak. Chrome, yang merupakan browser yang lebih sederhana, cepat dan aman. Dan Google
Play, yang menyediakan akses mudah dan cepat kepada pencarian film, buku, musik dan aplikasi.
Tuntutan untuk membuat akses dan navigasi lebih mudah inilah yang membuat Google
berinvestasi pada pencari Chrome dan operating system Android.
Pekerjaan selanjutnya bagi Google adalah untuk menarik 5 miliar orang untuk online.
Saat ini, hanya sebagian dari 7 miliar orang yang memiliki akses internet. Dengan banyaknya
informasi yang berguna dan life-changing yang tersedia hari ini, sangat disayang kan bahwa porsi
signifikan tersebut tak mendapatkan bahkan akses Internet yang mendasar. Oleh karena itulah
Google juga bekerja keras pada proyek baru seperti Project Loon. Proyek baru ini bertitik berat
pada jaringan balon yang dapat terbang di ambang luar angkasa dan menyediakan konektivitas di
pedesaan dan daerah terpencil. Loon telah membantu pelajar di pedalaman Brazil sampai petani
di pedesaan Selandia Baru. Inovasi ini diharapkan dapat menciptakan kesempatan bagi banyak
orang di dunia.

Profil Perusahaan: Microsoft Corporation


Didirikan pada tahun 1975 oleh Bill Gates dan Paul Allen, Microsoft Corporation
beroperasi di seluruh dunia dan memiliki kantor di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini
mengembangkan, memberikan lisensi, dan mendukung berbagai produk perangkat lunak,
layanan, dan perangkat lainnya yang memberikan sebuah peluang baru dan memberikan value
added untuk kehidupan masyarakat. Microsoft menawarkan berbagai layanan, termasuk layanan
berbasis cloud, untuk konsumen rumah tangga maupun bisnis. Perusahaan ini merancang,
memproduksi, dan menjual perangkat yang terintegrasi dengan layanan berbasis cloud dan juga
kami memberikan iklan online yang relevan dengan target pasar global.
Produk yang ditawarkan Microsoft meliputi sistem operasi (untuk perangkat, server,
ponsel, dan perangkat cerdas lainnya), aplikasi server (untuk lingkungan komputasi terdistribusi),
aplikasi produktivitas lintas-perangkat, aplikasi solusi bisnis, alat desktop dan server manajemen,
alat pengembangan perangkat lunak, Video game; dan iklan online. Perusahaan ini juga
merancang dan menjual perangkat keras termasuk PC, tablet, konsol game, ponsel, perangkat
cerdas lainnya dan aksesoris terkait lainnya. Mereka juga menawarkan produk berbasis cloud
yang menyediakan perangkat lunak, layanan, platform, dan konten kepada konsumen. Perusahaan
ini juga menyediakan jasa konsultasi dan produk berupa layanan dukungan, pelatihan dan juga
berperan sebagai pemberi sertifikasi bagi integrator sistem komputer dan technology developer.

Strategi Bisnis: Microsoft Corporation


Microsoft membagi divisi bisnismya dalam enam segmen dan dalam dua kategori besar.
Kategori pertama adalah Perangkat dan Konsumen (Devices and Consumers/ "D & C") yang
mempunyai segmen Lisensi, Perangkat Komputer dan Gaming, Perangkat Mobile, dan lainnya
(Other). Sedangkan kategori lainnya adalah kategori Komersial yang meliputi Perizinan
Komersial dan Komersial lainnya. Adanya segmentasi bisnis dalam perusahaan ini
memungkinkan penyelarasan strategi dan tujuan di seluruh pengembangan, penjualan,
pemasaran, dan layanan organisasi untuk perusahaan. Setiap segmen juga menyediakan kerangka
kerja untuk alokasi tepat waktu dan rasional pengembangan, penjualan, pemasaran, dan alokasi
sumber daya dalam bisnis.
Pada tanggal 25 April 2014, Microsoft mengakuisisi semua perangkat dan layanan bisnis
Nokia Corporation secara substansial. Sejak saat itu, laporan keuangan dari bisnis yang diperoleh
dari penjualan smartphone terdapat pada segmen perangkat Mobile. Sebelum akuisisi tersebut
dilakukan, hasil keuangan yang terkait dengan inisiatif strategis bersama Microsoft dengan Nokia
tercermin dalam laporan pada segmen Lisensi Perangkat Microsoft. Semua hubungan kontrak
terkait dengan Nokia berakhir bersamaan dengan akuisisi yang dilakukan. Selama tahun fiskal
2015, 2014, dan 2013, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan
adalah sebesar USD 12 miliar, USD 11,4 miliar, dan USD 10,4 miliar pada masing-masing tahun.
Jumlah ini menggambarkan kurang lebih 13% dari pendapatan di masing-masing tahun.
Perusahaan ini berencana untuk terus melakukan investasi yang signifikan dalam berbagai upaya
penelitian dan pengembangan.

