Anda di halaman 1dari 7

Tugas Online - Manajemen Pemasaran

Oleh : Gabriel Susilo (20170309114)

1. Apakah definisi Integrated Marketing Communications (IMC) ?

Integrated Marketing Communications (IMC) atau komunikasi pemasaran adalah proses


manajemen suatu perusahaan untuk melakukan dialog kepada berbagai audiens perusahaan,
dengan mengembangkan, menyampaikan, dan mengevaluasi serangkaian pesan kepada
kelompok stakeholder yang teridentifikasi. IMC adalah sebuah konsep dari perencanaan
komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang
mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi.

Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai proses dari pengelolaan customer
relationships yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara spesifik, IMC dapat diartikan
sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan
yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya dengan mengontrol dan
mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta
menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka.

IMC adalah sebuah strategi dalam proses bisnis dengan membuat perencanaan,
membangun, mengeksekusi dan mengevaluasi pelaksanaan program komunikasi merek yang
terkoordinasi pada konsumen, pelanggan, atau sasaran lain yang relevan dengan audience
eksternal dan internal.

IMC adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna membina hubungan dengan
customer. Apa yang membedakan IMC dengan proses customer-centric lainnya adalah dasar dari
proses tersebut adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga
merupakan proses yang sirkuler. Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan
pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 1


dan menyokong brand relationship. Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC juga
digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand relationship yang positif juga akan
menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan tersebut.

Perencanaan yang matang dalam perumusan bentuk-bentuk komunikasi pemasaran


bertujuan untuk lebih memaksimalkan informasi yang akan disampaikan pada khalayak sehingga
dapat mewujudkan komunikasi pemasaran efektif untuk berbagai tujuan, seperti membangun dan
meningkatkan brand image dan brand awareness.

Maka dapat disimpulkan bahwa IMC adalah sebuah konsep komunikasi yang terencana,
terintegrasi dan diterapkan dalam berbagai bentuk komunikasi pemasaran untuk memberikan
pemahaman dan dampak yang maksimal melalui konsistensi pesan komunikasi kepada
konsumen, pelanggan ataupun pihak lain yang relevan dengan barang atau jasa yang
dikomunikasikan.

Namun ada juga yang menyebutkan IMC adalah sebuah konsep dari perencanaan
komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang
mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi—misalnya periklanan umum,
respon langsung, sales promotion, dan PR—dan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk
memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal.

Terdapat dua ide pokok mengenai IMC:

1. Komunikasi pemasaran yang bersifat one-voice : Elemen komunikasi pemasaran


yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu harus
dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi
yang bekerja pada elemen-elemen yang berbeda tersebut.
2. Komunikasi yang berintegrasi : Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk
meningkatkan brand awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun
juga harus dapat menimbulkan hasil penjualan yang baik.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 2


2. Mengapa IMC penting bagi Provider Layanan Kesehatan ?

Dengan penerapan konsep IMC pada pelayanan kesehatan, yang dimulai dari
memberikan komunikasi terintegrasi akan membuat konsumen memiliki wawasan akan produk
pelayanan, tujuan pelayanan serta manfaat dan tarif pelayanan.

IMC dapat membantu meningkatkan brand awareness, hal ini juga dapat meningkatkan
keputusan konsumen untuk tetap menggunakan jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit yang
sama karena merasa puas akan komunikasi yang terjalin antar penyedia layanan kesehatan dan
pengguna layanan kesehatan. Dengan ini akan terbentuk loyalitas konsumen pada rumah sakit
yang sama karena meningkatnya pengetahuan, kesukaan, preferensi, dan keyakinan pengguna
jasa untuk menggunakan layanan kesehatan dari penyedia layanan.

Terbangunnya brand awareness pada jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit, dapat
membantu meningkatkan jumlah pasien rujukan dari klinik terdekat karena terbentuknya citra
penyedia layanan kesehatan yang baik

IMC juga mendorong para penyedia jasa pelayanan kesehatan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan, sehingga pihak karyawan dan customer sama-sama merasa puas tehadap
layanan kesehatan. Selain itu juga membantu membentuk suatu SOP pelayanan medik, dan non
medik, sehingga dapat membagi tugas staff dan karyawan (job description), dapat
memaksimalkan ruangan (space utility), serta membangun komunikasi antar dokter dan
pengguna jasa.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 3


3. Apa perbedaan Promosi dan Iklan ?

Iklan Promosi

Pesan yang menawarkan suatu produk yang Usaha perusahaan untuk menciptakan
ditujukan kepada publik, sebagai bagian dari kesadaran, memberitahukan, membujuk dan
kegiatan untuk menaikkan angka penjualan. mempengaruhi konsumen untuk melakukan
pembelian terhadap produk yang di tawarkan
perusahaan.

Menggunakan cara mengemukakan alasan dan Menggunakan penawaran penghargaan berupa


pesan penjualan supaya konsumen membeli hadiah dan penawaran dalam kondisi terbatas
suatu produk. atau apabila orang mau membeli produk dalam
tenggang waktu masa promosi.

Seringkali digunakan untuk membangun citra Promosi selalu ada tenggang waktu yang
merk produk, menambahkan nilai persepsi diberlakukan sebagai alat stressing bagi
pada suatu merk. kegiatan tersebut, menambahkan nilai
sebenarnya dalam upaya menciptakan
penjualan.

