Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

DOSEN:

ROSDIANA

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 1

 MUHAMMAD MUZZAKIR IRFAN


 MUHAMMAD NUR HUSNULLAH
 NI PUTU PUSPA AMERTI PUTRI
 NOVIA LESTARI
 NOVITA SRI WARDANI
 RISKI MAULANA SAOES
 WIRANA ECY SEPTANA’IM

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM

PRODI D.III KEPERAWATAN MATARAM

TINGKAT 1 KELAS B

2018
MAKALAH LENGKAP KOMUNIKASI EFEKTIF

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana
dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah
makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain
dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya
adalah komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak
dimengerti oleh suku bangsa). Komunikasi, menciptakan hubungan antara bidan dengan pasien
untuk mengenal kebutuhan dan menentukan rencana tindakan. Kemampuan komunikasi tidak
terlepas dari tingkah laku yang melibatkan aktifitas fisik, mental dan dipengaruhi oleh latar
belakang sosial, pengalaman, usia, pendidikan dan tujuan.
Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang
namanya komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung
salah satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan
komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan
nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu
sendiri adalah makhluk social yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya
interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi
tersebut. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalh mengenai komunikasi
dalam konteks manajemen dan pemerintahan. Dengan ini penyusun akan membahas tentang
konsep dasar komunikasi dan komunikasi efektif.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar komunikasi dan komunikasi efektif
2. Tujuan khusus
a. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian komunikasi
b. Mahasiswa mengetahui dan memahami unsur-unsur komunikasi
c. Mahasiswa mengetahui dan memahami komponen komunikasi
d. Mahasiswa mengetahui dan memahami proses komunikasi
e. Mahasiswa mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi komunikasi
f. Mahasiswa mengetahui dan memahami bebtuk-bentuk komunikasi
g. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian komunikasi efektif
h. Mahasiswa mengetahui dan memahami proses komunikasi efektif
i. Mahasiswa mengetahui dan memahami unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
Dalam perilaku manusia,komunikasi merupakan proses khusus dan bermakna. Pada
profesi kebidanan komunikasi menjadi penting karena merupakan metode utama dalam
memberikan asuhan kebidanan.
Beberapa ahli menyampaikan pengertian atau definisi komunikasi. Taylor (1993)
mengemukkan komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan
meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengeetian antara
pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan. Burgers
(1988) mengemukakan komunikasi adalah proses penyampaian informasi, makna ,dan
pemahaman dari –pengirim pesan kepada penerima pesan. Hal ini berarti penerusan informasi dari
pengirim pesan pada penerima pesan dalam komunikasi. Yuono (1985) mengemukakan
komunikasi adalah kegiatan yang mengajukan pengeertian yang diinginkan pengirim informasi
pada penerima informasi dan menimbulkan tingkah laku yang diinginkan penerima informasi.
Dari ketiga pengertian diatas intinya adalah komunikasi merupakan seni penyampaian
informasi (pesan,ide,sikap,atau gagasan) dari komunikator atau penyampai berita, untuk
mengubah serta membentuk prilaku komunikan atau penerima berita( pola,sikap,pandangan,dan
pemahamannya) kepola dan pemahaman yang dikehendaki bersama

2. Unsur-Unsur Pembentuk Komunikasi


a) Sumber
Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka
memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen, dan
sebagainya.
b) Komunikator
Komunikator adalah penyampai pesan kepada penerima pesan sehingga komunikasi bisa berjalan
dengan lancar
Pada diri komunikator terdapat lima jenis sikap yaitu :
1) Reseptif (receptive), sikap ini berarti kesediaan untuk menerima gagasan dari orang lain.
2) Dijestif (digestive), kemampuan komunikator dalam merencanakan gagasan atau informasi dari
orang lain sebagai bahan bagi pesan yang akan dikomunikasikan.
3) Selektif (selective), faktor ini pun penting bagi komunikator dalam peranannya sebagai
komunikan, sebagai persiapan untuk menjadi komunikator yang baik.
4) Asimilatif (assimilative), kemampuan komunikator dalam mengorelasikan gagasan atau
informasi yang ia terima dari orang lain secara sistematis dengan apa yang telah ia miliki dalam
benaknya merupakan hasil pendidikan dan pengalamannya.
5) Transmisif (transmissive), kemampuan komunikator dalam menstramisikan konsep yang telah
ia formulasikan secara kognitif, afektif, dan konatif kepada oranglain.
c) Recipient
Penerima pesan atau recipient adalah seseorang baik individu ataupun kelompok yang berfungsi
sebagai penerima pesan yang telah disampaikan oleh komunikato.
d) Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat secara
panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah
kepada tujuan akhir komunikasi itu.
1) Penyampaian Pesan
Penyampaian pesan dapat dilakukan melalui lisan, face to face, lngsung menggunakan media,
saluran, dan lain-lain.

