Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Polusi udara adalah penambahan komponen udara, bahan kimia, atau


terbentuknya bahan kimia baru di udara yang membahayakan makhluk hidup. Polutan
udara dapat berupa oksida karbon, oksida notrogen, oksida sulfur, persenyawaan
karbon, bahan organik, tanah, asbes, timbal, karbon, partikel cair (asam sulfat, asam
nitrat, minyak, pestisida), pembakaran bahan bakar fosil. Oksida notrogen dan oksida
belerang akan membentuk senyawa asam dan akan mengakibatkan terjadinya hujan
asam. Efek hujan asam pada manusia antara lain yaitu mata berair, batu-batuk,
bronkhitis, emfisema, dan kanker paru-paru. Adapun efek hujan asam pada banguna
adalah mengakibatkan benda mudah lapuk, korosi logam, karat merapuh, cat cepat
pudar, serta kulit atau kertas pudar dan rapuh.

CFCs (Chlorofluorocarbon) merupakan gas pendingin pada lemari es,


penyejuk udara atau AC, dan gas penyemprot kosmetik. Gas ini dapat merusak
lapisan ozon (O3). Rusaknya lapisan ozon memberi dampak masuknya sinar
ultraviolet ke bumi. Apabila mengenai kulit, sinar ultraviolet itu dapat menyebabkan
kanker kulit atau melanoma.

Pembakaran minyak bumi dan batu bara nengakibatkan kadar CO2 di udara
bertambah. Akibatnya, pantulan panas dari permukaan bumi yanga akan lepas ke
angkasa menjadi terhalang. Peristiwa ini yang disebut efek rumah kaca atau green
house effect. Efek rumah kaca akan mengubah cuaca secara global. Suhu di bumi
yang makin panas mengubah iklim dan cuaca menjadi tidak menentu.
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, penulis mengambil rumusan masalah
sebagai berikut:

1. Apa pendapat para ahli mengenai pencemaran udara?


2. Apa pendapat penulis mengenai pencemaran udara?

Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai pencemaran udara


2. Untuk mengetahui pendapat penulis mengenai pencemaran udara beserta
hala-hal yang berkaitan dengan pencemaran udara

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis dalam makalah ini adalah menggunakan
metode deskriptif dengan beberapa literatur yang berasal dari buku dan website resmi
dan terpercaya.
PEMBAHASAN

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak
dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang
membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-
kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang
mengandung zat di atas batas kewajaran. Rusaknya atau semakin sempitnya lahan
hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di
tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang
mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula
pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah,
pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran
udara yang terjadi.

Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah,


sekolah, dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan.
Sementara itu pencemaran di luar ruangan berasal dari emisi kendaraan bermotor,
industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber pencemaran
udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber
diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber
bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut.

Menurut Chambers, “Udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik


atau kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu,
sehingga dapat dideteksi oleh manusia atau yang dapat dihitung dan diukur, serta
dapat memberikan efek pada manusia, binatang, vegetasi dan material”.
Menurut Parker, “Pencemaran Udara adalah perubahan atmosfer oleh karena
masuknya bahan kontaminan alami atau buatan ke dalam atmosfer tersebut”.
Menurut Kumar, “Pencemaran Udara ialah adanya bahan polutan di atmosfer
yang dalam konsentrasi tertentu akan mengganggu keseimbangan dinamik atmosfer
dan mempunyai efek pada manusia dan lingkungannya”.
Menurut Corman, “Pencemaran Udara adalah terdapat bahan kontamina di
atmosfer karena perbuatan manusia. Hal ini untuk membedakan dengan pencemaran
udara alamiah dan pencemaran udara di tempat kerja”.
Sedangkan menurut kami, “Pencemaran udara adalah bercampurnya udara
dengan zat-zat fisik, kimia, dan biologi yang terdapat di atmosfer. Dalam jumlah yang
melebihi ambang batas baku mutu lingkungan, zat-zat tersebut akan berdampak pada
lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya”.

II.1. Indeks pencemaran udara Sumber: pencemud6.wordpress.com

Dampak dari pencemaran udara:

