Anda di halaman 1dari 13

PENGKONDISIAN UDARA

REDISAIN SISTEM PENDINGIN RUANG PALKAH


DAN AIR LAUT BERBAHAN FRP (FIBERGLASS
REINFORCED PLASTICS)

Disusun oleh :
Nanang Darundana D331 13 011
Arham Suhardi D331 13 014
Andi Syukur D331 13 302
A.Muh. Samad D331 15 012
Alan Fhajoeng Ramadhan D331 15 301
Agung Setiawan D331 15 503
Muh. Nursyahrul Qadri D331 15 503
AlFajrin Syawal Pirdaus D331 15 508

Departemen Teknik Sistem Perkapalan


Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin
2017/2018
REDISAIN SISTEM PENDINGIN RUANG PALKAH DAN AIR LAUT
BERBAHAN FRP (FIBERGLASS REINFORCED PLASTICS)

Penulis :
1. Idris
Mahasiswa Program Studi D3
Jurusan Teknik Perkapalan
Politeknik Negeri Bengkalis
E-mail :keracunanhati@yahoo.com
2. Pardi
Dosen Jurusan Teknik
Perkapalan
Jurusan Teknik Perkapalan
Politeknik Negeri Bengkalis
E-mail : -
3. Johny Custer
Dosen Jurusan Teknik
Perkapalan
Jurusan Teknik Perkapalan
Politeknik Negeri Bengkalis
E-mail : -

Abstrak

Usaha memperendah suhu ikan dengan menerapkan teknik pendingin dan pembekuan dalam usaha pengawetan
ikan agar dapat menghambat berkembangnya bakteri. Perencanaan modifikasi palka ikan menggunakan sistem
pendingin dan air laut ini erat kaitannya dengan perhitungan beban pendingin, pemilihan kompresor, kondenser,
evaporator, refrigen. Perencanaan ini dilakukan untuk meningkatkan kesegaran ikan, kualitas ikan. Perencanaan
sistem pendingin dan air laut pada palka ikan dapat menjaga kesegaran dan kualitas dan membuat harga ikan
bernilai tinggi.

