Anda di halaman 1dari 9

Hubungan Gizi Dengan Infertilitas

Posted on March 18, 2013 by intanmasitoh

a) Pengertian gizi

Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara
langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa
pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan
makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.

Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan


yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan
tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna
makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila
terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan
dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka
ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur.

Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar,
kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat
menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.

Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah
kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam,
daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. Makanan sumber zat pengatur adalah
semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan
mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

b) Infertilisasi

Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama
satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi,
tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000). Pasangan yang telah kawin dan hidup
harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengandung setelah paling
tidak 1 tahun dalam hubungan yang normal dan tidak menggunakan kontrasepsi apa pun.
Fertilitas disebabkan oleh banyak faktor. Masalah-masalah infertilitas total atau sebagian
pada pria adalah 40% sampai 50%, faktor pada wanita antara 40% sampai 50%, dan faktor
yang tidak diketahui sekitar 10% sampai 20% dari kasus yang ditemui.

c) Faktor penyebab infertilisasi

1. Infertilisasi disengaja

Infertilitas yang disengaja disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi

baik alami (kalender), dengan alat maupun kontrasepsi mantap (tubektomi tuba falopi &

vasektomi vas deferens).

1. Infertilisasi tidak disengaja

A. Pihak Suami, disebabkan oleh:

1. Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia (tdk ada
sperma), hypospermia (volume semen < 1,5 ml), necrospermia (sperma mati).
2. Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox (ejakulasi dini: penyemburan
mani keluar segera pada permulaan senggama, penutupan ductus deferens,
hypospadia (kelainan prtumbuhan alat kelamin luar laki-laki), phymosis (ujung
prefusium: kulit ujung luar penis mengalami penyempitan) Infertilitas yang
disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.
3. Pihak wanita, disebabkan oleh :
1. Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak

Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis (peradangan tuba falopi). Selain membuat
sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik).
Penyakit menular seksual (PMS) klamidia dapat menyumbat saluran tuba falopi yang
menyulitkan keluarnya sel telur. Sekitar 70% sumbatan tuba falopi disebabkan oleh infeksi
klamidia.

1. Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan diluar uterus, yang normalnya
hanya tumbuh di uterus. Endrometriosis dapat menghalangi proses konsepsi dan perlekatan
embrio di dinding uterus.

1. Kelainan Hormon

Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat menyebabkan sel telur tidak
dapat dilepaskan (ovulasi). Kelainan kelenjar hipotalamus-pituitari juga dapat menyebabkan
anomali hormonal yang menghalangi ovulasi.

1. Tumor Pituitari
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar pituitari
yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun pada
pria.

1. Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia)

Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin dapat
mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang
menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.

1. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki)
berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel
(tidak ovulasi).

1. Menopause Prematur

Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya
menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok
dapat memicu kelainan ini.

1. Tumor Rahim (Uterine Fibroids)

Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini
dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah
dibuahi di dinding rahim.

1. Adesi

Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang saling berkait sehingga menyatukan
dua permukaan organ yang normalnya saling terpisah. Adesi yang melibatkan tuba falopi
karena infeksi atau pembedahan dapat menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi.

1. Kelainan Kelenjar Tiroid

Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan
siklus menstruasi.

1. Kelainan Anatomi Bawaan

Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat menyebabkan infertilitas. Kelainan yang
disebut Mullerian agenesis ditandai dengan tidak berkembangnya vagina atau rahim. Wanita
dengan kelainan ini masih dapat punya anak melalui bayi tabung dengan “menyewa” rahim
wanita lain.

1. Faktor Lingkungan
Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya dapat mempengaruhi fertilitas.
Phtalate, zat kimia untuk melunakkan plastik, diduga dapat mengganggu fungsi hormon-
hormon tubuh.

D. Faktor-faktor tersebut antara lain

1. Faktor usia

Ketika seorang wanita semakin berumur, maka semakin kecil pula kemungkin wanita
tersebut untuk hamil. Kejadian infertilitas berbanding lurus dengan pertambahan usia wanita.
Wanita yang sudah berumur akan memiliki kualitas oosit yang tidak baik akibat adanya
kelainan kromosom pada oosit tersebut.

Disamping itu wanita yang sudah berumur juga cenderung memiliki gangguan fungsi
kesehatan sehingga menurunkan pula fungsi kesuburannya. Kejadian abortus juga meningkat
ketika kehamilan terjadi pada ibu yang sudah berumur. Wanita dengan rentang usia 19-26
tahun memiliki kemungkinan hamil 2 kali lebih besar dari pada wanita dengan rentang usia
antara 35-39 tahun.

