Anda di halaman 1dari 4

3.

Aplikasi Metode Numerik

Berikut ini akan diberikan contoh pengaplikasian metode numerik pencarian


solusi sitem persamaan linier dan metode interpolasi. Diberikan aplikasi yang
masih sederhana namun cukup rumit jika diselesaikan secara analitik.

a. Aplikasi Sistem Persamaan Linier


Suatu jaringan pipa sebagaimana ditunjukkan pada gambar mengalirkan air dari
resevoir kiri ke resevoir kanan dengan menggunakan pompa A dan B. Pipa C dan
D dalam posisi horizontal. Ada beda ketinggian antara titik 4 dan 5. Diberikan
data sebagai berikut : (Nasution&Zakaria, 2001)

Pompa 𝛼(psi) 𝛽(psi)


A 156.6 0.00752
B 117.1 0.00427
Pipa D(in) L(ft)
C 1.278 125
D 2.067 125
E 2.469 145

Resevoir Resevoir
kiri kanan

Pipa D

B
Pipa E

A Pipa C

1
Persamaan penentu untuk aliran dalam jaringan adalah:
𝑄𝐸 = 𝑄𝐶 + 𝑄𝐷 ........................................................(1)
𝑝2 = 𝛼𝐴 − 𝛽𝐴 𝑄𝐶 2 ..................................................(2)
𝑝3 = 𝛼𝐵 − 𝛽𝐵 𝑄𝐷 2 .................................................(3)
𝑄 𝐶 2 𝐿𝐶
2.31(𝑝4 − 𝑝2 ) + 8.69 ∙ 10−4 = 0 ........(4)
𝐷𝐶 5

𝑄 𝐷 2 𝐿𝐷
2.31(𝑝4 − 𝑝3 ) + 8.69 ∙ 10−4 = 0 ........(5)
𝐷𝐷 5

𝑄 𝐸 2 𝐿𝐸
70 − 2.31𝑝4 + 8.69 ∙ 10−4 = 0 .............(6)
𝐷𝐸 5

Carilah nilai 𝑄𝐶 , 𝑄𝐷 , 𝑄𝐸 , 𝑝2 , 𝑝3 dan 𝑝4 dari enam persamaan penentu di atas


dengan metode iterasi Gauss-Seidel. Gunakan nilai awal 𝑄𝐶 = 𝑄𝐷 = 100 dengan
galat 10−3.

Penyelesaian :
Untuk menjawab pertanyaan di atas maka persamaan penentu di atas perlu
disusun kembali sebagai berikut :
𝑝2 = 𝛼𝐴 − 𝛽𝐴 𝑄𝐶 2
𝑝3 = 𝛼𝐵 − 𝛽𝐵 𝑄𝐷 2
1 𝑄𝐸 2 𝐿𝐸
𝑝4 = 2.31 (8.69 ∙ 10−4 + 70) dari persamaan (6)
𝐷𝐸 5

𝐷𝐶 5
𝑄𝐶 = √2.31(𝑝2 − 𝑝4 ) ∙
8.69 ∙ 10−4 ∙ 𝐿𝐶

𝐷𝐷 5
𝑄𝐶 = √2.31(𝑝3 − 𝑝4 ) ∙
8.69 ∙ 10−4 ∙ 𝐿𝐷

𝑄𝐸 = 𝑄𝐶 + 𝑄𝐷

Dengan mensubstitusikan nilai-nilai dari tabel ke dalam persamaan di atas maka


diperoleh:
𝑝2 = 156.6 − 0.00752𝑄𝐶 2
𝑝3 = 117.1 − 0.00427𝑄𝐷 2

2
1 𝑄 2 ∙145
𝑝4 = 2.31 (8.69 ∙ 10−4 (2.469)
𝐸
5
+ 70) = 5.95 ∙ 10−4 𝑄𝐸 2 + 30.3

(1.278)5
𝑄𝐶 = √2.31(𝑝2 − 𝑝4 ) ∙ = 8.51 ∙ √(𝑝2 − 𝑝4 )
8.69 ∙ 10−4 ∙ 125

(2.067)5
𝑄𝐶 = √2.31(𝑝3 − 𝑝4 ) ∙ = 28.33 ∙ √(𝑝3 − 𝑝4 )
8.69 ∙ 10−4 ∙ 125

𝑄𝐸 = 𝑄𝐶 + 𝑄𝐷

Sistem persamaan diatas sulit untuk diselesaikan secara analitik karena memuat
kuadrat dan akar. Metode numerik sangat bermanfaat dalam hal ini.
Dari sistem persamaan tersebut, dilakukan iterasi Gauss-Seidel.
Dikerjakan dengan excel maupun dengan program, diperoleh hasil akhir:
𝑝2 = 81.400
𝑝3 = 74.400
𝑝4 = 54.100
𝑄𝐶 = 44.464
𝑄𝐷 = 127.642
𝑄𝐸 = 172.107

b. Aplikasi Interpolasi
Sebuah pengukuran fisika telah dilakukan untuk menentukan hubungan antara
tegangan yang diberikan kepada baja tahan-karat dan waktu yang diperlukan
hingga baja tersebut patah. Delapan nilai tegangan yang berbeda dicobakan,
dan data yang dihasilkan adalah (Munir, 2010):
Tegangan yang diterapkan
5 10 15 20 25 30 35 40
(x kg/mm2)
Waktu patah
40 30 25 40 18 20 22 15
(y jam)

Berapa waktu patah y jika tegangan x yang diberikan kepada baja adalah
12 kg/mm2.

3
Penyelesaian:
Dari data yang dimiliki terlihat bahwa titik-titik yang dimiliki berjarak
sama. Oleh karena itu dapat digunakan polinom Newton-Gregory. Dalam
hal ini akan digunakan Newton-Gregory maju.
Pertama dibentuk tabel selisih maju dengan ℎ = 5
x f(x) ∆𝑓 ∆2 𝑓 ∆3 𝑓 ∆4 𝑓 ∆5 𝑓 ∆6 𝑓 ∆7 𝑓
5 40 -10 5 15 -72 190 -393 696
10 30 -5 20 -57 118 -203 303
15 25 15 -37 61 -85 100
20 40 -22 24 -24 15
25 18 2 0 -9
30 20 2 -9
35 22 -7
40 15

Berikutnya hitung s sebagai berikut:


𝑥 = 𝑥0 + 𝑠 ∙ ℎ
12 = 5 + 𝑠 ∙ 5 → 𝑠 = 1,4
1,4 1,4(1,4 − 1)
𝑝𝑛 (𝑥) = 40 + (−10) + 5+⋯
1! 2!
1,4(1,4 − 1)(1,4 − 2) ⋯ (1,4 − 6)
+ 696
7!
Diperoleh hasil 16,7910.