Kata kunci : Ikan, Sistem Pendingi


A. Pendahuluan
Pada saat ini kapal ikan yang digunakan oleh nelayan Bengkalis palkanya hanya
menggunakan es. Para nelayan dalam mendinginkan hasil tangkapan dengan membeli es balok
dari darat untuk dibawa melaut. Balok es yang dibawa dari darat tersebut mempunyau Batasan
waktu untuk tetap berbentuk es dan lama-kelamaan akan mencair dan tidak efektif lagi.
(Junianto,2003)
Ikan hasil tangkapan pada umunya berupa ikan- ikan jenis terubuk, tenggiri, tongkol,
kerapu, lomek, dan masih banyak lagi ikan yang lain musimnya. Ikan hasil tangkapan tersebut
berkarekteristik cepat busuk, karena berkaitan dengan kondisi uap air dan ketahanan kapal. Hal ini
perlu adanya penanganan yang baik untuk menanggulanginya supaya kualitas ikan layak dijual
dipasaran dan tidak mengandung penyakit. Usaha meperendah suhu ikan dengan menerapkan
Teknik pendinginan dan oembekuan atau juga dengan istilah teknologi refrigerasi hasil perikanana
dan ikan yang hidup dimasukkan kedalam palka yang berisi air laut dan ini sudah membuktikan
keberhasilannya dalam mengawetkan ikan dan memperluas usaha perikanan. Inti dari proses
pendinginan adalah untuk menghambat berkembangnya bakteri yang dapat menyebaban
kesegaran ikan menjadi rusak. Selain itu desain pendinginan ruang muat ikan pada kapal nelayan
masih sederhana. Desain pendinginan terseut hanya terbuat dari lapisan-lapisan yang belum teruji
kualitas pendiginannya. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya penelitian ini akan didapatkan
suatu desain system isolasi yang lebih baik dan inovatif. Di dalam penelitian ini mencoba memikai
bahan isolasi fiberglass campuran. Dengan adanya penelitian perancangan ruang muat pendingin
ikan pada kapal nelayan tradisional ini diharapkan dapat membantu nelayan dalam efektifitas kerja
dan kualitas pengawetan ikan hasil tangkapan. Perencanaan system pendingin ruang palka ini
hanyalah mencangkup desain ruang palka dan perhitungan system pendinginannya saja.
(Junianto,2003)
B. Metodologi Penelitian
1. Tempat Pelaksanaan
Penulis mengambil tempat pelaksanaan tepatnya di desa Meskom Kabupaten Bengkalis,
Riau, karena disana banyak terdapat kapal nelayan. Bisa dikatakan sebagian besar
masyarakat di Meskom bekerja sebagai nelayan.
2. Metode Pelaksanaan
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik tentu kita harus melakukan beberapa usaha dan
kegiatan sehingga kita bias mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dalam persiapan
perencanaan yang akan dilakukan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan antara lain adalah
sebagai berikut:
a. Studi Literatur
Yaitu mencari data dan informasi dari buku-buku referensi, jurnal, artikel, internet
sebagai bahan rujukan dan data penunjang pelaksanaan penelitian ini untuk
menjawab dan menyelesaikan permasalahan mengenai redesain palka kapal ikan
menggunakan es dan air laut berbahan fiber.
b. Studi lapangan
Yaitu mencari data dan informasi dengan melakukan wawancara dan survey atau
tinjauan untuk mendapatkan data real kondisi dilapangan sebagai bahan
perbandingan dan data pendukung dalam pengerjaan penilitian
c. Pengelompokan Data
Yaitu pengelompokan data-data yang ddapat dari hasil studi literature dan studi
lapangan wawancara tentang judul penelitian yang bersangkutan.
3. Penggambaran Palka Existing
Penggambaran palka existing adalah palka lama yang digunakan oleh nelayan pada kapal
ikan, biasanya palka existing ini dapat kita jumpai dipasarpasar, kebanyakan palka atau
cool box ini berkapasitas 100-600 kg dan biasanya nelayan menggunakan cool box yang
berkapasitas 200 kg saja.
4. Penggambaran redesain palka kapal ikan
Dari data utama yang diperoleh dari pemilik kapal yang dijadikan rujukan utama dalam
redesain ulang ini. Langkah selanjutnya adalah merencanakan bentuk dari palka yang akan
dimodifikasikan. Dalam memodifikasi ini tidak terlepas dari perhitungan. Oleh sebab itu,
penulis membutuhkan waktu agar didapat hasil yang maksimal. Selain itu juga diperlukan
teori-teori yang mendukung dalam penggambaran modifikasi ini.
5. Analisa dan Perhitungan Beban Pendinginan
Analisa pembuatan redesain palka kapal ikan menggunakan data hasi tangkapan maksimal
nelayan tersebut. Setelah perhitungan pembuatan redesain selesai, maka dilanjutkan
dengan penggambaran. Perhitungan beban pendinginan pada refrigerasi merupakan
penjumlahan dari beban-beban pendinginan yang berasal dari satu sumber beban/panas.
Beberapa sumber panas yang umumnya menjadi beban pada refrigerasi adalah:
a. Beban panas yang melalui dinding
b. Beban panas dari bukaan pintu
c. Beban panas dari produk
d. Beban panas dari total pendinginan
(Drs. Sumanto, M.A, 1985)

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan


1. Pengelompokan data
Yaitu mengelompokkan data-data yang didapat dari hasil studi literature dan studi
lapangan untuk dapat melanjutkan penelitian yang dilakukan
a. Data Utama Kapal
1) Tipe Kapal : Kapal ikan
2) Lebar Kapal : 14 meter
3) Lebar Kapal : 2.5 meter
4) Tinggi Kapal : 1.7 meter
5) Kapasitas Kapal : 6 ton
b. Berapa hari nelayan pergi menengkap ikan : 3 hari
c. Dalam seminggu berapa kali pergi nelayan : 2 kali
d. Berapakah kilo gram hasil tengkapan sekali pergi menangkap ikan : 150kg
e. Berapa persen kebusukan ikan dalam pergi nelayan 25%
f. Pendingin yang digunkan nelayan : Es
g. Data palka yang digunakan nelayan :Cool Box

