Anda di halaman 1dari 23

Politeknik Negeri Sriwijaya 1

BAB I
PENDAHULUAN

1). PENGERTIAN PKN : PKN diharapkan setiap intelektual Indonesia


memiliki dasar kepribadian sebagai warga negara
yang demokratis, religius, berkemanusiaan dan
berkeadaban ( Kaelan, M.S. 2007).
1) Intelektual  Cerdas berdasarkan ilmu
pengetahuan (memiliki
kecerdasan tinggi).
2) Demokratis  Bercirikan demokrasi.
3) Religius  Bersifat keagamaan.
4) Berkemanusiaan  Bersifat manusia tidak melakukan
tindakan terkutuk.
5) Berkeadaban  Sopan, mempunyai kebaikan budi
pekerti.

TUJUAN PKN : (Dikti 2002: 179)


1) Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan
program studi dalam mengantarkan mahasiswa
mengembangkan kepribadiannya selaku warga negara
yang berperan aktif menegakkan demokrasi menuju
masyarakat madani(masyarakat yang beradab dalam
menjalani kehidupannya).
2) Untuk membantu mahasiswa selaku warga negara agar
mampu mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan bahasa
Indonesia, serta kesadaran berbangsa bernegara dalam
menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap
kemanusiaan.
3) Kompetensi  bertujuan untuk menguasai kemampuan
berpikir, bersikap rasional (sesuai akal pikiran), dan
dinamis (penuh semangat, dan mudah menyesuaikan diri
dengan keadaan) berpandangan luas sebagai manusia
intelektual, serta mengantarkan mahasiswa selaku warga
RI yang memiliki :
a) wawasan kesadaran bernegara untuk bela Negara
dengan perilaku cinta tanah air.
b) wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa demi
ketahanan nasional.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 2

c) pola pikir yang komprehensif integral pada seluruh


aspek kehidupan nasional.

Warga  anggota (keluarga, perkumpulan). (KBBI 1999)


Negara  organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi
yang sah dan ditaati oleh rakyat. (KBBI 1999)

Negara menurut ahli (DIKTI No. 43/2006;88) :


1. Djokosoetono
Negara adalah organisasi manusia yang berada di bawah suatu
pemerintahan yang sama.

2. George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dan sekelompok manusia yang telah
berdiam di wilayah tertentu.

Warga Negara  Penduduk sebuah negara atau bangsa yang berdasarkan


keturunan, tempat tanggal lahir, disebut yang mempunyai
kewajiban dan hak penuh seorang warga dari negara itu. (KBBI
1999)

Warga negara / yang menjadi warga negara RI  Orang-orang bangsa Indonesia


asli dan orang-orang bangsa lain
yang disahkan dengan UU
sebagai warga negara (UUD
1945 pasal 26 ayat 1) UU
No.12/2006.

Penduduk (menurut UUD 1945 pasal 26 ayat 3)  Warga negara Indonesia dan
orang asing yang bertempat
tinggal di Indonesia.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 3

Kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut “CIVIS” selanjutnya dalam bahasa


Inggris disebut “CIVIC” artinya mengenai warga negara /kewarganegaraan. Dari
kata CIVIC, lahir kata “CIVICS” yang artinya ilmu kewarganegaraan dan Civic
Education, Pendidikan Kewarganegaraan.

2). SEJARAH PKN PERTAMA


Pelajaran “CIVICS” mulai diperkenalkan di Amerika Serikat tahun 1790 dalam
rangka mengamerikakan bangsa Amerika yang dikenal dengan THEORY OF
AMERICANIZATION. Alasan/sebabnya karena bangsa Amerika berasal dari
berbagai bangsa yang datang ke Amerika Serikat dan untuk menyatukan bangsa
Amerika perlu diajarkan CIVICS bagi warga negara Amerika Serikat dan
membicarakan masalah “GOVERNMENT” dan civics bagian dari ilmu politik.

SEJARAH PERKEMBANGAN PKN (1974-2001)( DIKTI/2002:180) meliputi :

1. Sejarah perkembangan Pendidikan Kewiraan menjadi PKN dengan mengacu kepada :

a) UU No. 20/1982 tentang UU Pertahanan Keamanan Negara RI yang


disempurnakan dengan UU No. 3/2002 tentang UU Pertahanan negara.
b) UU No. 2/1989 tentang sistem Pendidikan Nasional.
c) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang
pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil
belajar mahasiswa.
d) Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 38/DIKTI/Kep/2002.

2. Pendidikan Kewiraan yang mulai diselenggarakan sebagai sebagian kurikulum


pendidikan tahun 1973/1974. Tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan kewiraan itu
ialah menumbuhkan dan mengembangkan :
a) Kecintaan pada tanah air.
b) Kesadaran berbangsa dan bernegara,
c) Keyakinan akan ideologi negara Pancasila.
d) Rela berkorban untuk negara dan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan
tersebut mata kuliah Pendidikan Kewiraan mencakup :
1) Wawasan nusantara.
2) Ketahanan nasional.
3) Politik dan strategi pertahanan keamanan.
4) Politik nasional dan strategi nasional.
5) Sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA).

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 4

3. UU No. 2/1989 tentang sistem pendidikan nasional, menerapkan bahwa isi kurikulum
pada setiap jenis dan jalur jenjang pendidikan (termasuk pendidikan tinggi) meliputi :
a) Pendidikan Agama.
b) Pendidikan Pancasila.
c) PKN.

3). PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA YAITU:


Bangsa dan Negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan
budaya bangsa dan bukannya mengangkat atau mengambil Ideologi
dari bangsa lain. Selain itu Pancasila juga bukan hanya merupakan
ide-ide atau perenungan dari seseorang saja, yang hanya
memperjuangkan suatu golongan tertentu, melainkan Pancasila
berasal dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa sehingga
Pancasila pada hakikatnya untuk seluruh lapisan serta unsure-unsur
bangsa secara komperhensif. Oleh karena cirri khas Pancasila itu,
maka memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia.
(Kaelan.2004;112).

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 5

BAB II
FILSAFAT PANCASILA

1). PENGERTIAN FILSAFAT :


Dalam wacana ilmu pengetahuan banyak orang memandang bahwa
filsafat adalah bidang ilmu yang rumit, kompleks dan sulit
dipahami secara definitive. Namun demikian sebenarnya pendapat
yang demikian itu tidak benar, selama manusia hidup , seorangpun
tidak dapat menghindar dari kegiatan berfilsafat. Tetapi
berdasarkan kenyataan sebenarnya filsafat itu sangat mudah
dipahami. (Dr.Kaelan.2004;56).
Secara umum filsafat merupakan hasil pemikiran manusia yang kritis dan radial,
mendalam sampai pada intinya, yang membahas secara
menyeluruh sampai pada “hakikatnya” untuk mencapai kebenaran
yang sesuai dengan kenyataannya. (Dikti.2006;13).
Contoh-contoh Filsafat : (Dr.Kaelan.2004)
1). Jikalau seseorang hanya berpandangan bahwa materi
merupakan sumber kebenaran dalam kehidupan, maka orang
tersebut berfilsafat MATERIALISME.
2). Jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam kehidupan ini
yang terpenting adalah kenikmatan, kesenangan dan
kepuasan lahiriah, maka orang tersebut berfilsafat
HEDONISME.
3). Jikalau seseorang berpandangan bahwa kebenaran
pengetahuan itu sumbernya rasio, maka orang tersebut
berfilsafat RASIONALISME.
Sebelum dipahami lebih lanjut tentang pengertian filsafatn maka terlebih dahulu
kita harus memahami istilah “filsafat”. Secara ETIMOLOGIS (asal usul kata dan
perubahan bentuk dan makna) filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” berarti
cinta, “sophos” berarti kebijaksanaan. (Nasution.1973)
Jika ditinjau dari lingkungan / ruang lingkup pembahasannya filsafat
adalah tentang :
a). Manusia e). Etika
b). Masyarakat f). Logika
c). Alam g). Agama dan bidang lainnya
d). Pengetahuan

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 6

2). PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT YAITU :


(Kaelan.M,S.2000;154)
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan
sistem filsafat.

Sistem adalah :
Suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling
bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan
merupakan suatu kesatuan yang utuh.

FILSAFAT PANCASILA ADALAH : (Aw.widjaja.1984;125)

Filsafat yang mempunyai obyek Pancasila, yaitu pancasila yang


benar dan sah yang tercantum didalam Pembukaan UUD 1945.

CIRI-CIRI SISTEM ADA 5, YAITU :

1). Suatu kesatuan bagian-bagian maksudnya sila-sila Pancasila setiap sila pada
hakikatnya merupakan suatu asas sendiri.
2). Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri maksudnya yaitu
mempunyai tujuan suatu masyarakat yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila.
3). Saling berhubungan, saling ketergantungan maksudnya konsekuensinya setiap
sila tidak dapat berdiri sendiri terpisah dari sila lainnya.
4). Keseluhannya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan
system).
5). Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Vokh.74)

DEFINISI-DEFINISI FILSAFAT MENURUT AHLI :


(Drs.Aw.Widjaja.1985.116)
1). DC.MULDER :
Ilmu filsafat adalah penilaian teoritis tentang susunan (struktur)
kenyataan sebagai keseluruhannya.
2). R.KWANT :
Berfilsafat yang sesungguhnya adalah pengujian secara kritis
terhadap segala sesuatu yang bersifat jamak.
3). A.ANYER :
Filsafat adalah suatu pencarian jawaban tentang beberapa
pertanyaan yang pada pokoknya tetap sama sudah zaman Yunani.
Pertnyaan tentang apakah kita dapat mengetahui, untuk apa benda-
benda itu dan bagaimana saling berhubungan.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 7

4). NOTONAGORO :
Filsafat menelaah hal yang menjadi obyeknya dari sudut intinya
yang terdalam dan yang mutlak tidak berubah yang disebut
hakekat.