Periklanan umumnya lebih digunakan dalam Promosi lebih kuat dalam menstimulasi
membangun kesadaran akan merk, dan dalam pembelian produk baru, dan jauh lebih efektif
memposisikan merk diantara para pesaingnya. dalam mengembangkan distribusi produk.

Menciptakan citra merk. Menciptakan tindakan segera.


Berdasarkan pada daya tarik emosional. Berdasarkan pada daya tarik barang atau jasa.
Menambah nilai nyata produk pada
Menambah nilai yang tidak berwujud rasional.
profitabilitas perusahaan.
Memberi kontribusi yang moderat pada barang Memberi kontribusi yang besar pada
atau jasa. profitabilitas perusahaan.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 4


4. Bagaimana peran Promotional Mix bagi Provider Layanan Kesehatan ?

Munculnya rumah sakit baru, berkembangnya rumah sakt swasta menimbulkan


persaingan antar penyedia layanan kesehatan. Rumah sakit harus mempertahankan konsumen
untuk itu rumah sakit perlu melakukan promosi. Sedangkan manajemen rumah sakit itu sendiri
selalu dihadapkan kepada permasalahan keterbatasan sumber daya yang tersedia dan keharusan
untuk mmapu mandiri, mengembangkan diri sesuai tuntutan para pengguna jasa.

Promotional mix ini meliputi advertising, sales promotion, personal selling, public
relations, dan direct marketing. Ini merupakan serangkaian variable pemasaran yang dapat
dikendalikan dan dipakai oleh pelaksana pemasaran rumah sakit untuk memasarkan jasa
kesehatan yang dihasilkan. Produk jasa rumah sakit yang menarik masih belum cukup, masih
diperlukan lagi informasi, motivasi dan edukasi kepada konsumen. Efektivitas pemasaran sangat
tergantung pada efektivitas komunikasi, karena pada dasarnya promosi adalah komunikasi.

Jenis promosi ini memberikan informasi ke pasien sehingga dapat menumbuhkan


kepercayaan kepada pasien, yang pada gilirannya pasien menjadi loyal kepada rumah sakit yang
bersangkutan. Pasien yang loyal kemungkinan besar dapat menarik pasien baru. Hal ini sangat
menguntungkan bagi rumah sakit karena kemungkinan besar pasien tidak akan berpindah ke
rumah sakit lain.

Proses loyalitas pasien dapat ditunjukan dengan adanya promosi gratis dalam bentuk
word of mouth yang dilakukan oleh pasien loyal kepada calon pasien lainnya, denga cara
menceritakan yang baik tentang pelayanan rumah sakit tersebut serta menganjurkan orang-orang
terdekat untuk memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut. Kesetiaan pelanggan merupakan
sarana promosi yang sangat ampuh, efektif dan berbiaya rendah.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 5


a. Advertising (periklanan) :
 Memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk berkomunikasi dengan
masyarakat setempat.
 Memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk menyebarkan informasi
tentang jasa dan perusahaan layanan kesehatan.
 Memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mendramatisir jasa dan
perusahaan layanan kesehatan melalui penguunaan cetakan, suara dan
warna yang menarik perhatian.

b. Sales Promotion (promosi penjualan) :


 Pemberian barang secara cuma-cuma, ini merupakan salah satu alat
promosi penjualan yang dianggap paling mahal tapi juga paling efektif.
 Kupon berhadiah, dan potongan harga langsung merupakan cara yang
sangat efektif karena membuat pengguna layanan kesehatan akan tertarik
untuk menggunakan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

c. Personal Selling :
 Mengadakan hubungan langsung dengan pengguna layanan kesehatan
sehingga penyedia layanan kesehatan lebih dapat mengamati karakteristik
beserta kebutuhan pengguna layanan kesehatan.
 Memperoleh tanggapan dari pengguna layanan kesehatan.
 Membina berbagai macam hubungan dengan pengguna layanan kesehatan
baik dalam hubungan bisnis maupun persahabatan yang erat. Jadi,
dalam personal selling terjadi interaksi langsung, saling bertemu muka
antara pengguna dan penyedia layanan kesehatan, sehingga dapat
diketahui secara langsuing keinginan, perilaku dan motif pembelian dari
pengguna layanan kesehatan, sekaligus dapat melihat reaksi pengguna
layanan kesehatan.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 6


d. Public Relation ( publisitas ) :
 Penyedia layanan kesehatan dapat memberikan informasi yang dapat
berupa suatu berita bukan iklan., dan dapat lebih dipercaya oleh pengguna
layanan kesehatan.
 Dapat menjangkau pengguna layanan kesehatan yang tidak mau membaca
iklan.
 Dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada
posisi lain yang menyolok.

e. Direct Marketing :
 Penyedia layanan kesehatan dapat menjalin komunikasi langsung dengan
pengguna layanan kesehatan dengan menggunakan strategi komunikasi
langsung, dimana lebih bisa berinteraksi dengan pengguna atau calon
pengguna layanan kesehatan.
 Penyedia layanan kesehatan dapat memicu proses komunikasi pemasaran
menggunakan media untuk mendorong respon pengguna layanan
kesehatan.
 Menciptakan hubungan baik dengan pengguna layanan kesehatan,
membentuk suatu bentuk kepercayaan akan layanan yang akan diberikan.
 Penyedia layanan kesehatan dapat menjangkau perusahaan untuk dapat
diajak bekerjasama dalam hal merujuk pasien.
 Penyedia layanan kesehatan dapat menginformasikan jasa pelayanan apa
saja yang dapat diberikan.

Tugas Manajemen Pemasaran Gabriel Susilo - 7