1) Panjang : 1,5 meter


2) Tinggi :1 meter
3) Lebar :1 meter
4) Kapasitas box : 200 kg
h. Jaring yang digunakan nelayan : Tiga Tiga
i. Rute penangkapan ikan : Daerah Rupat
2. Penggambaran Palka Existing
Penggambaran palka existing adalah palka yang lama digunakan oleh nelayan pada kapal
ikan, biasanya palka existing ini dapat kita jumpai dipasar pasar, kebanyakan palka atau
cool box ini berkapasitas 100-600 kg dan biasanya nelayan menggunakan cool box yang
berkapasitas 200 kg
saja.
Data palka yang digunakan nelayan : Cool Box

a. Panjang : 1,5 meter


b. Tinggi :1 meter
c. Lebar :1 meter
d. Kapasitas box : 200 kg
Dapat dilihat pada gambar dibawah:

Gambar 1. Palkah existing


3. Penggambaran Redisain Palkah Ikan

Dari data utama yang diperoleh yang didapatkan dari pemilik kapal yang dijadikan
rujukan utama dalam redisain ulang untuk mendapatkan kesegaran dan kualitas ikan yang
lebih tinggi dengan merencanakan modifikasi palka lama yang digunakan oleh para nelayan
dengan hanya menggunakan es, pada perencanaan redisain palka dengan sistem pemdingin
dan air laut. Air laut digunakan ketika hasil tangkapan yang didapatkan dimasukan kedalam
palka yang yang berisi air laut setelah ikan tersebut telah mati barulah dimasukan kedalam
palka pendingin yang ada disebelahnya. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar dibawah
ini.
Gambar 2. Palkah redisain
a. Palka yang menggunakan Sistem pendingin
b. Palka yang menggunakan air laut Perencanaan Palka Ikan
1) Panjang : 0,75 meter
2) Tinggi :1 meter
3) Lebar :1 meter
4) Kapasitas box : 200 kg
5) Tebal dinding : 5 cm =
0,775 inch
6) Tebal atap : 4 cm = 0,62 inch

4. Perhitungan Beban Pendingin


a. Beban Panas Yang Melalui Dinding

Qx = A x U x Δt
b. Beban Panas Dari Bukaan Pintu
RV = (PC – (2 x TKD)) x (LC
– (2 xTKD)) x (TC – TKA)
c. Beban Panas Dari Produk
Q = m x c1 x (t1 – t2)/time
d. Beban panas total
Qtotal = Qx + 1/U + RV + Q
5. Pemilihan Refrigeran
Dalam perencanaan ini system refrigerant yang dipakai adalah refrigerant
Monoklorodiflurometana (R22). Berdasarkan referensi yang ada refrigerant ini sesuai
dengan jenis food service Disamping itu terdapat banyak kelebihan dari refrigerant ini
diantaranya, tidak mudah terbakar dan tidak beracun. (Drs. Sumanto,MA 1985)

6. Penentuan Peralatan Cold Storage


Berdasarkan refrigerant yang digunakan maka kompresor yang dipilih pada
perencanaan ini adalah kompresor jenis centrifugal. Dalam spesifikasi kompresor, angka
yang terpenting adalah laju volume gas yang dikeluaarkan serta tekanan kerjanya. Untuk
memilih sebuah kompresor udara bagi suatu keperluan misalnya, harus terlebih dahulu
diketahui jumlah udara dan tekanan yang diperlukan oleh peralatan yang dilayaninya.
Dengan tujuan agar spesifikasi komperosor sesuai dengan kebutuan sehingga didapatkan
desain yang optimal. (Drs. Sumanto,MA 1985)