PENGERTIAN FILSAFAT MENURUT AHLI : (Minto Rahayu.2007:26)


1). PLATO :
Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan
kebenaran yang asli.
2). Aristoteles :
Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung di
dalam logika, fisika, etika, politik, estetika.

3). Ir.Oedja Wiatna :


Filsafat adalah ilmu yang berusaha untuk mencari sebab yang
sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.

MAKNA FILSAFAT ADALAH : (Minto Rahayu.2007:26)


(untuk mencari kebenaran) yaitu adanya rasa ingin tahu manusia,
yang diimplementasikan dengan bertanya tentang hal-hal yang
berhubungan dengan keberadaan manusia dengan cara mencari
jawaban dan pertanyaan untuk kebenaran bukan memiliki
kebenaran.

MANFAAT FILSAFAT ADALAH : (Minto Rahayu.2007:27)


Untuk merenung atau olah pikir/merefleksi (ucapan seseorang)
untuk memahami dunia tempat kita hidup maupun untuk
memahami diri kita sendiri. (Kattsoff.1992:6)

FUNGSI FILSAFAT ADALAH : (Minto Rahayu.2007:29)


(untuk bertanggung jawab). Filsafat sangat berguna karena dengan
belajar filsafat kita semakin mampu menangani pertanyaan-
pertanyaan mendasar, (makna realitas dan tanggung jawab) yang
tidak terletak dalam wewenang metode ilmu-ilmu khusus.
Antara lain :
1). Mengajak manusia bersikap arif, berwawasan luas terhadap
berbagai problem yang dihadapi.
2).Dapat membentuk pengalaman kehidupan seseorang secara lebih
kreatif atas dasar pandangan hidup atau ide-ide yang

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 8

muncul karena keinginannya.


3). Dapat membentuk sikap kritis seseorang dalam menghadapi
permasalahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
kehidupan lainnya dengan lebih rasional, lebih arif dan tidak
terjebak dalam fanatisme yang berlebihan.

IDEOLOGI PANCASILA YAITU : (Aw.Widjaja.1984:125)


Merupakan kelanjutan filsafat Pancasila yaitu pandangan dan
tinjauan manusia Indonesia tentang tingkah laku hidup
bermasyarakat dan hidup bernegara dalam usaha mencapai cita-cita
yang terkandung dalam Pancasila.

CABANG-CABANG FILSAFAT ADA 3 YAITU : (Minto Rahayu 2007:30)


1. Epistemologi adalah :
Filsafat tentang pengetahuan, Epistemologi berusaha
menjelaskan bagaimana mungkin manusia mengetahui
sesuatu dan apa yang memungkinkan untuk menjelaskan
atau memahami sesuatu.

2. Ontologi adalah :
Pertanyaan “apa itu realitas” apa yang sesungguhnya ada
dan bagaimana segala sesuatu yang ada ini ditata, yang coba
dipecahkan oleh para filsuf/ahli ontologu dan mengkaji
keberadaab sesuatu baik secara konkret (nyata), faktual
(berdasarkan kenyataan), Transendental (sukar dipahami :
gaib) contohnya alam, manusia, benda-benda, tuhan dll.

3. Axiologi adalah :
Membahas norma-norma prilaku manusia yang berkaitan
dengan “yang baik” dan “yang buruk”. Bagaimana
seharusnya menjadi manusia yang baik, apa ukuran dan
norma-norma serta nilai yang mendasarinya.
Pertanyaan-pertanyaan Axiologi adalah
- Apa itu baik ?
- Apa itu indah ?
- Apa itu benar ?

Kesimpulannya adalah
Cabang-cabang filsafat juga dapat menjawab tentang apa itu
filsafat.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 9

BAB III
IDENTITAS NASIONAL

ARTI IDENTITAS :
Ciri-ciri, jati diri, sifat

a. Ciri-ciri => Tanda-tanda yang khas yang membedakan


sesuatu dari yang lain yaitu
1. Ciri-ciri kesamaan fisik : budaya, agama,
bahasa.
2. Ciri-ciri non fisik : keinginan, cita-cita, tujuan
b. Jati diri adalah identitas
Gambaran atau keadaan khusus seseorang atau benda
c. Sifat adalah : karakter
Watak/kepribadian (tingkah laku seseorang dengan manusia
lain yaitu beragama, jujur, demokratis, mandiri, toleransi,
disiplin, kreatif.

IDENTITAS NASIONAL INDONESIA IALAH:


Jati diri yang membentuk bangsa dan berbagai suku bangsa,
agama, bahasa indonesia, budaya nasional, wilayah nusantara ideologi pancasila
(minto rahayu 2007:50)

A. PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL adalah (Kaelan 2007/43)


Secara etimologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa
yang secara filosofis (mengenal hakikat segala yang ada, sebab, asal dan
hukumnya sesuatu kegiatan) membedakan dengan bangsa lain.

