Anda di halaman 1dari 12

REFLEKSI KASUS FEBRUARI 2018

PRURIGO NODULARIS

Nama : Luh Ayu Febina Aryanthi Dewi


No. Stambuk : N 111 17 018

PEMBIMBING KLINIK
dr. Seniwaty Ismail,Sp.KK,FINDSV

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2018
STATUS PASIEN

BAGIAN ILMU KULIT DAN KELAMIN

RSUD UNDATA PALU

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. A
Umur : 37 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Mamboro
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status Pernikahan : Menikah
Tanggal pemeriksaan : 30 Januari 2018
Ruangan : Poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Undata

II. ANAMNESIS
Keluhan utama : gatal pada hampir seluruh badan
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Undata
dengan keluhan gatal hampir seluruh badan sejak 1 bulan yang lalu, gatal
dirasakan awalnya pada kedua kaki lalu menjalar ke tangan, punggung dan
perut. Sebelum gatal pasien mengeluhkan muncul bintik-bintik kecil. Akibat
gatalnya pasien menggaruknya menggunakan sisir sehingga menyebabkan
terjadinya luka pada kulit. Sebelumnya pasien belum pernah memiliki keluhan
yang serupa.

Riwayat penyakit dahulu :


Riwayat hipertensi (-)
Riwayat alergi makanan (-)
Riwayat alergi obat (-)

2
Riwayat Diabetes (+) sejak usia 13 tahun
Riwayat keluarga (-)
Asma (+)

III. PEMERIKSAAN FISIK


a. Status Generalisata
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Kompos mentis
Status gizi : Gizi baik
b. Vital Sign :
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : Tidak dilakukan pemeriksaan

Ujud Kelainan Kulit


Lokalisasi :
1. Kepala : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
2. Leher : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
3. Dada : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
4. Ketiak : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
5. Punggung :Nodul yang berukuran lentikular yang
mengalami hiperpigmentasi
6. Perut : Makula hiperpigmentasi disertai plak
7. Genitalia : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
8. Selangkangan :Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
9. Bokong : Tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
10. Ekstremitas atas
Tampak nodul yang berukuran lentikular yang mengalami
hiperpigmentasi regio antebrachii dextra et sinistra

3
11. Ekstremitas bawah :
Tampak nodul yang berukuran lentikular yang mengalami
hiperpigmentasi yang ditengahnya terdapat krusta yang sekitarnya
terdapat skuama serta likenifikasi pada regio dextra et sinistra

IV. GAMBAR

Tampak nodul yang berukuran lentikular yang mengalami hiperpigmentasi


yang ditengahnya terdapat krusta yang sekitarnya terdapat skuama serta
likenifikasi pada regio dextra et sinistra

4
Tampak nodul yang berukuran lentikular yang mengalami hiperpigmentasi regio
antebrachii dextra et sinistra

Makula hiperpigmentasi disertai plak pada regio abdomen

5
V. RESUME
Pasien datang ke poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD
Undata dengan keluhan gatal hampir seluruh badan sejak 1 bulan yang
lalu, gatal dirasakan awalnya pada kedua kaki lalu menjalar ke tangan,
punggung dan perut. Sebelum gatal pasien mengeluhkan muncul bintik-
bintik kecil. Akibat gatalnya pasien menggaruknya menggunakan sisir
sehingga menyebabkan terjadinya luka pada kulit. Sebelumnya pasien
belum pernah memiliki keluhan yang serupa. Pasien memiliki riwayat
Diabetes Mellitus sejak usia 13 tahun, dan Asma (+)
Pada pemeriksaan dermatologi terdapat Ujud kelainan kulit yaitu
Makula hiperpigmentasi disertai plak pada abdomen dan Nodul yang
berukuran lentikular yang mengalami hiperpigmentasi pada dorsum. Pada
ekstremitas atas didapatkan tampakan nodul yang berukuran lentikular
yang mengalami hiperpigmentasi regio antebrachii dextra et sinistra.
Ektremitas bawah tampak nodul yang berukuran lentikular yang
mengalami hiperpigmentasi yang ditengahnya terdapat krusta yang
sekitarnya terdapat skuama serta likenifikasi pada regio dextra et sinistra.

