Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2

RAESYA DWI ANANTA


110.2013.239
1. Anatomi saluran pernafasan pada anak
 Costae pada bayi dan anak kecil lebih horizontal dibandingkan orang dewasa yang
menyebabkan gerakan dada lebih sedikit.
 Tulang rawan pada Costae bayi maupun anak lebih lentur dibandingkan dewasa. Hal ini
dapat memungkinkan dinding dada untuk menarik kembali selama episode ganggungan
pernafasan dan mengurangi volume tidal.
 Otot-otot interkostal yang berada diantara tulang rusuk tidak sepenuhnya berkembang
sampai seorang anak mencapai usia sekolah, hal ini menyebabkan sulitnya anak-anak
mengangkat Costae terutama pada saat terbaring maupun terlentang.
 Bagian bekalang kepala pada anak cenderung lebih besar dibandingkan orang dewasa,
hal ini menyebabkan ketika anak-anak memfleksikan lehernya kebagian belakang dapat
menyebabkan obstruksi parsial pada jalan nafas.
 Bayi dan anak-anak cenderung memiliki proporsi lidah yang lebih besar dibandingkan
ruang dimulutnya.
 Diameter saluran pernafasan anak-anak lebih kecil daripada dewasa, sehingga apabila
terjadi inflamasi maupun obstruksi dapat mengakibatkan gangguan pernafasan yang
lebih berat.
 Pada umumnya saluran pernafasan pada pediatri lebih kecil, kurang kaku, dan
cenderung mudah terjadinya obstruksi.
 Anak-anak memiliki respiratory rates yang lebih tinggi dibandingkan dewasa, yang
menyebabkan mereka cenderung lebih rentan terkena mikroba diudara.
 Pada masa bayi, terdapat ventilasi alveolar kolateral yang semakin banyak, yaitu
dengan terbentuknya pores of kohn di antara alveolus, yang memungkinkan gas masuk
dari satu lobulus ke lobulus lainnya, bahkan mungkin ke segmen paru lain. Selain itu
terdapat komunikasi bronko-alveolar, yang dikenal sebagai canals of lambert.
Hubungan anatomis ini mungkin bermanfaat untuk mencegah atau memperlambat
terjadinya atelektasis namun dapat pula mempermudah terjadinya penyebaran infeksi.

2. Pernafasan thoracoabdominal

3. Jenis-jenis pernafasan abnormal

 Takipneu : pernafasan yang cepat dan dangkal

Keadaan ini sering terjadi pada berbagai penyakit paru restriktif. Pada bayi dan anak
kecil, hal ini merupakan tanda dini gagal jantung.
 Bradipneu : pernafasan lambat
Keadaan ini terdapat pada gangguan pusat pernafasan, tekanan intrakranial tinggi,
pengaruh obat sedatif, alkalosis, dan keracunan.
 Hiperpneu : pernafasan dalam

Terdapat pada keadaan asidosis, anosksia, serta kelainan susunan saraf pusat.
Pernafasan Kussmaull adalah tipe pernafasan hiperpneu yang selain pernafasan dalam
juga cepat, ditemukan pada keadaan asidosis metabolik seperti dehidrasi, hipoksia, dan
keracunan salisilat.
 Cheyne stokes

 Pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur, kadang-kadang terdapat pernafasan tipe
Cheyne stokes yang ditandai oleh pernafasan cepat dan dalam diikuti oleh beberepa
episode pernafasan yang lambat dan dangkal, serta periode apneu beberapa saat. Pola
ini dapat hilang setelah bayi berusia beberapa minggu. Keadaan kerusakan otak (kedua
sisi hemisfer otak besar atau diensefalon), obat-obatan penekan sistem pernafasan,
gagal jantung dan uremia dapat juga menyebabkan timbulnya pola pernafasan Cheyne
stokes.

 Ataksik (pernafasan Biot)

4. Nama lain HDN dan etiologi


Nama lain : Erythroblastosis fetalis , isoimmunization, atau blood group incompatibility


5. Sediaan rifampisin dan pirazinamide
 Rifampisin
- Capsule : 150mg, 300mg, 450mg, 600mg (max)
- Syrup : 200mg/5mL, 100mg/5mL
- Injeksi (Powder) : 600mg
 Isoniazide
- Tablet : 50 mg, 100mg, 300mg
- Syrup : 50mg/5mL
- Injeksi (Solusi) : 100mg/mL
 Pirazinamide
- Tablet : 250mg, 500mg
 Ethambutol
- Tablet : 100mg, 400mg
 Streptomisin
- Injeksi (Powder) : 1gr