Identitas Nasional yang berasal dari kata “National Identity” dapat

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 10

di artikan sebagai “Kepribadian Nasional” atau “Jati Diri Nasional”


(DIKTI/2006/66)

Kepribadian atau jati diri nasional kita yaitu (DIKTI/2006/66)


Berasal/ mengadopsi dari nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama
yang kita yakini kebenarannya, yang terdiri dari bangsa yang beradab, berbudaya,
beretika, sopan santun, ramah tamah, harus kita pupuk dan lestarikan.
FAKTOR - FAKTOR PENDUKUNG KELAHIRAN IDENTITAS
NASIONAL YAITU (Dikti/2006/67/Kaelan 2007:49)
1.) Faktor Objektif :
Mengenai keadaan yang sebenarnya meliputi :
- Faktor Geografis
- Faktor Ekologis
- Faktor Demografis
- F. Geografis : Yangg beriklim tropis
- F. Ekologis : Ilmu mengenai hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dan kondisi alam sekitarnya
(lingkungan)
- F. Demografis : Ilmu perkembangan penduduk.

2.) Faktor Subjektif :


Menurut pandangan sendiri yaitu faktor historis yang
dimiliki indonesia ikut memperngaruhi proses pembentukan
masyarakat dan bangsa indonesia.

B. KARAKTERISTIK IDENTITAS NASIONAL (Dikti 2006:67)


Karakter berasal dari bahasa latin “Kharakter” dan “Kharax” yang
maknanya “TOOL FOR MAKING”, “ TO ENGRAVE” dan “ POINTED
STATE” dalam bahasa prancis menjadi “CARACTERE” Bahasa inggrisnya
“CHARACTER” dalam bahasa indonesia dikenal “KARAKTER”
(Elmubarok 2008;102).
Karakter dapat diartikan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain; tabiat, watak (hakim, 1996;445)

1. FUNGSI PANCASILA BAGI BANGSA INDONESIA ADALAH


(Dikti 2006;68)
Pada masa Orde Baru Pancasila memiliki fungsi yang sangat sakral
dan penting. Fungsi pancasila pada masa Orde Baru antara lain:
a. Pancasila sebagai dasar negara yaitu:
Merupakan sumber dari segala sumber hukum
(sumber tertib hukum) indonesia. Yang berlaku
dinegara kita (A.W. Widjaja 1984;176)

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 11

b. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum yaitu :


Maksudnya segala peraturan yang ada harus
bersumber dan tidak boleh menyimpang dan
bertentangan dengan pancasila (A.W. Widjaja
1984;70)

c. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yaitu:


Sebagai pandangan hidup bangsa indonesia yang
dapat mempersatukanserta memberi petunjuk dalam
mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan
batin dalam masyarakat kita yang beraneka ragam
sifatnya (A.W. Widjaja 1984;177)

d. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa yaitu :


Karena Pancasila memberikan corak yang khas
kepada bangsa indonesia, yang membedakan dari
bangsa lain (A.W. Widjaja 1984;177)

e. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa indonesia yaitu :


Karena kebenaran pancasila yang telah tertanam
dalam kalbu rakyat indonesia, maka dari itu
pancasila dikehendaki oleh seluruh rakyat indonesia.
(A.W. Widjaja;1984;176)

f. Pancasila sebagai tujuan hidup yang hendak dicapai oleh


bangsa indonesia yaitu :
Suatu masyarakat adil dan makmur yang merata
material dan spriritual berdasarkan pancasila
didalam wadah negara kesatuan RI yang merdeka,
berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam
suasana prikehidupan bangsa yang sama, tenteram,
tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan
dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai
(A.W. Widjaja;1984;177)

2. NASIONALISME INDONESIA YAITU

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 12

C. PROSES BERBANGSA DAN BERNEGARA


1. Bangsa Indonesia : (A.W. Widjaja;1984;37)
Sejarah bangsa Indonesia telah cukup tua yang diperirakan
3000-2500 tahun sebelum Masehi, ditandai dengan kedatangan
bangsa dari Cina Selatan secara bergelombang yang terkenal
kemudian dengan Melayu Tua dan Melayu Muda yang
menjadi asal usul bangsa yang menghuni nusantara.

Asal mula nama indonesia sendiri adalah dari tulisan:


a. JAMES RICHARDSON LOGAN (Inggris), berjudul
JOURNEY OF THE INDIAN ARCHIPELAGO AND
ESTERN ASIA, ia memilih istilah geografis murni
“Indonesia” yang pada hakekatnya merupakan sinonim yang
lebih singkat bagi pulau-pulau India atau kepulauan India.
b. W.E. MAXWELL (Inggris) tahun 1862 M dengan judul THE
ISLAND OF INDONESIA, ia menulis istilah yang dibuat
JAMES RICHARDSON LOGAN, berdasarkan inspirasinya
mengimbangi nama bangsa-bangsa dikepulauan mikronesia,
Polynesia dipasifik.
c. DR. ADOLF BASTIAN (Jerman) tahun 1889 M, memakai
nama Indo (Indonesos) untuk kepulauan dan bangsa Indonesia.