C. Paparan Masalah
1. Apa perbandingan model bisnis dan area bidang kekuatan dari Apple, Google, dan
Microsoft?
2. Mengapa mobile computing sangat penting untuk tiga perusahaan ini? Evaluasi mobile
platform yang dimiliki dari setiap perusahaan.
3. Apa signifikansi dari aplikasi mobile, app store dan standar aplikasi terbuka dan tertutup
terhadap keberhasilan atau kegagalan dari mobile computing?
4. Model bisnis dari perusahaan manakah yang Anda pikir akan menang dalam perjuangan
epik ini? Jelaskan jawaban Anda.
5. Perbedaan apa yang terjadi terhadap bisnis atau konsumen individu jika Apple, Google,
atau Microsoft mendominasi internet experience? Jelaskan jawaban Anda.

D. Solusi dan Implementasi

1. Perbedaan Model Bisnis dari Apple, Google, dan Microsoft dan Area Kekuatan dari
Masing-Masing Perusahaan
Dalam menganalisis model bisnis dari ketiga perusahaan ini, kami menggunakan analisis SWOT
yang berfungsi untuk melihat situasi internal dan eksternal dari perusahaan. Hasil dari analisa ini
kami jadikan arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk
menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga
menghindari ancaman dari model bisnis masing-masing perusahaan. Berikut ini merupakan
analisis SWOT dari ketiga perusaaan.

Analisis SWOT: Apple Inc.

STRENGTHS WEAKNESSES

Integrated ecosystem of products and Limited product portfolio


services

Apple Inc. Memiliki lini produk dari Apple Inc. Mampu mempertahankan
perangkat dan jasa yang tak tertandingi yang margin yang tinggi dengan hanya
membentuk suatu ekosistem terintegrasi mengandalkan lini produknya yang sempit.
antar produk yang membuat kompetitor lain Namun, disisi lain hal ini terlah
berjuang untuk menandinginya. membiarkan terbukanya risiko perubahan
preferensi konsumen.
Loyal customer base Limited price range presence

Ekosistem yang dibuat oleh Apple membuat Produk Apple Inc cenderung memiliki
konsumen sulit untuk beralih ke platform harga yang lebih tinggi dari kompetitor dan
lainnya. Hal ini ditambah dengan beberapa perusahaan tidak memiliki rentang harga
keunggulan yang ditawarkan oleh Apple yang bervariasi dari lini produk yang
yang tidak ditawarkan oleh kompetitor dimiliki. Hal ini yang membuat konsumen
lainnya. Apple menjadi terbatas.

OPPORTUNITIES THREATS

Wearable electronics Rival smartphone vendors

Apple menawarkan produk-produk inovatif Banyaknya kompetitor smartphone yang


yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat menjual produknya dengan harga yang
modern sekarang, seperti Apple Watch yang lebih rendah dari Apple, berpotensi
baru diluncurkan pada tahun 2015 kemarin. hilangnya pangsa pasar Apple.

Platform expansion Declining iPad sales

Konten dan layanan menyumbang 12% dari Penjualan iPads menurun selama dua
pendapatan Apple. Memperluas konten dan kuartal berturut-turut pada tahun fiskal
layanan iOS dapat meningkatkan margin 2014 dan tanpa perbaikan yang signifikan
perusahaan. dari modelnya.

Analisis SWOT: Google Inc.


STRENGTHS WEAKNESSES

Dominasi di bidang pencarian web, video Kenaikan biaya yang besar dibanding
content sharing, online advertising, mobile kompetitor
OS, browser usage, dan pasar lain.

Melimpah dan terstrukturnya informasi Ketergantungan pada bisnis periklanan


konsumen yang didapat dari produk Google dibanding sektor lain.
Search, Google Analytics, Youtube, dll

Basis costumer yang loyal dan betumbuh Tidak ada sumber pemasukan lain selain
periklanan

OPPORTUNITIES THREATS

Kemunculan alat-alat baru untuk mengakses Kenaikan jumlah kompetitor di bidang


internet, seperti TV, Tablet, dll search engine, yaitu dari China, dan juga
kompetitor lama

Platform baru di dunia periklanan yang Perlindungan privacy yang masih sangat
membuka kesempatan baru bagi Google diragukan oleh konsumen

Kenaikan di dalam penetrasi internet di Business model yang mudah untuk di


seluruh dunia dalam hal pengguna imitasi

Analisis SWOT: Microsoft Corporation


STRENGTHS WEAKNESSES

Produk terdiversifikasi Produk Windows 8 yang terbilang gagal

Pemimpin di pasar Operating System Market share OS Smartphone hanya 2,7%

Punya brand yang sangat kuat dan memiliki Terlalu bergantung pada Perusahaan lain
basis kostumer loyal untuk menaruh OS Microsoft

Produk dan jasa support tersedia secara Pasar PC yang sudah mature
global

OPPORTUNITIES THREATS

Pengakuisisian Nokia Faktor perekonomian seperti krisis

Pasar mobile gadget yang terus berekspansi Kompetitor seperti Apple dan Google yang
terus melakukan inovasi

Tingginya permintaan atas cloud storage Tuntutan hukum dari perusahaan lain

Konsumen mulai aware dengan OS windows Pasar mobile gadget yang lama kelamaan
10 yang terunifikasi akan menggantikan PC

Area Kekuatan dari Apple, Google, dan Microsoft


Perusahaan Keunggulan
Apple Pemimpin dalam aplikasi perangkat lunak dan perangkat
keras mobile, berkat popularitas App Store untuk iPhone-
nya.
Google Memiliki keunggulan besar dalam pencarian dan periklanan,
dan juga Google memiliki sistem open source pada sistem
operasi Android-nya. Sehingga dapat memudahkan
developer untuk mengembangkan konten digital, aplikasi,
dan layanan.
Microsoft Pemimpin dalam sistem operasi PC.

2. Pentingnya Mobile Computing bagi Perusahaan dan Evaluasi Mobile Platform yang
Dimiliki dari Setiap Perusahaan
Pengertian mobile computing adalah kemampuan teknologi yang memungkinkan
seseorang untuk mengakses informasi digital di internet dimanapun berada. Dari definisi tersebut
dapat dipahami alasan mengapa mobile computing sangat dibutuhkan. Dilihat dari sisi
masyarakat, pada dasarnya kita hidup di dunia yang dinamis yang senantiasa bergerak dan
berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga setiap orang membutuhkan suatu
device yang mampu mengikuti pergerakan kita. Sementara bagi perusahaan-perusahaan seperti,
Apple, Google dan Microsoft yang bergerak di bidang teknologi dan informasi, pengembangan
mobile computing penting bagi keberlangsungan perusahaan di masa depan. Karena perlu diingat
bahwa perusahaan yang bergerak di bidang teknologi harus selalu relevan terhadap
perkembangan zaman agar. Hal ini dilakukan salah satunya adalah dengan mengembangkan
teknologi mobile computing mereka masing-masing secara berkelanjutan agar perusahaan dapat
bersaing di pasar.

Mobile Platform: Apple Inc.


Platform mobile yang dimiliki oleh Apple adalah "iOS". Platform ini adalah platform
tertutup yang berlaku untuk produk apple dan hanya aplikasi apple yang bisa bekerja pada
patform ini. Dengan mobile platform iOS, Apple mencapai kesuksesannya dengan memiliki App
Store yang memiliki lebih dari 500.000 aplikasi di katalog nya. Namun, keberhasilan
sesungguhnya mengapa Apple memiliki pelanggan yang setia adalah karena produk Apple dibuat
dengan fokus pada pengalaman dari penggunanya (user experience).
Berikut ini merupakan kelebihan mobile platform yang dimiliki Apple, dinilai dari hardware dan
softwarenya:
a. Hardware
Produk Apple Inc. memiliki desain dengan tampilan minimalis, ukuran yang ramping,
ergonomis, user-friendly dan cenderung menampilkan kualitas yang premium atas
sebagian produk yang bersaing.
b. Software
Sistem operasi iOS fokus pada user-friendliness dan berpusat pada konsumsi media dan
aplikasi pihak ketiga, yang mana menjadi salah satu faktor mengapa platform iOS telah
mengalami perkembangan yang pesat dari awal diluncurkan pada tahun 2007. Konten
utama yang ditawarkan dari Apple adalah aplikasi yang ditawarkannya. Diantaranya
adalah film dan musik dapat dengan mudah dibeli melalui iTunes. Perusahaan juga telah
mengembangkan fitur Apple Pay yang memudahkan pelanggan untuk melakukan
transaksi pembelian. Salah satu kunci keunggulan kompetitif untuk iOS adalah banyaknya
pilihan perangkat lunak. Perusahaan ini memiliki pengembang yang paling banyak
dibandingkan dengan Android dan Windows yang berkontribusi secara signifikan dalam
komunitas pengembangan aplikasi di App Store. Pada tahun 2013, ada 6 juta pengembang
di komunitas pengembang Apple, yang meningkat signifikan dari 1,5 juta dibandingkan
dengan tahun 2012.

Mobile Platform: Google Inc.


Android adalah mobile platform andalan Google yang termasuk baru dalam pasar,
terutama dalam hal IOS. Android memberi tenaga pada ratusan juta mobile devices di lebih dari
190 negara di seluruh dunia. Ini adalah basis terbesar di antara mobile platform dan tumbuh
dengan sangat pesat. Diperkirakan setiap hari satu juta orang memakai alat Android untuk
pertama kali dan mulai mencari apps, games, dan konten digital lainnya. Dominasi Android
ditunjukkan oleh data International Data Corporation bahwa Android menguasai 82.2% pasar
pada quarter 2 2015. Hal ini didukung munculnya China sebagai pasar yang pesat di bidang
aplikasi dan hardware pendukung.
Tabel menunjukkan dominasi pasar Android
sumber: idc.com
Alasan dominasi Android dapat di breakdown melalui analisis SWOT

STRENGTHS WEAKNESSES

Pricing yang kompetitif Multimedia Support

Platform Android sangat cost effective untuk Tak seperti Apple iPhone yang memiliki
dikembangkan karena Android mudah dan apps populer seperti iTunes dan
terbuka untuk dipakai oleh produsen marketplace, Android tidak memiliki
hardware, dibanding kompetitornya. Cara sumber serupa untuk multimedia data atau
untuk membuat alat yang kompatible dengan player.
Android bahkan dapat diakses di Internet

Integrasi dengan aplikasi dan jasa Google Kebergantungan pada pabrikan device
untuk upgrade

Android dengan baik diintegrasikan dengan Tak seperti Apple yang dapat menentukan
jasa dan produk vital Google lain seperti kapan dan bagaimana pelanggan Apple
Gmail, Calendar, Reader, GPS, Maps, dll. akan memiliki upgrade hardware atau
Hal ini membuat mereka saling mendukung software, Android harus menunggu test
dalam menguasai pasar. dan adaptasi pabrikan handset untuk
meluncurkan upgrade mereka.

OPPORTUNITIES THREATS

Developer Friendly Dominasi Apple

Tak seperti pesaingnya, alat development Ancaman besar masih datang dari Apple
Android yang dapat dipakai masyarakat dengan popularitasnya yang tinggi dengan
lebih mudah digunakan dibanding milik interface yang semakin lembut dan
Apple. Hal ini memungkinkan developer sophisticated.
aplikasi untuk menciptakan dengan bahasa
pemograman yang sudah mereka ketahui.
Google dapat berkembang dengan
pendapatan iklan dan penjualan apps yang
dibagi dengan developer.
Negara berkembang Mengetatnya Kompetisi

Android sangat mungkin untuk masuk dan Tentu saja, perusahaan seperti RIM
mengembangkan alat yang lebih murah Blackberry dan Microsoft tak akan
memakai platform Android di negara membiarkan marketshare mereka pergi
berkembang seperti Asia dan Afrika. begitu saja. Keduanya terlihat bangkit dan
mengancam dominasi Android dengan
Blackberry dan Motorola.

Perkembangan pasar smart phone Fragmentasi Platform

Pasar smartphone masih sangat muda dan Google berusaha keras agar tak ada
ada cakupan besar untuk tumbuh dalam diferensiasi di antara Android sendiri
beberapa tahun dan dekade ke depan. seperti yang telah mengganggu
pertumbuhan Linux.

Mobile Platform: Microsoft Corporation


Dibandingkan dengan kompetitornya, Apple dan Google, Microsoft mempunyai market
share paling rendah jika dilihat dari sisi pangsa pasar perangkat mobile serta operating system.
Bedasarkan data dari Gartner, penjualan smartphone yang memiliki OS Windows di dalamnya
hanya sebesar 9.033 juta unit, atau sebesar 3% dari pangsa pasar smartphone pada tahun 2014.
Hal tersebut diperparah dengan adanya penurunan pada tahun 2015, yaitu penjualannya yang
hanya sebesar 5.874 juta unit atau turun menjadi 1,7% dari pangsa pasar. Walaupun Microsoft
merupakan pemain terbesar ketiga dalam hal mobile platform, tapi market share dari Google
Android (84,7%) dan Apple iOS (13.1%) masih jauh melebihi Windows. Hal ini sangat
disayangkan bagi Microsoft karena mereka telah kehilangan momentum untuk merebut pasar
mobile device, sehingga dua pesaing utamanya lah yang mendapat rente dari adanya konsumen
potensial ini.
Maka dari itu, menurut CFO Microsoft Amy Hood, Microsoft perlu mengubah strategi
untuk menguasai pangsa pasar Smartphone. Strategi pertama untuk menembus pangsa pasar
smartphone adalah dengan cara berfokus untuk memberikan nilai tambah yang besar, khususnya
bagi para perusahaan pengguna Microsoft Windows. Seperti yang diketahui, para pembeli produk
smartphone Windows didominasi oleh perusahaan, bukan pelanggan biasa. Dengan memberikan
nilai tambah yang semakin besar, maka diharapkan lebih banyak perusahaan dapat membuat para
karyawannya untuk memakai Windows Phone.
Yang kedua adalah melakukan penetrasi pasar ke segmen aplikasi buatan Windows atau
yang didukung oleh Windows. Para pengguna smartphone tidak bisa jauh dari aplikasi penting
seperti Microsoft Office ataupun Skype. Maka dari itu, Microsoft cenderung berfokus untuk
mengembangkan aplikasi-aplikasi buatannya untuk dapat dipakai di iOS ataupun Android.
Menurut Amy Hood, yang penting bagi Microsoft adalah para pengguna Smartphone dapat
mengalami pengalaman menarik yang terdapat di Microsoft, tanpa harus mengutamakan
penjualan OS Windows. Dan strategi terakhir merupakan strategi jangka panjang, yaitu
pengakuisisian Nokia. Microsoft berharap bahwa dalam jangka panjang, Microsoft juga akan
memiliki smartphone yang bisa mengungguli iPhone dengan teknologi dan produk yang
dikembangkan oleh Nokia. Untuk menghalangi Nokia untuk mencari kerjasama dengan OS lain,
maka langkah Microsoft adalah dengan cara mengakuisisi perusahaan tersebut.

