Anda di halaman 1dari 7

Tuesday, 13 January 2015

GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI

GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI

A. Gizi dan fertilitas


a. Zat gizi pendukung fertilitas
Makanan yang bergizi dan seimbang sangat diperlukan untuk meningkatakan
kesuburan. Selain itu, pasangan sebaiknya menghindari makanan olahan dan bahan makanan
tiruan seperti : daging olahan, keju olahan, makanan beku dan kaleng.
Apabila ingin mengkonsumsi buah, lebih baik jangan menggunakan buah dalam
kaleng atatu hanya membeli sirupnya saja. Hindari sayuran kaleng, kudapan yang asin,
kacang dan minyak yang telah mengalami proses terhidrogenasi, hindari roti putih, jangan
terlalu sering minum susu skim kaleng dan jangan mengkonsumsi makanan yang sudah tidak
segar lagi. Untuk meningkatkan kesuburan hendaklah pilih makanan daging dan
alternatifnya, buah dan sayur segar, roti dan sereal yang tidak banyak di olah dan susu serta
olahannya.
b. Peran zat gizi untuk fertilitas dan pencegahan kemandulan
Pubertas adalah suatu masa kematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan
di tandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain di
pebngaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya baik akan lebih cepat mengalami
masa pubertas, sebaliknya anak yang gizi nya kurang akan terlambat mengalami masa
pubertas.kesuburan seorang janin dapat di pengaruhi oleh faktor keturunan, usia dan gizi
pasangan. Kekurangan faktor nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi
reproduksi. Seseorang yang terkena anoreksia nerfosa maka akan terlihat perubahan-
perubahan hormonal tertentu yang di tandai dengan penurunan berat badan yang mencolok.
Karena kadar gonadotropin dalam serum dan urin menurun serta penurunan pada sekresinya
dan kejadian tersebut berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalamus. Bila anoreksia
tidak terlalu berat dapat di berikan GRH karena dapat mengembalikan siklus ke arah normal.
Secara khusus jumlah wanita anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat.
Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal, kadar testosteron nya lebih rendah dari
pada wanita gemuk yang mengalami amenore. Gizi lebih maupun gizi buruk mengurangi
tingkat fertilitas namun mekanisme terjadinya masih belum jelas.

B. Hubungan status gizi dengan menarche


Menarche adalah haid yang terjadi pertama kali, merupakan ciri khas kedewasaan
wanita yang sehatr dan tidak hamil. Gizi wanita remaja akan sangat mempengaruhi menerche
baik dari faktor usia terjadinya menarche, adanya keluhan-keluhan selama menarche maupun
lamanya hari menarche. Wanita remaja secara psikologis yang pertama kali mengalami haid
akan mengeluh rasa nyeri, perutnya merasa pegal dan kurang nyaman. Tetapi ada juga remaja
yang tidak merasakan hal itu, dan itu semua karena asupan gizi yang adequat. Gizi kurang
atau terbatas akan mempengaruhi pertumbuhan fungsi organ tubuh, yang akan menyebabkan
terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan mengakibatkan gangguan pada haid, tetapi akan
berangsur baik apabila asupan makanan bernutrisi baik.
Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik , dengan
mengkonsumsi makanan seimbang karna saat di butuhkan pada saat haid .ini di butikan
dengan fase luteal akan terjadi peningkatan nutrisi . tidak ada ketentuan secara tepat kapan
menstruasi mulai terjadi pertama kali namun hal ini akan terjadi antara usia 10 – 14 tahun ,
tetapi sedikit lebih awal atau lambat . pada remaja , energi dan protein lebih bnayak dari pada
orang dewasa , demikian pula vitamin dan mineral . Vitamin B1 , B2 dan B6 sangat penting
untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi . demikian pula asam volat dan vitamin B 12
untuk membentukan sel darah merah , dan vitamin A untuk pertumbuhan yang di perlokan
oleh jaringan .