2. Sejarah Bangsa Indonesia (A.W.Widjaja;1984;26.27)


Bangsa Indonesia pada dasarnya bangsa yang religius dan sudah ada
sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Zaman kegemilangan zaman
kerajaan Majapahit. Pada abad XVI Majapahit runtuh maka
berkembanglah agama Islam, Kerajaan Demak, kemudian negara-
negara eropa datang, portugis,
Spanyol awalnya berdagang dengan abad XVI itulah belanda masuk indo dan
dengan kedatangan menjajah itulah hilangnya kemerdekaan, kesatuan, kedaulatan,
keadilan kemakmuran serta menimbukan penderitaan lahir dan batin dan amanat
penderitaan rakyat.

KEBANGKITAN NASIONAL: (Kailan, 2004 : 54)


Pada tanggal 20 mei 1908 maka timbul lah (Budi Utomo) Dr. Wahidin untuk
kesadaran bangsa Indonesia melalui pendidikan dengan kebudayaan untuk
berbangsa dan bernegara pergerakan nasional antara lain:
a) Serikat dagang islam (SDI 1909) kemudian menjadi gerakan
politik serikat islam (SI 1911) H.O.S COKROAMINOTO
b) Indische Partij (1913) yang dikenal 3 serangkai yaitu ;
DOUWES DEKKER, CIPTO MANGUN KUSUMO,
SUWARDI SURYANINGRAT yang kemudian dikenal dengan

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 13

KI HAJAR DEWANTARA, partai ini tidak berumur panjang


karena pemimpinannya dibuang ke luar negeri (1913)
Pada tanggal 28 oktober 1928 : sumpah pemuda kesadaran bangsa Indonesia
untuk bersatu
Golongan muda : MUH. YAMIN, WONGSO NEGORO,
KUNGORO PURDO PRANOTO.

CIRI-CIRI IDENTITAS NASIONAL :


Ciri-ciri kesamaan fisik, seperti : budaya,
agama, Bahasa.
Non fisik ; keinginan, cita-cita, tujuan.

SIFAT-SIFAT / KARAKTER BANGSA INDONESIA:


1. Religius, jujur, toleransi (saling menghargai),
disiplin (patuh pada aturan), kerja keras (sungguh-
sungguh), kreatif (selalu menghasilkan sesuatu yang
baru), mandiri (tidak ketergantungan), demokratis,
rasa ingin tahu, semangat kebangsaan (mendahului
kepentingan umum) cinta tanah air, menghargai
prestasi, cinta damai, tanggung jawab

SEBUTKAN IDENTITAS NASIONAL BANGSA INDONESIA


1. Bahasa Indonesia, bendera merah putih, bangsa indo
raya, lambing Negara burung garuda, bhinneka
tunggal ika, dasar filsafat Negara yaitu pancasila,
konstitusi yaitu : UUD 1945, bentuk Negara NKRI
yang berkedaulatan rakyat, konsepsional nusantara,
kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai
budaya nasional.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 14

BAB IV
POLITIK DAN STRATEGI

A HAKIKAT NEGARA : (Dikti 2006 : 86)

Sebelum membahas tentang hakikat Negara, perlu kiranya memahami


pengertian politik dan strategi. Kata politik secara etimologis berasal dari
Bahasa yunani POLITEIA yang berakar katanya POLIS dan TEIA yang
berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu Negara dan teia yang
berarti urusan.
Dalam Bahasa Indonesia politik mempunyai makna kepentingan umum
warga Negara suatu Negara.

Dalam Bahasa inggris, politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip)


keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita atau tujuan
tertentu. Sedangkan policy dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan
kebijakan adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap
telah menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau tujuan yang
dikehendaki (Dikti, 2006 : 87)

Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan


cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan Negara dan cara
melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan
umum (public policies). Dengan demikian politik membicarakan hal-hal
yang berkenaan dengan Negara, kekuasaan, pengambilan keputusan,
kebijakan, dan distribusi sumber daya. (Dikti, 2006 : 87)

Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan


kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.

Politik nasional di definisikan sebagai asas, - haluan


- Asas
- Kebijaksanaan Negara
(Dikti, 2006: 87)

Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional misalnya ;


(Dikti, 2006 : 87)

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 15

- Strategi jangka pendek


- Strategi jangka menengah
- Strategi jangka panjang

Kebijakan nasional tertinggi adalah (Dikti, 2006 : 87)


- Penentuan UUD
- Penggarisan masalah makro politik bangsa dan Negara untuk
merumuskan idaman nasional

Kebijakan puncak dilakukan oleh : (Dikti, 2006 : 87) MPR

Kebijakan umum seperti : ( Dikti, 2006 : 87)


- Peraturan pemerintah pengganti undang-undang
- Peraturan pemerintah
- Peraturan prsiden, Inpres

Kebijakan khusus seperti : ( Dikti, 2006 : 87)


- Peraturan menteri, keputusan menteri, instruksi menteri.