1. Faktor berat badan dan aktivitas olah raga yang berlebih.

Walaupun sebagian besar hormon estrogen dihasilkan oleh ovarium, namun 30% estrogen
tersebut dihasilkan juga oleh lemak tubuh melalui proses aromatisasi dengan androgen
sebagai zat pembakalnya. Disamping berat badan yang berlebih maka berat badan yang
sangat rendah juga dapat mengganggu fungsi fertilitas seorang wanita. Zat gizi yang cukup
seperti karbohidrat, lemak dan protein sangat diperlukan untuk pembentukkan hormon
reproduksi, sehingga pada wanita kurus akibat asupan gizi yang sangat kurang akan
mengalami defisiensi hormon reproduksi yang berakibat terhadap peningkatan kejadian
infertilitas pada wanita tersebut.

1. Frekuensi hubungan seksual


2. Gizi dan nutrisi :terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu
3. Sters psikis : mengganggu siklus haid, menurunkan libido dan kualitas
spermatozoa,dll.

d) Bagaimana proses gizi mempengaruhi infertilisasi

Kekurangan nutrisi akan berdampak pada penurunan reproduksi karena kurangya


asupan gizi yang baik dan seimbang serta pola hidup yang tidak sehat baik istri maupun
suami sehingga perkembangan dan kualitas reproduksi menurun seperti pada pria Gangguan
spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia (tdk ada sperma),
hypospermia (volume semen < 1,5 ml), necrospermia (sperma mati) Kelainan mekanis,
misal: impotensi, ejakulatio precox (ejakulasi dini: penyemburan mani keluar segera pada
permulaan senggama, penutupan ductus deferens, hypospadia (kelainan prtumbuhan alat
kelamin luar laki-laki), phymosis (ujung prefusium yaitu kulit ujung luar penis mengalami
penyempitan) dan pada wanita kerusakan pada tuba ,kelainan hormone ,tumor rahim dan
lain-lain.

e) Pengaruh Zat Gizi pada Fertilitas


Kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor usia, juga
dipengaruhi oleh gizi kedua pasangan, faktor gizi ini mempunyai peran sangat penting dalam
mendukung kesuburan. Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan
fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui apabila seseorang dapat mengalami anoreksia
nervosa, maka akan terlihat perubahan-perubahan hormonal tertentu, yang ditandai dengan
penurunan berat badan yang mencolok. Hal ini terjadi karena gonadotropin dalam serum dan
urin menurun, serta penurunan pola sekresinya. Kejadian tersebut berhubungan dengan
gangguan fungsi hipotalamus.

Pada wanita yang anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan yaitu meningkatnya
kadar tostesteron serum dan penuerunan ekskresi 17-keto-steroid dalam urin, diantaranya
androsteron dan epiandrosteron. Dampakanya terjadi perubahan siklus ovulasi. Bila anoreksia
tidak terlalu berat dapat diberikan hormon GRH (gonadothropin relating hormone),
karenahormon tersebut dapat mengembalikan siklus haid ke arah normal.

Berhubungan dengan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah wanita yang anovulasi akan
meningkat bila berat badannya meningkat. Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki
risiko tinggi terhadap ovulasi inertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjaditidak
subur. Keadaan ini terjadi apabila peningkatan berat badan disebabkan karena asupan gizi
yang berlebihan. Bila siklus berlangsung tanpa ovulasi pada wanita gemuk, menuinjukkan
adanya kelainan pada pengeluaran hormon. Bila kadar SHBG rendah, akan terjadi
peningkatan produksi hormon endrogen baik di ovarium maupun dikelenjar adrenalin.
Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen.
Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi hiperandrogenisme.

Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan kadar
testosteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal kadar
testosteronnya lebih rendah dari pada wanita gemuk yang mengalami amenore. Seberapa
gemuk yang akan menyebabkan siklus anovulasi tidak diketahuui dengan pasti, yang jelas
bahwa diet dan berat badan sangat memengaruhi fungsi menstruasi.

Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah mengkonsumsi


makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya pasangan menghindarimakanan yang terlalu
diolah atau mengandung bahan-bahan tiruan, diantaranya keju olahan, daging olahan.
Makanan beku, makanan kalengan. Bila membeli buah-buahan jangan yang kaleng atau
hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hindarkan sayuran kaleng,kudapan asin, kacang dan
minyak terhidrogenasi, hindari roti putih, jangan terlalu sering minum susu skim kaleng,
jangan mengkonsumsi makanan yang sudah tidak segar lagi. Menurut Neil (2001) untuk
menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan seperti berikut: daging dan alternatifnya (ikan
telur dan kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah, sayuran mentah makanan segar, jus
buah/sayuran, buah kering), dan rotidan sereal yang tidak banyak diolah (roti, bubur,
makanan kering, biji-bijian, gandum, spageti dan beras merah), susu dan hasil olahan susu
(susu, yoghurt, keju).