2) Bentuk Pesan
i. Informatif : Bersifat memberikan keterangan-keterangan /
fakta-fakta, kemudian komunikan mengambil keputusan.
ii. Persuasif : Berisikan bujukan, yaitu membangkitkan
pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan
sikap, tetapi berubahnya yaitu atas kehendak sendiri (bukan dipaksakan).
iii. Koersif : Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan
dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila tidak dilaksanakan.
e) Saluran Atau Media
Saluran adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media.
Media dibagi menjadi dua yaitu :
1) Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk.
2) Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa.
f) Efek
Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak
sesuai dengan yang kita inginkan. Efek sesungguhnya dapat dikategorikan menjadi :
1) Personal Opinion
Personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu masalah tertentu.
2) Public Opinion
Public Opinion adalah penilaian sosial mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar
pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional.
3) Majority Opinion
Didalam majority opinion ini ada yang disebut opinion leader, opinion leader adalah orang yang
secara informal membimbing dan mengarahkan suatu opini tertentu kepada masyarakat.

3. Komponen Komunikasi
a) Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
b) Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak
lain.
c) Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan, dalam
komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran
nada/suara.
d) Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
e) Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang
disampaikannya.
f) Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan
dijalankan (protokol)
4. Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan
komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif
(sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang,
kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung
dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti
sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara
sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang
yang menerima pesan.
Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan
tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar
manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi
sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Secara ringkas proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut :
a) Komunikator (sender), mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan
suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi
dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
b) Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara
langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail,
atau media lainnya.
c) Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
d) Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang
diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
e) Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atau pesan yang
dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si
pengirim.
5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya :
a) Latar belakang budaya
Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola piker seseorang melalui kebiasaannya, sehingga
semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi
semakin efektif.
b) Ikatan kelompok atau grup
Nilai- nilai yang di anut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

c) Harapan
Harapan akan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan
yang diharapkan.
d) Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan
yang disampaikan.
e) Situsi
Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi.
6. Bentuk-Bentuk Komunikasi
Ada beberapa bentuk komunikasi diantaranya:
a) Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal sering disebut juga komunikasi intrapribadi, secara harfiah dapat
diartikan sebagai komunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi yang terjadi dalam diri individu ini
juga berfungsi sebagai:
1) Untuk mengembangkan kreatifitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri serta
meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil suatu keputusan.
2) Komunikasi ini akan menjadikan seseorang agar tetap sadar akan kejadian disekitarnya.
b) Komunikasi Interpersonal
Komikasi Interpersonal ialan komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak langsung dalam
percakapan. Komunikasi ini juga dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media
komunikasi antara lain dengan melalui: pesawat telfon, atau radio. Komunikasi ini bisa disebut
efektif apabila komunikasi dapat menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam
komunikasi tersebut. Dibawah ini Efektivitas antar pribadi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
1) Efektifitas Perspektif Humaris, cirri-ciri efektifitas ini ialah:
a. Keterbukaan (openness)
b. Empati (empathy)
c. Dukungan (supportiveness)
d. Rasa positif (positiveness)
e. Kesetaraan (equality)
2) Efektifitas Perspektif Pragmatis, ciri-cirinya ialah:
a. Bersikap yakin
b. Kebersamaan
c. Manajemen interaksi
d. Orientasi pada orang lain.
c) Komunikasi Kelompok
Menurut (Michael Burgoon, 1978) komunikasi kelompok ialah: interaksi tatap muka antara
tiga orang atau lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang mana
anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara tepat.
Sedangkan menurut (Goldberg, 1975) komunikasi kelompok ialah suatu bidang studi,
penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum,
tetapi juga pada perilaku komunikasi individu untuk memiliki susunan rencana tertentu untuk
mencapai tujuan kelompok.
Media komunikasi kelompok ini ialah seperti Seminar dengan tujuan membicarakan suatu masalah
dengan menampilkan pembicara kemudian meminta pendapat.