3. Signifikansi dari Aplikasi Mobile, App Store dan Standar Aplikasi Terbuka dan Tertutup
Terhadap Keberhasilan atau Kegagalan dari Mobile Computing
Pengembangan aplikasi dan media sangatlah penting dalam persaingan perusahaan-
perusahaan dalam mobile computing ataupun persaingan mereka secara keseluruhan. Alasan
utama tentu saja adalah karena aplikasi adalah bisnis yang sangat besar. Penjualan App adalah
bisnis bernilai 25 miliar dollar. Ini tidak termasuk kenaikan pendapatan industri lain yang
mendapatkan dampak dari ekonomi aplikasi. Vision Mobile memperkirakan bahwa ekonomi
aplikasi dunia akan naik drastis hingga 143 miliar dolar pada 2016. Dengan pertumbuhan sebesar
itu, industri aplikasi adalah area yang sangat menarik saat ini.

Grafik kenaikan jumlah penciptaan aplikasi (kissmetrics.com)


AppStore secara khusus sangatlah penting. Karena sangatlah sulit bagi pengembang
aplikasi untuk mengumpulkan aplikasi mereka agar pengguna secara maksimum menemukan dan
mendownload aplikasi. Maka dari itu, berdasarkan laporan, telah ditemukan bahwa lebih dari
60% pencarian aplikasi dilakukan via app stores. Hal ini memperlihatkan bahwa AppStore adalah
marketplace yang baik untuk membuat aplikasi dicari dan di install.
Dalam kasus tiga raksasa internet ini, dapat diihat bahwa perkembangan aplikasi dan
pertumbuhan penggunaan aplikasi sangat berpengaruh pada kemajuan perusahaan itu sendiri.
Karena tentu sebagian besar dari pengguna jasa 3 perusahaan itu sangat tergantung pada aplikasi
yang ada untuk terus bertahan menggunakannya. Pengembangan aplikasi mempunyai 5 kunci
utama untuk sukses, yaitu single marketplace, centralised billing, global distribution,
provisioning dan on-device discovery.

4. Model Bisnis dari Perusahaan yang Akan Menjadi Pemenang


Apple, Google dan Microsoft kurang lebih memiliki agenda untuk menguasai industri
consumer electronics.Kompetisi di antara mereka tentu menguntungkan para konsumen karena
satu per satu masalah mereka di selesaikan. Tetapi, kecenderungan yang terjadi adalah ketiga
perusahaan ini menyelesaikan masalah yang sama. Sebagai contoh adalah ketika Apple Car Play
dan Android Auto masuk ke bisnis transportasi yang telah dilakukan Microsoft sejak lama. Juga
munculnya Cortana sebagai personal assistant yang meniru Google Now dan Siri. Mereka bertiga
juga sama-sama berusaha menghubungkan TV, melalui AirPlay, Chromecast, dan Wireless
Display Adapter milik Microsoft. Mereka juga bersaing di dalam aplikasi dan gaming seperti
Xbox One, Android consoles, dan Apple TV. Tetapi dari semua inovasi dan pemecahan masalah
tersebut, kami memandang bahwa yang paling penting dan vital bagi konsumen saat ini adalah
mobile computing. Mobile computing mengubah kecenderungan bahwa dulu konsumen bertukar
informasi dan berbisnis melalui PC yang biasa terletak di rumah dan warnet. Tetapi sekarang
sudah semakin mobile, karena kita bisa melakukannya dimanapun. Dari fakta ini, kami
memprediksi bahwa Google ada sedikit terdepan dibanding para pesaingnya. Hal ini dikarenakan:
1. Android sangat mendominasi pasar IOS di dunia dan porsi besar smartphone di dunia
dikuasai dan diperkuat oleh Android. Dan Android dirasa sangat banyak membantu
ekonomi di sektor lain selain teknologi seperti transportasi, penyewaan kamar, dan
pertemanan. Hal ini membuat dominasi Android akan tahan lama.
2. Tak adanya brand exclusivity pada Android. Yaitu bahwa Android dapat dipakai di
perangkat bermerk apapun. Tak seperti Apple yang hanya bisa dipakai di perangkat
sendiri, dan Microsoft yang hanya bisa dipakai di Windows dan Nokia.
3. Inovasi yang dilakukan Google dapat dikatakan paling cepat dan dinamis dibanding
yang lain. Update aplikasi-aplikasi mereka juga tampak cepat menyesuaikan dengan
preferensi konsumen.