VI. DIAGNOSIS KERJA


Prurigo Nodularis

VII. DIAGNOSIS BANDING


Liken simpleks Kronik
Dermatitis Atopik

VIII. ANJURAN PEMERIKSAAN


Pemeriksaan histopatologi

IX. PENATALAKSANAAN
A. Non Medikamentosa
 Mencegah gosokan atau garukan

6
 Menggunakan pelembab untuk melembabkan kulit yang kering
 Menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang agar
terhindar dari gigitan serangga
 Tetap menjaga higinitas diri
 Minum obat dan kontrol ke dokter secara teratur
 Hindari stress
B. Medikamentosa
 Topikal
Desoxymethasone cream 1 kali sehari
 Sistemik
Loratadine 10 mg 1x1
Cefadroxil 500 mg 2x1
X. PROGNOSIS
a. Qua ad vitam : ad bonam
b. Qua ad fungtionam : ad bonam
c. Qua ad sanationam : ad bonam
d. Qua ad cosmetikam : ad bonam

7
PEMBAHASAN

Pasien datang ke poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Undata


dengan keluhan gatal hampir seluruh badan sejak 1 bulan yang lalu, gatal
dirasakan awalnya pada kedua kaki lalu menjalar ke tangan, punggung dan perut.
Sebelum gatal pasien mengeluhkan muncul bintik-bintik kecil. Akibat gatalnya
pasien menggaruknya menggunakan sisir sehingga menyebabkan terjadinya luka
pada kulit. Sebelumnya pasien belum pernah memiliki keluhan yang serupa.
Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus sejak usia 13 tahun, dan Asma (+)
Pada pemeriksaan dermatologi terdapat Ujud kelainan kulit yaitu Makula
hiperpigmentasi disertai plak pada abdomen dan Nodul yang berukuran lentikular
yang mengalami hiperpigmentasi pada punggung. Pada ekstremitas atas
didapatkan tampakan nodul yang berukuran lentikular yang mengalami
hiperpigmentasi regio antebrachii dextra et sinistra. Ektremitas bawah tampak
nodul yang berukuran lentikular yang mengalami hiperpigmentasi yang
ditengahnya terdapat krusta yang sekitarnya terdapat skuama serta likenifikasi
pada regio dextra et sinistra.
Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis pada pasien
yaitu prurigo nodularis.
Prurigo adalah peradangan kronis di kulit ditandai dengan papul dengan
vesikel kecil diatasnya,disertai gatal, kerapkali menyerang anak-anak. KOCSARD
pada tahun 1962 membagi prurigo menjadi 2 yaitu : Prurigo simpleks dan
Dermatosis Pruriginosa. Prurigo simpleks merupakan prurigo yang paling sering
terjadi pada area badan, ektremitas, wajah dan kepala, dengan lesi berbentuk
papul, vesikel dan jaringan parut. Sedangkan pada dermatosis pruroginosa, pada
kelompok penyakit ini papul prurigo terdapat bersama-sama dengan urtika, infeksi
piogenik, tanda-tanda bekas garulam, likenifikasi. Yang termasuk dalam
kelompok dermatosis pruriginosa adalah Strofulus, Prurigo kronik multiformis
lutz, dan prurigo Herba. 1,2

8
Prurigo nodularis merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh adanya
nodus kutan yang gatal, terutama terdapat di ekstremitas bagian ekstensor. Sampai
saat ini tidak diketahui apa yang menyebabkan prurigo nodularis. Namun, setelah
kulit menjadi gatal, di garuk dan di gosok, akan menyebabkan ujung syaraf kulit
menebal dan akan menyebabkan lebih gatal, dan membuat keadaan menjadi
buruk.Lebih dari 80% orang dengan prurigo nodularis adalah atopik, yaitu
memiliki asma atau eczema.3
Prurigo Nodularis adalah suatu nodul pada tempat di mana terjadi garukan
yang terus-menerus. Lesinya berupa nodul yang berbentuk kubah atau kawah,
dimana permukaannya sering mengalami erosi dengan skuama dan krusta.
Ukurannya bervariasi mulai dari 3 – 20 milimeter. Lesi multipel tersebar pada
ekstremitas. Kulit diantaranya dapat normal atau menunjukkan perubahan berupa
eritema, skuama, ekskoriasi, likenifikasi serta perubahan pigmen post inflamasi.
Pada prurigo nodularis, pasien akan merasa gatal yang hebat pada tempat yang
beda pada tubuh dan tidak dapat mengontrol keinginan untuk menggaruk atau
menggosok daerah tersebut sehingga pada kulit sering nampak bekas garukan.
Pruritus kadang datang dalam beberapa menit sampai beberapa jam dan kemudian
akan berhenti secara spontan.4,5
Prurigo nodularis merupakan penyakit kulit kronik dan terutama mengenai
perempuan. Lesi berupa nodus, dapat tunggal atau multipel, mengenai
ekstremitas, terutama pada permukaan anterior tungkai atas dan bawah. Lesi
sebesar kacang polong atau lebih besar, keras dan berwarna merah atau
kecoklatan.5
Diagnosis prurigo nodularis berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan
fisik. Gejala gatal dan lesi kulit yang khas seperti yang dijelaskan di atas, biasanya
cukup untuk membuat diagnosis prurigo nodularis. Jika ada keraguan maka dokter
dapat melakukan biopsi kulit, hal ini dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis.6
Diagnosis Banding pada prurigo Nodularis yaitu Liken Simpleks Kronik
dan Keratoankatoma. Liken simpleks kronik merupakan nama lain dari
neurodermatitis sirkumskripta yang merupakan peradangan kulit kronik, gatal,
sirkumsrip ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol

9
(likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang
berulang-ulang, yang membedakan antara prurigo nodularis dengan liken
simpleks kronik yaitu Pada prurigo nodularis jumlah eosinofil meningkat.
Sedangkan pada Liken simpleks kronik tidak didapatkan peningkatan eosinofil.
Sedangkan pada Keratoakantoma yaitu tumor kulit jinak yang berupa benjolan
bulat dan keras dan bagian tengahnya terdapat kawah, diduga sinar matahari
memegang peranan penting pada keratoakantoma.7
Gambaran histopatologi akan memperlihatkan :
1. Penebalan epidermis, sehingga tampak hyperkeratosis, hipergranulosis,
akantosis yang tak teratur atau disebut juga sebagai hiperplasi psoriasiformis
yang tak teratur.
2. penebalan stratum papilaris dermis, yang terdiri atas kumpulan serat kolagen
kasar, yang arahnya tegak lurus terhadap permukaan kulit (disebut juga sebagai
collagen in vertical streaks).
3. Sebukan sel-sel radang sekitar pembuluh darah yang melebar di dermis bagian
atas. Sel-sel tersebut terutama terdiri atas limfosit dan histiosit.7
Pengobatan untuk prurigo yang ditujukan untuk menghentikan gatal-gatal
kulit :
1. Sebuah krim steroid atau salep biasanya akan disarankan sebagai upaya untuk
mengurangi peradangan pada kulit. Ini harus diterapkan sekali atau dua kali
sehari. Kekuatan steroid yang digunakan akan tergantung pada usia, letak
nodul dan pada tingkat keparahan masalah. Menyuntikkan sejumlah kecil
steroid ke dalam nodul yang sangat gatal akan memberikan respons cepat.
Biasanya dipakai suspense triamsinolon asetonid 2,5 sampai 12,5 mg per ml.
Dosisnya 0,5, sampai 1 ml per cm2 dengan maksimum 5 ml untuk sekali
pengobatan. Cara pengobatan lain dengan talidomid, dosisnya 2 x 100 mg per
hari dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 bulan.
2. Sebuah tablet atau sirup antihistamin dapat membantu mengurangi rasa gatal.
Antihistamin dapat menyebabkan kantuk, sehingga jangan di minum apabila
akan mengemudi.
3. Bila terdapat infeksi sekunder diberikan antibiotik oral maupun topikal.5,7

10
Yang paling penting, tetapi yang paling sulit untuk dilakukan adalah
berhenti menggaruk. Pasien diharuskan untuk mengurangi atau menghentikan
menggaruk. Pasien prurigo nodularis biasanya memiliki kulit yang kering, karena
itu pelembab dapat membantu untuk melembabkan kulit yang kering. Jika
berpergian pada sore dan malam hari harus memakai baju lengan panjang dan
celana panjang agar terhindar dari gigitan serangga. Menjaga kebersihan diri
sendiri maupun lingkungan. Prognosis pada pasien prurigo nodularis adalah baik
apabila pasien memberikan pengobatan dengan baik. 4

11
DAFTAR PUSTAKA

1. British Assosiation of Dermatologist. Prurigo Nodularis. Bad.org.uk. Last


update: 23 Juli 2016. Available from: URL:
http://www.bad.org.uk/site/862/default.aspx
2. Aisah dkk. Prurigo, dalam Menaldi, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi
ke 7 cetakan ke 7, Jakarta: Balai Pustaka Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, 2015:318-319.
3. Maranu, Charlie. Insect bite. Last update: 23Juli 2016. Available from:
http://charlie-maranu.blogspot.com/2012/05/insect-bite.html
4. Hogan D. Prurigo Nodularis. Emedicine.com. Last update: 23 Juli 2016.
Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1088032-overview
5. New Zealand Dermatological Society Incorporated (NZDS). Dermnetnz.org.
Last update: 23 Juli 2016. Availabe from:
http://www.dermnetnz.org/dermatitis/prurigo-nodularis.html
6. Fitzpatrick TB, Johnson RA. Wolff K, Polano MK, Suumons D. Color Atlas
and Synopsis of Clinical Dermatology: Common and Serious Disease. Section
15: Skin Signs of Immune, Autoimmune, and Rheumatic Diseases-systemic
Amyloidosis. New York: McGraw-Hill. Ed 3. Page 310-313.
7. Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, KATZ SC,
editors. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 6th ed. New york:
McGraw_Hill; 2003.p.1196-1197.

12