Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Biologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai
prilaku makhluk hidup dan cara hidup mereka. Ada berbagai jenis makhluk
hidup di dunia ini di seluruh belahan dunia ada yang besar ada juga yang kecil.
Setiap jenis dari semua mahluk hidup yang memiliki karakter tersendiri yang
mereka turunkan pada generasinya
Salah satu ciri dari mahluk hidup adalah berkembang biak atau
memproduksi jenisnya atau tidak jauh dari induknya misalkan ayam bangkok
pasti akan menghasilkan keturunan yang memiliki sifat atau pun bentuk fisik
yang tidak jauh dari induknya, seperti pepatah yang mengatakan buah jatuh tak
jauh dari pohonya. Bila memilki orang tua yang berambut ombak anaknya pun
memilki rambut yang sama, dalam masyarakat kita gejala itu disebut keturunan
atau faktor turunan dari orang tuanya.
Keadaan-keadaan seperti ini sangat lazim ditemui dalam keseharian kita
dan lingkungan kita, dan tidak menutup kemungkinan kita termasuk orang-orang
yang memiliki perbedaan tersebut, misalnya lesung pipi. Mengapa kita
mempunyainya? Darimana kita mendapatkannya? Kenapa orang lain tidak
mempunyainya? Bagaimana kita bisa mengetahuinya?.
Sesuai dengan uraian tersebut diatas,penulis mencoba untuk menujukan
bukti nyata dari peristiwa keturunan yang sudah sangat normal dikalangan kita .
praktikum mengenai sifat-sifat menurun yang terdapat pada manusia,
membuktikan angka-angka perbandingan fenotif dan genotif dari hukum Mendel
dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia dengan judul praktikum “
Kebakaan”. Akan menjelaskan kepada kita kenapa semua itu terjadi secara
ilmiah.
B. Tujuan Praktikum
Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hokum
Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia.
C. Manfaat Praktikum
a. Dapat mengetahui genotif dan fenotif pada beberapa sifat baka yang ada pada
diri sendiri dan orang lain.
b. Mengetahui perbandingan genotif dan fenotif beberapa sifat baka manusia.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA

Peletakan dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada


paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Ia adalah seorang biarawan
dari Brno (Brünn dalam bahasa Jerman), Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang
bagian dari Republik Ceko). Mendel disepakati umum sebagai 'pendiri genetika'
setelah karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atauPercobaan mengenai
Persilangan Tanaman (dipublikasi cetak pada tahun 1866) ditemukan kembali secara
terpisah oleh Hugo de Vries, Carl Correns, dan Erich von Tschermak pada
tahun1900. Dalam karyanya itu, Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan
sifat pada tanaman (ia menggunakan tujuh sifat pada tanaman kapri, Pisum sativum)
mengikuti sejumlah nisbahmatematika yang sederhana. Yang lebih penting, ia dapat
menjelaskan bagaimana nisbah-nisbah ini terjadi, melalui apa yang dikenal sebagai
'Hukum Pewarisan Mendel'(Anonim,2012).
Menurut Victoria dalam bukunya Genetika (2003), Ilmu moderen tentang
genetika berawal dari penemuan Gregor Mendel tentang ciri-ciri faktor keturunan
yang ditentukan oleh unit dasar yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya,
yang disebut unit genetik atau gen, yaitu bahan yang memiliki persyaratan :
a. Diwariskan dari generasi ke generasi dimana keturunanya mempunyai persamaan
fisik dari materi tersebut.
b. Membawa informasi yang berfkaitan denga struktur, fungsi dan sifat-sifat biologi
yang lain.
Menurut Tim Pengajar (2011), Dalam pewarisan sifat atau persilangan,
terdapat prinsip yang harus kita ingat yaitu:
1. Gen yang berperan dalam pengaturan dan penentuan sifat diberi symbol huruf.
2. Gen yang bersifat dominan dinyatakan dengan huruf kapital.
Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen yang
menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan huruf “t”. Jadi, dapat diartikan
bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya batang pendek
resesif terhadap batang tinggi. Pada manusia dan hewan vertebrata, penyatuan sperma
dan ovum yang masing-masinh bersifat haploid (n) akan membentuk zigot. Zigot
tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bersifat diploid (2n), sehingga
individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan dua huruf. Susunan gen yang
menentukan sifat suatu individu disebut genotif (tidak dapat dilihat dengan mata).
Genotif memiliki sepasang gen. Sifat suatu individu yang genotifnya terdiri dari gen-
gen yang sama dari tiap jenis gen disebut homozigot. Sifat suatu individu yang
genotifnya terdiri dari gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen disebut heterozigot.
Karakter atau sifat lahiriah yang dapat diamati (bentuk, warna, golongan darah, dan
sebagainya) disebut fenotif. Fenotiif ditentukan oleh gen dan lingkungan
(Tim Pengajar 2011).
Gen kita memprogram sifat-sifat khusus yang muncul saat kita berkembang
dari telur yang telah dibuahi hingga dewasa. Gen adalah segmen-segmen DNA. DNA
adalah polimer yang terdiri dari empat jenis monomer yang berbeda yang dinamakan
nukleotida. Informasi yang diwariskan diberikan dalam bentuk urutan nukleotida
spesifik yang dimiliki oleh masing-masing gen. kurang lebih bagaikan informasi
tertulis yang dikomunikasikan dalam bentuk urutan huruf-huruf yang membentuk
arti. Bahasa bersifat simbolik. Otak menerjemahkan kata-kata dan kalimat menjadi
gambaran dan gagasan mental: umpamanya, objek yang anda bayangkan ketika
membaca “apel” tidak mirip sama sekali dengan tulisan apel. Analog dengan hal ini,
sel-sel menerjemahkan “kalimat-kalimat” genetic kedalam bintik hitam dan cirri-ciri
lain yang tidak memiliki kesamaan dengan gen. sebagian besar gen memprogram sel-
sel untuk mensintesis enzim yang spesifik dan protein lain, ini merupakan aksi
komulatif dari protein tersebut yang menghasilkan sifat-sifat turunan suatu
organisme. Penurunan sifat-sifat herediter memiliki basis molekuler yaitu replikasi
persis dari DNA, dan menghsilkan salinan-salinan gen yang dapat diteruskan dari
orangtua ke keturunannya. DNA dari suatu sel eukariotik dibagi lagi menjadi
kromosom didalam nukleus tersebut. setiap spesies yang hidup mempunyai jumlah
kromosom yang khas. Setiap kromosom terdiri dari molekul DNA tunggal yang
panjang, yang tergulung secara rumit sehinggaterikat dengan berbagai jenis protein.
Sebuah kromosom memiliki ratusan atau ribuan gen, masing-masing merupakan
bagian spesifik dari molekul DNA tersebut. Lokasi spesifik suatu gen disepanjang
suatu kromosom disebut lokus sel tersebut. kelengkapan genetik kita terdiri dari gen
apa saja yang terdapat dalam kromoson yang diwariskan oleh orangtua kita
(Campbell, 2002).
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Hari/ tanggal : Rabu, 10 November 2012


Waktu : Pukul 09.15 s.d 11. 05 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Barat FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan

1. Alat
a. Daftar fenotip, 1 buah
C. Prosedur Kerja

1. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada daftar fenotif di atas
pada diri sendiri. Bila kesulitan, meminta bantuan pada teman dalam
kelompok. Bila mempunyai fenotif yang dominan maka diberi tanda (-) untuk
gen kedua.
2. Mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tabel.
3. Mencatat dan mendata data dari teman-teman kelompok dan menghitung
persentasenya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Data Pribadi

Ciri/sifat baka Genotif anda


A. Ada lesung dagu (D), tak ada (d). d
B. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e). e
C. Ibu jari tangan kiri di atas (F), di bawah (f). f
D. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam b
(B), tidak menyerong (b).
E. Rambut dahi menjorok (W), tidak menjorok (w). w
F. Rambut pada jari (M), tak ada rambut (m). M
G. Lesung pipi (P), tak ada (p). p
H. Lidah dapat digulung memnjang (L), tidak dapat L
digulung memanjang (l).
I. Gigi seri atas bercelah (G), gigi seri atas tidak g
bercelah (g).
2. Data kelompok
Nama kelomok A B C D E F G H I
D d E e F f B b W w M m P p L l G g

Ririn - √ - √ - √ √ - - √ √ - - √ √ - - √
dwiArianti
Nurul Muhlisa - √ - √ - √ √ - - √ √ - - √ √ - - √

Karina - √ - √ - √ √ - - √ √ - - √ - √ - √
AhliRosi
Diah Astini P - √ - √ - √ √ - - √ √ - - √ √ - - √

Hilman - √ - √ √ - √ - - √ √ - - √ √ - - √
Assiddiq
Jumlah 0 5 0 5 1 4 5 0 0 5 5 0 0 5 4 1 0 5
3. Data kelas

Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah

D 1
Lesung dagu
d 33

E 17
Anak daun telinga
e 17

F 19
Ibu jari tangan
f 15

B 24
Ruas jari kelingking
b 10

W 14
Rambut dahi
w 20

M 24
Rambut pada jari
m 10

P 8
Lesung pipi
p 26

L 19
Lidah dapat menggulung
l 15

G 3
Gigi seri atas bercela
g 31
B. Analisis Data
1. Analisis data kelompok
a. Ada lesung dagu (D), tidak ada (d)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 4 × 100 %

=0%
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100 %
b. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 5 × 100 %

= 0%
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100 %
c. Ibu jari tangan kiri di atas (F), di bawah (f)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
1
= 5 × 100 %

= 20 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
4
= 5 × 100 %

= 80 %
d. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B), tidak menyerang
(b)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= × 100 %
5

=0%
e. Rambut dahi menjorok (W), tidak menjorok (w)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 5 × 100 %

=0%
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100%
f. Rambut pada jari (M), tidak ada rambut (m)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 5 × 100 %

=0%
g. Lesung pipi (P), tidak ada (p)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 5 × 100 %

=0%
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100 %
h. Lidah dapat digulung memanjang (L), tidak dapat digulung memanjang
(l)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
4
= 5 × 100 %

= 80 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
1
= 5 × 100 %

= 20 %
i. Gigi seri atas bercelah (G), tidak bercelah (g)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
0
= 5 × 100 %

=0%
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
5
= 5 × 100 %

= 100%
1. Frekuensi gen dominan

(0+0+20+100+0+100+0+80+0)% 300
= = = 33,3 %
9 9

2. Frekuensi gen resisif

(100+100+80+0+100+0+100+20+100)% 600
= = = 66,7 %
9 9

3. Total frekuensi gen

= frekuensi gen dominan + frekuensi gen resisif

= 33,33 % + 66,67 % = 100 %

2. Analisis data kelas


a. Ada lesung dagu (D), tidak ada (d)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
1
= 34 × 100 %

= 2,9 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
33
= 34 × 100 %

= 97, 1 %
b. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
17
= 34 × 100 %

= 50,0 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
17
= 34 × 100 %
= 50,0 %
c. Ibu jari tangan kiri di atas (F), di bawah (f)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
19
= 34 × 100 %

= 55, 9 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
11
= × 100 %
34

= 44,1 %

d. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B), tidak menyerong


(b)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
24
= 34 × 100 %

= 70,6 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
10
= 34 × 100 %

= 29,4 %
e. Rambut dahi menjorok (W), tidak menjorok (w)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
14
= 34 × 100 %

= 41,2 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
20
= 34 × 100 %

= 58,8 %
f. Rambut pada jari (M), tidak ada rambut (m)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
24
= 34 × 100 %

= 70,6 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
10
= 34 × 100 %

= 29,4 %

g. Lesung pipi (P), tidak ada (p)


∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
8
= 34 × 100 %

= 23,5 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
26
= 34 × 100 %

= 76,5 %
h. Lidah dapat digulung memanjang (L), tidak dapat digulung memanjang
(l)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
19
= 34 × 100 %

=55,9 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
15
= 34 × 100 %

= 44,1%
i. Gigi seri atas bercelah (G), tidak bercelah (g)
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑑𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛
Gen dominan = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
3
= 34 × 100 %

= 8,8 %
∑ 𝑔𝑒𝑛 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑠𝑖𝑓
Gen resesif = ∑ 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100 %
31
= 34 × 100 %

= 91,2 %
1. Frekuensi gen dominan
(2,9+50+55,9+70,6+41,2+70,6+23,5+55,9+8,8)% 379,4
= = = 42,1 %
9 9