5. Perbedaan Jika Apple, Google, atau Microsoft Mendominasi Internet Experience


Jika perusahaan Apple, Google, ataupun Microsoft berhasil mendominasi pasar Internet,
maka hal tersebut akan membawa dampak besar bagi dunia bisnis dan konsumen individu. Sesuai
dengan teori struktur pasar dalam mikroekonomi, saat ini ketiga perusahaan tersebut masuk ke
dalam struktur pasar monopolistis (pasar yang kompetitif), dimana setiap perusahaan berusaha
untuk menarik konsumen dengan cara melakukan diferensiasi produk, sehingga konsumen rela
membayar lebih tinggi terhadap produk dari produk perusahaan itu akibat adanya brand loyalty.
Namun, jika perusahaan menetapkan harga yang terlalu tinggi, konsumen masih dapat dengan
mudahnya berpindah ke produk perusahaan lain.
Namun, jika salah satu dari ketiga perusahaan tersebut mendominasi pasar Internet, maka
struktur pasar tersebut akan berubah dari pasar monopolistis menjadi pasar monopoli. Hal
tersebut membuat produk dari perusahaan tersebut tidak memiliki barang substitusi yang dekat,
sehingga perusahaan tersebut bisa menetapkan harga yang tinggi, dengan market power yang
perusahaan tersebut miliki. Contohnya adalah jika Apple mendominasi pasar Smartphone, maka
perusahaan lain akan kehilangan insentif untuk membuat produk smartphone lainnya. Karena hal
itu, para perusahaan maupun konsumen hanya dihadapkan pilihan iPhone untuk segmen
smartphone, sehingga mau tidak mau konsumen akan membeli iPhone walaupun harga yang
ditawarkan sangat tinggi. Hal tersebut tidak baik untuk perekonomian secara agregat karena
surplus yang dimiliki konsumen akan berkurang lebih besar dibandingkan penambahan surplus
yang diterima Apple, sehingga terjadi inefisiensi pada perekonomian. Biaya yang dikeluarkan
oleh perusahaan pun akan meningkat, sehingga roda perekonomian pun akan berjalan lebih
lambat dibandingkan jika Apple mempunyai kompetisi dari perusahaan lain.

E. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan Saran untuk Apple Inc.


Dapat dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh Apple hingga saat ini adalah perusahaan
ini cenderung melakukan inovasi yang membedakannya dari perusahaan lain. Produk Apple yang
fokus pada user experience dan di desain secara premium membuat Apple memiliki loyal base
customer. Dengan kondisi tersebut maka perusahaan dapat menggunakan strategi nya untuk tetap
mempertahankan sustained competitive advantage, karena Apple memiliki bargaining power
yang lebih daripada lingkungannya. Perlu diingat untuk melakukan hal ini maka produk dari
Apple harus bernilai, langka, dan susah ditiru. Semakin sedikit perusahaan yang bisa melakukan
apa yang mampu dilakukan oleh Apple maka semakin berharga produk Apple dan semakin kuat
sustained competitive advantage dari Apple.
Namun, disisi lain perlu diingat bahwa tidak menutup kemungkinan pada jangka panjang,
Apple akan kehilangan pangsa pasarnya karena banyak kompetitor lainnya yang terus melakukan
inovasi dan memiliki berbagai macam lini produk di berbagai rentang harga. Oleh karena itu,
saran penulis untuk perusahaan ini adalah, sebaiknya Apple melakukan diversifikasi portofolio
produknya untuk menyasar pangsa pasar yang lebih luas. Hal ini dimaksudkan agar Apple dapat
menjadi market leader dengan meningkatkan market share perusahaan.