7. Sistem Kompressor, Kondensor dan Evaporator


Data awal perencanaan kompressor:
Jenis refrigerant : R22
Kondensor : 1 Buah
Kompressor : 1 Buah
Evaporator : 1 Buah
8. Perhitungan Kompressor.
Dari diagram refrigeran R22 diatas maka didapatkan nilai enthalpy dari temperatur
evaporator dan temperatur kondensor pada titik h1, h2, h3, h4.
• Untuk h1 (temperatur evaporator) = 0 0C Karena fase pada h1 adalah uap, maka
didapatkan besarnya enthalpy untuk fase uap adalah 402 kj/kg
• Untuk h2 (temperatur kondensor) = 40 0C Karena fase pada h2 adalah uap, maka
didapatkan besarnya enthalpy untuk fase uap adalah 418 kj/kg
• Untuk h3 temperatur = 40 0C Karena fase h1 adalah cair maka didapatkan besarnya
enthalphy untuk fase cair sebesar 250 kj/kg
• Untuk h4 temperatur = 0 0C Karena fase pada h4 adalah cair, maka didapatkan
besarnya enthalpy untuk fase cair sebesar 200 kj/kg

9. Perhitungan Kondensor
Tipe kondensor yang dipilih adalah Shell cooled condensor.
Data awal :
Temperatur evaporator : 0 0C
Temperatur kondensor : 40 0 C
Temperatur udara pendingin : 30 0C
Beban pendingin total : 16,40 Kw
Water flow rate : 0.045 L/s Kw

10. Proses Pendinginan Ikan Menggunakan Es


Pada prinsipnya pendinginan adalah mendinginkan ikan secepat mungkin ke suhu serendah
mungkin, tetapi tidak sampai menjadi beku. Pada umumnya, pendinginan tidak dapat mencegah
pembusukan secara total, tetapi semakin dingin suhu ikan, semakin besar penurunan aktivitas
bakteri dan enzim. Dengan demikian melalui pendinginan proses bakteriologi dan biokimia pada
ikan hanya tertunda, tidak dihentikan. Untuk mendinginkan ikan, seharusnya ikan diselimuti oleh
medium yang lebih dingin darinya dapat berbentuk cair, padat atau gas.
Pada pendinginan ikan dengan es, panas berpindah dari ikan yang lebih panas menuju es,
ikannya menjadi dingin dan esnya meleleh. Banyaknya es yang diperlukan untuk mendinginkan
satu peti ikan yang suhunya 100C dan beratnya 15 kg hingga suhunya menjadi 00C pertama kali
yang harus dihitung adalah : Panas yang dilepaskan = Berat Ikan x Perbedaan Suhu x Panas
Spesifik Ikan
= 15 x (10-0)oC x 0,84
= 126 kilo kalori
Oleh karena es menyerap 80 kilokalori per/kg es yang meleleh, maka berat es yang
dibutuhkan untuk mendinginkan ikan itu adalah 126/80 kg = 1,575 kg es, dibulatkan menjadi 1,6
kg es. Jadi untuk mendinginkan ikan sebanyak 150kg es yang dibutuhkan adalah 1,6 kg x 150 kg
= 240 kg. Tetapi es mudah meleleh dan cepat cair karena panas yang masuk kedalam cool box
tersebut.
11. Analisa Proses Palka Ikan Existing dan Redesain Palka
Palkah ikan adalah suatu ruangan yang terdapat dalam kapal untuk menyimpan ikan hasil
tangkapan selama operasi penangkapan ikan. Ukuran palka disesuai dengan kemampuan kapal
beroperasi dan menangkap ikan.
Perlu dipahami bahwa mutu hasil perikanan (ikan) yang terbaik atau segar adalah saat dipanen
dimana hasil penanganan atau pengolahan selanjutnya tidak akan pernah menghasilkan mutu
yang lebih baik, oleh karena itu cara penanganan pertama saat panen menjadi sangat penting
karena akan berarti ikut mempertahankan mutunya selama tahapan distribusi, penanganan dan
pengolahan selanjutnya sampai siap dikonsumsi. Agar dapat melakukan penanganan hasil
perikanan secara benar untuk mempertahankan mutunya perlu diketahui ciri-ciri mutunya (ikan
dan hasil perikanan lainnya) yang baik dan penyebab kerusakaannya sehingga dapat dicari dan
dipilih cara penanganan yang paling efektif dan efisien untuk mencegah atau menghambat aksi
penyebab kerusakan tersebut.

12. Proses Palkah Ikan Menggunakan Pendingin


Proses pendinginan dapat dilakukan dengan berbagai cara :
Tergantung media pendingin yang digunakan. Pada prinsipnya pendinginan adalah
mendinginkan ikan secepat mungkin ke suhu serendah mungkin, tetapi tidak sampai menjadi
beku. Pada umumnya, pendinginan tidak dapat mencegah pembusukan secara total, tetapi
semakin dingin suhu ikan, semakin besar penurunan aktivitas bakteri dan enzim. Dengan
demikian melalui pendinginan proses bakteriologi dan biokimia pada ikan hanya tertunda, tidak
dihentikan. Untuk mendinginkan ikan, seharusnya ikan diselimuti oleh medium yang lebih
dingin darinya, dapat berbentuk cair, padat, atau gas.
Banyak cara untuk menurunkan suhu ikan segar. Cara paling sederhana adalah menutupi
ikan dengan terpal atau karung basah (dengan menguapnya air pada terpal, suhu ikan akan
turun). Cara lain yaitu dengan pengesan (dalam keranjang berlapis daun pisang segar atau dalam
cool box), perendaman dengan air atau air laut yang didinginkan (iced sea water atau
refrigerated sea water = RSW) atau penyimpanan dalam Ruangan dingin (cool room).
13. Proses Palkah Ikan Menggunakan Air Laut
Proses palkah yang menggunakan air laut adalah ikan yang berada didalam palkah tetap
hidup seperti didalam laut kesegaran ikan akan terjaga lebih lama apabila ikan masih hidup,
kesegaran ikan hidup ini lah yang membuat harga ikan menjadi tinggi. Proses palkah ikan
menggunakan air laut ini bisa dilihat cara kerjanya pada gambar dibawah ini:

14. Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan System Pendinginan Dan Es


Tabel 3.1 Kelebihan Dan Kekurangan Menggunkan Sistem Pendingin dan Es

Jenis Sistem Kelebihan Kekurangan


Pendinginan
System Bisa menahan Es mudah meleleh
Pendinginan kesegaran ikan
Lama dengan baik
(Existion) menggunakan es
yang lebi banyak
Redesain Palka • Bisa menahan Apabila rusak
System kesegaran ikan ketika salah satu
Pendinginan dengan waktu komponen ikan
yang tidak tidak bsa
terbatas didinginkan
• Mengurangi
jumlah bawaan
es
KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

Setelah melakukan Analisa terhadap hasil perencanaan yang dilakukan maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:

a. Perencanaan system pendinginan pada palka ikan agar dapat menjaga kesegaran, kualitas
dan membuat harga ikan bernilai tinggi dengen perencanaan system pedinginan pada palka
ikan kapal nelayan. Dengan kapasistas ruang muat 200 kg dengan volume 1.5m3 maka
didapatkan perhitungan beban pendigin, pemilihan refrigerant yang digunakan adalah R22,
kompresor dengan kapasitas 1.382 KW, Kondensor 18.144 KW

b. Kuantitas atau jumlah pendinginan yang berada diatas lapisan ikan juga harus
diperhitungkan. Agar lapisan ikan paling dasar tidak tertekan karena menahan berat lapisan
diatasnya yang nantinya dapat menyebabkan ikan tesebut rusak secara fisik.

2. Saran
a. Redesain sistem pendingin ruang palkah dan air laut berbahan fiber bisa mendinginkan
ikan lebih lama dari pada es.
b. Kuantitas atau jumlah pendingin yang berada diatas lapisan ikan juga harus
diperhitungkan. Agar lapisan ikan paling dasar tidak tertekan karena menahan berat
lapisan diatasnya yang nantinya dapat menyebabkan ikan tersebut rusak secara fisik.
DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Ricky. 200. Teknik Refrigerasi dan Tata Udara


Holman, J.P.1994.Perpindahan Kalor,Erlangga.Jakarta: Indonesia
Junianto.2003.Teknik Penanganan Ikan Seri Agriwawasan.Penebar Swadaya,Jakarta
Murnivati dan Sunarman.2000.Pendinginan, Pembekuan, dan Pengawetan Ikan.Kanisus.
Yogyakarta
Moelanto.1996.Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. PT.Penebar Swadaya: Jakarta
Stoecker, W.F.1994 Refrigerasi dan Pengkondisian Udara.Jakarta
Sumanto. 1985. Dasar-dasar Mesin Pendingin. Yogyakarta