Anda di halaman 1dari 14

MENEJEMEN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN ES SAAT

TINDAKAN KANULASI FEMORAL INTRA HEMODIALISA

PADA PASIEN CKD DI RUMAH SAKIT K.R.M.T.

WONGSONEGORO SEMARANG

KARYA TULIS ILMIAH NERS

UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN

MEMPEROLEH GELAR NERS

OLEH :

CANDRA

NIM : P1337420917008

PRODI PROFESI NERS JURUSAN KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2018

i
MENEJEMEN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN ES SAAT

TINDAKAN KANULASI FEMORAL INTRA HEMODIALISA

PADA PASIEN CKD DI RUMAH SAKIT K.R.M.T.

WONGSONEGOROSEMARANG

KARYA TULIS ILMIAH NERS

UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN

MEMPEROLEH GELAR NERS

OLEH :

CANDRA

NIM : P1337420917008

PRODI PROFESI NERS JURUSAN KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2018

ii
PERNYATAAN KEASLIAN KTI / BUKAN PLAGIAT

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Candra
Nim : P.1337420917008
Institusi : Prodi Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang

Dengan ini menyatakan bahwa riset ini belum pernah dilakukan oleh orang lain
dan saya menjamin keasliannya / bukan plagiat.

Apabila ternyata di kemudian hari diketahui bahwa pernyataan saya tersebut tidak
benar maka saya bersedia diberi sangsi sesuai aturan yang berlaku.

Demikianlah pernyataan ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa ada unsur
paksaan dari siapapun untuk keperluan pengajuan proposal KTI Prodi Ners
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang.

Dibuat di Semarang
Pada tanggal 9 Agustus 2018

Yang Membuat Pernyataan

Candra
Nim P.1337420917008

iii
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

Hasil penelitian oleh Candra, NIM. P1337420917008 dengan judul

MENEJEMEN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN ES SAAT

TINDAKAN KANULASI FEMORAL INTRA HEMODIALISA PADA

PASIEN CKD DI RUMAH SAKIT K.R.M.T WONGSONEGORO

SEMARANG ini telah diperiksa dan disetujui untuk di uji.

Semarang, 9 Agustus 2018

Pembimbing Akademik Pembimbing klinik

Dina Indrati, D.S., S.Kep., M.Kep., Sp. Mat Imam Hadiyuwono, S.Kep, Ns
Nip. 197004211994032001 Nip. 197403312006041009

iv
PENGESAHAN KARYA TULIS ILMIAH
KTI dengan judul
MENEJEMEN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN ES SAAT
TINDAKAN KANULASI FEMORAL INTRA HEMODIALISA
PADA PASIEN CKD DI RUMAH SAKIT K.R.M.T
WONGSONEGORO SEMARANG
Oleh :
CANDRA
NIM. P1337420917008
TAHUN 2018
Telah di uji dan disahkan di hadapan Dewan penguji Prodi Ners jurusan
Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang Pada Hari Kamis, Tanggal 14
Agustus 2018

Dewan Penguji

Sri Utami Dwiningsih, MNs Ketua (............................)


Nip. 196305251993032002

Dina Indrati, D.S., S.Kep., M.Kep., Sp. Mat Anggota (............................)


Nip. 197004211994032001

Imam Hadiyuwono, S.Kep, Ns Anggota (............................)


Nip. 197403312006041009

Mengetahui,
a.n. Direktur
Ketua Jurusan Keperawatan

Putrono, S.Kep. Ns. M.Kes


Nip. 19610803198903100

v
ABSTRAK

MENEJEMEN NYERI DENGAN KOMPRES DINGIN ES SAAT


TINDAKAN KANULASI FEMORAL INTRA HEMODIALISA
PADA PASIEN CKD DI RUMAH SAKIT K.R.M.T
WONGSONEGORO SEMARANG

Candra1 , Dina2 , Imam3


1) Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang
2) Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang
3) Perawat Ruang hemodialisa RSWN Semarang
Email : candradoang82@gmail.com