Pilih makanan yang belum disuling: nasi, roti, sereal dan kripsi biji-bijian, makanlah
makanan segar sepeti susu dan sayuran, baik yang mentah atau yang telah dimasak. Telur
adalah sumber protein terbaik dan juga mengandung berbagai macam gizi, karena diperlukan
untuk pembuahan.kacang-kacangan dan biji-bijian dari tanaman juga sangat bergizi, kacang
polong. Ikan dikonsumsi sesekali seminggu. Untuk daging bervariasi, sayuran dan buah
merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Memasak lebih baik dikukus,
pengaturan gizi ini dilakukan sejak wanita berusia 19 tahun sampai 26 tahun.

D. Hubungan Antar Gizi dan Kesuburan pada Wanita

Fertilitas atau kesuburan seseorang selain dipengaruhi oleh genetik, keturunan, usia juga
dipengaruhi oleh status gizi nya. Faktor gizi tersebut sangat penting dalam mendukung
kesuburan tersebut. Berikut adalah hubungan antar gizi dan kesuburan pada wanita.

1. Kekurangan Gizi / Nutrisi

Hal ini akan mempengaruhi peryumbuhan, fungsi organ tubuh, dan gangguan reproduksi.
Perubahan kadar hormon steroid (peningkatan hormon testosteron) dapat menyebabkan
gangguan siklus menstruasi.Asupan gizi yang kurang juga akan menyebabkan berbagai
keluhan dan ketidaknyamanan pada saat menstruasi.

1. Diet Rendah Lemak

Dari hasil penelitian ternyata diet rendah lemak dan diet tinggi lemak tidak memperlihatkan
perbedaan kadar hormon. Namun pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama
yaitu : panjang siklus menstruasi memanjang yaitu menungkat rata-rat 1,3 hari, lamanya
waktu menstruasi meningkat rata-rata 0,5 hari, dan fase folikuler meningkat rata-rata 0,9 hari.

1. c. Diet Vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon steroid (hormon seks) telah diteliti. Ternyata
menyebabkan pemendeken fase folikuler (ada di artikel sebelumnya) dan peningkatan
frekuensi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi pada vegetarian
26,5% sedangkan pada non vegetarian 4,9%.

1. Kegemukan / Obesitas

Berdasrkan penelitian, wanita gemuk memiliki resiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan
fungsi ovulasi terganggu sehingga menjadi tidak subur.

Disamping berat badan yang berlebih maka berat badan yang sangat rendah juga dapat
mengganggu fungsi fertilitas seorang wanita. Zat gizi yang cukup seperti karbohidrat, lemak
dan protein sangat diperlukan untuk pembentukkan hormon reproduksi, sehingga pada wanita
kurus akibat asupan gizi yang sangat kurang akan mengalami defisiensi hormon reproduksi
yang berakibat terhadap peningkatan kejadian infertilitas pada wanita tersebut.

Banyak pula mitos yang berkembang di masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah
kesuburan. Misalnya, pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena
mengandung vitamin E yang baik untuk kesuburan.Pendapat itu hanya separuh benar.
Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah satu-satunya
yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah vitamin lain dan mineral untuk
menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi
unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan) Anda. Dalam kondisi apa pun, pola
makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan.
Berikut adalah tujuh nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang akan menambah
kesuburan Anda:

a) Vitamin E

Vitamin E sangat penting bagi sistem reproduksi pria dan wanita. Bagi

wanita, vitamin E menjaga sistem endokrin dan produksi hormon-hormon

yang baik. Bagi pria, vitamin E mendukung produksi sperma dan hormon

hormon seks serta mencegah kerusakan DNA sperma.

Sebuah riset menunjukkan bahwa kerusakan yang ekstensif pada DNA

sperma dapat menyebabkan infertilitas. Kerusakan DNA tersebut terutama

disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E sebagai antioksidan dapat

mencegah kerusakan DNA sperma.