Kebijakan teknis seperti : ( Dikti, 2006 : 87)


- Keputusan DirJen, Peraturan DirJen, Keputusan Sekjen
Departemen dan sebagainya.

1. PENGERTIAN NEGARA (Dikti, 2006 : 87)

Secara etimologi, kata Negara berasal dari kata STAAT (Belanda


dan Jerman); (State = Inggris); (Etat = Perancis) status atau (statuum latin)
kata tersebut berarti “meletakkan dalam keadaan berdiri “ menempatkan”
atau “membuat berdiri”.

Negara menurut pendapat para ahli : (Dikti, 2006 : 88)


1. GEORGE JELLINEK ;
Negara adalah organisasi kekuasaan dari
sekelompok manusia yang telah berkediaman di
wilayah tertentu.

2. R. DJOKOSOETONO :
Negara adalah organisasi manusia yang berada di
bawah suatu pemerintahan yang sama.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 16

3. J.H.A LOGEMANN :
Negara adalah suatu organisasi kemasyarakatan
yang mempunyai tujuan melalui kekuasaannya
untuk mengatur serta menyelenggarakan sesuatu
(berkaitan dengan jabatan) fungsi lembaga
16kenegaraan, atau lapangan kerja dalam
masyarakat.
2. ASAL MULA TERJADINYA NEGARA (Dikti 2006 : 92)

Tiap negara memiliki pengalaman berbeda dalam hal terjadinya


negara hingga diakui negara lain. Ada beberapa cara untuk mengetahui asal
mula terjadinya suatu negara lain yaitu: ada 3

1. Secara faktual yaitu cara mengetahui asal usul terjadinya negara


berdasarkan fakta nyata yang dapat diketahui melalui sejarah lahirnya
negara tersebut beberapa kejadian yaitu:

- penduduk

3. TEORI TERJADINYA NEGARA PADA PILIHAN DARI 2 TEORI


(Dikti : 2002)

1. TEORI YANG BERSIFAT SPEKULATIF YAITU: dengan pemikiran


dalam secara teori (untung-untungan (spekulasi)).

Dibagi 3:

1). Teori Teokrasi yaitu teori kekuasaan yang memandang bahwa


kekuasaan itu berasal dari Tuhan . (kailan 2004:137)

Teori teokrasi terbagi 2 yaitu :


1. Teokrasi langsung yaitu adanya negara didunia ini adalah atas
kehendak tuhan dan yang memerintah adalah tuhan yang
menganut teokrasi ini negara jepang alasannya rakyat jepang
menyakini bahwa kaisar adalah anak tuhan.apa yang dikatakan
kaisar itulah yang dikatakan tuhan, ini terbukti dalam sejarah
perang dunia II rakyat jepang rela mati berperang demi kaisar
(kailan.2014:137) (pedang WAKIZASHI).
2. Teori tidak langsung yaitu bukan tuhan sendiri yang menerima
dalam suatu negara melainkan kepala negara atau raja atas nama
tuhan, atau atas kehendak tuhan,yang menganut teokrasi tak

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 17

langsung negara belanda alasannya raja menyembah tuhan suci


amanat dari tuhan, untuk kemakmuran rakyatnya ini terbukti
diwil jajahannya belanda dikenal dengan ETHISCHE POLITIK
(politik etis), (kailan.2004:137)

2). Teori kekuasaan yaitu : (dikti 2006:43).

Negara terbentuk atas dasar kekuasaan yang diciptakan


orang yang paling kuat dan berkuasa. Pendukung teori ini
(H.j.laska,leon puquit dan karlmax).

3). Teori hukum alam yaitu: (dikti 2006:43)

Terjadinya negara karena hukum alam yang bersifat


hukum universal (umum) dan tidak berubah.

2. TEORI YANG BERSIFAT EVOLUSI yaitu (dikti 2006 :182)

Terjadinya negara secara sosiologis (pengetahuan atau ilmu yang sifat,


perilaku dan perkembangan masyarakat), perubahan atau perkembangan
secara berlangsung langsung, sedikit demi sedikit dari keluarga menjadi
negara.