Kesimpulan dan Saran untuk Google Inc


Dapat disimpulkan bahwa Google masih merupakan pemimpin di bidang IOS, yaitu
Android andalan mereka. Android menguasai 83% dari smartphone dunia. Hal ini didukung
dengan fakta bahwa Google adalah perusahaan yang paling fleksibel dalam membiarkan
manufaktur handset menggunakan Android. Tak seperti para pesaingnya yang masih
mengandalkan eksklusivitas. Google juga unggul dalam hal search engine dibanding para
pesaingnya, karena terbukti Google tetap ada di pikiran mayoritas orang ketika ingin mencari
sesuatu. Meski dihadapkan dengan persaingan dari China dan search engine lainnya.
Saran penulis untuk perusahaan ini adalah Google lebih mengembangkan lagi sektor yang
digemari konsumen seperti musik, untuk menyaingi iTunes. Dan juga Google harus mempererat
kerjasama dengan banyak pabrikan handset agar tak tertinggal dalam mengupgrade IOS nya.

Kesimpulan dan Saran untuk Microsoft Corporation


Dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang didirikan Paul Allen dan Bill Gates ini saat ini
masih merupakan market leader untuk segmen sistem operasi perangkat komputer. Sebagai
tambahan, dengan diversifikasi produk yang dilakukan oleh Microsoft, perusahaan ini mampu
menjadi kompetitor serius untuk menjadi perusahaan dominan pada segmen perusahaan teknologi
informasi, baik perangkat keras maupun lunak. Namun sayangnya, Microsoft gagal mendapatkan
first mover advantage dalam bidang perangkat mobile dan smartphone, sehingga pangsa pasar
yang didapatkan Microsoft sangatlah kecil dibandingkan kompetitor lain yang penulis bahas di
paper ini, yaitu Google dan Apple.
Saran penulis untuk perusahaan ini adalah, sebaiknya Microsoft terus melakukan inovasi
dalam bidang sistem operasi untuk mempertahankan posisi market leader di bidang tersebut dan
terus berusaha menjalin kerjasama dengan produsen perangkat keras lainnya untuk ekspansi
pangsa pasar. Dalam hal perangkat mobile, Microsoft sebaiknya lebih berfokus untuk
menciptakan aplikasi multiplatform karena dalam jangka pendek, merebut pangsa pasar Android
dan iOS bukanlah hal mudah, dan approach yang seharusnya dilakukan Microsoft untuk
melakukan penetrasi pasar sebaiknya dilakukan secara perlahan, sembari mengembangkan
smartphone yang dapat menyaingi Android Phone maupun iPhone.
F. Lampiran
Referensi

David, Fred R., and 戴维. "Strategic management: Concepts and cases." (2001): 114-153.
Laudon, Kenneth C., and Jane P. Laudon. "Management information systems: managing the
digital firm." New Jersey 8 (2004).
Euromonitor International Passport.Android and Windows: Creating Differentiators.
October 2012
Euromonitor International Passport.Understanding the Techsumer: How Technology is
Changing Global Consumption. October 2013
Apple Inc., Annual Report 2015
Google Inc., Annual Report 2015
Microsoft Corporation Annual Report 2015
Chua, Karrissa. Microsoft – An Ecosystem Company. Euromonitor International. July
2015
Data sets:
Thomson Reuters Eikon
Internet Subscribers: Euromonitor International from International Telecommunications
Union/OECD/national statistics
Internet Users: Euromonitor International from International Telecommunications
Union/OECD/national statistics
Online Adspend: Euromonitor International from World Association of Newspapers
Percentage of Households with Access to Broadband Internet: Euromonitor International from
national statistics
Percentage of Households with Access to Internet: Euromonitor International from national
statistics/International Telecommunications Union (ITU)
Percentage of Population Using The Internet: Euromonitor International from International
Telecommunications Union/OECD/national statistics
Gartner

Website:
http://www.apple.com
http://www.google.com
http://www.microsoft.com
https://redmondmag.com/articles/2015/11/18/sinking-mobile-strategy.aspx