C. Hubungan gizi dengan menstruasi


Komposisi diet yang baik akan mempengaruhi menstruasi serta penampilan
reproduksi . siklus menstruasi tidak hanya di pengaruhi oleh siklus diet vegetarian tetapi juga
diet bervariasi dalam hal lemak , serat dan nutrien dan lainya . hasil penelitian menunjukan
bajwa pada diet vegetarian setelah di beri daging maka fase folikuler akan menjadi
memanjang , rata – rata 4,2 hari , FSH juga meningkat dan E2 menurun secara signfikan .
pada wanita dengan diet vegatarian akan terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus
menstruasi . namun untuk wanita yang bukan vegetarian dan pindah ke diet rendah lemak
akan menyebabkan perpanjangan siklus menstruasi sebagai akibat dari memjanjangnya fase
menstuasi dan folokuler .ini membutikan peranan nutriai dan gizi yang seimbang sangat
berpengaruh pada pola menstruasi seseorang . sehingga pada remaja seharusnya lebuh
memperhatikan pola gizinya tanpa harus berambisi mendapatkan tubuh yang ideal tanpa
dengan membatasi makanan yang bergizi .

D. Prinsip diet pada penderita pre menstrual syndrome .


Pre menstrua syndrom merupakan kombinasi dari berbagai macam gejala yang terjadi
sebelum haid dan akan menghilang setelah haid . gejala yang biasanya di keluhkan adalah
sakit kepala , letih , sakit pinggang , pembesaran dan sakit kepala , dan perasaan tidak enak
pada perut . diet yang di lakukan untuk mengurangi hal ini adalah menambah suplemen
nutrisi . anjuran diet yang disarankan pembatasan , garam , daging, lemak hewanin, alkohol,
kopi dan rokok dan yang perlu di tambahkan adalah ikan , unggas , roti, kacang –kacangan ,
karbothidarat komplek , sayuran daun hijau dan sereal . dengan mengonsumsi rendah lemak
dan karbohidrat akan mengurangi pembekakan payudara . sedangkan konsumsi tinggi
karbohdrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman .
hal ini berhubungan dengan pembetukuan serotonin dan otak .
E. Prinsip gizi pada usia menepouse
Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi akhir yang di sebut
dengan klimekterium yang berlangsung secara bertahap . menapouse adalah masa
berhentinya haid yang biasanya terjadi antara umur 45-50 tahun atau masa dimana haid
berhenti sama sekali. Pemenuhan gizi yang memadai akan sangat membantu dalam
menghambat berbagai dampak negatif menopause terhadap kinerja otak,mencegah kulit
kering serta berbagai penyakit lain nya .gizi seimbang adalah pemenuhan kebutuhan gizi
perhari dengan asupan zat-zat makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan gizi orang dewasa dengan berat normal sekitar 2000-
2200 kkal perhari.

F. Kebutuhan gizi ibu hamil


Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak dari pada kebutuhan untuk mereka
tidak hamil, kegunaan makanan tersebut adalah :
 Untuk pertubuhan janin yang ada dalam kandungan
 Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
 Supaya luka persalinan lekas sembuh pada masa nifas.
 Guna mengadakan cadangan untuk proses laktasi
Jumlah makanan yang dikonsumsi bukanlah jaminan ibu hamil telah mempunyai
asupan gizi seimbang. Konsumsi makanan yang tepat sangatlah penting untuk memenuhi
kebutuhan gizi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Kualitas makanan jauh lebih penting
dibandingkan kuantitas.janin hidup dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu.kuncinya adalah
perencanaan menu dan pola makanan yang teratur.

G. Prinsip gizi ibu hamil


Kehamilan adalah suatu keadaan yang istimewa bagi seorang wanita sebagai calon
ibu,karena pada masa kehamilan akan terjadi perubahan fisik yang mempengaruhi
kehidupannya.pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim ibu.pada waktu kehamilan akan terjadi banyak perubahan
baik perubahan fisik sosial maupun mental. Oleh karena itu, para calon ibu harus memiliki
gizi yang cukup sebelum hamil dan lebih lagi ketika hamil,ibu yang hamil harus memiliki
gizi yang cukup karena gizi yang didapatkan akan digunkan untuk dirinya sendiri dan juga
janinnya. Seorang ibu yang tidak memiliki ataupun kekurangan gizi selama masa
kehamilan.maka bayi yang dikandungnya akan menderita kekurarangan gizi.maka bayi akan
lahir dengan berat badabn rendah (2500 gr), sedangkan untuk ibu yang kekurangan gizi,
maka selama ia menyusui ASI yang dihasilkannya akan sedikit.

H. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil dan janin


Tubuh, makin besar perbedaan antara tubuh dengan lingkungan
1. Kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan.
Wanita yang sedang hamil dan telah berkeluarga biasanya lebih memperhatikan akan gizi
dari anggota keluarga yang lain.padahal sebenarnya dirinya lah yang memerlukan perhatian
yang serius mengenai penambhan gizi.
2. Status ekonomi
Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi sehari-
harinya.seseorang dengan ekonomi yang tinggi kemudian hamil maka kemungkinan besar
sekali gizi yang dibutuhkan tercukupi ditambah lagi adanya pemeriksaan membuat gizi ibu
semakin terpantau.
3. Pengetahuan zat gizi dalam makanan
Pengetahuan yang dimiliki seorang ibu akan mempengaruhi dalam pengambilkan keputusan
dan juga akan berpengaruh pada perilakunya. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik,
kemungkinan akan memberikan gizi yang cukup bagi bayinya.
4. Status kesehatan
Status kesehatan seseorang kemungkinan sangat berpengaruh terhadap nafsau makannya.
Seorang ibu dalam keadaan sakit otomatis akan memiliki nafsu makan yang berbeda dengan
ibu yang dalam keadaan sehat.
5. Aktifitas
Aktifitas dan gerakan seseorang berbeda-beda. Seorang dengan gerak yang aktif otomatis
memerlukan energi yang lebih besar dari pada mereka yang hanya duduk diam saja.
6. Suhu lingkungan
Pada dasarnya suhu tubuh dipertahankan pada suhu 36,5-37 derajat celcius untuk metabilisme
yang optimum. Adanya perbedaan suhu antara tubuh dengan lingkungan, maka mau tidak
mau tubuh hatrus menyesuaikan diri demio kelangsungan hidupnya yaitu tubuh harus
melepaskan sebagian panasnya diganti dengan hasil metabolisme maka akan semakin besar
pula panas yang dilepaskan.
7. Berat badan
Berat seorang ibu yang sedang hamil akan menentukan zat makanan yang diberikan agar
kehamilannya dapat berjalan dengan lancar.
8. Umur
Semakin muda dan semakin tua umur, seorang ibu yang sedang hamil, akan berpengaruh
terhadap kebutuhan gizi yang diperlukan.umur muda perlu tambahan gizi yang banyak kerena
selain digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri juga harus berbagi
dengan janin yang sedang dikandungnya.sedangkan umur yang tua perlu energi yang besar
juga karena fungsi organ yang makin melemah dan diharuskan untuk bekerja maksimal maka
memerlukan tambahan energi yang cukup guna mendukung kesehatan yang sedang
berlangsung.

I. Prinsip diit pada hiperemesis


Terjadi pada ibu dengan mual dan muntah hal ini dapat dikaitkan dengan beberapa
faktor penyebab seperti :
a. Menurunnya sekresi asam lambung
b. Menurunnya aktifitas enzim pencernaaan
c. Menurunnya mortilitas gastroitestinal
d. Terjadinya iritasi lambung
e. Asidosi
f. Infeksi bakteri atau virus
g. Meningkatkan tekanan intrakranial
h. Terjadinya gangguan hati, pankreas dan kandung empedu
i. Obstruksi polorik/usus
j. Obat

a. Syarat diit pada hiperemesis :


 Tinggi karbohidrat
 Rendah lemak
 Cukup cairan
 Makanan diberikan dalam bentuk kering
 Pemberian cairan disesuaikan
 Mudah dicerna, tidak merangsang
 Diberikan porsi kecil tapi sering
b. Pelaksananan diit hiperemesis
 Hiperemesis I
o Sering juga disebut dengan hiperemesis berat, ibu hamil dapat diberikan makan roti kering,
dan buah-buahan dimana semua zat tinggi dalam jumlah yang cukup, kecuali vitamin c.
 Hiperemesis II
o Diberikan bila rasa mual dan muntah sudah berkurang pada ibu hamil. Makanan yang
diberikan dan dikonsumsi oleh ibu harus rendah semua zat gizi kecuali vitamin a dan c.
 Hiperemesis III
o Hiperemesis dalam tahap ini disebut juga dengan hiperemesis ringan dimna ibu hamil harus
cukup zat gizi kecuali kalsium.

