Anda di halaman 1dari 4

“PERLUKAH STRATEGI KHUSUS UNTUK MENGEMBANGKAN

KARIR?”
Sebuah Resensi
Oleh Muhammad Fathi Rauf
152170096

A. Data Buku
1. Judul
Siapa Mau Jadi Petani?

2. Penulis: H. Ahmad Safei, SH, MH


3. Penerbit: Grasindo
4. Tahun Terbit: 2016

B. Sinopsis:
Buku ini berisi pandangan penulis mengenai sanggahan terhadap
steorotipe petani yang kuno, malas, dan miskin. Buku ini mengungkap
realita bahwa tidak setiap petani itu kuno,

C. Ulasan:

Perwajahan
1. Cover: cukup menarik dengan foto petani dan aksen warna hijau
2. Layout halaman: Penggunaan bingkai kotak pada halaman 1 dan
2 seakan mengungkung pikiran kita.
.
3. Jenis Kertas : Mudah untuk dibaca, tidak mudah
4. Jenis dan ukuran font: ukuran font nyaman, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar
5. Ilustrasi
a. Ilustrasi disajikan menggunakan dokumentasi pribadi
b. Ilustrasikan dicetak menggunakan tinta berwarna,
membuatnya lebih menarik untuk dilihat

Konten Buku
1. Pendahuluan memaparkan pentingnya buku dibaca
a. Buku ini cocok untuk dibaca mahasiswa, pencari kerja,
pegawai/karyawan biasa, manajer, guru, atau siapapun yang
ingin maju dalam berkarir.
b. Ternyata dunia kerja tidak sekedar membutuhkan orang
yang memiliki 2 hal penting knowledge dan skill semata,
tetapi lebih dari itu MENTALITAS KERJA PROFESIONAL:
menyangkut karakteristik atau kualitas diri, atau personal
traits. Satu istilah tapi menyangkut banyak hal yang melekat
dalam diri seseorang (sifat, sikap, perilaku) yang dapat
mendukung atau menghambat seseorang dalam meniti karir
inilah yang diangkat dalam buku ini.
2. Penyajian bab
a. Ada 40 judul lepas (karena bunga rampai); jadi bacanya bisa
dipilih yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi membaca
buku ini tidak perlu urut dari bab 1, mana yang paling
sesuai dengan kebutuhan …....
b. Tiap judul dapat secara langsung menjadi refleksi
pengalaman diri kita, kenyataan diri kita seperti apa, atau
apa yang ingin kita tahu (apabila belum tahu apa-apa).
Contoh: “Sukses menjadi pendatang baru” >> saya pernah
tidak sukses saat masuk di perusahaan X. Krn belum
membaca buku ini dan ternyata ada 9 hal yang harus saya
lakukan.
c. Menyikapi aturan jam kerja: bagaimana kita?

3. Menariknya, konten tiap judul mengandung


a. pemaparan fakta/realita yang sering terjadi (pengalaman
empiris penulis maupun orang lain) yang mau tidak mau
akan atau pernah kita hadapi.
b. Tips, kiat, atau bahkan solusi yang harus dibuat; yg
ditandai dengan pertama, kedua, ketiga, dst. Meski ada
beberapa yang tidak memberikan tips, tetapi
penyadaran…contoh: Menjadi pegawai yang bertanggung
jawab”
c. Urutan bab sudah dicoba dg urutan dari ringan ke berat,
tetapi pengelompokan tips-tips yg sifatnya pengembangan
individual s.d pengembangan diri dalam lingkup tim, dan
manajerial masih bercampur).Contoh:
i. Adigang, mengelola konflik, mengkritik dg hati, dst s.d
strategi memotivasi/memberdayakan pegawai.
(manajer) >> baca buku empowerment takes more than
a minute (ken Blancard)
ii. Menjadi pegawai pembelajar, kerja sinergis bersama
pimpinan (diletakkan diawal dan ditujukan terutama
bagi karyawan non manajerial, tetapi ternyata
diletakkan pada kelompok manajerial)

4. Beberapa personal traits, sikap, perilaku yg saya harapkan ada:


(secara khusus dibahas dalam bab tersendiri)
a. Persistensi: bertahan dalam kesulitan (adversity quotient)
b. Self Confidence (percaya diri==optimistis terhadap statusnya)
c. Detailed oriented=ketelitian:>> meski sudah included dalam
pola kerja efisien.
d. Berterus terang, jangan ngrundel di belakang. (mumbling)
e. Goal focused
f. Jangan tampakkan persoalan pribadi di tempat kerja. “Leave
your personal problems at home”.
g. Menjadi kutu loncat: masalah?

D. Kesimpulan
1. Design buku secara umum masih kurang baik
2. Konten tiap bab sangat relevan untuk dibaca dan diikui
3. Penyajian urutan perlu ditinjau (dikelompokkan menurut
kriteria tertentu (individu, tim, manajerial)
4. Jika buku direvisi, perlu ditambahkan tips-tips lain yg
terlewatkan
5. Layak dibeli dengan diskon khusus.
Kegiatan bedah buku