Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SUSUN MENANGGAL

No. Dok : SOP-002 Halaman : Page 1 of 2


JudulDok. :
Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran TanggalT No. Revisi
................
erbit : :

DisiapkanOleh : DiperiksaOleh : DisetujuiOleh:


Penulis RT,RW,Perwakilan warga

1. Tujuan
Prosedur ini bertujuan untuk menjamin bahwa pada penghuni rumah susun memahami
cara penanganan awal kebakaran yang sewaktu – waktu dapat terjadi di area rumah susun
Menanggal Surabaya.

2. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku untuk semua penghuni rumah susun Menanggal.

3. Tanggung jawab
Tim penanggulangan keadaan darurat bertanggung jawab untuk memastikan
infrastruktur penanggulangan keadaan darurat tersedia dan berfungsi dengan baik.

4. Pencegahan Kebakaran
4.1. Langkah-langkah yang perlu diantisipasi guna mencegah terjadinya bencana kebakaran
pada instalasi listrik sebagai berikut :
a. Pastikan bahwa instalasi listrik aman, bila keluar ruangan harap dimatikan.
b. Hindari pembebanan yang berlebihan pada satu stop kontak akan menyebabkan kabel
panas dan akan bisa memicu kebakaran, ini biasanya dilakukan dengan penumpukan
beberapa stop kontak atau sambungan “T” pada satu titik sumber listrik.
c. Cek pemutus arus listrik (kontak tusuk) dalam keadaan baik.
d. Apabila ada kabel listrik yang terkelupas atau terbuka, harus segera diperbaiki karena
bisa menyebabkan hubungan pendek arus listrik atau laporkan pada pihak keamanan
atau tetangga.
e. Jaga lampu dan bola lampu jauh dari benda apapun yang dapat terbakar seperti
pelindung lampu, kasur, horden, dan pakaian.
f. Gunakan sambungan kabel hanya untuk pengkabelan yang sifatnya sementara.
g. Pertimbangkan menggunakan sirkuit tambahan yang dibuat oleh tukang listrik yang
mahir.
h. Hubungi segera bagian rumah tangga yang menangani pemeliharaan gedung jika
mengetahui ada masalah dengan fuse atau braker listrik yang turun atau sesuatu yang
berbau terbakar pada alat listrik Anda.
i. Jangan sekali - kali mencantolkan listrik, karena anda tidak memiliki sistem
pengamanan yang sesuai. PLN biasanya sudah memperhitungkan distribusi beban
listrik, apabila ada beban berlebihan akan mengganggu jaringan listrik yang ada.
RUMAH SUSUN MENANGGAL
No. Dok : SOP-002 Halaman : Page 2 of 2
JudulDok. :
Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran TanggalT No. Revisi
................
erbit : :

DisiapkanOleh : DiperiksaOleh : DisetujuiOleh:


Penulis RT,RW,Perwakilan warga

4.2. Langkah - langkah yang perlu diantisipasi guna mencegah terjadinya bencana kebakaran
pada kegiatan sehari - hari sebagai berikut :
a. Kapanpun anda merokok, gunakan asbak rokok dengan bahan tidak mudah terbakar.
b. Janganpernah merokok di dalam kamar atau ruangan tertutup.
c. Letakkan kompor dan tabung gas pada tempat yang berpemukaan datar atau rata dan
diruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
d. Letakan tabung gas Elpiji sejauh mungkin dari kompor atau sumber api lainnya jika
memungkinkan, atau hindari adanya kontak langsung.
e. Pasang regulator pada katup tabung Elpiji dan pastikan tidak mudah terlepas dari
katup tabung Elpiji.
f. Periksa kemungkinan adanya kebocoran gas dari tabung gas, kompor, selang, maupun
regulatornya. Apabila terjadi kebocoran, maka akan tercium bau khas Elpiji yang
menyengat seperti bau busuk.

5. Penanggulangan Kebakaran
a. Ambil peralatan penanggulangan keadaan darurat yang telah tersedia di setiap lantai
Rumah Susun Menanggal. Seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau selimut
pemadam (fire blanket).
b. Basahi karung goni sebelum dipakai untuk memadamkan api.
c. Jika tercium bau gas, lepaskan regulator, bawa tabung keluar ruangan dan letakkan
ditempat terbuka. JANGAN MENYALAKAN API ATAU MENGHIDUPKAN
LISTRIK.
d. Beritau Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) jika telah terajdi kebakaran,
jika masi belum bisa diatasi sendiri.

6. Penyelamatan Diri.
Apabila warga dirumah susun sudah melakukan pengenalan dan pengecekan bangunan
rumah susun dengan seksama maka :
a. Saat kebakaran, sebenarnya asap yang membuat orang menjadi panik dan tidak dapat
bernafas dengan leluasa. Merangkaklah atau menunduk di bawah, tutup mulut dan
hidung dengan kain yang dibasahi.
b. Keluarlah dari pintu yang terdekat menuju ke tempat yang aman.
c. Apabila terjebak api, pastikan balut tubuh dengan selimut tebal yang dibasahi air. Ini
hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila tidak ada jalan keluar menerobos api.
d. Ikuti arahan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD).