Anda di halaman 1dari 3

BENDA ASING DI KONJUNGTIVA

No. Dokumen : :
SOP No. Revisi :
Tgl.Terbit :
Halaman :1/3

UPT PUSKESMAS
DINA SITA DEWI
BOGOR TENGAH
PENGERTIAN Benda asing di konjungtiva : benda yang dalam keadaan normal
tidak dijumpai di konjungtiva. Pada umumnya bersifat ringan, pada
umumnya bersifat ringan, pada beberapa keadaan dapat berakibat
serius teruntuk pada benda sing yang bersifat asam atau basa .
Faktor Resiko :
Bekerja di bidang industri yang tidak memakai kacamata pelindung
seperti :
1. Pekerja gerinda
2. Pekerja las
3. Pemotong keramik
4. Pekerja yang terkait dengan bahan-bahan kimia (asam-basa )
dan lain-lain.
TUJUAN Sebagai panduan untuk mengeluarkan benda asing di konjungtiva.
1. Keputusan Kepala Puskesmas No.445/SK-39/UPT/Prg tentang
KEBIJAKAN penyusunan rencana Layanan Medis.
2. Keputusan Kepala Puskesmas No.445/SK-45/UPT/Prg tentang
layanan klinis yang menjamin keseimbangan layanan.
1. PERMENKES No.75 tahun 2014 tentang Puskesmas
REFERENSI 2. PERMENKES NO.36 tahun 2009 tentang kesehatan.
3. Buku Rencana Asuhan Keperawatan edisi ke 3
Alat dan bahan :
1. Lup
2. Lidi Kapas
3. Jarum suntik 3G
PROSEDUR 4. Pantokain 2 %
5. Sarung tangan steril

Anamnesa :
Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk ke dalam
konjungtiva atau mata.
Gejala yang ditimbulkan beruba nyeri, mata merah dan berair,
sensasi benda asing, fotofobia.

Patofisiologis :
Dalam pasien oftalmologi:
1. Bagi vinus normal
2. Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan atau bulbi.
3. Pada konjungtiva tarsal superior dan atau inferior dan atay
konjungtiva bulbi ditemukan benda asing.

Diagnosa klinis :
Benda asing atau corpus alienum konjungtiva bulbi atau tarsal .
penegakan diagnosis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosa banding : konjungtivitis.

Komplikasi : tergantung pada jumlah, ukuran dan jenis benda asing.

PROSEDUR Penatalaksanaan :
1. Berikan tetes mata pantokain 2% sebanyak 1-2 tetes pada mata
yang terkena benda asing.
2. Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda asing.
3. Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau jarum
suntik ukuran 23G.
4. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke tepi.
5. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan betadine pada tempat bekas
benda asing.
6. Kemudian berikan antibioik topikal (salep atau tetes mata seperti
klorsmpenicol tetes maata, 1 kali tetes setiap 2 jam selama 2 hari).

Konseling dan edukasi :


1. Tidak menggosok mataya agar tidak memberatkan lesi.
2. Mempergunakan alat atau kacamata pelindung pada saat bekerja
atau berkendaraan.
3. Apabila keluhan bertambah berat setelah dilakukan tindakan,
seperti mata bertambah merah, bengkak atau disertai dengan
penurunan viusu segera kontrol kembali.

Kriteria rujukan: bila terjadi penurunan visus.


Pemeriksaan Penunjang :
Diagnosa klinis: diagnosa ditegakan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
Diagnosa banding :
Komplikasi :
Benda asing dapat asuk ke laring dan saluran pernapasan bagian
bawah, sehingga menyebabkan sesak napas. Keadaan yang lebih
gawat (hal ini dapat terjadi jika benda asing didorong ke arah
nasofagus dengan maksud supaya masuk ke dalam mulut).selaian
itu, benda asing di saluran napas bahwa dapat menyebabkan
berbagai penyakit paru baik akut ataupun kronis.

Penatalaksanaan :
A.Edukasi untuk pencegahan
Memperingatkan pasien (baisanya anak-anak) agar tidak
memasukan sesuatu ke dalam hidung.
B. Tindakan
Keluarkan benda asing dari dalam hidung dengan memakai
pengait (hook) tumpul yang di masukan ke dalam hidung di bagian
atas, menyusuri atap kavum nasi sampai melewati benda asing.
PROSEDUR Lalu pengait diturunkan sedikit ditarik ke depan. Dengan cara ini
benda asing akan ikut terbawa keluar.
C. Farmakoterapi
1. Pemebrian antibiotik sistemik selama 3-5 hari hanya diberi bila
terjadi laserasi mukosa hidung.
2. Pemeberian antibiotik sistemik selama 5-7 hari hanya diberikan
pada kasus benda asing hidung yang telah menimbulkan infeksi
hidung maupun sinus.
Kriteria rujukan :
Pengeluaran benda asing tidak berhasil karena perlekatan atau posisi
benda asing sulit dilihat.
UNIT TERKAIT Poli Umum, Poli Anak , UGD.