Asupan vitamin E yang disarankan adalah 400 UI per hari. Sumber utama

vitamin E adalah kecambah, kedelai, hati, dan sayuran berwarna hijau tua.

b) Vitamin C

Vitamin C penting bagi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin C bermanfaat menjaga
keseimbangan hormonal, meningkatkan fertilitas, memperkuat sistem imun, dan membantu
penyerapan zat besi. Bagi pria, vitamin C mencegah penggumpalan sperma dan
meningkatkan mobilitas sperma.

Sumber utama vitamin C adalah buah-buahan seperti jambu, sirsak, pepaya, jeruk, mangga,
stroberi dan sayuran seperti cabai dan bayam. Konsumsi harian vitamin C yang disarankan
adalah 750-1000 mg.

Meskipun terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C tidak berbahaya karena

vitamin ini larut dalam air sehingga bila berlebihan akan dibuang lewat air

seni, kelebihan vitamin C dapat menurunkan pH tubuh yang kurang

menguntungkan bagi sperma dan telur.

c) Vitamin B

Ada dua jenis vitamin B yang bermanfaat menambah kesuburan, satu untuk pria dan satunya
untuk wanita. Vitamin B12 dapat menambah dan meningkatkan kualitas sperma sedangkan
vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita. Jenis vitamin B lainnya seperti asam folat
juga penting untuk proses penyatuan sperma dan sel telur (konsepsi).
Asupan vitamin B6 dan B12 yang disarankan adalah 1,3 dan 2,4 mikrogram per hari. Sumber
vitamin B6 adalah wortel, telur, ayam, ikan, pisang, brokoli dan beras merah. Sedangkan
sumber vitamin B12 adalah hati, susu dan ikan.

d) Zat besi

Zat besi penting untuk transportasi darah dan oksigen di dalam tubuh. Kaum wanita
memerlukannya untuk menjaga keseimbangan proses ovulasi. Sebuah studi menunjukkan
bahwa 40% anggota kelompok wanita yang mengalami masalah ovulasi menjadi subur
setelah menambah konsumsi zat besi.

Asupan zat besi yang disarankan bagi pria dan wanita dewasa masing-masing adalah 8 mg
dan 18 mg per hari. Zat besi paling baik diperoleh dari sumber alami seperti kangkung,
bayam, hati dan daging.

e) Selenium

Studi yang dilakukan universitas Padua, Italia, menunjukkan bahwa kekurangan selenium
dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Seperti halnya vitamin E, sebagai antioksidan
selenium berperan mencegah oksidasi sel-sel sperma.

Sumber utama selenium adalah daging merah, hati dan makanan laut. Asupan harian yang
direkomendasikan untuk pria dewasa adalah 70 mikrogram.

f) Zinc

Zinc atau seng adalah mineral yang sangat penting bagi kesuburan. Mineral ini terdapat pada
lebih dari 200 enzim dan protein dan penting sekali bagi pria untuk membantu menjaga
fungsi organ seksual dan produksi sperma. Kekurangan zinc menyebabkan penurunan
hormon testosteron, penyusutan testis dan pengurangan produksi sperma yang sehat.

Kerang mengandung paling banyak zinc dibandingkan makanan lainnya. Namun berhati-
hatilah bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya karena kerang dari teluk Jakarta
dicurigai banyak tercemar logam berat seperti timbal dan cadmium. Alih-alih bertambah
sehat, Anda justru bisa menjadi sakit karenanya. Zinc juga terdapat pada hati, daging sapi,
kepiting,daging kambing, telur dan ayam. Jumlah asupan zinc yang disarankan adalah 15
mikrogram per hari.

g) Kalsium

Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda perlu cadangan kalsium yang cukup. Kalsium juga
meningkatkan pH tubuh Anda, yang menguntungkan bagi sperma dan telur yang sudah
dibuahi serta sejumlah manfaat lain. Sumber kalsium yang terbaik adalah susu segar, sayuran
hijau dan daging. Satu gelas susu segar mengandung sekitar 800 mg kalsium.

Kalsium pada makanan lebih mudah diserap tubuh. Namun, suplemen kalsium memberikan
alternatif yang lebih praktis. Wanita yang ingin menambah kesuburannya harus
mengkonsumsi 1000 mg kalsium sehari.

E. Cara Menghindari Infertilitas


Berikut adalah cara menghindari infertilitas, yaitu:

1. Jauhkan stress
2. Hindari penyakit kelamin
3. Hindari ketergantungan zat
4. Cek sejarah keluarga
5. Bekukan sperma, telur, ovarium dan jaringan testis
6. Cek kesehatan
7. Diusia produktif lebih bagus
8. Selesaikan masalah sedini mungkin
9. Pertahankan bobot tubuh ideal
10. Alat KB hormonal
11. Tetap aktif