4. SIFAT-SIFAT NEGARA ADA 3 : (DIKTI.2006:88)


1. Sifat monopoli yaitu:
Negara berhak menentukan tujuan bersama dari masyarakat
maksudnya menentukan mana baik dan yang tidak.
2. Sifat memaksa yaitu :
Agar peraturan perundangan ditaati dan penertiban dalam masyarkat
tercapai serta timbulnya anarki dapat dicegah, maka negara memiliki
sifat memaksa dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai
kekuasaan fisik secara legal seperti adanya:
- Polisi
- Tentara
- Jaksa, hakim, peradilan.
3. Sifat untuk semua yaitu:

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 18

Artinya segala peraturan perundangan yang berlaku adalah untuk


semua orang semua warga negara tanpa terkecuali.
Contohnya: -membayar pajak

1. SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN NEGARA ADA 4 : (dikti


2006:40)
1. Wilayah yaitu:
Wilayah merupakan unsur konstitutif (mendasar) suatu negara,
wilayah suatu negara biasanya mencangkup,daratan, perairan dan
udara.
a. Daratan:
Biasanya ditentukan batas-batasnya melalui perjanjian antara
negara baik bilateral maupun multilateral biasanya batasnya
ditentukan ciri-ciri alamiah antara lain:
- Gunung, sungai, dibuat bentuk tembok pembatas.
b. Perairan:
Wiayah laut yang masuk kedalam wilayah negara tertentu disebut:
LAUT TERITORIAL.
Berdasarkan hasil konyensi hukum laut III yang diadakan PBB tgl
10-12-1982 dijamaica ditetapkan wilayah laut terdiri atas:
- Laut teritorial, zona bersebelahan, zona ekonomi eksklusif (ZEE),
landas kontinen, landas benua.
c. Udara :
Menurut UU no 20/1982 maka batas wilayah kedaulatan diantara
yang termasuk ORBIT GEOSTASIONEKA adalah setinggi 35.761
km. Namun demikin klaim indonesia atas wilayah udara tersebut.

Pertentangan dengan teori-teori berikut:

- Teori keamanan, teori penguasaan cooper, teori udara schacter.


Menyimpulkan bahwa batas udara adalah batas daratan dan
perairan diatasnya.

2. Rakyat yaitu:
Rakyat suatu negara adalah semua orang yang secara nyata berada
dalam wilayah suatu negara yang tunduk dan patuh terhadap peraturan
dalam negara tersebut.

Secara sosiologis rakyat adalah (ilmu tentang sifat, perilaku dan


prkembangan masyarakat). Sekumpulan manusia yang dipersatukan

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 19

olehrasa persamaan dan yang sama-sama mendiami suatu wilayah


tertentu.
Secara yuridis (rakyat) adalah rakyat merupakan warga negara dalam
suatu negara yang memiliki ikatan hukum dengan pemerintah.

Rakyat suatu negara dapat dibedakan atas:


a. Penduduk yaitu:
orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam wilayah suatu
negara untuk jangka waktu yang lama.
b. Bukan penduduk yaitu:
Mereka yang berada dalam wilayah suatu negara tidak secara
tetap, hanya untuk sementara waktu saja WNA.

3. Pemerintah yang berdaulat adalah:


Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dalam suatu negara yang
berlaku terhadap seluruh wilayah dan segenap rakyat negara itu.

Pemerintah dibagi 2 yaitu:


1. Pemerintahan dalam arti sempit meliputi seluruh alat
perlengkapan negara yang melaksanakan fungsi pemerintah
saja, yaitu eksekutif (presiden dan para menteri yang
menjalankan tugas yang dibuat legislatif (DPR).
2. Pemerintah dalam arti luas adalah:
Keseluruhan alat perlengkapan negara yang memegang
kekuasaan negara meliputi kekuasaan legislatif, eksekutif,
yudikatif dan kekuasaan lainya.

3. Pemerintahan yang berdaulat mengandung makna yaitu:


1. Berdaulat kedalam artinya:
Memiliki kewenangan tertinggi dalam mengatur dan
menjalankan warga negara sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
2. Berdaulat keluar artinya:
Pemerintah berkuasa penuh, bebas, tidak terikat dan tidak
tunduk pada kekuatan lain, dan tidak ikut campur urusan
dalam negara lain.
4. Pengakuan dari negara lain yaitu dibagi 2:

1. Pengakuan DE FACTO yaitu

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 20

yang berdasarkan kenyataan yang ada atau fakta yang sungguh-


sungguh nyata tentang berdirinya suatu negara, pengakuan ini ada
yang bersifat tetap dan ada yang bersifat sementara.

2. Pengakuan DE JURE Yaitu:

Pengakuan berdasarkan pernyataan resmi menurut bkm


internasional. Pengakuan ini juga ada yang bersifat tetap dimana
pengakuan ini berlaku untuk selamanya karena kenyataan yang
menunjukan adanya pemerintahan yang stabil. Dan ada juga yang
bersifat penuh dimana terjadi hubungan antara negara yang
mengakui dan diakui dalam hubungan dagang dan diplomatik.
Negara yang mengakui berhak menempatkan konsulat (penasehat)
atau kedutaan dinegara yang diakui.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 21

BAB V
DEMOKRASI INDONESIA
(Kailan 56)

Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” yang artinya
rakyat dan “ Cratos” artinya kekuasaaan atau kedaulatan
Di Negara-negara modern seperti sekarang ini demokrasi langsung tidak
dapat dilakukan. Maka dilakukan demokrasi perwakilan karena ada berbagai
alasan-alasan seperti :

 Penduduk selalu bertambah sehingga musyawarah di suatu tempat tidak


mungkin di laksanakan.
 Hasil bulat masyarakat sulit dicapai karena pemungutan suara dari warga
yang hadir sulit dilakukan.
 Warga Negara mempunyai kesibukan sehingga urusan pemerintah
diserahkan kepada ahlinya sendiri-sendiri
 Masalah yang dihadapi Negara semakin rumit sehingga membutuhkan
orang yang professional.

