Anda di halaman 1dari 5

UANG DAN INFLASI

Tingkat Harga – harga dan Nilai Uang


Keseluruhan tingkat harga dalam perekonomian dapat dipandang dari 2 sisi.
Sejauh ini, kita telah memandang tingkat harga sebagai harga suatu jumlah barang dan
jasa. Ketika tingkat harga naik, orang - orang harus membayar lebih untuk membayar
barang dan jasa. Sebagai alterbatif kita bisa memandang tingkat harga sebagai ukuran
nilai uang. Kenaikan tingkat harga berarti bahwa nilai uang menjadi lebih rendah.

Jumlah Uang yang Beredar, Permintaan Uang, dan Keseimbangan moneter


Satu variabel penting yang mempengaruhi permintaan uang adlah tingkat harga
rata – rata dalam perekonomian. Masyarakat menyimpan uang karena uang merupakan
alat pertukaran. Tidak seperti aset lainnya, masyarakat bisa menggunakan uang untuk
membeli barang dan jasa.
Dalam jangka panjang, tingkat harga keseluruhan menyesuaikan diri dengan
tingkat keseimbangan penawaran dan permintaan uang.

Dampak – dampak Injeksi Moneter


Dampak yang akan segera terjadi dari injeksi moneter adalah menciptakan
kelebihan jumlah uang beredar. Sebelum injeksi, perekonomian berada pada
keseimbangan. Pada tingkat harga yang berlaku, masyarakat memiliki uang sebanyak
yang mereka inginkan.

Dikotomi Klasik dan Kenetralan Moneter


Hume dan rekan – rekannya mengemukakan bahwa semua variabel ekonomi
seharusnya dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas variabel –
variabel nominal yaitu variabel – variabel yang diukur dalam satuan uang. Kelompok
kedua terdiri atas variabel – variabel riil yaitu variabel – variabel yang diukur dengan
satuan fisis. Pemisahan variabel – variabel ini ke dalam 2 kelompok disebut sebagai
dokotomi klasik.
Perubahan jumlah uang yang beredar, menurut hume, mempengaruhi variabel –
variabel nominal namun tidak mempengaruhi variabel riil. Ketika bank sentral
menggandaka jumlah uang yang beredar, tingkat harga, upah, dan nilai – nilai uang
lainnya naik 2 kali lipat. Variabel riil, seperti produksi, lapangan kerja, upah riil dan suku
bunga riil, tidaklah berubah. Ketidakrelevanan perubahan – perubahan moneter ini
terhadap variabel – variabel riiil disebut kenetralan moneter.

Kecepatan dan Persamaan Jumlah


Velositas uang adalah laju perpindahan uang dari satu tangan ke tangan yang lain
di masyarakat. Untuk menghitung velositas uang kita membagi nilai nominal produksi
(PDB nominal) dengan jumlah uang. Bila P merupakan tingkat harga. Y merupakan
jumlah produksi (PDB riil), dan M merupakan jumlah uang, maka kecepatannya adalah

V=(PXY)/M

Persamaan ini menyatakan bahwa jumlah uang ( M )dikali velositas uang (V) sama
dengan harga produksi (P) dikali jumlah produksi (Y). Persamaan di atas disebut
persamaan jumlah karena menghubungkan jumlah uang (M) dengan nilai produksi
nominal ( P x Y). Persamaan jumlah menunjukkan bahwa peningkatan jumlah uang
dalam perekonomian haruslah dicerminkan pada salah satu dari tiga variabel lain. Tingkat
harga harus naik, jumlah produksi harus naik, atau velositas uang harus turun.

Pajak Inflasi
Apabila pemerintah meningkatkan pendapatan dengan cara mencetak uang, hal
tersebut dikenal dengan istilah pajak inflasi. Pajak inflasi adalah seperti pajak yang
dibebankan kepada setiap orang yang menyimpan uang.
Efek Fisher

Menurut prinsip kenetralan moneter, kenaikan tingkat pertumbuhan uang


meningkatkan laju inflasi namun tidak mempengaruhi variabel riil. Penerapan penting
dari prinsip ini berhubungan dengan dampak uang terhadap suku bunga. Suku bunga
merupakan variabel penting bagi para ahli ilmu ekonomi makro untuk dipahami , karena
suku bunga menghubungkan perekonomian masa kini dengan perekonomian masa depan
melalui dampak yang ditimbulkannya pada tabungan dan investasi.
Untuk memahami hubungan antara uang, inflasi, dan suku bunga, ingat kembali
perbedaan antara suku bunga nominal dengan suku bunga riil. Suku bunga nominal
merupakan suku bunga yang biassa terdapat di Bank. Suku bung riil menyesuaikan suku
bunga nominal terhadap dampak inflasi dengan tujuan agar mengetahui seberapa cepat
daya beli rekening akan naik sepanjang waktu. Suku bunga riil merupakan suku bunga
nominal dikurangi laju inflasi :

Suku bunga riil = suku bunga nominal – laju inflasi

Dalam jangka panjang dimana uang bersifat netral, perubahan pada pertumbuhan
uang seharusnya tidak mempengaruhi suku bunga riil. Suku bunga riil merupakan
variabel riil. Supaya suku bunga riil tidak terpengaruh, suku bunga nominal harus
menyesuaikan diri dengan perubahan- perubahan pada laju inflasi. Jadi, ketika bank
sentral menaikkan tingkat pertumbuhan uang, akibatnya adalah laju inflasi dan suku
bunga nominal yang lebih tinggi. Penyesuaian suku bunga nominal terhadap laju inflasi
disebut efek fisher.

Beban – beban Inflasi


 Inflasi tidak mengurangi daya beli riil masyarakat
 Biaya sol sepatu, sumber daya yang dibuang percuma ketika inflasi mendorong
masyarakat mengurangi jumlah uang yang mereka pegang
 Biaya menu, biaya untuk mengubah harga – harga barang dan jasa
 Variabilitas harga relatif dan misalokasi sumber – sumber daya
TUGAS EKONOMI MONETER I

OLEH

Ryca Kristiana 040811433


Heny Dewi Ratnasari 040811581
Melinda Fitri 040811614