Pendahuluan : Chronic Kidney Disease (CKD) suatu keadaan yang bersifat


progesif dimana ginjal mengalami kehilangan fungsi yang bersifat irreversible.
Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan oleh pasien dalam keadaan
sakit akut dan memerlukan terapi dialisis jangka pendek atau pasien dengan
penyakit ginjal dengan stadium terminal ( End Stage Renal Desease ). Proses
hemodialisa memerlukan pemasangan sebuah alat untuk mendapatkan akses
vaskuler yang akan di hubungkan dengan mesin hemodialisa tindakan tersebut di
sebut kanulasi. Prosedur kanulasi menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit dan
juga pembuluh darah keadaan tersebut menyebabkan kerusakan pada pembuluh
darah. Keadaan tersebut menyebabkan pelepasan subtansi kimia seperti histamin
dan bradikinin yang dapat merangsang nyeri, maka akan timbul influs saraf yang
akan dibawa oleh serabut saraf perifer hingga tranmisi syaraf berakhir pada pusat
otak maka individu akan mempersepsikan nyeri pada area kanulasi
Metode : Desain yang digunakan adalah studi kasus, Untuk menganalisis
intervensi kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri saat insersi
dilakukan pengukuran selama dua kali pertemuan, pertama pengukuran saat
insersi tanpa diberikan perlakuan, kemudian pengukuran kedua setelah diberikan
perlakuan dengan waktu pemberian selama 10 menit dengan suhu 16ºc. Tehnik
pengambilan data menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).
Hasil : Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh kompres dingin es terhadap
penurunan skala nyeri antara sebelum dan sesudah di berikan kompres dingin es.
Kesimpulan : Pemberian kompres dingin es dapat menurunkan skala nyeri pada
insersi kanulasi femoral pada pasien dengan hemodialisa, perawat sebagai
pemberi pelayanan kesehatan dapat melakukan intervensi ini dan pendidikan
kesehatan berupa kompres dingin es.

Kata kunci : Kompres dingin es, nyeri kanulasi femoral, hemodialisa.

vi
ABSTRACT

PAIN MANAGEMENT WITH COLD ES COMPRESSES WHEN INTRA


HEMODIALISA FEMORAL CANNULATION MEASURES
IN CKD PATIENTS IN K.R.M.T HOSPITAL
WONGSONEGORO SEMARANG

Candra1 , Dina2 , Imam3


1) Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang
2) Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang
3) Perawat Ruang hemodialisa RSWN Semarang
Email : candradoang82@gmail.com

Introduction: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive condition in which


the kidneys experience irreversible loss of function. Hemodialysis is a process
used by patients in an acute illness and requires short-term dialysis therapy or
patients with kidney disease with terminal stages (End Stage Renal Desease). The
hemodialysis process requires the installation of a device to get vascular access
that will be connected to the hemodialysis machine. This action is called
cannulation. The cannulation procedure causes damage to the skin layer and also
the blood vessels. This condition causes damage to blood vessels. These
conditions cause the release of chemical substances such as histamine and
bradykinin which can stimulate pain, then there will be a nerve infusion that will
be carried by peripheral nerve fibers until nerve transmission ends at the center of
the brain so the individual will perceive pain in the cannulation area
Methods: The design used is a case study, to analyze the intervention of cold
compresses in reducing the intensity of pain when insertion was carried out during
two meetings, the first measurement at insertion without treatment, then the
second measurement after treatment with 10 minutes of administration at 16ºc .
Data retrieval techniques using Numeric Rating Scale (NRS).
Results: The results of the analysis showed the effect of cold ice compresses on
the reduction in pain scale between before and after being given cold ice
compresses.
Conclusion: Providing cold ice compresses can reduce the scale of pain in
femoral cannulation insertion in patients with hemodialysis, nurses as health care
providers can carry out this intervention and health education in the form of ice
cold compresses.

Keywords: ice cold compress, femoral cannulation pain, hemodialysis.

vii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah,

rahmat, dan anugerah–Nya, maka penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dengan

judul “Menejemen Nyeri Dengan Kompres Dingin Es Pada Saat Tindakan

Kanulasi Femoral Intra Hemodialisa Pada Pasien CKD di Rsud Krmt

Wongsonegoro Kota Semarang” ini dapat terselesaikan dengan baik.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak

yang telah memberikan bimbingan, saran, masukan, kritikan, dan motivasi serta

bantuan secara moril maupun materil, ucapan terimakasi ini kami sampaikan

kepada :

1. Warijan S.Pd, A.Kep, M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang

2. Bapak Putrono, S.Kp.Ns.M.Kes, Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes

Kemenkes Semarang

3. Ibu Kurniati Puji Lestari, S.Kp.Ns.M.Kes, selaku Ketua Prodi Profesi Ners

Poltekkes Kemenkes Semarang yang memberikan izin kepada kami untuk

menyelesaikan laporan hasil praktek komunitas.

4. Bapak Ns. Supadi, M.Kep, Sp.KMB, selaku pembimbing dari akademik

Poltekkes Kemenkes Semarang

5. Sri Utami Dwiningsih, MNs selaku penguji akademik

6. Dina Indrati, D.S., S.Kep., M.Kep., Sp.Mat selaku pembimbing akademik

7. Imam Hadiyuwono, S.Kep.Ns selaku pembimbing klinik

8. Kedua orang tua yang selalu memberikan semangat dan doa.

9. Anak dan Isteriku tercinta yang telah memberikan support dan mendoakan

viii
10. Seluruh rekan–rekan Mahasiswa Prodi Profesi Ners Angkatan 2 Poltekkes

Kemenkes Semarang

11. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah

membantu kami selama proses pengerjaan KTI

Semarang, Agustus 2018

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL......................................................................... i

HALAMAN JUDUL............................................................................. ii

PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN....................................... iii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................... iv

LEMBAR PENGESAHAN................................................................... v

ABSTRAK............................................................................................. vi

PRAKATA............................................................................................. vii

DAFTAR ISI.......................................................................................... viii

DAFTAR TABEL.................................................................................. ix

DAFTAR LAMPIRAN......................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................... 1

B. Tujuan . ............................................................................................... 4

C. Manfaat penelitian .............................................................................. 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Chronic Kidney Disease (CKD)............................................ 7

1. Pengertian ....................................................................................... 7

2. Klasifikasi ....................................................................................... 8

3. Etiolgi ............................................................................................. 8

4. Manifestasi Klinis........................................................................... 8

5. Komplikasi ..................................................................................... 9

6. Pemeriksaan penunjang..................................................... ............. 10

x
7. Penatalaksanaan.............................................................................. 12

B. Konsep Hemodialisa ........................................................................... 13

1. pengertian ...................................................................................... 13

2. Tujuan ............................................................................................. 14

3. Prinsip dasar kerja hemodialisa ...................................................... 15

4. Akses sirkulasi darah pasien........................................................... 16

5. Komplikasi................................................................. .................... 17

C. Konsep nyeri ....................................................................................... . 18

1. Resepsi............................................................................................ 19

2. Persepsi ........................................................................................... 20

3. Reaksi ............................................................................................. 20

4. Manifestasi nyeri......................................................... ................... 20

5. Patifisiologi nyeri........................................................ ................... 22

6. Interprestasi skala nyeri................................................ .................. 23

7. Faktor – faktor yang mempengaruhi nyeri..................................... 25

D. Kompres dingin.......................................................... ........................ 30

1. Pengaruh kompres dingin............................................ ................... 32

2. Mekanisme kompres terhadap tubun............................ .................. 32

3. Prosedur kerja kompres dingin es................................ .................. 32

4. Mekanisme kompres dingin....................................... .................... 33

BAB III METODE PENELITIAN

A. Rancangan solusi yang di tawarkan ............................................ 35

B. Target dan luaran ......................................................................... 36

C. Prosedur pelaksanaan............................................................ ...... 36

xi
1. Variable penelitian............................................................ ...... 36

2. Desaign penelitian............................................................. ...... 36

3. Populasi dan sampel.......................................................... ...... 37

4. Waktu dan tempat.................................................................... 38

5. Alat penelitian.................................................................. ....... 38

6. Langkah penelitian............................................................ ...... 38

7. Pengumpulan data............................................................. ...... 39

8. Etika Penelitian................................................................ ....... 40

9. Definisi oprasional............................................................ ...... 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil.......................................................................................... 44

B. Pembahasan

1. Analisis situasi profil lahan praktik..................................... . 48

2. Analisis masalah keperawatan kasus kelolaan.................... . 50

3. Analisis intervensi kasus kelolaan........................................ 53

4. Alternatif pemecahan yang dapat dilakukan........................ 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ............................................................................... 63

B. Saran ......................................................................................... 65

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

xii
DAFTAR TABEL

Tabel Judul tabel Halaman

2.1 Klasifikasi gagal ginjal 7

3.1 Rancangan penelitian 35

3.2 Defenisi oprasional 42

4.1 Pengkajian skala nyeri pre dan post test 47

4.2 Karakteristik Pasien 48

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1. Surat permohonan menjadi responden

2. Surat persetujuan menjadi responden

3. Lembar observasi skala nyeri

4. Format pengkajian hemodialisa

5. Lembar bimbingan

6. SOP Kompres dingin es

xiv