1. Dari Segi Kesehatan


Dampak pencemaran udara oleh debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru
(bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedalam sel darah merah).
Dan selain itu penyakit yang timbul adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),
termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa
zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. Studi ADB
memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan
kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA
pada tahun 1998.
2. Dari Segi Ekonomi
Dampak pencemaran udara yaitu dengan hasil kajian Bank Dunia menemukan
dampak ekonomi akibat pencemaran udara di Indonesia sebesar Rp 1,8 trilyun yang
pada 2015 akan mencapai Rp 4,3 trilyun.
3. Dari Segi Sosial
Pencemaran sangat merugikan, orang-orang sudah tidak dapat menikmati
udara sehat lagi, setiap hari harus bertemu dengan asap, aktifitas sosial juga
terhambat dan lain-lain
4. Dari Segi Pendidikan
Pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat belajar para pelajar, mereka
terhambat dalam hal berfikir dan juga dalam menyelesaikan suatu permasalahan
5. Dari Segi Pertanian & Perkebunan
Pencemaran udara juga sangat perpengaruh, kurangnya lahan hijau yang
menjadi tempat pohon-pohon untuk melakukan proses fotosintesis karena Tanaman
yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu
pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam
menjadikan sirkulasi udara kita berkurang, dan mejadika udara kotor dan tidak baik
untuk kita hirup.
6. Hujan asam
pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar
udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan
menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain mempengaruhi
kualitas air permukaan, merusak tanaman, melarutkan logam-logam berat yang
terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,
dan bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.
7. Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan
N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh
permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan
menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global tersebut
antara lain : Pencairan es di kutub bumi, yang berefek naiknya permukaan air laut;
Perubahan iklim regional dan global
8. Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan
pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari.
Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di
stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil
menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari
pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan
lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat
mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Solusi pencegahan terhadap pencemaran udara:

Secara umum pencemaran udara diartikan sebagai udara yang mengandung


satu atau beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi, sehingga mengganggu
manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya di dalam suatu lingkungan.
Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk mencegah pencemaran udara ini.

1. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang mengandung asap


serta gas-gas polutan lainnya agar tidak mencemarkan lingkungan.
2. Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara
memasang bahan penyerap polutan atau saringan;
3. Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam lauratan pengikat sebelum
dibebaskan ke air. Atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas buang ke
udara bebas
4. Membangun cerobong asap yang cuup tinggi sehingga asap dapat menembus
lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas
suatu pemukiman atau kita;
5. Mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar
dan mengurangi angkutan pribadi;
6. Memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi, karena salah satu
kegunaan tumbuhan adalah sebagai indikator pencemaran dini, selain sebagai
penahan debu dan bahan partikel lain.

Contoh kasus pencemaran udara di Indonesia:

Riau, provinsi di bagian tengah Sumatera yang berlokasi di pesisir Selat


Malaka, beberapa tahun terakhir tak pernah lepas dari bencana kabut asap akibat
kebakaran hutan. Tahun ini, asap di wilayah itu bahkan lebih parah dari tahun lalu.
Indeks Standar Pencemaran Udara di Riau sudah di atas level berbahaya, menyentuh
angka 984 psi (polutan standar indeks). Angka 984 psi itu jauh di atas level tertinggi
ISPU, yakni berbahaya, yang hanya sampai 500 psi. Pada level berbahaya saja,
kualitas udara menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti iritasi mata, batuk,
dahak, dan sakit tenggorokan. Apalagi di atas level berbahaya.

Tahun lalu, Riau pun diterpa bencana kabut asap kebakaran hutan. Maret
2014, kualitas udara di Riau masuk level berbahaya. Saat itu ISPU di Riau berkisar
300-500 psi. Sejumlah alat pengukur pencemaran udara di Riau ketika itu mencatat
polusi di sana berada di level sangat tidak sehat (200-299 psi) hingga berbahaya.
Pada tahun 2013, ISPU di Riau berada di atas level berbahaya seperti yang terjadi
tahun ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, ISPU di beberapa
wilayah di Riau saat itu tembus angka seribu, tepatnya 1.084 psi. Pemerintah Provinsi
Riau pun ketika itu menerapkan status tanggap darurat bencanaa asap.

II.2. kebakaran hutan di Riau Sumber: http://news.merahputih.co


PENUTUP
Kesimpulan
Udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi
udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang umumnya disebabkan oleh kegiatan
yang dilakukan oleh manusia itu sendiri serta faktor pendukung lainnya. Dampak
yang ditimbulkan pun beragam dari segi kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan,
pertanian dan perkebunan, hujan asam, efek rumah kaca, serta kerusakan yang terjadi
pada lapisan ozon.

Rekomendasi
Dalam mengatasi pencemaran udara yang kini telah melebihi ambang batas
baku lingkungan dibutuhkan andil yang sama besar antara pihak pemerintah maupun
dari masyarakat itu sendiri untuk terciptanya lingkungan bersih yang dikehendaki dari
pihak masing-masing. Selain itu, peran mahasiswa pun penting khususnya dalam
menciptakan invensi atau penemuan baru yang dapat mengurangi polutan yang ada
disekitar.
DAFTAR PUSTAKA

H. J. Mukono, 2008. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap


Gangguan Saluran Pernapasan. Penerbit Airlangga University Press :
Surabaya.

http://id.wikipedia.org/wiki/pencemaran

http://earth2.ecp.tut.ac.jp/pub/member/asep/plo/index.html

http://organisasi.org/penyebab_sebab_dan_akibat_pencemaran_lingkungan_p
ada_udara

http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/jatim/malang.pdf