J. Prinsip diit ibu hamil dengan preeklamsi dan eklamsi


a. Tujuan diit
 Menganti protein yang hilang
 Mencegah atau mengurangi retensi garam atau air
 Menjaga penambahan berat badan
 Memberi gizi secukupnya sesuai kebutuhan pasien

b. Syarat diit
 Cukup kalori dan semua zat gizi
 Keadaan berat : makanan yang diberikan secara berangsur-angsr
 Rendah garam menurut beritanya retensi gram air
 Penambahan berat badan dibuat 3kg/bulan/dibuat 1kg/minggu
 Cairan diberikan 2500ml/hari
 Keadaan oliguria cairan dibatasi/ disesuaikan dengan cairan yang keluar
 Tinggi protein 1-2gr/kg BB

c. Diit preeklamsi
1. Diit preeklamsi I
Disebut juga dengan preeklamsi berat perlu diperhatikan dalam konsumsi susu, buah-buahan
kurangi kalori dan semua zat gizi kecuali kalsium, vitamin a dan vitamin c
2. Diit preeklamsi II
Preeklamsi ini juga tidak terlallu berat makanan harus dalam bentuk lunak, dan diit garam
yodium.
3. Diit preeklamsi III
Disebut juga dengan preeklamsi ringan dimana makanan harus cukup gizi, protein, rendah
garam, maknan bentuk lunak dan biasa
K. Diit ibu hamil dengan konstipasi
Konstipasi terjadi karena jarangnya defekasi karena feses keras atau kering atau secara
sekunder.
a. Syarat diit
 Cukup kalori dan protein
 Tinggi vitamin, terrutama vitammin b komplek
 Mineral untuk memelihara kekuatan otot saluran cerna
 Banyak cairan 2,5 liter/hari
Nilai gizi sehari diit : 2296kal, 839 protein, 60gr lemak, dan 363 g kh
b. Bahan makanan yang dianjurkan
 Beras tumbuk, beras ketan hitam, havermut
 Bulgur, sorgum, jagung, ubi, singkong, wijen.
 Katul, kacang-kacangan, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo.

L. Diit ibu hamil dengan diabetes melitus


Diabetes melitus dalam kehamilan atau sering disebut diabetes melitus gestasional,
merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu yang sedang hamil.
Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada
penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil, selalu merasa haus dan sering merasa
lapar. Yang membedakan adlaah keadaan pasien saat ini sedang hamil.
Syarat diit ini adlaah menentukan jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis
kelamin, berat badan dan tinggi badan, aktiiftas, suhu tubuh, kelainan metabolik, yang
dianjurkan adlah 35kal/kg BB. Jumlah karbohidrat disesuaikan dengan kesangupan tubuh
untuk mengunakannya. Gula murni tidak diperbolehkan maknan cukup protein, vitamin dan
mineral. Pemberian makanan disesuaikan dengan pemberian obat yang dipakai. Jika berupa
tablet atau suntikan RI 3x/hari, makanan diberikan 3x/hari. Bila digunakan PZI, makan
diberikan 4x/hari dlaam jumlah yang kurang lebih sama.

Ibu hamil dengan diabetes sebaiknya menghindarimakanan manis yang mengandung


gula pasir, seperti : coklat, es krim, permen, cake, selai dan manisan. Batsi juga maknaan
sumber karbohidrat seperti: nasi, kentang, roti dan mie untuk asupan karbohirat, pilih nasi
beras merah yang mengandung seratnya tinggi sehingga dapat membantu penyerapan
glukosan didalam usus dan kemudian dikeluarkan bersama feses.
Ibu hamil menyandang diabetes dianjurkan untuk mengkonsumsi sayur dan buah-
buahan.

M. Prinsip diit ibu hamil dengan obesitas


Penambahan berat badan selama kehamilan terjadi karena pertumbuhan janin,
plasenta dan volume darah serta jaringan maternal.
Penambahan berat badan merupakan tanda kehamilan yang sangat jelas, ini dianggap
normal apabila selama kehamilan berat badan bertambah antara 9-13,5 kg, tetapi lain halnya
apa bila kenaikan berat badan ibu hamil terlalu cepat dan terlalu banyak, salah satu
kemungkinan disebabkan karena asupan makanan yang berlebihan
Kurangi asupan lemak dengan mengkonsumsi : ikan, unggas, daging tidak
mengandung lemak, keju, coklat rendah lemak, metega, kacang susu skin, brokoli, wortel,
labu. Koloni dikurangi sebanyak 500-1000.

DAFTAR PUSTAKA
Proverawati Atikah, Asfuah Siti. Gizi dalam kebidnaan. Huda Medika.2009, Jakarta.

Elliya Sigarang Eva, gizi dalam kesehatan reproduksi, CV.Trans Info Media, Jakarta