2. Frekuensi gen resisif


(97,7+50+44,1+29,4+58,8+29,4+76,5+44,1+91,2)% 521,2
= = = 57,9 %
9 9

3. Total frekuensi gen

= frekuensi gen dominan + frekuensi gen resisif

= 42,1 % + 57, 9 % = 100 %


C. Pembahasan
a) Data Pribadi
Dari praktikum ini dapat diketahui bahwa hederitas adalah pewarisan sifat
gen dari orangtua kepada keturunan mereka baik secara fisik maupun watak
sudah hal yang biasa terjadi dalam masyarakat kita hal tersebut. Dari data pribadi
9 data fenotip, terdapat 7 resesif dan 2 dominan. Sifat Resesif, tidak ada lesung
dagu (d) , anak telinga tidak menempel (e), ibu jari tangan kiri lebih nyaman bila
dibawah (f), ruas jari terujung tidak menyerong kedalam (b), tidak memiliki
lesung pipi (p), rambut juga tidak menjorok kedepan (w), dan gigi seri atas tidak
bercela (g). Sifat dominan Memiliki bulu atau rambut dijari tangan(M), lidah
dapat menguling kedepan (L).
b) Data kelompok
Berdasarkan praktikum ini kita mengetahui bahwa kelompok VII Biologi
sains yang berjumlah 6 orang tapi 1 orang tidak hadir . dari 5 orang tersebut tidak
ada satu orang pun yang mempunyai lesung dagu, dan 5 orang itu semua memilki
daun telinga menempel juga memiliki kebiaasan dengan ibu jari tangan terdapat
4 orang sedang yang ibu jari tangan kiri hanya 1 orang , semuanya juga memilki
ruas jari menyerong kedalam tapi tidak ada satu pun yang memiliki dahi yang
menjorok, semuanya pun memiliki tangan atau jari yang memiliki bulu halus.
Dari 5 orang 4 orang dapat mengulung lidahnya kedepan atau horizontal tapi 1
tidak dapat mengkin karna gen ketrunannya memang memiliki lidah tidak dapat
digulung kedepan. Dan dari semua tidak satu pun memiliki gigi seri yang
bercela.
c) Data Kelas
Berdasarkan praktikum ini pula, maka kita mendapati bahwa pada kelas
biologi sanis 97, 7 % tidak memiliki lesung dagu, sebaliknya 70,6 %diantara
mereka memiliki bulu jari, 50,00 %memiliki telinga menggantung, 55, 9 % ibu
jari tangan kiri diatas, 70,6 % ujung jari kelingking menyerong kedalam, 41,2 %
rambut dahinya menjorok, 23,5 % memiliki lesung pipi, 55,9 % dapat
menggulung lidahnya, dan yang terakhir ialah 91,2% rapat giginya .
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah kita lakukan dapat kita simpulkam bahwa
kelas Biologi Sains kebanyakan praktikannya memiliki gen resesif yang
jumlahnya 58,06 % dimana jumlahnya lebih banyak daripada gen dominan yang
jumlahnya hanya sebesar 42,15 % . Manusia memiliki perbandingan genotif dan
fenotif yang berbeda yang dapat dilihat skemanya dengan menggunakan hukum
Mendel, selain itu hukum mendel dapat diaplikasikan untuk melihat bagaimana
skema pewarisan sifat pada manusia dengan menggunakan daftar fenotif.
Walaupun hukum Mendel memiliki penyimpangan semu.
B. Saran
1. Diharapkan agar praktikan menyiapkan perlengkapan bila ingin melaksanakan
praktikum.
2. Diharapkan agar laboran lebih mengatur jadwal praktikum dan perlengkapaan
yang diperlukaan untuk melakukan kegiatan praktikum di laboratorium.
3. Diharapkan asisten dapat menjelaskan apa yang perlu atau penting dingatkan
dalam praktikum
DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2012.Genetika. http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Genetika.Makassar :
diakses pada tanggal 26 November 2012.
Campbell,Reace, dan Mitchell.2002. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta :
Erlangga.
Henuhili,Victoria.2003.Gentika.Yogyakarta : Jurusan Biologi FMIPA Universitas
Negeri Yogyakarta.
Tim Pengajar.2012. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makasssar : Jurusan Biologi
FMIPA Universitas Negeri Makassar.
Lampiran
Jawaban pertanyaan :

1. Berapakah nilai frekuensi gen dominan dan resesif dalam kelas Anda?

Jawab : kelas Biologi Sains kebanyakan praktikannya memiliki gen resesif


yang jumlahnya 58,06 % dimana jumlahnya lebih banyak daripada gen
dominan yang jumlahnya hanya sebesar 42,15 %

Anda mungkin juga menyukai