Anda di halaman 1dari 5

PP: 45 – 49 VOL 1, NO 1 (2017): JURNAL ILMIAH MAHASISWA TEKNIK KEBUMIAN

Studi Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) pada Lereng Bekas
Penambangan di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar
Rijal Askari*, Ibnu Rusydy, Febi Mutia
Program Studi Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Kebumian, Universitas Syiah Kuala
Jalan Tengku Syech Abdul Rauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh
Email: *rijalaskari04@gmail.com
Abstract
Slopes are part that has a certain angle to the horizontal plane of earth's surface. The condition of
former mining slopes in Jantang Village, Lhoong, Aceh Besar was found a former failure caused by lack of
regular monitoring. The purpose of this research is to know the weight value of Rock mass rating (RMR) in
research location. This research use Scanline method with 50 meter length and Rock Mass Rating (RMR)
method. Data collection that used is in the form of solid data structures that exist in research location. The
Result of Rock Mass Rating (RMR) that obtained in research location is the total of 73.10 weigh value. The
conclusion from this research is Rock Mass Rating (RMR) value that exist in research location can be classified
into class II (good).
Keywords: Slope, Slope Stability and Rock Mass Rating (RMR)
Abstrak
Lereng merupakan bagian yang membentuk sudut kemiringan tertentu terhadap bidang horizontal dari
permukaan bumi. Kondisi lereng bekas penambangan yang terdapat di Desa Jantang, Kecamatan Lhoong,
Aceh Besar ditemukan adanya bekas longsoran yang diakibatkan kurangnya monitoring yang dilakukan secara
berkala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai bobot dari klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating
(RMR) yang terdapat pada lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Scanline dengan panjang 50
meter dan metode Rock Mass Rating (RMR). Pengumpulan data berupa data struktur kekar yang terdapat pada
lokasi penelitian. Hasil Rock Mass Rating (RMR) yang ada pada lokasi penelitian diperoleh nilai bobot total
sebesar 73,10. Simpulan dari penelitian ini bahwa nilai klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR)
yang terdapat pada lokasi penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam kelas II (baik).
Kata kunci: Lereng, Kestabilan Lereng dan Rock Mass Rating (RMR)

1. Pendahuluan 2. Tinjauan Pustaka


Salah satu analisa atau kegiatan penyelidikan 2.1 Rock Mass Rating (RMR)
yang dilakukan adalah kegiatan investigasi Rock Mass Rating (RMR) adalah salah satu
geoteknik. Investigasi geoteknik merupakan salah metode klasifikasi massa batuan yang dipakai untuk
satu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh mengetahui nilai ketahanan suatu massa batuan dan
informasi tentang geoteknik pada suatu daerah disajikan dalam bentuk kualifikasi kualitas suatu
tertentu [1]. Lereng merupakan bagian yang massa batuan [4]. Rock Mass Rating (RMR)
membentuk sudut kemiringan tertentu terhadap diciptakan pertama kali oleh Bieniawski (1973).
bidang horizontal dari permukaan bumi [2]. Sistem klasifikasi ini telah dimodifikasi beberapa kali
Kestabilan lereng sangat dipengaruhi oleh struktur (terakhir 1989). Modifikasi selalu menggunakan data
geologi, jenis batuan dan tingkat pelapukan batuan yang baru agar dapat digunakan untuk berbagai
pembentuk lereng [3] kepentingan dan disesuaikan dengan standar
Kondisi lereng bekas penambangan yang internasional. Klasifikasi massa batuan menggunakan
terdapat di Desa Jantang, Kecamatan Lhoong, Aceh sistem RMR dapat dibagi menjadi 5 parameter yaitu
Besar ditemukan adanya bekas longsoran yang [5]:
diakibatkan kurangnya monitoring yang dilakukan
a. Kuat tekan batuan utuh
secara berkala. Untuk itu, peneliti ingin melakukan
b. Rock Quality Designation (RQD)
penelitian di lereng bekas penambangan tersebut
c. Jarak spasi kekar
yang di analisis dengan menggunakan metode
d. Kondisi kekar
klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR)
e. Kondisi air
yang berguna untuk membuat suatu analisa terhadap
tingkat kestabilan jenjang atau lereng. Pembobotan klasifikasi massa batuan RMR
untuk kelima parameter tersebut tertera pada Tabel
2.1 dan Tabel 2.2 sebagai berikut:
45
PP: 45 – 49 VOL 1, NO 1 (2017): JURNAL ILMIAH MAHASISWA TEKNIK KEBUMIAN