Zaman dahulu (City State ) Yunani berdasarkan demokrasi adalah suatu


pemerintahan yang melaksanakan kehendak rakyat yang sebenarnya. Artinya
rakyat hanyalah populous tertentu yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan
format yang mengontrol akses kesumber sumber kekuasaan dan dapat mengklaim
kepemilikan atas hak hak prerogatif dalam akses pengambilan keputusan yang
berkaitan dengan urusan publik atau pemerintah

Prinsip Utama Demokrasi adanya pengakuan HAM sebagai penghargaan


terhadap martabat manusia yang tidak
melupakan kepentingan umum.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 22

DEMOKRASI DI INDONESIA

Demokrasi Pancasila
Adalah demokrasi yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yaitu
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan

Sistem Pelaksanaaan Demokrasi Di Indonesia ada 2 Sistem :


1. Demokrasi Sistem Parlementar (1945 -1959) yaitu bercirikan :
DPR lebih kuat daari pada pemerintah ,menteri bertanggung jawab kepada
DPR ,program kebijakan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota
parlemen.kedudukan kepala Negara hanya sebagai symbol

2. Demoksasi Sistem Presidensial (1966- orba )yaitu bercirikan :


Negara dikepalai oleh pesiden ,kekuasaan presiden dijalankan berdasarkan
kedaulatan dari rakyat dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . menteri
bertanggung jawab kepada presiden . presiden dan DPR mempunyai kedudukan
yang sama sebagai lembaga negara dan tidak dapat saling membubarkan .

Di beberapa Negara ada yang menggunakan sistem campuran yaitu antara


sistem presidensial dan sistem parlementer, ini dilihat dari system ketatanegaraan
yaitu negara Perancis atau di Indonesia berdasarkan UUD 1945.

Pengertian Demokrasi
Menurut Abraham Lincolin pengertian demokrasi ada 3 yaitu dari
rakyat, oleh rakyat ,untuk rakyat .

 Dari Rakyat artinya yaitu :


Presuden, Gubernur ,Kades, Pemimpin Politik telah dipilih dan
mendapat mandat dari rakyat sehinangga mengemban kepentingan rakyat.

 Oleh Rakyat artinya yaitu :


Negara dijalankan oleh rakyat mendat sehinngga rakyat menjadi
pengaawas yang dijalankan oleh wakil rakyat.

 Untuk Rakyat artinya yaitu :


Hasil dan kebijaksanaan dilaksanakan pada kesejahteraan rakyat
dan atas dasar aspirasi rakyat.

Pendidikan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Sriwijaya 23

Menurut TORRES Demokrasi dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu :

1. Aspek Formal Democracy yaitu :


Menunjuk pada demokrasi dalam arti sistem pemerintahan, misalnya
dalam suatu negara dapat diterapkan dempkrasi sistem presidensial atau
sistem parlementer
a. Sistem Presidensial :
sistem ini menekankan pentingnya pemilihan presiden secara
langsung, presiden mendapat mendat langsung dari rakyat sistem ini
dianut negara Amerika dan Indonesia. presiden sebagai kekuasaan
eksekutif artinya (kekuasaan menginginkan pemerintah ) sepenuhnya
ditangan presiden artinya presiden

b. Sistem Parlementer
Sistem ini menerapkan hubungan yang menyatukan antara
kekuasaan eksekutif dan legislatif. Kepala eksekutif berada ditangan
seorang perdana menteri ,sedangkan kepala negara berada ditangan
ratu , misalnya negara Inggris .

2. Aspek Substantive Democracy yaitu :


Menunjuk pada bagaimana proses demokrasi itu dilakukan
(winatapura,2006)

c. Sistem Referendum
Yang meletakkan pemerintah sebagai bagian (badan pekerja) dari
parlemen .Demokrasi di yunani kuno antara abad ke 4 s/d abad 6.5 m.
Demokrasi dapat berjalan dengan efektif disebabkan karena :
1. Wlayah negara Yunani hanya terbatas pada sebuah kota
2. Jumlah penduduknya 300.000 orang dalam 1 negara
3. Demokrasi berlaku bagi warga negara yang resmi .
4. Dan sebagian besar warganya ,adalah budak belian , pedagang
asing , perempuan dan anak anak yang tidak dapat menikmati
hak demokrasi.

Pendidikan Kewarganegaraan