d) Komunikasi Massa
Komunikasi Massa ialah suatu proses dimana suatu organisasi memproduksi dan
menyebarkan pesan kepada public secara luas, atau suatu proses komunikasi dimana pesan dari
media dicari digunakan dan dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu, komunikasi massa
mempunyai karekteristik utama yaitu media massa sebagai alat penyebaran pesannya.
Fungsi komunikasi Massa itu sendiri ialah:
1) Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini
dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya.
Contoh :
Pemberian informasi tentang penggunaan garam iodium dalam makanan yang merupakan salah
satu upaya pencegahan gondok endemic.
2) Sebagai Sosialisai: menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap
sesuai nilai-nilai yang ada serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara efektif .
3) Motivasi
4) Bahan diskusi
5) Pendidikan
6) Kemajuan budaya
7) Hiburan
8) Integrasi
B. KOMUNIKASI EFEKTIF
1. Pengertian Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap
pada orang yang terlihat dalam komunikasi.Tujuan komunikasi efektif adalah memberi
kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga
bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan
bahasa non verbal secara baik. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai komunikasi efektif,
antara lain :
a) Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2008:13) menyebutkan, komunikasi
yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi
sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.
b) Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81) menunjukkan cara-cara agar komunikasi efektif dapat
dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh
aktivitas role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang
relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-
mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses komunikasi membutuhkan
aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
c) Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001) mengatakan bahwa komunikasi yang efektif
dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara
komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.
2. Proses Komunikasi Efektif
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut ;
a) Pengirim pesan (sender) dan isi pesan atau materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan
harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan
dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa:
1) Informasi
2) Ajakan
3) Rencana kerja
4) Pertanyaan dan sebagainya
b) Simbol atau isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau symbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh
orang lain. Biasanya seorang manager menyampaikan peasan dalam bentuk kata-kata, gerakan
anggota badan, (tangan , kepala, mata, dan bagian muka lainnya ). Tujuan penyampaian pesan
adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, periklaku atau menunjukkan arah tertentu.
c) Media atau penghubung
Adalah alat untuk menyampaikan pesan seperti : TV, radio surat kabar, papan pengumuman,
telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan,
jumlah penerimaan pesan, situasi dsb.
d) Mengartikan kode atau isyarat
Setelah pesan diterima melalui indra ( telinga, mata dst)maka si penerima pesan harus dapat
mengartikan symbol/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimngerti / dipahaminya.
e) Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari si pengirim meskipun dalam
bentuk code /isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.
f) Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal
maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya
terhadap sipenerima pesan hal ini penting bagi manager atau pengirim pesan untuk mengetahui
apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan
oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Bailkan yang disampaikan oleh
penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas
pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.
g) Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh
dalam proses komunikasi, karena setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita.
Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah
menafsirkan pesan yang diterimanya.

3. Unsur-Unsur Dalam Komunikasi Efektif


Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: niat, minat, pandangan, lekat, dan libat.
a) Niat menyangkut:
1) Apa yang akan disampaikan
2) Siapa sasaranya
3) Apa yang akan dicapai
4) Kapan akan disampaikan
b) Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
1) Factor obyektif: merupakan rangsang yang kita terima
2) Faktor subyektif: merupakan factor yang menyangkut diri si penerima stimulus
c) Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran,menafsirkan
informasi yang diterima tergantung pada pendidikan,pekerjaan, pengalaman dan kerangka piker
seseorang.
d) Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
e) Libat,merupakan keterlibatan panca indra sebanyak-banyaknya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam perilaku manusia,komunikasi merupakan proses khusus dan bermakna. Pada
profesi kebidanan komunikasi menjadi penting karena merupakan metode utama dalam
memberikan asuhan kebidanan.
Beberapa ahli menyampaikan pengertian atau definisi komunikasi. Taylor (1993)
mengemukkan komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan
meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengeetian antara
pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan. Ada da jenis
Komunikasi yaitu Komunikasi Verbal dan Komunikasi Non Verbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alat sehingga
komunikasi verbal ini sama artinya dengan komunikasi kebahasaan. Komunikasi kebahasaan
dapat dijalin secara lisan dan tulisan. Komunikasi Non Verbal adalah komunikasi yang tidak
menggunakan bahasa lisan maupun tulisan tetapi menggunakan bahasa kial, bahasa gambar dan
bahasa sikap. Proses pemindahan pesan atau menggunakan kata – kata.
B. Saran
Sebagai seorang bidan, komunikasi adalah hal yang sangat penting dan merupakan kunci
utama keberhasilan seorang bidan.Sebaiknya dalam berkomunikasi dengan klien, seorang bidan
harusnya menjaga etika dan penampilannya dalam menghadapi kliennya.Menjaga hak-hak priabdi
dan hak-hak orang lain.Menghormati,menjaga perasaan klien, dengan melihat kondisi
ekonominya.

DAFTAR PUSTAKA

Komala,lukiati,2009.ilmu komunikasi:perspektif, proses dan konteks.Bandung: widya padjadjaran.


M.Taufik Juliane. 2010 , Komunikasi Terapeutik Dan Konseling Dalam Praktik kebidanan. Jakarta
selatan : Salemba Medika
Suryani, S.Kp, MHSc . 2005 , Komunikasi Terapeutik:Teori dan Praktik . Jakarta:EGC
Yulifah,yuswanto.2009.Komunikasi dan Konseling dalamKebidanan.Jakarta:Salemba Medika
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2002.Komunikasi Efektif.Jakarta:Depkes RI
M.Taufik Juliane. 2010 , Komunikasi Terapeutik Dan Konseling Dalam Praktik kebidanan. Jakarta
selatan:salemba Medika
Suryani, S.Kp, MHSc . 2005 , Komunikasi Terapeutik:Teori dan Praktik . Jakarta:EGC
Baraja,Abubakar.2006.Psikologi Konseling dan TeknikKonseling.Jakarta:StudiaPress. Taylor,Carol
Templat:Prof.Deddy Mulyana, M.A., ph.D. ; ilmu komunikasi suatu pengantar ; PT Remaja
Rosdakarya ; Bandung

Anda mungkin juga menyukai