Tabel 2.1 Parameter Klasifikasi Massa Batuan RMR dan Pembobotannya [5]

Tabel 2.2. Kelas Massa Batuan Menurut Bobot Total RMR [5]
Bobot Total 100 – 81 80 – 61 60 – 41 40 – 21 < 20

Nomor Kelas I II III IV V

Deskripsi Batuan Sangat baik Baik Sedang Buruk Sangat buruk

3.2 Prosedur Penelitian


3. Metodologi Penelitian Prosedur kerja penelitian dilakukan secara
3.1 Lokasi dan Waktu bertahap yang dimulai dari:
Lokasi penelitian terletak di titik koordinat N a. Pengamatan terhadap massa batuan dilakukan dari
05 16’00.32” E 095o15’26.22” – N 05o15’59.72” E
o
jarak jauh dan jarak dekat sebanyak beberapa kali
095o15’24.82” Desa Jantang, Kecamatan Lhoong, sehingga dapat diperoleh luas cangkupan lokasi
Aceh Besar. Lokasi penelitian dapat ditempuh dengan yang akan dilewati oleh scanline. Selain itu
kendaraan bermotor dari pusat kota Banda Aceh tahapan ini juga bertujuan untuk melihat daerah
menuju lokasi penelitian ± 1 jam. Lokasi penelitian yang berpotensi terjadi runtuhan batu.
merupakan lereng bekas penambangan bijih besi b. Proses pembentangan scanline dilakukan dengan
dimana formasi batuannya ialah formasi batu menggunakan meteran. Proses pembentangan
granodiorit. scanline sebaiknya memiliki panjang sekitar 50
Penelitian berlangsung selama 3 bulan, mulai kali dari rata-rata jarak kekar yang hendak diukur.
dari 13 Maret 2017 sampai dengan 13 Juni 2017. Cukup sekitar 10 kali atau minimum 50 meter [6].
Pembentangan scanline yang digunakan pada
penelitian ini sepanjang 50 meter sesuai dengan
ISRM (1980).
46
PP: 45 – 49 VOL 1, NO 1 (2017): JURNAL ILMIAH MAHASISWA TEKNIK KEBUMIAN

c. Proses yang dilakukan untuk pengambilan data 4 Hasil dan Pembahasan


kondisi kekar (kekasaran, filling, lebar bukaan, 4.1 Hasil Pengambilan Data Diskontinuitas
luahan air, pelapukan dan ketermenerusan) Pengambilan data diskontinuitas yang
menggunakan peralatan seperti meteran, dilakukan pada lereng bekas penambangan di Desa
penggaris, papan ujian dan alat tulis. Jantang, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar berupa data
d. Proses pengambilan data kuat tekan batuan utuh di kekar (joint) dengan panjang scanline 50 meter. Data
lapangan menggunakan palu geologi dengan cara diskontinuitas tersebut diamati dan dicatat sehingga
memukul pada batuan di setiap lokasi sebanyak 10 diperoleh 30 data kekar (joint). Pengambilan data
kali pengujian. diskontinuitas sangat diperlukan sebagai data input
e. Perhitungan nilai Rock Mass Rating (RMR) untuk menentukan nilai bobot dari Rock Mass Rating
dilakukan berdasarkan nilai pembobotan kekuatan (RMR).
batuan, kondisi diskontinuitas, kondisi air tanah, Hasil pengambilan data diskontinuitas di lokasi
spasi diskontinuitas, dan Rock Quality penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Designation (RQD).

Tabel 4.1. Hasil Pengambilan Data Diskontinuitas di Lokasi Penelitian

No Jarak (m) Kemenerusan Kekasaran Bukaan Isian Luahan Air Pelapukan Keterangan
1 5,05 2 3 0 0 10 0 KEKAR
2 7,02 2 3 0 0 10 0 KEKAR
3 8,82 2 3 0 0 10 0 KEKAR
4 9,88 2 3 0 0 10 0 KEKAR
5 11,22 2 3 0 0 10 0 KEKAR
6 12,52 2 3 0 0 10 3 KEKAR
7 13,94 4 3 0 0 10 3 KEKAR
8 14,19 2 3 4 0 10 3 KEKAR
9 14,86 2 3 4 6 15 3 KEKAR
10 15,61 4 5 6 6 15 3 KEKAR
11 16,54 6 3 6 6 15 3 KEKAR
12 17,23 2 5 6 4 15 3 KEKAR
13 18,66 4 5 4 2 15 3 KEKAR
14 19,36 4 5 4 4 15 3 KEKAR
15 JARAK 19,37 M - 23,42 M KONDISI LERENG LAPUK PARAH
16 23,43 6 5 1 0 10 3 KEKAR
17 24,15 4 3 5 2 10 3 KEKAR
18 24,83 4 3 5 2 10 1 KEKAR
19 25,6 4 3 6 2 10 1 KEKAR
20 26,11 2 3 6 2 10 1 KEKAR
21 26,77 2 3 6 2 10 1 KEKAR
22 27,39 2 3 6 2 10 1 KEKAR
23 28,72 2 3 6 2 10 0 KEKAR
24 29,45 2 3 6 2 10 0 KEKAR
25 30,12 4 5 0 6 10 3 KEKAR
26 30,86 4 5 0 6 10 3 KEKAR
27 JARAK 30,87 M - 45,53 M SUDAH TERJADI LONGSOR
28 45,54 2 3 6 4 15 3 KEKAR
29 46,22 2 3 1 6 15 1 KEKAR
30 47,12 4 3 1 6 15 1 KEKAR
31 48,8 4 3 6 2 15 1 KEKAR
32 49,98 6 3 6 2 15 3 KEKAR
RATA-RATA 3,13 3,47 3,37 2,53 11,83 1,77

4.2 Pembobotan Rock Mass Rating (RMR)


Pembobotan massa batuan Rock Mass Rating 4.2.1 Kekuatan Batuan Utuh
(RMR) yang dilakukan pada lokasi penelitian Kekuatan batuan utuh yang didapatkan pada
menggunakan 5 parameter yang dikembangkan oleh lokasi penelitian dengan menggunakan pengujian
Bieniawski [4]. Adapun 5 parameter pembobotan secara langsung yaitu pengujian Uniaxial
Rock Mass Rating (RMR) adalah sebagai berikut: Compressive Strengh (UCS). Pengujian Uniaxial
Compressive Strengh (UCS) dilakukan dengan
47
PP: 45 – 49 VOL 1, NO 1 (2017): JURNAL ILMIAH MAHASISWA TEKNIK KEBUMIAN

mengamati kondisi massa batuan di lapangan


menggunakan palu geologi.
Pengujian kekuatan batuan utuh pada lokasi
penelitian dilakukan sebanyak 10 kali pengujian.
Hasil pengujian kekuatan batuan utuh yang
didapatkan berupa batuan granodiorit dengan
kekuatan batuan berkisar 100-250 MPa karena batuan
granodiorit akan retak jika batuan tersebut dipukul
secara berulang-ulang dengan menggunakan palu
geologi. Berdasarkan Tabel 2.1 maka nilai bobot
Rock Mass Rating (RMR) untuk parameter kekuatan
batuan utuh adalah 12.

Gambar 4.2. Pengukuran Jarak Spasi Kekar

4.2.4 Kondisi Kekar


Keadaan bidang kekar didapatkan dari
deskripsi secara langsung pada lokasi penelitian
berupa kekasaran (roughness), bukaan kekar
(separation/aperture), material pengisi (width
filled/gouge), tingkat pelapukan (weathered) dan
kemenerusan (persistence) yang dapat dilihat pada
Gambar 4.1. Pengujian Kekuatan Batuan Utuh pada Tabel 4.1. Hasil nilai rata-rata bobot RMR untuk
Lokasi Penelitian parameter kondisi kekar dapat dilihat pada Tabel 4.2.
4.2.2 Rock Quality Designation (RQD) Tabel 4.2. Hasil Nilai Rata-rata Bobot RMR untuk
Perhitungan RQD yang dilakukan pada lokasi Parameter Kondisi Kekar
penelitian yaitu secara langsung dengan Bukaan Isian
menggunakan persamaan 4.1 sebagai berikut [7]: Kemenerusan Kekasaran Pelapukan
Kekar Kekar
Rata-rata
RQD = 100 e-0,1λ (0,1 λ + 1) (4.1) 3,13 3,47 3,37 2,53 1,77
Dimana:
λ = banyaknya data kekar per meter Total
14,27
Bobot
Data yang dimasukkan pada persamaan 4.1
berupa data panjang scanline sebesar 50 meter dan
Berdasarkan Tabel 4.2 maka nilai bobot total
data banyak kekar pada lokasi penelitian sebanyak 30
Rock Mass Rating (RMR) untuk parameter kondisi
kekar. Hasil perhitungan RQD yang diperoleh sebesar
kekar adalah 14,27.
99,8%. Berdasarkan Tabel 2.1 maka nilai bobot Rock
Mass Rating (RMR) untuk parameter RQD adalah 20.
4.2.3 Jarak Spasi Kekar
Pengukuran jarak spasi kekar dilakukan pada
lokasi penelitian yaitu secara langsung dengan cara
melakukan pengukuran jarak dua bidang kekar tegak
lurus yang terdekat. Hasil pengukuran jarak spasi
kekar pada lokasi penelitian yang didapatkan
bervariasi dengan kisaran antara 0,6 – 2 meter (lihat
Tabel 4.1). Berdasarkan Tabel 2.1 maka nilai bobot
Rock Mass Rating (RMR) untuk parameter jarak spasi
kekar adalah 15

Gambar 4.3. Pengukuran Bukaan Kekar dengan


Menggunakan Penggaris

48
PP: 45 – 49 VOL 1, NO 1 (2017): JURNAL ILMIAH MAHASISWA TEKNIK KEBUMIAN

4.2.5 Kondisi Air tersebut sewaktu-waktu dapat berpotensi terjadinya


Kondisi air pada kekar dari hasil pengamatan longsor. Selain itu, lereng yang ada di lokasi
secara langsung yang diperoleh pada lokasi penelitian penelitian sebaiknya juga dilakukan penilitian
bervariasi yaitu sebanyak 30 data berupa kondisi air lanjutan dengan menganalisa faktor keamanan yang
yang lembab dan kering (lihat Tabel 4.1). ada pada lereng tersebut dengan menggunakan
Berdasarkan Tabel 2.1, maka nilai rata-rata bobot metode yang lain.
Rock Mass Rating (RMR) untuk parameter kondisi air
sebesar 11,83. Daftar Pustaka
[1] Rai, Made Astawa, dkk., “Mekanika Batuan”,
4.2.6 Rekapitulasi Pembobotan Rock Mass Rating Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2012.
(RMR)
Nilai bobot Rock Mass Rating (RMR) dari lima [2] Arief. S, “Dasar-dasar Analisis Kestabilan
parameter yang didapatkan, maka nilai RMR yang Lereng”, Sorowako: PT INCO, 2007.
diperoleh pada lokasi penelitian dapat dilihat pada [3] Rusydy, I., Sugiyanto, D., Satrio, L. and
Tabel 4.3 sebagai berikut: Munandar, I., “Geological Aspect of Slope
Failure and Mitigation Approach in Bireun-
Takengon Main Road, Aceh Province,
Tabel 4.3. Rekapitulasi Pembobotan Rock Mass
Indonesia”. Aceh International Journal of
Rating (RMR)
Science and Technology, Vol. 5 No. 1, pp.1-1.
Parameter Hasil yang Nilai
2016
No. Bobot
RMR Didapatkan [4] Bieniawski, Z. T., “Engineering Characteristics
of Jointed Rock Masses”, Trans. S. African
Kekuatan 100 – 250 Instn. Civ. Engrs., vol. 15, pp 336 – 337, Dec.
12
1
batuan utuh MPa 1973.
Rock Quality [5] Bieniawski, Z. T., “Engineering Rock Mass
20 Classification”. John Willey and Sons, Inc,
2 Designation 99,8% Canada, 1989.
(RQD) [6] ISRM., “Suggested Methods for The Qualitative
Jarak antar Description of Discontinuities in Rock”, Int.
0,6 – 2 meter 15 Journal Rock Mechanics, Mining Sciences &
3
spasi kekar Geomechanical Abstr. 17, pp. 322 – 325, 1980.
Kondisi kekar 14,27 14,27 [7] Priest, S. D., and Hudson, J. A., “Discontinuity
4
Spacings in Rock”, International Jurnal of Rock
Kondisi air Lembab - Mechanics and Mining Sciences, vol. 13, pp.
11,83
5 137, 1976.
tanah kering
73,10
Total Bobot RMR
II (baik)
Kelas Massa Batuan

5. Kesimpulan dan Saran


5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
berdasarkan nilai bobot Rock Mass Rating (RMR)
dari lima parameter yang didapatkan pada lereng
bekas penambangan di Desa Jantang, Kecamatan
Lhoong, Aceh Besar, maka nilai total RMR diperoleh
sebesar 73,10 sehingga kelas massa batuan yang
didapatkan pada lokasi penelitian termasuk kedalam
kategori kelas II (baik) (lihat Tabel 2.2).
5.2 Saran
Lereng yang ada di lokasi penelitian sebaiknya
dilakukan monitoring secara berkala karena lereng
49